Anda di halaman 1dari 1

Waltz of History

Inikah akhir cerita dari lembaran pada hari ini. Waktu terlalu cepat untuknya. Dirinya yang
kini berjalan melewati pasir-pasir, kemudian bebatuan kecil, dan akhirnya tiba di depan
rumahnya. Mencuci kakinya yang berpasir terlebih dahulu dengan air keran disebelah
rumahnya sebelum masuk. Tik-tok, tik-tok, suara jam tua terdengar. Waktu menunjukkan
pukul 12.00 malam. Lelah adalah kata terakhir yang berada di dalam kepalanya. Namun
wajahnya tidak menunjukkan hal tersebut. Perlahan dari ruang tamu, menuju lorong, dan
akhirnya tiba di pintu kamarnya. Ia menyenderkan kepalanya dan berkotemplasi tentang masa
lalunya di kamar tersebut bersama dengan ibunya. Biasanya sebelum angin malam
berkeliaran di dalam kamarnya, ibunya sudah menutupi jendela kamarnya. Ibunya juga sering
membaca buku anak-anak sambil menyanyikan lagu tidur untuknya. Mata berwarna biru
langit, rambut hitam seperti tinta, dan suara yang merdu merupakan warisan yang diberikan
untuk anaknya. Ia tersenyum sejenak, bahagia dan sedih pada saat bersamaan memang tidak
mengenakkan. Namun, semuanya telah berubah. Sosok seorang ibu yang selalu berada
disampingnya telah tiada. Pada saat anaknya menginjak 12 tahun, ibunya tidak pernah
kembali ke rumahnya. Tidak ada satupun surat yang ia terima dari ibunya. Semua penduduk
di sekitar tempat tinggal mereka pun tidak tau apa kemana ibunya pergi. Ia sangat bingung
pada awalnya dan tentu saja kebingungan itu bercampur dengan ketakutan. Akan tetapi,
seorang pria; Paman dari ibunya merawat ia sampai berumur 14 tahun.