Anda di halaman 1dari 3

Eko Putri Setiani (15)

MAT022383
MAKSI 34 A
ASET TETAP
Aset tetap adalah aset berwujud yang:
1. Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk
direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan
2. Diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.
Aset tetap diakui jika:
1. Besar kemungkinan manfaat ekonomi dari aset tersebut akan mengalir ke perusahaan.
2. Biaya perolehan aset tersebut dapat diperoleh/diketahui secara andal.
Aset tetap harus dicatat sesuai dengan Harga Perolehannya. Harga perolehan adalah harga beli
ditambah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperolehnya dan menyiapkan aset tetap
tersebut sampai siap digunakan.
Biaya perolehan aset tetap terdiri dari:
1. Harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh
dikreditkan setelah dikurangi diskon pembelian dan potongan lain;
2. Biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi
dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan
maksud manajemen;
3. Estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi
aset. Kewajiban atas biaya tersebut timbul
ketika aset tersebut diperoleh, atau
karena entitas menggunakan aset tersebut selama periode tertentu untuk tujuan
selain untuk menghasilkan persediaan.
Biaya perolehan aset tetap dari suatu pertukaran diukur sebesar nilai wajar, kecuali:
Transaksi pertukaran tidak memiliki substansi komersial, atau
Nilai wajar aset yang diterima dan diserahkan tidak dapat diukur secara andal
Jika aset yang diperoleh tidak dapat diukur dengan nilai wajar, maka biaya perolehannya
diukur dengan jumlah tercatat dari aset yang diserahkan.
Bagaimana cara mencatat transaksi pembelian aset tetap secara tunai?
Adanya transaksi pembelian secara tunai, akan menambah nilai aset tetap tersebut di sebelah
debet sebesar harga perolehannya.
Bagaimana cara mencatat transaksi pembelian aset tetap secara kredit?
Adanya transaksi pembelian secara kredit, akan menambah nilai aset tetap tersebut di
sebelah debet sebesar harga tunainya. Selisih antara harga tunai dengan harga kredit, dicatat
pada perkiraan Beban Bunga.
Bagaimana cara mencatat transaksi terkait pembangunan aset tetap?

Ketika suatu perusahaan memutuskan untuk membangun sendiri aset tetapnya, maka biayabiaya yang dikeluarkan selama proses pembangunan aset tetap itu berlangsung akan dicatat
sebagai berikut:
Aset tetap dalam konstruksi
Rp xxx
Kas yang dibayarkan
Rp xxx
Setelah aset tersebut selesai dibangun, maka akan dicatat sebagai berikut:
Aset tetap
Rp xxx
Aset tetap dalam konstruksi
Rp xxx
Bagaimana cara mencatat transaksi perolehan aset tetap melalui pertukaran dengan aset non
moneter?
Aset tetap yang diperoleh dari pertukaran dengan aset non moneter, secara umum dicatat
sebesar harga pasar aset tetap yang diterima. Selisih antara harga pasar yang diterima dengan
harga buku aset yang diserahkan, dicatat sebagai rugi atau laba pertukaran. Harga buku
adalah harga menurut catatan atau harga perolehan setelah dikurangi dengan jumlah
penyusutan (akumulasi penyusutan).
Bagaimana cara mencatat transaksi perolehan aset tetap melalui sumbangan?
Aset tetap yang diperoleh melalui sumbangan/hadiah/donasi, diakui sebesar taksiran nilai
pasar aset tetap, disertai dengan mengkredit akun modal.
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
Perusahaan harus memilih menggunakan cost model atau revaluation model.
Cost Model
Revaluation Model
Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat
sebesar:
sebesar :
Biaya perolehan
Jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada
Dikurangi:
tanggal revaluasi,
Akumulasi penyusutan dan
Dikurangi
Akumulasi rugi penurunan nilai aset
Akumulasi penyusutan dan
Akumulasi rugi penurunan nilai aset
yang terjadi setelah tanggal revaluasi.
Nilai wajar adalah jumlah yang dipakai untuk mempertukarkan suatu aset antara pihak-pihak
yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan memadai dalam suatu transaksi dengan wajar
(arms length transaction).
Jika tidak ada pasar yang dapat dijadikan dasar penentuan nilai wajar karena sifat dari aset
tetap yang khusus dan jarang diperjual-belikan, kecuali sebagai bagian dari bisnis yang
berkelanjutan, entitas mungkin perlu mengestimasi nilai wajar menggunakan pendekatan
penghasilan atau biaya pengganti yang telah disusutkan (depreciated replacement cost
approach).

Frekuensi Revaluasi:
Frekuensi revaluasi tergantung perubahan nilai wajar dari suatu asset tetap yang
direvaluasi.
Jika nilai wajar dari asset yang direvaluasi berbeda secara material dari jumlah
tercatatnya, maka revaluasi lanjutan perlu dilakukan.
Beberapa asset tetap mengalami perubahan nilai wajar secara signifikan dan fluktuatif,
sehingga perlu direvaluasi secara tahunan.
Revaluasi tahunan seperti itu tidak perlu dilakukan apabila perubahan nilai wajar tidak
signifikan.
Namun demikian, asset tersebut mungkin perlu direvaluasi setiap tiga atau lima tahun
sekali.
Semua aset tetap kecuali tanah kehilangan kapasitasnya saat digunakan. Kehilangan
kapasitas produksi ini diakui sebagai Beban Depresiasi/Penyusutan. Depresiasi fisik terjadi
dari pengausan atau perusakan saat digunakan atau karena cuaca. Depresasi fungsional terjadi
saat aset tetap tidak lagi dapat digunakan pada tingkat yang diharapkan.
Penyusutan adalah alokasi sistematis jumlah yang dapat disusutkan (depreciable amount)
dari suatu aset selama umur manfaatnya (useful life).
Faktor yang harus diperhitungkan dalam menentukan umur manfaat.
Prakiraan daya pakai aset;
Prakiraan tingkat keausan fisik;
Keusangan teknis dan keusangan komersil;
Pembatasan penggunaan aset karena aspek hukum (misal: sewa).
Metode Penyusutan:
1. Garis Lurus: Menghasilkan pembebanan yang tetap sepanjang umur manfaat selagi nilai
residu tidak berubah
2. Saldo Menurun: Menghasilkan pembebanan yang menurun sepanjang umur manfaat
3. Jumlah Unit: Menghasilkan pembebanan berdasarkan penggunaan
Rugi penurunan nilai segera diakui dalam laporan laba rugi, Kecuali aset disajikan pada
jumlah direvaluasi sesuai dengan standar lain. Setiap rugi penurunan nilai aset revalusian
diperlakukan sebagai penurunan revaluasi.
diakui dalam pendapatan komprehensif lain, sepanjang kerugian penurunan nilai tidak
melebihi jumlah surplus revaluasi untuk aset yang sama
rugi penurunan nilai atas aset revaluasian mengurangi surplus revaluasi untuk aset tersebut
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat:
1. dilepaskan; atau
2. Tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau
pelepasannya.