Anda di halaman 1dari 16

JURNAL NOMINAL / VOLUME IV NOMOR 2 / TAHUN 2015

PENGARUH KEEFEKTIFAN PENGENDALIAN INTERNAL, KETAATAN


ATURAN AKUNTANSI DAN KESESUAIAN KOMPENSASI TERHADAP
KECENDERUNGAN KECURANGAN AKUNTANSI DENGAN PERILAKU TIDAK
ETIS SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
Prekanida Farizqa Shintadevi
Alumni Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta
farizqashinta@yahoo.com
Abstrak: Pengaruh Keefektifan Pengendalian Internal, Ketaatan Aturan Akuntansi dan
Kesesuaian Kompensasi Terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi Dengan Perilaku
Tidak Etis Sebagai Variabel Intervening.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh: 1)
Keefektifan Pengendalian Internal terhadap Perilaku Tidak Etis; 2) Ketaatan Aturan Akuntansi
terhadap Perilaku Tidak; 3) Kesesuaian Kompensasi terhadap Perilaku Tidak Etis; 4) Keefektifan
Pengendalian Internal terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi; 5) Ketaatan Aturan Akuntansi
terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi; 6) Kesesuaian Kompensasi terhadap Kecenderungan
Kecurangan Akuntansi; 7) Perilaku Tidak Etis terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi dan 8)
Keefektifan Pengendalian Internal, Ketaatan Aturan Akuntansi dan Kesesuaian Kompensasi terhadap
Kecenderungan Kecurangan Akuntansi dengan Perilaku Tidak Etis sebagai variabel intervening.
Sampel penelitian ini adalah 53 pegawai yang mendapat delegasi wewenang sebagai pengguna
anggaran, penyelenggara akuntansi dan pembuat laporan akuntabilitas. Metode analisis data yang
digunakan adalah path analysis dan uji sobel dan boostrapping. Hasil dari penelitian ini adalah: 1)
terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara Keefektifan Pengendalian Internal dengan Perilaku
Tidak Etis; 2) terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara Ketaatan Aturan Akuntansi dengan
Perilaku Tidak Etis; 3) terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara Kesesuaian Kompensasi
dengan Perilaku Tidak Etis; 4) terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara Keefektifan
Pengendalian Internal dengan Kecenderungan Kecurangan Akuntansi; 5) terdapat pengaruh negatif
dan signifikan antara Ketaatan Aturan Akuntansi dengan Kecenderungan Kecurangan Akuntansi; 6)
Terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara Kesesuaian Kompensasi dengan Kecenderungan
Kecurangan Akuntansi; 7) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Perilaku Tidak Etis dengan
Kecenderungan Kecurangan Akuntansi dan 8) Perilaku Tidak Etis merupakan variabel intervening
antara Keefektifan Pengendalian Internal, Ketaatan Aturan Akuntansi dan Kesesuaian Kompensasi
terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi.
Kata Kunci : Keefektifan Pengendalian Internal, Ketaatan Aturan Akuntansi, Kesesuaian
Kompensasi, Perilaku Tidak Etis, Kecenderungan Kecurangan Akuntansi
Abstract: The Effect of Internal Control Effectiveness, Compliance to Accounting Rules, and
Suitability of Compensation toward The Tendency of Accounting Fraud with Unethical Behavior
as an Intervening Variable. The aims of this research are to determite the effect of 1) Internal
Control Effectiveness toward Unethical Behavior; 2) Compliance to Accounting Rules toward
Unethical Behavior; 3) Suitability of Compensation toward Unethical Behavior; 4) Internal Control
Effectiveness toward The Tendency of Accounting Fraud; 5) Compliance to Accounting Rules toward
The Tendency of Accounting Fraud; 6) Suitability of Compensation toward The Tendency of
Accounting Fraud, 7) Unethical Behavior toward The Tendency of Accounting Fraud; and 8) Internal
Control Effectiveness, Compliance to Accounting Rules, and Suitability of Compensation toward The
Tendency of Accounting Fraud with Unethical Behavior as an intervening variable. The samples in
this research is that 53 employees who received the delegation of authorityas a budget users,
organizer of the accounting and accountability report maker. Methods of data analysis used path
analysis and sobel and boostrapping test. The results showed that 1) there are negative and
111

JURNAL NOMINAL / VOLUME IV NOMOR 2 / TAHUN 2015


significant effect of Internal Control Effectiveness with Unethical Behavior; 2) there are negative and
significant effect of Compliance to Accounting Rules with Unethical Behavior; 3) there are negative
and significant effect of Suitability of Compensation with Unethical Behavior; 4) there is a negative
and significant effect of Internal Control Effectiveness with The Tendency of Accounting Fraud; 5)
there is a negative and significant effect of Compliance to Accounting Rules with The Tendency of
Accounting Fraud; 6) there is a negative and significant effect of Suitability of Compensation with
The Tendency of Accounting Fraud; 7) there is a positive and significant effect of Unethical Behavior
with The Tendency of Accounting Fraud and 8) Unethical Behavior is intervening variable between
Internal Control Effectiveness, Compliance to Accounting Rules and Suitability of Compensation
toward the Tendency of Accounting Fraud.
Key word: Internal Control Effectiveness, Compliance to Accounting Rules, Suitability of
Compensation, Unethical Behavior, The Tendency of Accounting Fraud

(2007:207) menyebutkan Teori Fraud

PENDAHULUAN
Kecenderungan

Kecurangan

Triangle,

bahwa

korupsi

disebabkan

Akuntansi (KKA) atau fraud di Indonesia

karena adanya 3 faktor yaitu tekanan

marak terjadi akhir-akhir ini, di mana hal

(pressure), peluang (opportunity), dan

tersebut menjadi pusat perhatian berbagai

rasionalisasi

media di Indonesia maupun di dunia.

umumnya kecurangan akuntansi berkaitan

Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pun tak

dengan korupsi. Dalam korupsi, tindakan

luput

yang lazim dilakukan di antaranya adalah

dari

kecurangan

permasalahan

praktik

akuntansi.

