Anda di halaman 1dari 4

Contoh sambutan akad nikah

1. Assalamu'alaikum Wr, Wb.


Yth. bapak shahibul hajat yang kami hormati,
Yth. para alim ulama dan tokoh masyarakat yang kami muliakan, serta mempelai berdua
yang berbahagia!
Alhamdulillah...
Marilah kita bersama-sama memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Swt yang
telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita sekalian. Sehingga kita dapat
mengantarkan serta melangsungkan pernikahan putra kami ..... bin ..... dengan mempelai
putri ..... bin .....
Shalawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada jungjungan Nabi Muhammad Saw,
karena beliau-lah kita mendapat petunjuk jalan yang lurus untuk mencapai kebahagiaan
dan keselamatan dunia dan akhirat. Aamiin.

2. Para undangan yang kami hormati,


Kami selaku wakil orang tua mempelai laki-laki menyampaikan salam bahwa bapak
ibu ....... tidak dapat ikut hadir karena sesuatu hal. Oleh sebab itu kami menyerahkan anak
kami ..... (sebutkan nama mempelai laki), dan mulai saat ini saudara ..... telah resmi
menjadi putra bapak serta menjadi anggota keluarga bapak .... Oleh karena itu jangan
segan-segan memberi nasehat mengarahkan jalan hidup berumah tangga yang baik, rukun,
tentram, ayem sampai kaken-kaken, ninen-ninen. Aamiin.
Demikian pula kepada warga disini lebih-lebih para tokoh masyarakat, kami titipkan
saudara ..... untuk menjdai warga barudisini, semoga dapat saling membantu.
Peringatkanlah dengan cara yang baik bila dalam kekhilafan dan sertakan dalam kegiatan
kampung.
3. Bapak-bapak, dan hadirin sekalian yang berbahagia,
Kami pribadi mengucapkan banyak terimakasih atas penyambutan yang begitu hangat
penuh kekeluargaan. Semoga amal bapak mendapat pahala dari Allah Swt.
Kami doakan kepada mempelai berdua semoga rukun selalu dalam mengarungi samudra
kehidupan dan d karuniai putra-putri yang shaleh ta'at kepada orang tua.
4. Bapak-bapak, ibu-ibu sekalian yang berbahagia,
Kiranya sampai disini dahulu sambutan kami, kurang lebihnya kami mohon maaf yang
sebesar-besarnya. Akhirul kata Wassalamu'alaikum Wr, Wb.

5. Assalamualaikum Wr.Wb.
Yth. Bapak dan Ibu Orang Tua.( Calon mempelai wanita ) . Yth. Para Tokoh Masyarakat,
Alim Ulama dan Sesepuh yang ada di lingkungan (Tempat tinggal mempelai wanita).
Tentunya tidak lupa kepada keluarga besar kedua mempelai yang hadir pada kesempatan
yang berbahagia ini. Untuk mengawali jumpa kita saat ini, terlebih dahulu kita semua
panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan rahmat,
hidayah serta inayah-Nya sampai saat ini kita masih ditakdirkan oleh Allah swt, untuk
menghadiri acara yang berbahagia ini dengan keadaan sehat walafiat.
Sholawat serta salam semoga selamanya terlimpuhcurahkan kepada Nabi terakhir yang
terpilih, Rosul penutup yang termasyhur yakni Habibana Wanabiyyana Wamaulana
Muhammad SAW. beserta para shohabatnya, kerabatnya, serta kepada seluruh umat yang
selamanya taat kepada ajarannya sampai akhir zaman
Bapak, Ibu, serta hadirin yang berbahagia
Pada kesempatan ini saya atas nama keluarga Bapak (ayah dari calon mempelai pria) yang
merupakan orang tua dari saudara (calon mempelai pria) terlebih dahulu menyampaikan
permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak, Ibu, serta hadirin dan keluarga
besar dari Bapak (ayah dari calon mempelai pria) apabila kedatangan kami beserta
rombongan dapat menggangu dan kurang berkenan di hati Bapak, Ibu serta hadirin selaku
pribumi di sini. Apabila ada prilaku kami yang kurang sesuai dengan adat istiadat di sini
mohon dimaafkan.
Saya disini selaku juru bicara yang mewakili keluarga dari pihak Calon Mempelai Pria
akan menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami ke sini. Yang pertama-tama
adalah untuk memperkokoh silaturahmi yang telah terjalin diantara dua keluarga ini, untuk
lebih saling mengenal kembali dengan bertemunya dua keluarga besar dari kedua
mempelai.
Yang selanjutnya disini ada jejaka tampan yang mencintai putri Bapak Ibu dan berniat
untuk mempersuntingnya, tapi rupanya ada sedikit kendala. Karena sitampan ini rupanya
tidak mau berangkat sendiri menghadap Bapak Ibu sekalian. Maka dengan cinta dan kasih
sayang orang tua dari adik (calon mempelai pria) kami pula dipinta untuk pula
mengantarkan adik (calon mempelai pria) untuk menuju ke gerbang pernikahan, yang
membuat kami seluruh keluarga besar ikut gembira.
Berat terasa ketika kami melangkahkan kaki ke tempat megah ini, bukan karena kami
tidak berbahagia. Karena kami khususnya orang tua calon mempelai pria takut anak
kesayangan mereka ini belum mamp untuk putri Bapak Ibu tercinta. Ini adalah sebuah
beban yang berat, Putri Bapak Ibu yang bernama (calon mempelai wanita) bukan hanya
cantik rupanya, pendidikan yang tinggi juga pekerjaan yang baik, membuat kami menjadi
rendah hati. Takut jikalau putra kami tercinta tidak sebanding dengan harapan atau kriteria
menantu idaman dari Bapak Ibu dik (calon mempelai wanita).
Tapi kami tegapkan langkah kembali memberanikan diri untuk meminta ijin dan ridhonya

