Anda di halaman 1dari 6

MEMBUAT GARIS LURUS YANG DI HALANGI BANGUNAN

A. Tujuan Praktikum
Setelah melakukan pratikum ini di harapkan mampu :
1. Memahami dan mengerti cara menghitung dalam pembautan garis lurus terhalang pada
lapangan.
2. Memahami konsep garis lurus terhalang di lapangan.

B. Kondisi lapangan saat pratikum


a. Waktu pelaksanaan pratikum
: selasa, 18 maret 2014 pukul 12 : 00 WIB
b. Cuaca
: panas
c. Lokasi pratikum
: di belakang perpustakaan UNP
d. Batas batas kordinat lapangan
- Utara : gedung MKU
- Timur : LPMP
- Selatan : Perpustakaan UNP
- Barat : FMIPA
C. Landasan teori
Membuat garis lurus yang terhalang di lapangan di maksudkan pembuatan garis lurus tidak
dapat dibuat secara langsung tetapi ada rintangan/halangan. Halangan tersebut antara lain jalan
kereta api, sungai atau bangunan dan sebagainya. Membuat garis lurus di lapangan

merupakan sesuatu yang penting pada pengukuran lahan dalam dunia pertambangan
Oleh karena itu ada beberapa cara untuk membuat garis lurus dengan kondisi
pandangan yang terhalang salah satunya adalah dengan pembuatan garis bantu yang
sejajar dengan garis lurus yang akan di buat. Dengan menggunakan segitiga siku-siku
dapat ditemukan garis yang sejajar dengan garis lurus yang akan di buat.
Dalam pembuatan garis yang ada rintangan menggunakan pertolongan dari
pengembangan segitiga siku-siku dengan perbandingan 3 : 4 : 5 atau bias juga dengan
menggunakan perbandingan 1.5 ; 2 ; 2.5 ataupun ukuran lainnya yang menggunakan
prinsip segitiga siku- siku / prinsip phytagoras.
Membuat garis lurus di lapangan merupakan sesuatu yang penting pada
pengukuran lahan dalam dunia pertambangan. Hal ini

akan di temui pada saat

pengukuran lahan yang akan di tambang. Namun di lapangan tidak selamanya pembuatan
garis lurus berjalan mulus, terkadang pembuatan garis lurus terhalang bangunan atau
pohon besar yang dapat menghalangi pandangan.
Oleh karena itu ada beberapa cara untuk membuat garis lurus dengan kondisi
pandangan yang terhalang salah satunya adalah dengan pembuatan garis bantu yang

sejajar dengan garis lurus yang akan di buat. Dengan menggunakan segitiga siku-siku
dapat ditemukan garis yang sejajar dengan garis lurus yang akan di buat.
Membuat garis lurus di lapangan merupakan sesuatu yang penting pada
pengukuran lahan dalam dunia pertambangan. Hal ini akan di temui pada saat
pengukuran lahan yang akan di tambang. Untuk membuat garis lurus diantara dua titik
dipasang titik-titik sebanyak mungkin. Diantaranya dengan jarak sesuai kapling yang
telah ditentukan. Titik-titik tersebut dinyatakan dengan yalon. Untuk mencapai ketelitian
yang cukup tinggi ,yalon harus didirikan betul-betul tegak lurus dan dalam garis lurus
tersebut.
D. Peralatan kerja

Yalon
Pen ukur
Odo meter
Kompas
Meteran

: 8 buah
: 7 buah
: 1 buah
: 1 buah
: 1 buah

E. Langkah kerja
1.Persiapan :
a)
b)
c)
d)
e)

Menggunkan pakain praktek lengkap saat pratikum


Mahasiswa di wajibkan memakai sepatu
Pastikan jumlah alat yang di pinjam
Hindari kerusakan dan kehilangan alat saat pratikum
Kosentrasi dan pusatkan perhatikan pada pekerjaan

2. Mengukur lebar sungai tampa harus menyebranginya :


a) Tentukan titik acuan yang berada diseberang sungai,
misalnya pohon (dalam percobaan : tiang listrik)
b) Buat dua titik (titik A dan B) yang berada satu garis
dengan titik acuan yang berada di seberang sungai
dengan cara membidiknya, dengan titik B yang
diambil beberapa meter dari pinggir sungai
c) Buatlah segitiga siku-siku BCD dengan perbandingan
3 : 4 : 5, sehingga garis BC tegak lurus dengan CD
d) Kemudian tancapkan yalonE beberapa meter dar yalon
D dengan syarat yalon E segaris dengan yalon D dan
juga harus / segaris apabila dibidik terhadap titik bidik
di seberang sungai
e) Buat satu segitiga lagi yaitu segitiga EFG dimana sikusiku terletak dititik F
f) Ukur jarak FG, EF, dan jarak titik C ke E

g) Kemudian ukur jarak dari titik C ke pinggir sungai (ke


yalon A)
h) Dengan memakai prinsip kesebangunan segitiga, lebar
sungai dapat dihitung

F. Sketsa gambar
A

Q
P
R

C
B

G. Analis
-Panjang QR = 14 meter
- Panjang RP= XR + XA + AP

RP = 11 m + 15,36 m + 11.27 m

RP = 37,63 m
PQ2 =
2

PQ

RP 2+QR 2
2

= (37,63 M ) +(14 M )

PQ2 =1416,01 M 2 +196 M 2


PQ = 40,15 M
Panjang garis yang terhalangi bangunan adalah 40,15 M
H. Kesimpulan
Ada banyak cara untuk mendapatkan garis lurus yang terhalang bangunan salah
satuya adalah segitiga sebangun sehingga dapat menentukan titik-titik yang di

perlukan untuk membuat garis lurus yang di halangi bangunan.


Pengukuran garis lurus yang terhalang bangunan dilapangan dapat dilakukan
dengan menggunakan prinsip phytagoras

Kesulitan dalam metode pengukuran adalah pembidikan dua yalon yang berada
pada jarak yang jauh, dan dapat diatasi dengan peletakan beberapa titik bantuan
diantara dua yalon tersebut.

I. Saran
Dalam pemilihan metode pengukuran garis terhalang bangunan sebaiknya
disesuaikan juga dengan keadaan sekitar dan pilihlah metode yang sesuai dengan
kondisi dilapangan. Selain itu, untuk membandingkan mana alat ukur yang paling efektif
sebaiknya untuk praktikan selanjutnya dilakukan dua alat ukur, yaitu pita ukur, odometer

J. Lampiran

Gambar 1. Membuat sistem segitiga pada pratikum membuat garis lurus yang terhalang
bangunan

LAPORAN PRATIKUM SURVEY DAN PEMETAAN


MEMBUAT GARIS LURUS TERHALANGI BANGUNAN

Oleh:

AL ANHAR HARDIANTO
1203144 / 2012

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBNGAN (S1)


JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014