Anda di halaman 1dari 61

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Gambaran Umum Wilayah


1.1.1. Luas Wilayah
Penjaringan merupakan Kecamatan yang memiliki luas wilayah 3548,30 Ha, yang
terbagi menjadi 5 Kelurahan, yaitu:
-

Kelurahan Kamal Muara


Kelurahan Kapuk Muara
Kelurahan Pejagalan
Kelurahan Penjaringan
Kelurahan Pluit

: 1053 Ha
: 1005,5 Ha
: 323,18 Ha
: 395,43 Ha
: 771,19 Ha

Kecamatan Penjaringan mempunyai jumlah Rukun Warga sebanyak 72 RW, dan


Rukun Tetangga sebanyak 864 RT. Tahun 2015 bertambah 2 RW dan 18 RT dibanding
dengan tahun 2014.

TABEL1.1.1 Luas Wilayah, RW dan RT Kecamatan Penjaringan Tahun 2015


NO

KELURAHAN

LUAS (Ha)

RW

RT

KAMAL MUARA

1053

45

KAPUK MUARA

1005,5

10

98

PEJAGALAN

323,18

18

227

PENJARINGAN

395,43

17

240

PLUIT

771,19

21

254

3548,30

72

864

KECAMATAN PENJARINGAN

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kecamatan Penjaringan

Gambar 1. Peta wilayah kecamatan Penjaringan


1.1.2. Geografi
Batas-batas wilayah Kecamatan Penjaringan;
1. Utara

: Pantai Laut Jawa

2. Selatan : Kecamatan Grogol Petamburan (Jl. Tubagus Angke, Jl. KapukKamal)

Timur

: Kecamatan Pademangan (Sepanjang Kali Opak, Pelabuhan Sunda


Kelapa, Rel Kereta Jurusan Tangerang)

3. Barat

: Kelurahan Dadap, Kabupaten Tangerang Provinsi Banten

Gambar 2. Peta Wilayah Jakarta Utara


1.1.3. Keadaan Demografi

Jumlah penduduk Kecamatan Penjaringan berdasarkan angka yang didapat dari


laporan kependudukan Kecamatan Penjaringan tahun2015 sebesar 299,740 jiwa, pada
tahun 2015, terjadi peningkatan sekitar 6000 jiwa dibanding dengan tahun 2014 yang
berjumlah sebesar 293,618 jiwa.
TABEL 1.1.3 Jumlah Penduduk Menurut Kelurahan di Kecamatan Penjaringan Tahun
2015
NO

KELURAHAN

JUMLAH PENDUDUK

KAMAL MUARA

12,700

KAPUK MUARA

37,216

PEJAGALAN

90,139

PENJARINGAN

109,485

PLUIT

50,200

TOTAL PENDUDUK

299,740

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kecamatan Penjaringan

Persebaran penduduk Kecamatan


Penjaringan pada tahun 2015 dilima wilayah relatif tidak merata. Sekitar 109 ribu
penduduk tinggal di Kelurahan Penjaringan. Disusul dengan Kelurahan Pejagalan yang
telah mencapai 90 ribu jiwa. Wilayah yang paling sedikit jumlah penduduknya adalah
Kelurahan Kamal Muara dengan jumlah penduduk sekitar 12 ribu jiwa, tetapi jumlah ini
telah mengalami kenaikan dibanding dengan tahun 2014 yang mempunyai jumlah
penduduk sekitar 11 ribu jiwa.

Diagram 1.1.3. Komposisi Jumlah Penduduk Menurut Kelurahan Kecamatan


Penjaringan Tahun 2015

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kecamatan Penjaringan

1.1.4. Kesehatan
Di

wilayah

Kecamatan

Penjaringan

terdapat:1

Puskesmas

Kecamatan,5

Puskesmas Kelurahan dan 88 Posyandu aktif. Berikut data tenaga kesehatan yang
tercatat bekerja di wilayah Kecamatan Penjaringan dan tersebar di beberapa Puskesmas
di wilayah Kecamatan Penjaringan.

TABEL 1.1.4 Sebaran Tenaga KesehatanMenurutUnit Kerja Kecamatan Penjaringan


Tahun 2015
Tenaga Kesehatan

Laki-Laki

Perempuan

Jumlah

Dokter Umum

14

19

Dokter Gigi

Bidan

36

36

Perawat

15

24

Perawat Gigi

Tenaga teknis kefarmasian

Apoteker

Kesehatan Masyarakat

Kesehatan Lingkungan

Nutrisionis

Radiografer

Tenaga kesehatan lainnya

18

27

Staf penunjang administrasi

14

10

24

Staf penunjang teknologi

Staf penunjang perencanaan

Pejabat structural

Sumber:Laporan Bagian KepegawaianKecamatan Penjaringan

1.2. Gambaran Umum Puskesmas


1.2.1 Definisi
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah unit pelaksana teknis Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan
kesehatan di suatu atau sebagian wilayah kecamatan, yang mempunyai misi

menggerakan pembangunan berwawasan kesehatan, memberdayakan masyarakat dan


keluarga dalam pembangunan kesehatan, memberikan pelayanan kesehatan tingkat
pertama yang bermutu secara menyeluruh dan terpadu. Berdasarkan misi tersebut,
puskesmas mempunyai kewenangan dan tanggung jawab memberikan pelayanan
kesehatan kepada seluruh masyarakat yang secara administratif berdomisili di wilayah
kerjanya.
1.2.2

Wilayah Kerja
Wilayah kerja puskesmas meliputi satu kecamatan atau sebagian dari kecamatan.

Faktor kepada kepadatan penduduk, luas daerah, keadaan geografik, dan keadaan
infrastruktur lainnya merupakan pertimbangan dalam penentuan wilayah kerja
puskesmas. Puskesmas merupakan perangkat Pemerintah Daerah Tingkat II, sehingga
pembagian wilayah kerja puskesmas ditetapkan oleh Walikota/Bupati, dengan saran
teknis dari kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Sasaran penduduk yang dilayani
oleh satu puskesmas adalah sekitar 30.000 penduduk. Untuk jangkauan yang lebih luas,
dibantu oleh Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling. Puskesmas di ibukota
kecamatan dengan jumlah penduduk 150.000 jiwa atau lebih, merupakan Puskesmas
Pembina yang berfungsi sebagai pusat rujukan bagi puskesmas kelurahan dan juga
mempunyai fungsi koordinasi.
1.2.3

Pelayanan Kesehatan
Pelayanan kesehatan menyeluruh yang diberikan puskesmas meliputi:

1) Promotif (peningkatan kesehatan)


2) Preventif (upaya pencegahan)
3) Kuratif (pengobatan)
4) Rehabilitatif (pemulihan kesehatan)
Pelayanan tersebut ditujukan kepada semua penduduk, tidak membedakan jenis
kelamin, umur, sejak pembuahan dalam kandungan sampai meninggal. (Efendi &
Mahfudil, 2009).
1.2.4

Visi Puskesmas

Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah


tercapainya Kecamatan sehat menuju terwujudnya Indonesia sehat. Kecamatan sehat
adalah gambaran masyarakat Kecamatan di masa depan yang ingin dicapai melalui
pembangunan kesehatan, yakni masyarakat yang hidup dalam lingkungan dan dengan
perilaku sehat memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang
bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggitingginya.
Indikator Kecamatan sehat yang ingin dicapai mencakup empat indikator utama
yakni (1) lingkungan sehat (2) perilaku sehat (3) cakupan pelayanan kesehatan yang
bermutu serta (4) derajat kesehatan penduduk Kecamatan.
Rumusan visi untuk masing-masing Puskesmas harus mengacu pada visi
pembangunan kesehatan Puskesmas di atas yakni, terwujudnya Kecamatan sehat yang
harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta wilayah Kecamatan
setempat. (Trihono, 2005).
1.2.5 Misi Puskesmas
1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya :
Puskesmas

akan

selalu

menggerakkan

pembangunan

sektor

lain

yang

diselenggarakan di wilayah kerjanya, agar memperhatikan aspek kesehatan, yaitu


pembangunan yang tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan,
setidak-tidaknya terhadap lingkungan dan perilaku masyarakat.
2. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat diwilayah
kerjanya: Puskesmas akan selalu berupaya agar setiap keluarga dan masyarakat
yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya makin berdaya di bidang kesehatan,
melalui peningkatan pengetahuan dan kemampuan, menuju kemandirian hidup.
3. Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan
kesehatan

yang

diselenggarakan:

Puskesmas

akan

selalu

berupaya

menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standard dan


memuaskan masyarakat, mengupayakan pemerataan pelayanan kesehatan serta
meningkatkan efisiensi pengelolaan dana, sehingga dapat dijangkau oleh seluruh
anggota masyarakat.
4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat
beserta lingkungannya: Puskesmas akan selalu berupaya memelihara dan
meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit, serta
7

memulihkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat yang berkunjung dan


bertempat tinggal di wilayah kerjanya, tanpa diskriminasi dan dengan menerapkan
kemajuan ilmu dan teknologi kesehatan yang sesuai. (Trihono, 2005)
1.2.6 Strategi Puskesmas
1. Mengembangkan dan menetapkan pendekatan kewilayahan.
2. Mengembangkan dan menetapkan azas kemitraan serta pemberdayaan masyarakat
dan keluarga.
3. Meningkatkan profesionalisme petugas.
4. Mengembangkan kemandirian puskesmas sesuai dengan kewenangan yang
diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. (Trihono, 2005)
1.2.7

Fungsi Puskesmas

Untuk mencapai Indonesia sehat 2025, Puskesmas harus menjalankan fungsinya


secara optimal. Adapun fungsi Puskesmas sebagai berikut :
1. Pusat Penggerak Pembanguan Berwawasan Kesehatan
Puskesmas selalu berupaya menggerakkan dan memantau penyelenggaraan
pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah
kerjanya, sehingga berwawasan serta mendukung pembangunan kesehatan. Di samping
itu puskesmas aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan
setiap program pembangunan di wilayah kerjanya. Khusus untuk pembangunan
kesehatan, upaya yang dilakukan puskesmas adalah mengutamakan pemeliharaan
kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan
pemulihan kesehatan (Trihono, 2005).
2. Pusat Pemberdayaan Masyarakat
Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga
dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan
melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat, berperan aktif dalam
memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk sumber pembiayaannya, serta ikut
menerapkan, menyelenggarakan dan memantau progran kesehatan. Pemberadayaan
perorangan, keluarga dan masyarakat ini diselenggarakan dengan memperhatikan
kondisi dan situasi, khususnya sosisal budaya masyarakat setempat (Trihono, 2005).
3. Pusat Pelayanan Kesehatan Strata Pertama

Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat


pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Pelayanan kesehatan
tingkat pertama yang menjadi tanggung jawab puskesmas meliputi:
a. Pelayanan kesehatan perorangan
Pelayanan yang bersifat pribadi (private goods) dengan tujuan utama
menyembuhkan

penyakit

dan

pemulihan

kesehatan

perorangan,

tanpa

mengabaikan pemeliharan kesehatan dan pencegahan penyakit. Pelayanan


perorangan tersebut adalah rawat jalan dan untuk puskesmas tertentu ditambah
dengan rawat inap (Trihono, 2005).
b. Pelayanan kesehatan masyarakat
Pelayanan yang bersifat publik (public goods) dengan tujuan utama memelihara
dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan
penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Pelayanan kesehatan
masyarakat tersebut antara lain adalah promosi kesehatan, pemberantasan
penyakit, penyehatan lingkungan, perbaikan gizi, peningkatan kesehatan
keluarga, keluarga berencana, kesehatan jiwa masyarakat serta berbagai program
kesehatan masyarakat lainnya (Trihono, 2005).

Gambar3. Fungsi Puskesmas


Untuk melaksanakan fungsinya, Puskesmas menjalankan beberapa proses. Proses
ini dilaksanakan dengan cara :
1. Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam
rangka menolong dirinya sendiri.

