Anda di halaman 1dari 7

Seni Dan Budaya di Maluku Utara

1. Latar belakang
Maluku Utara adalah salah satu provinsi di Indonesia yang dikenal
dengan kata Malut . Daerah ini terdiri dari beberapa pulau di kepulauan
Maluku. Luas wilayah perairan laut mencapai 140.252,32 km2 (76,27%)),
sisanya seluas 33.278 km2 (23,73%) adalah daratan. Maluku juga dikenal sebagai
Molluccas. Ibukota Maluku adalah Ambon. Ibu kota Maluku utara terletak di
sofifi, kecamatan Oba Utara. Provinsi Maluku Utara terdiri atas 395 pulau besar
dan kecil di peraiaran indah.
Maluku Utara adalah surga tropis di Indonesia bagian timur. Daerah
inilah yang menjadi tempat wisata bahari budaya, purbakala, sejarah, dan adat
istiadar. Tempat wisata ini pada mulanya adalah bekas wilayah empat kerajaan
islam terbesar di bagian timur Nusantara yang dikenal dengan Kesultanan
Moloku Kie Raha (Kesultaan Empat Gunung di Maluku) yaitu Bacan, jailolo,
Ternate, dan Tidore. Di maluku terdapat sekitar 64 buah pulau yang di huni
sekaligus memiliki kebudayaan.
Dengan adanya paper ini penulis berharap masyarakat dunia terkhusus
indonesia bisa bangga akan provinsi tertinggal maluku utara yang memiliki
banyak kebudayaan, seni dan pulau indah yang belum memiliki penghuni. Saya
juga ingin agar masyarakat dunia dapat kagum dan berkunjung ke kepulauan
maluku khusunya Maluku Utara.

2. Rumusan Masalah

a. Bagaimanakah macam-macam kebudayaan masyarakat pesisir kepulauan


Maluku?
b. Apa sajakah kebudayaan daerah Maluku Utara ?
c. Mengapa masyarakat harus bangga akan pulau bobale, Maluku Utara?
3. Pembahasan
Kebudayaan daerah maluku ada berbagai macam contohnya yang sangat
terkenal adalah
Tifa merupakan alat musik yang paling terkenal dari
Maluku. Alat musik ini bentuknya menyerupai
kendang dan terbuat dari kayu yang di lubangi
tengahnya. Ada beberapa macam jenis alat musik Tifa
seperti Tifa Jekir, Tifa Dasar, Tifa Potong, Tifa Jekir
Potong dan Tifa Bas.

Alat musik lainnya yang berasal dari Maluku Utara adalah Toto Buang dan Kulit
Bia. Alat musik
ini merupakan serangkaian gong-gong yang kecil
bentuknya dan
biasanya di taruh pada sebuah meja dengan beberapa
lubang
sebagai penyanggah. Sedangkan alat musik Kulit
Bia
merupakan alat musik tiup yang terbuat dari
Kulit Kerang.
Tari Cakalele merupakan nama tarian
yang paling populer dan terkenal dari
Maluku.Utara dan Maluku Tarian ini
menggambarkan Tari perang. Tari ini
sering di pentaskan dan di peragakan
oleh para pria dewasa sambil memegang
Parang dan Salawaku (Perisai).

Nama tarian lain yang berasal dari


Maluku adalah tari Saureka-Reka dan tari Katreji.
Tari Katreji dimainkan oleh wanita dan pria. Saat
memainkan Tarian ini diiringi berbagai alat
musikseperti biola, suling bambu, ukulele, karakas,
guitar, tifa dan bas gitar.

