Anda di halaman 1dari 83

Pemahaman Kurikulum 2013

PENGUATAN PEMAHAMAN
KURIKULUM 2013
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

HANDOUT PENDAMPINGAN
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMK
TAHUN 2015

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH


KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pemahaman Kurikulum 2013

2015

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

I.

PEMAHAMAN KOMPETENSI

A. Konsep
1. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) pada pendidikan SMK adalah
kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup
sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dapat dicapai
setelah peserta didik menyelesaikan masa belajar. SKL merupakan
acuan utama dalam pengembangan Kompetensi Inti (KI), selanjutnya
Kompetensi Inti dijabarkan ke dalam Kompetensi Dasar (KD).
2. Kompetensi Inti merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai SKL
yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap tingkat kelas
atau program yang menjadi dasar pengembangan KD. KI mencakup:
sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang
berfungsi

sebagai

pengintegrasi

muatan

pembelajaran,

mata

pelajaran atau program dalam mencapai SKL.


3. Kompetensi Dasar adalah kemampuan yang menjadi syarat untuk
menguasai Kompetensi Inti yang harus diperoleh peserta didik melalui
proses

pembelajaran.

kemampuan

dalam

Kompetensi
konteks

Dasar

muatan

merupakan

tingkat

pembelajaran

serta

perkembangan belajar yang mengacu pada Kompetensi Inti dan


dikembangkan berdasarkan taksonomi hasil belajar.
4. Taksonomi dimaknai sebagai seperangkat prinsip klasifikasi atau
struktur dan kategori ranah kemampuan tentang perilaku peserta
didik

yang

terbagi

ke

dalam

ranah

sikap,

pengetahuan

dan

keterampilan. Pembagian ranah perilaku belajar dilakukan untuk


mengukur

perubahan

perilaku

seseorang

selama

proses

pembelajaran sampai pada pencapaian hasil belajar, dirumuskan


dalam perilaku (behaviour) dan terdapat pada indikator pencapaian
kompetensi.
B. Deskripsi
1. Hasil belajar dirumuskan dalam tiga kelompok ranah taksonomi
meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pembagian
taksonomi hasil belajar ini dilakukan untuk mengukur perubahan
@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

perilaku peserta didik selama proses belajar sampai pada pencapaian


hasil belajar yang dirumuskan dalam aspek perilaku (behaviour)
tujuan pembelajaran. Umumnya klasifikasi perilaku hasil belajar yang
digunakan berdasarkan taksonomi Bloom yang pada Kurikulum
2013 yang telah disempurnakan oleh Anderson dan Krathwohl
dengan pengelompokan menjadi : (1) Sikap (affective) merupakan
perilaku, emosi dan perasaan dalam bersikap dan merasa, (2)
Pengetahuan (cognitive) merupakan kapabilitas intelektual dalam
bentuk pengetahuan atau berpikir, (3) Keterampilan (psychomotor)
merupakan

keterampilan

manual

atau

motorik

dalam

bentuk

melakukan.
a. Ranah sikap dalam Kurikulum 2013 merupakan urutan pertama
dalam perumusan kompetensi lulusan, selanjutnya diikuti dengan
rumusan ranah pengetahuan dan keterampilan. Ranah sikap
dalam Kurikulum 2013 menggunakan olahan Krathwohl, dimana
pembentukan sikap peserta didik ditata secara hirarkhis mulai dari
menerima (accepting), menjalankan (responding), menghargai
(valuing),

menghayati

(organizing/internalizing),

dan

mengamalkan (characterizing/actualizing).
b. Ranah

pengetahuan

pada

Kurikulum

2013

menggunakan

taksonomi Bloom olahan Anderson, dimana perkembangan


kemampuan mental (intelektual) peserta didik dimulai dari C1
yakni mengingat (remember); peserta didik mengingat kembali
pengetahuan dari memorinya. Tahapan perkembangan selanjutnya
C2

yakni

memahami

(understand);

merupakan

kemampuan

mengonstruksi makna dari pesan pembelajaran baik secara lisan,


tulisan maupun grafik. Lebih lanjut tahap C3 yakni menerapkan
(apply); merupakan penggunaan prosedur dalam situasi yang
diberikan

atau

situasi

baru.

Tahap

lebih

lanjut

C4

yakni

menganalisis (analyse); merupakan penguraian materi kedalam


bagian-bagian dan bagaimana bagian-bagian tersebut saling
berhubungan satu sama lainnya dalam keseluruhan struktur.
Tingkatan

taksonomi

mengevaluasi

pengetahuan

(evaluate);

merupakan

selanjutnya
kemampuan

C5

yakni

membuat

keputusan berdasarkan kriteria dan standar. Kemampuan tertinggi


adalah C6 yakni mengkreasi (create); merupakan kemampuan
@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

menempatkan elemen-elemen secara bersamaan ke dalam bentuk


modifikasi atau mengorganisasikan elemen-elemen ke dalam pola
baru (struktur baru).
c. Ranah keterampilan pada Kurikulum 2013 yang mengarah pada
pembentukan keterampilan abstrak menggunakan gradasi dari
Dyers yang ditata sebagai berikut: mengamati (observing),
menanya

(questioning),

mencoba

(experimenting),

menalar

(associating), menyaji (communicating), dan mencipta (creating).


Adapun keterampilan kongkret menggunakan gradasi olahan
Simpson

dengan

membiasakan

tingkatan:

gerakan,

mahir,

persepsi,
menjadi

kesiapan,
gerakan

meniru,

alami,

dan

menjadi gerakan orisinal.


Tabel 1. Perkembangan Keterampilan Simpson dan Dave
NO

Tingkat
Taksonomi
Simpson

1. Persepsi

Kesiapan

Meniru

Uraian
Menunjukk
an
perhatian
untuk
melakuka
n suatu
gerakan.

Tingkatan
Taksonomi
Dave

Uraian

Tingkat
Kompetensi
Minimal/Kela
s

Imitasi

Meniru
Kelas X
kegiatan
yang telah
didemonstr
a-sikan
atau
dijelaskan,
meliputi
tahap
coba-coba
hingga
mencapai
respon
yang tepat.

Manipulasi

Melakukan
Kelas XI
suatu
pekerjaan
dengan
sedikit
percaya
dan
kemampua
n melalui
perintah
dan

Menunjukk
an
kesiapan
mental
dan fisik
untuk
melakuka
n suatu
gerakan.
Meniru
gerakan
secara
terbimbin
g.

2.

Membiasak Melakukan
an gerakan gerakan
(mechanis mekanistik.
m)

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

NO

Tingkat
Taksonomi
Simpson

Uraian

Tingkatan
Taksonomi
Dave

Uraian

Tingkat
Kompetensi
Minimal/Kela
s

berlatih.
3.

Mahir
(complex
or overt
response)

Melakukan
gerakan
kompleks
dan
termodifika
si.

Presisi

Melakukan
Kelas XII
suatu
tugas atau
aktivitas
dengan
keahlian
dan
kualitas
yang tinggi
dengan
unjuk kerja
yang
cepat,
halus, dan
akurat
serta
efisien
tanpa
bantuan
atau
instruksi.

4.

Menjadi
gerakan
alami
(adaptatio
n)

Menjadi
gerakan
alami yang
diciptakan
sendiri atas
dasar
gerakan
yang sudah
dikuasai
sebelumnya
.

Artikulasi

Keterampil
an
berkemban
g dengan
baik
sehingga
seseorang
dapat
mengubah
pola
gerakan
sesuai
dengan
persyarata
n khusus
untuk
dapat
digunakan
mengatasi
situasi
problem
yang tidak
sesuai
SOP.

5.

Menjadi
tindakan
orisinal
(originatio
n)

Menjadi
gerakan
baru yang
orisinal dan
sukar ditiru

Naturalisas
i

Melakukan
unjuk kerja
level tinggi
secara
alamiah,

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

NO

Tingkat
Taksonomi
Simpson

Uraian

Tingkatan
Taksonomi
Dave

oleh orang
lain dan
menjadi ciri
khasnya.

Uraian

Tingkat
Kompetensi
Minimal/Kela
s

tanpa perlu
berpikir
lama
dengan
mengkreas
i langkah
kerja baru.

Catatan: pada lampiran Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014,


taksonomi olahan Dave tidak dicantumkan tetapi dapat digunakan
sebagai pengayaan, karena cukup familier digunakan di lingkungan
pendidikan kejuruan.
2. SKL adalah profil kompetensi lulusan yang akan dicapai oleh peserta
didik setelah mempelajari semua mata pelajaran pada jenjang
tertentu

yang

mencakup

ranah

sikap,

pengetahuan,

dan

keterampilan.
3. Kompetensi Inti merupakan tangga pertama pencapaian yang dituju
semua mata pelajaran pada tingkat kelas tertentu. Penjabaran
kompetensi inti untuk tiap mata pelajaran dirinci dalam rumusan
Kompetensi

Dasar.

Kompetensi

lulusan,

kompetensi

inti,

dan

kompetensi dasar dicapai melalui proses pembelajaran dan penilaian


yang dapat diilustrasikan dengan skema berikut.

Gambar 1. Skema Hubungan SKL, K-I, KD, Penilaian dan Hasil Belajar

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

Rumusan standar kompetensi lulusan yang tercantum pada Peraturan


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 untuk
tingkat SMK/MAK adalah sebagai berikut.
Tabel 2. Standar Kompetensi Lulusan SMK/MAK
Dimensi
Sikap

Pengetahua
n

Keterampila
n

Kualifikasi Kemampuan
Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang
beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan
bertanggung-jawab dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
Memiliki pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif dalam ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab serta dampak
fenomena dan kejadian.
Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif
dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret
sebagai pengembangan dari yang dipelajari di
sekolah secara mandiri.

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

4. Penguasaan kompetensi lulusan dikelompokkan menjadi beberapa


Tingkat Kompetensi. Tingkat Kompetensi merupakan kriteria capaian
Kompetensi yang bersifat generik yang harus dipenuhi oleh peserta
didik pada setiap tingkat kelas dalam rangka pencapaian Standar
Kompetensi Lulusan. Tingkat Kompetensi terdiri atas 8 (delapan)
jenjang yang harus dicapai oleh peserta didik secara bertahap dan
berkesinambungan.
Tabel 3. Tingkat Kompetensi
NO

TINGKAT
KOMPETENSI

1. Tingkat 0

2.

Tingkat 1

3.

Tingkat 2

4.

Tingkat 3

5.

Tingkat 4

6.

Tingkat 4A

7.

Tingkat 5

8.

Tingkat 6

TINGKAT KELAS
TK/ RA
Kelas I SD/MI/SDLB/PAKET A Kelas II
SD/MI/SDLB/PAKET A
Kelas III SD/MI/SDLB/PAKET A
Kelas IV SD/MI/SDLB/PAKET A
Kelas V SD/MI/SDLB/PAKET A Kelas VI
SD/MI/SDLB/PAKET A
Kelas VII SMP/MTs/SMPLB/PAKET B Kelas VIII
SMP/MTs/SMPLB/PAKET B
Kelas IX SMP/MTs/SMPLB/PAKET B
Kelas X SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/ PAKET
C/PAKET C KEJURUAN
Kelas XI SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/ PAKET
C/PAKET C KEJURUAN
Kelas XII SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/ PAKET
C/PAKET C KEJURUAN

Sumber : Permendikbud No. 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi.

5. Kompetensi Inti SMK/MAK sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan


Kebudayaan Nomor 60 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMK/MAK
sebagai berikut.

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

Tabel 4. Kompetensi Inti SMK/MAK


KOMPETENSI INTI
KELAS X

KOMPETENSI INTI
KELAS XI

KOMPETENSI INTI
KELAS XII

1. Menghayati dan
1. Menghayati dan
1. Menghayati dan
mengamalkan ajaran
mengamalkan ajaran
mengamalkan ajaran
agama yang
agama yang
agama yang
dianutnya.
dianutnya.
dianutnya.
2. Menghayati dan
2. Menghayati dan
2. Menghayati dan
mengamalkan
mengamalkan
mengamalkan
perilaku jujur, disiplin,
perilaku jujur,
perilaku jujur,
tanggung jawab,
disiplin, tanggung
disiplin, tanggung
peduli (gotong
jawab, peduli (gotong
jawab, peduli (gotong
royong, kerja sama,
royong, kerja sama,
royong, kerja sama,
toleran, damai),
toleran, damai),
toleran, damai),
santun, responsif dan
santun, responsif dan
santun, responsif dan
proaktif dan
proaktif dan
proaktif dan
menunjukkan sikap
menunjukkan sikap
menunjukkan sikap
sebagai bagian dari
sebagai bagian dari
sebagai bagian dari
solusi atas berbagai
solusi atas berbagai
solusi atas berbagai
permasalahan dalam
permasalahan dalam
permasalahan dalam
berinteraksi secara
berinteraksi secara
berinteraksi secara
efektif dengan
efektif dengan
efektif dengan
lingkungan sosial dan
lingkungan sosial dan
lingkungan sosial dan
alam serta dalam
alam serta dalam
alam serta dalam
menempatkan diri
menempatkan diri
menempatkan diri
sebagai cerminan
sebagai cerminan
sebagai cerminan
bangsa dalam
bangsa dalam
bangsa dalam
pergaulan dunia.
pergaulan dunia.
pergaulan dunia.
3. Memahami,
3. Memahami,
3. Memahami,
menerapkan dan
menerapkan, dan
menerapkan,
menganalisis
menganalisis
menganalisis, dan
pengetahuan
pengetahuan
mengevaluasi
faktual,
faktual,
pengetahuan
konseptual, dan
konseptual,
faktual,
prosedural
prosedural, dan
konseptual,
berdasarkan rasa
metakognitif
prosedural, dan
ingin tahunya tentang
berdasarkan rasa
metakognitif dalam
ilmu pengetahuan,
ingin tahunya
ilmu pengetahuan,
teknologi, seni,
tentang ilmu
teknologi, seni,
budaya, dan
pengetahuan,
budaya, dan
humaniora dalam
teknologi, seni,
humaniora dengan
wawasan
budaya, dan
wawasan
kemanusiaan,
humaniora dalam
kemanusiaan,
kebangsaan,
wawasan
kebangsaan,
kenegaraan, dan
kemanusiaan,
kenegaraan, dan
peradaban terkait
kebangsaan,
peradaban terkait
penyebab fenomena
kenegaraan, dan
penyebab fenomena
dan kejadian dalam
peradaban terkait
dan kejadian dalam
bidang kerja yang
penyebab fenomena
bidang kerja yang
spesifik untuk
dan kejadian dalam
spesifik untuk
memecahkan
bidang kerja yang
memecahkan
masalah.
spesifik untuk
masalah.
memecahkan
masalah.