Fenomena

(razionalization).

penyuapan,

konflik

Pada

kepentingan,

Kecurangan Akuntansi pada Perguruan

pemberian tanda terima kasih yang tidak

Tinggi terlihat pada kasus korupsi yang

sah, dan pemerasan secara ekonomi.

dilakukan oleh Mantan Rektor Universitas

Selain

Kecurangan

Akuntansi,

Jambi Kemas Arsyad Somad dan mantan

perilaku tidak etis dapat mempengaruhi

bendahara Elianty, keduanya melakukan

terjadinya

tindakan

Negara

di Indonesia. Contoh Perilaku Tidak Etis

Bukan pajak (PNBP) untuk Program Studi

karyawan yaitu seperti yang ditemukan

Kedokteran Universitas Jambi periode

oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

2006-2009 terkait honor dosen senilai Rp

dari hasil audit anggaran 2010 Kementrian

25 miliar yang merugikan Negara Rp 1,2

Pendidikan

miliar (Shinta, 2013).

adalah munculnya biaya perjalanan dinas

korupsi

Tindakan

Penerimaan

Nasional

(Kemendiknas),

dalam

yang tidak wajar senilai Rp 18,5 miliar.

akuntansi dapat terjadi karena beberapa

Perilaku pegawai dalam menggunakan

kondisi

biaya perjalanan dinas, terdapat pegawai

Cressey

seperti
(1953)

kecurangan

penyimpangan-penyimpangan

yang dijelaskan oleh


dalam

Tuanakotta

yang sejatinya berpergian menggunakan


112

JURNAL NOMINAL / VOLUME IV NOMOR 2 / TAHUN 2015


pesawat PT Garuda Indonesia, tetapi pada

terjadi yaitu selama semester 1 Tahun

kenyataannya

2013, BPK RI menemukan sebanyak

menggunakan

maskapai

swasta lain. Dan ketika pelaporan pihak

13.969

yang

pengendalian

bersangkutan

menggunakan

telah

pesawat

melaporkan
PT

Garuda

kasus

kelemahan
intern

ketidakpatuhan

(SPI)

terhadap

sistem
dan

perundang-

Indonesia. Meski nilainya tidak besar

undangan senilai Rp 56,98 triliun. Dari

tetapi karena jumlah orangnya banyak

13.969 kasus tersebut sebanyak 4.589

maka jumlah biayanya menjadi besar

kasus senilai Rp 10,74 triliun merupakan

(Wan, 2011).

temuan

ketidakpatuhan

yang

Menurut Tang et al., (2003) dalam

mengakibatkan kerugian, potensi kerugian,

Wilopo (2006:4), Perilaku tidak etis dapat

dan kekurangan penerimaan (BPK, 2013).

berupa penyalahgunaan kedudukan/posisi

Keefektifan Pengendalian Internal juga

(abuse

merupakan

position),

penyalahgunaan

faktor

yang

berpengaruh

kekuasaan (abuse power), penyalahgunaan

adanya tindak kecurangan akuntansi dan

sumber daya organisasi (abuse resources)

perilaku tidak etis. Pengendalian internal

serta perilaku yang tidak berbuat apa-apa

yang

(no action). Penyebab terjadinya perilaku

memberikan peluang seseorang untuk

tidak etis adalah kurangnya pengawasan

melakukan

manajemen di mana hal tersebut dapat

merujuk

memberikan kesempatan karyawan untuk

akuntansi yang dapat merugikan suatu

melakukan tindakan tidak etis yang dapat

instansi atau lembaga. Dengan adanya

merugikan instansi atau lembaga itu

pengendalian

sendiri, ketidakpuasaan dan kekecewaan

diharapkan

karyawan dengan hasil atau kompensasi

perilaku tidak etis yang merujuk pada

yang diperoleh di dalam suatu perusahaan

tindakan kecurangan

atas apa yang telah mereka kerjakan, dan

instansi

ketidaktaatan pada aturan akuntansi juga

merugikan instansi atau lembaga itu

dapat memicu terjadinya perilaku tidak

sendiri.

etis.

lemah

atau

perilaku
pada

longgar

tidak

terjadinya

internal
dapat

atau

etis

dapat

yang

kecurangan

yang

efektif

meminimalisasikan

akuntansi

lembaga

yang

dalam
dapat

Faktor lain yang menyebabkan


Di dalam suatu

pemerintah

maupun

instansi
swasta

baik

maraknya tindak kecurangan akuntansi di

tindak

Indonesia

adalah

ketaatan

aturan

kecurangan masih banyak terjadi. Antara

akuntansi. Suatu instansi atau lembaga

lain dikarenakan pengendalian internal

akan melakukan tindakan kecurangan

yang rendah. Faktanya fenomena yang

karena mereka tidak berpedoman pada


113

JURNAL NOMINAL / VOLUME IV NOMOR 2 / TAHUN 2015


aturan akuntansi yang berlaku. Fenomena

berbagai

ini terlihat pada kasus yang ditemukan

gratifikasi

oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

merupakan hal yang berpengaruh terhadap

yang

menyebutkan

pemeriksaan

kasus

terdapat

senilai

berdampak

Rp

2013).

menerima
Kompensasi

hasil

perilaku karyawan, seseorang cenderung

662

objek

akan berperilaku tidak etis dan berlaku

3.452

curang untuk memaksimalkan keuntungan

yang

untuk dirinya sendiri. Biasanya karyawan

sebanyak

9,24

finansial

(Wid,

termasuk

bahwa

terhadap

pemeriksaan

cara,

triliun

yang

merupakan

akan

melakukan

kecurangan

karena

temuan ketidakpatuhan terhadap ketentuan

ketidakpuasaan atau kekecewaan dengan

perundang-undangan yang mengakibatkan

hasil atau kompensasi yang mereka terima

kerugian Negara, potensi kerugian Negara

atas apa yang telah dikerjakan.

dan kekurangan penerimaan (BPK, 2014).


Ketaatan

terhadap

aturan

Banyaknya

kasus

mengenai

akuntansi

kecurangan akuntansi yang terjadi di

merupakan

suatu

kewajiban

dalam

sejumlah PTN di Indonesia hal tersebut

organisasi

karena

apabila

laporan

menandakan bahwa tindakan kecurangan

keuangan yang dibuat tidak sesuai atau

akuntansi masih terbilang tinggi. Inspektur

tanpa mengikuti aturan akuntansi yang

Jenderal (Irjen) Kemendikbud Haryono

berlaku maka keadaan tersebut dapat

Umar menjelaskan, banyak titik rawan

menumbuhkan perilaku tidak etis dan

yang dapat di manfaatkan koruptor di

memicu terjadinya kecurangan akuntansi.