2. Memberikan petunjuk pada masyarakat tentang bagaimana menggali dan


menggunakan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien.
3. Memberikan bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan rujukan medis
maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat dengan ketentuan tersebut tidak
menimbulkan ketergantungan.
4. Memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
5. Bekerja sama dengan sektor-sektor yang bersangkutan dalam melaksanakan
program Puskesmas (Trihono, 2005)
Setiap kegiatan yang dilakukan di puskesmas memerlukan evaluasi untuk menilai
apakah program yang dilaksanakan berhasil atau tidak. Untuk itu dibuat indikator
keberhasilan sesuai dengan fungsi puskesmas.
1. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan yang menilai tatanan
sekolah, tatanan tempat kerja dan tatanan tempat tempat umum mempunyai
indikator :
a.
b.
c.
d.

Tersedianya air bersih


Tersedianya jamban yang saniter
Tersedianya larangan merokok
Adanya dokter kecil untuk SD atau PMR untuk SLTP

2.

Pusat pemberdayaan masyarakat, indikatornya :


a. Tumbuh kembang, Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat
b. Tumbuh dan kembangnya LSM
c. Tumbuh dan berfungsinya kesehatan masyarakat

3. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama


Kegiatan pada pusat pelayanan kesehatan strata pertama adalah:
a. Promosi kesehatan masyarakat
b. Kesehatan lingkungan
c. KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)
d. KB (Keluarga Berencana)
e. Perbaikan gizi masyarakat
f. P2M (Pengendalian Penyakit Menular)
g. Pengobatan dasar.
1.2.8

Peran Puskesmas
Dalam konteks otonomi daerah saat ini, puskesmas mempunyai peran yang vital

sebagai institusi pelaksana teknis dituntut memiliki kemampuan managerial dan


10

wawasan jauh ke depan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Peran


tersebut ditunjukkan dalam bentuk ikut serta menentukan kebijakan daerah melalui
sistem perencanaan yang matang, tatalaksana kegiatan yang tersusun rapi serta sistem
evaluasi dan pemantauan yang akurat (Trihono, 2005).
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang
bertanggung-jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja.
1. Unit Pelaksana Teknis
Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPTD) dinas kesehatan kabupaten/kota, puskesmas
berperan menyelenggarakan sebagian dari tugas teknis operasional dinas kesehatan
kabupaten/kota dan merupakan unit pelaksana tingkat pertama serta ujung tombak
pembangunan kesehatan di Indonesia (Trihono, 2005).
2. Pembangunan Kesehatan
Pembangunan kesehatan adalah penyelenggaraan upaya kesehatan oleh bangsa
Indonesia untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi
setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal (Trihono, 2005).
3. Pertanggungjawaban Penyelenggaraan
Penanggungjawab utama penyelenggaraan seluruh upaya pembangunan kesehatan
di wilayah kabupaten/kota adalah dinas kesehatan kabupaten/kota, sedangkan
puskesmas bertanggungjawab hanya untuk sebagian upaya pembangunan kesehatan
yang dibebankan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota sesuai dengan kemampuannya
(Trihono, 2005).
4. Wilayah kerja
Secara nasional, standar wilayah kerja puskesmas adalah satu kecamatan. Tetapi
apabila di satu kecamatan terdapat lebih dari satu puskesmas, maka tanggungjawab
wilayah kerja dibagi antar puskesmas, dengan memperhatikan kebutuhan konsep
wilayah (desa/kelurahan atau RW). Masing-masing puskesmas tersebut secara
operasional bertanggungjawab langsung kepada dinas kesehatan kabupaten/kota
(Trihono, 2005).
1.2.9

Upaya Keseehatan Wajib Puskesmas


Upaya kesehatan wajib puskesmas adalah upaya yang ditetapkan berdasarkan

komitmen nasional, regional dan global serta mempunyai daya ungkit tinggi untuk
peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Upaya kesehatan wajib ini diselenggarakan
oleh setiap puskesmas yang ada di seluruh wilayah Indonesia.
Upaya kesehatan wajib tersebut adalah (Trihono, 2005):

11

1) Promosi kesehatan masyarakat


2) Kesehatan lingkungan
3) KIA (Kesejahteraan Ibu dan Anak)
4) KB (Keluarga Berencana)
5) Perbaikan gizi masyarakat
6) P2M (Pengendalian Penyakit Menular)
Berikut ini akan ditampilkan upaya kesehatan wajib dalam bentuk tabel, yaitu:
Tabel 1.2.9 Program Kesehatan Wajib yang dilakukan di Puskesmas
No
1

Upaya Kesehatan Wajib


Promosi Kesehatan

Kesehatan Lingkungan

Kesejahteraan ibu dan anak

Keluarga Berencana

Pemberantasan penyakit
menular

Kegiatan
Penyuluhan di
Dalam dan di Luar
Gedung, PHBS
Penyehatan
pemukiman

ANC
Pertolongan
persalinan
MTBS
Imunisasi
Pelayanan
Keluarga Berencana
Diare
ISPA

Indikator
Tatanan sehat
Perbaikan perilaku
sehat
Cakupan air bersih
Cakupan jamban
keluarga
Cakupan SPAL
Cakupan rumah
sehat
Cakupan K1, K4
Cakupan linakes
Cakupan MTBS
Cakupan imunisasi
Cakupan MKET
Cakupan kasus diare
Cakupan kasus
ISPA

Malaria

Tuberkulosis

Gizi

Distribusi vit A / Fe /
cap yodium
PSG
Promosi Kesehatan
sederhana

Cakupan kasus
malaria
Cakupan
kelambunisasi
Cakupan penemuan
kasus
Angkapenyembuhan
Cakupan vit A / Fe /
cap yodium
% gizi kurang /
buruk, SKDN
% kadar gizi

12

Pengobatan

USG
Laboratorium
sederhana

Jumlah kasus yang


ditangani
Jumlah pemeriksaan

1.2.10 Upaya Kesehatan Pengembangan Puskesmas


Upaya Kesehatan Pengembangan Puskesmas adalah upaya yang ditetapkan
berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat serta yang
disesuaikan dengan kemampuan puskesmas. Upaya kesehatan pengembangan dipilih
dari daftar upaya kesehatan pokok puskesmas yang telah ada, yaitu (Trihono, 2005):
1) Upaya Kesehatan Sekolah
2) Upaya Kesehatan Olahraga
3) Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat
4) Upaya Kesehatan Kerja
5) Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut
6) Upaya Kesehatan Jiwa
7) Upaya Kesehatan Mata
8) Upaya Kesehatan Usia Lanjut
9) Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional
Upaya kesehatan pengembangan puskesmas dapat pula bersifat upaya inovasi
yaitu upaya lain di luar upaya puskesmas tersebut di atas yang sesuai dengan kebutuhan.
Pengembangan dan pelaksanaan upaya inovasi ini adalah dalam rangka mempercepat
tercapainya visi puskesmas. (Trihono, 2005)
Pemilihan upaya kesehatan pengembangan ini dilakukan oleh puskesmas bersama
dinas

kesehatan

kabupaten/kota

dengan

mempertimbangkan

masukan

dari

Konkes/BPKM/BPP. Upaya kesehatan pengembangan dilakukan apabila upaya


kesehatan wajib puskesmas telah terlaksana secara optimal dalam arti target cakupan
serta peningkatan mutu pelayanan telah tercapai. Penetapan upaya kesehatan
pengembangan pilihan puskesmas ini dilakukan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota.

13

Dalam keadaan tertentu upaya kesehatan pengembangan puskesmas dapat pula


ditetapkan sebagai penugasan oleh dinas kabupaten/kota. (Trihono, 2005)
Apabila

puskesmas

belum

mampu

menyelenggarakan

upaya

kesehatan

pengembangan, padahal telah menjadi kebutuhan masyarakat, maka dinas kesehatan


kabupaten/kota bertanggung jawab dan wajib menyelenggarakannya. Untuk itu dinas
kesehatan kabupaten/kota perlu dilengkapi dengan berbagai unit fungsional lainnya.
(Trihono, 2005).
Kegiatan upaya kesehatan dasar dan upaya kesehatan pengembangan di
puskesmas kecamatan Penjaringan periode JanuariDesember 2015 adalah:
A. Upaya Kesehatan Dasar
1)
2)
3)
4)
5)

Pelayanan promosi kesehatan


Pelayanan kesehatan lingkungan
Pelayanan kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana
Pelayanan gizi
Pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit.

B. Upaya Kesehatan Pengembangan


1) Upaya Kesehatan Sekolah
2) Upaya Kesehatan Olah Raga
3) Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat
4) Upaya Kesehatan Usia Lanjut
5) Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut
6) Upaya Kesehatan Jiwa
7) Upaya Kesehatan Mata
Penyelenggaraan upaya kesehatan wajib dan upaya pengembangan harus
menerapkan azas penyelenggaraan puskesmas secara terpadu. Azas penyelenggaraan
tersebut dikembangkan dari ketiga fungsi puskesmas. Dasar pemikirannya adalah
pentingnya

menerapkan

prinsip

dasar dari setiap

fungsi puskesmas

dalam

menyelenggarakan setiap upaya puskesmas, baik upaya kesehatan wajib maupun upaya
kesehatan pengembangan. Azas penyelenggaran puskesmas yang dimaksud adalah:
1.2.11 Azas Puskesmas

14

Puskesmas bertanggung jawab meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang


bertempat tinggal di wilayah kerjanya. Untuk ini Puskesmas harus melaksanakan
berbagai kegiatan, antara lain sebagai berikut:
i.

Menggerakkan pembangunan berbagai sektor tingkat kecamatan sehingga


berwawasan kesehatan.

ii.

Memantau dampak berbagai upaya pembangunan terhadap kesehatan masyarakat


di wilayah kerjanya.

iii.

Membina setiap upaya kesehatan strata pertama yang diselenggarakan oleh


masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya.

iv.

Menyelenggarakan upaya kesehatan strata pertama (primer) secara merata dan


terjangkau di wilayah kerjanya.
1) Azas Pemberdayaan Masyarakat
Puskesmas wajib memberdayakan perorangan, keluarga dan masyarakat, agar
berperan aktif dalam penyelenggaraan setiap program puskesmas. Untuk ini,
berbagai potensi masyarakat perlu dihimpun melalui pembentukan Badan
Penyantun Puskesmas (BPP). Beberapa kegiatan yang harus dilaksanakan oleh
puskesmas dalam rangka pemberdayaan masyarakat antara lain:
1.

KIA : Posyandu, Polindes, Bina Keluarga Balita (BKB)

2.

Pengobatan : Posyandu, Pos Obat Desa (POD)

3.

Perbaikan Gizi : Panti Pemulihan Gizi, Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi)

4.

Kesehatan Lingkungan : Kelompok Pemakai Air (Pokmair), Desa


Percontohan Kesehatan Lingkungan (DPKL)

5.

UKS : Dokter Kecil, Saka Bakti Husada (SBH), Pos Kesehatan Pesantren
(Poskestren)

6.

Kesehatan Usia Lanjut : Posyandu Usila, Panti Wreda

7.

Kesehatan Kerja : Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK)

8.

Kesehatan Jiwa : Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM)

9.

Pembinaan Pengobatan Tradisional : Tanaman Obat Keluarga (TOGA),


Pembinaan Pengobatan Tradisional (Battra).

2) Azas Keterpaduan
Untuk mengatasi keterbatasan sumber daya serta diperolehnya hasil yang
optimal, penyelenggaraan setiap program puskesmas harus diselenggarakan
15

secara terpadu. (Trihono, 2005). Ada dua macam keterpaduan yang perlu
diperhatikan yaitu:
1.

Keterpaduan Lintas Program


Upaya memadukan penyelengaraan berbagai upaya kesehatan yang menjadi
tanggung jawab Puskesmas. Contoh keterpaduan lintas program antara lain:
I.

Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) : keterpaduan KIA dengan


P2M, gizi, promosi kesehatan & pengobatan.

II.

UKS : keterpaduan kesehatan lingkungan dengan promosi


kesehatan, pengobatan, kesehatan gigi, kesehatan reproduksi remaja
dan kesehatan jiwa.