Kebudayaan di maluku utara ada berbagai macam, untuk yang berhubungan


dengan pesisir ada beberapa seperti
Budaya Kalwedo merupakan bukti yang sah atas kepemilikan masyarakat adat
di Maluku Barat Daya (MBD). Kalwedo telah mengakar dalam kehidupan baik budaya
maupun bahasa masyarakat adat di kepulauan Babar dan MBD. Kalwedo merupakan
budaya yang memiliki nilai-nilai sosial keseharian, dan juga nilai-nilai religius yang
sakral yang menjamin keselamatan abadi, kedamaian, dan kebahagiaan hidup bersama
sebagai orang bersaudara.
Budaya Kalwedo mempersatukan masyarakat di kepulauan Babar maupun di
Maluku Barat Daya dalam sebuah kekerabatan adat, dimana mempersatukan masyarakat
menjadi rumah doa dan istana adat milik bersama. Nilai-nilai Kalwedo tersebut
mengikat tali persaudaraan masyarakat melalui tradisi hidup Niolilieta.
Budaya hawear, Hawear (Sasi) adalah budaya yang tumbuh dan berlaku dalam
kehidupan masyarakat Kepulauan Kei secara turun menurun. Sejarah Hawear bermula
dari seorang gadis yang diberikan daun kelapa kuning (janur kuning) oleh
ayahnya. Kemudian janur kuning itu disisipkan atau diikat di kain seloi yang
dipakainya. Gadis tersebut melakukan perjalanan panjang untuk menemui
seorang raja (Raja Ahar Danar). Maksud dari janur kuning tersebut sebagai tanda
bahwa ia telah dimiliki oleh seseorang, dimaksudkan agar ia tidak diganggu oleh
siapapun selama perjalanan.
Yang terakhir adalah budaya Arumbae, Arumbae adalah bentukan karakter
masyarakat Maluku, baik yang tinggal di pesisir maupun di pegunungan. Arumbae
adalah kebudayaan berlayar dalam masyarakat Maluku. Perjuangan melintasi lautan
merupakan bagian dari terbentuknya suatu masyarakat.

Laut adalah medan penuh bahaya dan Arumbae menstrukturkan cara pandang
bahwa laut adalah medan kehidupan yang harus dihadapi. Arumabe tampak dalam
beragam karya seni. Misalnya dalam syair kata tujuh ya nona, ditambah tujuh, sapuluh
ampa ya nona dalang parao. Banyak gapura negeri adat Maluku berbentuk
Arumbae. Lagu daerah banyak mengumpamakan keharmonisan dengan
simbol perahu atau Arumbae.
Salah satu pulau yang tidak berpenghuni adalah Pulau bodole. Pulau ini
adalah contoh dari pantai tropis yang indah. Pasir putih seluas 16 km mengelilingi
pantai dengan airnya yang jernih. Di pulau ini, pengunjung dapat melakukan banyak
kegiatan menarik seperti berenang, berjemur, dan menyelam. Pulau Maitara juga
menawarkan kehidupan laut yang fantastis. Pulau ini terletak di tengah Pulau Tidore dan
Ternate.
Maluku Utara memiliki objek wisata bahari berupa pulau-pulau dan pantai
yang indah dengan taman laut serta jenis ikan hias beragam jenis. Wisata alam seperti
batu lubang tersebar hampir di seluruh wilayah. Ada juga hutan wisata sekaligus taman
nasional dengan spesies endemik ranking ke 10 di dunia.
Kawasan suaka alam yang terdiri dari beberapa jenis, baik di daratan
maupun di perairan laut seperti Cagar Alam Gunung Sibela di Pulau Bacan, Cagar Alam
di Pulau Obi, Cagar Alam Taliabu di Pulau Taliabu dan Cagar Alam di Pulau Seho.
Kawasan Cagar Alam Budaya yang memiliki nilai sejarah kepurbakalaan
tersebar di wilayah Provinsi Maluku Utara meliputi cagar alam budaya di Kota Ternate,
Kota Tidore, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten
Halmahera Selatan, dan Halmaerah Utara.
Luas total wilayah Provinsi Maluku Utara mencapai 140.255,32 km.
Sebagian besar merupakan wilayah perairan laut, yaitu seluas 106.977,32 km (76,27%).
Sisanya seluas 33.278 km (23,73%) adalah daratan.

4. Daftar Pustaka
http://rivanputrawsl.blogspot.co.id/2012/10/kebudayaan-maluku.html
akses jam 11.00
https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Maluku
akses jam 11.00
http://sarahmayangsari.blogspot.co.id/
akses jam 11.00

PAPER WAWASAN SOSIAL BUDAYA


MARITIM

Disusun Oleh:

MUH. IKRAM ASHARI


A31115014
AKUNTANSI

Fakultas Ekonomi & Bisnis


Universitas Hasanuddin