lingkungan PTN, yang paling berpotensi

Selain faktor-faktor yang telah


diuraikan

sebelumnya,

dikorupsi adalah penghasilan kampus atau

kesesuaian

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),

kompensasi juga merupakan faktor yang

jumlah total PNBP yang dicatat seluruh

mempengaruhi perilaku tidak etis dan

PTN cukup besar yaitu sekitar Rp 11

terjadinya

miliar-12 miliar per tahun. Selain itu tidak

kecurangan

Fenomena

tersebut

akuntansi.

dikuatkan

dengan

jarang dugaan korupsi muncul karena yang

pernyataan Direktur Gratifikasi Komisi

bersangkutan tidak tahu atau tidak tertib

Pemberantas

administrasi pelaporan keuangannya (Wan,

Korupsi

(KPK)

Giri

Supradiono yang menjelaskan bahwa dari

2014).

berbagai kasus yang terjadi, gratifikasi

Mengacu pada penelitian-penelitian

yang dilakukan para PNS disebabkan

yang pernah dilakukan Thoyibatun (2009)

pendapatan dari gaji dan tunjangan yang

mengenai

diterimanya rendah. Akibatnya, para PNS

Pengendalian Internal dan Kesesuaian

berusaha

Kompensasi Terhadap Perilaku Tidak Etis

mencari

tambahan

dengan
114

Pengaruh

Keefektifan

JURNAL NOMINAL / VOLUME IV NOMOR 2 / TAHUN 2015


dan

Kecenderungan

Akuntansi

Serta

Kecurangan

Akibatnya

dalam penelitian ini menggunakan skala

Terhadap

model Likert.

Kinerja Organisasi di Perguruan Tinggi


Waktu Penelitian

Negeri se Jawa Timur Yang Berada di

Waktu penelitian di laksanakan

bawah Naungan Depatemen Pendidikan


Nasional

dan

Depatemen

pada bulan September 2014-Maret 2015..

Agama,

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui


pengaruh

Keefektifan

Target/Subjek Penelitian

Pengendalian

Populasi

Internal, Ketaatan Aturan Akuntansi dan


Kesesuaian

Kompensasi

Kecenderungan
dengan

Perilaku

Tidak

sampel

sebagai

pemilihan

sebagai variabel intervening atau variabel

variabel

hubungan

independent

dan

dari

asumsi

antara

berkaitan

dependent.

bahwa

penelitian

sampel

pertimbangan.

ini

adalah

berdasarkan

Pertimbangan

dengan

tersebut

karyawan

yang

berwewenang sebagai pengguna anggaran,

Munculnya variabel intervening tersebut


berasal

dalam

menggunakan judgement sampling atau

variabel intervening. Perilaku Tidak Etis

yang mempengaruhi

ini

yang berjumlah 543. Teknik pengambilan

Akuntansi

Etis

penelitian

adalah seluruh pegawai pada PNT X

terhadap

Kecurangan

dalam

penyelenggara akuntansi dan pembuat

variabel

laporan akuntabilitas sehingga didapatkan

independent memiliki hubungan kausal

sampel sebanyak 53 karaywan.

dengan variabel dependent.


Data,
METODE PENELITIAN

adalah

Pengujian

penelitian

yang

akan

penelitian ini adalah kuesioner atau angket

penelitian

yang

yang butir-butir pertanyaannya diadopsi

kuantitatif.

digunakan

dan

adalah

yang

mendapat

dari

penelitian

Kuesioner yang disebarkan berupa daftar

dengan unit analisis yang diteliti adalah


staf

dimodifikasi

Thoyibatun (2009) dan Wilopo (2006).

pengujian hipotesis asosiatif (hubungan)

semua

Teknik

Instrumen yang digunakan dalam

digunakan dalam mencari dan mengolah


data

dan

Pengumpulan

Jenis Penelitian
Metode

Intrumen,

pernyataan

delegasi

tertulis

kepada

responden

mengenai masalah yang berkaitan dengan

wewenang sebagai pengguna anggaran,

objek yang diteliti. Dalam penelitian ini,

penyelenggara akuntansi dan pembuat

instrumen yang digunakan termasuk non-

laporan akuntabilitas Metode pengukuran

test dengan kuesioner. Kuesioner atau


daftar
115

pertanyaan

ini

berisi

tentang

JURNAL NOMINAL / VOLUME IV NOMOR 2 / TAHUN 2015


variabel

dependent

Kecurangan

Y1 = P Y1X1 + P Y1X2 + P Y1X3 + 1

(Kecenderungan

Akuntansi),

variabel

(sebagai persamaan substruktur 1)

intervening (Perilaku Tidak Etis), dan

Y2 = P Y2X1 + P Y2X3 + P Y2Y1 + 2

variabel

(sebagai

independent

(Keefektifan

Pengendalian Internal, Ketaatan Aturan

persamaan

substruktur

2)

(Jonathan Sarwono, 2007:27)

Akuntansi dan Kesesuaian Kompensasi)

b. Analisis dengan SPSS yang terdiri atas

yang menggunakan skala sikap model

dua langkah, analisis untuk substruktur

Likert. Skala Likert yang digunakan adalah

1 dan substruktur 2

rentang nilai 1 (sangat tidak setuju) sampai

Substruktur 1

dengan 5 (sangat setuju) untuk pernyataan

Analisis

positif dan rentang nilai 5 (sangat tidak

Persamaan strukturalnya :
Y1 = P Y1X1 + P Y1X2 + P Y1X3 + 1

setuju) sampai dengan 1 (sangat setuju)


untuk pernyataan negatif.

Keterangan :
Y1 = Perilaku Tidak Etis

Uji Hipotesis

X1 = Keefektifan Pengendalian

Analisis jalur (path analysis)


Analisis

jalur

Internal

digunakan

untuk

X2 = Ketaatan Aturan Akuntansi

menguji hipotesis pengaruh Keefektifan

X3 = Kesesuaian Kompensasi

Pengendalian Internal, Ketaatan Aturan

1 = error

Akuntansi dan Kesesuaian Kompensasi

Pertama adalah menghitung persamaan

terhadap Perilaku Tidak Etis dan pengaruh


variabel
Internal,

Keefektifan
Ketaatan

Kesesuaian
Tidak

Etis

Aturan

Kompensasi
terhadap

regresinya

Pengendalian

bantuan

Akuntansi

dan

dengan

menggunakan

aplikasi

SPSS

menggunakan menu analyse. Setelah itu

Perilaku

didapatkan

Kecenderungan

hasil

perhitungannya

(output) berupa tabel model summary,

Kecurangan Akuntansi dengan langkah-

anova, dan coefficients.

langkah sebagai berikut :

(Jonathan

Sarwono, 2007:27-28)

a. Menentukan persamaan struktural. yaitu


terdiri atas dua persamaan struktural, di

Substruktur 2

mana X1,X2, dan X3 adalah variabel

Analisis

eksogen dan Y1 serta Y2 adalah variabel


endogen.

