Anda di halaman 1dari 8

Judul :

Standart Dan Alat Ukur Waktu


A. Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara penggunaan beberapa alat ukur dasar?
2. Bagaimana cara penentuan ketidakpastian pada hasil pengukuran
hasil?
3. Bagaimana cara penentuan ketidakpastian pada pengukuran berulang?
4. Bagaimana cara penggunaan konsep angka berarti?
5. Bagaimana cara penghitungan ketidakpastain pada hasil percobaan dan
menjelaskan arti ketidakpastian?
B. Tujuan
1.
2.
3.
4.
5.

Menggunakan beberapa alat ukur dasar


Menentukan ketidak pastian pada hasil pengukuran tunggal
Menentukan ketidak pastian pada pengukuran berulang
Menggunakan konsep angka berarti
Menghitung ketidak pastian pada hasil percobaan dan menjelaskan
arti statistikanya

C. Teori Singkat
Pengukuran berlangsung dengan menghitung pengulanganya kita dapat
menggunakan bandul osilasi, system pegas massa ataupun Kristal kwarsa
(quartz) dari sekian banyak kejadian yang berulang-ulang dalam
alam,perputaran (rotasi)bumi pada porosnya telah digunakan

selama

berabad-abad sebagai standart waktu untuk menetapkan panjangnya hari


,sebagai standart waktu sipil sampai sekarang masih di pakai definisi satu
detik ( matahari rata-rata ) adalah 1 / 86.400 hari (matahari rata-rata).salah
satu penggunaan waktu standar adalah untuk mengukur frekuensi .
Alat ukur waktu yang paling banyak digunakan dalam kehidupan adalah
stop watch dan arloji. Waktu adalah selang antara dua kejadian/peristiwa.
Misalnya, waktu siang adalah sejak matahari terbit hingga matahari
tenggelam,waktu hidup adalah sejak dilahirkan hingga meninggal. Untuk
peristiwaperistiwa yang selang terjadinya cukup lama, waktu dinyatakan

dalam satuan-satuan yang lebih besar, misalnya menit, jam, hari, bulan,
tahun, abad dan lain-lain.

1 hari = 24 jam
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 sekon
Sedangkan, untuk kejadian-kejadian yang cepat sekali bisa digunakan satuan
milisekon (ms) dan mikrosekon (s). Untuk keperluan sehari-hari, telah dibuat
alat-alat pengukur waktu.
Standar untuk satuan waktu adalah sekon (s) atau detik. Standar waktu yang
masih dipakai sekarang didasarkan pada hari matahari ratarata. Satu sekon atau
satu detik didefinisikan sebagai selang waktu yang diperlukan oleh atom cesium133 untuk melakukan getaran sebanyak 9.192.631.770 kali dalam transisi antara
dua tingkat energi di tingkat energi dasarnya. Jam atomik jenis tertentu, yang
didasarkan atas frekuensi karakteristik dari isotop Cs133, telah digunakan di
Laboratorium Fisis Nasional, Inggris sejak tahun 1955.
Beberapa alat ukur waktu,di awali dengan alat ukur waktu orang zaman
dahulu , yaitu jam matahari, dan jam pasir hingga arloji.
Jam Matahari
Jam matahari adalah jam pertama yang di ciptakan hamper 3000 tahun
yang lalu. Secara prinsip jam matahari mengukur waktu dengan
menggunakan gerakan bayangan dari benda diam, yang di bentuk oleh
sinar matahari . yang sudah bila matahari tidak bersinar.
Jam pasir
Selang waktu pasir bagian atas gelas untuk jauh seluruhnya ke bagian
bawah selalu tetap. Karena jam pasir ini pun dapat di gunakan untuk
mengukur waktu.setiap setengah jam , jam pasir harus di balik.
Stop watch dan arloji