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

KOMPETENSI INTI
KELAS X

KOMPETENSI INTI
KELAS XI

KOMPETENSI INTI
KELAS XII

4. Mengolah, menalar, 4. Mengolah, menalar, 4. Mengolah, menalar,


dan menyaji dalam
dan menyaji dalam
menyaji, dan
ranah konkret dan
ranah konkret dan
mencipta dalam
ranah abstrak terkait
ranah abstrak terkait
ranah konkret dan
dengan
dengan
ranah abstrak terkait
pengembangan dari
pengembangan dari
dengan
yang dipelajarinya di
yang dipelajarinya di
pengembangan dari
sekolah secara
sekolah secara
yang dipelajarinya di
mandiri, dan mampu
mandiri, bertindak
sekolah secara
melaksanakan tugas
secara efektif dan
mandiri, dan mampu
spesifik di bawah
kreatif, dan mampu
melaksanakan tugas
pengawasan
melaksanakan tugas
spesifik di bawah
langsung.
spesifik di bawah
pengawasan
pengawasan
langsung.
langsung.

6. Kompetensi Inti pada ranah sikap (KI-1 dan KI-2) merupakan


kombinasi reaksi afektif, kognitif, dan konatif (perilaku). Gradasi
kompetensi sikap meliputi menerima, menjalankan, menghargai,
menghayati, dan mengamalkan.

Gambar 2. Gradasi dan Taksonomi Ranah Sikap


7. Kompetensi Inti pada ranah pengetahuan (KI-3) memiliki dua dimensi
dengan

batasan-batasan

yang

telah

ditentukan

pada

setiap

tingkatnya.
a. Dimensi pertama adalah dimensi perkembangan kognitif peserta
didik:

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

Pada kelas X dan kelas XI dimulai dari memahami (C2),


menerapkan (C3) dan kemampuan menganalisis (C4), untuk kelas
XII ditambah hingga kemampuan evaluasi (C5).
b. Dimensi kedua adalah dimensi pengetahuan (knowledge):
Pada kelas X berupa pengetahuan faktual, konseptual, dan
prosedural, sedangkan untuk kelas XI dan XII dilanjutkan sampai
metakognitif.

Gambar 3. Dimensi pada Kompetensi Inti Pengetahuan

Pengetahuan

faktual

yakni pengetahuan terminologi atau

pengetahuan detail yang spesifik dan elemen. Contoh fakta bisa


berupa kejadian atau peristiwa yang dapat dilihat, didengar,
dibaca, atau diraba. Seperti Engine mobil hidup, lampu menyala,
rem yang pakem/blong. Contoh lain: Arsip dan dokumen.

Pengetahuan konseptual merupakan pengetahuan yang lebih


kompleks berbentuk klasifikasi, kategori, prinsip dan generalisasi.
Contohnya fungsi kunci kontak pada Engine mobil, prinsip kerja
starter, prinsip kerja lampu, prinsip kerja rem. Contoh lain:
Pengertian Arsip dan dokumen, Fungsi Arsip dan dokumen

Pengetahuan prosedural merupakan pengetahuan bagaimana


melakukan
algoritma

sesuatu
(urutan

termasuk

pengetahuan

langkah-langkah

logis

pada

keterampilan,
penyelesaian

masalah yang disusun secara sistematis), teknik, dan metoda


@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

10

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

seperti langkah-langkah membongkar engine, langkah-langkah


mengganti

lampu,

langkah-langkah

mengganti

sepatu

rem.

Contoh lain: Langkah-langkah menyusun arsip sistem alphabet


dan geografik.

Pengetahuan metakognitif yaitu pengetahuan tentang kognisi


(mengetahui dan memahami) yang merupakan tindakan atas
dasar suatu pemahaman meliputi kesadaran dan pengendalian
berpikir, serta penetapan keputusan tentang sesuatu. Sebagai
contoh memperbaiki engine yang rusak, membuat instalasi
kelistrikan lampu, mengapa terjadi rem blong. Contoh lain: Apa
yang terjadi jika penyimpanan arsip tidak tepat?

8. Kompetensi

Inti

keterampilan

pada

abstrak

ranah
dan

keterampilan

keterampilan

(KI-4)

mengandung

kongkret.

Keterampilan

abstrak lebih bersifat mental skill, yang cenderung merujuk pada


keterampilan menyaji, mengolah, menalar, dan mencipta dengan
dominan pada kemampuan mental/keterampilan berpikir. Sedangkan
keterampilan kongkret lebih bersifat fisik motorik yang cenderung
merujuk pada kemampuan menggunakan alat, dimulai dari persepsi,
kesiapan, meniru, membiasakan gerakan mahir, menjadi gerakan
alami, menjadi tindakan orisinal.

Gambar 4. Dimensi Kompetensi Keterampilan

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

11

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

9. Kompetensi Inti sikap religius dan sosial (KI-1 dan KI-2) memberi arah
tentang tingkat kompetensi sikap yang harus dimiliki oleh peserta
didik, dibentuk melalui pembelajaran KI-3 dan KI-4.
10.Kompetensi Inti pengetahuan dan keterampilan (KI-3 dan KI-4)
memberi

arah

tentang

tingkat

kompetensi

pengetahuan

dan

keterampilan minimal yang harus dicapai peserta didik.

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

12

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

11.Kompetensi Dasar dari KI-3 merupakan dasar pengembangan materi


pembelajaran pengetahuan, sedangkan Kompetensi Dasar dari KI-4
berisi keterampilan dan pengalaman belajar yang perlu dilakukan
peserta didik. Berdasarkan KD dari KI-3 dan KI-4, pendidik dapat
mengembangkan proses pembelajaran dan cara penilaian yang
diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran langsung, sekaligus
memberikan

dampak

pengiring

(nurturant

effect)

terhadap

pencapaian tujuan pembelajaran tidak langsung yaitu KI-1 dan KI-2.


Melalui proses dan pengalaman belajar yang dirancang dengan baik,
peserta

didik

akan

memperoleh

pembelajaran

tidak

langsung

(indirect teaching) berupa pengembangan sikap spiritual dan sosial


yang relevan dengan Kompetensi Dasar dari KI-1 dan KI-2.
12.Agar menjamin terjadinya keterkaitan antara SKL, KI, KD, materi
pembelajaran, proses pembelajaran, serta penilaian perlu dilakukan
langkah-langkah sebagai berikut.
a. Melakukan linierisasi KD dari KI-3 dan KD dari KI-4;
b. Mengembangkan materi pembelajaran yang tertuang pada buku
teks sesuai KD dari KI-3;
c. Mengidentifikasi keterampilan yang perlu dikembangkan sesuai
rumusan KD dari KI-4;
d. Mengembangkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan materi
pembelajaran dan keterampilan yang harus dicapai;
e. Mengidentifikasi sikap-sikap yang dapat dikembangkan dalam
kegiatan yang dilakukan mengacu pada rumusan KD dari KI-1 dan
KI- 2, dan
f.

Menentukan cara penilaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap


yang relevan.

C. Contoh
Fokus pertama bagi guru dalam menyiapkan pembelajaran adalah
melakukan analisis pada ketiga standar kompetensi yaitu SKL, KI, KD.
Dari hasil analisis itu akan diperoleh jabaran tentang taksonomi dan
gradasi hasil belajar yang berhubungan dengan materi pembelajaran,

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

13

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

kegiatan pembelajaran dan penilaian yang diperlukan. Tabel 4 berikut


adalah contoh analisis dimaksud.

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

14

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

Tabel 5. Analisis Keterkaitan Ranah Antara SKL, KI,


dan KD untuk Mapel Simulasi Digital
Standar Kompetensi
Lulusan (SKL)
Kualifikasi
Ranah
Kemampuan
Sikap

Memiliki
perilaku yang
mencerminka
n sikap orang
beriman,
berakhlak
mulia,
berilmu,
percaya diri,
dan
bertanggungjawab dalam
berinteraksi
secara efektif
dengan
lingkungan
sosial dan
alam serta
dalam
menempatkan
diri sebagai
cerminan
bangsa dalam
pergaulan
dunia.

Kompetensi
Inti Kelas X

Kompetensi Dasar

1. Mengha 1.1 Memahami


yati dan
nilai-nilai
menga
keimanan
malkan
dengan
ajaran
menyadari
agama
hubungan
yang
keteraturan
dianutn
dan
ya.
kompleksitas
alam dan jagad
raya terhadap
kebesaran
Tuhan yang
menciptakanny
a.

Analisis dan
Rekomendasi *)
KD 1.1Memahami nilainilai keimanan
berada pada
gradasi
(menerima)
taksonomi
Krathwohl (S1)
belum sesuai
dengan tuntutan
KI-1.
Rekomendasi:

Rekomendasi: diperbaiki
pada perumusan tujuan
yang diikatkan pada KI
1.2 Mendeskripsika 2 sebagai refleksi KI 1
n kebesaran
KD 1.2Mendeskripsikan
Tuhan yang
kebesaran Tuhan,
menciptakan
berada pada
berbagai
gradasi
sumber energi
(menerima)
di alam.
taksonomi
Krathwohl (S1)
1.3 Mengamalkan
belum sesuai
nilai-nilai
dengan tuntutan
keimanan
KI-1.
sesuai dengan
ajaran agama
KD 1.3Mengamalkan
dalam
nilai-nilai
kehidupan
keimanan, berada
sehari-hari.
pada gradasi
(mengamalkan)
taksonomi
Krathwohl (S5)
sesuai tuntutan
KI-1.

2. Mengha 2.1. Menunjukka KD 2.1Menunjukkan


yati dan
n perilaku
perilaku ilmiah
menga
ilmiah
berada pada
malkan
(memiliki rasa
gradasi
perilaku
ingin tahu;
(mengamalkan)
jujur,
objektif; jujur;
taksonomi
disiplin,
teliti; cermat;
Krathwohl (S5)
tanggu
tekun; hatisesuai tuntutan
ng
hati;
KI-2.
jawab,
bertanggung
KD 2.2Menghargai kerja
peduli
jawab;
individu dan
(gotong
terbuka; kritis;
kelompok berada
@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

15

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

Standar Kompetensi
Lulusan (SKL)
Kualifikasi
Ranah
Kemampuan

Kompetensi
Inti Kelas X

Kompetensi Dasar

royong,
kreatif;
kerja
inovatif dan
sama,
peduli
toleran,
lingkungan)
damai),
dalam
santun,
aktivitas
respons
sehari-hari
if, dan
sebagai wujud
proaktif
implementasi
dan
sikap dalam
menunj
melakukan
ukkan
percobaan dan
sikap
berdiskusi.
sebagai
bagian 2.2. Menghargai
kerja individu
dari
dan kelompok
solusi
dalam
atas
aktivitas
berbag
sehari-hari
ai
sebagai wujud
permas
implementasi
alahan
melaksanakan
dalam
percobaan dan
berinter
melaporkan
aksi
hasil
secara
percobaan.
efektif
dengan
lingkun
gan
sosial
dan
alam
serta
dalam
menem
patkan
diri
sebagai
cermina
n
bangsa
dalam
pergaul
an
dunia.
Penget Memiliki
ahuan pengetahuan
faktual,
konseptual,
prosedural,
dan
metakognitif
dalam ilmu

Analisis dan
Rekomendasi *)
pada gradasi
(mengamalkan)
taksonomi
Krathwohl (S5)
sesuai dengan
tuntutan KI-2.

3. Memah 3.2 Menerapkan


KD 3.2menerapkan (C3)
ami,
pengetahuan
termasuk
menera
pengelolaan
pengetahuan
pkan
informasi digital
(kognitif) berada
dan
melalui
pada taksonomi
mengan pemanfaatan
Bloom level
alisis
komunikasi
mengaplikasikan.
pengeta

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

16

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

Standar Kompetensi
Lulusan (SKL)
Kualifikasi
Ranah
Kemampuan
pengetahuan,
teknologi,
seni, dan
budaya
dengan
wawasan
kemanusiaan,
kebangsaan,
kenegaraan,
dan
peradaban
terkait
penyebab
serta dampak
fenomena dan
kejadian.

Ketera Memiliki

Kompetensi
Inti Kelas X

Kompetensi Dasar

Analisis dan
Rekomendasi *)

huan
daring (online).
faktual,
KD 3.1sd KD 3.7 belum
konsept
mencapai tingkat
ual, dan
analisis C4 sesuai
prosedu Ditulis lengkap
tuntutan KI-3.
seluruh KD.
ral
berdasa
rkan
rasa
Rekomendasi:
ingin
tahunya
Kemampuan analisis
tentang
(C-4) akan ditingkatkan
ilmu
pada KD.3.4 indikator
pengeta
RPP pengelolaan
huan,
informasi digital
teknolo
merupakan bentuk
gi, seni,
pengetahuan.
budaya,
dan
humani
ora
dalam
wawasa
n
kemanu
siaan,
kebang
saan,
kenegar
aan,
dan
perada
ban
terkait
penyeb
ab
fenome
na dan
kejadia
n dalam
bidang
kerja
yang
spesifik
untuk
memec
ahkan
masala
h.

4.2 Menyajikan hasil


4. Mengol

KD 4.2menyajikan

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

17

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

Standar Kompetensi
Lulusan (SKL)
Kualifikasi
Ranah
Kemampuan
mpilan kemampuan
pikir dan
tindak yang
efektif dan
kreatif dalam
ranah abstrak
dan konkret
sebagai
pengembanga
n dari yang
dipelajari di
sekolah
secara
mandiri.

Kompetensi
Inti Kelas X

Kompetensi Dasar

Analisis dan
Rekomendasi *)

ah,
penerapan
termasuk
menalarpengelolaan
keterampilan
, dan
informasi digital
konkret.
menyaji melalui komunikasi
KD. 4.2
dalam daring (online).
menyajikan
ranah
setara
dengan
konkret
gradasi
dan
membiasakan
ranah
gerakan
abstrak
(Simpson) atau
terkait
manipulasi (Dave)
dengan
pengem
bangan
dari
yang
dipelaja
rinya di
sekolah
secara
mandiri,
dan
mampu
melaks
anakan
tugas
spesifik
di
bawah
pengaw
asan
langsun
g.

*) Diisi dengan taksonomi dan gradasi hasil belajar, jika KD tidak terkait dengan KI
maka dikembangkan melalui tujuan pembelajaran dan atau indikator
pencapaian kompetensi.
*) Hasil analisis digunakan untuk mengerjakan pemaduan model pembelajaran
dan pendekatan saintifik.
*) Analisis dilakukan pada tingkat mata pelajaran.

Keterangan:
1. SKL dikutip dari Permendikbud Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar
Kompetensi Lulusan.
2. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dikutip dari Permendikbud
Nomor 60 Tahun 2014 tentang Kurikulum SMK/MAK dan lampirannya.
3. Analisis diisi dengan hasil analisis taksonomi dan gradasi hasil belajar.
Jika KD tidak terkait dengan KI maka dikembangkan melalui tujuan
pembelajaran dan atau indikator pencapaian kompetensi.

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

18

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

D. Latihan
Buatlah analisis keterkaitan SKL, KI, dan KD untuk mata pelajaran yang
Saudara ampu.

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

19

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

II.

