Anda di halaman 1dari 3

1

Uraian Bahan
b Carbopol (HPE 5 p. 111)
Kimia : simpan di tempat kedap udara, hindari dari kelembapan, pH 2,5-4
(0,2% w/v) disperse larutan.
Fisika : berwarna putih bersifat asam, serbuk higroskopik, bau lemah terjadi

dekomposisi pada suhu 260 drajat celcius, densitas 1,76


Kadar lazim 0,5-2%
Kadar terpilih 0,5%
Fungsi : gelling agent
OTT : inkompatibel dengan fenol, asam kuat, elektrolit tinggi
Alasan pemilihan : dapat meningkatkan viskositas sediaan
CMC Na. (Carboxymethylcellulose sodium) (Handbook Of Pharmaceutical
Exipent edisi VI halaman 120; Farmakope Indonesia Edisi IV halaman 175;
Remington edisi 21 halaman 1073).
Pemerian = Serbuk atau granul, putih sampai krem, higroskopis.
Kelarutan = Mudah terdispersi dalam air membentuk larutan koloida, tidak
larut dalam etanol, eter, dan pelarut organik lain.
Stabilitas = Larutan stabil pada pH 2-10, pengendapan terjadi pada pH
dibawah 2. Viskositas larutan berkurang dengan cepat jika pH diatas 10.
Menunjukan viskositas dan stabilitas maksimum pada pH 7-9. Bisa
disterilisasi dalam kondisi kering pada suhu 160 selama 1 jam, tapi terjadi
pengurangan viskositas.
Penyimpanan = Dalam wadah tertutup rapat.
OTT = Inkompatibel dengan larutan asam kuat dan dengan larutan garam
besi dan beberapa logam seperti aluminium, merkuri dan zink juga dengan
gom xanthan; pengendapan terjadi pada pH dibawah 2 dan pada saat
pencampuran dengan etanol 95%.; Membentuk kompleks dengan gelatin dan

pektin.
Kegunaan = Suspending agent, bahan penolong tablet, peningkat viskositas.
Konsentrasi = 3-6%
Metil Paraben (FI ed. III, 378)
Nama Resmi : METHYLIS PARABEN
Nama Lain : Nipagin
Pemerian : Serbuk hablur halus, putih, hampir tidak berbau, tidak
mempunyai rasa, kemudian agak membakar diikuti rasa tebal.
Kelarutan : Larut dalam 500 bagian air, dalam 20 bagian air mendidih, ian
etanol (95%) dan alam 3 bagian aseton, mudah larut dalam eter dan dalam
larutan alkali hidroksida, larut dalam 60 bagian gliserol panas dan dalam 40
bagian minyak lemak nabati panas, jika diinginkan larutan tetap jernih.
Inkompabilitas : Aktivitas antimikroba Methylparaben dan paraben lainnya
adalahsangat berkurang dengan adanya surfaktan nonionik, sepertisebagai

polisorbat 80, sebagai akibat dari micellization. Namun, propilenglikol telah


ditunjukkan untuk mempotensiasiaktivitas antimikroba dari paraben di
hadapan nonioniksurfaktan dan mencegah interaksi antara methylparaben
dan polisorbat 80.Tidak kompatibel dengan bahan lain, seperti bentonit,
magnesium trisilikat, bedak, tragacanth, natrium alginat, minyak esensial,
sorbitol, dan atropin, telah dilaporkan. itujuga bereaksi dengan berbagai
gula dan gula alkohol terkait.Penyerapan methylparaben dengan plastik juga
telah dilaporkan ;jumlah yang diserap tergantung pada jenis plastik
dankendaraan. Telah menyatakan bahwa low-density dan high-densitybotol
polyethylene tidak menyerap methylparaben.Methylparaben berubah warna
dengan adanya besi dantunduk pada hidrolisis oleh basa lemah dan asam
kuat .
Keamanan

: Methylparaben dan paraben lainnya secara luas

digunakan sebagai antimikrobapengawet dalam kosmetik dan farmasi oral


dan topikalformulasi.Meskipun paraben juga telah digunakan sebagai
pengawetdalam suntikan dan persiapan mata, mereka sekarangumumnya
dianggap tidak cocok untuk jenis formulasi karena potensi iritasi dari
paraben.inipengalaman mungkin tergantung pada respon kebal terhadap
enzimatismetabolit yang terbentuk dari paraben di kulit.Parabens adalah
nonmutagenic, nonteratogenic, dan Nonkarsinogenik.Sensitisasi terhadap
paraben jarang terjadi, dan senyawa ini dilakukantidak menunjukkan tingkat
signifikan sensitisasi photocontact atauphototoxicity.Reaksi hipersensitivitas
terhadap paraben, umumnya tertundajenis dan muncul sebagai dermatitis
kontak, telah dilaporkan.Namun, mengingat meluasnya penggunaan paraben

sebagai pengawet,reaksi seperti itu relatif jarang, klasifikasi


Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Kegunaan : Zat tambahan, Zat pengawet antimikroba
NATRIUM METABISULFIT (FI IV, hal. 596; Martindale 2005
hal.1193; Excipient hal. 451)
Pemerian : Hablur putih atau serbuk hablur putih kekuningan, berbau
belerang dioksida
Kelarutan : Mudah larut dalam air dan dalam gliserin, sukar larut dalam
etanol
Kegunaan : Antioksidan
Konsentrasi : 0,01-1 % (Excipient ed. 2nd, hal. 451)
pH : 3,5 5
Stabilitas : Stabil pada suhu dibawah 40oC

Sterilisasi : Filtrasi
Propil Paraben (FI IV hal 713, eksipien hal 411)
Pemerian : serbuk putih atau hablur kecil, tidak berwarna.
Kelarutan : sangat sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol dan dalam
eter, sukar larut dalam air mendidih, mudah larut dalam propilen glikol.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
OTT : aktvitas antimikroba berkurang dengan adanya surfaktan nonionis.
Stabilitas : Propil paraben pada pH 3-6 dapat disterilkan dengan otoklaf
tanpa mengalami peruraian, stabil pada suhu kamar selama empat tahun

lebih.
Konsentrasi : 0,005% - 0,2%
Sterilisasi : otoklaf
Kegunaan : antimikroba (pengawet)
Etanol 96% (HPE 5 p 18)
Kimia : etanol disimpan pada wadah kedap udara dan tempat sejuk, BJ :
0,8119-0,8139
Fisika : cairan jernih tidak berwarna, mudah menguap dengan bau khas. BP

78,15, kelarutan : campur dengan CHCl3, eter, gliserin, air


Kadar lazim : 60-90%
Kadar terpilih : 60%
Fungsi : antiseptic
OTT : dapat bereaksi dengan bahan pengoksidasi
Alasan : dapat membunuh bakteri
TEA (HPE 5 p. 794)
Fisika : cairan kental tdak berwarna, kuning pucat, bau sedikit Amonia, BP
335 derajat, TB 2,6 derajat, TL 21,6 derajat
Kelarutan : larut dalam air
Kadar lazim : 2-4%
Kadar terpilih 0,25%
Fungsi : Alkilizing agent
OTT : Amin tersier, As. mineral
Alasan pemilihan : untuk menetralkan carbomer sehingga dapat

meningkatkan viskositas gel (HPE 5 p. 113)


Aquadest (FI Edisi III hal 96)
Nama Resmi : AQUA DESTILLATA
Nama Lain : Air Suling
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak mempunyai
rasa
Kegunaan : Pembawa