Anda di halaman 1dari 5

Pengertian Transformasi Fourier

Transformasi Fourier merupakan transformasi paling penting di dalam bidang


pengolahan sinyal (signal processing), khususnya pada bidang pengolahan citra.
Transformasi Fourier adalah alat untuk mengubah fungsi dari ranah waktu/spasial ke
frekuensi. Untuk perubahan sebaliknya digunakan Transformasi Fourier Balikan. Inti
dari Transformasi Fourier adalah menguraikan sinyal atau gelombang menjadi
sejumlah sinusoida dari berbagai frekuensi, yang jumlahnya ekivalen dengan
gelombang asal.

Di dalam pengolahan citra, transformasi Fourier digunakan untuk menganalisis


frekuensi pada operasi seperti perekaman citra, perbaikan kualitas citra, restorasi
citra, pengkodean, dan lain-lain. Dari analisis frekuensi, kita dapat melakukan
perubahan frekuensi pada gambar. Perubahan frekuensi berhubungan dengan
spektrum antara gambar yang kabus kontrasnya samapi gambar yang kaya akan
rincian visualnya. Sebagai contoh, pada proses perekaman citra mungkin terjadi
pengaburan kontras gambar. Pada gambar yang mengalami kekaburan kontras
terjadi perubahan intensitas secara perlahan, yang berarti kehilangan informasi
frekuensi tinggi. Untuk meningkatkan kualitas gambar, kita menggunakan penapis
frekuensi tinggi sehingga pixel yang berkontras kabur dapat dinaikkan
intensitasnya.

1. Transformasi Fourier Kontinyu


Transformasi Fourier kontinyu untuk satu variable:

Transformasi Fourier Invers:

i = imaginer = -1
u adalah peubah frekuensi

Baik transformasi Fourier maupun Transformasi Fourier Balikan(invers) keduanya


dinamakan pasangan transformasi Fourier.
Untuk f(x) real, F(u) adalah fungsi kompleks dan dapat dituliskan sebagai:

Amplitudo atau F(u) disebut spektrum Fourier dari f(x) dan didefinisikan sebagai:

menyatakan pergeseran fase atau sudut fase dari setiap frekuensi u. Dengan
mengingat persamaan Euler,
Transformasi Fourier untuk fungsi dengan dua peubah adalah:

sedangkan Transformasi Fourier Balikannya (invers) adalah:

yang dalam hal ini, x dan y adalah peubah spasial, sedangkan u dan v adalah
peubah frekuensi.
Spektrum Fourier dari fungsi dua peubah:

sedangkan sudut fasenya:

Sifat-sifat Transformasi Fourier Jika f(t) F(u) dan g(t) G(u), maka sifat-sifat
Transformasi Fourier dirumuskan di dalam Tabel 5.1.
2. Transformasi Fourier Diksrit
Pada pengolahan sinyal dengan komputer digital, fungsi dinyatakan oleh himpunan
berhingga nilai diskrit. Transformasi Fourier Diskrit (TFD) ditujukan bagi persoalan
yang tidak menghasilkan solusi transformasi Fourier dalam bentuk fungsi kontinyu.

Bila f(x) yang menerus dibuat diskrit dengan mengambil N buah terokan (sampling)
sejarak x, yaitu himpunan nilai {f(x0), f(x0 + x), f(x0 + 2x), , f(x0 + (N-1)
x)}.
Jadi,
fx = f(x0 + x x), x = 0, 1, 2, , N 1
Pasangan Transformasi Fourier Diskrit untuk fungsi dengan satu variabel:

Dengan mengingat kesamaan Euler, pasangan Transformasi Fourier Diskrit dapat


ditulis dalam bentuk

Interpretasi dari TFD adalah sebagai berikut: TFD mengkonversi data diskrit menjadi
sejumlah sinusoida diskrit yang frekuensinya dinomori dengan u = 0, 1, 2, , N 1,
dan ampiltudonya diberikan oleh F(u). Faktor 1/N pada persamaan F(u) adalah
faktor skala yang dapat disertakan dalam persamaan F(u) atau dalam persamaan
f(x), tetapi tidak kedua-duanya
3. Contoh Sifat-Sifat Transformasi Fourier

Linearitas
Jika x(t) X() dan v(t) V()
maka: ax(t) + bx(t) aX() + bV()
contoh 4.14

Perhatikan sebuah sinyal pada Gambar 4.14, tampak bahwa sinyal tersebut
merupakan jumlahan dari dua pulsa persegi seperti berikut ini:
x(t) = p4(t) + p2(t)
Dengan memanfaatkan sifat linearitas coba anda berikan bentuk transformasi
Fouriernya.
Penyelesaian:
Menggunakan sifat linearitas kita dapatkan bahwa tansformasi Fourier masingmasing adalah seperti berikut:
P4() = 4 sinc 2/
P2() = 2 sinc 2/
Maka kita dapatkan untuk
X() = P4() + P2() = 4 sinc 2/ + 2 sinc 2/
Pergeseran Waktu
Jika x(t) X(), maka untuk suatu nilai real c positif atau negatif:
x(t-c) X()e-jc
Contoh 10:

Sinyal x(t) yang ditunjukkan pada Gambar 4.15 memiliki ekuivalensi dengan
pulsa persegi p2(t) yang
mengalami pergeseran 1 detik. Dalam hal ini : x(t) = p2(t-1). Berikan bentuk
transformasi Fouriernya

Penyelesaian:
Transformasi Fourier X() untuk sinyal x(t) hasilnya adalah:
X() = 2(sinc /)e-j.
Sementara kita tahu bahwa:
|e-j| =1 untuk semua nilai
spektrum aplitudo |X()| padax(t) = p2(t-1) adalah sesuai dengan spektrum
amplitudo pada p2(t).
Penskalaan Waktu
Jika x(t) X(), untuk suatu nilai real positif a, x(at) (1/a)X(/a)

Pembalikan Waktu
Jika x(t) X(), maka akan kita miliki:
x(-t)X(-)
Contoh 11:
Suatu bilangan real b>0 diberikan untuk suatu sinyal sedemikian hingga x(-t)
= e-btu(t). Berikan bentuk transformasi Fouriernya

Penyelesaian:
Transformasi Fourier pada x(-t) adalah 1/(b + j). Sehingga transformasi
Fourier pada x(t) adalah: