Anda di halaman 1dari 17

MANAJEMEN

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
MANAJEMEN SEKOLAH
yang dibina oleh Bapak Ridwan Joharmawan
dan Ibu Metri Dian Insani, S.Si., M.Pd.

Oleh
Rifka Amilia

(130351615569)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PRODI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Agustus 2016
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Manajemen merupakan dasar dari kehidupan manusia sehari-hari hal ini
terbukti dimana manusia sampai saat ini tidak bisa lepas dari prinsip prinsip
manajemen, baik langsung maupun tidak langsung, baik di sadari ataupun tidak
disadari, hal inilah yang membuat umur manajemen bisa dibilang sama dengan
umur manusia di bumi. Ilmu manajemen ilmiah timbul pada sekitar awal abad ke
20 di benua Eropa barat dan Amerika. Dimana di negaranegara tersebut sedang
dilanda revolusi yang dikenal dengan nama revolusi industri. Yaitu perubahan
berubahan dalam pengelolaan produksi yang efektif dan efisien. Hal ini
dikarenakan masyarakat sudah semakin maju dan kebutuhan manusia sudah
semakin banyak dan beragama sejenisnya. Dengan banyaknya kebutuhan manusia
serta kompleksnya kehidupan, manajemen tidak hanya digunakan pada
perusahaan saja atau dapat dibilang terbatas. Namun bila ditelaan lebih lanjut,
manajemen diperlukan dalam segala bidang. Bentuk dan organisasi serta tipe
kegiatan. Dimana orangorang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan
yang telah ditetapkan.
Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno mnagement, yang
memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki
definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya,
mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang
lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan
mengarahkan

orang

lain

untuk

mencapai

tujuan

organisasi.

Ricky

W.Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan,


pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk
mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan
dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas
yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
Manajer

adalah

seseorang

yang

bekerja

melalui

orang

lain

dengan

mengoordinasikan kegiatan kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi.


Dengan kata lain, manajemen memilik banyak arti yang bermacam-macam
sehingga memungkinkan untuk masuk ke semua sisi kehidupan salah satunya
adalah di sekolah. Sekolah yang notabennya merupakan institusi juga perlu
1

memiki manajemen yang baik untuk memastikan tujuan sekolah tercapai. Dengan
membahas manajemen secara umum, diharapkan bahwa pemikiran mengenai
manajemen lebih terbuka dan tidak melulu dinilai sebagai suatu konten ekonomi
yang terbatas. Karena latar belakang itu penulis membuat makalah yang berjudul
Manajemen yang nantinya akan membahas lebih dalam mengenai seluk beluk
manajemen secara umum.
1.2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari makalah ini adalah:
a. Bagaimana sejarah manajemen?
b. Bagaimanakah definisi manajemen?
c. Bagaimanakah unsur-unsur manajemen?
d. Bagaimanakah proses manajemen?
1.3. Tujuan Penulisan
Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui:
a. Untuk mendeskripsikan mengenai sejarah manajemen.
b. Untuk mendeskripsikan definisi manajemen.
c. Untuk mendeskripsikan unsur-unsur manajemen
d. Untuk mendeskripsikan proses manajemen

BAB II
ISI
2.1 Sejarah Manajemen

Sebelum abad ke-20, terjadi 2 peristiwa penting dalam ilmu


manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith
menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam
bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh
organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan
ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan
industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan
sepuluh orang perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000
peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri
menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka
mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa
pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan meningkatnya
keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, menghemat waktu yang
terbuang dalam pergantian tugas, dan menciptakan mesin dan penemuan lain
yamg dapat menghemat tenaga kerja.
Peristiwa penting kedua yang memengaruhi perkembangan ilmu
manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai
dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat
pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus
yang disebut pabrik. Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika
itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan
permintaan,
memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada
bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu
manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli. Sejarah manajemen ini
dibagi menjadi tiga era besar, yakni;

a. Era Manajemen Sains (Manajemen Ilmiah)


Manajemen Sains atau manajemen ilmiah dipopulerkan oleh ahli
manajemen Frederick Winslow Taylor yang ditulis dalam bukunya yang
berjudul

"Principles

of

Scientific

Management"

(1911).

