Anda di halaman 1dari 5

INFEKSI SALURAN KEMIH BAWAH

Disusun Oleh :
Alif Budiyani Arba
142.0221.142

RS. KEPRESIDENAN GATOT SOEBROTO


DEPARTEMEN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
DIVISI MATERNAL
2016
INFEKSI SALURAN KEMIH BAWAH

Pendahuluan
Infeksi

saluran

kemih

bawah

merupakan

inflamasi

yang

diakibatkan

mikroorganisme seperti bakteri, jamur dan virus pada saluran kemih bawah
meliputi uretra dan kandung kemih hingga bagian sekitar seperti vulva dan organ
lain disekitar saluran kemih. Infeksi saluran kemih bawah meningkat pada orang
dengan penggunaan kateter lama. Semakin tinggi usia semakin tinggi risiko
terkena isk bawah dan presentase perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki
disebabkan oleh panjang uretra wanita lebih pendek dari laki-laki. Penyebab
paling tinggi infeksi saluran kemih bawah adalah bakteri dibawah ini.1,2
Tabel 1. Bakteri Penyebab ISK

Dikutip dari : Williams Gynecology Second Edition,2012

Anamnesa
Pada anamnesa pasien akan mengeluhkan buang air kecil terasa nyeri (disuria),
buang air kecil sering (frekuensi, sulit menahan BAK (inkontenensia) dan terasa
panas saat BAK. Beberapa pasien merasa tidak ada keluhan demikian. Keluhan
lain dapat ditemui demam ( 38C) hingga mual dan muntah pada sebagian
pasien.1,2 Berikut presentasi gejala klinis yang sering muncul pada ISK :

Tabel 2. Presentase Gejala Klinis Pada Pasien ISK

Dikutip : Campbell-walsh Urology Tenth Edition Review, 2011

Pemeriksaan Fisik
-

Uretritis
Infeksi pada bagian uretra maka akan ditemukan pada inspeksi uretra
tampak kemerah-merahan dan dapat ditemukan nanah disertai terasa nyeri

saat dilakukan palpasi uretra


Sistitis
Infeksi pada kandung kemih biasanya berasal dari infeksi uretra berjalan
ascending maupun dari organ lain seperti infeksi pada ovarium. Pada
pemeriksaan fisik akan ditemukan demam disertai dengan BAK bernanah
atau keruh dibutuhkan pemeriksaan penunjang seperti sistoskopi untuk
menentukan apakah ureteritis saja atau hingga sistitis 2,3

Pemeriksaan Penunjang
-

Darah rutin
Dapat ditemukan peningkatan sel darah putih pada pasien disebabkan oleh
adanya infeksi

Urinalisa
Terdapat empat hal penting yang dapat digambarkan oleh pemeriksaan
urinalisa pada pasien dengan ISK bawah yakni menentukan jumlah dari sel
darah putih melebihi 5 sel darah putih per satu lapang pandang besar pada

urin/ pyuria, ditemukan bakteri per LPB, ditemukannya enzim lekosit


esterase dan nitrite. Sensitivitas pada pemeriksaan ini sekitar 82% dan
meningkat hingga 100% apabila dilakukan tes kadar nitrit dan enzim
leukosit esterase.

Nitrite dan enzim leukosit esterase ini akan dapat

ditemui pada pasien dengan ISK bawah di urin pagi hari saat bangun tidur
dikarenakan bakteri akan menghasilkan nitrit semalaman.
-

Kultur urin
Merupakan gold standard untuk menegakkan diagnosis dari ISK sehingga
dapat menentikan bakteri dari penyebab ISK tersebut sehingga
penatalaksanaan diharapkan tepat sasaran.

Diagnosis
Ditemukannya gejala klinis berupa disuria, frekuensi, inkontenensia urin disertai
demam hingga mual muntah berlangsung hingga tujuh hari serta ditemukannya
tanda tanda inflamasi pada daerah saluran kemih bawah seperti kemerahan pada
uretra maupun nyeri saat dilakukan palpasi kemudian dikonfirmasi dengan
menggunakan urinalisa serta kultur urin ditemukan bakteri serta sel darah putih.

Penatalaksanaan
Pemberian antibiotik serta meghilangkan simptomatik seperti analgetik, berikut
beberapa pilihan antibiotik yang dapat digunakan pada pasien dengan ISK
bacterial :

Tabel 3. Antibiotik Pilihan Pada Infeksi Saluran Kemih

Ta

Dikutip dari : Williams Gynecology Second Edition,2012

DAFTAR PUSTAKA
1. Cunningham, F.Gary, et all. 2012. Williams Gynecology Second Edition.
New York: Mc Graw Hill Medical. Page. 91-93
2. Wein, Alan J, et all. 2012. Campbell-Walsh Urology 10thn Edition. United
States of America: Saunders of Elsevier Inc. Page. 3272-3280
3. Prawihardjo, Sarwono. 2011. Ilmu Kandungan Edisi Ketiga. Jakarta :
Yayasan Bina Pustaka. Hlm. 365-376