Anda di halaman 1dari 23

ANALISIS SOSIOMETRI DENGAN

MENGGUNAKAN SISTEM KOMPUTER


MAKALAH

Oleh :
Drs. MASTUR, Kons.
Guru Pembimbing SMP 1 Mejobo Kudus
Ketua MGP SMP/MTs. Kab. Kudus

BAB. I
PENDAHULUAN

A. Pengertian Sosiometri
0

Pelayanan Bimbingan dan Konseling harus dilakukan oleh orang yang


profesional dan secara profesional pula. Agar dalam melaksanakan pelayanan
konseling dapat melakukan secara profesional maka ada beberapa kompetensi yang
harus dikuasai oleh konselor, diantaranya bahwa konselor harus mampu memahami
kebutuhan dan permasalahan nyata yang dialami oleh individu ( Klien ) yang
menjadi sasaran pelayanan konseling.Untuk mengungkap data-data yang diperlukan
dari klien dapat dilakukan melalui kegiatan pengukuran sebagai upaya untuk
menganalisa kebutuhan (need assesment) klien dengan menggunakan alat ukur atau
instrumen tertentu. Yang mana kegiatan ini biasa juga disebut Aplikasi
Instrumentasi.
Dalam Konseling, kondisi individu, terutama orang-orang yang potensial
atau sedang menjadi klien mengandung berbagai hal yang perlu diungkapkan.
Ketepatan pemahaman, penyingkapan dan perlakuan konselor terhadap individu
( Klien ) yang dimaksud sangat tergantung pada hasil pengungkapan kondisi diri
individu tersebut. Pengungkapan kondisi diri klien dilakukan melalui Aplikasi
Instrumentasi, baik melalui instrument tes maupun non tes. Hasil aplikasi
instrumentasi ini kemudian ditafsirkan, disikapi dan digunakan untuk memberikan
perlakuan terhadap klien dalam bentuk layanan konseling dan/atau kegiatan
pendukung lainnya. Salah satu jenis instrumen non tes yang harus dikuasai Konselor
( Guru Pembimbing ) adalah Sosiometry, yang akan dikupas secara lebih mendalam
dalam makalah ini.
Sociometry

merupakan

salah

satu

metode

psikologi

sosial

yang

dikembangkan oleh Jacob Levy Moreno, orang pertama yang memperkenalkan


istilah sociometry, berawal dari studi sociometry yang dilakukannya dalam jangka
waktu yang panjang pada tahun 1932 1938 di New York State Training School for
Girls in Hudson, New York. Kata sociometry berasal dari bahasa Latin socius,
yang berarti soial dan metrum, yang berarti mengukur. Berdasarkan kata dasar ini,
sosiometri digunakan sebagai cara untuk mengukur tingkat antar hubungan individu
dalam kelompok. Pengukuran tentang antar hubungan tersebut berguna tidak hanya
dalam melakukan assessment terhadap perilaku individu dalam kelompok, tetapi
juga untuk melakukan intervensi untuk menghasilkan perubahan positif dan
1

menentukan seberapa luasnya perubahan itu. Dalam kerja kelompok, sosiometri


merupakan alat untuk mengukur kekuatan penurunan konflik dan memperbaiki
komunikasi, karena sosiometri kelompok membolehkan kelompok untuk melihat
dirinya secara objektif dan untuk menganalisis dinamika kelompoknya. Sosiometri
ini juga alat yang bagus untuk mengassess (assessing) dinamika dan perkembangan
dalam kelompok pencurahan untuk terapi atau pelatihan. Dengan demikian,
sosiometri merupakan alat untuk mengukur hubungan antarpribadi dalam suatu
kelompok.
Dalam perkembangan bimbingan konseling sekarang ini, sosiometri
digunakan sebagai metode pemahaman individu untuk mengukur interaksi sosial
dalam suatu kelompok. Popin Dictionary Home Page (2001) mendefinisikan
sosiometri sebagai suatu metode yang digunakan untuk mempelajari hubungan antar
pribadi dalam suatu kelompok orang, pengukuran perilaku sosial manusia. Pengertian
sosiometri tersebut dapat dijelaskan sebagai:
1. Suatu metode untuk mempelajari hubungan antar pribadi dalam suatu kelompok.
Di sini pribadi mempunyai makna sebagai manusia jika ia berada dalam
kelompok. Karena dalam kehidupan kelompok ia dapat berhubungan dengan
manusia yang lain, makna ke-manusia-annya hanya ada jika ada kelompok
manusia.
2. Suatu cara untuk mengukur perilaku sosial manusia, yaitu mengukur bagaimana
individu berinteraksi dengan orang lain dalam kelompoknya, bagiamana ia
memandang orang lain dalam kelompoknya, bagaimana ia memilih orang lain
sebagai teman dalam kelompoknya, bagaimana kelompok mengembangkan
struktur sosial.

