Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH BANK BNI

OLEH :
MANUEL BAYU PERDANA PUTRA
2014

KATA PENGANTAR

Di sekitar tempat tinggalmu mungkin banyak berdiri kantor-kantor bank.


Atau bahkan kamu menjadi penabung di salah satu bank tersebut. Memang,
sebagian besar orang saat ini telah banyak yang memanfaatkan jasa perbankan,
bagaimana dengan dirimu?
Bank banyak dikenal sebagai lembaga yang menerima simpanan dan
deposito. Selain itu, bank juga dikenal sebagai tempat pembayaran segala macam
bentuk pajak seperti listrik, telepon, dan PDAM, serta pemindahan uang atau
tranfer. Dengan demikian transaksi ekonomi banyak sekali yang melibatkan bank.
Surabaya, 08 Juni 2014

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Pengertian Bank

Asal dari kata bank adalah dari bahasa Italia yaitu banca yang berarti tempat
penukaran uang. Secara umum pengertian bank adalah sebuah lembaga
intermediasi keuangan yang umumnya didirikan dengan kewenangan untuk
menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau
yang dikenal sebagai banknote.
Sedangkan pengertian bank menurut Undang-undang Negara Republik
Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan,
yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari
masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat
dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan
taraf hidup rakyat banyak.
Dari pengertian bank menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia
Nomor 10 Tahun 1998 dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga
kegiatan, yaitu menghimpun dana, menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank
lainnya. Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok
bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung.
Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam
bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito. Biasanya sambil diberikan balas
jasa yang menarik seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat
agar lebih senang menabung. Kegiatan menyalurkan dana, berupa pemberian
pinjaman kepada masyarakat. Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya diberikan
untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut.

1.2 Jenis Jenis Bank


1. Bank Sentral, yaitu bank yang tugasnya dalam menerbitkan uang kertas
dan logam sebagai alat pembayaran yang sah dalam suatu negara dan
mempertahankan konversi uang dimaksud terhadap emas atau perak atau
keduanya.
2. Bank Umum, yaitu bank yang bukan saja dapat meminjamkan atau
menginvestasikan berbagai jenis tabungan yang diperolehnya, tetapi juga
dapat memberikan pinjaman dari menciptakan sendiri uang giral.
3. Bank Perkreditan Rakyat (BPR), yaitu bank yang melaksanakan kegiatan
usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam
kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
4. Bank Syariah, yaitu bank yang beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil
(sesuai kaidah ajaran islam tentang hukum riba).

BAB II
SEJARAH DAN BUDAYA BANK BNI

2.1

Sejarah Bank BNI


Berdiri sejak 1946, BNI yang dahulu dikenal sebagai Bank Negara

Indonesia, merupakan bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah
Indonesia.
Bank Negara Indonesia mulai mengedarkan alat pembayaran resmi
pertama yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia, yakni ORI atau Oeang Republik
Indonesia, pada malam menjelang tanggal 30 Oktober 1946, hanya beberapa
bulan sejak pembentukannya. Hingga kini, tanggal tersebut diperingati sebagai
Hari Keuangan Nasional, sementara hari pendiriannya yang jatuh pada tanggal 5
Juli ditetapkan sebagai Hari Bank Nasional.
Menyusul penunjukan De Javsche Bank yang merupakan warisan dari
Pemerintah Belanda sebagai Bank Sentral pada tahun 1949, Pemerintah
membatasi peranan Bank Negara Indonesia sebagai bank sirkulasi atau bank
sentral. Bank Negara Indonesia lalu ditetapkan sebagai bank pembangunan, dan
kemudian diberikan hak untuk bertindak sebagai bank devisa, dengan akses
langsung untuk transaksi luar negeri.
Sehubungan dengan penambahan modal pada tahun 1955, status Bank
Negara Indonesia diubah menjadi bank komersial milik pemerintah. Perubahan ini
melandasi pelayanan yang lebih baik dan tuas bagi sektor usaha nasional.
Sejalan dengan keputusan penggunaan tahun pendirian sebagai bagian dari
identitas perusahaan, nama Bank Negara Indonesia 1946 resmi digunakan mulai
akhir tahun 1968. Perubahan ini menjadikan Bank Negara Indonesia lebih dikenal