Persamaan

dan

Persamaan strukturalnya :

strukturalnya

Y2 = P Y2X1 + P Y2X3 + P Y2Y1 + 2

yaitu:

Keterangan :
Y1 = Perilaku Tidak Etis
116

JURNAL NOMINAL / VOLUME IV NOMOR 2 / TAHUN 2015


Y2 = Kecenderungan Kecurangan

Langkah-langkah dalam menguji

Akuntansi

hipotesis adalah :

X1 = Keefektifan Pengendalian

1) Menentukan hipotesis yaitu H0

Internal

dan H1

X2 = Ketaatan Aturan Akuntansi

2) Menghitung

besarnya

X3 = Kesesuaian Kompensasi

penelitian. Besarnya t penelitian

2 = error

terdapat pada hasil perhitungan

Pertama adalah menghitung persamaan


regresinya

dengan

SPSS (tabel Coefficients).

menggunakan

3) Menghitung besarnya angka t

bantuan SPSS Statistics 17.0 For

tabel dengan ketentuan sebagai

Windows

berikut :

dan

menggunakan

menu

analyse. Setelah itu didapatkan hasil

Tarif signifikan 0,05 dan Derajat

perhitungannya (output) berupa tabel

Kebebasan

model summary, anova, dan coefficients

ketentuan:

(DK)

dengan

DK = n 2 atau 53 2 = 51

(Jonathan Sarwono, 2007:27-28).


c. Penafsiran hasil untuk substruktur

(Jonathan Sarwono, 2007:30)

a) Analisis regresi

4) Menentukan kriteria

Untuk melihat besarnya pengaruh

Kriteria uji hipotesisnya sebagai

variabel Keefektifan Pengendalian

berikut :

Internal,

Jika t penelitian > t tabel, maka

Ketaatan

Aturan

Akuntansi

dan

Kesesuaian

Kompensasi

terhadap

H0 ditolak dan H1 diterima

Perilaku

Jika t penelitian < t tabel, maka

Tidak Etis dan pengaruh variabel

H0 diterima dan H1 ditolak

Keefektifan Pengendalian Internal,


Ketaatan

Aturan

Kesesuaian
Perilaku

Etis

Kecenderungan
Akuntansi

Akuntansi

Kompensasi
Tidak

(Jonathan Sarwono, 2007:30)


5) Membuat

apakah

dan

terdapat pengaruh dari masing-

terhadap

masing variabel X1, X2 dan X3

Kecurangan
secara

keputusan

terhadap

sendiri-

variabel

Y1

dan

variabel X1, X2, X3 dan Y1

sendiri/parsial, digunakan Uji T.

terhadap variabel Y2.

Sementara untuk melihat besarnya

d. Menentukan

kesimpulan-kesimpulan

pengaruh, digunakan angka Beta

dari penelitian ini mengenai pengaruh

atau

Keefektifan

Standardized

Coeffecient.

Ketaatan
117

Pengendalian
Aturan

Internal,

Akuntansi,

dan

JURNAL NOMINAL / VOLUME IV NOMOR 2 / TAHUN 2015


Kesesuaian

Kompensasi

terhadap

memberikan nilai estimasi variabel X1, X2,

Perilaku Tidak Etis dan Kecenderungan

X3 terhadap variabel Y2 melalui variabel

Kecurangan Akuntansi

Y1, standar error dan nilai confidence level

baik

secara

parsial.

95 % dan 99% dapat dihitung nilai t dari


pengaruh tidak langsung menggunakan

Uji sobel dan Bootsrapping

bootstrapping :

Uji Sobel dan Bootsrapping ini


digunakan untuk menguji Perilaku Tidak

t=

koefisien
. ( )

Etis merupakan variabel intervening antara


Keefektifan
Ketaatan

Pengendalian
Aturan

Kesesuaian

Akuntansi

Kompensasi

(Imam Ghozali, 2011:259).

Internal,

Nilai t hitung ini dibandingkan

dan

dengan nilai t tabel, jika nilai t hitung >

terhadap

nilai t tabel maka dapat disimpulkan terjadi

Kecenderungan Kecurangan Akuntansi.

pengaruh mediasi dari variabel intervening

Uji sobel dilakukan dengan cara menguji

tersebut.

kekuatan pengaruh tidak langsung variabel


X1, X2, X3 terhadap variabel Y2 melalui

HASIL

variabel Y1. Pengujian ini dilakukan dalam

PEMBAHASAN

bentuk script SPSS dengan langkah-

Uji Hipotesis

langkah sebagai berikut :

Analisis Jalur (Path Analysis)

a) Membuka file yang akan duji

PENELITIAN

DAN

Analisis jalur digunakan untuk

b) Dari menu utama SPSS pilih Open

menguji hipotesis pengaruh Keefektifan

kemudian Script

Pengendalian

c) Buka Script Sobel_spss, pilih open dan

Internal

(X1),

Ketaatan

Aturan Akuntansi (X2) dan Kesesuaian

akan tampak tampilan script

Kompensasi (X3) terhadap Perilaku Tidak

d) Pilih Macro lalu Run dan isikan

Etis

(Y1)

dan

pengaruh

variabel

variabel independent, intervening dan

Keefektifan Pengendalian Internal (X1),

dependentnya

Ketaatan

Aturan

Akuntansi

(X2),

e) Pada kotak Sobel test standard error

Kesesuaian Kompensasi (X3) dan Perilaku

isikan Second order dan pada Boostrap

Tidak Etis (Y1) terhadap Kecenderungan

sampel isikan 1000

Kecurangan Akuntansi (Y2).

f) Pilih OK dan tampak hasil output Sobel


test dan boostrap
Pada hasil output Sobel test dan boostrap
bagian

Indirect,

hasil

Bootstrapping
118

JURNAL NOMINAL / VOLUME IV NOMOR 2 / TAHUN 2015


Tabel 1. Rangkuman Hasil Uji Analisis
Jalur

diterima karena nilai t penelitian

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa :

tabel pada tingkat signifikasi 5% yaitu

1. Keefektifan

2,008 (3,225>2,008), selain itu nilai

Pengendalian

sebesar 3,225 yang lebih besar dari t

Internal

probabilitas signifikasi sebesar 0,002


Variabel
Independen
X1
X2
X3
X1
X2
X3
Y1

Variabel
dependen
Y1
Y1
Y1
Y2
Y2
Y2
Y2

Beta
0,331
0,361
0,291
0,278
0,241
0,238
0,292

t
penelitian
-2,964
-3,225
-3,040
-2,828
-2,405
-2,812
2,517

Sig

(<0,05) juga mengindikasikan bahwa

0,005
0,002
0,004
0,007
0,020
0,007
0,015

variabel Ketaatan Aturan Akuntansi


berpengaruh

pengaruh Ketaatan Aturan Akuntansi


terhadap Perilaku Tidak Etis dapat

Tidak Etis. Hal tersebut dapat dilihat

dilihat dari nilai Beta yaitu sebesar

dari nilai B koefisien penelitian yaitu


-0,142.

