Anda di halaman 1dari 40

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN DU

PONT SYSTEM SEBAGAI ALAT PENILAIAN KINERJA KEUANGAN


PERUSAHAAN (STUDI KASUS PADA PT SEPATU BATA TBK)

SKRIPSI
Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mencapai
Derajad Sarjana Ekonomi

Disusun Oleh :
Yuricke Silvia Kusuma Dewi
201210170311324
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2016
BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Perusahaan merupakan organisasi yang memiliki tujuan yang ingin
dicapai dalam bisnisnya, yaitu memiliki keuntungan yang maksimal. Pada
era modern saat ini dunia usaha semakin berkembang pesat, seiring dengan
banyaknya para pesaing baru yang bermunculan, sehingga mendorong
sebuah perusahaan untuk lebih selektif dalam beroperasi dan lebih efisien
untuk meningkatkan kemampuan menghasilkan keuntungan.
Dalam suatu perusahaan, bidang yang paling penting adalah bidang
keuangan. Perusahaan dengan tingkat usaha yang besar maupun kecil akan
mempunyai perhatian yang besar terhadap bidang keuangan, karena
bidang keuangan digunakan untuk mengetahui tingkat hasil penjualan,
laba yang diperoleh, maupun kinerja keuangan perusahaan tersebut. Agar
suatu perusahaan dapat bertahan lama maka harus mengamati kondisi
keuangan dan kinerja perusahaan melalui analisis yang tepat.
Media yang digunakan oleh bidang keuangan dalam menilai
kinerja keuangan suatu perusahaan salah satunya berupa laporan
keuangan. Menurut GAAP dan IFRS, laporan keuangan merupakan
produk atau hasil akhir dari suatu proses akuntansi.Laporan keuangan
inilah yang menjadi bahan informasi bagi para pemakainya sebagai salah
satu bahan dalam proses pengambilan keputusan atau sebagai laporan
pertanggung-jawaban manajemen atas pengelolaan perusahaan.
Untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh perusahaan,
manajemen harus mampu memahami kinerja keuangan perusahaan,
dengan cara menganalisis guna membuat suatu kebijakan-kebijakan untuk

pengambilan keputusan dan untuk pengembangan usaha entitas tersebut.


Selain itu manajemen perusahaan diharapkan mampu untuk membaca
laporan keuangan, karena laporan keuangan digunakan untuk mengetahui
kondisi perusahaan tersebut dalam perkembangannya dimasa yang akan
datang.
Salah satu cara untuk mengetahui keberhasilan tercapainya prestasi
sebuah perusahaan adalah dengan cara analisis kinerja keuangan yang
menunjukkan apakah keuangan perusahaan tersebut dikatakan sehat atau
tidak sehat. Alat ukur yang digunakan untuk menganalisis laporan
keuangan diantaranya adalah analisis rasio, analisis nilai tambah pasar
(Market Value Added/MVA), analisis nilai tambah ekonomis (Economic
Value Added/EVA) dan Balance Score Card / BSC, analisis Capital Asset,
Management, Equity, and Liquidity (CAMEL) dan Du Pont System
(Warsono, 2003:24).
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan analisis kinerja keuangan
dengan menggunakan Du Pont System. Analisis Du Pont System
mencakup beberapa perhitungan yaitu dengan menghitung ROI (Return on
Investement), ROA (Return on Asset), dan Profit Margin. Analisis ini
digunakan untuk mengetahui tingkat efisiensi perusahaan dalam
memanfaatkan aktivanya dan untuk mengetahui tingkat penjualan produk
yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut, selain itu untuk mengetahui
tingkat efektivitas perusahaan dalam memutar modal perusahaan.Du Pont
System ini menggabungkan antara rasio aktivitas dengan profit margin.

Dimana keduanya berinteraksi untuk menentukan ROI (Brigham dan


Houston, 2013:146).
Menurut (Brigham dan Houston, 2013:146) margin atas laba
penjualan (profit margin) dihitung dengan membagi laba bersih dengan
penjualan. Telah diketahui bahwa perhitungan profit margin mencakup
seluruh biaya yang digunakan dalam operasioanal perusahaan. Sedangkan
rasio aktivitas dipengaruhi oleh penjualan dan total aktiva. Sehingga dapat
dikatakan bahwa analisis Du Pont System tidak hanya terfokus pada laba
yang dihasilkan, tetapi juga pada investasi yang digunakan untuk
memperoleh laba tersebut.
Berdasarkan penjelasan tentang analisis Du Pont System tersebut,
peneliti melakukan penelitian pada PT Sepatu Bata Tbk yaitu perusahaan
bergerak di bidang usaha memproduksi sepatu kulit, sepatu dari kain,
sepatu santai dan olahraga, sandal serta sepatu khusus untuk industri dan
impor, dan distribusi sepatu. Perusahaan ini juga aktif melakukan ekspor
sepatu. Era modern saat ini banyak sekali perusahaan-perusahaan lain
yang juga memproduksi sepatu dengan berbagai macam model dan jenis
bahan pembuatannya dan semakin banyak sekali persaingan antar
perusahaan sepatu. Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian pada
objek tersebut dengan menggunakan alat analisis berupa Du Pont System
untuk mengetahui tingkat penjualan produk dan untuk mengetahui tingkat
efisiensi perusahaan dalam menggunakan aktivanya. Sehingga peneliti
melakukan penelitian dengan mengambil judul Analisis Kinerja

Keuangan dengan menggunakan Du Pont System sebagai Alat


Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana kinerja keuangan

perusahaan

dengan

menggunakan

pendekatan analisis Du Pont System?