sebagai 'BNI 46'. Penggunaan nama panggilan yang lebih mudah diingat - 'Bank
BNI' - ditetapkan bersamaan dengan perubahaan identitas perusahaan tahun 1988.
Tahun 1992, status hukum dan nama BNI berubah menjadi PT Bank
Negara Indonesia (Persero), sementara keputusan untuk menjadi perusahaan
publik diwujudkan melalui penawaran saham perdana di pasar modal pada tahun
1996.
Kemampuan BNI untuk beradaptasi terhadap perubahan dan kemajuan
lingkungan, sosial-budaya serta teknologi dicerminkan melalui penyempurnaan
identitas perusahaan yang berkelanjutan dari masa ke masa. Hal ini juga
menegaskan dedikasi dan komitmen BNI terhadap perbaikan kualitas kinerja
secara terus-menerus.
Pada tahun 2004, identitas perusahaan yang diperbaharui mulai digunakan
untuk menggambarkan prospek masa depan yang lebih baik, setelah keberhasilan
mengarungi masa-masa yang sulit. Sebutan 'Bank BNI' dipersingkat menjadi
'BNI', sedangkan tahun pendirian - '46' - digunakan dalam logo perusahaan untuk
meneguhkan kebanggaan sebagai bank nasional pertama yang lahir pada era
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pada akhir tahun 2012, Pemerintah Republik Indonesia memegang 60%
saham BNI, sementara sisanya 40% dimiliki oleh pemegang saham publik baik
individu maupun institusi, domestik dan asing.
Saat ini, BNI adalah bank terbesar ke-4 di Indonesia berdasarkan total
aset, total kredit maupun total dana pihak ketiga. BNI menawarkan layanan jasa
keuangan terpadu kepada nasabah, didukung oleh perusahaan anak: Bank BNI
Syariah, BNI Multi Finance, BNI Securities dan BNI Life Insurance.
Pada akhir tahun 2012, BNI memiliki total asset sebesar Rp333,3 triliun
dan mempekerjakan lebih dari 24.861 karyawan. Untuk melayani nasabahnya,
BNI mengoperasikan jaringan layanan yang luas mencakup 1.585 outlet domestik
dan 5 cabang luar negeri di New York, London, Tokyo, Hong Kong dan
Singapura, 8.227 unit ATM milik sendiri, 42.000 EDC serta fasilitas Internet

banking dan SMS banking. BNI selalu berusaha untuk menjadi bank pilihan yang
menyediakan layanan prima dan solusi bernilai tambah kepada seluruh nasabah.
Berangkat dari semangat perjuangan yang berakar pada sejarahnya, BNI
bertekad untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi negeri, serta senantiasa
menjadi kebanggaan negara.

2.2

Budaya Bank BNI

Budaya Kerja BNIPRINSIP 46merupakan Tuntunan Perilaku Insan BNI, terdiri


dari :
4 (Empat) Nilai Budaya Kerja
1. PROFESIONALISME
2. INTEGRITAS
3. ORIENTASI PELANGGAN
4. PERBAIKAN TIADA HENTI
6 (Enam) Nilai Perilaku Utama Insan BNI
1. Meningkatkan Kompetensi dan Memberikan Hasil Terbaik
2. Jujur, Tulus dan Ikhlas
3. Disiplin, Konsisten dan Bertanggungjawab
4. Memberikan Layanan Terbaik Melalui Kemitraan yang Sinergis
5. Senantiasa Melakukan Penyempurnaan
6. Kreatif dan Inovatif.

BAB III
VISI DAN MISI
3.1 Visi dan Misi Bank BNI
Visi BNI
Menjadi bank yang unggul, terkemuka dan terdepan dalam layanan dan kinerja
Misi BNI
1. Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada
seluruh nasabah, dan selaku mitra pillihan utama (the bank choice)
2. Meningkatkan nilai investasi yang unggul bagi investor.
3. Menciptakan kondisi terbaik bagi karyawan sebagai tempat kebanggaan
untuk berkarya dan berprestasi.
4. Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan
sosial.
5. Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang
baik.
Values
Kenyamanan dan Kepuasan
Filosofi Logo Baru

Identitas Baru BNI Dasar Pembuatan Desain

Identitas baru BNI merupakan hasil desain ulang untuk menciptakan suatu
identitas yang tampak lebih segar, lebih modern, dinamis, serta
menggambarkan posisi dan arah organisasi yang baru. Identitas tersebut
merupakan ekspresi brand baru yang tersusun dari simbol 46 dan kata
BNI yang selanjutnya dikombinasikan dalam suatu bentuk logo baru
BNI.