Taylor

memaparkan

manajemen

sains

sebagai

penggunaan

metode

yang ilmiah dalam menentukan cara terbaik untuk menyelesaikan suatu


pekerjaan. Dalam perkembangannya, manajemen juga didukung oleh
berbagai pemikiran pemikiran yang baru dari Henry Gantt dan Gilberth.
Henry Gantt mengemukakan ide bahwa seorang mandor seharusnya
mampu

untuk

memberikan

pendidikan

kepada

para

pekerja

atau karyawan untuk lebih bersifat rajin dan kooperatif. Kemudian dia
mendesain sebuah grafik untuk berupaya membantu manajememen yang
bisa dipergunakan dalam merancang serta mengontrol pekerjaan yang
kemudian diberinama Gantt Chart. Sementara itu, Lillian Gilbreth dan
Frank yang merupakan pasangan suami istri menciptakan alat yang bisa
mencatat gerakan yang dalakukan oleh pekerja serta lama waktu yang
mereka habiskan dalam gerakan tersebut. Alat ini dipergunakan untuk
mewujudkan sistem produksi yang efisien yang disebut sebagai
"micromotion".
Era manajemen sains juga diramaikan oleh teori administratif,
yaitu teori tentang hal apa yang harus dilakukan oleh manajer serta
bagaimana membentuk sebuah praktek manajemen yang baik. Henry
Fayol, seorang industriawan yang berasal dari Prancis mengemukakan
gagasan tentang Lima fungsi manajemen yang utama. Fungsi-fungsi
manajemen menurut Henry Fayol tersebut antara lain
Merancang
Mengorganisasi
Memerintah
Mengkoordinasikan
Mengendalikan
Gagasan fungsi manajemen menurut henry fayol ini kemudian
dipergunakan sebaagai kerangka kerja dalam buku ajar ilmu manajemen
pada tahun 1950 dan terus berkembang sampai saat ini. Pada era ini, Max
Weber, seorang ahli sosiologi asal Jerman mengambarkan sebuah tipe ideal
bagi organisasi yang disebut dengan birokrasi. bentuk oraganisasi yang
bercirikan dengan pembagian kerja, hirarki yang didefinisikan secara jelas,

peratran serta kettapan yang sangat rinci, dan sejumlah hubungan


impersonal. Namun begitu, Max Weber sadar bahwa birokrasi yang ideal
tidaklah ada dalam realita. Max Weber bermaksud menggambarkan tipe
organisasi itu dengan menjadikan landasan dalam berteori mengenai
bagaimana pekerjaan bisa dijalankan dalam kelompok yang besar. Teori
tersebut telah menjadi contoh bagi banyak organisasi besar pada masa
sekarang. Pada tahun 1940 an, Patrick Blackett menelurkan ilmu tentang
riset operasi yang merupakan ilmu kombinasi dari mikroekonomi dan teori
statistika. Riset operasi ini lebih familiar dikenal dengan 'manajemen sains'
dengan mencoba pendekatan ilmiah dalam menyelesaikan masalah yang
ada pada manajemen khususnya dibidang operasi
Era Manajemen Sains danllogistik. Tahun 1946, Peter F Drucker
menerbitkan buku mengenai manajemen terapan. "Concept of the
Corporation". Buku ini menugaskan penelitian mengenai organisasi.
b. Era Manajemen Sosial
Pada akhir era manajemen sains ditandai dengan adanya madzab
perilaku dalam pemikiran tentang manajemen. mahzab ini tidak
memperoleh pengakuan luas hingga tahun 1930an. yang menjadi katalis
utama atas kelahiran mahzab ini adalah studi penelitian yang dikenal
dengan eksperimen Hawthrone. Eksperimen ini dilaksanakan pada tahun
1920-an hingga 1930-an yang bertempat di Pabrik Hawthrone yang
dimiliki Western Electric Company. Pada awalnya, kajian ini hanya
bertujuan untuk mempelajari pengaruh penerangan lampu terhadap
produktifitas kerja. Dan hasil kajiannya mengindikasikan insentif semisal
jabatan, lama jam kerja, upah, periode istirahat memiliki pengaruh yang
sedikit terhadap output para pekerja dibandingkan tekanan kelompok, rasa
aman dan penerimaan kelompok.
Peneliti kemudian menyimpulkan bahwa norma sosial atau
standar kelompok adalah penentu yang utama perilaku kerja tiap individu
Ahli lainnya. Mary Parker Follet menerbitkan bukunya yang berjudul
"Creative Experience"-1924 berisikan suatu filosofi bisnis yang lebih
mengutamakan integrasi sebagai suatu cara dalam mengurani konflik tanpa