III.

Puskesmas keliling : keterpaduan pengobatan dengan KIA/KB, Gizi,


promosi kesehatan, & kesehatan gigi.

IV.

Posyandu : keterpaduan KIA dengan KB, gizi, P2M, kesehatan jiwa


& promosi kesehatan.

2.

Keterpaduan Lintas Sektor


Upaya memadukan penyelenggaraan program puskesmas dengan program
dari sektor terkait tingkat kecamatan, termasuk organisasi kemasyarakatan
dan dunia usaha. Contoh keterpaduan lintas Sektoral antara lain:
I.

UKS : keterpaduan sektor kesehatan dengan camat, lurah/kepala


desa, pendidikan & agama.

II.

Promosi Kesehatan : keterpaduan sektor kesehatan dengan dengan


camat, lurah/kepala desa, pendidikan, agama dan pertanian.

III.

KIA : keterpaduan sektor kesehatan dengan camat, lurah/kepala


desa, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, PKK dan
PLKB.

IV.

Perbaikan Gizi : keterpaduan sektor kesehatan dengan camat,


lurah/kepala desa, pendidikan, agama, pertanian, koperasi, dunia
usaha dan organisasi kemasyarakatan.

V.

Kesehatan Kerja : keterpaduan sektor kesehatan dengan dengan


camat, lurah, kepala desa, tenaga kerja dan dunia usaha.

16

3) Azas Rujukan
Sebagai sarana pelayanan kesehatan tingkat pertama, kemampuan yang
dimiliki oleh puskesmas terbatas. Padahal puskesmas berhadapan langsung
dengan masyarakat dengan berbagai permasalahan kesehatan. Untuk membantu
puskesmas menyelesaikan berbagai masalah kesehatan tersebut dan juga untuk
meningkatkan efisiensi, maka penyelenggaraan setiap program puskesmas harus
ditopang oleh azas rujukan. (Trihono, 2005)
Rujukan adalah pelimpahan wewenang dan tanggung jawab atas penyakit
atau masalah kesehatan yang diselenggarakan secara timbal balik, baik secara
vertikal dalam arti dari satu strata sarana pelayanan kesehatan ke strata sarana
pelayanan kesehatan lainnya, maupun secara horizontal dalam arti antar strata
sarana pelayanan kesehatan yang sama. (Trihono, 2005) Ada dua macam
rujukan yang dikenal yakni:
i.

Rujukan Medis
Apabila suatu puskesmas tidak mampu menangani suatu penyakit
tertentu, maka puskesmas tersebut dapat merujuk ke sarana pelayanan
kesehatan yang lebih mampu (baik vertikal maupun horizontal). Rujukan
upaya kesehatan perorangan dibedakan atas:
I.

Rujukan Kasus untuk keperluan diagnostik, pengobatan tindakan


medis (contoh : operasi) dan lain-lain.

II.

Rujukan Bahan Pemeriksaan (spesimen) untuk pemeriksaan


laboratorium yang lebih lengkap.

III.

Rujukan Ilmu Pengetahuan antara lain mendatangkan tenaga


yang lebih kompeten untuk melakukan bimbingan tenaga
puskesmas dan atau menyelenggarakan pelayanan medis spesialis
di puskesmas.

ii.

Rujukan Kesehatan
Rujukan kesehatan masyarakat dibedakan atas tiga macam:
I.

Rujukan sarana dan logistik, antara lain peminjaman peralatan


fogging, peminjaman alat laboratorium kesehatan, peminjaman
alat audio visual, bantuan obat, vaksin, bahan habis pakai dan
bahan pakaian.
17

II.

Rujukan tenaga, antara lain tenaga ahli untuk penyidikan


kejadian luar biasa, bantuan penyelesaian masalah hukum
kesehatan, gangguan kesehatan karena bencana alam.

III.

Rujukan

operasional,

kewenangan

dan

yakni

tanggung

menyerahkan
jawab

sepenuhnya

penyelesaian

masalah

kesehatan masyarakat dan atau penyelenggaraan kesehatan


masyarakat ke periode dinas kesehatan kabupaten/kota. Rujukan
operasional diselenggarakan apabila puskesmas tidak mampu.

Gambar 4 Sistem Rujukan Puskesmas


(Sumber: Buku ARRIMES Manajemen Puskesmas)
Setiap upaya atau program yang dilakukan oleh puskesmas memerlukan evaluasi
untuk menilai apakah program yang dilaksanakan berhasil atau tidak. Untuk itu dibuat
indikator keberhasilan sesuai dengan fungsi puskesmas:
1)

Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan


Fungsi pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan dapat dinilai dari

seberapa jauh institusi jajaran non-kesehatan memperhatikan kesehatan bagi institusi


dan warganya. Keberhasilan fungsi ini bisa diukur melalui Indeks Potensi Tatanan Sehat
(IPTS). Ada tiga tatanan yang bisa diukur yaitu:
i.

Tatanan sekolah

ii.

Tatanan tempat kerja

iii.

Tatanan tempat-tempat umum

18

2)

Pusat pemberdayaan masyarakat


Segala upaya fasilitasi yang bersifat non-instruktif guna meningkatkan

pengetahuan dan kemampuan masyarakat agar mampu mengidentifikasi masalah,


merencanakan & melakukan pemecahannya dengan memanfaatkan potensi setempat
dan fasilitas yang ada, baik instansi lintas sektoral maupun LSM dan tokoh mayarakat.
Fungsi ini dapat diukur dengan beberapa indikator:
i.

Tumbuh kembang, Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM)

ii.

Tumbuh dan kembangnya LSM di bidang kesehatan

iii.

Tumbuh dan berfungsinya konsil kesehatan kecamatan atau BPKM


(Badan Peduli Kesehatan Masyarakat) atau BPP (Badan Penyantun
Puskesmas).

3) Pusat pelayanan kesehatan strata pertama


Indikator keberhasilan fungsi ini dapat dikelompokkan ke dalam IPMS
(Indikator Potensi Masyarakat Sehat), yang terdiri dari cakupan dan kualitas program
puskesmas. IPMS minimal mencakup seluruh indikator cakupan upaya kesehatan wajib
dan kualitas atau mutu pelayanan kesehatan
1.3. Gambaran Umum Puskesmas Penjaringan
1.3.1 Visi dan Misi Puskesmas Kecamatan Penjaringan
1.3.1.1. Visi
Penjaringan Sehat UntukSemua
1.3.1.2. Misi
1. Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh semua
lapisan masyarakat dengan prinsippelayanankesehatan prima.
2. Mengembangkan SDM yang berkualitas di bidang kesehatan.
3. Mengembangkan profesionalisme manajemen kesehatan.
4. Menciptakan suasana kerja yang nyaman bagi pegawai.
5. Membina dan meningkatkan kerjasama yang harmonis dengan institusi
kesehatan lain dan masyarakat
1.3.2

Fungsi Puskesmas Penjaringan

Puskesmas Kecamatan Penjaringan bertekad untuk mencapai kepuasan pelanggan


melalui jasa pelayanan kesehatan yang professional, ramah, efektif dan efisien, serta

19

melakukan pelatihan untuk pengembangan kualitas sumber daya manusia dan


melakukan upaya perbaikan secara konsisten dan berkesinambungan, dan turut
berpartisipasi dalam pelayanan kesehatan yang ada di wilayah cakupan Puskesmas.

20

1.3.3

Struktur Organisasi Puskesmas Kecamatan Penjaringan

Gambar 5. Struktur Organisasi Puskesmas Kecamatan Penjaringan

21

1.3.4

Sumber Daya Manusia


Tabel 1.3.4.1 Rekapitulasi SDMK di FASYANKES Berdasarkan Fungsi
RUMPUN SDMK

JENIS KELAMIN
LAKI-LAKI

PEREMPUAN

JUMLAH

01. MEDIS
02. PSIKOLOGI KLINIS
03. KEPERAWATAN
04. KEBIDANAN
05. KEFARMASIAN
06. KESEHATAN MASYARAKAT
07. KESEHATAN LINGKUNGAN
08. GIZI
09. KETERAPIAN FISIK
10. KETEKNISIAN MEDIS
11. TEKNIK BIOMEDIKA
12. KESEHATAN TRADISIONAL
13. ASISTEN TENAGA KESEHATAN
14. TENAGA PENUNJANG
TOTAL

16

21

39

62

1
20
2

1
58
7

141

Sumber : Data Puskesmas Kecamatan Penjaringan 2015


1.3.5. Program Kesehatan Dasar Di Kecamatan Penjaringan
1.3.5.1 Promosi Kesehatan Masyarakat (PKM)
22

Sasaran
Sasaran Promosi Kesehatan Masyarakat adalah kelompok-kelompok
masyarakat yang berisiko tertular penyakit maupun masyarakat umum.
Tujuan
Promosi Kesehatan adalah salah satu program yang dilaksanakan oleh
Puskesmas yang mempunyai dua tujuan, yaitu :
1. Tujuan Umum
Meningkatkan informasi tentang peran serta masyarakat di bidang
kesehatan dan perkembangan upaya kesehatan bersumberdaya
masyarakat Puskesmas Kecamatan Penjaringan Kotamadya Jakarta
Utara.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui gambaran tentang peran serta masyarakat di bidang
kesehatan Kotamadya Jakarta Utara.
b. Menginventarisasi dan menelaah keterjangkauan UKBM (Upaya
Kesehatan Berbasis Masyarakat).
c. Mengevaluasi di tingkat kelurahan.
d. Mengetahui informasi kesehatan, khususnya tentang wujud,
lingkup PSM (Peran Serta Masyarakat) dalam pembangunan
kesehatan.
Visi
Masyarakat berperan aktif menuju kemandirian hidup sehat dan produktif.
Misi
a.

Mengupayakan peran serta aktif masyarakat untuk hidup sehat dan


produktif pada tahun 2015.

b.

Memberdayakan potensi masyarakat hidup sehat.

c.

Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.

Strategi
1. Meningkatkan profesionalisme pengelola UKBM.
2. Menumbuhkembangkan UKBM.
3. Kemitraan.
23

4. Pemeliharaan kesehatan mandiri.


5. Pendekatan keluarga dan lingkungan.
Kebijakan
1. Memberdayakan masyarakat untuk mengelola UKBM.
2. Menerapkan alih Teknologi Tepat Guna (TTG).
3. Meningkatkan pengetahuan, kemauan dan kemampuan untuk hidup
sehat.
4. Meningkatkan jumlah mutu UKBM.
5. Meningkatkan kerjasama Lintas Sektoral, LSM dan dunia usaha.
Bentuk kegiatan kesehatan di masyarakat yang dikenal dengan UKBM di
antaranya adalah :
1.

Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu)

2.

TOGA (Taman Obat Keluarga)

3.

Kelompok Lansia (Lanjut Usia)

4.

Bina Kemitraan LSM

5.

Kesehatan Jiwa dan NAPZA

6.

RW Siaga

7.