2. Bagaimana upaya yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan
kinerjanya?
C. BATASAN MASALAH
Dalam penelitian ini,peneliti membatasi ruang lingkup penelitian agar
pembahasan dalam penelitian ini terarah dan fokus pada permasalahan,maka
peneliti melakukan analisis kinerja keuangan dengan melihat laporan
keuangan neraca, laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan pada periode
2013-2015.
D. TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan dilihat dari perhitungan
analisis Du Pont System.
2. Untuk mengetahui upaya

yang

dilakukan

perusahaan

dalam

meningkatkan kinerjanya.
E. MANFAAT PENELITIAN
Adapun manfaat penelitian yang didapatkan dalam penyusunan skripsi ini
diharapkan dapat memberi manfaat antara lain sebagai berikut :
1. Manfaat teoritis
Secara teoritis, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi
referensi atau masukan bagi perkembangan ilmu akuntansi dan dapat
digunakan sebagai penelitian dalam bidang yang serupa.
2. Manfaat praktis

Secara praktis, hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi masukan


bagi perusahaan dalam merumuskan kebijakan serta tindakan
selanjutnya dengan penggunaan analisis laporan keuangan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Penelitian Terdahulu
Ryandra dkk (2014) tentang analisis kinerja keuangan perusahaan
dengan menggunakan du pont system (studi pada UD.Az Zahra Food
periode 2011-2013). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat
disimpulkan bahwa kinerja keuangan UD. Az Zahra Food pada tahun
2011-2013 yang dianalisis dengan menggunakan analisis Du Pont System
masih berada dalam kondisi yang kurang baik. Hal tersebut dikarenakan
walaupun NPM, ROI dan ROE terus mengalami kenaikan selama tiga
tahun tersebut tetapi persentasenya masih sangat rendah. Hal tersebut
dikarenakan karena perusahaan ini masih tergolong baru sehingga
pengelolaan beban yang dilakukan perusahaan juga masih buruk sehingga

laba bersih setelah pajak yang didapatkan perusahaan juga masih sangat
rendah selama tiga tahun tersebut.
Phrasasty dkk (2015) tentang analisis kinerja keuangan dengan
menggunakan du pont system (studi kasus pada PT. Semen Indonesia
(Persero), Tbk periode 2009-2013). Berdasarkan hasil penelitian
menunjukkan bahwa kinerja PT. Semen Indonesia (Persero), Tbk yang
terlihat pada ROE yang berfluktuatif dan ROI cenderung menurun selama
periode 2009-2013. ROE yang fluktuatif ini disebabkan oleh beberapa hal,
diantaranya infesiensi pada total cost yang meningkat dan tidak diimbangi
dengan

peningkatan

EAT,

sehingga

mengakibatkan

NPM

yang

berfluktuasi selama lima tahun. Infesiensi juga terjadi pada total asset,
yaitu meningkat yang tidak diimbangi dengan peningkatan sales, sehingga
mengakibatkan keadaan TATO yang fluktuatif.
Arista dkk (2015) tentang analisis du pont system sebagai dasar
untuk mengukur kinerja perusahaan pada PT. Arwana Citramulia Tbk.
Berdasarkan hasil analisis rasio likuiditas, aktivitas, probabilitas dan du
pont system. Pada PT.Arwana Citramulia Tbk mengalami kondisi yang
kurang pada tahun 2009-2013, hanya quick ratio tahun 2013 berada diatas
standard yang ditentukan. Hal ini menunjukkan kinerja keuangan
perusahaan kurang baik, karena hutang yang ditanggung perusahaan
terlalu besar.
Adapun persamaan dari penelitian terdahulu dengan penelitian ini
yaitu sama-sama menggunakan analisis Du Pont System. Sedangkan
perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian ini terletak pada objek,
periode tahun penelitian dan sumber data yang digunakan.

B. Landasan Teori
1. Laporan Keuangan
Menurut Munawir (2004:2) Mengemukakan pengertian laporan
keuangan sebagai berikut: Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil
dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara
data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak yang
berkepentingan dengan data atau aktivitas dari perusahaan tersebut.
Bentuk paling umum dari informasi keuangan dasar suatu perusahaan
adalah informasi yang dipublikasikan secara umum,kecuali perusahaan
yang dimiliki secara pribadi,merupakan seperangkat laporan keuangan
yang dikeluarkan menurut pedoman profesi akuntan publik (Prinsipprinsip Akuntansi yang Lazim) dan menurut pengawasan Komisi Pasar
Modal (SEC). Seperangkat laporan keuangan ini biasanya terdiri dari
neraca untuk tanggal tertentu, laporan laba-rugi, dan laporan arus kas.
Selain itu, laporan khusus yang menyoroti perubahan ekuitas pemilik
dalam neraca biasanya juga tersedia.
Karena laporan keuangan merupakan dasar bagi upaya analitis atas
suatu perusahaan,maka harus mengetahui tentang sifat, cakupan, dan
keterbatasannya sebelum menggunakan data serta observasi yang
dihasilkan dari laporan itu untuk pertimbangan analisis. Laporan keuangan
yang disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang lazim mencerminkan
pengaruh keputusan yang dibuat manajemen pada masa lalu maupun
sekarang. Namun laporan tersebut mengandung dua arti yang berbeda.
Laporan keuangan yang disusun berdasarkan peraturanakuntansi keuangan

berusaha mencatat secara konsisten dan wajar setiap transaksi bisnis


dengan menggunakan prinsip konservatif sebagai berikut :
a) Transaksi dicatat menurut biaya yang berlaku pada saat itu
b) Penyesuaian terhadap nilai berjalan yang hanya dilakukan jika nilai
tersebut menurun
c) Pendapatan dan biaya diakui ketika transaksi terjadi, dan bukan pada
saat kas berpindah tangan
d) Penyesuaian secara periodik atas pendapatan dan biaya yang dicapai
melalui accrual, defferal, dan alokasi akuntansi
e) Penyisihan untuk kontigensi negatif disyaratkan, sehingga mengurangi
laba dan nilai yang dicatat menurut estimasi.
Peraturan-peraturan ini karena sifat dasarnya mengakibatkan
laporan keuangan terbuka bagi beberapa interpretasi, khususnya jika para
analis berusaha untuk memahami kinerja dan nilai ekonomi perusahaan.
2. Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan laporan keuangan menurut PSAK No. 1 (2009:3) adalah
menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta
perubahan posisi keuangan sutau perusahaan yang bermanfaat bagi
sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Menurut Kasmir (2008 : 11) terdapat 8 tujuan pembuatan atau penyusunan
laporan keuangan, yaitu :
a. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva (harta) yang
dimiliki perusahaan pada saat ini.
b. Memberikan infromasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal
yang dimiliki perusahaan pada saat ini.
c. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang
diperoleh pada suatu periode tertentu.

d. Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang


dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu.
e. Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi
terhadap aktiva, pasiva, dan modal perusahaan.
f. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam
suatu periode.
g. Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan.
h. Informasi keuangan lainnya.
3. Karakteristik Laporan Keuangan
Karakteristik kualitatif laporan keuangan merupakan ciri khas
membuat informasi dalam laporan keuangan tersebut berguna bagi para
pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Karakteristik kualitatif
keuangan menurut Ikatan Akuntansi Indonesia melalui PSAK No. 1
(2009:5) adalah:
a. Dapat Dipahami
Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan
adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh pengguna.
Untuk maksud ini, pengguna diasumsikan memeiliki pengetahuan
yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta
kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang
wajar.
b. Relevan
Agar bermanfaat, informasi harus relevan untuk memenuhi
kebutuhan

pengguna

dalam

proses

pengambilan

keputusan.