PEMAHAMAN MATERI

A. Konsep
Materi pembelajaran adalah bagian dari isi rumusan Kompetensi Dasar
(KD), merupakan muatan dari pengalaman belajar yang diinteraksikan di
antara peserta didik dan lingkungannya untuk mencapai kemampuan
dasar berupa perubahan perilaku sebagai hasil belajar dari mata
pelajaran.
B. Deskripsi
Materi

pembelajaran

dikembangkan

dari

Indikator

Pencapaian

Kompetensi (IPK) sesuai dengan tuntutan KD dari KI-3 (Pengetahuan) dan


KD dari KI-4 (Keterampilan), dimana IPK merupakan jabaran dari KD
teranalisis, dan materi pembelajaran disesuaikan dengan silabus atau
buku teks.
Pengembangan

materi

pembelajaran

mempertimbangkan

hal-hal

berikut.

Potensi peserta didik

Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan.

Tingkat

perkembangan

fisik,

intelektual,

emosional,

social

dan

spiritual peserta didik.

Kebermanfaatan bagi peserta didik.

Struktur keilmuan.

Alokasi waktu.

Contoh ruang lingkup materi mata pelajaran Simulasi Digital berikut ini
disusun dengan tujuan memberi pengalaman kongkret dan abstrak
kepada peserta didik. Pembelajaran Simulasi Digital akan membentuk
kemampuan peserta didik dalam menyajikan gagasan dan pengetahuan
kongkret dan abstrak, menyelesaikan permasalahan abstrak terkait, dan
latihan berpikir rasional, kritis dan kreatif.
Mata pelajaran Simulasi Digital meliputi:
1. Komunikasi dalam jaringan (daring/online);
2. Kelas maya;
3. Presentasi video;
@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

20

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

4. Presentasi video untuk branding dan marketing;


5. Simulasi visual;
6. Aplikasi pengolah simulasi visual tahap produksi dan pascaproduksi,
dan
7. Buku digital.
Untuk merumuskan IPK dapat digunakan rambu-rambu sebagai berikut.
1. Indikator merupakan penanda perilaku pengetahuan (KD dari KI-3) dan
perilaku keterampilan (KD dari KI-4) yang dapat diukur dan atau
diobservasi.
2. Indikator perilaku sikap spiritual (KD dari KI-1) dan sikap sosial (KD dari
KI-2)

dapat

tidak

dirumuskan

sebagai

indikator

pencapaian

kompetensi pada RPP, tetapi perilaku sikap spiritual dan sikap sosial
harus dikaitkan pada perumusan tujuan pembelajaran.
3. Rumusan
dimensi

Indikator
proses

Pencapaian
kognitif

Kompetensi

(dari

(IPK)

memahami

menggunakan

sampai

dengan

mengevaluasi) dan dimensi pengetahuan (fakta, konsep, prosedur,


dan metakonitif) yang sesuai dengan KD, namun tidak menutup
kemungkinan perumusan indikator dimulai dari serendah-rendahnya
C2 sampai setara dengan KD hasil analisis dan rekomendasi.
4. IPK dirumuskan melalui langkah-langkah sebagai berikut:
a. tentukan kedudukan KD dari KI-3 dan KD dari KI-4 berdasarkan
gradasinya dan tuntutan KI;
b. tentukan dimensi pengetahuan (faktual, konseptual, prosedural,
metakognitif);
c. tentukan bentuk keterampilan, apakah keterampilan abstrak atau
keterampilan konkret;
d. untuk keterampilan kongkret pada kelas X menggunakan kata kerja
operasional sampai tingkat membiasakan/manipulasi. Sedangkan
untuk

kelas

XI

sampai

minimal

pada

tingkat

mahir/presisi.

Selanjutnya untuk kelas XII sampai minimal pada tingkat menjadi


gerakan alami/artikulasi pada taksonomi psikomotor Simpson atau
Dave, dan
e. rumusan IPK pada setiap KD dari KI-3 dan pada KD dari KI-4
minimal memiliki 2 (dua) indikator.

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

21

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

C. Contoh
Tabel 5 berikut adalah contoh penjabaran KI dan KD ke dalam Indikator
Pencapaian Kompetensi (IPK) dan Materi Pembelajaran yang dikutif dari
Permendikbud Nomor 60 Tahun 2014.

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

22

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

Tabel 6. Penjabaran KI dan KD ke dalam Indikator Pencapaian Kompetensi


(IPK) dan Materi Pembelajaran
(dari Permendikbud Nomor 60 Tahun 2014)
Mata Pelajaran: Simulasi Digital
KI Kelas X

Kompetensi Dasar

IPK

Materi
Pembelajaran

1. Menghay 1.1 Memahami nilaiati dan


nilai keimanan
mengam
dengan
alkan
menyadari
ajaran
hubungan
agama
keteraturan dan
yang
kompleksitas
dianutnya
alam dan jagad
.
raya terhadap
kebesaran Tuhan
yang
menciptakannya
.
1.2 Mendeskripsikan
kebesaran Tuhan
yang
menciptakan
berbagai
sumber energi
di alam.
1.3 Mengamalkan
nilai-nilai
keimanan sesuai
dengan ajaran
agama dalam.
2

Menghayati
2.1 Menunjukkan
dan
perilaku ilmiah
mengamalka
(memiliki rasa
n perilaku
ingin tahu;
jujur, disiplin,
objektif; jujur;
tanggung
teliti; cermat;
jawab, peduli
tekun; hati-hati;
(gotongbertanggung
royong, kerja
jawab; terbuka;
sama,
kritis; kreatif;
toleran,
inovatif dan
damai),
peduli
santun,
lingkungan)
responsif dan
dalam aktivitas
proaktif dan
sehari-hari
menunjukkan
sebagai wujud
sikap sebagai
implementasi
bagian dari
sikap dalam
solusi atas
melakukan
berbagai
percobaan dan
permasalaha
berdiskusi.
n dalam
2.2 Menghargai
berinteraksi
kerja individu
secara efektif

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

23

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

KI Kelas X
dengan
lingkungan
sosial dan
alam serta
dalam
menempatka
n diri sebagai
cerminan
bangsa
dalam
pergaulan
dunia.
3

Kompetensi Dasar

IPK

Materi
Pembelajaran

dan kelompok
dalam aktivitas
sehari-hari
sebagai wujud
implementasi
melaksanakan
percobaan dan
melaporkan
hasil percobaan.

Memahami,
3.2 Menerapkan
menerapkan,
pengetahuan
menganalisis
pengelolaan
pengetahuan
informasi digital.
faktual,
konseptual,
prosedural
berdasarkan
rasa ingin
tahunya
tentang ilmu
pengetahuan
, teknologi,
seni, budaya,
dan
humaniora
dengan
wawasan
kemanusiaan
,
kebangsaan,
kenegaraan,
dan
peradaban
terkait
penyebab
fenomena
dan kejadian,
serta
menerapkan
pengetahuan
prosedural
pada bidang
kajian yang
spesifik
sesuai
dengan
bakat dan
minatnya
untuk
memecahkan
masalah.

Meneran
gkan
komunik
asi
daring
asinkron
.

Komunika
si daring
asinkron.

Komunika
si daring
asinkron.

Meneran
gkan
komunik
asi
daring
sinkron.

Kewargaa
n digital

Komunika
si daring
asinkron
dan
komunika
si daring
sinkron.

Mendemo
ntrasikan

Meneran
gkan
kewarga
aan
digital.

Menerap
kan
komunik
asi
daring
asinkron
dan
komunik
asi
daring
sinkron.

Mengolah,
4.2
Menyajikan Mengikuti
komunikasi
menalar, dan
hasil penerapan

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

24

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

KI Kelas X
menyaji
dalam ranah
konkret dan
ranah
abstrak
terkait
dengan
pengembang
an dari yang
dipelajarinya
di sekolah
secara
mandiri, dan
mampu
menggunaka
n metoda
sesuai kaidah
keilmuan.

Kompetensi Dasar
pengelolaan
informasi digital
melalui
komunikasi
daring online.

IPK

Materi
Pembelajaran

daring
asinkron dan
sinkron
berdasarkan
contoh.
Mendemonstra
sikan
komunikasi
daring
asinkron dan
sinkron
berdasarkan
tugas

Komunika
si daring
asinkron
dan
sinkron.

Kurikulum 2013 mengharus adanya analisis dan integrasi Muatan Lokal


dan Ekstrakurikler Keparmukaan pada setiap mata pelajaran. Integrasi
Muatan Lokal pada mata pelajaran Simulasi Digital dimaknai sebagai
materi yang kontekstual sesuai lingkungan sekitar dan atau topik
kekinian. Tabel 6 di bawah ini merupakan contoh bagaimana integrasi
Muatan Lokal tersebut.
Tabel 7. Pengintegrasian Muatan Lokal (Nilai Kontekstual) ke dalam
Mata Pelajaran Simulasi Digital
Kompetensi Dasar
3.2 Menerapkan pengetahuan
pengelolaan informasi digital
melalui pemanfaatan komunikasi
daring (online).

4.2 Menyajikan hasil penerapan


pengelolaan informasi pengelolaan
informasi digital melalui
komunikasi daring (online).

Integrasi Muatan Lokal ke dalam


Materi Mata Pelajaran

Menggunakan komunikasi daring


asinkron dan komunikasi daring
sinkron pada bidang usaha
pertambangan yang ada di wilayah
Kabupaten Bangka Tengah.

Integrasi ekstrakurikuler Kepramukaan dimaknai dengan pemanfaatan


kegiatan Kepramukaan sebagai wahana aktualisasi materi pembelajaran,
diawali dengan menganalisis Kompetensi Dasar dari KD yang akan
@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

25

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

dipelajari apakah ada kegiatan yang dapat dipraktikan pada kegiatan


ekstrakurikuler Pramuka. Atas dasar analisis tersebut jika KD yang
dipelajari

dimungkinkan

dapat

diintegrasikan

pada

kegiatan

Kepramukaan, tentukan bentuk kegiatannya dan lakukan komunikasi


dengan pembina Pramuka pada rapat dewan guru untuk dijadikan materi
program aktualisasi pembinaan ekstrakurikuler Pramuka yang dilakukan
2 jam/minggu.
Tabel 8. Pengintegrasian Mata Pelajaran Simulasi Digital pada
Kegiatan Aktualisasi Kepramukaan
Kompetensi Dasar
3.2 Menerapkan pengetahuan
pengelolaan informasi digital melalui
pemanfaatan komunikasi daring
(online).
4.2 Menyajikan hasil penerapan
pengelolaan informasi digital melalui
komunikasi daring (online).

Integrasi materi mata pelajaran


pada Aktualisasi
Ekstrakurikuler Kepramukaan
Menggunakan kompetensi
komunikasi daring (online) dalam
kegiatan kepramukaan (mengirim
dan menerima email, chatting,
dst).

Setiap pengampu mata pelajaran melakukan analisis pengintegrasian


mata pelajaran simulasi digital pada kegiatan aktualisasi kepramukaan.
Lebih lanjut dikoordinasikan pada tingkat satuan pendidikan sebagai
bahan
untuk
penentuan
kegiatan
aktualiasi
ekstrakurikuler
Kepramukaan.
D. Latihan/Tugas
1. Buat analisis keterkaitan KI, KD, Materi, dan Indikator Pencapaian
Kompetensi seperti contoh di atas dari pasangan KD-3 dan KD-4
(Tabel 4).
2. Buat analisis integrasi materi KD Mata Pelajaran yang Saudara ampu
dengan

Muatan

Lokal/nilai-nilai

kontekstual

dan

Ekstrakurikuler

Kepramukaan seperti contoh Tabel 5 dan Tabel 6.

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

26

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

III.

PEMAHAMAN PROSES PEMBELAJARAN

A. Konsep
Pembelajaran adalah proses interaksi antarpeserta didik, antara peserta
didik dan pendidik, dan antara peserta dan sumber belajar lainnya pada
suatu lingkungan belajar yang berlangsung secara edukatif, agar peserta
didik dapat membangun sikap, pengetahuan dan keterampilannya untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Proses pembelajaran merupakan
suatu proses yang mengandung serangkaian kegiatan mulai dari
perencanaan, pelaksanaan hingga penilaian.
Proses pembelajaran mengacu pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu.


Peserta didik belajar dari berbagai sumber belajar.
Proses pembelajaraan menggunakan pendekatan ilmiah
Pembelajaran berbasis kompetensi
Pembelajaran terpadu;
Pembelajaran yang menekankan pada jawaban divergen yang
memiliki kebenaran multi dimensi;
7. Pembelajaran berbasis keterampilan aplikatif;
8. Peningkatan keseimbangan, kesinambungan, dan keterkaitan
antara hard-skills dan soft-skills;
9. Pembelajaran
yang
mengutamakan
pembudayaan
dan
pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
10.Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi
keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing
madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta
didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani);
11.Pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di
masyarakat;
12.Pemanfaatan
teknologi
informasi
dan
komunikasi
untuk
meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran;
13.Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya
peserta didik; dan suasana belajar menyenangkan dan menantang
B. Deskripsi
1. Program Tahunan/Semesteran
Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk silabus yang
disusun serta ditetapkan secara nasional. Rancangan tersebut perlu
dijabarkan lebih lanjut oleh guru ke dalam rencana pembelajaran
dalam bentuk program tahunan/ semesteran.
@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

27

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

Program

tahunan/semester

merupakan

rancangan

garis

besar

pembelajaran yang disusun oleh guru sebelum menyusun rencana


pelaksanaan

pembelajaran

(RPP).

Program

tahunan/semester

menggambarkan urutan pembelajaran, materi pembelajaran dan


alokasi

waktu

untuk

setiap

materi

pembelajaran.

Penyusunan

Program tahunan/semester mengacu pada kalender pendidikan yang


dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan setempat. Kalender pendidikan
sangat diperlukan oleh guru terutama untuk menghitung minggu
efektif.
2. Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan

pembelajaran

secara mikro berupa RPP yang


disusun oleh guru mata pelajaran

Pelaksanaan

dikembangkan

dengan mengacu pada silabus.