Alat ukur waktu umum di gunakan orang dalam keseharian adalah arloji,
yang mengukur waktu berdasarkan banyaknya getaran yang di lakukan
oelh sebuah Kristal kuarsa sangat kecil.
Dan untuk mengukur selang waktu yang lebih singkat , misalnya dalam
perlombaan lari, lebih tepat jika menggunakan stopwatch baik itu yang
analog maupun yang digital.
Jam atom
Untuk mengukur waktu yang memerlukan ketelitian tinggi,para ilmuan
menggunakan jam atom yang di gerakan oleh atom cesium dan di
perkirakan hanya akan membuat kesalahan 1 sekon dalam waktu satu juta
tahun.
Referensi :
1. Buku Fisika (Edisi Ke-3 Jilid 1).oleh David Halliday,Robert Resnick
(1999) (Hal 12-13) penerbit erlangga.
2. Buku Fisika 1 Khusus untuk kalangan sendiri ( Hal 6 )
3. http://www.artikel bagus.com/2012/01/alat ukur-massa-danwaktu.html#ixzzz2goeoBiaE

D. Variabel-variabel
Variabel bebas
Variabel Terikat
Variabel Kontrol

E. Alat dan Bahan


1. Mistar
2. Jangka Sorong
3. Mikrometer Sekrup
4. Sferometer
5. Termometer
6. Stopwatch

7. Neraca Mekanik
8. Neraca Pegas
9. Barometer dan Hygrometer
10. Silinder
11. Lensa konfergen (cembung), lensa divergen (cekung) dan kaca
planparalel
12. Kontainer
13. Bandul
14. Balok-balok dan massa pemberat

F. Prosedur
1. Menentukan nilai skala terkecil dari (a) Mistar, (b) Jangka Sorong, (c)
Mikrometer

Sekrup, (d) Sferometer, (e) Termometer, (f)

Stopwatch, (g) Neraca Pegas,


(h) Neraca Mekanik, (i) Barometer, (j) Hygrometer
2. Mengukur panjang dan lembar kerja pratikum dengan menggunakan
mistar
3. Mengukur diameter dalam, diameter luar dan tebal dari silinder yang
di berikan Asisten dengan menggunakan jangka sorong
4. Mengukur tebal dari massa pemberat yang di berikan Asisten dengan
menggunakan mikrometer sekrup
5. Mengukur jari-jari kelengkungan lensa-lensa yang di berikan oleh
Asisten dengan menggunakan sferometer
6. Menggukur massa dari balok-balok/massa pemberat yang di berikan
Asisten dengan menggunakan Neraca Mekanik
7. Menggukur berat dari balok-balok/massa pemberat yang diberikan
Asisten dengan menggunakan Neraca Pegas
8. Mengukur suhu air yang di berikan Asisten dengan menggunakan
Termometer
9. Mengukur suhu waktu 3 kali ayunan bandul dengan menggunakan
stopwatch sebanyak 5 kali
10. Mengukur waktu yang di butuhkan oleh sebuah benda yang di
jatuhkan dari ketinggian tertentu
11. Mengukur suhu ruangan (dalam satuan Fahrenheit), tekanan dan
kelembapan udara dalam Laboratorium Fisika

G. Tugas pendahuluan
1. Apa yang dimaksud dengan :
a.
Pengukuran
b.
Ketidakpastian
c.
Besaran
d.
Dimensi dan satuan
2.

Tuliskan besaran pokok dan besaran turunan (cat : minimal 20


besaran turunan) beserta satuan dan dimensinya !

3.

Bagaimana cara mengukur :


a.
b.
c.
d.
e.
f.

Jarak matahari ke bumi


Luas benda tak beraturan dan volume benda tak beraturan
Massa bumi, debu, satu molekul, dan satu atom
Suhu matahari
Jari-jari dari sebuah rambut
Luas sebuah kota, negara, benua, bumi, dan galaksi.

Jawaban Tugas Pendahuluan


1. a. Pengukuran adalah kegiatan membandingkan nilai besaran yang
di ukur dengan alat ukur yang di tetapkan sebagai satuan.
b. Ketidakpastian adalah dimana pada benda 1 awal pengukuran itu
relative kecil,akan tetapi , dilakukan kembali pengukuran pada
benda yang sebelumnya hasilnya relatif besar. Sehingga terjadi
ketidakpastian pengukuran pada benda itu.
c. Besaran adalah segala sesuatu yang dapat di ukur dan dinyatakan
dengan nilai.
d. dimensi dan satuan
Dimensi adalah suatu konsep dasar untuk memberikan
deskripsi kualitatif tentang entitas fisik seperti panjang ,
volume, luas, energy, suhu, gaya, massa, waktu, dan
kecepatan.
Satuan adalah suatu cara untuk mengukur dari suatu
besaran yang digunakan untuk mengukur besaran tersebut.