Informasi memiliki kualitas relevan kalau dapat mempengaruhi


keputusan

ekonomi

pengguna

dengan

membantu

mereka

mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini, atau masa depan,


menegaskan, atau mengoreksi, hasil evaluasi pengguna di masa lalu.

c. Keandalan
Agar bermanfaat, informasi juga harus andal. Informasi memiliki
kualitas andal jika bebas dari pengertian menyesatkan, kesalahan
material, dan dapat diandalkan peggunanya sebagai penyajian yang
tulus atau jujur dari yang seharusnya disajikan, atau yang secara
wajar diharapkan dapat disajikan
d. Dapat dibandingkan
Pengguna laporan keuangan harus dapat memperbandingkan laporan
keuangan

perusahaan

antar

periode

untuk

mengidentifikasi

kecenderungan posisi keuangan dan kinerja keuangan. Pengguna


juga harus dapat memperbandingkan laporan keuangan antar
perusahaan untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja, serta
perubahan posisi keuangan secara relatif. Oleh karena itu,
pengukuran dan penyajian dampak keuangan dari transaksi dan
peristiwa lain yang serupa harus dilakukan secara konsisten untuk
perusahaan tersebut, antara periode perusahaan yang sama, dan
4.

untuk perusahaan yang berbeda.


Jenis Laporan Keuangan
Menurut PSAK No. 1 (2009:1.2), terdapat lima komonen laporan
keuangan,yaitu :
a. Neraca
Informasi yang ada dalam neraca perusahaan disajikan sedemikian
rupa yang menonjolkan berbagai unsur posisi keuangan yang
diperlukan bagi penyajian secara wajar. Neraca minimal mencakup
pos-pos berikut :
1) Aktiva berwujud
2) Aktiva tak berwujud
3) Aktiva keuangan
4) Investasi yang diperlakukan menggunakan metode ekuitas

5) Persediaan
6) Piutang usaha dan piutang lainnya
7) Kas dan setara kas
8) Hutang usaha dan hutang lainnya
9) Kewajiban yang diestimasi
10) Kewajiban berbunga jangka panjang
11) Hak minoritas
12) Modal saham dan pos ekuitas lainnya
b. Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi perusahaan disajikan sedemikian rupa yang
menonjolkan berbagai unsur kinerja keuangan yang diperlukan bagi
penyajian secara wajar. Laporan laba rugi minimal mencakup pos-pos
berikut :
1) Pendapatan
2) Laba rugi usaha
3) Beban pinjaman
4) Bagian dari lab rugi perusahaan afiliasi dan asosiasi yang
diperlakukan menggunakan metode ekuitas
5) Beban pajak
6) Laba rugi dari aktivitas normal perusahaan
7) Pos luar biasa
8) Hak minoritas
9) Laba atau rugi bersih untuk periode berjalan
c. Laporan Perubahan Ekuitas
Perusahaan harus menyajikan laporan perubahan ekuitas sebagai
komponen utama laporan keuangan yang menunjukkan :
1) Laba rugi bersih periode yang bersangkutan
2) Setiap pos pendapatan dan beban, keuntungan atau kerugian
beserta jumlahnya yang berdasarkan PSAK terkait diakui
secara langsung dalam ekuitas
3) Pengaruh kumulatif dari perubahan kebijakan akuntansi dan
perbaikan terhadap kesalahan mendasar sebagaimana diatur
dalam PSAK terkait
4) Transaksi modal dengan pemilik dan distribusi kepada pemilik
5) Saldo akumulasi laba rugi pada awal dan akhir periode serta
perubahannya

6) Rekonsiliasi antara nilai tercatat masing-masing jenis modal


saham, agio dan cadangan pada awal dan akhir periode yang
mengungkapkan secara terpisah setiap perubahan
Menurut PSAK No. 1 (2009:1.13) Perubahan ekuitas perusahaan
menggambarkan peningkatan atau penurunan aset bersih atau kekayaan
selama periode bersangkutan berdasarkan prinsip pengukuran tertentu
yang dianut dan harus diugkapkan dalam laporan keuangan.
d. Laporan Arus Kas
Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu
dan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi, dan
pendanaan.
1) Aktivitas Operasi
Arus kas dari aktivitas operasi terutama diperoleh dari aktivitas
penghasil utama pendapatan perusahaan. Oleh karena itu, arus
kas tersebut pada umumnya berasal dari transaksi dan
peristiwa lain yang mempengaruhi penetapan atau rugi bersih.
2) Aktivita Investasi
Pengungkapan terpisah arus kas berasal dari aktivitas investasi
perlu dilakukan sebab arus kas tersebut mencerminkan
penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber
daya yang bertujuan menghasilkan pendapatan dan arus kas
masa depan.
3) Aktivitas Pendanaan
Pengungkapan terpisah arus kas yang timbul dari aktivitas
pendanaan perlu dilakukan sebab berguna untuk memprediksi

klaim terhadap arus kas masa depan oleh para pemasok modal
perusahaan.
e. Catatan Atas Laporan Keuangan
Catatan atas laporan keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian
jumlah yang tertera dalam neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas,
dan laporan perubahan ekuitas serta informasi tambahan seperti
kewajiban kontinjensi dan komitmen. Catatan atas laporan keuangan
mengungkapkan:
1) Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan
kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan terhadap
peristiwa dan transaksi yang penting
2) Informasi yang diwajibkan dalam PSAK tetapi tidak disajikan
di neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan
perubahan ekuitas
3) Informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan
keuangan tetapi diperlukan dalam rangka penyajian secara
wajar
5. Pemakai Laporan Keuangan
Pemakai informasi akuntansi dari suatu perusahaan adalah
pihak-pihak yang berkepntingan untuk perusahaan yang mengeluarkan
Laporan Keuangan untuk dipergunakan dalam pengambilan keputusan
ekonomi dan bisnis yang berkaitan dengan perusahaan tersebut. Mereka
itu dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok pemakai
internal dan kelompok pemakai eksternal.
Menurut Dhaniel Syam (2012:4) ada beberapa jenis pemakai
laporan keuangan,diantaranya :
a. Kelompok Internal

