Anda di halaman 1dari 7

ARTIKEL (Tugas Susulan Bioteknologi)

METIL SELULOSA
Oleh
RATNA KAMILAH
NIM. 1127040053

Jurusan Kimia
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati
Bandung
2016

A. PENGERTIAN SELULOSA
Selulosa adalah karbohidrat paling melimpah di alam, namun
pemanfaatannya belum optimum. Selulosa terdiri atas monomer glukosa
yang dihubungkan dengan ikatan - 1,4-glikosida. Dengan menghidrolisis
ikatan glikosida, dapat diperoleh glukosa, yang kemudian dapat digunakan
untuk berbagai tujuan, seperti produksi bioetanol. Salah satu masalah
pada hidrolisis selulosa adalah keberadaan lignin dan hemiselulosa yang
menjadi penghambat bagi hidrolisis selulosa.
Selulosa juga salah satu polimer yang mengandungi unit-unit
glukosa dari beberapa ratus hingga lebih daripada 10000 gabungan atau
ikatan glukosa jenis anomer yang membolehkan selulosa membentuk
satu rantai yang sangat panjang. Selulosa tidak larut dalam air, tetapi
larut dalam larutan kuprik hidroksida berammonia (bahan uji Schweitzer).
Selulosa juga larut dalam larutan zink klorida berasid hidroklorik. Selulosa
tidak

memberi

warna

biru

dengan

iodin.Selulosa

adalah

berkomponen pada dinding sel utama pada tumbuhan.


Selulosa merupakan karbohidrat utama yang

struktur

disintesis

oleh

tanaman dan menempati hampir 60% komponen penyusun struktur kayu.


Jumlah selulosa di alam sangat berlimpah sebagai sisa tanaman atau
dalam

bentuk

gandum,kulit

sisa
tebu

pertanian
dan

seperti

lain-lain

jerami

tumbuhan.

padi,

kulit

Selulosa

jagung,

merupakan

karbohidrat utama yang disintesis oleh tanaman dan menempati hampir


60% komponen penyusun struktur kayu. Jumlah selulosa di alam sangat
berlimpah sebagai sisa tanaman atau dalam bentuk sisa pertanian seperti
jerami padi, kulit jagung, gandum,kulit tebu dan lain-lain tumbuhan.
Secara kimia, selulosa merupakan senyawa polisakarida yang
terdapat banyak di alam. Bobot molekulnya tinggi, strukturnya teratur
berupa polimer yang linear terdiri dari unit ulangan -D-Glukopiranosa.
Karakteristik selulosa antara lain muncul karena adanya struktur kristalin
dan amorf serta pembentukan mikro fibril dan fibril yang pada akhirnya
menjadi serat selulosa. Sifat selulosa sebagai polimer tercermin dari bobot
molekul rata-rata, polidispersitas dan konfigurasi rantainya. Sebagai
sumber serat, batang pisang cukup potensial untuk di kembangkan

menjadi pulp karena memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi


(Anonim, 2007)
Selulosa asetat adalah suatu senyawa kimia buatan yang digunakan
dalam film fotografi. Secara kimia, selulosa asetat adalah ester dari asam
asetat dan selulosa. Senyawa ini pertama kali dibuat pada tahun 1865.
Selain pada film fotografi, senyawa ini juga digunakan sebagai komponen
dalam bahan perekat, serta sebagai serat sintetik. Film fotografi yang
terbuat dari asam asetat pertama kali diperkenalkan pada 1934,
menggantikan

selulosa

nitrat

yang

sebelumnya

menjadi

standar.

Kelemahan film selulosa nitrat adalah senyawa tersebut tidak stabil dan
mudah sekali terbakar.
Bila terjadi kontak dengan oksigen, film selulosa asetat menjadi
rusak dan tidak dapat digunakan lagi, serta melepaskan asam asetat.
Fenomena ini disebut "sindrom cuka", karena asam asetat merupakan
bahan utama dalam cuka. Sejak dekade 1980-an, film dari poliester
(sering juga disebut dengan nama dagang dari Kodak Estar) mulai
menggantikan

film

dari

selulosa

asetat,

terutama

untuk

tujuan

pengarsipan. Sebelum munculnya poliester, film selulosa asetat juga


dipakai pada pita magnetik. Sekarang selulosa asetat masih digunakan
B.

dalam beberapa hal, misalnya negatif dari gambar bergerak.