B. Fungsi Sosiometri
Mengacu pada pengertian-pengertian di atas, sosiometri dapat diartikan
sebagai suatu metode atau teknik untuk memahami individu terutama untuk
memperoleh data tentang jaringan hubungan sosial antar individu (antar pribadi)
2

dalam suatu kelompok, berdasarkan preferensi pribadi antara anggota-anggota


kelompok. Preferensi pribadi dinyatakan dalam kesukaan untuk berada bersama
dalam melakukan kegiatan tertentu, atau dinyatakan dalam ungkapan perasaan
terhadap anggota-anggota kelompok untuk melakukan suatu kegiatan tertentu.
Dengan demikian secara ringkas dapat disebutkan bahwa sosiometri memiliki
fungsi :
a. Sebagai alat untuk meneliti struktur sosial dari suatu kelompok individu
dengan dasar terhadap relasi sosial dan status dari masing-masing anggota
kelompok yang bersangkutan.
b. Sebagai alat untuk memperbaiki hubungan insani (human relation) diantara
anggota-anggota kelompok tertentu.
c. Dapat digunakan untuk menentukan kelompok kerja.
d. Dapat digunakan untuk meneliti kemampuan memimpin seorang individu
dalam kelompok tertentu untuk suatu kegiatan tertentu.

BAB. II
CARA PENGERJAAN DAN PENGOLAHAN SOSIOMETRI
SERTA IMPLIKASINYA DALAM LAYANAN BK

A. Cara Pengerjaan Sosiometri


Langkah langkah yang perlu dilakukan dalam penerapan instrumentasi
sosiometri adalah sebagai berikut :
a. Siswa diberi daftar isian/angket sosiometri dan diminta untuk menuliskan
identitas dirinya.
b. Konselor memberikan penjelasan maksud dan tujuan dari angket sosiometri,
dan menjelaskan petunjuk pengisiannya.
c. Konselor mempersilahkan kepada siswa untuk mengisi angket sosiometri,
yaitu dengan cara menuliskan teman yang paling disukai dan yang paling
tidak ia sukai disertai alasan-alasannya.
d. Memotivasi siswa agar dapat mengerjakan dengan jujur, dengan
memberikan jaminan kerahasiaan terhadap semua jawabannya
e. Menginformasikan bahwa hasil angket sosiometri ini akan dijadikan acuan
dalam memberikan layanan (bantuan) pada siswa.
B. Cara Pengolahan Sosiometri
Pengolahan hasil Instrumen sosiometeri mengacu pada langkah-langkah
sebagai berikut :
a. Siapkan tabel sosiometri yang berisikan nama pemilih / penolak dan nama
yang dipilih / ditolak dalam satu kelas.
b. Masukkan data yang diperoleh dari angket sosiometri ke dalam tabel
tersebut dengan ketentuan angka 1 untuk pilihan pertama ( 1 ) angka 2 untuk
pilihan kedus ( 2 ), angka 3 untuk penolakan pertama ( 3 ) dan angka 4
untuk penolakan kedua ( 4 ), sehingga akan tampak skor pilihan dengan
rumus jumlah angka 1 ditambah jumlah angka 2 serta skor penolakan
dengan rumus jumlah angka 3 ditambah jumlah angka 4..
c. Dari hasil tabulasi tersebut kemudian dianalisis
Analisanya dilakukan melalui analisis sosiometri, yaitu analisis kuantitatif
dan analisis kualitatif. Analisis sosiometri secara kuantitatif adalah analisis
indeks. Dalam analisis ini kita menghitung berapakah jumlah indeks setiap
4

individu dalam tiap-tiap kelompok yang dikenai sosiometri. Di dalam


analisis indeks ini ada tiga kedudukan individu dalam kelompoknya, yaitu:
1.

Status Pemilihan ( Choice Status : cs )

2.

Status Penolakan ( Rejection Status : rs )

3.