Adalah kelompok yang secara langsung berhubungan dengan


aktivitas perusahaan sehari-hari,mereka adalah pimpinan atau
manajer disemua tingkatan. Kepentingan pimpinan perusahaan atas
informasi akuntansi terutama untuk dipakai sebagai dasar dalam
pengambilan keputusan-keputusan dalam perencanaan,koordinasi
dan pengendalian jalannya operasi perusahaan disamping sebagai
alat untuk mempertanggung-jawabkan pengelolaan perusahaan
yang diserahkan kepada pemilik dan pihak-pihak lain yang
berkepentingan.
b. Kelompok Eksternal
Adalah kelompok pemakai yang tidak berhubungan secara
langsung

dengan

aktivitas

perusahaan

sehari-hari

tetapi

mempunyai kepentingan perusahaan, yang termasuk dalam


kelompok ini adalah pemilik dan calon pemilik, kreditur,
pemerintah, serikat buruh dan masyarakat. Berikut penjelasan dari
masing-masing kelompok eksternal :
1) Pemilik dan calon pemilik memerlukan informasi akuntansi
untuk mengetahui berapa besar laba yang diperoleh perusahaan
sehingga dia dapat mengetahui berapa kemungkinan bagian
keuntungan

yang

perkembangan

akan

perusahaan

diterima
dimasa

dan

juga

prospek

mendatang,apakah

menguntungkan atau tidak.


2) Kreditur dan calon kreditur mempergunakan informasi
akuntansi terutama untuk mengukur kemampuan perusahaan

untuk memenuhi beberapa kewajiban (utang) baik bunga


maupun pengembalian kewajibannya (utangnya).
3) Pemerintah terutama pajak memerlukan informasi akuntansi
sebagai dasar untuk penetapan jumlah pajak yang dikenakan
pada perusahaan dan serikat buruh lebih berkepentingan untuk
mengetahui apakah gaji yang diperoleh sesuai dengan keadaan
atau kemampuan yang sebenarnya dari perusahaan. Demikian
pula dalam mengukur pertumbuhan ekonomi suatu negara.
4) Pimpinan atau manajer sebagai pihak yang diserahi tugas
untuk mengelola jalannya perusahaan tentu memerlukan
informasi yang lebih banyak dibandingkan dengan pihak lain.
5) Badan usaha dan manajemen adalah merupakan lembaga
ekonomi yang memiliki tujuan tertentu bisa untuk tujuan laba
maupun tujuan nirlaba. Untuk mencapai tujuan ini maka
pemilik bisa dianggap agent dan pemilik sebagai principal.
Akuntansi sebagai bagian dari informasi merupakan bagian yang
tidak dapat dipisahkan dari suatu gagasan tugas manajemen dalam
mencapai tujuannya. Selain itu, informasi yang disajikan dalam laporan
keuangan bersifat umum, disisi lain pihak investor adalah pihak penanam
modal beresiko, maka ketentuan laporan keuangan yang memenuhi
kebutuhan investor juga akan memenuhi sebagian besar para pemakai lain.
6. Analisis Laporan Keuangan
a. Pengertian Analisis Laporan Keuangan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Analisis adalah
penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu

sendiri,serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang


tepat dan pemahaman secara keseluruhan.
Menurut Munawir (2010:35), analisis laporan keuangan adalah
analisis laporan keuangan yang terdiri dari penelaahan atau mempelajari
daripada hubungan dan tendensi atau kecenderungan (trend) untuk
menentukan posisi keuangan dan hasil operasi serta perkembangan
perusahaan yang bersangkutan.
Rencana keuangan dapat disajikan dalam berbagai bentuk, akan
tetapi setiap rencana keuangan yang baik harus dikaitkan dengan kekuatan
dan kelemahan perusahaan pada saat ini. Kekuatan perusahaan harus
dipahami jika hendak dimanfaatkan dengan tepat dan kelemahan
perusahaan harus dikenali jika hendak dilakukan tindakan perbaikan.
Manajer keuangan dapat merencanakan posisi keuangan yang diinginkan
dimasa datang sesuai dengan prosedur peramalan dan penganggaran, akan
tetapi rencana harus dimulai dengan jelas dengan melakukan analisis
laporan

keuangan.

Analisis

laporan

keuangan

harus

mencakup

pertimbangan tentang perkembangan strategis dan ekonomis yang harus


diikuti perusahaan demi keberhasilan jangka panjangnya.
Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa
analisis laporan keuangan merupakan suatu proses untuk mempelajari
data-data yang ada di laporan keuangan agar dapat dipahami untuk
mengetahui

posisi

keuangan,

hasil

operasi

perusahaan

maupun

perkembangan kondisi keuangan suatu perusahaan. Sehingga hasil dari


analisis laporan keuangan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan
oleh pihak manajemen dalam periode waktu tertentu.

b. Tujuan Analisis Laporan Keuangan


Menurut Prastowo (2002:53), tujuan dari analisis laporan
keuangan adalah:
1) Sebagai alat screening awal dalam memilih alternatif investasi atau
merger
2) Sebagai alat forecasting mengenai kondisi kinerja keuangan di
masa mendatang
3) Sebagai proses diagnosis terhadap masalah-masalah manajemen,
operasi atau lainnya
4) Sebagai alat evaluasi terhadap manajemen
Menurut Munawir (2010:31), tujuan analisis laporan keuangan
merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi
sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai
perusahaan yang bersangkutan. Data keuangan tersebut akan lebih berarti
bagi

pihak-pihak

yang

berkepentingan

apabila

data

tersebut

diperbandingkan untuk dua periode atau lebih, dan dianalisa lebih lanjut
sehingga akan dapat diperoleh data yang akan dapat mendukung
keputusan yang akan diambil.
c. Metode dan Teknik Analisis Laporan Keuangan
Menurut Munawir (2010:36), ada dua metode analisis yang
digunakan oleh setiap penganalisis laporan keuangan, yaitu analisis
horisontal dan analisis vertikal. Analisis horisontal adalah analisis
dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa
periode atau beberapa saat sehingga akan diketahui perkembangannya.
Analisis vertikal adalah apabila laporan keuangan yang dianalisis hanya
meliputi

