Anda di halaman 1dari 2

PENILAIAN, PENGENDALIAN,

PENYEDIAAN DAN PENGGUNAAN


OBAT
No. Dokumen :
No. Revisi
SOP

1. Pengertian

2. Tujuan
3. Kebijakan
4. Referensi

5. Prosedur

Tanggal Terbit: 11 Januari 2016


Halaman

PEMERINTAH
KAB. BANGKALAN
UPT DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS TANAH
MERAH

Disahkan oleh
Ka. UPTD Puskesmas Tanah
Merah

: 2/3

MOHAMMAD TOHA
NIP: 19670525 1989031 008

Pengendalian adalah suatu kegiatan untuk memastikan tercapainya


sasaran yang diinginkan sesuai dengan strategi dan program yang
telah ditetapkan sehingga tidak terjadi kelebihan dan
kekurangan/kekosongan obat di unit pelayanan kesehatan dasar.
Agar tidak terjadi kelebihan dan kekosongan obat di unit pelayanan
kesehatan dasar.
Setiap Penilaian, Pengendalian, Penyediaan dan Penggunaan Obat harus
mengikuti langkah langkah yang tertuang dlm SPO
Buku Pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan di
Puskesmas, Direktorat Jenderal Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan,
Depkes RI Jakarta, cetakan kedua 2004.
1. Memperkirakan/menghitung pemakaian rata-rata per bulan di Puskesmas
Induk dan seluruh unit pelayanan untuk menentukan stok kerja
2. Menentukan stok optimum yaitu jumlah stok obat yang diserahkan
kepada unit pelayanan agar tidak mengalami kekurangan/kekosongan
3. Menentukan stok pengaman yaitu jumlah stok yang disediakan untuk
mencegah terjadinya sesuatu hal yang tidak terduga
4. Menentukan waktu tunggu yaitu waktu yang diperlukan dari mulai
pemesanan sampai obat diterima
5. Melakukan penanganan obat hilang, obat rusak dan kadaluwarsa.
a. Penanganan Obat Hilang :
1) Petugas pengelola obat setelah mengetahui ada obat hilang segera
menyusun daftar jenis dan jumlah obat hilang beserta Berita
Acaranya, serta melaporkan kepada Kepala Puskesmas. Daftar
tersebut nantinya akan digunakan sebagai lampiran dari Berita
Acara Obat Hilang yang diterbitkan oleh kepala Puskesmas
2) Kepala Puskesmas kemudian memeriksa dan memastikan kejadian
tersebut, serta menerbitkan Berita Acara Obat Hilang
3) Petugas pengelola obat lalu mencatat jenis dan jumlah obat yang
hilang tersebut pada Kartu Stok masing-masing
4) Apabila jumlah obat yang tersisa diperhitungkan tidak lagi
mencukupi kebutuhan pelayanan, segera membuat LPLPO untuk
mengajukan tambahan obat
5) Apabila hilangnya obat karena pencurian maka dilaporkan kepada
kepolisian dengan membuat Berita Acara.
b. Penanganan Obat Rusak / Kadaluwarsa :
1) Petugas kamar obat, atau unit pelayanan kesehatan lainnya segera
melaporkan dan mengirimkan kembali obat tersebut kepada

Kepala Puskesmas malalui petugas gudang obat Puskesmas


2) Petugas gudang obat Puskesmas menerima dan mengumpulkan
obat rusak/kadaluwarsa dalam gudang dan jika di gudang sendiri
ditemukan obat tidak layak pakai maka harus segera dikurangkan
dari catatan stok pada masing-masing kartu stok yang dikelolanya
3) Petugas kemudian melaporkan obat yang diterimanya dari satuan
kerja lainnya ditambah dengan obat rusak/kadaluwarsa dalam
gudang kepada Kepala Puskesmas
4) Kepala Puskesmas selanjutnya melaporkan dan mengirimkan
kembali obat tersebut kepada Kepala Dinas Kesehatan Kab/Kota,
untuk kemudian dibuatkan Berita Acara sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.

6. Hal-hal Yang Perlu


Diperhatikan
7. Bagan Alir
Menghitung pemakaian
rata-rata perbulan di
Puskesmas Induk dan sub
unit
Menentukan jumlah obat yang diserahkan
sub unit agar tidak kekosongan
Menghitung stok pengaman
Menghitung waktu tunggu

Melakukan penanganan obat hilang,rusak


dan kadaluwarsa

Melengkapi kembali stok obat


yang dibutuhkan
8. Unit Terkait
9. Rekam Historis
Perubahan