Bina Kader Sehat

1. Posyandu
Jenis UKBM yang paling penting di masyarakat dewasa ini adalah
Posyandu. Posyandu merupakan bentuk Upaya Kesehatan Bersumber daya
Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan
bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna
memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat
dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan
angka kematian ibu dan bayi.
Kegiatan di Posyandu meliputi : Promosi Kesehatan, Pengendalian
Penyakit Menular, KIA, KB, Imunisasi, dan Perbaikan Gizi. Pelaksanaan
kegiatan Posyandu dilaksanakan setiap bulan pada tanggal 18 3 (tanggal 15
s/d 21), dengan sistem lima meja, di mana empat meja pertama dikelola oleh
24

kader dan satu meja terakhir merupakan pelayanan kesehatan yang


dilaksanakan oleh petugas kesehatan. Adapun yang dimaksud dengan sistem
lima meja di sini bukan menunjukkan pada arti harfiah meja, melainkan
menunjuk pada jumlah dan jenis pelayanan, yang masing masing pelayanan
dilaksanakan secara terpisah.
Posyandu yang ada di Kecamatan Penjaringan dapat dibagi menjadi
lima strata, yaitu:
a. Posyandu Pratama, artinya Posyandu yang belum mantap, yang
ditandai oleh kegiatan bulanan Posyandu belum terlaksana secara rutin
serta jumlah kader sangat terbatas, yakni kurang dari lima orang,
dilaksanakan kurang dari delapan kali dalam satu tahun, cakupan KIA,
KB, imunisasi dan partisipasi masyarakat (D/S) kurang dari 50%, tidak
terdapat program tambahan serta cakupan dana sehatnya kurang dari
50%.
b. Posyandu Madya, artinya Posyandu yang sudah dapat melaksanakan
kegiatan lebih dari delapan kali dalam satu tahun, dengan rata rata
jumlah kader sebanyak lima orang atau lebih, cakupan KIA, KB,
imunisasi dan rata - rata partisipasi masyarakat (D/S) kurang dari 50%,
tidak terdapat program tambahan serta cakupan dana sehatnya kurang
dari 50%.
c. Posyandu Purnama, artinya Posyandu yang sudah dapat melaksanakan
kegiatan lebih dari delapan kali dalam satu tahun, dengan rata rata
jumlah kader sebanyak lima orang atau lebih, cakupan KIA, KB,
imunisasi dan partisipasi masyarakat (D/S) lebih dari 50%, mampu
menyelenggarakan program tambahan serta telah memperoleh sumber
pembiayaan dari dana sehat yang dikelola oleh masyarakat yang
pesertanya masih terbatas yakni kurang dari 50%.
d. Posyandu Mandiri, artinya jumlah kader lima orang atau lebih,
dilaksanakan delapan kali atau lebih dalam satu tahun, cakupan KIA,
KB, imunisasi dan partisipasi masyarakat (D/S) lebih dari 50%, terdapat
program tambahan serta cakupan dana sehatnya lebih dari 50%.
e. Posyandu Mandiri Plus, sama seperti posyandu mandiri namun

25

memiliki program tambahan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).


Penjelasan secara singkat mengenai srata posyandu dapat dilihat pada tabel di bawah.
Tabel 1.3.5.1 Indikator Penilaian Strata Posyandu Provinsi DKI Jakarta
Pelaksanaan dalam
setahun

Pratama
<8
kali/tahun

Jenis Posyandu
Madya
Purnama
8 kali atau
8 kali atau
lebih / tahun

lebih / tahun

Cakupan KIA
< 50 %
< 50 %
> 50 %
Cakupan KB
<50 %
< 50 %
> 50 %
Cakupan Imunisasi
< 50 %
< 50 %
> 50 %
Rerata D/S
< 50 %
< 50 %
>50 %
Program Tambahan
(-)
(-)
(+)
Cakupan Dana Sehat
< 50 %
< 50 %
< 50 %
Sumber: Buku ARRIMES, Manajemen Puskesmas, Trihono

Mandiri
8 kali atau
lebih / tahun
> 50 %
> 50 %
>50 %
>50 %
(+)
>50 %

Berdasarkan empat strata posyandu di atas, di bawah ini dapat diketahui


pembagian posyandu per kelurahan di wilayah Puskesmas Penjaringan
berdasarkan masing-masing strata.

Tabel 1.3.5.2 Data Tingkat Kemandirian Posyandu di Kecamatan Penjaringan


Tahun 2014
No.
1.
2.
3.
4.
5.

Kelurahan

Pratama

Posyandu
Madya
Purnama

Jumlah
Mandiri

Posyandu
Kamal Muara
0
2
5
1
8
Kapuk Muara
0
4
6
4
14
Pejagalan
0
6
11
7
24
Penjaringan
0
2
14
12
28
Pluit
0
2
1
4
7
Jumlah
0
16
37
28
81
Sumber : Buku Laporan Bulanan Puskesmas Kecamatan Penjaringan Tahun 2014

26

2. TOGA (Taman Obat Keluarga)


Tujuan dari kegiatan ini adalah pemanfaatan di halaman atau lahan warga
masyarakat Kecamatan Penjaringan untuk menanam tanaman yang berkhasiat sebagai
obat. TOGA merupakan wujud partisipasi masyarakat dalam bidang peningkatan
kesehatan dan pengobatan sederhana dengan memanfaatkan obat tradisional.
Diharapkan dengan adanya TOGA dapat meningkatkan dan menjaga kesehatan,
mengobati gejala dan beberapa penyakit yang ringan serta dapat memperbaiki gizi
masyarakat.
Hasil rekapitulasi tingkat perkembangan TOGA tahun 2014, jumlah yang
menanam TOGA dan memanfaatkan TOGA di Kecamatan Penjaringan seperti tabel
1.14. di bawah ini.
Tabel 1.3.5.3 Data Kelurahan yang Memiliki TOGA di Kecamatan Penjaringan
Tahun 2014
No.

Kelurahan

1.
2.
3.

Kamal Muara
Kapuk Muara

4.

Penjaringan
Pluit
Jumlah

5.

Jumlah yang
memiliki TOGA
8
8
24

Pejagalan

24
5
69

Sumber : Laporan Kecamatan Penjaringan Tahun 2014


3. Kelompok Lansia (Lanjut Usia)
Kegiatan yang dikembangkan di kelompok usia lanjut antara lain :
a. Pemeriksan aktifitas sehari-hari.
b. Pemeriksaan status gizi, dengan penimbangan berat badan dan
pengukuran tinggi badan.
c. Pengukuran tekanan darah.
d. Pengukuran Hb, yang dilakukan setiap satu bulan sekali.
e. Olahraga, misalnya : Senam Sehat indonesia, Senam Jantung
Sehat.
Berikut tabel nama-nama Kelompok Lansia di wilayah Kecamatan Penjaringan:
Tabel 1.3.5.4 Kelompok Lansia di Wilayah Kecamatan Penjaringan
Tahun 2014
No

Kelurahan

Kel.

Poswindu

Panti Werda

Senam

27

Kamal Muara

Kapuk Muara

Pejagalan

Penjaringan

Pluit

Jumlah

Sumber : Laporan Bulanan Puskesmas Kecamatan Penjaringan Tahun 2014


4. Bina Kemitraan LSM
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mempunyai banyak potensi untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Di Kecamatan Penjaringan
mempunyai delapan LSM yang terkait.

Tabel 1.3.5.5 Data Perkembangan Kemitraan LSM di Bidang Kesehatan Kecamatan


Penjaringan Propinsi DKI Jakarta Tahun 2014
No

Kecamatan &
Kelurahan

Jumlah LSM
Ada

1.

Nama LSM

Bermitra
8

WFP,
Hellen

Kamal Muara

Budha

WFP,
Hellen

Kapuk Muara

Budha

Suci, Pengentasan,

sosial

Mercy, PKBI, Putri Penanggulangan Gikur,


8

WFP,
Hellen

Pejagalan

Mercy,

Budha

KP Ibu, HR dan IMS


Suci, Pengentasan,

sosial

Killer,APPI, Masyarakat, Tb Paru,


PKBI,

Mandiri, Aisyah
Penjaringan

KP Ibu, HR dan IMS

Killer,APPI, Masyarakat, Tb Paru,

Mandiri, Aisyah

4.

sosial

Mercy, PKBI, Putri Penanggulangan Gikur,

3.

Suci, Pengentasan,

Killer,APPI, masyarakat, Tb Paru,

Mandiri, Aisyah
2.

Bentuk

Putri Penanggulangan Gikur,


KP Ibu, HR dan IMS

WFP, Budha Suci, Pengentasan,


Hellen

sosial

Killer,APPI, Masyarakat, Tb Paru,

28

Mercy, PKBI, Putri Penanggulangan Gikur,


Mandiri, Aisyah
5.

WFP, Budha Suci, Pengentasan,


Hellen

Pluit

KP Ibu, HR dan IMS


sosial

Killer,APPI, Masyarakat, Tb Paru,

Mercy, PKBI, Putri Penanggulangan Gikur,


Mandiri, Aisyah

KP Ibu, HR dan IMS

Sumber : Laporan Kecamatan Penjaringan Tahun 2014


5. Kesehatan Jiwa dan NAPZA
Kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat melalui program kesehatan
jiwa (keswa) dan NAPZA yang dilakukan di Puskesmas Kecamatan
Penjaringan tahun 2014 antara lain Kegiatan Promosi Kesehatan sebagai
berikut :
a. Penyuluhan kesehatan khususnya NAPZA dan Jiwa, yaitu dengan
memberikan penyuluhan tentang bagaimana bahaya NAPZA, deteksi dini
penyalahgunaan NAPZA, penukaran jarum suntik dan penyuluhan tentang
hukum yang berkaitan dengan NAPZA.
b. Penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat, yaitu menginformasikan
kepada seluruh masyarakat tentang sepuluh perilaku hidup bersih dan
sehat yang meliputi pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, bayi
diberi ASI ekslusif, mempunyai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan, tidak
merokok di dalam rumah, melakukan aktivitas fisik setiap hari, makan
sayur dan buah setiap hari, ketersediaan air bersih, ketersediaan jamban
sehat, kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni, dan lantai rumah
bukan dari tanah.
6. RW Siaga
RW Siaga adalah RW yang penduduknya memiliki kesiapan sumber
daya, kemampuan dan kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalahmasalah kesehatan bencana, dan kegawatdaruratan / Kejadian Luar Biasa
(KLB) secara mandiri
Ciri-ciri RW Siaga adalah:
a. Mandiri dalam dana kesehatan (Tabulin, dana sehat).
b. Adanya poskesdes dan surveillance.

29

c. Memiliki safe community yang berfungsi dengan baik.


d. Adanya tokoh masyarakat yang peduli kesehatan.
e. Public Health Organization.
f. Perilaku hidup bersih dan sehat.
Tujuh aspek RW Siaga :
1.
2.
3.
4.
5.

Pos RW Siaga = PIK (Pusat Informasi dan Konsultasi) keluarga.


UKBM (donor darah siaga, transport siaga, posyandu, dll).
Surveilance berbasis masyarakat.
Sistem GADAR (Gawat Darurat).
Pembiayaan kesehatan = JPKM (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan

Masyarakat).
6. Lingkungan sehat.
7. PHBS.
Konsep Operasional RW Siaga :
a. Tiap RW memiliki satu buah pos (bisa pos/sekretariat RW) yang dapat
dimanfaatkan untuk pusat informasi kegiatan siaga di tingkat RW di
kelurahan siaga.
b. Memiliki satu orang pamong/toma sebagai penanggung jawab pos di RW
Siaga.
c. Memiliki satu orang tenaga kesehatan/bidan/perawat yang berperan
mengelola

kegiatan

promotif

dan

preventif

serta

mengkoordinir

pengelolaan informasi.
d. Memiliki dua orang kader yang membantu kegiatan di pos RW Siaga.
Kegiatan RW Siaga di Kecamatan Penjaringan sudah dilaksanakan di beberapa
daerah, yaitu:
Tabel 1.3.5.6 RW Siaga di Kecamatan Penjaringan Tahun 2014
No

Kecamatan

& Jumlah

Kelurahan

RW

Jumlah

RW siaga RW

RW siaga

dgn

siaga

forum

aktif

Jumlah
Kader

Jumlah dilatih
Toma

Kader

masy

30

Toma

1.

Kamal Muara

39

2.

Kapuk Muara

79

3.

Pejagalan

18

18

18

4.

Penjaringan

17

17

Pluit

19

Jumlah

67

49

134

17

249

68

49

569

Sumber : Laporan Bulanan Promosi Kesehatan Kecamatan Penjaringan Tahun 2014


7. Kader Kesehatan
Kader kesehatan merupakan tonggak dari keberhasilan program posyandu.
Kader kesehatan ini sangat dikenal dengan kader posyandu. Mereka berasal dari
masyarakat setempat dengan sukarela menjadi penghubung antara petugas kesehatan
dengan masyarakat. Kader posyandu juga merupakan kader PKK dan posyandu.
Jumlah kader aktif di Kecamatan Penjaringan tahun 2014 yaitu sebanyak 503 orang.
Tabel 1.3.5.7 Jumlah dan Perkembangan Kader Wilayah
Puskesmas Penjaringan Tahun 2014
No.