satu

periode

atau

satu

saat

saja,

yaitu

dengan

memperbandingkan antara akun yang satu dengan akun yang lain dalam
laporan keuangan tersebut sehingga hanya akan diketahui keadaan
keuangan atau hasil operasi pada saat itu saja.
Menurut Munawir (2010:36-37), teknik analisis laporan keuangan
terdiri dari :
a. Analisis Perbandingan Laporan Keuangan, adalah metode dan teknik
analisis dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk
dua periode atau lebih, dengan menunjukkan:
1) Data absolut atau jumlah-jumlah dalam rupiah.
2) Kenaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah.
3) Kenaikan atau penurunan dalam persentase.
4) Perbandingan yang dinyatakan dalam rasio.
5) Persentase dalam total.
Analisis dengan menggunakan metode ini akan dapat diketahui
perubahan-perubahan yang terjadi dan perubahan mana yang
memerlukan penelitian lebih lanjut.
b. Trend atau tendensi atau posisi dan kemajuan keuangan perusahaan
yang dinyatakan dalam persentase (Trend Percentage Analysis),
adalah suatu metode atau teknik analisis untuk mengetahui tendensi
daripada keadaan keuangannya, apakah menunjukkan tendensi tetap,
naik atau bahkan turun.
c. Laporan dengan persentase per komponen (Common SizeStatement),
adalah suatu metode analisis untuk mengetahui persentase investasi
pada masing-masing aset terhadap total asetnya, juga untuk
mengetahui struktur permodalannya dan komposisi perongkosan
yang terjadi dihubungkan dengan jumlah penjualannya.

d. Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja, adalah suatu analisis


untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan modal kerja
atau untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya modal kerja dalam
periode tertentu.
e. Analisis Sumber dan Penggunaan Kas (Cash Flow Statement
Analysis), adalah suatu analisis untuk mengetahui sebab-sebab
berubahnya jumlah uang kas atau untuk mengetahui sumber-sumber
serta penggunaan uang kas selama periode tertentu.
f. Analisis Rasio, adalah suatu metode analisis untuk mengetahui
hubungan dari akun-akun tertentu dalam neraca atau laporan labarugi secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut.
g. Analisis Perubahan Laba Kotor (Gross Profit Analysis), adalah suatu
analisis untuk mengetahui sebab-sebab perubahan laba kotor suatu
perusahaan dari suatu periode ke periode yang lain atau perubahan
laba kotor dari suatu periode dengan laba yang dibudgetkan untuk
periode tersebut.
h. Analisis Break Even, adalah suatu analisis untuk menentukan tingkat
penjualan yang harus dicapai oleh suatu perusahaan agar perusahaan
tersebut tidak mengalami kerugian, tetapi juga belum memperoleh
keuntungan. Dengan analisis ini juga akan diketahui berbagai tingkat
keuntungan atau kerugian untuk berbagai tingkat penjualan.
Metode dan teknik analisis manapun yang digunakan, kesemuanya
itu merupakan permulaan dari proses analisis yang diperlukan untuk
menganalisis laporan keuangan, dan setiap metode analisis mempunyai
tujuan yang sama yaitu untuk membuat agar data lebih dimengerti

sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan bagi


pihak-pihak yang membutuhkan.
Berdasarkan

metode

dan

teknik

analisis

laporan

keuangan,peneliti dalam penelitian ini menggunakan metode dan teknik


analisis Du Pont System yang menghubungkan ROA, profit margin, dan
perputaran aktiva dengan menganalisa laporan keuangan untuk dua
periode atau lebih untuk mengetahui hubungan dari akun-akun tertentu
dalam neraca atau laporan laba rugi.
7. Bentuk Rasio Keuangan
Secara umum perhitungan rasio keuangan sangat bermacammacam, tergantung kepada kepentingan dan penggunannya, selain itu
jenis suatu perusahaan juga dapat menimbulkan perbedaan rasio-rasio
keuangan yang digunakan. James C Van Horne dikutip dari Kasmir
(2008:104) :

definisi rasio keuangan merupakan indeks yang

menghubungkan dua angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi


satu angka dengan angka lainnya. Salah satu metode sebuah perusahaan
untuk melakukan analisis laporan keuangan adalah dengan menggunakan
analisis rasio keuangan.
Untuk mengambil manfaat dari rasio-rasio keuangan kita
memerlukan standar untuk perbandingan. Salah satu pendekatan adalah
membandingkan rasio-rasio perusahaan dengan pola untuk industri atau
lini usaha dimana perusahaan secara dominan beroperasi.
Menurut Mamduh dan Halim (2005:77) analisis
dikelompokkan ke dalam lima macam kategori, yaitu :
a. Rasio Likuiditas

rasio

Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban


jangka pendeknya.
b. Rasio Aktivitas
Rasio yang mengukur sejauh mana efektivitas penggunaan aset
dengan melihat tigkat aktivitas aset.
c. Rasio Solvabilitas
Rasio yang mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan
memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
d. Rasio Profitabilitas
Rasio yang melihat kemampuan peruahaan menghasilkan laba
(profitabilitas).
e. Rasio Pasar
Rasio ini melihat perkembangan nilai perusahaan relatif terhadap
nilai buku perusahaan.
Kelima rasio tersebut bertujuan untuk melihat prospek dan resiko
perusahaan pada masa mendatang. Faktor prospek dalam rasio tersebut
akan mempengaruhi harapan investor terhadap perusahaan pada masa
yang akan datang.