Status Pemilihan penolakan ( Choice and Rejection Status : crs ).

Berdasarkan praktek di lapangan, Susilo Rahardjo (1998) menemukan


bahwa ada ketidaksesuaian teori analisis indeks sosiometri dalam segi status
pemilihan (cs=choice status), status penolakan (rs=rejection status), dan
status pemilihan penolakan (crs=choice and rejection status), karena itu
rumus-rumus analisis indeks sosiometri perlu direkonstruksi. Dengan uji
komputer, Susilo Rahardjo (1998) menyusun rumus baru; baik untuk indeks
pemilihan, penolakan, maupun pemilihan penolakan.
Rumus baru yang digunakan untuk mencari masing-masing status
adalah sebagai berikut :
1. Status pemilihan (choice status=cs)
Jumlah pemilih A
cs A =
Nxp
Keterangan :
A = Kode orang yang dicari statusnya dalam kelompok
N = Jumlah orang dalam kelompok
p = banyaknya pilihan setiap orang yang ditentukan dalam angket
sosiometri
2. Status penolakan (rejection status=rs)
Jumlah penolak B
rs B =

x -1
Nxt

Keterangan :
5

B = Kode orang yang dicari statusnya dalam kelompok


N = Jumlah orang dalam kelompok
t = banyaknya penolakan setiap orang yang ditentukan dalam angket
sosiometri
3. Indeks pemilihan penolakan (choice and rejection status=crs)
Jumlah pemilih C jumlah penolak C
rs C =
Nxq
Keterangan :
C = Kode orang yang dicari statusnya dalam kelompok
N = Jumlah orang dalam kelompok
q = banyaknya pilihan/penolakan setiap orang yang ditentukan dalam
angket sosiometri
d. Dari tabulasi yang ada dituangkan dalam bentuk sosiogram untuk melihat
hubungan antar individu dalam kelompok tersebut.
C. Implikasi Analisis Sosiometri dalam Layanan Bimbingan dan Konseling
Pemahaman guru pembimbing terhadap sosialisasi siswa merupakan hal
yang penting dalam rangka pemahaman individu. Dengan pemahaman tersebut guru
pembimbing dapat mendeskripsikan siswa-siswa yang mengalami masalah sosial,
dan yang tidak mengalami masalah sosial. Selanjutnya guru pembimbing dapat
melakukan berbagai layanan bimbingan dan konseling yang berfungsi pencegahan
timbulnya

masalah

interaksi

sosial,

pengatasan

masalah

interaksi

sosial,

pemeliharaan dan pengembangan interaksi sosial siswa. Untuk memahami interaksi


di antara para siswa, guru dapat menggunakan metode sosiometri.
Sosiometri merupakan teknik untuk meneliti struktur sosial di kelas yang
pada hakekatnya untuk meneliti kekohesivan ( kepaduan, kekompakan ) kelompok,
atau dengan kata lain meneliti seberapa jauh keterpaduan suatu kelompok, apakah
suatu kelompok padu ataukah terpecah/terbelah. Beck (1951) menyatakan, ada tiga
dasar padunya kelompok, yaitu daya tarik pribadi (personal attraction), kinerja dalam
6

menyelesaikan tugas ( performance of a task ), menjaga prestise atau gengsi


kelompok ( group prestige ).
Pemahaman guru pembimbing terhadap interaksi sosial siswa asuhnya
mempunyai implikasi dalam berbagai layanan dan/atau kegiatan bimbingan
konseling. Pemahaman individu merupakan starting point dalam layanan dan/atau
kegiatan bimbingan. Maksudnya berbagai layanan dan/atau kegiatan bimbingan dan
konseling semestinya dimulai dengan pemahaman individu oleh klien dan guru
pemibimbing. Pemahaman diri yang dilakukan oleh klien adalah agar klien dapat
memahami dirinya