Hipotesis

dterima

karena

nilai

0,361 atau 36,1 %.

pertama

3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

t penelitian

Kesesuaian Kompensasi berpengaruh

sebesar 2,964 yang lebih besar dari t

negatif terhadap Perilaku Tidak Etis.

tabel pada tingkat signifikasi 5% yaitu

Hal tersebut dapat dilihat dari nilai B

2,008 (2,964>2,008), selain itu nilai

koefisien penelitian yaitu sebesar -

probabilitas signifikasi sebesar 0,005

0,184. Hipotesis ketiga ini diterima

(<0,05) juga mengindikasikan bahwa


variabel
Internal

Keefektifan

karena nilai t penelitian sebesar 3,040

Pengendalian

berpengaruh

yang lebih besar dari t tabel pada

signifikan

tingkat signifikasi 5% yaitu 2,008

terhadap Perilaku Tidak Etis, dan


besarnya
Pengendalian

pengaruh
Internal

(3,040>2,008),

Keefektifan

itu

nilai

(<0,05) juga mengindikasikan bahwa


variabel

nilai Beta yaitu sebesar 0,331 atau 33,1

Kesesuaian

berpengaruh

%.

Kompensasi

signifikan

terhadap

Perilaku Tidak Etis, dan besarnya

2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa


Aturan

selain

probabilitas signifikasi sebesar 0,004

terhadap

Perilaku Tidak Etis dapat dilihat dari

Ketaatan

terhadap

Perilaku Tidak Etis, dan besarnya

berpengaruh negatif terhadap Perilaku

sebesar

signifikan

pengaruh

Akuntansi

Kesesuaian

Kompensasi

terhadap Perilaku Tidak Etis dapat

berpengaruh negatif terhadap Perilaku

dilihat dari nilai Beta yaitu sebesar

Tidak Etis. Hal tersebut dapat dilihat

0,291 atau 29,1 %.

dari nilai B koefisien penelitian yaitu

4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

sebesar -0,281. Hipotesis kedua ini

Keefektifan
119

Pengendalian

Internal

JURNAL NOMINAL / VOLUME IV NOMOR 2 / TAHUN 2015


berpengaruh

negatif

terhadap

Kecenderungan

Kecenderungan

Kecurangan

Kecurangan

Akuntansi, dan besarnya pengaruh

Akuntansi. Hal tersebut dapat dilihat

Ketaatan Aturan Akuntansi terhadap

dari nilai B koefisien penelitian yaitu

Kecenderungan Kecurangan Akuntansi

sebesar -0,169. Hipotesis keempat ini

dapat dilihat dari nilai Beta yaitu

diterima karena nilai t penelitian

sebesar 0,241 atau 24,1 %.

sebesar 2,828 yang lebih besar dari t

6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

tabel pada tingkat signifikasi 5% yaitu

Kesesuaian Kompensasi berpengaruh

2,008 (2,828>2,008), selain itu nilai

negatif

probabilitas signifikasi sebesar 0,007

Kecurangan Akuntansi. Hal tersebut

(<0,05) juga mengindikasikan bahwa

dapat dilihat dari nilai B koefisien

variabel

penelitian

Keefektifan

Internal

Pengendalian

berpengaruh

terhadap

yaitu

Kecenderungan

sebesar

-0,213.

signifikan

Hipotesis keenam ini diterima karena

terhadap Kecenderungan Kecurangan

nilai t penelitian sebesar 2,812 yang

Akuntansi, dan besarnya pengaruh

lebih besar dari t tabel pada tingkat

Keefektifan

signifikasi

Pengendalian

Internal

5%

yaitu

terhadap Kecenderungan Kecurangan

(2,812>2,008),

Akuntansi dapat dilihat dari nilai Beta

probabilitas signifikasi sebesar 0,007

yaitu sebesar 0,278 atau 27,8 %.

(<0,05) juga mengindikasikan bahwa

5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa


Ketaatan

Aturan

berpengaruh

negatif

Kecenderungan

variabel

Akuntansi

selain

2,008

Kesesuaian

berpengaruh

terhadap

itu

Kompensasi

signifikan

Kecenderungan

Kecurangan

nilai

terhadap
Kecurangan

Akuntansi, dan besarnya pengaruh

Akuntansi. Hal tersebut dapat dilihat

Kesesuaian

Kompensasi

terhadap

dari nilai B koefisien penelitian yaitu

Kecenderungan Kecurangan Akuntansi

sebesar -0,264. Hipotesis kelima ini

dapat dilihat dari nilai Beta yaitu

diterima karena nilai t penelitian

sebesar 0,238 atau 23,8 %.

sebesar 2,405 yang lebih besar dari t

7. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa

tabel pada tingkat signifikasi 5% yaitu

Perilaku Tidak Etis berpengaruh positif

2,008 (2,405>2,008), selain itu nilai

terhadap Kecenderungan Kecurangan

probabilitas signifikasi sebesar 0,020

Akuntansi. Hal tersebut dapat dilihat

(<0,05) juga mengindikasikan bahwa

dari nilai B koefisien penelitian yaitu

variabel Ketaatan Aturan Akuntansi

sebesar 0,411. Hipotesis ketujuh ini

berpengaruh

diterima karena nilai t penelitian

signifikan

terhadap
120

JURNAL NOMINAL / VOLUME IV NOMOR 2 / TAHUN 2015


8. sebesar 2,517 yang lebih besar dari t

Akuntansi. Hal tersebut dapat dilihat

tabel pada tingkat signifikasi 5% yaitu

dari nilai t penelitian sebesar 4,225

2,008 (2,517>2,008), selain itu nilai

0,2382

probabilitas signifikasi sebesar 0,015

2,008.