dominasi ataupun kompromi. Follet berpendapat bahwa tugas pemimpin


adalah menentukan tujuan sasaran organisan serta mengintegrasikannya
dengan tujuan kelompok dan tujuan individu, organisasi

harus

berdasarkan pada etika kelompok daripada individualisme, Jadi dengan


demikian para manajer dan karyawan harusnya menjadikan mereka
sebagai mitra, bukan sebagai lawan. Buku "The Functions of the
Executive" yang diterbitkan pada tahun 1938 oleh Chester Barnard
menggambarkan teori tentang organisasi dalam upayanya merangsang
orang lain untuk memeriksa sifat sistem koperasi. Menelaah perbedaan
antara motif pribadi dengan organisasi, Barnard kemudian menjelaskan
dikotomi "efektif efisien". Efektivitas menurut Barnard saling berkaitan
dengan pencapaian tujuan, dan efisiensi merupakan sejauh mana motif
motif

para

individu

bisa

terpuaskan.

Barnard

memandang

organisasi formal sebagai suatu sistem yang terpadu yang menjadikan


kerjasama, tujuan, dan kominikasi sebagai elemen yang universal,
sementara itu pada organisasi yang bersifat informal, kekompakan,
komuniasi serta pemeliharaan perasaan harga diri sangat diutamakan.
Barnard

juga

mengembankan

teori

"penerimaan

otoritas"

yang

berlandaskan pada gagasan ide bahwa atasan hanya mempunyai wewenang


jika bawahannya menerima otoritas.
c. Era Manajemen Modern
Tokoh manajemen pada masa ini adalah Douglas McGregor yang
terkenal dengan teori x dan y. Teori xy ini merupakan salah satu teori
perilaku. Teori xy ini diungkap McGregor dalam bukunya, The Human
Side Enterprise. Dalam buku ini, diuraikan para manajer /pemimpin
organisasi memiliki dua jenis pandangan terhadap para pegawai/karyawan
yaitu teori x atau teori y. Menurut asumsi teori X dari McGregor ini bahwa
orang-orang ini pada hakekatnya adalah:
1. Pada dasarnya pegawai tidak menyukai pekerjaan, jika mungkin
berusaha menghindarinya.

