Anda di halaman 1dari 7

BAB V

Reaksi inti adalah proses yang terjadi apabila partikel-partikel nuklir ( nukleon atau
inti ) saling mengadakan kontak.
Reaksi inti ditulis sebagai berikut :

a+ X Y +b
Atau disingkat :

X (a , b) Y

adalah inti awal,

adalah inti akhir, sedangkan

a dan

masing

masing adalah partikel dating dan yang dipancarkan. Apabila suatu partikel
ditembakkan pada inti

X , maka ada beberapa kemungkinan yang terjadi, yakni

hamburan elastic ,hamburan inelastic, dan reaksi inti.

X +a hamburan
X+a ' hamburan

a+ X

Y +b
Z +c

reaksi inti

Reaksi inti memberikan informasi pada banyak persoalan, dalam fisika inti
memberikan data pada penyerahan nomor kuantum untuk tingkatan-tingkatan
khusus pada model-model inti dan pada mekanisme reaksi. Hampir semua informasi
dalam fisika sub-inti berasal dari reaksi inti. Gaya yang bekerja dalam reaksi inti
adalah gaya inti atau potensial inti, disamping gaya inti masih bekerja gaya
Coulomb.
A. Reaksi-Reaksi Inti pada Energi Rendah Kebanyakan dari jenisnya:
A

a O O b
Atau rekasi A (a,b) B, dimana :
A adalah inti sasaran ( target )
a adalah partikel yang ditembakkan (proyektil)
B dan b adalah produk reaksi yang biasanya b berupa inti ringan atau sinar
gamma.
Dalam reaksi inti berlaku beberapa hukum kekekalan, antara lain:
1. Hukum Kekekalan Muatan

Z=tetap

2. Hukum Kekekalan Nomor Massa

A=tetap

3. Hukum Kekekalan Momentum Sudut Inti

I =tetap

4. Hukum Kekekalan Paritas

=tetap

5. Hukum Kekekalan Momentum Linier

P=tetap

6. Hukum Kekekalan Massa dan Energi

M A C2 +ma C2 + K a M B C 2 +mb C 2 + K b + K b
Dimana :

= energi reaksi
=

Bila ,

Q>0

Q<0

M A C2 +ma C2=M B C 2 +mb C 2 +Q

K B + K bK a

( energi kinetik )
reaksi endo energi
reaksi ekso energy

Berbagai Jenis Reaksi Inti


Reaksi inti dapat digolongkan dengan beberapa cara, tergantung pada keadaan.
Misalnya berdasarkan :
1. Jenis partikel dating
2. Energi partkel dating
3. Inti yang ditembakkan
4. Mekanisme reaksi inti
a. Klasifikasi reaksi inti menurut prtikel dating
Menurut klasifikasi ini dapat digolongkan dalam beberapa golongan, yakni :
1) Reaksi Partikel Bermuatan
Termasuk reaksi ini adalah reaksi p,d,,C12,,O16
2) Reaksi Neutron
Partikel yang ditembakkan adalah neutron
3) Reaksi Foto Nuklir
Partikel yang ditembakkan adalah foton ( sinar gamma )
4) Reaksi Elektron
Partikel yang ditembakkan adalah electron
b. Klasifikasi menurut energy partikel dating
1) Untuk reaksi neutron, energy neutron dating dapat digolongkan dalam
empat golongan, yaitu:
Neutron termik dengan energi datang

1
eV
40

Neutron epitermik dengan energi datang

1 keV

Neutron lambat dengan energi datang


Neutron cepat dengan energi datang

1 eV

0,110 MeV

2) Untuk reaksi partikel bermuatan , partikel dapat digolongkan sebagai


berikut:
Partikel berenergi rendah :

0,110 MeV

Partikel berenergi rendah : 10100 MeV


c. Klasifikasi menurut inti yang ditembak
Inti yag ditembak digolongkan sebagai berikut :

