Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


PT. Bukit Menjangan Lestari (PT. BML) merupakan suatu perusahaan
pertambangan batubara yang beridiri pada tahun 2010. PT. Bukit Menjangan
Lestari merupakan pemilik wilayah konsesi penambangan yang berlokasi di
daerah Dusun Ngadang, Desa Bloro, Kecamatan Sebulu. Berdasarkan Ijin
Usaha

Pertambangan

PT.

Bukit

Menjangan

Lestari

pada

kegiatan

penambangannya memiliki Nomor Operasi Produksi : 540/2477/IUP-OP/MBPBAT/IX/2010 yang dikeluarkan oleh Bupati Kutai Kartanegara tanggal 03
September 2010.
PT. Bukit Menjangan Lestari menggandeng sejumlah mitra guna
mendukung kegiatan operasional. Keberadaan PT. Bukit Menjangan Lestari
sendiri tak lepas dari dukungan masyarakat Kecamatan Sebulu dan Pemkab
Kutai Kartanegara. Untuk itu PT. Bukit Menjangan Lestari berkomitmen
berusaha memberikan kontribusi yang besar terhadap kemajuan daerah sekitar
tambang, seperti melakukan penerimaan tenaga kerja yang hampir 80%
merupakan tenaga kerja lokal yang berasal dari wilayah Kutai Kartanegara
maupun

berbagai

kepentingan

lainnya

berkomitmen

mengutamakan

kepentingan daerah.
PT. Bukit Menjangan Lestari yang resmi beroperasi sejak bulan oktober
2010 sampai saat ini sudah mencapai 6 tahun dan saat ini program reklamasi
1

paska kegiatan pertambangan sedang berjalan pada PIT yang sudah dikatakan
seamnya habis ditambang, ini salah satu bukti bahwa perusahaan tersebut
peduli dalam menangani masalah lingkungan, dengan menimbun kembali
lubang-lubang bekas galian batubara dan menanam tanaman yang bermanfaat
bagi masyarakat dan perekonomian Kabupaten Berau kedepannya. Luas
wilayah konsesi yang dimilik PT. Bukit Menjangan Lestari yaitu 2.642 Hektar.
PT. Bukit Menjangan Lestari menjadwalkan waktu kerja sebanyak 2 shift,
dimana 1 shiftnya bekerja selama 10 jam. Para karyawan baru terlebih dahulu di
induksi K3 oleh departemen safety sebelum melakukan kegiatan penambangan,
dan sesuai dengan pengamatan di PT. Bukit Menjangan Lestari safety talk
dilakukan sekali seminggu yaitu dihari Jumat, untuk menjaga kedisplinan dan
kewaspadaan para karyawan dalam bekerja.
Ada beberapa kegiatan pertambangan yang dilakukan pada penambangan
batubara, meliputi pembersihan lahan (land clearing), pengupasan tanah pucuk
(top soil) dan sub-soil, serta pengupasan tanah penutup (overburden) yang
berada di atas batubara. Pengupasan lapisan tanah penutup bisa dilakukan
dengan ripping-dozing dan blasting. Pada kondisi batuan yang lunak
pengupasan dapat dilakukan dengan ripping-dozing, sedangkan pada kondisi
batuan atau lapisan penutup yang keras harus menggunakan penanganan khusus
seperti blasting karena ripping-dozing yang dikerjakan oleh alat berat tidak
cukup kuat untuk memberai lapisan penutup tersebut. Kegiatan peledakan pada
material sangat berpengaruh untuk mencapai target produksi, sehingga perlu

dilakukan pengaturan rancangan geometri peledakan yang sesuai dengan


kondisi wilayah konsesi pertambangan. Adapun pengupasan lapisan tanah
penutup yang dilakukan di PT. Bukit Menjangan Lestari yaitu dengan
melakukan kegiatan peledakan pada material Clay yang keras.
Berdasarkan latar belakang di atas tersebut, maka penulis menyajikan
judul Pengamatan prinsip kerja peledakan dalam kegiatan pengupasan lapisan
tanah penutup (overburden) untuk mencapai target produksi perbulan pada
penambangan batubara di PT. Bukit Menjangan Lestari Site Bloro Kabupaten
Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

1.2. Maksud dan Tujuan


1.2.1. Maksud
Secara akademis, maksud dari kerja praktik ini adalah untuk
memenuhi kurikulum pembelajaran sebagai syarat untuk menyelesaikan
studi Strata Satu

(S-1) Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik,

Universitas Palangka Raya (UPR), Provinsi Kalimantan Tengah.


1.2.2. Tujuan
Tujuan dari kegiatan Kerja Praktik (KP) ini adalah :
1. Mengetahui bagaimana proses kegiatan pengeboran dan peledakan.
2. Mengetahui pengaruh geometri peledakan terhadap fragmentasi yang
3.

dihasilkan.
Mengetahui peralatan dan perlengkapan peledakan yang digunakan di

4.

PT. Bukit Menjangan Lestari.


Mengetahui proses mixing ANFO dan komposisinya dengan tujuan
mencapai zero oxygen balance.

1.3. Manfaat
Manfaat secara umum yang dapat diperoleh dari pelaksanaan kerja
praktik ini adalah mengetahui proses kegiatan peledakan lapisan tanah penutup
(overburden), meliputi tahapan peledakan, perhitungan geometri peledakan,
metode atau pola peledakan yang digunakan, dan ukuran fragmentasi yang
dihasilkan dan dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk pembaca.
1.4. Batasan Masalah
Berikut ini merupakan batasan masalah yang akan disediakan pada
penyajian laporan diantaranya yaitu:
1. Geometri Peledakan dan karakteristik batuan pada kegiatan blasting di PIT
M PT. Bukit Menjangan Lestari.
2. Drilling menggunakan 2 unit Furukawa Rock Drill PC R 200 dengan
diameter lubang bor 3,5 inci dan kedalaman lubang bor 6m.
3. Material yang diledakkan yaitu Clay (mudstone) dengan perolehan Spesific
Gravity 2,67 gr/cc.
4. Metode peledakan yang digunakan yaitu metode peledakan kombinasi listrik
dengan non-elektrik, dan pola pemborannya staggered.
5. Tidak membahas biaya atau effort yang dikeluarkan untuk proses peledakan.