2. Karena pegawai tidak menyukai pekerjaan, maka mereka harus


dipaksa, dikendalikan, atau diancam dengan hukuman untuk mencapai
tujuantujuan yang diinginkan.
3. Para pegawai akan mengelakkan tanggung jawab dan mencari
pengarahan yang formal sepanjang hal itu terjadi.
4. Kebanyakan pegawai menempatkan rasa aman diatas faktor lain yang
berhubungan dengan pekerjaan yang akan memperlihatkan sedikit
ambisi.
5. Pekerjaan itu pada hakekatnya seperti bermain dapat memberikan
kepuasan kepada orang. Keduanya bekerja dan bermain merupakan
aktivaaktiva fisik dan mental. Sehingga di antara keduanya tidak ada
perbedaan, jira keadaan samasama menyenangka.
6. Manusia dapat mengawasi diri sendiri, dan hal itu tidak bisa dihindari
dalam rangka mencapai tujuantujuan organisasi.
7. Kemampuan untuk berkreativitas di dalam memecahkan persoalanpersoalan organisasi secara luas didistribusikan kepada seluruh
karyawan.
8. Motivasi tidak saja berlaku pada kebutuhankebutuhan social,
penghargaan dan aktualisasi diri tetapi juga pada tingkat kebutuhankebutuhan fisiologi dan keamanan.
9. Orangorang dapat mengendalikan diri dan kreatif dalam bekerja jika
dimotivasi secara tepat.
10. Dengan memahami asums dasar teori Y ini, McGregor menyatakan
selanjutnya bahwa merupakan tugas yang penting bagi menajemen
untuk melepaskan tali pengendali dengan memberikan kesempatan
mengembangkan potensi yang ada pada masingmasing individu.
Motivasi yang sesuai bagi orang-orang untuk mencapai tujuannya
sendiri sebaik mungkin, dengan memberikan pengarahan usaha-usaha
mereka untuk mencapai tujuan organisasi.
2.2 Definisi Manajemen
Pengertian manajemen adalah suatu seni dalam ilmu dan proses
pengorganisasian seperti perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, dan

pengendalian atau pengawasan. Dalam pengertian manajemen sebagai seni


karna seni berfungsi dalam mengujudkan tujuan yang nyata dengan hasil atau
manfaat sedangkan manajemen sebagai ilmu yang berfungsi menerangkan
fenomenafenomena,

kejadian

sehingga

memberikan

penjelasan

yang

sebenarnya. Manajemen berasal dari bahasa inggris yaitu manage yang


berarti, mengurus, mengelola, mengendalikan, mengusahakan, memimpin.
Sedangkan

Pengertian

Manajemen

secara

etimologis

adalah

seni

melaksanakan dan mengatur. Pengertian manajemen juga dipandang


sebagai disiplin ilmu yang mengajarkan proses mendapatkan tujuan
organisasi dalam upaya bersama dengan sejumlah orang atau sumber milik
organisasi. Orang yang melakukan manajemen disebut dengan manajer.
Istilah manajemen memiliki berbagai pengertian. Secara universal
manajemen adalah penggunaan sumberdaya organisasi untuk mencapai
sasaran dan kinerja yang tinggi dalam berbagai tipe organisasi profit maupun
non profit.
Definisi manajemen yang dikemukakan oleh Daft (2003:4) sebagai
berikut: Management is the attainment of organizational goals in an
effective and efficient manner through planning organizing leading and
controlling organizational resources. Pendapat tersebut kurang lebih
mempunyai arti bahwa manajemen merupakan pencapaian tujuan organisasi
dgn cara yang efektif dan efisien lewat perencanaan pengorganisasian
pengarahan dan pengawasan sumberdaya organisasi.
Plunket dkk.(2005:5) mendefinisikan manajemen sebagai One or
more managers individually and collectively setting and achieving goals by
exercising related functions (planning organizing staffing leading and
controlling) and coordinating various resources (information materials
money and people). Pendapat tersebut kurang lebih mempunyai arti bahwa
manajemen merupakan satu atau lebih manajer yang secara individu maupun
bersamasama menyusun dan mencapai tujuan organisasi dgn melakukan
fungsifungsi

terkait

(perencanaan

pengorgnisasian

penyusunan

staf

pengarahan dan pengawasan) dan mengkoordinasi berbagai sumber daya


(informasi material uang dan orang). Manajer sendiri menurut Plunket dkk.