A 40

Inti ringan , dengan

Inti pertengahan, dengan

40< A <100

Inti berat , dengan

A 150

d. Klasifikasi menurut mekanisme reaksi


Termasuk dalam klasifikasi ini ialah reaksi inti majemuk dengan reaksi
langsung.
1. Reaksi Int Majemuk
Menurut teori Bohr, suatu reaksi inti terjadi dalam dua tahap, yakni :
Pembentukan inti majemuk C.
Disintegrasi majemuk C
Atau dapat dituliskan sebagai berikut :

a+ X C Y + b

Inti majemuk
Apabila partikel

menumbuk inti

, maka energy partikel tersebut

dibagi-bagikan kepada nukleon sekitarnya. Pertukatan energi terjadi


terus menerus sehingga akhirnya energi dipusatkan pada satu nukleon.
Sehingga nucleon tersebut dipancarkan keluar inti. Proses ini memekan
waktu relatif lebih lama. Ini dapat dilihat dari umur inti majemuk
14

(10

detik )

yang jauh lebih besar dari waktu yang dibutuhkan oleh

suatu partikel untuk melintasi inti

(1021 detik ) . Disintegrasi inti

majemuk hanya terjadi pada energi,spin, dan paritas inti


majemuktersebut jadi tidak tergantung pada cara pembentukannya.
Sebagai contoh reaksi :
32
31
N + 31
P P Si+ p

Diagram tingkat energi pembentukan dan disintegrasi inti majemuk :

Diagram tingkat energi untuk reaksi

31

P ( n , p ) 31 Si

2. Reaksi Langsung
Dalam reaksi langsung inti yang ditembak (sasaran) dianggap terdiri
dari suatu teras (core)
Dengan nucleon yang berada pada permukaan inti. Reaksi langsung
terjadi apabila tumbukan terjadi pada permukaan inti. Apabila partikel
datang menumbuk teras, maka terjadilah inti majemuk. Jadi terdapat
suatu jari jari interaksi tertentu yang menentukan terjadinya reaksi
langsung

(34.1013 cm) .

Ada empat reaksi inti yang dapat diterangkan dengan reaksi langsung,
yakni :
1) Hamburan Inelastik
Misalnya reaksi

( p , p' ) , ( , ' )

2) Knock Out Reaction


Misalnya reaksi

( p , n)

3) Stripping Reaction
Misalnya reaksi

( d , p) , ( d , n) ,( , p)

4) Pick Up Reaction
Misalnya reaksi

( p , d) , ( p , )

Keempat reaksi tersebut dapat dilihat dengan jelas dalam gambar


berikut:

Hambura
n Inelastik

Knock Out
Reaction

Stripping
Reaction

ki

Pick Up
Reaction

Mekanisme reaksi inti


Menurut Weisskopf, rekasi inti dapat dibagi dalam tiga tahap.
Tahap-tahap tersebut adalah:
1. Tahap Partikel Bebas
Dalam tahap ini partikel berinteraksi dengan inti keseluruhan, dan inti dinyatakan
dalam sebuah sumur potensial kompleks.
V (R) = V1 + I V2
V1
adalah potensial riil dan I V 2 = adalah potensial khayal, maka akan terjadi
penyerapan saja. Dalam tahap ini sebagian partikel datang akan dihamburkan
(shape elastic Scattering) dan sebagian akan diserap. Bagian yang diserap
tersebut akan memasuki tahap kedua, yakni tahap sistem mejemuk.
2. Tahap Sistem Majemuk
Sistem ini belum dapat diterangkan secara memuaskan. Dalam tahap ini, sebagian
partikel yang diserap dari tahap pertama di hamburkan kembali (compound elastic
scattering). Sebagian membentuk inti majemuk, dan sebagian lagi langsung ke
tahap akhir (reaksi langsung). Partikel yang dihamburkan kembali dapat memberi
informasi tentang tingkat -tingkat energi inti majemuk.
3. Tahap Akhir
Dalam tahap akhir, inti majemuk berdisintegrasi dengan memancarkan partikelpartikel. Apabila inti majemuk tidak terbentuk, maka inti akan berdisintegrasi
langsung dan memancarkan partike-partikel pada akhir. Reaksi semacam ini
dinamakan reaksi langsung.

Reaksi Fisi