Huruf BNI
Huruf BNI dibuat dalam warna turquoise baru, untuk mencerminkan kekuatan,
otoritas, kekokohan, keunikan dan citra yang lebih modern. Huruf tersebut dibuat
secara khusus untuk menghasilkan struktur yang orisinal dan unik.
Simbol 46
Angka 46 merupakan simbolisasi tanggal kelahiran BNI, sekaligus mencerminkan
warisan sebagai sebagai bank pertama di Indonesia. Dalam logo ini, angka 46
diletakkan

secara

diagonal

menembus

kotak

berwarna

jingga

untuk

menggambarkan BNI baru yang modern.


Palet Warna
Palet warna korporat telah didesain ulang, namun tetap mempertahankan warna
korporat yang lama, yakni turquoise dan jingga. Warna turquoise yang digunakan
pada logo baru ini lebih gelap, kuat mencerminkan citra yang lebih stabil dan
kokoh. Warna jingga yang baru lebih cerah dan kuat, mencerminkan citra lebih
percaya diri dan segar.
Logo 46 dan BNI mencerminkan tampilan yang modern dan dinamis.
Sedangkan penggunakan warna korporat baru memperkuat identitas tersebut. Hal
ini akan membantu BNI melakukan diferensiasi di pasar perbankan melalui
identitas yang unik, segar dan modern

Pengertian kata-kata yang biasa digunakan dalam dunia perbangkan.


1. Agunan
aminan atau agunan adalah aset pihak peminjam yang dijanjikan kepada
pemberi pinjaman jika peminjam tidak dapat mengembalikan pinjaman
tersebut. Jika peminjam gagal bayar, pihak pemberi pinjaman dapat
memiliki agunan tersebut. Dalam pemeringkatan kredit, jaminan sering
menjadi faktor penting untuk meningkatkan nilai kredit perseorangan
ataupun perusahaan. Bahkan dalam perjanjian kredit gadai, jaminan
merupakan satu-satunya faktor yang dinilai dalam menentukan besarnya
pinjaman.
2. ATM
ATM (bahasa Indonesia: Anjungan Tunai Mandiri atau dalam bahasa
Inggris: Automated Teller Machine) adalah sebuah alat elektronik yang
mengijinkan nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening
tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang "teller" manusia.
Banyak ATM juga mengijinkan penyimpanan uang atau cek, transfer uang
atau bahkan membeli perangko.
3. Bilyet
Lembar/surat berharga yang diterbitkan Bank sebagai bukti bahwa
pemegangnya mempunyai sesuatu hak di Bank penerbit, misalnya Bilyet
Deposito, Bilyet Giro, termasuk Bilyet Saldo.
4. Bunga Bank
Bunga adalah imbal jasa atas pinjaman uang. Imbal jasa ini merupakan
suatu kompensasi kepada pemberi pinjaman atas manfaat kedepan dari
uang pinjaman tersebut apabila diinvestasikan. Jumlah pinjaman tersbut
disebut "pokok utang" (principal). Persentase dari pokok utang yang
dibayarkan sebagai imbal jasa ( bunga ) dalam suatu periode tertentu
disebut "suku bunga"

5. Cek
Cek merupakan salah satu sarana yang digunakan untuk menarik atau
mengambil uang direkening giro. Fungsi lain dari cek adalah sebagai alat
untuk melakukan pembayaran.
Pengertian cek adalah surat perintah tanpa syarat dari nasabah kepada
bank yang memelihara rekening giro nasabah tersebut, untuk membayar
sejumlah uang kepada pihak yang disebutkan di dalamnya atau kepada
pemegang cek tersebut.
6. Blacklist
Daftar Hitam adalah black list yaitu daftar nama nasabah perseorangan
atau perusahaan yang terkena sanksi karena telah melakukan tindakan
tertentu yang merugikan bank dan masyarakat.
7. Deposito Berjangka
Deposito atau yang sering juga disebut sebagai deposito berjangka,
merupakan produk bank sejenis jasa tabungan yang biasa ditawarkan
kepada masyarakat. Dana dalam deposito dijamin oleh pemerintah melalui
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan persyaratan tertentu.
Deposito biasanya memiliki jangka waktu tertentu di mana uang di
dalamnya tidak boleh ditarik nasabah. Deposito baru bisa dicairkan sesuai
dengan tanggal jatuh temponya, biasanya deposito mempunyai jatuh
tempo 1, 3, 6, atau 12 bulan. Bila deposito dicairkan sebelum tanggal jatuh
tempo, maka akan kena penalti.
Deposito juga dapat diperpanjang secara otomatis menggunakan sistem
ARO (Automatic Roll Over). Deposito akan diperpanjang otomatis setelah
jatuh tempo, sampai pemiliknya mencairkan depositonya.
Bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada bunga tabungan biasa.
Bunga dapat diambil setelah tanggal jatuh tempo atau dimasukkan lagi ke
pokok deposito untuk didepositokan lagi pada periode berikutnya.