(2005:5) merupakan people who are allocate and oversee the use of
resources jadi merupakan orang yang mengatur dan mengawasipenggunaan
sumber daya.
Lewis dkk.(2004:5) mendefinisikan manajemen sebagai: the
process of administering and coordinating resources effectively and
efficiently in an effort to achieve the goals of the organization. Pendapat
tersebut kurang lebih mempunyai arti bahwa manajemen merupakan proses
mengelola dan mengkoordinasi sumber dayasumber daya secara efektif dan
efisien sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut Mary Parker Follet yang dikutip oleh Handoko (2000:8)
manajemen merupakan seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang
lain. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajer mencapai tujuantujuan
organisasi melalui pengaturan orangorang lain untuk melaksanakan berbagai
tugas yang mungkin diperlukan.
2.3 Unsur-Unsur Manajemen
Dalam upayanya manajemen dalam mencapai sasaran atau
tujuan yang sudah ditentukan, seorang manajer memerlukan beberapa sarana
yang digunakan sebagai alat (tools) yang akan digunakan untuk mencapai
sasarannya tersebut. sarana sarana ini biasa disebut sebagai Unsurunsur
manajemen. Unsur unsure manajemen beberapa ahli telah menyebutkan
sebanyak 6 unsur manajemen. 6 unsur manajemen tersebut adalah :

1. Man (manusia)
Man atau manusia ataupun juga sering diistilahkan dengan
sumber daya manusia dalam dunia manajemen merupakan faktor yang
sangat penting dan menentukan. Manusia yang merancang tujuan,
menetapkan tujuan dan manusia jugalah yang nantinya akan
menjalankan proses dalam mencapai tujuan yang ditetapkan tersebut.
Sudah jelas, tanpa adanya manusia maka tidak akan pernah ada proses
kerja

karena

manusia

pada

dasarnya

adalah

mahluk

kerja.

Berbagai macam aktivitas yang bisa dilalkukan dalam upaya memcapai

tujuan bisa dilihat

mulai

dari aktivitas

proses, perencanaan,

pengorganisasisan, pngarahan hingga pengendalian serta semua


kegiatan kegiatan detail lainnya yang diperlukan untuk dijalankan.
Artinya semuanya membutuhkan sumber daya manusia
2. Money (uang)
Money atau uang sudah tak perlu dijelaskan panjang lagi,
sudah jelas uang sangat dibutuhkan manajemen dalam mengusahakan
pencapaian tujuan. Uang menjadi penting, lalu kemudian diperlukan
ilmu untuk mengatur pengelolaan keuangan agar semua aktivitas
menjadi lancar
3. Materials (bahan)
Material atau bahan menjadi salah satu unsur manajemen yang
juga penting. Umumnya, perusahaan tidak menghasilkan bahan baku
atau bahan mentah sendiri melainkan mendapatkannya dari pihak lain.
Perusahaan membeli dari perusahaan vendor penyedia bahan yang
diperlukan, manajer perusahaan biasanya akan berusaha untuk
mendapatkan bahan baku dengan harga yang seminimal mungkin untuk
bisa memaksimalkan laba, dengan menggunakan pengangkutan yang
aman dan juga minim biaya dan kemudian bahan tersebut nantinya akan
diproses dengan efisien untuk menghasilkan produk yang diinginkan.
4. Machines (mesin)
Unsur manajemen yang berupa manusia, walaupun sangat
berperan penting, namun kini fungsinya telah terbantu dan terkurangi
akibat adanya mesin. Mesin kini telah menjadi sebagai pembantu
manusia dalam menyelesaikan pekerjaan pekerjaan. Perkembangan
kemajuan teknologi kini telah menyebabkan penggunaan mesin yang
makin dominan baik untuk produksi, pengangkutan maupun yang
lainnya.
5. Methods (metode)
Metode kerja dalam manajemen sangatlah diperlukan supaya
mekanisme kerja yang ada berjalan secara efektif dan efisien. Metode
kerja yang menyesuaikan diri dengan kebutuhan masing masing

