Anda di halaman 1dari 3

Tim Olimpiade Sains IPB <tosi-ipb.blogspot.

com>

KALKULUS VARIASI

Peranan kalkulus dalam fisika sangat penting dalam menggambarkan dinamika dari
suatu sistem. Misalnya, dalam menggambarkan hukum gerak Newton melibatkan posisi 
yang secara eksplisit dinyatakan sebagai fungsi waktu t. Jelas, pada dasarnya persamaan
gerak Newton digunakan untuk menentukan pola lintasan dari suatu benda akibat kendala
yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja padanya.

Secara matematika, persamaan gerak Newton dalam sistem konservatif diturunkan


dari suatu prinsip yang lebih umumyang dikenal sebagai prinsip Hamilton, atau dikenal juga
sebagai prinsip variasi, melalui pendifinisian “aksi” yang merupan sebuah “fungsional”
berbentuk integral:

 =  ,  ,

(1)

dengan L merupakan suatu fungsi dari kecepatan  = 


=  dan posisi r, yang notabene
adalah fungsi dari waktu. Dalam prinsip ini, persamaan dinamika Newton terkait dapat
diturunkan dengan mencari eksternal dari fungsi aksi, yakni dengan melakukan “variasi”
terhadapnya sedemikian rupa sehingga:

 = 0 (2)

dimana  menyatakan simbol variasi. Prinsip ini ternyata memiliki peran yang fundamental,
dapat ditunjukkan bahwa seluruh problem fisis tunduk pada prinsip tersebut, sehingga kadang
dinamakan sebagai god given rule.

Prinsip Variasi

Berbeda dengan kalkulus biasa, dalam kalkulus variasi kita berhubungan dengan keadaan
stasioner dari suatu fungsional. Misalkan:

 , 

 , 

x

 =   ,  ,   (3)


merupakan fungsional yang dimaksud, dengan  =  . Kurva dengan garis padat pada
gambar merupakan lintasan y yang dimaksud, sedangkan lintasan lainnya, secara prinsip,
dapat dinyatakan melalui tranformasi y ke dalam bentuk berikut:

,  → , 0 +  (4a)

Tim Olimpiade Sains IPB <tosi-ipb.blogspot.com>


Tim Olimpiade Sains IPB <tosi-ipb.blogspot.com>

 ,  →  , 0 +   (4b)

dengan fungsi  menggambarkan penyimpangan lintasan dari x dan memiliki kondisi


 = =0, sedangkan  merupakan sebuah parameter variasi. Dengan demikian,
berdasarkan bentuk tersebut,fungsional yang kita tinjau sekarang adalah

 =   ,  , ,   (5)


dengan kondisi yang harus dipenuhi ketika =0


&'
 =  )*+  = 0 (6)
&(

Dalam ungkapan persamaan (6) telah digunakan simbol  yang menyatakan variasi J.
penggunaan simbol ini memiliki kemiripan dengan simbol diferensial “d”, tetapi memiliki
makna yang berbeda, dimana  mengacu pada variasi lintasan yang dicirikan oleh parameter
 sehingga secara umum variasi fungsi sebarang I diberikan oleh
&-
, =  (7)
&)

Persamaan Euler

Selanjutnya, dengan melakukan manipulasi variasi dari persamaan (5) diberikan oleh:

 = .  


 &0 &0
=   /&1  + &1  2  (8)


bagian kedua dari ruas kanan persamaan (8) dengan proses integral parsial,dapat di nyatakan:
 &0  4 &0
 /&1  2  = −  4 /&1 2  
 
(9)
 

Dengan demikian diperoleh bentuk:


 &0 4 &0
 =   5&1 − 4 /&1 26   = 0 (10)


Karena secara umum  ≠ 0 dan sebarang, maka kondisi yang harus dipenuhi agar variasi J
berharga nol adalah
&0 4 &0
&1
− 4 /&1 2 = 0 (11)

Persamaan (11) dinamakan persamaan Euler yang menyatakan bahwa keadaan stasioner
fungsional J hanya dapat dicapai jika fungsi F memenuhi persamaan tersebut.

Contoh (1) misalkan sebuah partikel bergerak pada suatu bidang datar (x,y). Untuk
menentukan jarak terdekat yang dapat ditempuh antara dua titik 8 =  ,  dan 8 =

Tim Olimpiade Sains IPB <tosi-ipb.blogspot.com>


Tim Olimpiade Sains IPB <tosi-ipb.blogspot.com>

 ,  pada bidang tersebut didefinisikan terlebih dahulu panjang infinitesimal ds dari suatu
kurva sebarang tersebut: 8 = 9   +   . Selanjutnya bentuk fungsional bagi persoalan
 
terkait yakni  =   8, yang dapat direduksi menjadi bentuk  =   91 +   . Jelas dari
 

sini kita memiliki fungsi ,  ,  = 91 +   . Masukkan ke persamaan Euler terkait:

; ;
− < ==0
;  ;
&0 &0 1 4 1
Jelas bahwa = 0 dan = , atau  = 0 yang mengimplikasikan:
&1 &1 9>1  4 9>1 


=?
91 +  

dengan c adalah sebuah konstanta. Dengan sedikit proses aljabar dan pengintegralan akan
diperoleh  = @ + A, yang tidak lain merupakan sebuah persamaan garis lurus. Hal ini
sesuai kenyataan bahwa jarak terdekat antara dua titik pada bidang datar merupakan garis
lurus.

Tim Olimpiade Sains IPB <tosi-ipb.blogspot.com>