Puskesmas Kelurahan

Kader ada

Kader aktif

1.

39

38

2.

Kamal Muara
Kapuk Muara

79

64

3.

Pejagalan

134

126

4.
5.

249
214
Penjaringan
68
68
Pluit
Jumlah
569
503
(Sumber: Laporan Kecamatan Penjaringan Tahun 2014

Tabel 1.19 Cakupan Penyuluhan KIA di Wilayah Kecamatan Penjaringan pada


bulan Januari April 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung

Pencapaian
1

Kamal

Target
6

Persentase
(%)
116,67

Luar Gedung
Pencapaian
10

Target
5

Persentase
(%)
200

Muara

31

Kapuk

10

166,67

160

3
4
5

Muara
Pejagalan
Penjaringan
Pluit
Jumlah

8
10
7
42

6
6
6
30

133,33
166,67
116,67
140

6
11
6
41

5
5
5
25

120
220
120
164

32

Tabel 1.20 Cakupan Penyuluhan KB di Wilayah Kecamatan Penjaringan pada


bulan Januari April 2016
No

Dalam Gedung

Puskesmas
Pencapaian

1
2
3
4
5

Target

Persentase

Kamal

(%)
116,67

Muara
Kapuk

10

Muara
Pejagalan
Penjaringan
Pluit
Jumlah

8
13
7
45

6
6
6
30

Luar Gedung
Pencapaian

Target

Persentase

(%)
100

166,67

10

200

133,33
216,67
116,67
160

3
13
6
37

5
5
5
25

60
260
120
148

Table 1.21 Cakupan Penyuluhan Gizi di Wilayah Kecamatan Penjaringan pada


bulan Januari April 2016
Puskesms

Dalam Gedung

Luar Gedung

No

Pencapaian

Target

Persentase

Kamal

(%)
116,67

Muara
Kapuk

10

3
4

Muara
Pejagalan
Penjaringa

4
41

n
Pluit
Jumlah

3
65

Pencapaian

Target

Persentase

(%)
80

166,67

11

220

6
6

66,67
683,33

4
14

5
5

80
280

6
30

50
216,67

5
38

5
25

100
152

Tabel 1.22 Cakupan Penyuluhan Imunisasi di Wilayah Kecamatan Penjaringan


pada bulan Januari April 2016

33

No

Puskesmas

Kamal

Muara
Kapuk

Dalam Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
8
6
133,33

Luar Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
3
5
60

10

166,67

11

220

83,33

60

18
4
45

6
6
30

300
66,67
150

13
3
33

5
5
25

260
60
132

Muara
3

Pejagalan
Penjaringan
Pluit
Jumlah

4
5

Tabel 1.23 Cakupan Penyuluhan Diare di Wilayah Kecamatan Penjaringan pada


bulan Januari April 2016
Dalam Gedung
No

Puskesmas

Persentase

Pencapaian

Target
6

(%)
50

Luar Gedung
Persentase

Pencapaian

Target

(%)
20

Kamal

Muara
Kapuk

10

166,67

12

240

3
4

Muara
Pejagalan
Penjaringa

6
4

6
6

100
66,67

2
5

5
5

40
100

n
Pluit
Jumlah

3
26

6
30

50
86,67

2
22

5
25

40
88

Table 1.24 Cakupan Penyuluhan DBD di Wilayah Kecamatan Penjaringan pada


bulan Januari April 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Pencapaian

Target

Persentase Pencapaian

Luar Gedung
Target

Persentase

34

Kamal

(%)
133,33

(%)
100

Muara
Kapuk

12

200

12

240

50

120

66,67

40

83,33

40

32

30

106,67

27

25

108

Muara
3
4

Pejagalan
Penjaringa
n

Pluit
Jumlah

Tabel 1.25 Cakupan Penyuluhan AIDS di Wilayah Kecamatan Penjaringan pada


bulan Januari April 2016
Dalam Gedung
No

Puskesmas

Persentase

Pencapaian

Target
6

(%)
0

Luar Gedung
Persentase

Pencapaian

Target

(%)
0

Kamal

Muara
Kapuk

16,67

3
4

Muara
Pejagalan
Penjaringa

0
1

6
6

0
16,67

0
0

5
5

0
0

n
Pluit
Jumlah

0
2

6
30

0
6,67

0
0

5
25

0
0

Tabel 1.26 Cakupan Penyuluhan Hepatitis di Wilayah Kecamatan Penjaringan pada


bulan Januari April 2016
Dalam Gedung
No

Puskesmas
Pencapaian

Target

Persentase
(%)

Luar Gedung
Pencapaian

Target

Persentase
(%)

35

Kamal

Muara
Kapuk

100

50

3
4

Muara
Pejagalan
Penjaringa

1
2

2
2

50
100

0
1

2
2

0
50

n
Pluit
Jumlah

0
5

2
10

0
50

0
2

2
10

0
20

Tabel 1.27 Cakupan Penyuluhan ISPA di Wilayah Kecamatan Penjaringan pada


bulan Januari April 2016
Dalam Gedung
No

Puskesmas
Pencapaian

Target

Persentase

Luar Gedung
Persentase

Pencapaian

Target

(%)
0

Kamal

(%)
16,67

Muara
Kapuk

150

80

3
4

Muara
Pejagalan
Penjaringa

4
9

6
6

66,67
150

1
2

5
5

20
40

5
6

n
Pluit
Jumlah

1
24

6
30

16,67
80

0
7

5
25

0
28

Table 1.28 Cakupan Penyuluhan Rokok dan Narkotika/Obat Berbahaya di Wilayah


Kecamatan Penjaringan pada bulan Januari April 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Pencapaian

Kamal

Target
6

Persentase
(%)
0

Luar Gedung
Pencapaian
0

Target
5

Persentase
(%)
0

Muara

36

Kapuk

3
4
5

Muara
Pejagalan
Penjaringan
Pluit
Jumlah

0
1
0
2

6
6
6
30

0
0
0
6,67

0
1
0
1

5
5
5
25

0
0
0
4

Tabel 1.29 Cakupan Penyuluhan Keganasan/Kanker di Wilayah Kecamatan


Penjaringan pada bulan Januari April 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Pencapaian

Target

Persentase

Kamal

(%)
0

Muara
Kapuk

3
4
5
6

Muara
Pejagalan
Penjaringan
Pluit
Jumlah

2
2
2
6

3
3
3
15

Luar Gedung
Pencapaian

Target

Persentase

(%)
0

66,67
66,67
66,67
40

0
0
0
0

2
2
2
10

0
0
0
0

Tabel 1.30 Cakupan Penyuluhan Penyakit Degeneratif di Wilayah Kecamatan


Penjaringan pada bulan Januari April 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Pencapaian

Target

Persentase

Kamal

(%)
0

Muara
Kapuk

Luar Gedung
Pencapaian

Target

Persentase

(%)
0

50

Muara
3
Pejagalan
4
Penjaringan
5
Pluit

37

Jumlah

15

10

10

Tabel 1.31 Cakupan Penyuluhan Air dan Kesehatan Lingkungan di Wilayah


Kecamatan Penjaringan pada bulan Januari April 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Pencapaian

Target

Persentase

Kamal

(%)
16,67

Muara
Kapuk

1
1
0
3

3
4
5

Muara
Pejagalan
Penjaringan
Pluit
Jumlah

Luar Gedung
Pencapaian

Target

Persentase

(%)
0

80

6
6

16,67
16,67

0
2

5
5

0
40

6
30

0
10

0
6

5
25

0
24

38

Tabel 1.32 Cakupan Penyuluhan TBC di Wilayah Kecamatan Penjaringan pada


bulan Januari April 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Pencapaian

Target

Persentase

Kamal

(%)
66,67

Muara
Kapuk

11

5
11
1
32

3
4
5

Muara
Pejagalan
Penjaringan
Pluit
Jumlah

Luar Gedung
Pencapaian

Target

Persentase
(%)
0

183,33

160

6
6
6

83,33
183,33
16,67

0
0
1

5
5
5

0
0
20

30

106,67

25

36

Tabel 1.33 Cakupan Penyuluhan Kusta/Franbosa di Wilayah Kecamatan


Penjaringan pada bulan Januari April 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Pencapaian

Target

Luar Gedung

Persentase
(%)

Pencapaian

Target

Persentase
(%)

Kamal

50

Muara
Kapuk

50

50

50

10

20

10

20

Muara
3
4
5

Pejagalan
Penjaringan
Pluit
Jumlah

39

Tabel 1.34 Cakupan Penyuluhan Kesehatan Gigi Dan Mulut di Wilayah Kecamatan
Penjaringan pada bulan Januari April 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Pencapaian

Luar Gedung

Persentase

Target

(%)

Pencapaian

Target

Persentase
(%)

Kamal

80

Muara
Kapuk

80

25

20

25

160

50

20

18

25

72

20

20

Muara
3

Pejagalan

Penjaringan

Pluit
Jumlah

Tabel 1.35 Cakupan Penyuluhan Mata di Wilayah Kecamatan Penjaringan pada bulan
Januari April 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Pencapaian

Target

Luar Gedung

Persentase

Persentase

Pencapaian

Target

16,67

83,33

20

33,33

16,67

30

30

25

(%)

(%)

Kamal Muara
2
Kapuk Muara
3
4
5
6

Pejagalan
Penjaringan
Pluit
Jumlah

Tabel 1.36 Cakupan Penyuluhan Jiwa di Wilayah Kecamatan Penjaringan pada bulan
Januari April 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Pencapaian

Target

Luar Gedung

Persentase
(%)

Pencapaian

Target

Persentase
(%)

40

Kamal

40

80

150

20

40

25

25

25

36

20

40

Muara
2

Kapuk
Muara

3
Pejagalan
4
5

Penjaringan
Pluit
Jumlah

Tabel 1.37 Cakupan Penyuluhan Kesehatan Kerja di Wilayah Kecamatan Penjaringan


pada bulan Januari April 2016

No

Dalam Gedung
Puskesmas

1
2

Pencapaian

Target

Kamal Muara
Kapuk Muara

Luar Gedung
Persentase

Persentase

Pencapaian

Target

50

50

10

20

10

(%)

(%)

Pejagalan
4
5

Penjaringan
Pluit
Jumlah

Tabel 1.38 Cakupan Penyuluhan Kecacingan di Wilayah Kecamatan Penjaringan pada


bulan Januari April 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Pencapaian

Kamal

Target
3

Luar Gedung

Persentase
(%)
66,67

Pencapaian
1

Target
2

Persentase
(%)
50

Muara

41

Kapuk

10

333,33

12

600

33,33

66,67

50

33,33

16

15

106,67

14

10

140

Muara
3
4
5

Pejagalan
Penjaringan
Pluit
Jumlah

Tabel 1.39 Cakupan Penyuluhan PHBS di Wilayah Kecamatan Penjaringan pada bulan
Januari April 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Pencapaian

Target

Luar Gedung

Persentase
(%)

Pencapaian

Target

Persentase
(%)

Kamal

66,67

20

Muara
Kapuk

14

233,33

13

260

20

50

16,67

22

30

73,33

15

25

60

Muara
3
4
5

Pejagalan
Penjaringan
Pluit
Jumlah

42

Tabel 1.40 Cakupan Penyuluhan RW Siaga di Wilayah Kecamatan Penjaringan


pada bulan Januari April 2016

No

Puskesmas

Dalam Gedung
Pencapain

1
2
3
4
5

Kamal Muara
Kapuk Muara
Pejagalan
Penjaringan
Pluit
Jumlah

Luar Gedung

Persentase

Target

(%)

Pencapaian

Target

Persentase
(%)

50

50

10

20

10

Tabel 1.41 Cakupan Penyuluhan Lain-Lain di Wilayah Kecamatan Penjaringan


pada bulan Januari April 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Pencapaian

Target

Luar Gedung

Persentase
(%)

Pencapaian

Target

Persentase
(%)

Kamal

50

Muara
Kapuk

400

50

100

50

11

10

110

10

20

Muara
3
4
5

Pejagalan
Penjaringan
Pluit
Jumlah

Tabel 1.42 Cakupan RW Siaga di Kecamatan Penjaringan pada Januari


April 2016
No.

