Anda di halaman 1dari 3

Evaluasi Kasus Nike dan Sepatu untuk Jalan Kaki

Gambaran Umum Kasus:


Kasus ini dijelaskan dengan dua kondisi:
1. Sekarang, Kathy Zang adalah pemilik sebuah Runner House yang hanya menjual
berbagai jenis sepatu lari dari Nike.
2. Setelah tahun 1985, mutu Nike mulai menurun dan memaksa Nike untuk melakukan
inovasi produk. Nike meneliti minat pasar akan sepatu, dan pada akhirnya ditemukan
inovasi sepatu yaitu sepatu jalan kaki. Dalam hal ini, Nike tidak berdiri sebagai produsen
tunggal, sebab banyak produsen lain yang menjadi pesaing dengan berbagai mutu dan
mode yang ditawarkan.
Keadaan yang demikian mempengaruhi penjualan pemilik toko sepatu termasuk Kathy.
Setelah adanya inovasi tersebut, Kathy sedang memperkirakan strategi yang akan dia
ambil diatas kesempatan yang demikian. Berbagai kemungkinan yang akan diambil
Kathy antara lain:
a. Mendukung sepatu jalan kaki dan menekankan penjualan pada produk baru ini, tetapi
tetap menjual sepatu lari.
b. Menjual sepatu merk lain selain Nike.
c. Lebih menekankan promosi mode ketimbang fungsi sepatu.
d. Mengubah nama toko yang sudah ada menjadi nama baru.
Disamping kemungkinan itu, Kathy masih bertanya-tanya adakah pasar untuk sepatu
jalan kaki, jika iya, jumlahnya berapa besar.
Rumusan Masalah:
1. Apakah strategi yang digunakan Kathy pada kondisi pertama sudah baik dan harus
diteruskan hingga sekarang? Mengapa?
2. Apakah strategi yang digunakan Kathy pada kondisi kedua sudah baik untuk diterapkan?
Mengapa?
3. Apakah ada strategi lain yang dapat ditawarkan kepada Kathy?
Asumsi:
Penekanan penyelesaian kasus Nike dan Sepatu untuk Jalan Kaki ini adalah probabilitas
jumlah pasar untuk sepatu Lari dan sepatu jalan kaki.
Pemyelesaian:
1. Strategi yang digunakan Kathy pada kondisi pertama
Dintinjau dari unsur demografis Amerika Serikat pada tahun 1900-an, jumlah penduduk
pada masa itu berkisar antara 80-100 juta jiwa dengan pertumbuhan penduduk sebesar
0,9% pertahun, diperkirakan jumlah penduduk pada tahun 1985 adalah 140 juta.
Mengacu pada hasil survei Biro Statistik AS (1985-an) yang disebutkan dalam kasus, 50
80 juta orang Amerika berjalan sebagai olahraga, sedangkan 15-20 darinya mengakui
diri mereka sebagai pejalan kaki yang serius.
Rara Ayu Ramadhona 01031381419144
Akuntansi S1 Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Kampus Palembang
Mata Kuliah Manajemen Pemasaran kelas A
2016
Page 1