8. Giro
Giro adalah suatu istilah perbankan untuk suatu cara pembayaran yang
hampir merupakan kebalikan dari sistem cek, berupa surat perintah untuk
memindahbukukan sejumlah uang dari rekening seseorang kepada
rekening lain yang ditunjuk surat tersebut. Suatu cek diberikan kepada
pihak penerima pembayaran (payee) yang menyimpannya di bank mereka,
sedangkan giro diberikan oleh pihak pembayar (payer) ke banknya, yang
selanjutnya akan mentransfer dana kepada bank pihak penerima, langsung
ke akun mereka.
Perbedaan tersebut termasuk jenis perbedaan sistem 'dorong dan tarik'
(push and pull). Suatu cek adalah transaksi 'tarik': menunjukkan cek akan
menyebabkan bank penerima pembayaran mencari dana ke bank sang
pembayar yang jika tersedia akan menarik uang tersebut. Jika tidak
tersedia, cek akan "terpental" dan dikembalikan dengan pesan bahwa dana
tak mencukupi. Sebaliknya, giro adalah transaksi 'dorong': pembayar
memerintahkan banknya untuk mengambil dana dari akun yang ada dan
mengirimkannya ke bank penerima pembayaran sehingga penerima
pembayaran dapat mengambil uang tersebut. Karenanya, suatu giro tidak
dapat "terpental", karena bank hanya akan memproses perintah jika pihak
pembayar memiliki daya yang cukup untuk melakukan pembayaran
tersebut. Namun ini juga berarti pihak pembayar tidak mendapatkan
keuntungan dari "float".
9. Bank Guarantee
Menurut Bank Indonesia, Bank Garansi adalah jaminan pembayaran yang
diberikan kepada pihak penerima jaminan, apabila pihak yang dijamin
tidak memenuhi kewajibannya.
10. Debit Card
Debit card adalah sebuah fasilitas yang diberikan bank kepada nasabahnya
(giro dan tabungan) dalam bentuk kartu yang dapat digunakan sebagai alat
transaksi pembayaran pembelanjaan di merchant dan melakukan penarikan

uang tunai di ATM dengan melakukan transaksi debit langsung rekening


nasabah.
11. Credit Card
Credit card adalah suatu jenis penyelesaian transaksi kredit dalam bentuk
kartu yang dapat digunakan sebagai alat transaksi pembayaran
pembelanjaan di merchant dan melakukan penarikan uang tunai di ATM
tanpa nasabah tersebut membuka rekening tabungan atau giro.
Tiap akhir periode nasabah akan menerima tagihan atas transaksi
pembelanjaan dan pelunasan yang dapat dilakukan secara cicilan atau
penuh.
12. Kiriman Dana
Perpindahan dana antar-rekening yang berhubungan atau kepada rekening
pihak ketiga
13. Clearing
Kliring (dari bahasa Inggris clearing) sebagai suatu istilah dalam dunia
perbankan dan keuangan menunjukkan suatu aktivitas yang berjalan sejak
saat terjadinya kesepakatan untuk suatu transaksi hingga selesainya
pelaksanaan kesepakatan tersebut.
14. Kotak Simpanan
Kotak simpanan (bahasa Inggris:Safe Deposit Box atau SDB) adalah suatu
wadah atau kotak penyimpanan harta atau surat berharga, yang biasanya
ditempatkan pada suatu ruang khazanah yang dirancang secara khusus dari
bahan baja yang kokoh, tahan bongkar dan tahan api untuk menjaga
keamanan barang yang disimpan dan kenyamanan penggunanya. Kotak
simpanan atau SDB ini biasanya berada di bank, kantor pos, atau institusi
lainnya. Kotak simpanan ini umumnya digunakan untuk menyimpan
perhiasan atau logam mulia, mata uang asing, dokumen penting seperti
sertipikat, akta kelahiran, surat berharga komersial, atau penyimpanan data