Kelurahan

Jumlah
RW

Jumlah
RW Siaga

Pencapaian

Target

1.

Kamal Muara

5,97%

3%

43

2.

Kapuk Muara

8,95%

3.

Pejagalan

18

18

26,86%

4.

Penjaringan

17

17

25,37%

5.

Pluit

19

5,97%

67

49

73,1%

Jumlah

(2)
8,95%
(6)
20,9%
(14)
19,4%
(13)
22,4%
(15)
59,7%

1.4 Identifikasi Masalah

Program promosi kesehatan mengenai penyuluhan kesehatan dasar di


Puskesmas Kecamatan Penjaringan periode Januari April 2016

yaitu

kegiatan saat di dalam maupun luar gedung puskesmas. Sasarannya terdapat


pada tokoh msyarakat maupun masyarakat umum.
Dari berbagai hasil pencapaian program promosi kesehatan mengenai
penyuluhan kesehatan dasar yang di evaluasi di Puskesmas Penjaringan
periode Januari April 2016 maka didapatkan identifikasi masalah sebagai
berikut:
1.
Frekuensi penyuluhan KIA dalam gedung di Puskesmas Sekecamatan
Penjaringan Januari April 2016 dengan jumlah pencapaian
2.

seluruhnya 42 kali
Frekuensi penyuluhan KIA luar gedung di Puskesmas Sekecamatan
Penjaringan Januari April 2016 dengan jumlah pencapaian

3.

seluruhnya 41 kali
Frekuensi penyuluhan KB dalam gedung di Puskesmas Sekecamatan
Penjaringan Januari April 2016 dengan jumlah pencapaian

4.

seluruhnya 45 kali
Frekuensi penyuluhan KB luar gedung di Puskesmas Kelurahan Kapuk

5.

Muara Januari April 2016 sebanyak 10 kali


Frekuensi penyuluhan KB luar gedung di Puskesmas Kelurahan

6.

Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 3 kali


Frekuensi penyuluhan KB luar gedung di Puskesmas Kecamatan

7.

Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 13 kali


Frekuensi penyuluhan KB luar gedung di Puskesmas Kelurahan Pluit
Januari April 2016 sebanyak 6 kali

44

8.

Frekuensi penyuluhan Gizi dalam gedung di Puskesmas Kelurahan

9.

Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 7 kali


Frekuensi penyuluhan Gizi dalam gedung di Puskesmas Kelurahan

10.

Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 10 kali


Frekuensi penyuluhan Gizi dalam gedung di Puskesmas Kelurahan

11.

Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 4 kali


Frekuensi penyuluhan Gizi dalam gedung di Puskesmas Kecamatan

12.

Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 41 kali


Frekuensi penyuluhan Gizi dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Pluit

13.

Januari April 2016 sebanyak 3 kali


Frekuensi penyuluhan Gizi luar gedung di Puskesmas Kelurahan Kamal

14.

Muara Januari April 2016 sebanyak 4 kali


Frekuensi penyuluhan Gizi luar gedung di Puskesmas Kelurahan Kapuk

15.

Muara Januari April 2016 sebanyak 11 kali


Frekuensi penyuluhan Gizi luar gedung di Puskesmas Kelurahan

16.

Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 4 kali


Frekuensi penyuluhan Gizi luar gedung di Puskesmas Kecamatan

17.

Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 14 kali


Frekuensi penyuluhan Imunisasi dalam gedung di Puskesmas Kelurahan

18.

Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 8 kali


Frekuensi penyuluhan Imunisasi dalam gedung di Puskesmas Kelurahan

19.

Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 10 kali


Frekuensi penyuluhan Imunisasi dalam gedung di Puskesmas Kelurahan

20.

Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 5 kali


Frekuensi penyuluhan Imunisasi dalam gedung di Puskesmas Kelurahan

21.

Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 18 kali


Frekuensi penyuluhan Imunisasi dalam gedung di Puskesmas Kelurahan

22.

Pluit Januari April 2016 sebanyak 4 kali


Frekuensi penyuluhan Imunisasi luar gedung di Puskesmas Kelurahan

23.

Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 3 kali


Frekuensi penyuluhan Imunisasi luar gedung di Puskesmas Kelurahan

24.

Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 11 kali


Frekuensi penyuluhan Imunisasi luar gedung di Puskesmas Kelurahan

25.

Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 3 kali


Frekuensi penyuluhan Imunisasi luar gedung di Puskesmas Kecamatan

26.

Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 13 kali


Frekuensi penyuluhan Imunisasi luar gedung di Puskesmas Kelurahan
Pluit Januari April 2016 sebanyak 3 kali

45

27.

Frekuensi penyuluhan Diare dalam gedung di Puskesmas Kelurahan

28.

Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 3 kali


Frekuensi penyuluhan Diare dalam gedung di Puskesmas Kelurahan

29.

Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 10 kali


Frekuensi penyuluhan Diare dalam gedung di Puskesmas Kecamatan

30.

Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 4 kali


Frekuensi penyuluhan Diare dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Pluit

31.

Januari April 2016 sebanyak 3 kali


Frekuensi penyuluhan Diare luar gedung di Puskesmas Kelurahan Kamal

32.

Muara Januari April 2016 sebanyak 1 kali


Frekuensi penyuluhan Diare luar gedung di Puskesmas Kelurahan Kapuk

33.

Muara Januari April 2016 sebanyak 12 kali


Frekuensi penyuluhan Diare luar gedung di Puskesmas Kelurahan

34.

Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 2 kali


Frekuensi penyuluhan Diare luar gedung di Puskesmas Kelurahan Pluit

35.

Januari April 2016 sebanyak 2 kali


Frekuensi penyuluhan DBD dalam gedung di Puskesmas Kecamatan

36.

Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 8 kali


Frekuensi penyuluhan DBD dalam gedung di Puskesmas Kelurahan

37.

Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 12 kali


Frekuensi penyuluhan DBD dalam gedung di Puskesmas Kelurahan

38.

Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 3 kali


Frekuensi penyuluhan DBD dalam gedung di Puskesmas Kecamatan

39.

Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 4 kali


Frekuensi penyuluhan DBD dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Pluit

40.

Januari April 2016 sebanyak 5 kali


Frekuensi penyuluhan DBD luar gedung di Puskesmas Kelurahan Kapuk

41.

Muara Januari April 2016 sebanyak 12 kali


Frekuensi penyuluhan DBD luar gedung di Puskesmas Kelurahan

42.

Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 6 kali


Frekuensi penyuluhan DBD luar gedung di Puskesmas Kecamatan

43.

Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 2 kali


Frekuensi penyuluhan DBD luar gedung di Puskesmas Kelurahan Pluit

44.

Januari April 2016 sebanyak 2 kali


Frekuensi penyuluhan AIDS dalam gedung di Puskesmas Sekecamatan
Penjaringan Januari April 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya
2 kali

46

45.

Frekuensi penyuluhan AIDS luar gedung di Puskesmas Sekecamatan


Penjaringan Januari April 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya

46.

0 kali
Frekuensi penyuluhan Hepatitis dalam gedung di Puskesmas Kecamatan

47.

Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 0 kali


Frekuensi penyuluhan Hepatitis dalam gedung di Puskesmas Kelurahan

48.

Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 1 kali


Frekuensi penyuluhan Hepatitis dalam gedung di Puskesmas Kelurahan

49.

Pluit Januari April 2016 sebanyak 0 kali


Frekuensi penyuluhan Hepatitis luar gedung di Puskesmas Sekecamatan
Penjaringan Januari April 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya

50.

2 kali
Frekuensi penyuluhan ISPA dalam gedung di Puskesmas Kecamatan

51.

Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 1 kali k


Frekuensi penyuluhan ISPA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan

52.

Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 9 kali


Frekuensi penyuluhan ISPA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan

53.

Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 4 kali


Frekuensi penyuluhan ISPA dalam gedung di Puskesmas Sekecamatan

54.

Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 9 kali


Frekuensi penyuluhan ISPA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Pluit

55.

Januari April 2016 sebanyak 1 kali


Frekuensi penyuluhan ISPA luar gedung di Puskesmas Sekecamatan
Penjaringan Januari April 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya

56.

7 kali
Frekuensi penyuluhan Rokok dan Narkotika dalam gedung di Puskesmas
Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 dengan jumlah

57.

pencapaian seluruhnya 2 kali


Frekuensi penyuluhan Rokok dan Narkotika luar gedung di Puskesmas
Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 dengan jumlah

58.

pencapaian seluruhnya 1 kali


Frekuensi penyuluhan Keganasan/kanker dalam gedung di Puskesmas
Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 dengan jumlah

59.

pencapaian seluruhnya 6 kali


Frekuensi penyuluhan Keganasan/kanker luar gedung di Puskesmas
Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 dengan jumlah
pencapaian seluruhnya 0 kali

47

60.

Frekuensi penyuluhan Penyakit Degeneratif dalam gedung di Puskesmas


Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 dengan jumlah

61.

pencapaian seluruhnya 0 kali


Frekuensi penyuluhan Penyakit Degeneratif luar gedung di Puskesmas
Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 dengan jumlah

62.

pencapaian seluruhnya 1 kali


Frekuensi penyuluhan Air dan Kesehatan Lingkungan dalam gedung di
Puskesmas Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 dengan

63.

jumlah pencapaian seluruhnya 3 kali


Frekuensi penyuluhan Air dan Kesehatan Lingkungan luar gedung di
Puskesmas Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 dengan

64.

jumlah pencapaian seluruhnya 6 kali


Frekuensi penyuluhan TBC dalam gedung di Puskesmas Kelurahan

65.

Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 4 kali


Frekuensi penyuluhan TBC dalam gedung di Puskesmas Kelurahan

66.

Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 11 kali


Frekuensi penyuluhan TBC dalam gedung di Puskesmas Kelurahan

67.

Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 5 kali


Frekuensi penyuluhan TBC dalam gedung di Puskesmas Kecamatan

68.

Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 11 kali


Frekuensi penyuluhan TBC dalam gedung di Puskesmas Kelurahan

69.

Pluit Januari April 2016 sebanyak 1 kali


Frekuensi penyuluhan TBC luar gedung di Puskesmas Kelurahan

70.

Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 0 kali


Frekuensi penyuluhan TBC luar gedung di Puskesmas

Kelurahan

71.

Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 8 kali


Frekuensi penyuluhan TBC luar gedung di Puskesmas

Kelurahan

72.

Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 0 kali


Frekuensi penyuluhan TBC luar gedung di Puskesmas

Kecamatan

73.

Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 0 kali


Frekuensi penyuluhan TBC luar gedung di Puskesmas Kelurahan Pluit

74.

Januari April 2016 sebanyak 1 kali


Frekuensi penyuluhan Kusta / Franbosia dalam gedung di Puskesmas
Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 dengan jumlah

75.

pencapaian seluruhnya 2 kali


Frekuensi penyuluhan Kusta / Franbosia luar gedung di Puskesmas
Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 dengan jumlah
pencapaian seluruhnya 2 kali

48

76.

Frekuensi penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut dalam gedung di

77.

Puskesmas Kelurahan Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 4 kali


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut dalam gedung di

78.

Puskesmas Kelurahan Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 4 kali


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut dalam gedung di

79.

Puskesmas Kelurahan Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 1 kali


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut dalam gedung di

80.

Puskesmas Kecamatan Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 8 kali


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut dalam gedung di

81.

Puskesmas Kelurahan Pluit Januari April 2016 sebanyak 1 kali


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut luar gedung di
Puskesmas Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 dengan

82.

jumlah pencapaian seluruhnya 4 kali


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Mata dalam gedung di Puskesmas
Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 dengan jumlah

83.

pencapaian seluruhnya 9 kali


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Mata luar

gedung

di Puskesmas

Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 dengan jumlah

84.

pencapaian seluruhnya 1 kali


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Jiwa dalam gedung di Puskesmas
Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 dengan jumlah

85.

pencapaian seluruhnya 9 kali


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Jiwa luar

86.