( kelebihan dan kekurangannya ), memahami masalahnya, dan

memahami bahwa keputusan akhir dalam memecahkan masalahnya menjadi


tanggungjawabnya. Sedangkan pemahaman yang dilakukan oleh guru pembimbing
adalah agar guru pembimbing mengenal dan memahami tentang diri klien, latar
belakangnya, masalah yang dihadapi klien, kekuatan dan kelemahannya, serta
kondisi lingkungannya.
Secara khusus, penyelenggaraan Aplikasi Instrumentasi Sosiometri yang
telah dilaksanakan, implikasinya dalam layanan konseling dapat dijelaskan sebagai
berikut :
Hasil analisis sosiogram akan membantu konselor dalam memahami
hubungan sosial dan hubungan individu yang berlangsung dalam suatu kelompok.
Dari hasil tersebut akan tampak individu-individu yang memerlukan bantuan layanan
konseling secara perorangan maupun kelompok. Setalah hasil angket sosiometri
dianalisa akan tampaklah gambaran hubungan sosial dalam kelompok siswa, yaitu
siswa-siswa yang memiliki hubungan sosial yang tinggi dengan melihat skore
pemilihan dan juga akan tampak siswa-siswa yang memiliki hubungan social rendah
atau terisolir. Dari gambaran ini konselor sekolah dapat merencanakan layananlayanan apa yang tepat bagi mereka. Terutama untuk siswa-siswa yang memiliki
hubungan sosial rendah atau terisolir, konselor harus memberikan perhatian lebih
dari siswa yang lain. Dari analisa angket sosiometri tersebut dapat ditentukan
prioritas siswa yang perlu mendapatkan layanan konseling, yaitu terutama untuk
siswa yang memperoleh skore penolakan kategori tinggi
7

BAB. III
ANALISIS SOSIOMETRI DENGAN SISTEM KOMPUTER

Teknologi dalam bimbingan dan konseling sekarang ini makin dirasakan


manfaatnya untuk menunjang pelayanan yang diberikan konselor kepada klien.
Teknologi dalam arti kata instrumentasi bimbingan dan konseling perlu dipahami,
dikembangkan dan digunakan untuk mencapai manfaat yang sebesar-besarnya bagi
kepentingan klien. Sosiometri sebagai salah satu instrumen non-tes mempunyai
implikasi bagi pelayanan bimbingan dan konseling. Oleh karena itu pemahaman,
pengembangan, dan praktek sosiometri secara intens oleh setiap konselor, diharapkan
memberikan dampak positif kepada klien. Dalam pengolahan hasil angket sosiometri
konselor sering mengalami kesulitan, bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu
hal ini mungkin menjadi sulit untuk dilakukan. Padahal bila konselor memiliki
kemampuan mengoperasikan komputer kini sudah ada software yang dapat digunakan
untuk mengolah hasil angket sosiometri , dengan menggunakan software ini analisis
hasil angket sosiometri relatif lebih mudah untuk dilakukan dan lebih mempercepat
proses.
Software sosiometri dan sosiogram ini dibuat dalam rangka untuk
memudahkan konselor sekolah menganalisa data tentang jaringan hubungan sosial
antar individu ( antar pribadi siswa ) dalam suatu kelompok. Software sosiometri dan
sosiogram ini kami buat melalui dua paduan program yaitu Microsoft Excel untuk
analisa indeks, grafik, dan lain-lain serta Microsoft Accses yang kami temukan dalam
web Internet Konseling Indonesia untuk pembuatan sosiogram.
Agar software ini bisa dipakai maka ikutilah beberapa petunjuk di bawah ini :
1. Install dulu software sosiogram ke dalam PC atau laptop anda, langkahnya :
CARA 1 :
a. Klik folder BOX 2 ( SOSIOGRAM ), klik SOSIOGRAM INST, pilih dan klik 2x
file Setup ( icon / gambar komputer )
b. Muncul kotak dialog Sociogram Setup.( Welcome to the sociogram installation
program ), klik OK
c. Muncul kotak dialog Sosiogram Setup. ( Begin the installation by clicking the
button below ). Klik Kotak bergambar Komputer
9

d. Lalu muncul kotak dialog Sosiogram - ( Choose program group ) Klik Continue
e. Muncul kotak dialog Version conflict, klik Yes, Klik Yes. Lalu terjadi proses
menginstall
f. Terakhir muncul kotak dialog Sosiogram Setup ( Sociogram Setup was completed
succesfully ). Klik OK
CARA 2 :
a. Klik folder BOX 2 ( SOSIOGRAM ), pilih dan klik 2X SOSIOGRAM
SETUP

( Gambar kotak warna merah, biru dan hiaju terikat ), lalu

muncul kotak dialog SOSIOGRAM SETUP.Zip.winRAR


b. Pilih dan klik 2X setup.exe
c. Lalu muncul kotak dialog Sociogram Setup.( Welcome to the sociogram
installation program ), klik OK
d. Muncul kotak dialog Sosiogram Setup. ( Begin the installation by clicking the
button below ). Klik Kotak bergambar Komputer
e. Lalu muncul kotak dialog Sosiogram - ( Choose program group ), Klik Continue
f. Muncul kotak dialog Version conflict, klik Yes, Klik Yes. Lalu terjadi proses
menginstall
g. Terakhir muncul kotak dialog Sosiogram Setup ( Sociogram Setup was completed
succesfully ).