Rencana
Pembelajaran
untuk

kegiatan

peserta
didik

mengarahkan

pembelajaran
dalam

upaya

penguasaan
pembelajaran

KD,

mencapai
disusun

secara

berlangsung

Try to keep student in mind as


you plan your lesson. Ask you
self:
Who are they?
What do they already know?
What must they learn?
What should they learn about
this?
What must they do?, and
How will they demonstrate
their learning?
(British Columbia Institute
lengkap

secara

dan

sistematis

interaktif,

agar

inspiratif,

menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk


berpartisipasi aktif, kontekstual dan kolaboratif, serta memberikan
ruang yang cukup dalam melakukan prakarsa, kreativitas, dan
kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik
serta psikologis peserta didik. RPP dibuat berdasarkan pasangan KD
dari KI-3 dan KD dari KI-4, dengan ketentuan sebagai berikut:

Satu pasangan KD dibuat dalam satu RPP, dan

Satu RPP dapat dibuat untuk satu kali pertemuan atau lebih.

a. Perumusan indikator
Indikator

Pencapaian

Kompetensi

(IPK)

dirumuskan

dalam

pernyataan perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk


KD pada KI-3 dan KI-4 (telaah kembali penjelasan di atas).
b. Perumusan tujuan

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

28

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

Rumusan tujuan pembelajaran mengandung unsur peserta didik


(audience), perilaku (behavior), kondisi (condition), dan kriteria
(degree). Rumusan tujuan pembelajaran harus mencerminkan
keterikatan antara sikap-sikap yang terkandung dalam KD dari
KI-1 dan KD dari KI-2 yang dapat dipilih dan dibentuk melalui
proses pembelajaran KD-3 dan KD-4. Rumusan tujuan juga harus
mencerminkan aspek penilaian otentik berupa proses dan produk.
Rumusan kriteria dalam tujuan pembelajaran berupa kriteria
kompetensi

sikap,

kompetensi

pengetahuan,

kompetensi

keterampilan. Kriteria dapat berupa perilaku, proses atau produk


yang dapat diamati dan atau diukur.
c. Langkah pembelajaran
Langkah-langkah pembelajaran berisi pendekatan pembelajaran
saintifik dan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik
KD yang akan diajarkan.
3. Pelaksanaan Pembelajaran
Langkah-langkah pembelajaran berpendekatan saintifik harus dapat
dipadukan secara sinkron dengan langkah-langkah kerja (syntax)
model pembelajaran. Model pembelajaran merupakan kerangka
konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan
pembelajaran yang disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan
belajar yang menyangkut sintaksis, sistem sosial, prinsip reaksi dan
sistem pendukung (Joice&Wells).
Tujuan penggunaan model pembelajaran sebagai strategi bagaimana
belajar yang membantu peserta didik mengembangkan dirinya baik
berupa informasi, gagasan, keterampilan nilai dan cara-cara berpikir
dalam meningkatkan kapasitas berpikir secara jernih, bijaksana dan
membangun keterampilan sosial serta komitmen (Joice & Wells).
Pada Kurikulum 2013 dikembangkan 3 (tiga) model pembelajaran
utama yang diharapkan dapat membentuk perilaku saintifik, perilaku
sosial serta mengembangkan rasa keingintahuan. Ketiga model
tersebut adalah: model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem
Based Learning), model Pembelajaran Berbasis Prijek (Project Based
Learning), dan model Pembelajaran Melalui Penyingkapan/Penemuan
@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

29

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

(Discovery/Inquiry Learning). Tidak semua model pembelajaran tepat


digunakan
pembelajaran

untuk

semua

tertentu

KD/materi

hanya

tepat

pembelajaran.

digunakan

untuk

Model
materi

pembelajaran tertentu pula. Demikian sebaliknya mungkin materi


pembelajaran

tertentu

akan

dapat

berhasil

maksimal

jika

menggunakan model pembelajaran tertentu. Untuk itu guru harus


menganalisis rumusan pernyataan setiap KD, apakah cenderung pada
pembelajaran penyingkapan (Discovery/Inquiry Learning) atau pada
pembelajaran hasil karya (Problem Based Learning dan Project Based
Learning).
Rambu-rambu penentuan model penyingkapan/penemuan:
a. Pernyataan

KD-3

dan

KD-3

lebih

KD-4

mengarah

ke

pencarian

atau

penemuan;
b. Pernyataan

menitikberatkan

pada

pemahaman

pengetahuan faktual, konseptual, dan procedural; dan


c. Pernyataan KD-4 pada taksonomi mengolah dan menalar.
Rambu-rambu penemuan model hasil karya (Problem Based Learning
dan Project Based Learning):
a. Pernyataan KD-3 dan KD-4 mengarah pada hasil karya berbentuk
jasa atau produk;
b. Pernyataan KD-3 pada bentuk pengetahuan metakognitif;
c. Pernyataan KD-4 pada taksonomi menyaji dan mencipta, dan
d. Pernyataan

KD-3

dan

KD-4

yang

memerlukan

persyaratan

penguasaan pengetahuan konseptual dan prosedural.


Masing-masing model pembelajaran tersebut memiliki urutan langkah
kerja (syntax) tersendiri, yang dapat diuraikan sebagai berikut.
a. Model

Pembelajaran

Penyingkapan

(Penemuan

dan

pencarian/penelitian)
Model Discovery Learning adalah memahami konsep, arti, dan
hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada
suatu kesimpulan (Budiningsih, 2005:43). Discovery terjadi bila
individu terlibat, terutama dalam penggunaan proses mentalnya
untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip.
@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

30

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

Discovery dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran,


prediksi, penentuan dan inferi. Proses tersebut disebut cognitive
process sedangkan discovery itu sendiri adalah the mental
process of assimilating concepts and principles in the mind (Robert
B. Sund dalam Malik, 2001:219).
1) Sintaksis model Discovery Learning
a) Pemberian rangsangan (Stimulation);
b) Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement);
c) Pengumpulan data (Data Collection);
d) Pembuktian (Verification), dan
e) Menarik simpulan/generalisasi (Generalization).
2) Sintaksis model Inquiry Learning Terbimbing
Model pembelajaran yang dirancang membawa peserta didik
dalam proses penelitian melalui penyelidikan dan penjelasan
dalam setting waktu yang singkat (Joice &Wells, 2003).
Merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara
maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan
menyelidiki sesuatu secara sistematis kritis dan logis sehingga
mereka dapat merumuskan sendiri temuannya.
Sintaksis/tahap model inkuiri meliputi:
a) Orientasi masalah;
b) Pengumpulan data dan verifikasi;
c) Pengumpulan data melalui eksperimen;
d) Pengorganisasian dan formulasi eksplanasi, dan
e) Analisis proses inkuiri.
b. Model Pembelajaran Hasil Karya Problem Based Learning (PBL)
Merupakan

pembelajaran

yang

menggunakan

berbagai

kemampuan berpikir dari peserta didik secara individu maupun


kelompok serta lingkungan nyata untuk mengatasi permasalahan
sehingga bermakna, relevan, dan kontekstual (Tan Onn Seng,
2000).
Tujuan PBL adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam
menerapkan

konsep-konsep

pengintegrasian

konsep

pada

High

permasalahan

Order

Thinking

baru/nyata,

Skills

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

(HOTS),
31

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

keinginan dalam belajar, mengarahkan belajar diri sendiri dan


keterampilan (Norman and Schmidt).
1) Sintaksis model Problem Based Learning dari Bransford and
Stein (dalam Jamie Kirkley, 2003:3) terdiri atas:
a) Mengidentifikasi masalah;
b) Menetapkan masalah melalui berpikir tentang masalah dan
menseleksi informasi-informasi yang relevan;
c) Mengembangkan

solusi

melalui

pengidentifikasian

alternatif-alternatif, tukar-pikiran dan mengecek perbedaan


pandang;
d) Melakukan tindakan strategis, dan
e) Melihat ulang dan mengevaluasi pengaruh-pengaruh dari
solusi yang dilakukan.
2) Sintaksis

model

Problem

Solving

Learning

Jenis

Trouble

Shooting (David H. Jonassen, 2011:93) terdiri atas:


a) Merumuskan uraian masalah;
b) Mengembangkan kemungkinan penyebab;
c) Mengetes penyebab atau proses diagnosis, dan
d) Mengevaluasi.
c. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL).
Pembelajaran

otentik

menggunakan

proyek

nyata

dalam

kehidupan yang didasarkan pada motivasi yang tinggi, pertanyaan


yang

menantang,

tugas-tugas

atau

permasalahan

untuk

membentuk penguasaan kompetensi yang dilakukan secara kerja


sama dalam upaya memecahkan masalah (Barel, 2000 and Baron
2011).
Tujuan PjBL adalah meningkatkan motivasi belajar, team work,
keterampilan kolaborasi dalam pencapaian kemampuan akademik
level tinggi/taksonomi tingkat kreativitas yang dibutuhkan pada
abad 21 (Cole & Wasburn Moses, 2010).
Sintaksis/tahapan model pembelajaran Project Based Learning,
meliputi:
1) Penentuan pertanyaan mendasar (Start with the Essential
Question);
2) Mendesain perencanaan proyek;
3) Menyusun jadwal (Create a Schedule);
@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

32

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

4) Memonitor peserta didik dan kemajuan projek (Monitor the


Students and the Progress of the Project);
5) Menguji hasil (Assess the Outcome), dan
6) Mengevaluasi pengalaman (Evaluate the Experience).
Proses

pembelajaran

yang

mengacu

pada

pembelajaran

berpendekatan saintifik, meliputi lima langkah sebagai berikut:


1. Mengamati, yaitu kegiatan siswa untuk mengidentifikasi melalui
indera penglihat (membaca, menyimak), pembau, pendengar,
pengecap dan peraba pada waktu mengamati suatu objek dengan
ataupun tanpa alat bantu. Alternatif kegiatan mengamati antara
lain observasi lingkungan, mengamati gambar, video, tabel dan
grafik data, menganalisis peta, membaca berbagai informasi yang
tersedia di media masa dan internet maupun sumber lain. Bentuk
hasil belajar dari kegiatan mengamati adalah siswa dapat
mengidentifikasi masalah.
2. Menanya, yaitu kegiatan siswa untuk mengungkapkan apa yang
ingin diketahuinya baik yang berkenaan dengan suatu objek,
peristiwa, suatu proses tertentu. Dalam kegiatan menanya, siswa
membuat pertanyaan secara individu atau kelompok tentang apa
yang belum diketahuinya. Siswa dapat mengajukan pertanyaan
kepada guru, nara sumber, siswa lainnya dan atau kepada diri
sendiri dengan bimbingan guru hingga siswa dapat mandiri dan
menjadi kebiasaan. Pertanyaan dapat diajukan secara lisan dan
tulisan serta harus dapat membangkitkan motivasi siswa untuk
tetap

aktif

dan

gembira.

Bentuknya

dapat berupa kalimat

pertanyaan dan kalimat hipotesis. Hasil belajar dari kegiatan


menanya adalah siswa dapat merumuskan masalah dan
merumuskan hipotesis.
3. Mengumpulkan data, yaitu kegiatan siswa untuk mencari
informasi

sebagai

bahan

untuk

dianalisis

dan

disimpulkan.

Kegiatan mengumpulkan data dapat dilakukan dengan cara


membaca

buku,

lapangan,

uji

mengumpulkan

coba

(eksperimen),

data

sekunder,

wawancara,

observasi

menyebarkan

kuesioner, dan lain-lain. Hasil belajar dari kegiatan mengumpulkan


data adalah siswa dapat menguji hipotesis.
@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

33

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

4. Mengasosiasi, yaitu kegiatan siswa mengolah data dalam bentuk


serangkaian aktivitas fisik dan pikiran dengan bantuan peralatan
tertentu. Bentuk kegiatan mengolah data antara lain melakukan
klasifikasi, pengurutan (sorting), menghitung, membagi, dan
menyusun

data dalam

bentuk

yang

lebih

informatif,

serta

menentukan sumber data sehingga lebih bermakna. Kegiatan


siswa dalam mengolah data misalnya membuat tabel, grafik,
bagan, peta konsep, menghitung, dan pemodelan. Selanjutnya
siswa

menganalisis

data

untuk

membandingkan

ataupun

menentukan hubungan antara data yang telah diolahnya dengan


teori yang ada sehingga dapat ditarik simpulan dan atau
ditemukannya prinsip dan konsep penting yang bermakna dalam
menambah skema kognitif, meluaskan pengalaman, dan wawasan
pengetahuannya.

Hasil

belajar

dari

kegiatan

menalar/

mengasosiasi adalah siswa dapat menyimpulkan hasil kajian


dari hipotesis.
5. Mengomunikasikan yaitu kegiatan siswa mendeskripsikan dan
menyampaikan

hasil

temuannya

dari

kegiatan

mengamati,

menanya, mengumpulkan dan mengolah data, serta mengasosiasi


yang ditujukan kepada orang lain baik secara lisan maupun tulisan
dalam bentuk diagram, bagan, gambar, dan sejenisnya dengan
bantuan perangkat teknologi sederhana dan atau teknologi
informasi

dan

komunikasi.

Hasil

belajar

dari

kegiatan

mengomunikasikan adalah siswa dapat memformulasikan dan


mempertanggungjawabkan pembuktian hipotesis.
C. Contoh
Agar memudahkan langkah pemaduan/pensinkronan pendekatan dengan
model pembelajaran yang dipilih atas dasar hasil analisis, dapat
menggunakan matrik perancah sebagai pertolongan sebelum dituliskan
menjadi kegiatan inti pada RPP. Pemaduan atau pensinkronan antara
langkah-langkah pendekatan saintifik dan sintaksis (langkah kerja) model
pembelajaran dilakukan sebagai berikut.
1. Pilih pasangan KD-KD dari mata pelajaran yang diampu sesuai
dengan silabus dan buku teks siswa terkait.

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

34

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

2. Rumuskan IPK dari KD3 dan dari KD4 sesuai dengan dimensi proses
atau level pengetahuan dan dimensi kategori pengetahuan dan
keterampilan yang terkandung di masing-masing KD. Setiap KD
minimal memiliki 2 (dua) indikator.
3. Petakan

pemilihan

model

pembelajaran

sesuai

KD

dengan

mempertimbangkan rambu-rambu pemilihan model pembelajaran.


4. Pilih model pembelajaran sesuai KD dengan mempertimbangkan
rambu-rambu pemilihan model pembelajaran.
5. Tentukan kegiatan peserta didik dan kegiatan guru sesuai dengan
langkah-langkah

(sintaksis)

model

pembelajaran

yang

dipilih,

kemudian sinkronkan dengan langkah pendekatan saintifik (5M)


sampai mencapai IPK.

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

35

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

Tabel 9. Penentuan Model Pembelajaran


Mata Pelajaran: Simulasi Digital
Kelas: XI
No
.
1.

Kompetensi

Model
Pembelajaran

Keterangan

KD 3.1 Menerapkan
pengetahuan
pengelolaan
informasi
digital
melalui
pemanfaatan
perangkat
lunak
pengolah
informasi.
KD 4.1 Menyajikan
hasil
penerapan
pengelolaan
informasi
digital
melalui
pemanfaatan
perangkat
lunak
pengolah
informasi.

2.

KD.3.2 Menerapkan
pengetahuan
pengelolaan
informasi
digital
melalui
pemanfaatan
komunikasi
daring
(online).
KD.4.2 Menyajikan
hasil
penerapan
pengelolaan
informasi
digital
melalui
komunikasi
daring
(online).

Model
Pembelajaran
Discovery
Learning

a. KD-3.2
menitikberatkan
pada pemahaman
pengetahuan
konseptual dan
prosedural.
b. KD 4.2 Pernyataan
KD-4 pada
taksonomi
keterampilan
kongkret pada
gradasi
membiasakan
gerakan atau
manipulasi.