STRUKTUR MOLEKUL SELULOSA
Selulosa ialah polimer yang selari atau lurus dengan

formula

(C6H10O5)n. Polimer yang lurus adalah -(1" type="#_x0000_t75"> 4)-Dglukopiranos dengan ikatan yang menstabilkan struktur selulosa.Serat
selulosa adalah sangat halus dan fleksibel.
B. Struktur fisikal selulosa
Seperti kanji,selulosa mencipta satu rangkaian panjang hasil
gabungan daripada beberapa ratus molekul glukosa.selulosa adalah
kumpulan polisakrida yang tersusun dalam susunan yang selari untuk
membentuk

selulosa

mikrofibril.

Mikrofibril

yang

kecil

diikat

atau

dibungkus bersama untuk membentuk makrofibri.


Microfibrils selulosa adalah sangat kuat dan tidak anjal kerana
kehadiran ikatan hidrogen. Ahli-ahli kimia memanggil susunan ini sebagai

"habluran," bermaksud bahawa microfibrils mempunyai ciri-ciri hablur.


Molekul selulosa adalah tegar.
Selulosa I dan selulosa I mempunyai kepanjangan yang sama
(1.043 nm merujuk kepada bahagian dalam hablur, 1.029 nm pada
permukaan luar) tetapi berbeza pada saiz. Selulosa I dan selulosa I
berubah dengan membengkok semasa mikrofibril membesar.

Struktur selulosa dalam sel tumbuhan


Dalam dinding sel tumbuhan bebenang atau serat yang terbentuk
adalah serat selulosa. Terdapat dua jenis selulosa di dalam serat selulosa
iaitu selulosa mikrofibril dan selulosa makrofibril seperti acuan yang
berbentuk bebenang yang berkumpul bersama lain-lain sel polisakarida
dan protein dan membenarkan peredaran cecair di antara dinding sel dan
pada

seluruh

dinding

sel.

Susunan

selulosa

mikrofibril

di

antara

polisakarida dan protein menghasilkan ikatan yang kuat pada dinding sel
tumbuhan.Dinding

sel

tumbuhan

menjalankan

pelbagai

fungsi

diantaranya ialah menegarkan dinding sel.


Dinding sel melindungi bahagian dalaman sel tumbuhan. Tidak
seperti komponen dinding sel yang lain,yang mana proses sintesis berlaku
pada bahagian dalam sel tumbuhan,selulosan disintesiskan di atas
permukaan dinding sel.Berada di antara plasma membran tumbuhan ialah
enzim yang dipanggil selulosa sintetas yang bertindak mensintesiskan
selulosa.Apabila selulosa disintesiskan,satu terbitan baru akan wujud iaitu
selulosa mikrofibril yang berada pada permukaan dalam sel.Kemudian
selulosa mikrofibril akan mengikat di antara satu sama lain untuk
membentuk selulosa makrofibril yang berada pada permukaan tengah
sel.Selulosa

makrofibril

membesar

untuk

membentuk

serat

yang

dinamakan serat selulosa.


C. Keberadaan selulosa
Selulosa ditemukan di dalam dinding sel buah-buahan dan sayuran,
tidak dapat dicerna oleh manusia. Selulosa yang melewati sistem
pencernaan makanan tidak diubah, namun digunakan sebagai serat
makanan yang diterima sistem pencerna makanan manusia dengan

baik. Panjang molekul selulosa berjarak dari beberapa ratus hingga


beberapa ribu unit glukosa, tergantung dari sumbernya
Selulosa merupakan polimer yang ditemukan di dalam dinding sel
tumbuhan seperti kayu, dahan, dan daun. Selulosa itulah yang
menyebabkan struktur-struktur kayu, dahan dan daun menjadi kuat.
Dapatkah Anda menemukan bagian dari struktur molekul selulosa yang
diulang? Ingat bahwa bagian cincin dari molekul selulosa semuanya
identik. Ada satuan-satuan monomer yang bergabung membentuk
polimer. Glukosa adalah nama monomer yang ditemukan di dalam
selulosa. Berdasarkan Gambar 4, satuan glukosa yang digambarkan
dalam bentuk sederhana tanpa atom karbon dan hydrogen
D. Manfaan selulosa
Serat rami (Boehmeria nivea ini merupakan bahan yang dapat
diolah

untuk

kain

fashion

berkualitas

tinggi

dan

bahan

pembuatan selulosa berkualitas tinggi (selulose ). Selulosa


berkualitas tinggi merupakan salah satu unsur pokok pembuatan
bahan peledak dan atau propelan (propellant) yaitu isian dorong
untuk meledakkan peluru. Kayu dan serat rami dapat diolah

menjadi pulp berkualitas tinggi sebagai bahan baku.