Klik OK

h. Keluar / Exit dari kotak dialog Sosiogram Setup. Zip win RAR.
2. Cek dulu apakah Program Sosiogram sudah terinstall di Komputer /
Laptop anda ?
Sebagai bukti bahwa Software Sosiogram telah terinstall ke PC atau Laptop anda,
maka anda bisa :
-

Mengeceknya di windows explore Drive C: pada folder Program File, temukan


folder sociogrm

Atau klik Start, sorot All Program lalu cari Program Sociogram.

Akan terlihat seperti gambar sbb :


10

Kalau Program Sociogram sudah ada di komputer / Laptop anda, berarti anda telah
sikses menginstall program sociogram dan selanjutnya Program siap digunakan.
3. Selanjutnya kita bisa menggunakan Program Aplikasi Sosiometri ini.
Klik Folder BOX 1 ( SOSIOMETRI ), pilih nama file APLIKASI SOSIOMETRI
( MASTER ), Lalu muncul Menu Utama yang memuat tampilan seluruh isi dari file
ini. Untuk memudahkan pengoperasian, File ini kami susun dalam 12 ( Dua Belas
Sheet ), yang masing - masing sheet bisa di akses

melalui HALAMAN

MUKA / MENU, cukup dengan meng "KLIK" kotak Link halaman yang akan
dibuka. Berikut kami jelaskan masing - masing Sheet / halaman yang ada di file ini :
MENU
Halaman ini berisi daftar isi dari seluruh file yang ada. Apabila Bapak / Ibu ingin
menuju ke halaman tertentu, cukup meng "KLIK" pada kotak pilihan.
PETUNJUK OPERASIONAL
Bagian ini memuat petunjuk umum penggunaan alat ini. Apabila Bpk / Ibu
mengalami kesulitan Dalam penggunaan alat ini, barangkali lewat bagian ini Bpk /
Ibu bisa mendapatkan petunjuk pengoperasian alat ini.
11

ANGKET SOSIOMETRI
Berisi contoh

angket sosiometri, bisa langsung dicetak / print dengan terlebih

dahulu mengedit bagian-bagian yang perlu diganti.


TABULASI
Bagian ini merupakan bagian inti pertama pekerjaan yang harus Bapak / Ibu
laksanakan. Dinamakan bagian inti pertama karena hanya dibagian ini pertama anda
bekerja memasukkan data dan selebihnya data pada bagian yang lain akan terisi /
terproses dengan sendirinya.
Setelah angket sosiometri diisi saswa, Bapak / Ibu bisa langsung memasukkan
datanya ke sheet tabulasi ini.
-

Ketikan nama-nama siswa satu kelas yang akan dianalisa, akhiri setiap
pengetikan nama dengan tanda , ( koma ). Untuk mempercepat proses kerja,
Bapak / Ibu bisa mengcopy daftar nama dari file lain, dan jangan lupa setiap
akhir nama diberi tanda , ( koma )

Ketik satu persatu hasil angket sosiometri dengan kode : Pilihan Pertama
dengan kode angka 1,

Pilihan Kedua dengan kode angka 2, Penolakan

Pertama dengan kode angka 3 dan Penolakan Kedua dengan kode angka 4
INDEKS PEMILIHAN
Memuat indeks status pemilihan ( Choice Status / CS ) yang secara otomatis akan
terisi bila data sudah dima-sukkan ke Tabulasi. Demikian juga grafiknya yang
terletak di sebelah kanannya, akan muncul sendiri. Dari tabel dan grafik yang
muncul, anda bisa menafsirkan / melihat siswa - siswa yang memperoleh indeks CS
dalam kategori tinggi, yang bisa diterjemahkan bahwa siswa - siswa tersebut
tergolong favirit di kelompok / kelasnya.
Anda juga bisa melihat peringkat / ranking siswa yang memperoleh indeks CS
tinggi. Karena sheet ini terprotek untuk melindungi terhapusnya rumus - rumus
paten, maka terlebih dahulu anda harus membuka proteknya, caranya :
-

Munculkan Toolbars Proteksion, klik Unprotect Sheet, pada kotak Pasword


ketik SOSIO
12

Protect sudah terbuka, klik tanda panah filter pada kotak SCORE, lalu klik
pilihan yang dikehendaki.