Kelurahan Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 0 kali


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Jiwa luar gedung di Puskesmas

87.

Kelurahan Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 6 kali


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Jiwa luar gedung di Puskesmas

88.

Kelurahan Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 0 kali


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Jiwa luar gedung di Puskesmas

89.

Kecamatan Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 1 kali


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Jiwa luar gedung di Puskesmas

90.

Kelurahan Pluit Januari April 2016 sebanyak 1 kali


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Kerja dalam gedung di Puskesmas

gedung

di Puskesmas

Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 dengan jumlah

91.

pencapaian seluruhnya 2 kali


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Kerja luar

gedung

di Puskesmas

Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 dengan jumlah


pencapaian seluruhnya 0 kali

49

92.

Frekuensi penyuluhan Kecacingan dalam gedung di Puskesmas

93.

Kelurahan Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 2 kali


Frekuensi penyuluhan Kecacingan dalam gedung
di Puskesmas

94.

Kelurahan Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 10 kali


Frekuensi penyuluhan Kecacingan dalam gedung
di Puskesmas

95.

Kelurahan Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 1 kali


Frekuensi penyuluhan Kecacingan dalam gedung
di Puskesmas

96.

Kecamatan Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 2 kali


Frekuensi penyuluhan Kecacingan dalam gedung
di Puskesmas

97.

Kelurahan Pluit Januari April 2016 sebanyak 1 kali


Frekuensi penyuluhan Kecacingan luar
gedung

98.

Kelurahan Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 1 kali


Frekuensi penyuluhan Kecacingan luar gedung di Puskesmas Kelurahan

99.

Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 12 kali


Frekuensi penyuluhan Kecacingan luar gedung di Puskesmas Kelurahan

Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 0 kali


100. Frekuensi penyuluhan Kecacingan luar gedung

di Puskesmas

di Puskesmas

Kecamatan Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 1 kali


101. Frekuensi penyuluhan Kecacingan luar gedung di Puskesmas Kelurahan
Pluit Januari April 2016 sebanyak 0 kali
102. Frekuensi penyuluhan PHBS dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 4 kali
103. Frekuensi penyuluhan PHBS dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 14 kali
104. Frekuensi penyuluhan PHBS dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 0 kali
105. Frekuensi penyuluhan PHBS dalam gedung di Puskesmas Kecamatan
Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 3 kali
106. Frekuensi penyuluhan PHBS dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Pluit Januari April 2016 sebanyak 1 kali
107. Frekuensi penyuluhan PHBS luar gedung di Puskesmas Kelurahan
Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 1 kali
108. Frekuensi penyuluhan PHBS luar gedung di Puskesmas Kelurahan
Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 13 kali
109. Frekuensi penyuluhan PHBS luar gedung di Puskesmas Kelurahan
Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 1 kali
110. Frekuensi penyuluhan PHBS luar gedung di Puskesmas Kecamatan
Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 0 kali

50

111. Frekuensi penyuluhan PHBS luar gedung di Puskesmas Kelurahan Pluit


Januari April 2016 sebanyak 0 kali
112. Frekuensi penyuluhan RW Siaga dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Kamal Muara Januari April 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya
2 kali
113. Frekuensi penyuluhan RW Siaga luar gedung di Puskesmas Kelurahan
Kamal Muara Januari April 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya
0 kali
114. Frekuensi penyuluhan Lain-lain dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 1 kali
115. Frekuensi penyuluhan Lain-lain dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 8 kali
116. Frekuensi penyuluhan Lain-lain dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 0 kali
117. Frekuensi penyuluhan Lain-lain dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Pluit Januari April 2016 sebanyak 0 kali
118. Frekuensi penyuluhan Lain-lain luar gedung di Puskesmas Sekecamatan
Penjaringan Januari April 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya 2
kali
119. Cakupan jumlah RW Siaga di Kelurahan Kamal Muara Januari April
2016 sejumlah 5,97%
120. Cakupan jumlah RW Siaga di Kelurahan Pejagalan Januari April 2016
sejumlah 26,86%
121. Cakupan jumlah RW Siaga di Kelurahan Penjaringan Januari April
2016 sejumlah 25,37%
122. Cakupan jumlah RW Siaga di Kelurahan Pluit Januari April 2016
sejumlah 5,97%
1.5 Rumusan Masalah
Setelah didapatkan identifikasi masalah dari program promosi kesehatan
mengenai penyuluhan kesehatan dasar di Puskesmas Kecamatan Penjaringan
maka dengan cara menghitung dan membandingkan nilai kesenjangan antara
apa yang diharapkan (expected) dengan apa yang telah terjadi (observed).
Selanjutnya dilakukan perumusan masalah untuk membuat perencanaan yang
baik sehingga masalah yang ada dapat diselesaikan. Rumusan masalah meliputi
4 W 1 H (What, Where, When, Whose, How much) Rumusan masalah dari
program dasar Puskesmas adalah sebagai berikut :

51

1. Frekuensi penyuluhan KIA dalam gedung di Puskesmas Sekecamatan


Penjaringan Januari April 2016 lebih dari target dengan jumlah
2.

pencapaian seluruhnya 42 dari jumlah target seluruhnya 30.


Frekuensi penyuluhan KIA luar gedung di Puskesmas Sekecamatan
Penjaringan Januari April 2016 lebih dari target dengan jumlah

3.

pencapaian seluruhnya 41 dari jumlah target seluruhnya 25.


Frekuensi penyuluhan KB dalam gedung di Puskesmas Sekecamatan
Penjaringan Januari April 2016 lebih dari target dengan jumlah

4.

pencapaian seluruhnya 45 dari jumlah target seluruhnya 30.


Frekuensi penyuluhan KB luar gedung di Puskesmas Kelurahan Kapuk
Muara Januari April 2016 sebanyak 10 kali lebih dari target sebanyak 5

5.

kali
Frekuensi penyuluhan KB luar gedung di Puskesmas Kelurahan
Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 3 kali kurang dari target

6.

sebanyak 5 kali
Frekuensi penyuluhan KB luar gedung di Puskesmas Kecamatan
Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 13 kali lebih dari target

7.

sebanyak 5 kali
Frekuensi penyuluhan KB luar gedung di Puskesmas Kelurahan Pluit

8.

Januari April 2016 sebanyak 6 kali lebih dari target sebanyak 5 kali
Frekuensi penyuluhan Gizi dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 7 kali lebih dari target

9.

sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan Gizi dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 10 kali lebih dari target

10.

sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan Gizi dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 4 kali kurang dari target

11.

sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan Gizi dalam gedung di Puskesmas Kecamatan
Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 41 kali lebih dari target

12.

sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan Gizi dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Pluit

13.

Januari April 2016 sebanyak 3 kali kurang dari target sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan Gizi luar gedung di Puskesmas Kelurahan Kamal
Muara Januari April 2016 sebanyak 4 kali kurang dari target sebanyak
5 kali

52

14.

Frekuensi penyuluhan Gizi luar gedung di Puskesmas Kelurahan Kapuk


Muara Januari April 2016 sebanyak 11 kali lebih dari target sebanyak 5

15.

kali
Frekuensi penyuluhan Gizi luar gedung di Puskesmas Kelurahan
Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 4 kali kurang dari target

16.

sebanyak 5 kali
Frekuensi penyuluhan Gizi luar gedung di Puskesmas Kecamatan
Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 14 kali lebih dari target

17.

sebanyak 5 kali
Frekuensi penyuluhan Imunisasi dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 8 kali lebih dari target

18.

sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan Imunisasi dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 10 kali lebih dari target

19.

sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan Imunisasi dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 5 kali kurang dari target

20.

sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan Imunisasi dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 18 kali lebih dari target

21.

sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan Imunisasi dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Pluit Januari April 2016 sebanyak 4 kali kurang dari target sebanyak 6

22.

kali
Frekuensi penyuluhan Imunisasi luar gedung di Puskesmas Kelurahan
Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 3 kali kurang dari target

23.

sebanyak 5 kali
Frekuensi penyuluhan Imunisasi luar gedung di Puskesmas Kelurahan
Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 11 kali lebih dari target

24.

sebanyak 5 kali
Frekuensi penyuluhan Imunisasi luar gedung di Puskesmas Kelurahan
Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 3 kali kurang dari target

25.

sebanyak 5 kali
Frekuensi penyuluhan Imunisasi luar gedung di Puskesmas Kecamatan
Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 13 kali lebih dari target
sebanyak 5 kali

53

26.

Frekuensi penyuluhan Imunisasi luar gedung di Puskesmas Kelurahan


Pluit Januari April 2016 sebanyak 3 kali kurang dari target sebanyak 5

27.

kali
Frekuensi penyuluhan Diare dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 3 kali kurang dari target

28.

sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan Diare dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 10 kali lebih dari target

29.

sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan Diare dalam gedung di Puskesmas Kecamatan
Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 4 kali kurang dari target

30.

sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan Diare dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Pluit

31.

Januari April 2016 sebanyak 3 kali kurang dari target sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan Diare luar gedung di Puskesmas Kelurahan Kamal
Muara Januari April 2016 sebanyak 1 kali kurang dari target sebanyak

32.

5 kali
Frekuensi penyuluhan Diare luar gedung di Puskesmas Kelurahan Kapuk
Muara Januari April 2016 sebanyak 12 kali lebih dari target sebanyak 5

33.

kali
Frekuensi penyuluhan Diare luar gedung di Puskesmas Kelurahan
Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 2 kali kurang dari target

34.

sebanyak 5 kali
Frekuensi penyuluhan Diare luar gedung di Puskesmas Kelurahan Pluit

35.

Januari April 2016 sebanyak 2 kali kurang dari target sebanyak 5 kali
Frekuensi penyuluhan DBD dalam gedung di Puskesmas Kecamatan
Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 8 kali lebih dari target

36.

sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan DBD dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 12 kali lebih dari target

37.

sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan DBD dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 3 kali kurang dari target

38.

sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan DBD dalam gedung di Puskesmas Kecamatan
Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 4 kali kurang dari target
sebanyak 6 kali

54

39.

Frekuensi penyuluhan DBD dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Pluit

40.

Januari April 2016 sebanyak 5 kali kurang dari target sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan DBD luar gedung di Puskesmas Kelurahan Kapuk
Muara Januari April 2016 sebanyak 12 kali lebih dari target sebanyak 5

41.

kali
Frekuensi penyuluhan DBD luar gedung di Puskesmas Kelurahan
Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 6 kali lebih dari target sebanyak

42.

5 kali
Frekuensi penyuluhan DBD luar gedung di Puskesmas Kecamatan
Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 2 kali kurang dari target

43.

sebanyak 5 kali
Frekuensi penyuluhan DBD luar gedung di Puskesmas Kelurahan Pluit

44.

Januari April 2016 sebanyak 2 kali kurang dari target sebanyak 5 kali
Frekuensi penyuluhan AIDS dalam gedung di Puskesmas Sekecamatan
Penjaringan Januari April 2016 kurang dari target dengan jumlah

45.

pencapaian seluruhnya 2 dari jumlah target seluruhnya 30.


Frekuensi penyuluhan AIDS luar gedung di Puskesmas Sekecamatan
Penjaringan Januari April 2016 kurang dari target dengan jumlah

46.

pencapaian seluruhnya 0 dari jumlah target seluruhnya 25.


Frekuensi penyuluhan Hepatitis dalam gedung di Puskesmas Kecamatan
Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 0 kali kurang dari target

47.

sebanyak 2 kali
Frekuensi penyuluhan Hepatitis dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 1 kali kurang dari target

48.

sebanyak 2 kali
Frekuensi penyuluhan Hepatitis dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Pluit Januari April 2016 sebanyak 0 kali kurang dari target sebanyak 2

49.

kali
Frekuensi penyuluhan Hepatitis luar gedung di Puskesmas Sekecamatan
Penjaringan Januari April 2016 kurang dari target dengan jumlah

50.

pencapaian seluruhnya 2 dari jumlah target seluruhnya 10.