Dari segi fungsi dan kondisi pasar yang demikian, jumlah pasar sepatu lari tentu sudah
tertinggal jauh dari sepatu jalan kaki. Sebab dengan kondisi itu, orang-orang seharusnya
meminati sepatu jalan kaki lebih banyak ketimbang sepatu lari yang fungsinya berbeda.
Apabila strategi pertama diterapkan untuk seterusnya, maka Kathy akan kehilangan
peluang pasar untuk sepatu jalan kaki.
Maka dari itu, strategi yang digunakan Kathy pada kondisi pertama adalah belum baik
dan sebaiknya diubah.
2. Strategi yang digunakan Kathy pada kondisi kedua
Berikut akan dijelaskan melalui ulasan kemungkinan-kemungkinan yang akan diambil
Kathy:
a. Mendukung sepatu jalan kaki dan menekankan penjualan pada produk baru ini,
maksudnya menyediakan sepatu jalan kaki melebihi jumlah sepatu lari. Bila di tinjau
dari kemungkinan euphoria yang berubah secara drastis dari sepatu lari ke sepatu
jalan kaki, maka hal itu dikatakan baik. Tetapi, keadaan pasar pada saat ini masih
menunjukkan adanya indikasi bahwa permintaan sepatu jalan kaki tidak akan
melonjak naik secara drastis, diukur dari hasil survei wawancara Kathy dengan
beberapa orang di pusat perbelanjaan dan pelanggannya di toko yang 4 dari 5 nya
menyatakan bahwa sepatu lari mereka dirasa masih cukup untuk memenuhi
kebutuhan mereka. Dan beberapa diantara yang lain mengatakan bahwa mereka
mungkin akan tertatir apabila fungsi sepatu yang baru itu dapat dijelaskan secara
jelas dan memiliki nilai manfaat yang sesuai. Sehingga, penekanan penjualan
terhadap sepatu jalan kaki belum cukup tepat banding dengan permintaan yang ada di
pasar.
b. Menjual sepatu merk lain selain Nike. Dengan adanya prosuden saingan Nike yang
memproduksi produk jenis sama dengan kualitas yang beragam, membuka peluang
terhadap penjualan sepatu jenis itu dengan merk yang berbeda bagi Kathy adalah baik
adanya, karena indikasi bahwa konsumen tidak terlalu mementingkan merk sepatu
dibanding mode yang dijual dijelaskan dalam kasus.
c. Lebih menekankan promosi mode ketimbang fungsi sepatu. Mengacu pada penjelasan
di dalam kasus, kebanyakan konsumen sepatu malah mengenyampingkan harga dan
merk dikarenakan beragam mode yang ditawarkan. Tetapi sebagian lagi tetap
beralasan membeli sepatu dengan melihat fungsi terlebih dahulu. Jadi apabila
promosi ditekankan kepada mode, potensi pasar yang lainnya akan tidak
termanfaatkan. Maka sebaiknya tidak perlu dilakukan.
d. Mengubah nama toko. Sehubungan dengan alasan penggantian nama toko yang tidak
disebutkan, maka diasumsikan bahwa kata runner pada label toko Kathy adalah hal
yang menjadi dasar ide ini ingin diterapkan. Nama toko adalah sebuah identitas yang
bagi pemilik adalah goodwill. Mengganti nama toko akibat perubahan jenis barang
yang dijual adalah tidak diperlukan karena berpotensi tidak menghasilkan
keuntungan, bahkan mungkin akan terjadi sebaliknya yaitu menimbulkan kerugian.
Maka dari itu, strategi pada kondisi kedua secara keseluruhan belum baik untuk
diterapkan.
Rara Ayu Ramadhona 01031381419144
Akuntansi S1 Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Kampus Palembang
Mata Kuliah Manajemen Pemasaran kelas A
2016
Page 2

Pasar sepatu jalan kaki masih relatif kecil, yaitu berkisar antara 30-40% berbanding 60%
sepatu lari. Dilihat dari:
a. Survey singkat Kathy dengan pelanggan di tokonya yang masih menutup
kemungkinan untuk membeli sepatu jalan kaki.
b. Pejalan kaki yang masih mempertahankan fungsi ganda dari sepatu lari yang mereka
miliki, terutama kalangan pejalan kaki yang di dominasi orang-orang yang sudah
berumur yang menurut psikologis rata-rata tidak mementingkan mode diatas fungsi.
c. Produsen lain yang memainkan pasar melalui mutu, berpotensi mengubah minat
konsumen terhadap sepatu jalan kaki. Sebab, mutu produk yang ditawarkan dapat
memengaruhi permintaan pasar pada hari kemudian.
3. Kemungkinan strategi lain.
Mengacu pada kemungkinan pasar yang telah dijelaskan diatas, strategi lain yang dapat
diterapkan Kathy dalam satu tahun kedepan adalah:
a. Menjual sepatu lari 60% lebih banyak dari 40% sepatu jalan kaki.
b. Menawarkan sepatu jalan kaki merk lain yang bermutu tidak kurang dari 80% mutu
Nike yang sudah terjamin.
c. Menekankan promosi mode sebanding dengan promosi fungsi. Karena akan lebih
baik jika fungsi yang tepat dibarengi dengan mode yang menarik.
d. Memperluas produk yang ditawarkan tanpa merubah nama toko.
Kesimpulan
Perluasan penjualan produk sepatu jalan kaki di Runner House Kathy dapat berjalan baik
apabila menjaga keseimbangan jumlah produk dan probabilitas pasar, sebab produk yang
mendominasi, dikhawatirkan akan menimbulkan kerugian apabila kondisi pasar berubah
secara drastis dan cepat. Maka sebaiknya strategi lama tetap dipertahankan, strategi baru
tetap dijalankan, tetapi dikondisikan sejalan dengan keadaan yang terjadi di pasar.

Rara Ayu Ramadhona 01031381419144


Akuntansi S1 Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Kampus Palembang
Mata Kuliah Manajemen Pemasaran kelas A
2016
Page 3