Misalnya anda mau melihat 10 siswa teratas atau yang memiliki indeks
tinggi, anda bisa memilih ( Top 10 ), untuk mengembalikan ke bentuk semula
pilih All.

Kalau sudah selesai sebaiknya sheet / lembar kerjanya diprotect lagi, klik
toolbars protect sheet, lalu isi pasword yang sama ketika anda membuka,
yaitu SOSIO.

INDEKS PENOLAKAN
Memuat indeks status penolakan ( Rejektion Status / RS ) yang secara otomatis
akan terisi bila data sudah dimasukkan ke Tabulasi. Demikian juga grafiknya
yang terletak di sebelah kanannya, akan muncul sendiri. Dari tabel dan grafik yang
muncul, anda bisa menafsirkan / melihat siswa - siswa yang memperoleh indeks RS
dalam kategori tinggi, yang bisa diterjemahkan bahwa siswa siswa tersebut
tergolong dibenci atau terisolir di kelompok / kelasnya. Anda juga bisa melihat
peringkat / ranking siswa yang memperoleh indeks RS tinggi. Lakukan langkah yang
sama seperti pada INDEKS PEMILIHAN

INDEKS PEMILIHAN DAN PENOLAKAN ( CRS )


Memuat indeks status pemilihan danpenolakan ( CRS ) yang secara otomatis
akan terisi bila data sudah dimasukkan ke Tabulasi. Demikian juga grafiknya yang
terletak di sebelah kanannya, akan muncul sendiri. Anda juga bisa melihat
peringkat / ranking siswa yang memperoleh indeks CRS tinggi. Lakukan - langkah
yang sama seperti pada INDEKS PEMILIHAN
KARTU SOSIOMETRI
Berisi contoh kartu sosiometri, bapak / ibu bisa mengetahui profil masing-masing
siswa dengan cara mengetik nomor absen siswa yang ingin diketahui profilnya.
13

PINTU SOSIOGRAM
Pada bagian ini merupakan pekerjaan utama kedua anda, karena di bagian ini anda
harus memproses data untuk membuat sosiogram.
Anda tinggal mengklik kotak KE SOSIOGRAM, ada 2 ( dua pilihan ) pintu masuk
ke Sosiogram ini, yaitu :
A.

KE SOSIOGRAM LINK 1 : Ini artinya sosiogram yang anda kerjakan akan


tersambung di link

sosiogram yang

terdapat

di

folder BOX 2

( SOSIOMETRI ) di flash atau drive data anda. Hasil proses pengerjaan


sosiogram akan tersimpan di folder atau drive tersebut, sehingga nantinya
hasil

kerja

bisa dibuka di komputer manapun yang sudah terinstall

program sosiogram ini tentunya


AGAR LINK 1 INI BERFUNGSI, PINDAHKAN DULU SEMUAI ISI
FILE DI CD INI KE PC / LAPTOP / FLSH DISK ANDA. SEBAB KALAU
TIDAK AKAN ERROR, KARENA DATA DI CD BERSIFAT READ ONLY
Cara memindahkan :
- Klik kanan folder AI SOSIOMETRI, Sorot Send To , lalu klik My Document
atau flash anda.
Apabila saat anda menggunakan LINK 1 ini mengalami Error, lakukan langkah
- langkah berikut :
-

Letakkan Kursor di kotak KE SOSIOGRAM LINK 1

Klik menu Insert, klik hyperlink

Muncul kotak dialog insert hypelink, Isi kotak Look In dg cara : Klik AI
SOSIOMETRI, Klik 2x Folder BOX 2 ( SOSIOGRAM ), Klik 2x folder
SOSIOGRAM LINK, sorot file sosiogram yang bergambar

, lalu

Klik OK.
-

Set Ulang bentuk Tulisan ( Font ) KE SOSIOGRAM LINK 1 sesuai selera


anda.
14

B.

