Anda di halaman 1dari 3

SANITASI UNTUK SURGA DI TIMUR MATAHARI

Sanitarianku, Fasilitatorku
Oleh :
Panji Arya Yudha 15714014
Rekayasa Infrastruktur Lingkungan ITB

Dikutip Dari Artikel Video Pokja AMPL Reynold Pandji Fasilitator STBM PAMSIMAS
Indonesia, Negara dengan salah satu penduduk terbesar di dunia, Negara dengan pulau
terbanyak di dunia, dan Negara dengan berjuta permasalahan sanitasi yang ada. Tersimpan
berbagai cerita yang tersebar dari sabang hingga merauke. Bangsa dengan jutaan suku ini
selalu memberikan kisah inspiratif tentang sebagian orang yang mempunyai cita-cita yang mulia.
Disamping dengan permasalahan yang ada di negeri ini, selalu ada tokoh-tokoh yang lahir dari
masyarakat untuk berdedikasi demi kesejahteraan orang banyak. Tokoh yang mungkin tidak
dikenal orang banyak karena popularitas semata, akan tetapi dengan tindakan yang tulus
mampu berdampak secara langsung terhadap pola hidup lingkungannya yang lebih baik.
Sanitasi Untuk Surga Di Timur Matahari Adalah sebuah film dokumenter menyoroti
perkembangan kondisi sanitasi Desa Ternate, Kabupaten Alor karya seorang Fasilitator STBM
PAMSIMAS Kabupaten Alor Ternate bernama Reynold Pandji, yang mampu mengubah pola
perilaku BABS masyarakat menjadi pola hidup bersih dan sehat serta mandiri
Kabupaten Alor merupakan salah satu Kabupaten yang banyak pulaunya di propinsi
Nusa Tenggara Timur terletak di bagian Timur Laut.Secara astronomis, Kabupaten Alor termasuk
dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Secara geografis terletak , antara sebelah Timur
125- sampai dengan 48 Bujur Timur. Sebelah barat 123 sampai dengan 43bujur timur.
Sebelah utara 8 sampai dengan 6 Lintang Selatan. Dan sebelah selatan 8 sampai dengan
36 lintang selatan.
Alor dikenali sebagai Pulau 1.000 moko, berlokasi di bagian timur Flores, Provinsi Nusa
Tenggara Timur. Sebuah tempat dengan kekayaan bawah laut yang mengagumkan meski belum
tersohor seperti Raja Ampat atau Taman Nasional Komodo. Akan tetapi, para penyelam yang
pernah menjajalnya menceritakan dari mulut ke mulut bahwa keindahan Alor tak kalah bahkan
bila dibandingkan dengan Kepulauan Karibia yang tersohor itu dan bisa jadi lebih megah.
Alor menyimpan daya tarik alam, budaya, dan sejarah yang diminati para petualang,
peneliti, dan tentunya wisatawan. Meski akses masih terbatas (umumnya dari Kota Kupang
dengan pesawat atau kapal laut) tetapi itu tidak menyurutkan minat untuk menjelajahi
keistimewaan dan keindahannya. Salah satu keunikan pulau ini adalah ditemukannya banyak