Dst

Tabel 10. Matrik Perancah


Pemaduan Sintaksis Model
Pembelajaran Discovery
@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

36

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

Learning dan Pendekatan


Saintifik pada Mapel Simulasi
Digital
KI 3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untukmemecahkan masalah.
KI 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung.
Sintaks
Pendekatan Saintifik
is
Kompete
model
Mengum
nsi
IPK
Discov Mengamat
Menanya
pulkan
Menalar
Dasar
ery
i
Informasi
Learni
ng
3.2.
Menerangk1. Pemb Guru
Mener
erian
an
me
apkan
stimu
komunik
min
penget asi
lus
ta
ahuan
terha
daring
sis
pengel asinkron
dap
wa
olaan
siswa
.
unt
inform Menerangk
.
uk
asi
mel
an
digital
ihat
komunik
melalu asi
ber
i
bag
daring
peman sinkron.
ai
faatan Menentuka
jeni
komun n
s
ikasi
ko
prosedu
daring
mu
r
(onlin
nika
komunik
e).
si
asi
dal
daring
am
asinkron
jari
dan
nga
komunik
n
asi
(dar
daring
ing/
sinkron
onli
ne)
mel
alui
bah
an
tay
ang
an.

Guru
men
uga
ska
n
sisw
a
@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Mengom
unikasikan

37

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK


Kompete
nsi
Dasar

Sintaks
Pendekatan Saintifik
is
Mengum
IPK
model Mengamat
Menanya
pulkan
Menalar
i
Discov
Informasi
ery
me
mba
ca
buk
u
untu
k
men
g
iden
tifik
asi
berb
agai
jeni
s
kom
unik
asi
dala
m
jarin
gan
(dar
ing)
Sisw
a
m
eli
ha
t
ba
ha
n
ta
ya
ng
ya
ng
dis
aji
ka
n
ole
h
Gu
ru.
Siswa
membac
a buku
berkaita
n
dengan
berbagai
jenis
komukas
i
jaringan(
darig)
Mener 2. Ident
Siswa
Guru
ifikas
angk
berdisk
menuga

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Mengom
unikasikan

38

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK


Kompete
nsi
Dasar

Sintaks
Pendekatan Saintifik
is
Mengum
IPK
model Mengamat
Menanya
pulkan
Menalar
i
Discov
Informasi
ery
an
i
usi
skan
kewa
masa
tentang
siswa
rgaa
lah
berbag
untuk
n
ai jenis
mengid
digit
komuni
entifika
al.
kasi
si
dalam
masala
jaringan
h
(daring)
utama
.
apa
dalam

Siswa
membu
memba
at
ca buku
komuni
tetang
kasi
jenisdaring
jenis
sinkron
komuni
dan
kasi
asinkro
dalam
n serta
jaringan
syarat
Siswa
syarat
mengid
seseora
entifika
ng
si ciridikatak
ciri
an
komuni
warga
kasi
digital.
jaringan

S
(daring)
i
asinkro
s
n dan
w
sinkron
a
dari
m
hasil
e
diskusi
n
dan
g
buku.
i

Siswa
d
menent
e
ukan
n
komuni
ti
kasi
fi
jaringan
k
(daring)
a
asinkro
s
n dan
i
sinkron.
m
a
s
a
l
a
h
m
a
s
a
l
a

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Mengom
unikasikan

39

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK


Kompete
nsi
Dasar

IPK

Sintaks
Pendekatan Saintifik
is
Mengum
model Mengamat
Menanya
pulkan
Menalar
i
Discov
Informasi
ery
h
m
e
l
a
l
u
i
c
o
n
t
o
h
y
a
n
g
d
i
d
e
m
o
n
s
t
r
a
s
i
k
a
n
o
l
e
h
g
u
r
u
m
e
n
g
e
n
a
i
e
m
a
il
,
(
k
o
m
u
n

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Mengom
unikasikan

40

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK


Kompete
nsi
Dasar

IPK

Sintaks
Pendekatan Saintifik
is
Mengum
model Mengamat
Menanya
pulkan
Menalar
i
Discov
Informasi
ery
i
k
a
s
i
a
s
i
n
k
r
o
n
)
d
a
n
c
h
a
t
ti
n
g
(
k
o
m
u
n
i
k
a
s
i
s
i
n
k
r
o
n
).

S
i
s
w
a

Mengom
unikasikan

m
e
m
b
a
c
a
b
u
k
u
@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

41

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK


Kompete
nsi
Dasar

IPK

Sintaks
Pendekatan Saintifik
is
Mengum
model Mengamat
Menanya
pulkan
Menalar
i
Discov
Informasi
ery

Mengom
unikasikan

u
n
t
u
k
m
e
n
d
a
p
a
t
k
a
n
i
n
f
o
r
m
a
s
i
t
e
n
t
a
n
g
s
y
a
r
a
t
s
y
a
r
a
t
d
i
k
a
t
a
k
a
n

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

42

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK


Kompete
nsi
Dasar

IPK

Sintaks
Pendekatan Saintifik
is
Mengum
model Mengamat
Menanya
pulkan
Menalar
i
Discov
Informasi
ery
t
e
m
a
s
u
k

Mengom
unikasikan

w
a
r
g
a
d
i
g
i
t
a
l
s
e
s
e
o
r
a
n
g

S
i
s
w
a
m
e
n
d
i
s
k
u
s
i
k
a
n
s
y
a
r
a
t
s
y

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

43

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK


Kompete
nsi
Dasar

IPK

Sintaks
Pendekatan Saintifik
is
Mengum
model Mengamat
Menanya
pulkan
Menalar
i
Discov
Informasi
ery
a
r
a
t

Mengom
unikasikan

s
e
s
e
o
r
a
n
g
d
i
k
a
t
a
k
a
n
t
e
r
m
a
s
u
k
w
a
r
g
a

d
i
g
i
t
a
l
.
S
i
s
w
a
b
e
r
d
a
s
a

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

44

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK


Kompete
nsi
Dasar

IPK

Sintaks
Pendekatan Saintifik
is
Mengum
model Mengamat
Menanya
pulkan
Menalar
i
Discov
Informasi
ery
r
k
a
n
h
a
s
il
m
e
m
b
a
c
a
b
u
k
u
d
a
n
d
i
s
k
u
s
i
d
a
p
a
t

m
e
r
u
m
u
s
k
a
n

Mengom
unikasikan

h
a
l
h
a
l
a
p
a
s
a
j
a

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

45

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK


Kompete
nsi
Dasar

IPK

Sintaks
Pendekatan Saintifik
is
Mengum
model Mengamat
Menanya
pulkan
Menalar
i
Discov
Informasi
ery
y
a
n
g

Mengom
unikasikan

h
a
r
u
s
d
i
p
e
r
h
a
t
i
k
a
n
d
a
l
a
m
m
e
n
j
a
d
i
w
a
r
g
a

d
i
g
i
t
a
l
m
e
l
i
p
u
t
i
kebaika
n,

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

46

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK


Kompete
nsi
Dasar

4.2

Menya
jikan
hasil
penera
pan
pengel
olaan
inform
asi
digital
melalu
i
komun
ikasi
daring
(online
).

Sintaks
Pendekatan Saintifik
is
Mengum
IPK
model Mengamat
Menanya
pulkan
Menalar
i
Discov
Informasi
ery
keburuk
an, dan
undang
undang
ITE.
3.Pengump
Mengik

Guru
ulan
uti
Memint
komuni data
a siswa
kasi
untuk
daring
menent
asinkro
ukan
n dan
prosedu
sinkron
r
berdas
komuni
arkan
kasi
contoh.
daring
asinkro
Mende
n dan
monstr
sisnkro
asikan
n
komuni
sesuai
kasi
aturan
daring
melalui
asinkro
buku
n dan
siswa
sinkron
dan
berdas
didskusi
arkan

Siswa
tugas.
mengga
li
informa
si
prosedu
r
tentang
informa
si
komuni
kasi
daring
asingkr
on dan
sinkron

Siswa
mendis
kusikan
untuk
menent
ukan
prosedu
r daring
asingkr
on dan
sinkron

Siswa
menya
mpaika
n pada
kelomp
ok lain

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Mengom
unikasikan

47

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK


Kompete
nsi
Dasar

IPK

Sintaks
Pendekatan Saintifik
is
Mengum
model Mengamat
Menanya
pulkan
Menalar
i
Discov
Informasi
ery
dan
menang
gapinya
berkaita
n
prosedu
r
komuni
kasi
daring
asinkro
n dan
sinkron

Guru
memint
a siswa
untuk
mencob
a
melaku
kan
komuni
kas
daring
asinkro
n dan
sinkron
sesuai
dengan
aturan
aturan
dalam
berkom
unikasi
daring.

Siswa
mencob
a
membu
at akun
pada
Gmail
dan
Yahoo
sesuai
dengan
aturan
seperti
contoh

Siswa
mencob
a
mengiri
mkan email
kepada
guru
atau
temann
ya
mengg

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Mengom
unikasikan

48

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK


Kompete
nsi
Dasar

IPK

Sintaks
Pendekatan Saintifik
is
Mengum
Mengom
model Mengamat
Menanya
pulkan
Menalar
unii
Discov
Informasi
kasikan
ery
unakan
akun email (Gmail
dan
Yahoo)
sesuai
dengan
aturan
seperti
contoh
Guru.

Siswa
mencob
a
melaku
kan
chattin
g
sesuai
dengan
aturan
sesuai
contoh
guru.
4. Pemb

Guru
uktia
menuga
n
skan
siswa
untuk
menilai
hasil
komuni
kasi
dengan
daring
asinkro
n (email)
dan
sinkron
(chattin
g)
kepada
siswa
dikomp
uter
menggu
nakan
format
penilaia
n.

Siswa
menilai
hasil
komuni
kasi
daring
asinkro
n(email)

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

49

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK


Kompete
nsi
Dasar

IPK

Sintaks
Pendekatan Saintifik
is
Mengum
Mengom
model Mengamat
Menanya
pulkan
Menalar
unii
Discov
Informasi
kasikan
ery
menggu
nakan
format
penilaia
n etika
berkom
unikasi
daring.

Siswa
menilai
hasil
komuni
kasi
daring
sinkron(
chatting
)
menggu
nakan
format
penilaia
n etika
berkom
unikasi
daring.

Guru
menuga
skan
kepada
siswa
untuk
mengiri
m email
dan
chatting
kepada
guru
berdasa
rkan
perinta
h.

Siswa
mengiri
m tugas
via email.

Siswa
berkom
unikasi
tentang
pelajara
n via
chatting
.
5. Mena

Guru
rik
menuga
kesi
skan
mpul
siswa
an/g
untuk
e
menyaji

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

50

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK


Kompete
nsi
Dasar

IPK

Sintaks
Pendekatan Saintifik
is
Mengum
model Mengamat
Menanya
pulkan
Menalar
i
Discov
Informasi
ery
neral
isasi

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

Mengom
unikasikan
kan
caracara
serta
kesimp
ulan
berkom
unikasi
daring
asinkro
n dan
sinkron.
Siswa
membu
at
bahan
present
asi
tentang
berkom
unikasi
daring
asinkro
n dan
sinkron
dalam
bentuk
PPT.
Siswa
menyaji
kan
tentang
berkom
unikasi
daring
asinkro
n dan
sinkron.
Siswa
lain
membe
rikan
tangga
pan
terhada
p
present
asi.
Siswa
meneri
ma
tangga
pan dari
siswa
lain dan
guru.
Siswa
mempe
rbaiki
hasil
present

51

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK


Kompete
nsi
Dasar

Sintaks
Pendekatan Saintifik
is
Mengum
model Mengamat
Menanya
pulkan
Menalar
i
Discov
Informasi
ery

IPK

Mengom
unikasikan
asi dan
membu
at
simpula
n.

Catatan:
Hasil pemaduan model pembelajaran dan pendekatan saintifik
digunakan dalam penyusunan RPP khususnya pada perumusan kegiatan
inti pembelajaran.
D. Latihan/Tugas
Buat pemaduan pendekatan saintifik dengan model belajar yang
Saudara pilih berdasarkan analisis menggunakan format matrik seperti
tabel di atas untuk mata pelajaran yang Saudara ampu.
IV.

PEMAHAMAN PENILAIAN HASIL BELAJAR

V.
A. Konsep
1. Penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh pendidik mengandung
makna pengukuran, penilaian dan evaluasi. Pengukuran adalah
kegiatan membandingkan hasil pengamatan dengan suatu kriteria
atau ukuran. Penilaian adalah proses mengumpulkan informasi/bukti,
menafsirkan, mendeskripsikan, dan menginterpretasi bukti-bukti hasil
pengukuran.

Sedangkan

Evaluasi

adalah

proses

mengambil

keputusan berdasarkan hasil-hasil penilaian.


2. Penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi
untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dalam ranah
sikap

(spiritual

dan

sosial),

ranah

pengetahuan,

dan

ranah

keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis, selama


dan

setelah

proses

pembelajaran

suatu

kompetensi

muatan

pembelajaran untuk kurun tertentu.


3. Penilaian hasil belajar berperan membantu peserta didik mengetahui
capaian pembelajaran (learning outcomes), memperoleh informasi
tentang kelemahan dan kekuatan pembelajaran dan belajar. Dalam
pendidikan berbasis standar (standard-based education), kurikulum
bebasis kompetensi (competency-based curriculum), dan pendekatan
belajar tuntas (mastery learning) penilaian proses dan hasil belajar

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

52

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

merupakan parameter tingkat pencapaian kompetensi minimal yang


menjadi batas ketuntasan belajar.
4. Penilaian hasil belajar dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan dan
pemerintah.
5. Penilaian hasil belajar oleh pendidik adalah proses pengumpulan
informasi/ bukti tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam
ranah sikap spiritual dan sikap sosial, ranah pengetahuan, dan ranah
keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis,
selama dan setelah proses pembelajaran.
6. Penilaian
hasil
belajar
oleh
pendidik
berkesinambungan

untuk

memantau

dilakukan

proses,

secara

kemajuan,

dan

perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah


semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.
Penilaian

oleh

pendidik

digunakan

untuk

menilai

pencapaian

kompetensi peserta didik; bahan penyusunan laporan kemajuan hasil


belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran.
7. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai
pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran.
Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah bertujuan untuk menilai
pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran
tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan
teknologi, dilakukan dalam bentuk ujian nasional.
B. Deskripsi
1. Penilaian

hasil

belajar

oleh

pendidik

memiliki

tujuan

untuk

mengetahui tingkat penguasaan kompetensi, menetapkan ketuntasan


penguasaan
pengayaan

kompetensi,
berdasarkan

menetapkan
tingkat

program

penguasaan

perbaikan

atau

kompetensi,

dan

memperbaiki proses pembelajaran.


2. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilaksanakan dalam bentuk
penilaian otentik. Penilaian otentik merupakan pendekatan utama
dalam penilaian hasil belajar oleh pendidik. Penilaian otentikadalah
bentuk penilaian yang menghendaki peserta didik menampilkan
sikap, menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh
dari pembelajaran dalam melakukan tugas pada situasi yang
sesungguhnya.
3. Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan acuan kriteria.
Acuan

kriteria

merupakan

penilaian

kemajuan

peserta

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

didik
53

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

dibandingkan dengan kriteria capaian kompetensi yang ditetapkan.


Bagi yang belum berhasil mencapai kriteria, diberi kesempatan
mengikuti pembelajaran remedial yang dilakukan setelah suatu
kegiatan penilaian baik secara individual, kelompok, maupun kelas.
Bagi peserta didik yang berhasil dapat diberikan program pengayaan
sesuai dengan waktu yang tersedia baik secara individual maupun
kelompok.

Program

perluasan

dari

pengayaan

kompetensi

merupakan

yang

pendalaman

dipelajari.

Acuan

atau

Kriteria

menggunakan modus untuk sikap, rerata untuk pengetahuan, dan


capaian optimum untuk keterampilan.
4. Penilaian hasil belajar oleh pendidik untuk ranah sikap, ranah
pengetahuan,

dan

ranah

keterampilan

menggunakan

skala

penilaian. Skala penilaian untuk ranah sikap menggunakan rentang


predikat Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (K).
Sedangkan skala penilaian untuk ranah pengetahuan dan ranah
keterampilan menggunakan rentang angka dan huruf 4,00 (A) - 1,00
(D) dengan rincian sebagai berikut:
VI.
VII.
Tabel 11. Skala Penilaian
VIII.
N

IX.

Angka

XI.
XII.
3,85 1
4,00
XIV.
XV.
3,51 2
3,84
XVII.
XVIII. 3,18 3
3,50
XX.
XXI. 2,85 4
3,17
XXIII.
XXIV. 2,51 5
2,84
XXVI.
XXVII. 2,18 6
2,50
XXIX.
XXX. 1,85 7
2,17
XXXII.
XXXIII.1,51 8
1,84
XXXV. XXXVI. 1,18 9
1,50
XXXVIII.XXXIX. 1,00 1
1,17

X.

Hu
ruf

XIII.

XVI.
XIX.
+

XXII.

XXV.
B
XXVIII. C
+
XXXI.

XXXIV. C
XXXVII. D
+
XL.

XLI.

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

54

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

5. Lingkup dan sasaran penilaian hasil belajar oleh pendidik mencakup


ranah sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan, dan keterampilan.
a. Sasaran Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada ranah sikap
spiritual dan sikap sosial meliputi tingkatan sikap: menerima,
menanggapi, menghargai, menghayati, dan mengamalkan nilainilai spiritual dan nilai-nilai sosial.
b. Sasaran penilaian hasil belajar
pengetahuan

kemampuan

oleh

berpikir

pendidik

mulai

dari

pada

ranah

mengingat,

memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, mencipta


serta dimensi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan
metakognitif.
c. Sasaran penilaian

hasil

belajar

oleh

pendidik

pada

ranah

keterampilan abstrak yaitu kemampuan mengamati, menanya,


mengumpulkan

informasi/

mencoba,

menalar

dan

mengomunikasikan. Sedangkan pada ranah keterampilan kongkret


adalah persepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerakan, mahir,
menjadi gerakan alami, menjadi tindakan orisinal.
6. Teknik Penilaian Ranah Sikap
XLII.

Penilaian ranah sikap bertujuan membentuk sikap dan karakter

peserta

didik

yang

dilaksanakan

selama

kegiatan

proses

pembelajaran berlangsung. Penilaian ranah sikap dilakukan melalui


pengamatan,

menggunakan

lembar

pengamatan

atau

ceklis

pengamatan yang memuat aspek sikap yang diamati. Rincian aspek


sikap yang diamati merujuk pada KD dari KI-1 dan KI-2.
XLIII. Penilaian sikap dilakukan sebagai upaya mengembangkan
sikap sosial dan sikap spiritual dalam rangka pengembangan nilai
karakter bangsa. Oleh karena itu, pengembangan rubrik penilaian
sikap pada seluruh mata pelajaran di satuan pendidikan fokus pada
bagian dari upaya pencapaian ranah sikap (spiritual dan sosial).
Setiap satuan pendidikan menyepakati dan menetapkan aspek dan
rubrik penilaian sikap yang akan digunakan oleh semua pendidik.
Satuan

pendidikan

dalam

mengembangkan

aspek

dan

rubrik

penilaian sikap hendaknya memperhatikan sikap yang dituntut


berdasarkan KD dari KI-1 dan KI-2. Bila dimungkinkan pada tingkat
daerah (kabupaten atau kota) dikembangkan aspek dan rubrik
penilaian sikap yang digunakan oleh seluruh satuan pendidikan.

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

55

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

XLIV. Setiap

pendidik

memetakan

aspek

sikap

yang

dikembangkan/ditekankan pada kegiatan pembelajarannya sesuai


dengan relevansi dan karakteristik, baik yang tersurat maupun yang
tersirat pada rumusan KI-3 dan KI-4, serta menggunakan rubrik
penilaian sikap yang disepakati pada satuan pendidikan
XLV.

Untuk peserta didik yang bermasalah (belum menunjukkan

sikap yang diinginkan), terlebih dahulu dilakukan pembinaan selama


proses pembelajaran oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan.
Frekuensi perubahan sikap yang ditunjukkan oleh peserta didik
selama kurun waktu inilah yang disebut dengan modus. Nilai akhir
yang dilaporkan oleh pendidik kepada satuan pendidikan adalah nilai
modus yang diperoleh/nilai yang terbanyak muncul (Permendikbud
Nomor 104 Tahun 2014 Pasal 6 ayat (3)).
XLVI.

Tabel 12. Teknik dan Instrumen Penilaian Sikap

XLVII. Te
kni
k
Pe
nil
aia
n
L.

Ob
ser
va
si

LIV.

Pe
nil
aia
n
dir
i

LVIII. Pe
nil
aia
n
an
tar
pe
ser
ta
did
ik

XLVIII. Bentuk
Instrumen

LI.
LII.

Daftar cek
Skala
penilaian
sikap

LV.
LVI.

Daftar cek
Skala
penilaian
sikap

LIX.
LX.

Daftar cek
Skala
penilaian
sikap

XLIX. Keterangan

LIII.

Dilakukan selama
proses
pembelajaran.

LVII.

Dilakukan pada
akhir semester.

LXI.

Dilakukan pada
akhir semester,
setiap peserta
didik dinilai oleh 3
peserta didik
lainnya.

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

56

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

LXII.

Jur
nal

LXIII. Catatan
pendidik
tentang
sikap dan
perilaku
positif
atau
negatif,
selama
dan di luar
proses
pembelaja
ran mata
pelajaran.

LXIV. Berupa catatan


guru tentang
sikap dan
perilaku positif
atau negatif
peserta didik
yang tidak
berkaitan dengan
mata pelajaran.

LXV.

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

57

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

7. Teknik Penilaian Ranah Pengetahuan


LXVI. Penguasaan siswa pada ranah pengetahuan dapat diukur
melalui

tes

tulis,

observasi

dan

penugasan,

dikembangkan

berdasarkan kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik.


Pendidik dapat memilih salah satu teknik dan bentuk penilaian ranah
pengetahuan yang paling sesuai dengan karakteristik kompetensi
dasar yang dinilai.
LXVII. Nilai akhir pengetahuan diambil dari nilai rerata perolehan nilai
ranah pengetahuan (Permendikbud no 104 tahun 2014 pasal 6 ayat
4).
LXVIII.

Tabel 13. Teknik dan Instrumen Penilaian Pengetahuan

LXIX. T
e
k
n
i
k
P
e
n
il
a
i
a
n

LXX.

Bentuk Instrumen

LXXI. T
e Memilih jawaban (pilihan ganda, dua pilihan benars
salah, ya-tidak), menjodohkan, sebab-akibat.
t
u Mensuplai jawaban (isian atau melengkapi, jawaban
singkat atau pendek, uraian).
li
s
LXXII. O
b
s
e
Daftar cek observasi guru terhadap diskusi, tanya
r
jawab dan percakapan.
v
a
s
i
LXXIII. P Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah
e
dan/atau projek yang dikerjakan secara individu
n
atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.
u
@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

58

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

g
a
s
a
n
LXXIV.
8. Teknik Penilaian Ranah Keterampilan
LXXV. Penilaian keterampilan meliputi keterampilan abstrak dan
keterampilan

konkret.

Keterampilan

abstrak

cenderung

pada

keterampilan seperti mengamati, menanya, mengolah, menalar, dan


mengomunikasikan yang lebih dominan pada kemampuan mental
(berpikir). Sedangkan untuk keterampilan kongkret cenderung pada
kemampuan fisik seperti menggunakan alat, mencoba, membuat,
memodifikasi, dan mencipta dengan bantuan alat.
LXXVI.

Tabel 14. Teknik dan Instrumen Penilaian Keterampilan

LXXVII.
Teknik
P
e
n
LXXVIII. Bentuk
il
Instrumen
a
i
a
n
LXXX. U Daftar cek, dengan
n
menggunakan daftar cek,
j
peserta didik mendapat
u
nilai bila kriteria
k
penguasaan kompetensi
k
tertentu dapat diamati
e
oleh penilai.
r
LXXXI.
j Skala Penilaian (Rating
a
Scale). Penilaian kinerja
/
yang menggunakan skala
k
penilaian memungkinkan
i
penilai memberi nilai
n
tengah terhadap
e
penguasaan kompetensi
r
tertentu, karena
j
pemberian nilai secara
a
kontinum dimana pilihan
/
kategori nilai lebih dari
p
dua.
r

LXXIX.Keterangan

LXXXII. Penilaian
unjuk kerja/
kinerja/prakti
k disebut
juga
penilaian
tugas yang
dilakukan
dengan cara
mengamati
kegiatan
peserta didik
dalam
melakukan
sesuatu.
LXXXIII. Penilaian
ini cocok
digunakan
untuk
menilai
ketercapaian

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

59

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

LXXVII.
Teknik
P
e
n
il
a
i
a
n

LXXVIII. Bentuk
Instrumen

LXXIX.Keterangan

kompetensi
yang
menuntut
peserta didik
melakukan
tugas
tertentu.
LXXXIV. Penilaian
Tugas adalah
penilaian
atas proses
dan hasil
pengerjaan
tugas yang
dilakukan
langsung
secara
individu atau
kelompok.

a
k
t
i
k

Penilaian projek dilakukan


mulai dari perencanaan,
pelaksanaan, sampai
pelaporan.
Untuk menilai setiap tahap
perlu disiapkan kriteria
penilaian atau rubrik.

LXXXV.
Projek

LXXXVI. Penilaian
projek dapat
digunakan
untuk
mengetahui
pemahaman,
mengaplikasi
, menyelidiki
dan
menginforma
sikan suatu
hal secara
jelas.
LXXXVII. Penilaian
projek
dilakukan
mulai dari
perencanaan
,
pelaksanaan,
sampai
pelaporan.

LXXXVIII. Daftar cek atau skala


Produk

LXXXIX. Penilaian
produk

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

60

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

LXXVII.
Teknik
P
e
n
il
a
i
a
n

LXXVIII. Bentuk
Instrumen

LXXIX.Keterangan

penilaian (rubrik)

XC.

XCII.

Daftar cek atau skala


penilaian (rubrik)

XCI.

Tes tulis, daftar cek atau


skala penilaian (rubrik)

XCIII. Penilaian
tulis juga
digunakan
untuk
menilai
ranah
keterampilan
, seperti
menulis
karangan,
menulis
laporan, dan
menulis
surat,
laporan
keuangan,
dsb.

P
o
r
t
o
f
o
li
o

T
u
li
s

menilai
kemampuan
peserta didik
membuat
produkproduk,
teknologi,
dan seni.
Penilaian
portofolio
pada
dasarnya
menilai
karya-karya
peserta didik
secara
individu
pada satu
periode
untuk suatu
mata
pelajaran.

XCIV.

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

61

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

XCV.

Hasil penilaian setiap KD keterampilan dilaporkan dalam

bentuk nilai optimum (nilai tertinggi) dari indikator pencapaian


kompetensi (IPK) dengan catatan tidak ada IPK yang mendapat nilai di
bawah batas ketuntasan (2,67) atau kurang dari 3 bila menggunakan
rentang 1-4. Sedangkan Nilai akhir untuk ranah keterampilan yang
dilaporkan pendidik kepada satuan pendidikan diambil dari rerata
nilai optimal ranah keterampilan (Permendikbud Nomor 104 Tahun
2014 Pasal 6 ayat (5)).
9. Ketuntasan
XCVI. Masing-masing ranah (sikap, pengetahuan, dan keterampilan)
digunakan penyekoran dan pemberian predikat yang berbeda.
Nilai ketuntasan ranah sikap dituangkan dalam bentuk predikat,
yakni predikat Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang
(K) sebagaimana tertera pada tabel berikut.
XCVII. Tabel 15. Nilai Ketuntasan Sikap
XCVIII.Nilai Ketuntasan Sikap (Predikat)
XCIX. Sangat Baik (SB)
C.

Baik (B)

CI.

Cukup (C)

CII.

Kurang (K)

CIII.
CIV.

Nilai ketuntasan ranah pengetahuan dan ranah keterampilan

dituangkan dalam bentuk angka dan huruf, yakni 4,00 1,00 untuk
angka

yang

ekuivalen

dengan

huruf

sampai

dengan

sebagaimana tertera pada tabel berikut.


CV.

Tabel 16. Nilai Ketuntasan Pengetahuan dan Keterampilan


CVI. Nilai Ketuntasan
CVII. Pengetahuan dan Keterampilan
CVIII. Rentang
Angka
CX.

3,85 4,00

CIX.
CXI.

Huruf
A

CXII. 3,51 3,84

CXIII. A-

CXIV. 3,18 3,50

CXV.

CXVI. 2,85 3,17

B+

CXVII. B

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

62

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

CXVIII. 2,51
2,84

CXIX. B-

CXX. 2,18 2,50

CXXI. C+

CXXII. 1,85 2,17

CXXIII.

CXXIV.1,51 1,84
CXXVI.

1,18 1,50

CXXVIII. 1,00 1,17

CXXV. CCXXVII. D+
CXXIX.

CXXX.

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

63

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

CXXXI.

Nilai ketuntasan ranah sikap pada skala Baik, sedangkan

untuk ranah pengetahuan dan keterampilan pada skala 2,67 (B-).


Hal

yang perlu

ketuntasan,

diperhatikan

meskipun

nilai

oleh
rerata

pendidikan adalah batas


ranah

pengetahuan

dan

keterampilan 2,51 - 2,84 termasuk dalam kategori B-, tetap


dinyatakan belum tuntas.
10.Remedial dan Pengayaan
CXXXII.

Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar

(2,67) wajib mengikuti kegiatan remedial pada semester berjalan


hingga mencapai ketuntasan belajar. Sedangkan bagi peserta didik
yang telah mencapai ketuntasan belajar dan memiliki kecepatan
belajar di atas rata-rata yang telah ditetapkan dapat diberikan
pengayaan dan pendalaman materi.
11.Pelaporan Pencapaian Kompetensi
a. Skor dan Nilai
CXXXIII. Kurikulum 2013 menggunakan skala skor penilaian 4,00
1,00 dalam menyekor pekerjaan peserta didik untuk setiap
kegiatan penilaian (ulangan harian, ujian tengah semester, ujian
akhir semester, tugas-tugas, ujian sekolah).
CXXXIV. Untuk masing-masing ranah (sikap, pengetahuan, dan
keterampilan) digunakan penyekoran dan pemberian predikat
yang berbeda sebagaimana tercantum pada tabel berikut.
CXXXV.

Tabel 17. Konversi Skor dan Predikat Hasil Belajar untuk


Setiap Ranah

CXXXVI.

Sikap

CXXXIX.CXL. Pr
Mo
e
di
CXLV. CXLVI. S
4,0
B
CXLVII.
CLVIII. CLIX. B
CLX. (B
3,0
ai
k)
CLXXVII.CLXXVIII.
C
2,0
CLXXIX.
(Cukup)
CXCVI. CXCVII.
1,0

K
CXCVIII.

CXXXVII. Pengetahu
an

CXLI. S
k
or
CXLVIII.
3,85 3,
CLIV.
5
CLXI. 3,
CLXVII.1
2,85
CLXXIII.
2,51
CLXXX.
2,18
CLXXXVI.
1,85 1,
CXCII.
CXCIX. 5
1,18 1,
CCV.
0

CXXXVIII. Keterampil
an

CXLIII. C
CXLII.
a
Huruf
p
CXLIX.
CL.
3,
A
8
CLV.
CLVI. 3,
A5
CLXII.
CLXIII. 3,
B+
1
CLXVIII.
CLXIX.2,
B
CLXXIV. CLXXV. 8
B2,51
CLXXXI.
CLXXXII.
C+
2,18
CLXXXVII. CLXXXVIII.
C
1,85 1,
CXCIII.
CXCIV.
C5
CC.
CCI. 1,
D+
1
CCVI.
CCVII. 1,
D
0

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

CXLIV.
Huruf
CLI.
A
CLVII.
ACLXIV.
B+
CLXX.
B
CLXXVI.
BCLXXXIII.
C+
CLXXXIX.
C
CXCV.
CCCII.
D+
CCVIII.
D
64

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

b. Bentuk Laporan
CCIX.

Pelaporan hasil belajar oleh pendidik diberikan dalam

bentuk laporan hasil semua bentuk penilaian. Pelaporan hasil


belajar

merupakan

hasil

pengolahan

oleh

pendidik

dengan

menggunakan kriteria. Pelaporan hasil belajar oleh pendidik


digunakan oleh satuan pendidikan untuk mengisi rapor dan
menentukan promosi peserta didik.
CCX.
Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas apabila hasil
belajar dari paling sedikit 3 (tiga) mata pelajaran pada ranah
pengetahuan, keterampilan, dan/atau sikap belum tuntas.
c. Nilai untuk Rapor
CCXI.

Hasil belajar yang dicantumkan dalam Rapor berupa:

1) untuk ranah sikap menggunakan skor modus 1,00 - 4,00


dengan predikat Kurang (K), Cukup (C), Baik (B), atau Sangat
Baik (SB);
2) untuk ranah pengetahuan menggunakan skor rerata 1,00 - 4,00
dengan predikat D - A.
3) untuk ranah keterampilan menggunakan skor optimum 1,00 4,00 dengan predikat D - A.
C. Contoh
1. Penentuan Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian
CCXII. Tabel 18. Penentuan Teknik dan Bentuk Penilaian
CCXIII.
CCXIV.
CCXV.

Mata Pelajaran
Kelas : XI
Semester : 1

: Simulasi Digital

CCXVI.
CCXVII.
Ranah
No
Kompetensi
.

CCXVIII.
Te
knik Penilaian

CCXX.
CCXXI.
1.

Sikap

CCXXII.
bservasi

CCXXIV.
CCXXV.
2. huan

Pengeta

CCXXVI.

CCXXIX.
KD.3.2
Menerapkan
pengetahuan
pengelolaan
informasi digital
melalui pemanfaatan

CCXXXI.
s Tertulis

CCXIX.
Bentuk
Penilaian
CCXXIII.
Daftar
Skala Penilaian
CCXXVII.

Te

CCXXXII.
Mensupl
ai jawaban (jawaban
singkat)

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

65

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

CCXVI.
CCXVII.
Ranah
No
Kompetensi
.

CCXVIII.
Te
knik Penilaian

CCXIX.
Bentuk
Penilaian

komunikasi daring
(online).
CCXXX.
CCXXXIII.
CCXXXIV.
3. pilan

Keteram

CCXXXVIII. KD.4.2
Menyajikan hasil
penerapan
pengelolaan
informasi digital
melalui komunikasi
daring (online).

CCXXXV.

CCXXXVI.

CCXXXIX.
juk Kerja

Un

CCXL. Daftar skala 14

2. Penilaian Ranah Sikap


CCXLI.(Contoh Penilaian Sikap melalui Observasi)
CCXLII.
Pada awal tahun pembelajaran seluruh guru mata
pelajaran

dalam

satuan

pendidikan

mengembangkan

dan

menyepakati rubrik observasi penilaian sikap yang akan digunakan di


tingkat satuan pendidikan berdasarkan Kompetensi dasar dari KI 1
dan KI2.
CCXLIII.

Berdasarkan kesepakatan rubrik observasi penilaian

sikap tersebut, pendidik menyusun instrumen penilaian sikap dengan


relevansi dan karakteristik baik yang tersurat maupun yang tersirat
pada rumusan KI-3 dan KI-4.
CCXLIV.
Tabel 19. Contoh Instrumen dan Rubrik Penilaian Sikap
(Sosial)
CCXLVI. N
ama
CCXLV.
Sisw
N
a/
Kelo
mpo
k
CCLI. CCLII.
1

CCXLVII.
Disipl

CCXLVIII.
Jujur

CCXLIX.
Tang

CCL.
Sant

CCLIII.

CCLIV.

CCLV.

CCLVI.

CCLVII.CCLVIII.
2

CCLIX.

CCLX.

CCLXI.

CCLXII.

CCLXIII.
CCLXIV.
3

CCLXV.

CCLXVI.

CCLXVII.

CCLXVIII.

CCLXIX.
@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

66

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

a.
b.
c.
d.
a.
b.
c.
d.
a.
b.
c.
d.
a.
b.
c.
d.

CCLXX.
Keterangan:
CCLXXI.
4
=
jika empat indikator terlihat.
CCLXXII.
3
=
jika tiga indikator terlihat.
CCLXXIII.
2
=
jika dua indikator terlihat
CCLXXIV.
1
=
jika satu indikator terlihat
CCLXXV.
Indikator Penilaian Sikap:
CCLXXVI. Disiplin
Tertib mengikuti instruksi
Mengerjakan tugas tepat waktu
Tidak melakukan kegiatan yang tidak diminta
Tidak membuat kondisi kelas menjadi tidak kondusif
CCLXXVII. Jujur
Menyampaikan sesuatu berdasarkan keadaan yang sebenarnya
Tidak menutupi kesalahan yang terjadi
Tidak menyontek atau melihat data/pekerjaan orang lain
Mencantumkan sumber belajar dari yang dikutip/dipelajari
CCLXXVIII. Tanggung Jawab
Pelaksanaan tugas piket secara teratur
Peran serta aktif dalam kegiatan diskusi kelompok
Mengerjakan tugas sesuai yang ditugaskan
Merpikan kembali ruang, alat dan peralatan belajar yang telah
dipergunakan
CCLXXIX. Santun
Berinteraksi dengan teman secara ramah
Berkomunikasi dengan bahasa yang tidak menyinggung perasaan
Menggunakan bahasa tubuh yang bersahabat
Berperilaku sopan
CCLXXX.
Nilai akhir sikap diperoleh berdasarkan modus (skor yang
sering muncul) dari keempat aspek sikap di atas.
CCLXXXI. Kategori nilai sikap:
CCLXXXII. Sangat baik : apabila memperoleh nilai akhir 4
CCLXXXIII. Baik : apabila memperoleh nilai akhir 3
CCLXXXIV. Cukup : apabila memperoleh nilai akhir 2
CCLXXXV. Kurang : apabila memperoleh nilai akhir 1
CCLXXXVI.

3. Penilaian Ranah Pengetahuan


CCLXXXVII.
CCLXXXVIII. Tabel 20. Contoh Kisi-Kisi, Soal Pengetahuan, Kunci
Jawaban,
CCLXXXIX. Cara Pengolahan Nilai
CCXC.
CCXCI.
Mata Pelajaran: Simulasi Digital
CCXCII.
KD 3.2
Menerapkan pengetahuan pengelolaan
informasi digital melalui pemanfaatan komunikasi daring.
CCXCIII.
CCXCIV. K
om
pet
en
si
Da
sar
CCXCIX.

CCXCV.In
di
k
a
t
o
r

CCXCVI. In
dikat
or
Soal

3 Menerangka 1. Siswa dapat

CCXCVII.
CCXCVIII. S
J
oal

CCC.

1. Jelaskan

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

67

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

n
menerangkan
komunikasi
komunikasi
daring
daring
Menerapka
asinkron.
asinkron.
n
2.
Siswa dapat
pengetahu Menerangka
menerangkan
n
an
komunikasi
komunikasi
pengelolaa
daring
daring
n informasi
sinkron.
sinkron.
digital
melalui
Menerangka
3. Siswa dapat
pemanfaat
n
menerangkan
an
kewargaan
kewargaan
komunikasi
digital.
digital.
daring
4.
Siswa dapat
(online).
Menerapkan
menerapkan
komunikasi
komunikasi
daring
daring
asinkron
asinkron dan
dan
komunikasi
komunikasi
daring
daring
sinkron.
sinkron.
.2

1.
2.
3.
4.

Tes
tulis

konsep
komunikasi
daring
asinkron!
2. Jelaskan
konsep
komunikasi
daring
sinkron!
3. Jelaskan
pengertian
kewargaan
digital!
4. Uraikan
contoh
warga digital
dalam
berkomunika
si daring
asinkron!
CCCI.
CCCII.

CCCIII. Kunci Jawaban Soal:


Komunikasi daring tak serempak atau asinkron adalah komunikasi
menggunakan perangkat komputer dan dilakukan secara tunda.
Komunikasi daring serempak atau sinkron adalah penggunaan komputer
untuk berkomunikasi dengan individu lainnya pada waktu yang sama
melalui bantuan perangkat lunak.
Warga digital adalah orang yang sadar tentang hal yang baik dan hal
yang kurang/tidak baik, menunjukkan kecerdasan perilaku teknologi,
dan membuat pilihan yang tepat ketika menggunakan teknologi.
Jenis komunikasi asinkron antara lain e-mail, forum, blog, jejaring sosial
(social network) dan website.
CCCIV.

CCCV. Penskoran Jawaban dan Pengolahan Nilai


1. Jawaban yang benar diberikan skor 2
2. Jawaban yang salah diberikan skor 1
CCCVI. Nilai KD = Jumlah peroleh skor/jumlah skor maksimal x nilai
maksimal
CCCVII.
CCCVIII. Contoh Pengolahan Nilai
CCCIX. N
o
CCCX. S
k
s
CCCXI. Nilai
o
o
r
a
l
CCCXII.
CCCXIII.
CCCXIV. (7/8)x4 = 3,50
1.
1
CCCXV. (jumlah skor/skor maks jumlah
soal) x nilai maks)
CCCXVI.
CCCXVII.
2.
2
CCCXIX.
CCCXX.
3.
2
CCCXXII.
CCCXXIII.
@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

68

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

4.
CCCXXV.
Jumlah
CCCXXVIII.

2
CCCXXVI.
7

4. Penilaian Ranah Keterampilan


CCCXXIX.
Tabel 21. Contoh Instrumen Penilaian Keterampilan
CCCXXX.
Mata Pelajaran: Simulasi Digital
CCCXXXI.
KD 4.2
Menyajikan hasil penerapan pengelolaan
informasi digital melalui komunikasi daring (online).
CCCXXXII.
CCCXXXIII.
Aspek
CCCXL.
Mengiku
ti
k
o
m
u
ni
k
a
si
d
a
ri
n
g
a
si
n
k
r
o
n
d
a
n
si
n
k
r
o
n
b
e
r
d
a
s
a
r
k
a
n
c
o
n
t
o
h.
CCCXLI.