KE SOSIOGRAM LINK 2 : Ini artinya sosiogram yang anda kerjakan akan


tersambung di link sosiogram yang terdapat di drive C : folder Program
File di komputer / laptop anda. Hasil proses pengerjaan sosiogram hanya
akan tersimpan di komputer / laptop anda, sehingga nantinya hasil kerja
hanya bisa dibuka di komputer atau laptop anda dan tidak bisa dibuka di
komputer lain karena tidak tersimpan di flash disk anda.
Pilih dan KLIK LINK yang anda kehendaki, lalu muncul kotak dialog opening
file Sosiogram, klik OK nanti akan muncul Stratform Sosiogram, Klik File lalu
muncul kotak dialog berikut :

Ada 3 pilihan menu : - New Project


- Load existing project

: untuk membuat sosiogram baru


: untuk membuka sosiogram
yang sudah pernah dibuat

- Exit

: untuk keluar

Kalu anda membuat sosiogram baru, pilih New Project, nanti akan muncul
kotak dialog sbb :

15

Isi kotak dialog dengan contoh isian sbb :

Criterion

Data soiometri pemilihan teman 1 kelas ATAU Data


sosiometri penolakan teman 1 kelas

Criterion Type

- Pilih Positive

: Untuk sosiometri pemilihan teman

- Pilih Negative

: Untuk sosiometri penolakan teman

- Pilih Both

: Untuk sosiometri pemilihan dan penolakan teman

Reference Name

: diisi nama kelas ( misal Kelas 9 A ) Atau kalau kita mau


membuat secara terpisah antara pemilihan dan Penolakan,
maka Reference Name diisi misal : Pemilihan Kelas 9A.
atau Penolakan Kelas 9 A.

Group Size

: diisi jumlah siswa dalam 1 kelas / kelompok ( misal 40 )

Maximum Number of Choice Allowed ( 1 - 10 ) : diisi jumlah pilihan /


penolakan

( misal 2 )

Lalu klik OK, nanti akan muncul daftar isian sbb :

16

Isikan pada kotak data pilihan persiswa dengan mengetikkan nomor absen siswa
yang dipilih/ditolak. Untuk memudahkan kerja anda, sebaiknya data yang sudah
anda kerjakan di sheet TABULASI Dicetak / diprint terlebih dahulu.
Setelah terketik semua, anda harus menyimpan terlebih dahulu, Klik File , pilih
Save Data, muncul kotak dialog, lalu klik OK
Selanjutnya anda bisa menampilkan Sosiogramnya, Klik Plot Sosiogram, muncul
beberapa pilihan bentuk sosiogram ( Circle, Random, Square dan Target )

Kalau anda memilih bentuk Circle maka tampilannya sbb :

17

Anda bisa langsung mencetak Sosiogram yang sudah jadi tersebut. Karena di
Sosiogram yang sudah jadi tersebut tidak muncul topik atau nama sosiogram, maka
terlebih dahulu anda harus mencetak / membuat Label Sosiogram dulu. Hasil print
out label sosiogram tadi lalu digunakan lagi untuk mencetak / print sosiogram.
Contoh Label Sosiogram bisa anda lihat pada file LABEL SOSIOGRAM di CD ini.
ANALISA HASIL
Memuat kesimpulan hasil pengolahan data sosiometri. Untuk mengisi ini anda
bias

melihat grafik indeks atau dengan cara meranking / filter tabel indeks

pemilihan ( CS ) maupun indeks penolakan ( RS ). Block dan copy nama siswa


yang memperoleh indeks CS dan RS dalam kategori tinggi. Dan pastekan di sheet
Analisa Hasil ini.
SATKUNG
Berisi Satuan Pendukung dari Aplikasi Instrumentasi Sosiometri ini. Anda bisa
merubah bagian-bagian yang dipandang perlu
DATA PENYUSUN
Berisi keterangan data diri penyusun, anda bisa menyampaikan kritik dan saran
terhadap kekurangan - kekurang yang terdapat dalam Aplikasi Sosiometri ini.