10

organisasi, ntah itu yang berhubungan dengan produksi ataupun


administrasi tidak terjadi dengan begitu saja dengan sendirinya
melainkan membutuhkan waktu yang cukup lama. Dalam dunia
manajemen dihadapkan dengan berbagai macam alternatif metode
dalam cara menjalankan pekerjaan. Beberapa metode mungkin tepat
bagi satu industri namun tak begitu memuaskan bila diterapkan di
tempat lain. Metode yang tepat untuk kondisi suatu organisasi akan
memudahkan manajemen untuk mencapai sasaran
6. Market (pasar)
Proses produksi merupakan proses yang cukup penting, namun
apabila barang atau jasa hasil produksi tidak bisa terserap dengan baik
oleh pasar, atau tidak laku, maka proses produksi tersebut bisa berhenti
dan tidak akan mendapatkan hasil maksimal. Pasar merupakan unsur
manajemen yang sifatnya sangat strategis, penguasaan pasar dalam arti
menyebarkan dominasi hasil produksi bisa jadi merupakan satu faktor
yang menentukan dalam perusahaan.
Pasar merupakan sumber utama sebuah perusahaan dalam
memperoleh pendapatan. Permasalahan lain adalah bagaimana cara
mempertahankan pasar yang telah dikuasai dari ranah kompetitor,
berbicara riset, strategi pemasaran, kualitas, kuantitas, harga yang
sesuai dengan selera dan daya beli pelanggan merupakan hal yang perlu
di dalami dalam masalah ini.
Unsurunsur manajemen tersebut merupakan hal mutlak dalam
manajemen untuk menentukan arah perusahaan sebagai dasar menjalankan
aktivitas yang bertujuan sesuai dengan apa yang diinginkan
2.4 Proses Manajemen
Griffin dan Ebert (2002) menjelaskan bahwa manajemen merupakan
proses perencanaan, pengorganisasian pengarahan, dan pengawasan sumber daya
keuangan, fisik, manusia, dan informasi suatu perusahaan untuk mencapai
tujuannya. Manajer perlu memperhatikan seluruh fungsi manajemen tersebut
sebagai proses yang saling terkait satu sama lain. Adapun proses manajemen
meliputi tahapan berikut.

11

A. Planning (Perencanaan)
Perencanaan adalah merumuskan apa yang dibutuhkan oleh organisasi
dan bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut. Proses perencanaan ini pada
dasarnya, meliputi 3 kegiatan utama, yaitu merumuskan tujuan yang akan
dicapai oleh perusahaan, merumuskan strategi yang menyeluruh untuk
mencapai tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan, dan merumuskan
langkah-langkah

perencanaan

untuk

mengimplementasikan

strategi

perusahaan.
B. Organizing (Pengorganisasian)
Pengorganisasian merupakan proses manajemen yang menetepkan cara
terbaik dalam mengatur sumber daya dan aktivitas suatu organisasi menjadi
suatustruktur yang logis.
C. Directing (Pengarahan)
Para manajer memiliki kekuatan untuk memberi perintah dan
mengharapkan
hasil. Adapun pengarahan (directing) mencakup berbagai aktivitas yang
rumit. Ketika melakukan directing, manajer bekerja untuk mengarahkan dan
memotivasi karyawan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Salah satu bentuk
directing adalah mendengarkan keluhan karyawan, memberi respons dengan
segera baik pada karyawan maupun perusahaan.
D. Controling (Pengendalian)
Pengendalian merupakan proses manajemen untuk memonitor kinerja
organisasi untuk menjamin proses berjalan sesuai tujuan. Setiap
pimpinan perusahaan harus benar-benar memperhatikan permasalahan
yang menyangkut biaya dan kinerja.
Secara umum dapat dijelaskan walaupun fungsi manajer adalah
meliputi semua aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengarahan , dan
pengawasan, namun tidak setiap manajer memiliki derajat atau tingkatan
tanggung jawab yang sama terhadap aktivitas-aktivitas tersebut. Hal ini dijelaskan
dalam artikel selanjutnya, yaitu mengenai tingkatan manajer dan lingkup
manajemen.