Selulosa zantat Digunakan dalam pembuatan kain sutera tiruan,

Untuk menghasilkan rayon atau viscose dan selopan.


pembuatan
aneka
jenis
kertas
Industri-indusri

yang

menggunakan selulosa sebagai bahan baku meliputi industri


kertas, industri yang memproduksi bahan penyerap (absorbent)
seperti popok bayi, kertas, tissue, pembalut wanita dan lain-lain.
Industri yang memproduksi Carboxy Methyl Cellulose (CMC)
untuk

digunakan

pada

industri

makanan

dan

industri

memproduksi selulosa asetat dan selulosa nitrat sebagai bahan


plastik dan tekstil (rayon). Berbagai jenis kayu dapat juga
dimanfaatkan

sebelum

diolah

untuk

diambil

selulosanya,

misalnya : untuk keperluan bahan bangunan seperti untuk lantai,


dinding, pintu, kusen dan untuk bantalan rel kereta api, tiang
listrik, telepon, untuk alat musik, alat olahraga, bagian-bagian
kapal, bus, kereta api, aeromodelling dan lain-lain.

Pemanfaatan

Selulosa

di

bidang

Pertahanan

TNI

sebagai

komponen utama pertahanan negara dalam melaksanakan tugas


pokoknya, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI memerlukan

berbagai jenis alat/sarana termasuk persenjataan.


sebagai bahan baku utama pembuatan propelan atau bahan
peledak. Sedangkan selulosa kualitas dibawahnya digunakan
sebag Selain dimanfaatkan untuk industri pulp, tekstil (rayon dan
cotton),

film

dan

peralatan

rumah

tangga,

selulosa

dimanfaatkan untuk industri pembuatan selulosa asetat.


Selulosa asetat digunakan sebagai membran ultra

juga

filtrasi,

pemisahan metanol - metil tersier butil ester, dan proses osmosis


balik dalam pengolahan limbah pelapisan logam (electroplating)
bahan baku pada industri kertas dan industri tekstil (Anonim,
2007).
E. Golongan selulosa
Ada 3 golongan selulosa yang ada diantaranya:
Metil selulosa
Hidroksietilselulosa
Natrium karboksimetil selulosa
Dianata ke tiga golongan selulosa diatas disini hanya akan
dijelaksan lebih spesifik tentang metil selulosa.
F. Metil selulosa
Metil selulosa merupakan polimer selulosa dengan rantai
panjang kira-kira memiliki 2 gugus hidroksi pada setiap unit heksosa
yang termetilisasi. Dalam pasaran memiliki variasi bahan yang
berbeda pada subsitusi dan rantai selulosanya. Metil selulosa
merupakan semi sintesis polisakarida yang mudah larut dalam air
dingin dibandingkan dengan air panas.
Ada 4 tipe metil selulosa yang umum yaitu MC 20 BPC, 2500
BPC, 452 BPC dan 4500 BPC. Nomer tersebut menunjukkan
perkiraan kekentalan dalam senti stokes setiap 2% mucilago.
Dipasaran dikenal dengan nama metosel, ada 2 jenis metosel yaitu
MC dan HG.
Metil sesulosa larut dalam air dingin tetapi tidak larut dalam
air panas, tidak larut eter, alkohol, kloroform.
G. Kegunaan metil selulosa

bahan atau zat aditif


pengental
zat flokulan
H. Pembuatan metil selulosa
Metil selulosam digunakan

dalam

farmaterapi

sebagai

pensuspensi, pembasah dan emulogator, sebagai dalam tarapeutik


digunakan sebagai laksatif. proses pembuatan karboksi metil
selulosa melalui dua tahap reaksi, yaitu pertama reaksi alkalisasi
dan kedua reaksi eterifikasi.
Pada reaksi tahap pertama, yaitu alkalisasi merupakan reaksi
antara selulosa dengan larutan soda ( basa ) menjadi alkali selulosa
( selulosa bersifat larut dalam larutan soda)
Selulosa + Soda NaSelulosa + H2O
Sedangkan tahap kedua, yaitu eterifikasi merupakan reaksi
antara alkali selulosa engan senyawa natrium kloro asetat menjadi
natrium karboksi metil selulosa ( Na.CMC ) yang membentuk larutan
kental ( viskos ).
Na-Selulosa + Na kloroasetat Na CMC + NaCl
Reaksi berlangsung dalam T = 60 - 80oC dan t operasi = 2 3 jam
dan dilakukan