18

19

BAB. IV
PENUTUP
Kemajuan teknologi menjadi tantangan di masa depan bagi konselor dalam
menjalankan amanah profesi. Kondisi ini nyata memberi dampak pada lingkungan kerja
konselor, untuk itu bukan suatu tindakan yang bijak jika konselor menghindari keadaan
ini. Apabila konselor memiliki kemampuan di bidang teknologi komputer ini menjadi
sebuah nilai tambah positif. Namun kemampuan yang dimiliki diharapkan tidak hanya
sekedar pengetahuan kognitif konselor saja tetapi disertai dengan sikap positif terhadap
kemampuan yang dimilikinya. Apabila profesi konselor ingin setara dengan profesi lain
misalnya dokter; dalam prakteknya dokter pun sangat dekat dengan peralatan
berteknologi canggih, maka setidaknya konselor juga akrab dengan teknologi canggih
dalam prakteknya kalau ingin profesinya setara dengan dokter.
Konselor sangat perlu untuk terus menambah pengetahuan dan keterampilan
secara personal untuk kepentingan praktek profesinya. Kenyataannya saat ini masih
banyak konselor yang belum mahir dalam menguasai perangkat komputer, ini menjadi
tanggung jawab kita semua untuk menjawab kenyataan dilapangan.
Dalam kegiatan analisis instrumentasi, hendaknya sedini mungkin konselor
mulai menggunakan komputer sebagai upaya profesionalitas kerja konselor, misalnya
dalam analisis data pada angket sosiometri sebagaimana dibahas pada makalah ini.
Sistem analisis sosiometri yang penulis susun ini belumlah sempurna, kalau konselor
yang lain mau lebih aktif menekuni system computer bukannya tidak mungkin bisa
menyusun / mengkreasi lebih baik dari apa yang penulis susun ini. Untuk itu kritik,
saran dan masukan sangat penulis harapkan dari para pemerhati semua.

20

DAFTAR PUSTAKA

Corey, G. 1991. Theory and practice of counseling and psychoteraphy.


California: Brooks/Cole Publishing Company.
General
information
about
sociometry:
http://www.asgp.org/soc2.htm (15 Des. 2001).

Sociometry.

Hale, Ann E. (1985) Conducting Clinical Sociometric Explorations: A


Manual . Roanoke, Virginia: Royal Publishing Company.
Hoffman, Chris,
Wilcox, L., Gomez, E. & Hollander, C. (1992).
Sociometric Applications in a Corporate Environment, Journal of
Group Psychotherapy, Psychodrama & Sociometry, 45 , 3-16.
Hollander, Carl E. (1978) An Introduction to Sociogram Construction.
Denver, Colorado: Snow Lion Press, Inc. Available at the
Colorado Psychodrama Center, 350 South Garfield, Denver CO,
303-322-8000.Hoffman, C. 2001. Introduction to sociometry.
Sociometry. http://www.hoopandtree.org /sociometry. htm (15
Des. 2001).
http://www.blatner.com/adam/pdntbk/sociomnotes.htm
Mastur, Drs. ( 2009 ) :
Laporan Program Dan Praktik Aplikasi
Instrumentasi Bimbingan dan Konseling. FIP , BK / PPK
Universitas Negeri Semarang.
Moreno, Jacob Levy (1934, Revised edition 1953). Who Shall Survive?
Beacon, NY: Beacon House.
Moreno, Jacob Levy (1960). The Sociometry Reader . Glencoe, Illinois:
The Free Press.
Northway, Mary L. (1967). A Primer of Sociometry . Toronto: University
of Toronto Press.Popin Dictionary Home Page. 2001. Sociometric
technics.
http://www.popin.org/~undpterm/files/data/eng02028.htm
(15
Dec. 2002).
Popin

Dictionary Home Page. 2001. Sociometric technics.


http://www.popin.org/~undpterm/files/data/eng02028.htm
(15
Dec. 2002).

Quantative methods in public administation: Sociometry and network


analysis.
http://www2.chass.nscu.edu/garson/pa765/sociometry.htm. (15
Dec. 2001)
21

Rahardjo, S. 2005. Analisis Sosiometri (Implikasinya dalam Bimbingan


dan Konseling). Makalah disajikan dalam Workshop Konvensi
Nasional XIV dan Kongres Nasional X Asosiasi Bimbingan dan
Konseling Indonesia (ABKIN) di Semarang: 13 s.d. 16 April 2005
Sociometry
Basic.
http://www.thesociometry.com/sociometry.html
#sociometry. (15 Dec. 2001).
Susanto, Eko.
S.Pd.
Pengolahan Sosiometri dengan Aplikasi
Komputer. Makalah disajikan dalam Kongres Nasional XI Asosiasi
Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) di Surabaya: 15 s.d.
17 Nopember 2009

22