12

BAB III
PENUTUP
3.1. Simpulan
Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno mnagement, yang
memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Pengertian manajemen adalah
suatu seni dalam ilmu dan proses pengorganisasian seperti perencanaan,
pengorganisasian, pergerakan, dan pengendalian atau pengawasan. Dalam
pengertian manajemen sebagai seni karna seni berfungsi dalam mengujudkan
tujuan yang nyata dengan hasil atau manfaat sedangkan manajemen sebagai ilmu
yang berfungsi menerangkan fenomenafenomena, kejadian sehingga memberikan
penjelasan yang sebenarnya.
Manajemen berasal dari bahasa inggris yaitu manage yang berarti,
mengurus, mengelola, mengendalikan, mengusahakan, memimpin. Sedangkan
Pengertian Manajemen secara etimologis adalah seni melaksanakan dan mengatur.
Pengertian manajemen juga dipandang sebagai disiplin ilmu yang mengajarkan

13

proses mendapatkan tujuan organisasi dalam upaya bersama dengan sejumlah


orang atau sumber milik organisasi.
Perkembangan teori manajemen terbagi menjadi tiga aliran pemikiran
yaitu:
Aliran Klasik (Manajemen Ilmiah dan Teori Organisasi Klasik)
Aliran Hubungan Manusia
Aliran Manajemen Modern
Dalam

upayanya

manajemen

dalam

mencapai

sasaran

atau

tujuan yang sudah ditentukan, seorang manajer memerlukan beberapa sarana yang
digunakan sebagai alat (tools) yang akan digunakan untuk mencapai sasarannya
tersebut. sarana sarana ini biasa disebut sebagai Unsurunsur manajemen. Unsur
unsure

manajemen beberapa ahli telah menyebutkan sebanyak 6 unsur

manajemen. 6 unsur manajemen tersebut adalah :


1. Man (manusia)

4. Machines (mesin)

2. Money (uang)

5. Methods (metode)

3. Materials (bahan)

6. Market (pasar)

Fungsi

klasik

manajemen

secara

tradisional

meliputi:

merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), memimpin (leading),


dan mengendalikan (controlling).
3.2 Saran
Penyusunan makalah ini jauh dari kesempurnaan, sehingga masih
diperlukan tambahan perbaikan perbaikan untuk menghasilkan makalah yang
lebih baik lagi dan lengkap. Adapun saran dari penyusun adalah perlu adanya
perbaikan-perbaikan tambahan dari pembaca untuk kesempurnaan dalam
pembuatan makalah ini, selain itu pula hendaknya pembaca perlu mengetahui
manajemen serta mengimplementasikannya di setiap organisasi.

14

DAFTAR PUSTAKA
Bowo Arief. 2008. Pengorganisasian. Jakarta: Universitas Mercu Buana.
Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan. 2004. DasarDasar Perbankan. Jakarta: Bumi
Aksara.
Hasibuan, Malayu. 2005. Manajemen Dasar, Pengertian dan Masalah. Jakarta:
PT Bumi Aksara.
Stoner, James A.F. 1996. Manajemen (Terjemahan). Penerbit Erlangga:Jakarta.
T. hani handoko. 2003. Manajemen edisi 2. Yogyakarta: BPFE.
Trisnawati, Sule Ernie. 2008. Pengantar Manajemen. Jakarta : Kencana.
Rahmat. 2014. Definisi Manajemen, (Online), (http://blog.re.or.id/definisimanajemen.html), diakses 28 Agustus 2016
Williams, Chuck. 2001. Manajemen (Terjemahan). Penerbit Salemba Empat:
Jakarta.

15

16