8. Analisis Du Pont System


a. Pengertian Du Pont System
Du Pont System adalah ROI yang dihasilkan melalui perkalian
antara keuntungan dari komponen-komponen sales serta efisiensi
penggunaan total asset didalam menghasilkan keuntungan tersebut
(Syamsudin, 2009:64). Menurut Mamduh dan Halim (2005:92)
Analisis Du Pont memisahkan profitabilitas dengan pemanfaatan
aset. Analisis ini menghubungkan tiga macam rasio seklaigus yaitu
ROA, profit margin, dan perputaran aktiva. ROA dipengaruhi oleh

profit margin dan perputaran aktiva. Untuk menaikkan ROA suatu


perusahaan bisa memilih dengan menaikkan profit margin dan
mempertahankan perputaran aktiva dan mempertahankan profit
margin, atau dengan cara menaikkan keduanya.
b. Tujuan Analisis Du Pont System
Sistem Du Pont digunakan untuk

menganalisis

dan

meningkatkan prestasi perusahaan. Hasil pengembalian atas total


aktiva

mencoba

mengukur

efektivitas

perusahaan

dalam

memanfaatkan sumberdaya yang kadang-kadang disebut dengan


hasil

pengembalian

investasi

(return

on

investment/

ROI).

Kemungkinan menaikkan harga untuk meningkatkan laba (atau


menurunkan harga untuk meningkatkan volume penjualan). Formula
Du Pont ini digunakan untuk mengontrol perubahan dalam rasio
aktivitas dan net profit margin dan seberapa besar pengaruhnya
terhadap Return On Investment.
c. Keunggulan dan Kelemahan Analisis Du Pont System
Adapun keunggulan analisis Du Pont System antara lain
(Harahap, 2004 :333) :
1) Sebagai salah satu teknik analisis keuangan yang sifatnya
sifatnya menyeluruh dan manajemen bisa mengetahui tingkat
efisiensi pendayagunaan aktiva
2) Dapat digunakan untuk mengukur profitabilitas masing-masing
produk yang dihasilkan oleh perusahaan sehingga diketahui
produk mana yang potensial

3) Dalam

menganalisis

laporan

keuangan

menggunakan

pendekatan yang lebih integrative dan menggunakan laporan


sebagai elemen analisisnya
Sedangkan kelemahan dari analisis Du Pont System adalah
(Harahap, 2004 : 341):
1) ROI suatu perusahaan sulit dibandingkan dengan ROI
perusahaan lain yang sejenis, karena adanya perbedaan praktek
akuntansi yang digunakan
2) Dengan menggunakan ROI saja tidak akan dapat digunakan
untuk mengadakan prbandingan antara dua permasalahan atau
lebih dengan mendapatkan kesimpulan yang memuaskan
Analisis Du Pont System menyangkut rasio aktivitas dan rasio
profitabilitas, berikut penjelasan dari kedua rasio tersebut.
a. Rasio Aktivitas
Menurut Mamduh dan Halim (2005:77) Rasio ini melihat pada
beberapa aset kemudian menentukan berapa tingkat aktivitas
aktiva-aktiva tersebut pada tingkat kegiatan tertentu.Aktivitas yang
rendah pada tingkat penjualan tertentu akan mengakibatkan
semakin besarnya dana kelebihan yang tertanam pada aktiva-aktiva
tersebut. Rasio ini mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan
menghasilkan penjualan berdasarkan aktiva tetap yang dimiliki
perusahaan. Rasio ini memperlihatkan sejauh mana efektivitas
penggunaan aktiva tetap tersebut. Pada beberapa industri yang
mempunyai proporsi aktiva tetap yang tinggi, rasio ini cukup

penting diperhatikan, sedangkan pada industri yang lain seperti


industri jasa mempunyai proporsi aktiva tetap yang kecil, sehingga
rasio ini relatif tidak begitu penting untuk diperhatikan.
Berikut ini ada empat perhitungan dari rasio aktivitas, yaitu :
1. Rata-rata umur piutang
Rata-rata umur piutang melihat berapa lama yang diperlukan
untuk melunasi piutang (merubah piutang sebagai kas).
Semakin lama rata-rata piutang berarti semakin besar dana
yang tertanam pada piutang. Rata-rata umur piutang bisa
dihitung melalui dua tahap yaitu dengan menghitung
perputaran piutang dan kemudian menghitung rata-rata
piutang.
Perputaran piutang =

Penjualan
Piutang

Rata-rata umur piutang =

365
Perputaran piutang

2. Perputaran persediaan
Perputaran persediaan yang tinggi menandakan semakin
tingginya persediaan berputar dalam satu tahun dan ini
menandakan efektivitas manajemen persediaan. Sebaliknya,
apabila perputaran persediaan yang rendah menandakan tandatanda miss manajemen seperti kurangnya pengendalian
persediaan yang efektif. Berikut perhitungan perputaran
persediaan.
Perpuataran persediaan =
3. Perputaran aktiva tetap

Harga pokok penjualan


Persediaan

Rasio ini mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan


menghasilkan penjualan berdasarkan aktiva tetap yang dimiliki
perusahaan dan memperlihatkan sejauh mana efektivitas
perusahaan dalam menggunakan aktiva tetapnya.Semakin
tinggi rasio ini berarti semakin efektif penggunaan aktiva
tersebut begitu pula sebaliknya.
Perputaran aktiva tetap=

Penjualan
Total aktiva tetap

4. Perputaran total aktiva


Sama seperti halnya rasio perputaran aktiva tetap,rasio ini
menghitung efektivitas penggunaan total aktiva. Rasio yang
tinggi

biasanya

menunjukkan

manajemen

yang

baik,

sebaliknya rasio yang rendah harus membuat mananjemen


mengevaluasi

strategi,

pemasarannya,

dan

pengeluaran

modalnya (investasi).
Perputaran total aktiva=

Penjualan
Total aktiva

b. Rasio Profitabilitas
Menurut Mamduh dan Halim (2005:77) Rasio ini mengukur
kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan (profitabilitas)
pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham yang tertentu. Ada
tiga rasio yang sering digunakan yaitu : profit margin, return on
total asset (ROA), dan return on equity (ROE).
1. Profit margin

Profit margin menghitung sejauh mana kemampuan perusahaan


menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu. Rasio
ini bisa diinterpretasikan juga sebagai kemampuan perusahaan
menekan biaya-biaya (ukuran efisiensi) di perusahaan pada
periode tertenu.Rasio profit margin bisa dihitung sebagai
berikut:

Laba Bersih
Profit margin = Penjualan

2. Return on Total Asset (ROA)


Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba
bersih berdasarkan tingkat aset yang tertentu. ROA juga sering
disebut sebagai ROI (Return on Investement).Rasio ini bisa
dihitung sebagai berikut :
Laba Bersih
ROA = Total Aset
3. Return on Equity (ROE)
Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba
berdasarkan modal saham tertentu. Rasio ini merupakan ukuran
profitabilitas dari sudut pandang pemegang saham, berikut
perhitungan rasio ROE :
ROE =