(<0,05) juga mengindikasikan bahwa


variabel

Perilaku

berpengaruh

Tidak

signifikan

Kecenderungan

2. Perilaku

Etis

Tidak

Etis

Kecurangan Akuntansi. Hal tersebut


dapat dilihat dari nilai t penelitian

terhadap

0,4479

Kecenderungan Kecurangan Akuntansi

sebesar 4,189 (

dapat dilihat dari nilai Beta yaitu

t tabel yaitu 2,008.

sebesar 0,292 atau 29,2 %.


Setelah

3. Perilaku

dilakukan

merupakan

Aturan Akuntansi dan Kecenderungan

Kecurangan

Etis

Tidak

variabel intervening antara Ketaatan

terhadap

Akuntansi, dan besarnya pengaruh


Perilaku

) lebih besar dari t tabel yaitu

0,0560

pengujian

0,1069

Tidak

) lebih besar dari

Etis

merupakan

variabel intervening antara Keseuaian

didapatkan persamaan struktur yaitu :

Kompensasi

Sub struktur 1:

Kecurangan Akuntansi. Hal tersebut

Y1 = 0,331X1 + 0,361 X2 + 0,291X3 + 1

dapat dilihat dari nilai t penelitian

Sub struktur 2:

dan

sebesar 4,937 (

Y2 = 0,278X1 + 0,238X3 + 0,292Y1 + 2

Kecenderungan

0,624
0,0734

) lebih besar dari

t tabel yaitu 2,008.


Uji sobel dan Bootsrapping
Tabel
Variabel
independen
Keefektifan
Pengendalian
Internal
Ketaatan
Aturan
Akuntansi
Keseuaian
Kompensasi

2.

Hasil Rangkuman
Boostrapping

Variabel
intervening
Perilaku
Tidak Etis
Perilaku
Tidak Etis
Perilaku
Tidak Etis

Variabel
dependen
Kecenderungan
Kecurangan
Akuntansi
Kecenderungan
Kecurangan
Akuntansi
Kecenderungan
Kecurangan
Akuntansi

Uji

SIMPULAN DAN SARAN


Simpulan

t
penelitian
4,254

Berdasarkan

4,189

analisis

dan

pembahasan

mengenai

pengaruh

Keefektifan

Pengendalian

Internal,

Ketaatan

Aturan

Kesesuaian

4,937

hasil

Akuntansi

Kompensasi

Kecenderungan

terhadap

Kecurangan

dengan

1. Perilaku

Variabel Intervening maka dapat ditarik

Etis

merupakan

Tidak

Akuntansi

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa :


Tidak

Perilaku

dan

variabel intervening antara Keefektifan

kesimpulan sebagai berikut :

Pengendalian

1. Terdapat

Kecenderungan

Internal

dan

signifikan

Kecurangan
121

pengaruh
antara

Etis

Sebagai

negatif

dan

Keefektifan

JURNAL NOMINAL / VOLUME IV NOMOR 2 / TAHUN 2015


Pengendalian Internal dengan Perilaku

pengujian ini diperoleh nilai Beta

Tidak Etis. Hal ini dapat dibuktikan

sebesar 0,291 berarti Perilaku Tidak

dari hasil perhitungan path analysis

Etis

yang memiliki nilai t penelitian sebesar

Kompensasi sebesar 29,1%.

2,964 yang lebih besar dari t tabel

dipengaruhi

4. Terdapat

pengaruh

sebesar 2,008 dan memiliki signifikasi

signifikan

0,005

Pengendalian

atau

dibawah

0,05.

Dari

oleh

Kesesuaian

negatif

antara

dan

Keefektifan

Internal

dengan

pengujian ini diperoleh nilai Beta

Kecenderungan

sebesar 0,331 yang berarti Perilaku

Akuntansi. Hal ini dapat dibuktikan

Tidak

oleh

dari hasil perhitungan path analysis

Internal

yang memiliki nilai t penelitian sebesar

Etis

Keefektifan

dipengaruhi
Pengendalian

sebesar 33,1 %.
2. Terdapat
signifikan

Kecurangan

2,828 yang lebih besar dari t tabel

pengaruh
antara

negatif

Ketaatan

dan

sebesar 2,008 dan memiliki signifikasi

Aturan

0,007

atau

dibawah

0,05.

Dari

Akuntansi dengan Perilaku Tidak Etis.

pengujian ini diperoleh nilai Beta

Hal ini dapat dibuktikan dari hasil

sebesar

perhitungan

Keefektifan

path

analysis

memiliki nilai t penelitian

yang

0,278

dan

pengaruh

Pengendalian

Internal

sebesar

Terhadap Kecenderungan Kecurangan

3,225 yang lebih besar dari t tabel

Akuntansi yang berarti Kecenderungan

sebesar 2,008 dan memiliki signifikasi

Kecurangan

0,002

oleh Keefektifan Pengendalian Internal

atau

dibawah

0,05.

Dari

pengujian ini diperoleh nilai Beta

5. Terdapat

pengaruh

Tidak Etis dipengaruhi oleh Ketaatan

signifikan

Aturan Akuntansi sebesar 36,1%.

Akuntansi

pengaruh

signifikan

negatif

antara

dipengaruhi

sebesar 27,8 %.

sebesar 0,361 yang berarti Perilaku

3. Terdapat

Akuntansi

antara

negatif

Ketaatan

dengan

dan
Aturan

Kecenderungan

dan

Kecurangan Akuntansi. Hal ini dapat

Kesesuaian

dibuktikan dari hasil perhitungan path

Kompensasi dengan Perilaku Tidak

analysis

Etis. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil

penelitian

perhitungan

besar dari t tabel sebesar 2,008 dan

path

analysis

memiliki nilai t penelitian

yang
sebesar

memiliki

yang

memiliki

nilai

sebesar 2,405 yang lebih

signifikasi

0,020

atau

3,040 yang lebih besar dari t tabel

dibawah 0,05. Dari pengujian ini

sebesar 2,008 dan memiliki signifikasi

diperoleh nilai Beta sebesar 0,241 yang

0,004

berarti

atau

dibawah

0,05.