2. Besaran pokok beserta dimensi dan satuannya dan besaran turunan:


Besaran pokok beserta dimensidan satuannya.

Besaran Pokok

Satuan

Dimensi

Panjang
Massa
ddWaktu
Suhu
Kuat arus listrik
Intensitas cahaya
Jumlah zat

Meter
Kilogram
Sekon
Kelvin
Ampere
Candela
Mole

(L)
(M)
(T)
()
(I)
(J)
(N)

Besaran Turunan beserta satuan dan dimensinya

Besaran Turunan

Satuan

Dimensi

Luas
Volume
Frekuensi
Kerapatan

Meter ( m2 )
m3
s-1
Kilogram per meter

[ L ]2
[ L ]3
[ T ]-1
Kg / m3

Kecepatan
Percepatan
Gaya
Daya
Usaha
Energi kinetik
Tekanan
Kuat medan listrik
Hambatan Listrik
Fluks magnetik
Tegangan
Tegangan permukaan
Debit
Vikositas kinematis
Vikositas dinamis
Konduktifitas panas

kubik
Meter per second
Meter per second squared
Kg. m/s2
(kg m/s2)s =kg.m2s-3
Kg m/s2. m= kg.m2s-2
Kg .( m/s )2
(kg m/s2)m2=kg.m-1s-2
Kg.m (A.s3)
Kg.m2/ (A2.s3)
Kg.m2/ (A. s2)
Kg/s2
Kg/s2
M3/s
m2/s
kg/(m.s)
kg.m2/ (s3.K )

[ M ] [ T ]-1
rad / s2
[ M ][ L ] [ T ]-2
[ M ][ L ]2[ T ]-3
[M ][ L ]2[ T ]-2
[M][L]2 [T]-2
[M][L]-1[T]-2
[M] [L] [T]-3[AT]-1
[M] [L]2[T]-3[A]-2
[M] [L]2[T]-2[A]-2
[M] [T]-2
[M] [T]-2
[L]2[T]-1
[L]2[T]-1
[M] [L]-1[T]-2
[M] [L]2[T]-3[q]-1

3. a. Jarak Matahari ke Bumi yaitu para Astronomi telah menetapkan

satuan pengukuran khusus untuk menyatakan jarak benda-benda di


ruang angkasa , yaitu tahun cahaya,metode trigulasi.
b.Luas Tak beraturan yaitu caranya dengan membandingkan tiaptiap skala thermometer ,skala thermometer diantaranya skala
Kelvin,skala celcius, Fahrenheit,dan skala Reamur. Sebagai contoh
untuk mengubah satuan Kelvin menjadi derajat celcius atau
sebaliknya.
c. * Massa Bumi yaitu dengan menggunakan hokum
newton,karena hukum newton itu gaya gravitasi bumi.
* Debu yaitu dengan cara menggunakan alat ukur Analitica
Strumentri, High Volume Air Sampels HVAS-TSP.
*Satu molekul yaitu dengan menentukan bobot ( massa ) suatu
molekul, dapat dilakukan dengan menambah bobot massa setiap
atom dalam senyawa tersebut.
* satu atom yaitu dengan menggunakan cara 1 sma=xsma c-12
d. Suhu matahari yaitu sampai saat ini belum ada yang dapat
mengukur suhu matahari , akan tetapi para astronomi hanya
menggabungkan metode-metode pengamatan dan berbagai teori
untuk menaksir kondisi-kondisi di matahari tidak berbeda jika
menggunakan ukuran celcius.
e. Jari-jari sebuah rambut yaitu dengan menggunakan mistar, agar
panjang rambut tersebut dapat di ketahui,maka kita dapat
mengetahui diameter.
f. * Luas Sebuah Kota yaitu dapat menggunakan skala penduduk.
* Luas Negara yaitu dengan menggunakan sakal peta.
* Luas benua yaitu dengan menggunakan sakala dan metodemetode para ilmuan.
* Luas Bumi yaitu dengan menggunakan metode ilmiah dan
hukum newton.
* Luas Galaksi yaitu dengan menggunakan metode-metode ilmiah.