Laba bersih
Modal sa h am

Dari beberapa penjelasan rasio aktivitas dan rasio


profitabilitas di atas, maka dapat dirumuskan perhitungan dari Du
Pont System yaitu:
a) Return On Investment (ROI)

ROI merupakan pengukuran kemampuan perusahaan secara


keseluruhan di dalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah
keseluruhan

aktiva

yang

tersedia

di

dalam

perusahaan

(Syamsuddin, 2009:63).
ROI=

Laba Bersih setela h Pajak


Penjualan
x
Penjualan
Total Aktiva x100

%
ROI=Net Profit Margin x Total Assets Turn Over x 100%
b) Return On Equity (ROE)
ROE dapat dihitung dengan menggunakan Du Pont System sebagai
berikut :

Turn

ROE= Net Profit MarginxTotal Assets 1Debt Ratio x10


Harga Pokok Penjualan

0%
Return on Investment
ROE=
x10
1Debt Ratio

Biaya Penjualan
Penjualan

d. Interpretasi Hasil Analisis Du Pont System


Biaya Administrasi
Menurut Agnes Sawir (2001:26), analisis Du Pont merupakan
Laba
Bersih
Setelah
Pajak
pendekatan terpadu terhadap analisis rasio keuangan. Bagan Du Pont
mula - mula dikembangkan oleh manajemen Du Pont Corporation

Bunga

Profit Margin

untuk pengendalian divisi.Berikut merupakan baganTotal


Du Pont System :
Penjualan

ROI

Biaya
Pajak

Kas

Penjualan
Total Asset
Turnover

Aktiva
Lancar
Total
dibagi
Aktiva

Bank

dikurangi

Piutang
Aktiva
Tetap

Persediaan

dikali

dibagi

ditambah

Dalam bagan Du Pont System adalah bagan yang dirancang utuk


memperlihatkan hubungan antara pengembalian atas investasi, perputaran
aktiva dan margin laba. Untuk menghasilkan ROI maka dapat dihitung
dengan mengkalikan profit margin dengan Total Asset Turnover (TATO),
dimana profit margin didapatkan dari pembagian laba bersih setelah pajak
dengan penjualan, sedangkan Total Asset Turnover (TATO) didapat dari
pembagian antara penjualan dengan total aktiva. Apabila profit margin
tinggi maka dapat dikatakan bahwa perusahaan mampu menghasilkan laba
yang tinggi pada tingkat penjualan, sedangkan apabila profit margin
rendah, maka hal tersebut menunjukkan ketidakefisienan manajemen
dalam menghasilkan laba.
9. Kinerja
a. Pengertian kinerja
Definisi kinerja merupakan gambaran prestasi yang dicapai
perusahaan dalam kegiatan operasionalnya baik menyangkut aspek
keuangan, aspek pemasaran, aspek penghimpunan dana dan

penyaluran dana, aspek teknologi, maupun aspek sumber daya


manusianya (Jumingan, 2006:239).
Kinerja suatu perusahaan selalu menunjukkan kaitan yang cukup
erat dengan penilaian kondisi perusahaan apakah sehat atau tidak
sehat dilihat dari kinerja keuangan perusahaan tersebut.Sehingga jika
kinerja perusahaan itu baik maka baik pula tingkat kesehatan
perusahaan begitu pula sebaliknya.
b. Manfaat Kinerja
Ada beberapa manfaat kinerja menurut Prayitno (2009:9)
menyatakan bahwa penilaian kinerja bagi manajemen adalah sebagai
berikut :
1) Mengelola operasi organisasi secara efektif dan efisien melalui
pemotifan karyawan secara maksimal.
2) Membantu pengambilan keputusan yang berhubungan dengan
karyawan seperti promosi, transfer, dan pemberhentian.
3) Mengidentifikasikan kebutuhan pelatihan dan pengembangan
karyawan dan menyediakan kriteria promosi dan evaluasi
program pelatihan karyawan.
4) Menyediakan umpan balik untuk karyawan bagaiman atasan
menilai kinerja mereka.
5) Menyediakan suatu dasar dengan distribusi penghargaan.
Dengan adanya manfaat kinerja yang telah dijelaskan diatas,maka
suatu perusahaan harus mampu menyediakan sarana bagi karyawan
seperti pelatihan maupun penghargaan kepada karyawan agar kinerja
suatu perusahaan tetap baik dan sehat.
10. Hubungan Du Pont System dengan Kinerja Keuangan

Hubungan analisis Du Pont System dengan kinerja keuangan


adalah dapat menggunakan komposisi laporan keuangan sebagai elemen
analisisnya serta dengan analisis Du Pont kita bisa melakukan analisis
secara mendalam dan menghasilkan suatu kesimpulan yang akan
digunakan sebagai alat pengambilan keputusan oleh perusahaan tersebut.
Di sisi lain, kegunaan sistem analisis Du Pont yaitu untuk mengukur
efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan sumberdaya dan digunakan
untuk mengetahui tingkat efektivitas perusahaan dalam memutar modal
perusahaan. Hal ini sangat berpengaruh pada potensi kinerja keuangan
yang dimiliki oleh perusahaan. Kinerja keuangan perusahaan dapat
dilihat melalui hasil kesimpulan analisis, yaitu apabila ROI berada di atas
rata-rata industri maka perputaran aktiva dan net profit margin tinggi
yang menunjukkan kinerja perusahaan tersebut cukup baik, sedangkan
apabila ROI berada di bawah rata-rata industri maka perputaran aktiva
dan net profit margin rendah yang menunjukkan kinerja keuangan
perusahaan rendah atau buruk.

BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi Penelitian

Tempat pelaksanaan penelitian dilakukan di PT.Mannasatria


Kusumajaya Perkasa yang berlokasi di Jalan Abdul Gani Atas Kota Batu
yang memproduksi minuman sari buah apel, jenang apel, cuka apel, selai
nanas, dan selai strawbery.
B. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan
menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan
untuk menjelaskan aspek-aspek yang relevan dengan fenomena yang
diamati dan digunakan untuk pemecahan masalah yang ada berdasarkan
data-data dengan cara menganalisis dan menginterpretasi.
C. Data dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
kuantitaif yaitu data yang diukur dalam suatu skala numerik (angka)
diperoleh dengan mengukur nilai satu atau lebih variabel dalam sampel
atau populasi. Data yang digunakan dari penelitian ini berasal dari satu
sumber, yaitu :
1. Data Sekunder
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti
secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh
pihak lain). Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan
historis

yang

telah

disusun

dalam

arsip

(dokumenter)

yang

dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan (Indriantoro dan Supomo,


2014:147). Data sekunder yang dikumpulkan penulis antara lain
gambaran umum perusahaan PT. Sepatu Bata Tbk dan Laporan

Keuangan PT. Sepatu bata Tbk tahun 2013-2015 yang meliputi neraca,
laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan.
D. Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti,yaitu :
1. Dokumentasi
Penelitian ini dimaksud untuk mendukung data sekunder PT. Sepatu Bata
Tbk, yang berupa gambaran umum perusahaan dan data laporan
keuangan.
E. Teknik Analisis Data
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis
data deskriptif kuantitatif.Penelitian deskriptif adalah suatu metode
penelitian yang di lakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran
atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif

(Notoatmodjo,

2002). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis Du Pont


System yang dilakukan terhadap neraca dan laporan laba rugi serta
menunjukkan interpretasi yang akurat. Sehingga dapat menjelaskan hasil
penelitian

dari

permasalahan

yang

ingin

diungkapkan

seperti

kelangsungan usaha dimasa yang akan datang bagi perusahaan. Teknik


analisis data dalam penelitian ini :
1. Menganalisis kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan
perhitungan Du Pont System yaitu dengan menentukan perputaran total
aktiva (Total Asset Turnover), menentukan rasio laba bersih (Net Profit
Margin), dan menentukan ROI.
2. Menganalisis kinerja keuangan perusahaan dengan cara :
a) Mengidentifikasi masalah yang terjadi dalam perusahaan, dengan
cara mengetahui permasalahan apa saja yang terjadi dalam
perusahaan.

b) Menelusuri

penyebab

atau

pemicu

naik

turunnya

kinerja

perusahaan dengan menggunakan kriteria baik atau kurang baik


dengan klasifikasi apabila kriteria baik ROI (Du Pont System)
berada di atas rata-rata industri menunjukkan bahwa perputaran
aktiva dan net profit margin sangat tinggi,sedangkan apabila
kinerja kurang baik maka ROI (Du Pont System) berada dibawah
rata-rata industri menunjukkan bahwa perputaran aktiva dan net
profit margin sangat rendah
c) Mengungkapkan akibat atau dampak apa saja yang menyebabkan
peningkatan atau penurunan ROI.
d) Memberi rekomendasi untuk perusahaan bagaimana langkah
selanjutnya dalam memperbaiki kinerja keuangan perusahaan.

BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Tinjauan Umum Perusahaan
1. Sejarah Perusahaan
PT. Sepatu Bata Tbk (Perusahaan) didirikan di Indonesia pada
tanggal 15 Oktober 1931 dengan akta Notaris Adriaan Hendrick van
Opuijhsen No. 64. Peresmian pengoperasiannya dilakukan pada tahun
1931. PT. Sepatu Bata Tbk adalah anggota Bata Shoe Organzation (BSO)
yang mempunyai kantor pusat di Lausanne, Swiss. BSO merupakan atu
produsen terbesar penghasil sepatu di dunia yang beroperasi di banyak
negara, menghasilkan serta menjual jutaan pasang sepatu setiap tahun.
Fasilitas produksi Perusahaan terletak di Purwakarta. Perusahaan
bergerak di bidang usaha memproduksi sepatu kulit, sepatu dari kain,
sepatu santai dan sepatu olahraga, sandal serta sepatu khusus untuk
industri, dan impor dan distribusi sepatu. Perusahaan juga aktif melakukan
ekspor sepatu. Perusahaan yang berkantor pusat di Jakarta, mempekerjakan

782 karyawan tetap dan kontrak pada tanggal 31 Desember 2015 (#1
Desember 2014: 990 karyawan tetap dan kontrak) (tidak diaudit).
2. Struktur Organisasi

DAFTAR PUSTAKA
Brigham E. dan Houston J. 2013, Dasar-Dasar Manajemen Keuangan;Edisi 11,
Salemba Empat, Jakarta.
Syam Dhaniel, 2011, Pengantar Akuntansi 1;Edisi Revisi, UMM Press, Malang
Indriantoro N. dan Supomo B. 2014, Metodologi Penelitian Bisnis, BPFEYogyakarta, Yogyakarta
Ikatan Akuntan Indonesia. 2009, Standar Akuntansi Keuangan, Salemba Empat,
Jakarta
Hanafi M, dan Halim A. 2005, Analisis Laporan Keuangan, Unit Penerbit dan
Percetakan AMP-YKPN, Yogyakarta
Phrasasty E. 2015. Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan
Du Pont System Studi pada PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk Periode
2009-2013. Jurnal Administrasi Bisnis, 2(1) : 4

Puspita C. Analisis Penerapan Du pont System Terhadap Laporan Keuangan


Sebagai Salah Satu Alat Untuk Mengukur Kinerja Keuangan
Perusahaan. Jurnal Ekonomi Akuntansi Equity. ISSN 2460-7762 : 110111
Marsel P. 2013. Analisis Laporan Keuangan Untuk Mengukur Kinerja Keuangan
Perusahaan PT. Bumi Resources Tbk. Jurnal EMBA, 1(3) : 669-679
Andra Kusumadiyanto. 2006. Analisis Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja
Perusahaan pada Kelompok Industri Rokok. Fakultas Ekonomi
Universitas Widyatama
https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/4646/40Penerapan
%20DuPont System Untuk MengukuR Kinerja Keuangan PerusahaanWuryaningsih

dan

Moh

Dziqron

28327-341%29.pdf?sequence=1,

diakses 24 Mei 2016


http://financemanajemen.blogspot.co.id/2011/11/dupont-system.html, diakses 24
Mei 2016
http:// ejournal.unesa.ac.id/article/8773/57/article.pdf, diakses 23 Mei 2016
http://aaanzie.blogspot.co.id/2010/04/metode-penelitian-kti.html, diakses 7 April
2010