Dari
122

Kecenderungan

Kecurangan

JURNAL NOMINAL / VOLUME IV NOMOR 2 / TAHUN 2015


Akuntansi dipengaruhi oleh Ketaatan

Akuntansi dan Kesesuaian Kompensasi

Aturan Akuntansi sebesar 24,1%.

terhadap Kecenderungan Kecurangan

6. Terdapat

pengaruh

dan

Akuntansi. Hal ini dibuktikan dengan

Kesesuaian

nilai t penelitian sebesar 4,254 > 2,006

Kompensasi dengan Kecenderungan

untuk Perilaku Tidak Etis sebagai

Kecurangan Akuntansi. Hal ini dapat

Variabel

dibuktikan dari hasil perhitungan path

Keefektifan Pengendalian Internal dan

analysis

Kecenderungan

signifikan

antara

yang

penelitian

negatif

memiliki

nilai

Intervening

antara

Kecurangan

sebesar 2,812 yang lebih

Akuntansi, nilai t penelitian sebesar

besar dari t tabel sebesar 2,008 dan

4,189 > 2,006 untuk Perilaku Tidak

memiliki

Etis

signifikasi

0,007

atau

sebagai

Variabel

Intervening

dibawah 0,05. Dari pengujian ini

antara Ketaatan Aturan Akuntansi dan

diperoleh nilai Beta sebesar 0,238 yang

Kecenderungan

berarti

Akuntansi,

Kecenderungan

Akuntansi

Kecurangan

dipengaruhi

oleh

Kecurangan

dan

nilai

sebesar 4,937 > 2,006 untuk Perilaku

Kesesuaian Kompensasi sebesar 23,8

Tidak

%.

Intervening

antara

Kompensasi

dan

7. Terdapat

pengaruh

positif

t penelitian

dan

signifikan antara Perilaku Tidak Etis

Etis

sebagai

Variabel
Kesesuaian

Kecenderungan

Kecurangan Akuntansi.

dengan Kecenderungan Kecurangan


Saran

Akuntansi. Hal ini dapat dibuktikan

Berdasarkan hasil penelitian dan

dari hasil perhitungan path analysis

kesimpulan di atas, maka disarankan:

yang memiliki nilai t penelitian sebesar

1. Untuk

2,517 yang lebih besar dari t tabel

atau

dibawah

0,05.

lebih menaati peraturan yang berlaku

Dari

agar dapat mencegah dan mengurangi

pengujian ini diperoleh nilai Beta


sebesar

0,292

yang

Kecurangan Akuntansi yang mungkin

berarti

dapat terjadi.

Kecenderungan Kecurangan Akuntansi

2. Selain menyajikan laporan keuangan

dipengaruhi oleh Perilaku Tidak Etis

hendaknya

sebesar 29,2%.
8. Perilaku

Tidak

Etis

pengendalian

internal hendaknya setiap karyawan

sebesar 2,008 dan memiliki signifikasi


0,015

meningkatkan

pembuat

laporan

akuntabilitas harus menyajikan laporan

merupakan

kinerja yang berisi ringkasan mengenai

variabel intervening antara Keefektifan

kegiatan dan hasil yang telah tercapai dari

Pengendalian Internal, Ketaatan Aturan


123

JURNAL NOMINAL / VOLUME IV NOMOR 2 / TAHUN 2015


masing-masing program dengan menaati

7. Variabel

yang

digunakan

aturan akuntansi yang berlaku. Dengan

penelitian

ini

demikian diharapkan dapat mencegah

Keefektifan

Pengendalian

dan

Ketaatan

Aturan

mengurangi

Kecurangan

Akuntansi yang mungkin dapat terjadi.

hanya

untuk
meliputi
Internal,

Akuntansi,

Kesesuaian Kompensasi dan Perilaku

3. Kompensasi yang meliputi insentif,

Tidak

Etis.

Peneliti

selanjutnya

tunjangan dan bayaran di luar jam

diharapkan dapat menambah variabel

kerja yang diberikan kepada karyawan

yang

hendaknya lebih diperhatikan agar

Kecenderungan Kecurangan Akuntansi

dapat

mengurangi

sehingga akan mendapatkan hasil yang

Kecurangan Akuntansi yang mungkin

lebih banyak dan luas mengenai faktor-

dapat terjadi.

faktor

4. Untuk

mencegah

dan

meningkatkan

berhubungan

yang

dengan

mempengaruhi

perilaku etis

Kecenderungan Kecurangan Akuntansi

hendaknya diterapkan sanksi yang

seperti Asimetris Informasi, Kepuasan

tegas apabila karyawan berperilaku

Kerja, dan Moralitas Manajemen.

tidak sesuai dengan aturan yang berlaku


agar dapat mencegah dan mengurangi

DAFTAR PUSTAKA

Kecurangan Akuntansi yang mungkin

Abdul Halim. (2003). Auditing (Jilid 1).


Yogyakarta: UPP AA YKPN.

dapat terjadi.
5. Jumlah sampel yang digunakan dalam
penelitian ini terlalu sedikit. Penelitian
selanjutnya

diharapkan

dapat

memperbanyak

jumlah

sampel

yang

sehingga

akan

akan

digunakan,

Ananda Aprishella. (2014). Pengaruh


Keefektifan Pengendalian Internal
Dan Kepuasan Kerja Terhadap
Kecenderungan
Kecurangan
Akuntansi Pada Dinas Pendapatan
Pengelolaan
Keuangan
Aset
Daerah Istimewa Yogyakarta.
Skripsi.
Universitas
Negeri
Yogyakarta.

mendapatkan hasil yang signifikan dan


lebih mendekati kondisi yang sebenarnya.

6. Untuk menghindari terjadinya data yang


bias karena responden penelitian yang

Arens A. Alvin. Ellder J. Ronald &


Beasley Mark S. (2008). Auditing
dan Jasa Assurance Pendekatan
Terintegrasi. Jakarta: Erlangga.

memberikan penilaian terhadap diri


sendiri, peneliti selanjutnya diharapkan
memberikan
Pimpinan/antar
melakukan

kuesioner
karyawan
penilaian

kepada
Bambang
Hartadi.
(1999).
Sistem
Pengendalian
Intern
dalam
Hubungannya dengan Manajemen
dan Audit. Yogyakarta: BPFE

untuk
terhadap

bawahan/karyawan lain dan bukan


menilai dirinya sendiri.
124

JURNAL NOMINAL / VOLUME IV NOMOR 2 / TAHUN 2015


BPK. (2013). BPK Sampaikan 42 Temuan
Kepada APH. Diambil dari
www.bpk.go.id/news/bpksampaikan-42-temuan-kepada-aph
pada tanggal 29 September 2014.

