Anda di halaman 1dari 3

BAB III

ASPEK PERTIMBANGAN RENCANA PENAMBANGAN


3.1 GAMBARAN UMUM DAERAH PENAMBANGAN
Topografi daerah eksploitasi sebagian besar merupakan daerah perbukitan
yang bergelombang sedang hingga terjal dengan kemiringan lereng 3 20 %,
ketinggian morfologi daerah penyelidikan berkisar antara
m dari atas
permukaan laut. Vegetasi pada daerah penambangan sebagian besar terdiri dari
tumbuhan hutan tropis yang heterogen, lainnya terdiri dari alang alang dan
semak belukar. Keadaan suhu di daerah kegiatan penambangan ummnya tidak
begtu bervariasi berkisar antara 22.8 C hingga 36.2 C. secara litologi, penyebaran
batuan di daearah penambangan terdiri dari pada bagian atas ( lapisan tanah
penutup ) didominasi oleh batu pasir, selain itu terdapat batuan lain sperti batu
lanau, pada lapisan batubara penyebaran didominasi oleh endapan batubara, yang
tersingkap dipermukaan dengan kemiringan antara 2 6 derajat dengan ketebalan
antara 4 5 meter.
3.1.1 LOKASI DAN BENTUK PERMUKAAN
Secara Administratif daerah rencana penambangan termasuk dalam
wilayah Manokwari Utara , Distrik Nuni, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua
Barat. Lokasi eksploitasi yang dimohon seluas . Ha terletak kurang lebih 21.84
Km dari Pusat Kota Manokwari.

Gambar 1.1 Peta Lokasi Daerah Penyelidikan


( sumber : Hasil Olahan Google Earth )
Secara Geografis Daerah Eksploitasi terletak pada koordinat
13354'18,01'' Bujur Timur dan 0043'41,53'' Lintang Selatan, Sedangkan Secara

administratif wilayah Kampung Inyei memiliki batas-batas wilayah sebagai


berikut:
-

Sebelah barat berbatasan dengan Kampung Mubri-Wariori


Sebelah timur berbatasan dengan Kampung Mandopi-Rimon
Sebelah Utara berbatasan dengan Lautan Pasifik

- Sebelah Selatan berbatasan dengan lereng gunung SP 5


Bentuk

Permukaan

pada

daerah

ekploitasi

secara

umum

mempunyai kenampakan daerah perbukitan dam kemiringan lereng 3


20 %

3.2 ASPEK TENAGA KERJA


Pada umumnya pelaksanaan operasi penambangan batubara dapat
menggunakan 2 ( dua ) alternative pola kerja yang akan di kaji, yaitu :
1. Seluruh Kegiatan Penambangan dikerjakan sendiri ( alternative pola kerja
I)
2. Seluruh Kegiatan Operasi Penambangan dikontrakkan ( alternated pola
kerja II )
Pelaksanaan operasi penambangan batubara pada PT. Wast Papua Coal
hanya menggunakan alternative pola kerja I, yaitu seluruh kegiatan
penambangan dikerjakan sendiri oleh perusahaan. Pada alternative pola kerja
ini kegiatan pengupasan tanah pucuk , penambangan batubara hingga
reklamasi dikerjakan sendiri.
3.2.1 ANALISA TENAGA KERJA
Penentuan jumlah tenaga kerja untuk pola kerja I , didasarkan pada
pertimbangan :
1. alokasi personil manajemen, sekretaris, dan kepala devisi untuk
menangani jadwal kerja dan tugas di tiap bidang.
2. Kepala sub bagian yang berada dibawah kepala devisi dialokasikan agar
pelaksanaan kegiatan lebih terperinci dan dapat dilaksanakan dengan baik.
3. Staf masing masing devisi yang ada dialokasikan denga tugas masing
masing devisi.
4. Personil operator yang dimaksudkan agar pengoperasian peralatan dapat
lebih baik , tepat dan efisien sedangkan petugas umum seperti cleanibg
service, pantry, satpam, dan petugas yang dialokasikan sesuai dengan
pekerjaaan.
3.2.2 STRUKTUR ORGANISASI

Pelaksanaan kegiatan penambangan akan dirancang secara sederhana


dengan komando dari manajer tambang akan diteruskan ke tiap tiap devisi dan
tiap tiap devisi memiliki kewenangan untuk menjamin kelancaran
penambangan baik secara teknis maupun non teknis.
Rekomendasi yang ditindak lanjuti mengenai pengorganisasian pada PT.
West Papua Coal yaitu :
1. Perusahaan tambang akan dipimpin oleh seorang manajer tambang
( Mine Manager )
2. Organisasi di PT West Papua Coal terdiri dari 4 devisi yaitu : devisi
Perencanaan dan Eksplorasi, Devisi Operasi Tambang, Devisi
Administrasi dan Keuangan, dan Devisi K3 dan Lingkungan.
Organisasi penambangan batubara PT west Papua Coal di desa Inyei akan
dipimpin oleh seorang manajer tambang atau Kepala teknik tambang
merupakan pimpinan tertinggi di lokasi penambangan PT west papua coal,
yang membawahi 4 devisi organisasi yaitu :
1.
2.
3.
4.

Devisi Perencanaan dan Eksplorasi


Devisi operasi tambang
Devisi Administrasi dan Keuangan
Devisi K3 dan Lingkungan.

Setiap devisi akan didukung oleh beberapa staf yang memiliki keahlian di
bidangnya masing masing untuk kelancaran pekerjaan pada masing
masing devisi tersebut. Struktur organisasi alternative pola kerja I dapat
dilihat pada gambar 1.2 .
http://www.slideshare.net/AdhityaHenrika/st
ruktur-organisasi-dan-tenaga-kerja-di-pertambangan-14993169

Anda mungkin juga menyukai