komputer yang perlu dilindungi dari pencurian, kebakaran, banjir, dan


lain-lain. Umumnya penyewa atau nasabah membayar sejumlah biaya
kepada bank sebagai biaya sewa kotak tersebut, yang hanya dapat dibuka
dengan kombinasi kunci khusus, tanda tangan yang valid dari penyewa,
dan mungkin kode-kode tertentu yang ditetapkan oleh bank. Beberapa
bank bahkan menggunakan fasilitas keamanan dual-kontrol biometrik
untuk melengkapi prosedur keamanan konvensional yang sudah ada.
Banyak hotel, resor dan kapal pesiar menawarkan penyewaan kotak
simpanan atau lemari besi kecil untuk pelanggan mereka.
15. LPS
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) adalah suatu lembaga independen
yang berfungsi menjamin simpanan nasabah perbankan di Indonesia.
Badan ini dibentuk berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia
Nomor 24 tentang Lembaga Penjamin Simpanan yang ditetapkan pada 22
September 2004. Undang-undang ini mulai berlaku efektif 12 bulan sejak
diundangkan sehingga pendirian dan operasional LPS dimulai pada 22
September 2005.
16. PIN
PIN (Personal Identification Number) adalah nomor identifikasi pribadi
bagi nasabah yang menggunakan kartu debit, yang merupakan suatu
kombinasi angka-angka yang dibuat oleh komputer sebagai kode sandi
khusus untuk keamanan dan kemudahan nasabah dalam melakukan
transaksi.
17. Call Center BNI
Call centre atau call center (dalam ejaan yang lain) merupakan suatu
kantor informasi yang terpusat yang digunakan untuk tujuan menerima
dan mengirimkan sejumlah besar permintaan melalui telepon. Call center
dioperasikan oleh sebuah perusahaan sebagai pengadministrasi layanan
yang mendukung produk incoming dan menyelidiki informasi tentang

konsumen. Panggilan keluar call center digunakan untuk telemarketing,


clientele, dan debt collection pun dapat dilakukan. Sebagai tambahan
untuk call center, bahwa penanganan secara kolektif untuk surat, fax, dan
email dalam sebuah lokasi lebih sering disebut dengan contact center.
18. SID
Sistem Informasi Debitur atau informasi yang sifatnya rahasia hanya
diketahui oleh bank/lembaga pemberi kredit, Bank Indonesia dan debitur
yang bersangkutan.
19. Saving
Pendapatan yang tidak di Konsumsi dan tidak di Investasikan.
20. Transfer
Adalah suatu kegiatan jasa bank untuk memindahkan sejumlah dana
tertentu sesuai dengan perintah si pemberi amanat yang ditujukan untuk
keuntungan seseorang yang ditunjuk sebagai penerima transfer. Baik
transfer uang keluar atau masuk akan mengakibatkan adanya hubungan
antar cabang yang bersifat timbal balik, artinya bila satu cabang mendebet
cabang lain mengkredit.
21. Teller
eller adalah petugas bank yang bertanggung jawab untuk menerima
simpanan, mencairkan cek, dan memberikan jasa pelayanan perbankan
lain kepada masyarakat; tanda tangan pengesahan kasir diperlukan sebagai
tanda sah suatu dokumen transaksi; pada lembaga keuangan, pada
umumnya kasir bekerja di belakang geral (counter), pada bank besar telah
ditetapkan tugas dan fungsi kasir berdasarkan uraian tugas, misalnya
seorang kasir memproses penerima simpanan yang diterima lewat surat,
menyimpan, dan mencatat seluruh bukti penyimpanan dan pembayaran
dari setiap nasabah.

22. Asuransi
Asuransi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan,
sistem, atau bisnis di mana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara
finansial)

untuk

jiwa,

properti,

kesehatan

dan

lain

sebagainya

mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga


yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, di
mana melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu
tertentu sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan tersebut.