Ikatan Akuntan Indonesia. (2009). Standar


Akuntansi Keuangan. Jakarta:
Ikatan Akuntan Indonesia.
Imam

BPK. (2013). BPK RI Serahkan IHPS II


Tahun 2013 Ke DPR RI. Diambil
dari www.bpk.go.id/news/bpk-riserahkan-ihps-ii-tahun-2013-kedpr-ri pada tanggal 29 September
2014.

Ghozali.
(2011).
Analisis
Multivariate Dengan Program
SPSS. Semarang: Badan Penerbit
Universitas Dipenogoro.

James A. Hall, Tommie Singleton. (2007).


Audit dan Assurance Teknologi
Informasi.
Edisi
ke
2.
Jakarta:Salemba Empat.

Departemen Pendidikan Nasional. (2002).


Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Balai Pustaka: Jakarta.

Jonathan Sarwono. (2007). Analisis Jalur


Untuk Riset Bisnis dengan SPSS.
Yogyakarta: ANDI.

Gendro Wiyono (2011). Merancang


Penelitian Bisnis dengan Alat
Analisis SPSS dan Smart PLS.
Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Khadarisman.
(2012).
Manajemen
Kompensasi.
Jakarta:
Raja
Grafindo Persada.

Harian Jogja. (2010). Korupsi Di Daerah


Istimewa Yogyakarta Peringkat 10.
Diambil
dari
http://news.liputan6.com/read/5116
94/korupsi-honor-dosen-mantanrektor-universitas-jambi-ditahan
pada tanggal 29 September 2014.

Komaruddin
Sastradipoera.
(1994).
Pengantar
Manajemen
Perusahaan. Jakarta : Raja
Grafindo Persada.
Liputan 6 News. (2013). Korupsi Honor
Dosen, Mantan Rektor Universitas
Jambi Ditahan. Diambil dari
www.news.liputan6.com/read/5116
94/korupsi-honor-dosen-mantanrektor-universitas-jambi-ditahan
pada tanggal 29 September 2014.

Health Kompas. (2011). BPK : Keuangan


PTN Bermaslah. Diambil dari
www.health.kompas.com/read/201
1/07/14/0430211/BPK.Keuangan.P
TN.Bermasalah pada tanggal 29
September 2014.

Mulyadi. (2001). Sistem Akuntansi.


Jakarta: Salemba Empat.

Hesti Arlich Arifyani. (2012). Pengaruh


Pengendalian Internal, Kepatuhan,
dan
Kompensasi
Manajemen
terhadap Perilaku Etis Karyawan
Pada PT ADI SATRIA ABADI.
Jurnal.
Universitas
Negeri
Yogyakarta.

_______. (2002). Auditing 1. Jakarta:


Salemba Empat.
Nasional News Viva. (2013). Korupsi
Dana CSR Rektor Unsoed Ditahan.
Diambil
dari
www.nasional.news.viva.co.id/new
s/read/438368-korupsi-dana-csr-rektor-unsoed-ditahan pada tanggal
29 September 2014.

Husein Umar. (2011). Metode Penelitian


untuk Skripsi dan Tesis Bisnis.
Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

125

JURNAL NOMINAL / VOLUME IV NOMOR 2 / TAHUN 2015


Nur Indriantoro dan Bambang Supomo.
(2002). Metodologi Penelitian
Bisnis untuk Akuntansi dan
Manajemen. Yogyakarta: BPFE.
Radar

Sutrisno Hadi. (2004). Analisis Regresi.


Yogyakarta: ANDI.
T. Widodo. (2009). Metode Penelitian
Kuantitatif. Surakarta: LPP UNS
dan
UPT
Penerbitan
dan
Percetakan UNS.

Lampung. (2013). KPK Gaji


Rendah Picu PNS Korupsi diambil
dari
www.radarlampung.co.id/read/lam
pung-raya/lamteng-metro/62736kpk-gaji-rendah-picu-pns-korupsi
pada tanggal 29 September 2014.

Tempo. (2014). Korupsi di Universitas


Indonesia KPK Resmi Tahan Eks
Wakil Rektor. Diambil dari
www.tempo.co/read/news/2014/03/
15/063562379/Korupsi-di-UIKPK-Resmi-Tahan-Eks-WakilRektor pada tanggal 29 September
2014.

Republik Indonesia. (2005). Peraturan


Pemerintah No. 24 Tahun 2005
tentang
Standar
Keuangan
Akuntansi. Lembaran Negara RI
Tahun 2005. Sekretariat Negara.
Jakarta.

Theodorus M. Tuanakotta. (2007).


Akuntansi Forensik dan Audit
Investigatif. Jakarta: Lembaga
Penerbit
Fakultas
Ekonomi
Universitas Indonesia (LPFE UI).

Riaupos. (2011). Ongkos Perjalanan Dinas


Rp 18,5 Miliar Tidak Wajar
Diambil
dari
www.riaupos.co/berita.php?act=ful
l&id=561#.U_9BV3LmhEg pada
tanggal 29 September 2014.

Vani

Ricky Griffin dan Ronald J. Ebert. (2006).


Bisnis Edisi Kedelapan. Jakarta:
Erlangga.
Saifuddin Azwar. 2010. Sikap Manusia:
Teori
dan
Pengukurannya.
Yogyakarta: Pustaka Belajar

Adelin.
(2012).
Pengaruh
Pengendalian Internal, Ketaatan
Aturan Akuntansi, dan Perilaku
Tidak
Etis
Terhadap
Kecenderungan
Kecurangan
Akuntansi (Studi Empiris pada
BUMN di Kota Padang). Skripsi.
Universitas Negeri Padang.

Veithzal Rivai. (2011). Manajemen


Sumber Daya Manusia Untuk
Perusahaan.
Jakarta:
PT.
Rajagrafindo Persada.

Siti Thoyibatun. (2009). Faktor-Faktor


yang
Berpengaruh
terhadap
Perilaku
Tidak
Etis
dan
Kecenderungan
Kecurangan
Akuntansi. Jurnal Ekonomi dan
Keuangan.

Wilopo. (2009). Analisis Faktor-Faktor


yang
Berpengaruh
terhadap
Terhadap
Kecenderungan
Kecurangan Akuntansi PADA
Perusahaan Publik dan Badan
Usahan Milik Negara. Jurnal.
Publikasi SNA IX: Padang; tanggal
23-26 Agustus 2006.

Sugiyono. (2012). Statistika untuk


Penelitian. Bandung: CV. Alfabeta.
Suharsimi Arikunto. (1998). Prosedur
Penelitian
Suatu
Pendekatan
Praktek, PT. Rineka Cipta, Jakarta.

126