keluarga besar calon mempelai wanita untuk merestui dan menerima pinangan dari putra
kami tercinta, ananda (caon mempelai pria).
Bapak, Ibu serta hadirin yang berbahagia..
Demikianlah kiranya ungkapan penyerahan dari saya atas nama Bapak (calon mempelai
pria) dan akhirnya saya selaku pribadi dan rombongan menyampaikan ucapan terimakasih
atas segala kebaikan dalam penerimaan kami beserta rombongan, dan mohon maaf apabila
ada kekurangan dan kesalahan dari kami.
Terima kasih, Billahittaufiq wal hidayah,
Wassalamualaikum Wr.Wb.

6. Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh. Innalhamdalulillah nahmatuhu wa


nastainu wa nastaghfiruh wanaudzubillahi min syururi anfusina wa min syaiati amalina
mayyahdillahu fala mudhilallah wa mayudhil fala hadiyallah. Washolatu wassalamu ala
Muhammad waala alihi wa shibihi wassalim ajmain Ama badu.
Kepada keluarga besar bapak............ dan ibu............................... yang saya hormati,
kepada bapak penghulu yang kami hormati, kepada para pejabat pemerintahan dan tokoh
masyarakat yang kami hormati serta para hadirin sekalian yang kami hormati.
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah mencurahkan rahmat
nikmat dan hidayah-Nya sehingga pada kesempatan pagi yang berbahagia ini kita masih
diberi kesempatan untuk berkumpull menghadiri bahkan menjadi saksi mopment yang
sakral dan membahagiakan antara dua insan manusia yaitu akad nikah antara
saudara ......................... putra dari bapak...................... dan ibu................................ dengan
saudari........................ putri dari bapak.................... dan ibu...................
Sholawat serta salam semoga selalu dicurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW,
kepada keluarganya, sanak saudaranya, para sahabatnya dan seluruh pengikutnya hingga
akhir zaman.
Kepada keluarga besar bapak............ dan ibu................................. yang saya hormati,
izinkan kamu disini bertutur merangkai kata sebagai penyambung lidah dari keluarga
besar bapak.......... dan ibu............. selaku orang tua kerrabat dari saudara.............. pada
kesempatan kali ini menyampaikan :
Pertama kami beserta rombongan keluarga besar bapak ...... dan ibu........ mengucapkan
terimakasih yang sebesar besarnya atas sambutan hangan dan luar biasa atas kedatangan
kami dipagi ini. Sehingga sejauh jauhnya perjalanan dan capek dibadan menjadi tidak
berasa seberapa.
Selanjutnya adapun maksud dan tujuan kedatangan kami jah jauh dari kota........menempuh
jarak yang tidak dekat melewati jalan berliku menerobos kemacetan jalanan adalah tidak
lain dan tidak bukan untuk memenuhi permintaan saudara kami saudara/mas........... dalam
rangka memenuhi perintah atau sunnah Rasul dan untuk menyempurnakan keimanan dan
keislamannya yaitu membangun keluarga yang sakinah mawadah warrahmah untuk

melahirkan generasi yang sholeh dan sholehah bersama tambatan hatinya yaitu
saudari .............. yang merupakan putri dari bapak........ dan ibu............
Ibarat buah sudah matang dipohon kalau tak dipetik busuk jadinya kalau terlambat dicuri
orang, berhubung telah datang kesempatan yang bagus maka jangan sampai disia-siakan.
Untuk memenuhi maksud itulah dengan ini kami serahkan sepenuhnya dari ujung rambut
hingga ujung kaki, lahir dan batin saudara/mas .......... kepada bapak............. untuk dapat
segera dinikahkan dengan putri bapak........ dan ibu....... yang bernama saudari/mbak......
Tidak lupa juga kami sampaikan sedikit buah tangan atau oleh oleh yang kami bawa
mohon jangan dilihat dari besar atau nilai harganya tetapi lebih kepada maksud dan
harapan kami yaitu sebagai tanda ketulusan dan untuk mempererat hubungan tali
kekeluargaan antara keluarga besar kedua mempelai. Dan pada akhirnya kami rombongan
dari keluarga besar calon mempelai pria mohon maaf yang sebesar-sebesarnya apabila
kedatangan kami mengganggu ketenangan dan ada ucapan atau perilaku kami sedari
kedatangan hingga kepulangan nanti ada yang kurang berkenan dihati keluarga besar
bapak...... dan ibu....... dan juga para hadirin sekalian.
Istilah kata tak ada gading yang tak retak, manusia tempatnya salah dan khilaf untuk itu
apabila dari perilaku dan tutur kata kami ada yang salah dan kurangberkenan mohon
kiranya dimaafkan, akhir kata Billahi taufik wal hidayah akhirul kalam
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.