moko, padahal di Alor sejak awal masyarakatnya memang tidak pernah memproduksi moko
karena merupakan budaya Dongson di Vietnam Utara. Kita dapat mengunjungi Museum 1000
Moko untuk melihat lansung kekayaan budaya Alor, termasuk juga tenunan indah dengan
beragam warna dan corak. Tenunan khas Alor (kawate) bahkan sudah melanglangbuana hingga
ke Jepang.
Keindahan alam dan keramahan masyarakat di pulau ini seakan menyatu dan
membingkiskan pengalaman yang berkesan. Kadang dalam kesederhanaan dapat Anda
termukan kedekatan hati dan kesan yang mendalam. Berkunjung ke Alor akan memberi Anda
pengalaman menikmati alam yang indah dan sentuhan interaksi masyarakatnya yang ramah. Hal
itu seperti banyak disebut orang-orang bahwa kepanjangan Alor adalah: Alam Lestari dan Orang
Ramah.
Dari aspek sanitasi, secara umum penduduk di kabupaten Alor menggunakan air bersih
dari sumur-sumur dangkal dan dalam yang diusahakan secara perorangan dengan sistim tarikan
tangan dan pompa. Juga air bersih yang dikelola oleh Perusahaan Daerh Air Minum (PDAM)
serta oleh sebagian masyarakat menggunakan sumber air dari air sungai, air hujan dan mata
air. Namun demikian msih ada penduduk yang belum menikmati air bersih, karena dipengaruhi
oleh kondisi alam setempat untuk memenuhi akan kekurangan air bersih bagi wilayah /daerah
tersebut maka pemerintah daerah telah bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat
(LSM) dan pihak swasta lainnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi penduduk yang
masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih
Pada 2014, sebanyak 15 dari 46 desa di Pulau Pantar, Kabupaten Alor NTT
mendeklarasikan Stop Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) yang artinya desa tersebut
seluruh masyarakat tidak ada yang melakukan praktek buang air besar sembarangan.Adapun 15
desa yang melakukan deklarasi ialah Desa Bana, Boweli, Wailawar, Helandohi, madar, Baolang,
Nule, Kaleb, Bungabali, Lekom, Bagang, Muriabang, Tamahk, Baranusa, dan Kayang. Dalam
sambutannya, Bupati Kabupaten Alor, Amon Djobo, mengapresiasi kerja keras para Camat dan
Kepala Desa di Pulau Pantar. Dia mengatakan bahwa diharapkan kedepannya, desa lain akan
segera menyusul untuk mendeklarasikan BEBAS BABS. Selain itu, pada kesempatan tersebut
Bupati juga mengharapkan agar semua camat dan kepala desa terus bekerja keras untuk
melayani masyarakat.
Di Kabupaten Alor, kepemilikan jamban keluarga telah mencapai 88,9%. Capaian ini
merupakan usaha bersama dari pemerintah pusat, provinsi,, kabupaten melalui Kelompok Kerja
Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL), serta mitra dan masyarakat. Untuk kali
ini, mitra yang mendukung acara tersebut ialah UNICEF dengan meningkatkan kapasitas
masyarakat dalam perubahan perilaku. Selain itu, masyarakat juga didorong untuk dapat
memiliki jamban keluarga untuk mereka sendiri.
Seorang Sanitarian Puskesmas Desa Ternate bernama Sirilius A Manek dan Kepala
desa Rahman Kasim melakukan inisiatif untuk mengubah kebiasaan masyarakat setempat
dengan melakukan pendekatan dengan tokoh-tokoh masyarakat. Awalnya penduduk Desa
Ternate terjangkit wabah diare karena perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di pantai
maupun hutan di dekat desa. Melihat permasalahan itu, semua tokoh masyarakat seperti

Kepada Desa dan Dinas Kesehatan Kabupaten Alor dan tentunya penduduk bergotong royong
untuk menjadikan Desa Ternate bebas BABS. Sirilius beserta rekannya melakukan partisipasi
aktif membimbing masyarakat desa melihat potensi daerah setempat, potensi-potensi seperti
keindahan alam, dan kerajinan tenun masyarakat.
Dengan latar belakang tersebut Sirilius selalu mencoba meyakinkan masyaratkan akan
pentingnya pola hidup bersih dan sehat demi terjaminnya kesehatan bersama. Sosialisasi
dengan cara pemicuan dan pengembangan daerah wisata dengan meningkatkan fasilitas air
bersih dan sanitasi yang diajukan dengan pemerintah setempat akhirnya berbuah manis, dengan
niat dan usaha kerasnya, masyarakat mulai menyadari arti kesehatan yang sebenarnya,
pemerintah daerah,desa dan masyarakat saling membantu menyadarkan dan membangun
infrastruktur sanitasi, seperti telah terbangunnya jamban sehat, sumur air bersih dan Tempat
pembuangan sementara sampah di pesisir pantai. Pada tahun 2015 Desa ternate berhasil
mendeklarasikan sebagai Desa SBS (Stop Buang Air Besar Sembarangan). Desa Ternate
merupakan desa pariwisata yang memiliki kekayaan alam serta pemandangan laut dan pantai
yang begitu indahnya. Ibu-ibu setempat memiliki keahlian menenun yang juga menjadi mata
pencaharian penduduk serta menjadi daya tarik bagi para wisatawan lokal maupun
mancanegara. Pada akhirnya Masyarakat bisa merasakan lingkungan desa yang lebih bersih,
keindahan pantai dan laut yang terjaga serta kedatangan para wisatawan yang cinta akan alam
Desa Ternate.
The key to the closeness to the truth is in private consultations and journeys
Syeikh Abdul Qodir Jaelani
Daftar Pustaka :
http://www.ampl.or.id/read_article/sanitasi-untuk-surga-di-timur-matahari/38157
http://www.airminumstrategis.com/kabupaten-alor-capai-sbs