Frekuensi penyuluhan ISPA dalam gedung di Puskesmas Kecamatan
Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 1 kali kurang dari target

51.

sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan ISPA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 9 kali lebih dari target
sebanyak 6 kali

55

52.

Frekuensi penyuluhan ISPA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan


Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 4 kali kurang dari target

53.

sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan ISPA dalam gedung di Puskesmas Sekecamatan
Penjaringan Januari April 2016 sebanyak

9 kali lebih dari target

54.

sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan ISPA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Pluit

55.

Januari April 2016 sebanyak 1 kali kurang dari target sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan ISPA luar gedung di Puskesmas Sekecamatan
Penjaringan Januari April 2016 kurang dari target dengan jumlah

56.

pencapaian seluruhnya 7 dari jumlah target seluruhnya 25.


Frekuensi penyuluhan Rokok dan Narkotika dalam gedung di Puskesmas
Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 kurang dari target dengan

57.

jumlah pencapaian seluruhnya 2 dari jumlah target seluruhnya 30.


Frekuensi penyuluhan Rokok dan Narkotika luar gedung di Puskesmas
Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 kurang dari target dengan

58.

jumlah pencapaian seluruhnya 1 dari jumlah target seluruhnya 25.


Frekuensi penyuluhan Keganasan/kanker dalam gedung di Puskesmas
Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 kurang dari target dengan

59.

jumlah pencapaian seluruhnya 6 dari jumlah target seluruhnya 15.


Frekuensi penyuluhan Keganasan/kanker luar gedung di Puskesmas
Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 kurang dari target dengan

60.

jumlah pencapaian seluruhnya 0 dari jumlah target seluruhnya 10.


Frekuensi penyuluhan Penyakit Degeneratif dalam gedung di Puskesmas
Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 kurang dari target dengan

61.

jumlah pencapaian seluruhnya 0 dari jumlah target seluruhnya 15.


Frekuensi penyuluhan Penyakit Degeneratif luar gedung di Puskesmas
Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 kurang dari target dengan

62.

jumlah pencapaian seluruhnya 1 dari jumlah target seluruhnya 10.


Frekuensi penyuluhan Air dan Kesehatan Lingkungan dalam gedung di
Puskesmas Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 kurang dari
target dengan jumlah pencapaian seluruhnya 3 dari jumlah target

63.

seluruhnya 30.
Frekuensi penyuluhan Air dan Kesehatan Lingkungan luar gedung di
Puskesmas Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 kurang dari
target dengan jumlah pencapaian seluruhnya 6 dari jumlah target
seluruhnya 25.

56

64.

Frekuensi penyuluhan TBC dalam gedung di Puskesmas Kelurahan


Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 4 kali kurang dari target

65.

sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan TBC dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 11 kali lebih dari target

66.

sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan TBC dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 5 kali kurang dari target

67.

sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan TBC dalam gedung di Puskesmas Kecamatan
Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 11 kali lebih dari target

68.

sebanyak 6 kali
Frekuensi penyuluhan TBC dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Pluit Januari April 2016 sebanyak 1 kali kurang dari target sebanyak 6

69.

kali
Frekuensi penyuluhan TBC luar gedung di Puskesmas Kelurahan
Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 0 kali kurang dari target

70.

sebanyak 5 kali
Frekuensi penyuluhan TBC

luar gedung

di Puskesmas

Kelurahan

Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 8 kali lebih dari target
71.

sebanyak 5 kali
Frekuensi penyuluhan TBC

luar gedung

di Puskesmas

Kelurahan

Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 0 kali kurang dari target


72.

sebanyak 5 kali
Frekuensi penyuluhan TBC luar gedung

di Puskesmas

Kecamatan

Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 0 kali kurang dari target


73.

sebanyak 5 kali
Frekuensi penyuluhan TBC luar gedung di Puskesmas Kelurahan Pluit

74.

Januari April 2016 sebanyak 1 kali kurang dari target sebanyak 5 kali
Frekuensi penyuluhan Kusta / Franbosia dalam gedung di Puskesmas
Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 kurang dari target dengan

75.

jumlah pencapaian seluruhnya 2 dari jumlah target seluruhnya 10.


Frekuensi penyuluhan Kusta / Franbosia luar gedung di Puskesmas
Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 kurang dari target dengan

76.

jumlah pencapaian seluruhnya 2 dari jumlah target seluruhnya 10.


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut dalam gedung di
Puskesmas Kelurahan Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 4 kali
kurang dari target sebanyak 5 kali

57

77.

Frekuensi penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut dalam gedung di


Puskesmas Kelurahan Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 4 kali

78.

kurang dari target sebanyak 5 kali


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut dalam gedung di
Puskesmas Kelurahan Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 1 kali

79.

kurang dari target sebanyak 5 kali


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut dalam gedung di
Puskesmas Kecamatan Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 8 kali

80.

lebih dari target sebanyak 5 kali


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut dalam gedung di
Puskesmas Kelurahan Pluit Januari April 2016 sebanyak 1 kali kurang

81.

dari target sebanyak 5 kali


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut luar gedung di
Puskesmas Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 kurang dari
target dengan jumlah pencapaian seluruhnya 4 dari jumlah target

82.

seluruhnya 20.
Frekuensi penyuluhan Kesehatan Mata dalam gedung di Puskesmas
Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 kurang dari target dengan

83.

jumlah pencapaian seluruhnya 9 dari jumlah target seluruhnya 30.


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Mata luar gedung di Puskesmas
Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 kurang dari target dengan

84.

jumlah pencapaian seluruhnya 1 dari jumlah target seluruhnya 25.


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Jiwa dalam gedung di Puskesmas
Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 kurang dari target dengan

85.

jumlah pencapaian seluruhnya 9 dari jumlah target seluruhnya 25.


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Jiwa luar gedung di Puskesmas
Kelurahan Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 0 kali kurang

86.

dari target sebanyak 4 kali


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Jiwa luar gedung

di Puskesmas

Kelurahan Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 6 kali lebih dari
87.

target sebanyak 4 kali


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Jiwa luar gedung

di Puskesmas

Kelurahan Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 0 kali kurang dari


88.

target sebanyak 4 kali


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Jiwa luar gedung

di Puskesmas

Kecamatan Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 1 kali kurang dari


target sebanyak 4 kali

58

89.

Frekuensi penyuluhan Kesehatan Jiwa luar gedung

di Puskesmas

Kelurahan Pluit Januari April 2016 sebanyak 1 kali kurang dari target
90.

sebanyak 4 kali
Frekuensi penyuluhan Kesehatan Kerja dalam gedung di Puskesmas
Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 kurang dari target dengan

91.

jumlah pencapaian seluruhnya 2 dari jumlah target seluruhnya 10.


Frekuensi penyuluhan Kesehatan Kerja luar gedung di Puskesmas
Sekecamatan Penjaringan Januari April 2016 kurang dari target dengan

92.

jumlah pencapaian seluruhnya 0 dari jumlah target seluruhnya 10.


Frekuensi penyuluhan Kecacingan dalam gedung di Puskesmas
Kelurahan Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 2 kali kurang

93.

dari target sebanyak 3 kali


Frekuensi penyuluhan Kecacingan dalam gedung

di Puskesmas

Kelurahan Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 10 kali lebih dari
94.

target sebanyak 3 kali


Frekuensi penyuluhan Kecacingan dalam gedung

di Puskesmas

Kelurahan Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 1 kali kurang dari


95.

target sebanyak 3 kali


Frekuensi penyuluhan Kecacingan dalam gedung

di Puskesmas

Kecamatan Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 2 kali kurang dari


96.

target sebanyak 3 kali


Frekuensi penyuluhan Kecacingan dalam gedung

di Puskesmas

Kelurahan Pluit Januari April 2016 sebanyak 1 kali kurang dari target
97.

sebanyak 3 kali
Frekuensi penyuluhan Kecacingan luar

gedung

di Puskesmas

Kelurahan Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 1 kali kurang


98.

dari target sebanyak 2 kali


Frekuensi penyuluhan Kecacingan luar gedung di Puskesmas Kelurahan
Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 12 kali lebih dari target

99.

sebanyak 2 kali
Frekuensi penyuluhan Kecacingan luar gedung di Puskesmas Kelurahan
Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 0 kali kurang dari target

sebanyak 2 kali
100. Frekuensi penyuluhan Kecacingan luar gedung

di Puskesmas

Kecamatan Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 1 kali kurang dari


target sebanyak 2 kali

59

101. Frekuensi penyuluhan Kecacingan luar gedung di Puskesmas Kelurahan


Pluit Januari April 2016 sebanyak 0 kali kurang dari target sebanyak 2
kali
102. Frekuensi penyuluhan PHBS dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 4 kali kurang dari target
sebanyak 6 kali
103. Frekuensi penyuluhan PHBS dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 14 kali lebih dari target
sebanyak 6 kali
104. Frekuensi penyuluhan PHBS dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 0 kali kurang dari target
sebanyak 6 kali
105. Frekuensi penyuluhan PHBS dalam gedung di Puskesmas Kecamatan
Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 3 kali kurang dari target
sebanyak 6 kali
106. Frekuensi penyuluhan PHBS dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Pluit Januari April 2016 sebanyak 1 kali kurang dari target sebanyak 12
kali
107. Frekuensi penyuluhan PHBS luar gedung di Puskesmas Kelurahan
Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 1 kali kurang dari target
sebanyak 5 kali
108. Frekuensi penyuluhan PHBS luar gedung di Puskesmas Kelurahan
Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 13 kali lebih dari target
sebanyak 5 kali
109. Frekuensi penyuluhan PHBS luar gedung di Puskesmas Kelurahan
Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 1 kali kurang dari target
sebanyak 5 kali
110. Frekuensi penyuluhan PHBS luar gedung di Puskesmas Kecamatan
Penjaringan Januari April 2016 sebanyak 0 kali kurang dari target
sebanyak 5 kali
111. Frekuensi penyuluhan PHBS luar gedung di Puskesmas Kelurahan Pluit
Januari April 2016 sebanyak 0 kali kurang dari target sebanyak 5 kali
112. Frekuensi penyuluhan RW Siaga dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Kamal Muara Januari April 2016 kurang dari target dengan jumlah
pencapaian seluruhnya 2 dari jumlah target seluruhnya 10.
113. Frekuensi penyuluhan RW Siaga luar gedung di Puskesmas Kelurahan
Kamal Muara Januari April 2016 kurang dari target dengan jumlah
pencapaian seluruhnya 0 dari jumlah target seluruhnya 10.

60

114. Frekuensi penyuluhan Lain-lain dalam gedung di Puskesmas Kelurahan


Kamal Muara Januari April 2016 sebanyak 1 kali kurang dari target
sebanyak 2 kali
115. Frekuensi penyuluhan Lain-lain dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Kapuk Muara Januari April 2016 sebanyak 8 kali lebih dari target
sebanyak 2 kali
116. Frekuensi penyuluhan Lain-lain dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Pejagalan Januari April 2016 sebanyak 0 kali kurang dari target
sebanyak 2 kali
117. Frekuensi penyuluhan Lain-lain dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Pluit Januari April 2016 sebanyak 0 kali kurang dari target sebanyak 2
kali
118. Frekuensi penyuluhan Lain-lain luar gedung di Puskesmas Sekecamatan
Penjaringan Januari April 2016 kurang dari target dengan jumlah
pencapaian seluruhnya 2 dari jumlah target seluruhnya 10.
119. Cakupan jumlah RW Siaga di Kelurahan Kamal Muara Januari April
2016 sejumlah 5,97% lebih dari target yaitu 3%.
120. Cakupan jumlah RW Siaga di Kelurahan Pejagalan Januari April 2016
sejumlah 26,86% lebih dari target yaitu 20,9%.
121. Cakupan jumlah RW Siaga di Kelurahan Penjaringan Januari April
2016 sejumlah 25,37% lebih dari target yaitu 19,4%.
122. Cakupan jumlah RW Siaga di Kelurahan Pluit Januari April 2016
sejumlah 5,97% kurang dari target yaitu 22,4%.

61