Anda di halaman 1dari 3

REACTION PAPER

KELOMPOK 13 :
1. MUTIA ADELIA MURKI
2. SHERLY SEPTI REZI

1310531030
1310531051
LEAN ACCOUNTING

Lean accounting merupakan suatu pendekatan yang dirancang untuk mendukung


dan mendorong penerapan lean manufacturing. Lean manufacturing meliputi semua
konsep dan teknik yang bertujuan untuk menyederhanakan bisnis sampai pada kegiatankegiatan yang esensial saja yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan
dengan cara lebih efektif dan menguntungkan (Brosnahan, 2008). Tujuan lean
manufacturing adalah meniadakan buangan dengan menghasilkan produk hanya jika
dibutuhkan melalui proses produksi. Tiap operasi hanya menghasilkan apa yang
dibutuhkan untuk memenuhi permintaan dari operasi sebelumnya. Tidak ada produksi
yang dilakukan sampai ada tanda dari proses sebelumnya yang menunjukkan kebutuhan
untuk memproduksi.
Dalam sebuah perusahaan sangat dibutuhkan penerapan lean accounting yang
membantu perusahaan untuk mendukung dan mendorong penerapan lean manufacturing,
dimana lean manufacturing ini dapat berfungsi untuk meniadakan buangan dengan
menghasilkan produk yang hanya dibutuhkan melalui proses produksi. Penerapan lean
accounting dan lean manufacturing didalam perusahaan dapat membantu perusahaan
dalam mengehemat biaya dengan menghilangkan waktu tunggu dan waktu perpindahan
secara dramatis serta memungkinkan dilakukannya produksi dalam jumlah sedikit dengan
berbagai variasi produk.
Menurut Maskell dan Baggaley (2006), dalam mendukung lean manufacturing,
lean accounting mempunyai visi sebagai berikut :
1. Lean accounting menyediakan informasi yang akurat, tepat waktu, dan mudah
dipahami untuk memotivasi transfomasi falsafah lean ke seluruh bagian
organisasi,

dan

dalam

rangka

pengambilan

keputusan

yang

bertujuan

meningkatkan nilai bagi pelanggan, pertumbuhan, profitabilitas, dan arus kas.

2. Lean accounting mengeliminasi kegiatan-kegiatan yang tidak bernilai tambah


dengan tetap mempertahankan pengendalian finansial menyeluruh.
3. Lean accounting patuh pada prinsip-prinsip akuntansi berterima umum, regulasi
pelaporan ekstern, dan persyaratan pelaporan intern.
4. Lean accounting mendukung lean culture dengan mendorong investasi pada
sumberdaya manusia, menyediakan informasi yang relevan dan actionable, serta
memberdayakan continuous improvement pada setiap tingkatan dalam organisasi.
Dalam mengaplikasikan konsep lean dalam akuntansi, tidak diperlukan lagi
metode-metode akuntansi manajemen tradisional, seperti standard costing, analisis
selisih, penentuan harga jual berdasarkan harga pokok, sistem pengendalian transaksi
yang kompleks, dan pelaporan keuangan yang membingungkan dan tidak tepat waktu.
Lean accounting melaporkan biaya dan laba dengan menggunakan value stream
costing system, yang berisi ringkasan sederhana mengenai biaya langsung dari value
stream tersebut. Biaya value stream dikumpulkan setiap minggu dengan sangat sedikit
atau bahkan tanpa alokasi overhead, karena semua biaya yang dilaporkan merupakan
biaya langsung, sehingga perhitungan harga pokok produk akan menjadi lebih akurat.
Penerapan lean accounting yang menggunakan value stream costing system dalam
melaporkan biaya dan laba, dapat membantu perusahaan untuk membuat ringkasan
sederhana mengenai biaya langsung dari value stream tersebut, sehinga perusahaan dapat
melihat bagaimana kondisi keuangan dari perusahaan dengan melihat laporan biaya dan
laba pada periode tersebut sehingga dapat menjadi pertimbangan bagi perusahaan untuk
memperbaiki atau mempertahankan rencana yang sudah dijalankan.
Suatu

perusahaan

mungkin

memiliki

beberapa

value-stream

penghasil

pendapatan, value stream produk baru, kelompok orang yang mendukung value stream,
namun tidak berada di dalam valuestream, seperti manajer divisi, manajer pabrik, staf
personalia, staf pada sistem informasi dan lain-lain. Biasanya biaya staf pendukung ini
relatif kecil dibandingkan biaya value stream. Untuk pelaporan ekstern, laporan laba rugi
value stream digabungkan dengan biaya staf pendukung yang kemudian menghasilkan
laporan keuangan divisi.Kadang kala beberapa penyesuaian diperlukan untuk menjadikan
laporan keuangan ini sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi berterima umum (PABU),
misalnya penyesuaian untuk perubahan persediaan dan laba/rugi selisih kurs.

Lean

accounting

bekerja

untuk

memotivasi

perusahaan

untuk

terus

mempromosikan inisiatif bersandar mereka daripada memberikan nomor yang tidak


selalu merupakan refleksi akurat dari profitabilitas perusahaan seperti halnya dengan
mencoba memenuhi kuota mesin efisiensi dengan menghasilkan kelimpahan persediaan
yang diperlukan.
Penerapan lean manufacturing dapat memicu kebutuhan akan penggunaan lean
accounting, karena metode akutansi tradisional tidak dapat memenuhi dan mengakomodir
kebutuhan informasi keuangan bagi industri yang berdasarkan sistem lean. Lean
accounting telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir untuk memberikan
akuntansi, kontrol, dan metode pengukuran mendukung lean manufacturing dan lean
thinking aplikasi

seperti

kesehatan,

konstruksi,

asuransi,

perbankan,

pendidikan, pemerintah, dan industri lainnya. Dalam lean accounting terdapat dua konsep
utama yang cukup penting. Pertama, lean accounting merupakan penerapan lean methods
ke dalam proses pengendalian, pengukuran dan proses akutansi pada proses kinerja
sebuah perusahaan. Yang kedua, dalam penerapan lean accounting tersebut, yaitu
perubaan dalam proses pengendalian, pengukuran dan akutansi harus dilakukan secara
mendasar.