CCCXXXVI.
1
CCCXLII.
Tidak
d
a
p
at
M
e
m
b
u
k
a
p
er
a
m
b
a
h
d
a
n
m
e
m
b
u
k
a
si
tu
s
G
m
ai
l
s
e
s
u
ai
y
a
n
g
di
c
o
nt
o
h
k

CCCXXXIV.
CCCXXXVII.
2
CCCXLIII.
Terdapat
k
es
al
a
h
a
n
>
1
d
al
a
m
M
e
m
b
u
k
a
p
er
a
m
b
a
h
d
a
n
m
e
m
b
u
k
a
si
tu
s
G
m
ai
l
se
s
u
ai
y
a
n

Kategori
CCCXXXVIII.
3
CCCXLIV.
Terdapat
1
k
e
sa
la
h
a
n
d
al
a
m
M
e
m
b
u
k
a
p
er
a
m
b
a
h
d
a
n
m
e
m
b
u
k
a
si
tu
s
G
m
ai
l
s
e
s
u
ai
y
a
n

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

CCCXXXIX.
4
CCCXLV.
Tepat
d
a
l
a
m
m
e
m
b
u
k
a
p
e
r
a
m
b
a
h
d
a
n
m
e
m
b
u
k
a
s
i
t
u
s
G
m
a
i
l
s
e
s
u

69

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

CCCXXXIII.
Aspek

CCCXXXVI.
1
a
n
G
ur
u,
M
e
m
b
u
at
a
k
u
n
di
G
m
ai
l
s
e
s
u
ai
y
a
n
g
di
c
o
nt
o
h
k
a
n
G
ur
u,
M
e
n
gi
ri
m
em
ai
l
s
e
s
u
ai
y
a
n
g
di
c
o
nt
o
h
k
a
n,
M

CCCXXXIV.
CCCXXXVII.
2
g
di
c
o
nt
o
h
k
a
n
G
ur
u,
M
e
m
b
u
at
a
k
u
n
di
G
m
ai
l
se
s
u
ai
y
a
n
g
di
c
o
nt
o
h
k
a
n,
M
e
n
gi
ri
m
em
ai
l
se
s
u
ai
y
a
n
g
di
c
o
nt
o
h
k

Kategori
CCCXXXVIII.
3
g
di
c
o
nt
o
h
k
a
n
G
ur
u,
M
e
m
b
u
at
a
k
u
n
di
G
m
ai
l
s
e
s
u
ai
y
a
n
g
di
c
o
nt
o
h
k
a
n,
M
e
n
gi
ri
m
em
ai
l
s
e
s
u
ai
y
a
n
g
di
c
o
nt
o

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

CCCXXXIX.
4
a
i
y
a
n
g
d
i
c
o
n
t
o
h
k
a
n
G
u
r
u
,
M
e
m
b
u
a
t
a
k
u
n
d
i
G
m
a
i
l
s
e
s
u
a
i
y
a
n
g
d
i
c
o
n
t
o
h
k
a
n
,
M
e
n
g

70

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

CCCXXXIII.
Aspek

CCCXXXVI.
1
el
a
k
u
k
a
n
c
h
at
ti
n
g
s
e
s
u
ai
y
a
n
g
di
c
o
nt
o
h
k
a
n.

CCCXXXIV.
CCCXXXVII.
2
a
n,
M
el
a
k
u
k
a
n
c
h
at
ti
n
g
se
s
u
ai
y
a
n
g
di
c
o
nt
o
h
k
a
n.

Kategori
CCCXXXVIII.
3
h
k
a
n,
M
el
a
k
u
k
a
n
c
h
at
ti
n
g
s
e
s
u
ai
y
a
n
g
di
c
o
nt
o
h
k
a
n

CCCXXXIX.
4
i
r
i
m
e
m
a
i
l
s
e
s
u
a
i
y
a
n
g
d
i
c
o
n
t
o
h
k
a
n
,
M
e
l
a
k
u
k
a
n
c
h
a
t
t
i
n
g
s
e
s
u
a
i
y
a
n
g
d
i
c
o

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

71

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

CCCXXXIII.
Aspek

CCCXXXVI.
1

CCCXLVII.
Tidak
d
a
p
at
M
e
n
u
nj
u
k
k
a
n
h
a
sil
m
e
n
gi
ri
m
em
ai
l
s
e
s
u
ai
y
a
n
g
di
c
o
nt
o
h
k
a
n,
M
el
a
k
u
k
a
n
a
kt
iv
it
a
s
c

CCCXXXIV.
CCCXXXVII.
2

CCCXLVIII.
Terdapat
k
es
al
a
h
a
n
>
1
d
al
a
m
M
e
n
u
nj
u
kk
a
n
h
as
il
m
e
n
gi
ri
m
em
ai
l
se
s
u
ai
y
a
n
g
di
c
o
nt
o
h
k
a
n,
M
el
a
k
u
k
a
n

Kategori
CCCXXXVIII.
3

CCCXLIX.
Terdapat
1
k
e
sa
la
h
a
n
d
al
a
m
m
e
n
u
nj
u
k
k
a
n
h
as
il
m
e
n
gi
ri
m
em
ai
l
s
e
s
u
ai
y
a
n
g
di
c
o
nt
o
h
k
a
n,
M
el
a
k
u
k
a

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

CCCXXXIX.
4
n
t
o
h
k
a
n
.
CCCL. T
e
p
a
t
d
a
l
a
m
m
e
n
u
n
j
u
k
k
a
n
h
a
s
i
l
m
e
n
g
i
r
i
m
e
m
a
i
l
s
e
s
u
a
i
y
a
n
g
d
i
c
o
n
t
o

72

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

CCCXXXIII.
Aspek

CCCXXXVI.
1
h
at
ti
n
g
s
e
s
u
ai
y
a
n
g
di
c
o
nt
o
h
k
a
n.

CCCXXXIV.
CCCXXXVII.
2
a
kt
iv
it
as
c
h
at
ti
n
g
se
s
u
ai
y
a
n
g
di
c
o
nt
o
h
k
a
n.

Kategori
CCCXXXVIII.
3
n
a
kt
iv
it
as
c
h
at
ti
n
g
s
e
s
u
ai
y
a
n
g
di
c
o
nt
o
h
k
a
n.

CCCXXXIX.
4
h
k
a
n
,
M
e
l
a
k
u
k
a
n
a
k
t
i
v
i
t
a
s
c
h
a
t
t
i
n
g
s
e
s
u
a
i
y
a
n
g

CCCLI. M
e
n
d
e
m
o
n
st
r
a
si

CCCLIII.
Tidak
d
a
p
at
M
e
m
b
u
k

CCCLIV.
Terdapat
k
es
al
a
h
a
n
>
1
d

CCCLV. Te
rd
a
p
at
1
k
e
sa
la
h
a

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

d
i
c
o
n
t
o
h
k
a
n
.
CCCLVI.
Tepat
d
a
l
a
m
m
e
m
b

73

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

CCCXXXIII.
Aspek

CCCLII.

k
a
n
k
o
m
u
ni
k
a
si
d
a
ri
n
g
a
si
n
k
r
o
n
d
a
n
si
n
k
r
o
n
b
e
r
d
a
s
a
r
k
a
n
t
u
g
a
s

CCCXXXVI.
1
a
p
er
a
m
b
a
h
d
a
n
m
e
m
b
u
k
a
si
tu
s
G
m
ai
l
s
e
s
u
ai
d
e
n
g
a
n
jo
b
s
h
e
et
(t
u
g
a
s)
,
M
e
m
b
u
at
a
k
u
n
di
G
m
ai
l
d
e
n
g
a
n
jo

CCCXXXIV.
CCCXXXVII.
2
al
a
m
M
e
m
b
u
k
a
p
er
a
m
b
a
h
d
a
n
m
e
m
b
u
k
a
si
tu
s
G
m
ai
l
se
s
u
ai
d
e
n
g
a
n
jo
b
s
h
e
et
(t
u
g
as
),
m
e
m
b
u
at
a
k
u
n
di
G
m
ai
l

Kategori
CCCXXXVIII.
3
n
d
al
a
m
M
e
m
b
u
k
a
p
er
a
m
b
a
h
d
a
n
m
e
m
b
u
k
a
si
tu
s
G
m
ai
l
s
e
s
u
ai
d
e
n
g
a
n
jo
b
s
h
e
et
(t
u
g
as
),
M
e
m
b
u
at
a
k
u
n
di
G

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

CCCXXXIX.
4
u
k
a
p
e
r
a
m
b
a
h
d
a
n
m
e
m
b
u
k
a
s
i
t
u
s
G
m
a
i
l
s
e
s
u
a
i
d
e
n
g
a
n
j
o
b
s
h
e
e
t
(
t
u
g
a
s
)
,
m
e
m

74

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

CCCXXXIII.
Aspek

CCCXXXVI.
1
b
s
h
e
et
(t
u
g
a
s)
,
M
e
n
gi
ri
m
em
ai
l
d
e
n
g
a
n
jo
b
s
h
e
et
(t
u
g
a
s)
,
M
el
a
k
u
k
a
n
c
h
at
ti
n
g
d
e
n
g
a
n
jo
b
s
h
e
et
(t
u
g
a
s)

CCCXXXIV.
CCCXXXVII.
2
d
e
n
g
a
n
jo
b
s
h
e
et
(t
u
g
as
),
m
e
n
gi
ri
m
em
ai
l
d
e
n
g
a
n
jo
b
s
h
e
et
(t
u
g
as
),
m
el
a
k
u
k
a
n
c
h
at
ti
n
g
d
e
n
g
a
n
jo
b
s
h
e
et

Kategori
CCCXXXVIII.
3
m
ai
l
d
e
n
g
a
n
jo
b
s
h
e
et
(t
u
g
as
),
M
e
n
gi
ri
m
em
ai
l
d
e
n
g
a
n
jo
b
s
h
e
et
(t
u
g
as
),
M
el
a
k
u
k
a
n
c
h
at
ti
n
g
d
e
n
g
a
n
jo
b
s

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

CCCXXXIX.
4
b
u
a
t
a
k
u
n
d
i
G
m
a
i
l
d
e
n
g
a
n
j
o
b
s
h
e
e
t
(
t
u
g
a
s
)
,
m
e
n
g
i
r
i
m
e
m
a
i
l
d
e
n
g
a
n
j
o
b
s
h
e

75

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

CCCXXXIII.
Aspek

CCCXXXVI.
1
.

CCCXXXIV.
CCCXXXVII.
2
(t
u
g
as
).

Kategori
CCCXXXVIII.
3
h
e
et
(t
u
g
as
).

CCCXXXIX.
4
e
t
(
t
u
g
a
s
)
,
m
e
l
a
k
u
k
a
n
c
h
a
t
t
i
n
g
d
e
n
g
a
n
j
o
b

CCCLVIII.
Tidak
d
a
p
at
m
e
n
u
nj
u
k
k
a
n

CCCLIX.
Terdapat
k
es
al
a
h
a
n
>
1
d
al
a
m
m

CCCLX.
Terdapat
1
k
e
sa
la
h
a
n
d
al
a
m
M
e

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

s
h
e
e
t
(
t
u
g
a
s
)
.
CCCLXI.
Tepat
d
a
l
a
m
m
e
n
u
n
j
u
k

76

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

CCCXXXIII.
Aspek

CCCXXXVI.
1
h
a
sil
m
e
n
gi
ri
m
em
ai
l
d
a
n
m
el
a
k
u
k
a
n
a
kt
iv
it
a
s
c
h
at
ti
n
g.

CCCXXXIV.
CCCXXXVII.
2
e
n
u
nj
u
kk
a
n
h
as
il
m
e
n
gi
ri
m
em
ai
l,
m
el
a
k
u
k
a
n
a
kt
iv
it
as
c
h
at
ti
n
g.

Kategori
CCCXXXVIII.
3
n
u
nj
u
k
k
a
n
h
as
il
m
e
n
gi
ri
m
em
ai
l,
m
el
a
k
u
k
a
n
a
kt
iv
it
as
c
h
at
ti
n
g.

CCCLXII.

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

CCCXXXIX.
4
k
a
n
h
a
s
i
l
m
e
n
g
i
r
i
m
e
m
a
i
l
,
M
e
l
a
k
u
k
a
n
a
k
t
i
v
i
t
a
s
c
h
a
t
t
i
n
g
.

77

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

CCCLXIII.
Tabel 22. Contoh Pengolahan Nilai KD Keterampilan
CCCLXIV.
Mata Pelajaran: Simulasi Digital
CCCLXV.
KD 4.2
Menyajikan hasil penerapan pengelolaan
informasi digital melalui komunikasi daring (online).
CCCLXVI.
CCCLXVIII.
CCCLXIX.
Ke
CCCLXVII.
Aspek
Sk
terangan
CCCLXX. Mengikuti komunikasi
daring asinkron dan
sinkron berdasarkan
contoh.
CCCLXXIII.
Mendemonstra
sikan komunikasi daring
asinkron dan sinkron
berdasarkan tugas
CCCLXXVI.
Nilai KD
Keterampilan ditentukan
berdasarkan skor
optimum (nilai tertinggi)
dari aspek (indikator
pencapaian kompetensi)
yang dinilai
CCCLXXIX.

CCCLXXI.
4
CCCLXXII.

tu
ntas

CCCLXXIV.
3
CCCLXXV.

tu
ntas

CCCLXXVII.
CCCLXXVIII.
4

5. Laporan Pencapaian Kompetensi


a. Ranah Sikap
CCCLXXX.
Tabel 23. Pengolahan Penilaian Sikap
CCCLXXXI.
Mata Pelajaran
: Simulasi Digital
CCCLXXXII. Semester : 1
CCCLXXXIX.
CCCLXXXIV.
Nilai
Nama
M
CCCLXXXIII. S
CCCLXXXV.
CCCLXXXVI.
CCCLXXXVII.
CCCLXXXVIII. at
N
i
Di
Ju
Tang
Sa
a
s
Pe
w
laj
a
ar
an
CCCXC.
CCCXCI.
CCCXCII.CCCXCIII.
CCCXCIV. CCCXCV. CCCXCVI.
1
Siswa
3
3
3
4
3
A
CCCXCVII.
CCCXCVIII. CCCXCIX.
CD.
CDI.
CDII.
CDIII. 4
2
Siswa
3
4
4
4
B
CDIV. CDV. S
CDVI. CDVII. CDVIII.
CDIX.
CDX. 3
3
i
3
3
3
2
(p
s
erl
w
u
a
pe
m
C
bi
@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

78

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

na
an
be
rk
el
an
jut
an
un
tu
k
si
ka
p)
CDXI.

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

79

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

b. Ranah Pengetahuan
CDXII. Tabel 24. Pengolahan Penilaian Pengetahuan
CDXIII.
Mata Pelajaran
: Simulasi Digital
CDXIV.
Semester
:1
CDXV.
Nama Peserta Didik
: ......................................

CDXVI.
CDXIX.

Nilai

KD 3.1

CDXXIII. KD 3.2
CDXXVII. KD 3.3

CDXVII. Capaia
n
Kompeten
si
CDXX.
CDXXI.
3,30
CDXXIV.
CDXXV.
4,00
CDXXVIII. CDXXIX.
2.90
CDXXXII. CDXXXIII.
3.40
CDXXXVI.
CDXXXVII.
3,50

CDXVIII. Nilai
Akhir dan
Predikat

CDXXXI. Rerata
KD
CDXXII. 3.27
CDXXXV. Ulangan
atau B+
tengah
semester
CDXXXIX.
Ul
CDXL.
CDXLI.
angan akhir
2,90
semester
CDXLIII. Nilai
Pengetah
CDXLIV. 3.27
uan*)
CDXLVI.
Keterangan:
CDXLVII.
*)
Nilai pengetahuan diperoleh dari rerata nilai KD,
UTS, UAS yang bobotnya ditentukan oleh satuan pendidikan
berdasarkan kompleksitasnya.
CDXLVIII.
c. Ranah Keterampilan
CDXLIX.
Tabel 25. Pengolahan Penilaian Keterampilan
CDL. Nama Peserta Didik
: ...............................
CDLI. Nilai
Optimum
CDLIV.KD 4.1
CDLVII.

KD 4.2

CDLX. KD 4.3

CDLII.
Capai
CDLV.
3,00
CDLVIII.
4,00
CDLXI.
3.00

CDLIII.Nilai Akhir dan


Predikat)

CDLVI.

3.33 atau B+

CDLXIII. Rerata
optimum
CDLXIV.
Keterampil
3.33
an*)
CDLXVI.
Keterangan:
CDLXVII.
*)
Nilai keterampilan diperoleh dari rerata nilai
optimum (capaian tertinggi) dari setiap KD keterampilan yang
dipelajari dalam satu semester.
@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

80

Pemahaman Kurikulum 2013 SMK

CDLXVIII.
D. Latihan
CDLXIX. Buatlah instrumen untuk melakukan pengukuran pada ranah
sikap, pengetahuan dan keterampilan dengan menggunakan rubrik
penilaian skala 4.

@2015, Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK, Direktorat PSMK

81