Anda di halaman 1dari 8

HASIL JURNAL AKTIFITAS DGN RASIO

1. Dalam jurnal Ayu Chanda Rahmawati dkk. 2009. Aktifitas fisik dan rasio kolesterol
(HDL) pada penderita penyakit jantung coroner di poliklinik jantung RSUD Dr
Moerwardi Surakarta. Prodi Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah,
Surakarta.
Terdapat hubungan antara aktifitas fisik dan rasio kolesterol (HDL) pada penderita
Penyakit Jantung Koroner.

HASIL JURNAL RASIO HDL LDL


1. Dalam jurnal Telmo Pereira. 2012. Dyslipidemia and Cardiovascular Risk: Lipid Ratios
as Risk Factors for Cardiovascular Disease. College of Health Technologies, Polytechnic
Instituteof Coimbra, Portugal.
Komponen 4 profil lipid pada dasarnya memiliki peranan penting dalam tubuh jika dalam
keadaan normal. Namun, jika kadarnya abnormal akan menimbulkan efek negative bagi
kesehatan. Selain itu, keadaan dyslipidemia kini tidak hanya dianggap sebagai
abnormalitas 4 profil lipid tersebut tetapi juga dapat dikarenakan abnormalities rasio total
kolesterol/K-HDL dan rasio K-LDL/K-HDL merupakan suatu keadaan yang dapat
menyebabkan dyslipidemia. (Pereira, 2012).
Data terbaru menunjukkan LDL-kolesterol / HDL-Kolesterol rasio dan bahkan totalKolesterol / HDL-kolesterol rasio, menjadi prediktor akurat dari cardiovarisiko scular.
Faktanya, perubahan rasio telah terbukti bett Indikator er pengurangan risiko berhasil
PJK dari perubahan tingkat absolut lipid atau lipoprotein.
2. Dalam jurnal (Thomas, 2007).
Rasio TC/HDL merupakan nilai yang umum digunakan untuk memprediksi risiko
berkembangnya aterosklerosis. Namun ada rasio lain yang lebih baik sebagai prediktor
yaitu rasio LDL/HDL karena murni membandingkan bad cholesterol (LDL) dengan good
cholesterol (HDL), sedangkan rasio TC/HDL memperhitungkan kadar LDL, very lowdensity lipoprotein (VLDL), HDL dibandingkan dengan kadar HDL. Maka rasio
LDL/HDL merupakan prediktor proses aterosklerosis yang paling baik karena murni
membandingkan LDL dengan HDL.

3. Dalam jurnal Muhannad Hafidz Fidiansyah. 2014. Hubungan Antara Rasio Kadar
Kolesterol Total Terhadap High-Density Lipoprotein (HDL) Dengan Kejadian Penyakit
Jantung Koroner Di RSUD Dr. Moewardi. Fakultas Kedokteran Universitas
Muhammadiyah, Surakarta.
Berdasarkan analisis data, terdapat hubungan signifikan antara rasio kadar kolesterol total
terhadap high-density lipoprotein (HDL) dengan kejadian penyakit jantung coroner.
4. Dalam jurnal Millan, J., Pinto, X., Munoz, A., Zuniga, M., Rubies-Prat, J., Pallardo, L., &
Pedro-Botet, J. 2009. Lipoprotein ratios: Physiological significance and clinical
usefulness in cardiovascular prevention. Vasc Health Risk Manag.
Jumlah / high-density lipoprotein (HDL) kolesterol dan LDL / kolesterol HDL rasio
merupakan indikator risiko dengan nilai prediksi yang lebih besar dari parameter yang

terisolasi digunakan secara terpisah, terutama LDL.


Lipoprotein (LDL) konsentrasi kolesterol low-density telah indeks utama risiko penyakit
kardiovaskular dan target utama untuk terapi. Namun, beberapa rasio lipoprotein atau
"indeks aterogenik" telah didefinisikan dalam upaya untuk mengoptimalkan kapasitas
prediktif dari profil lipid. Dalam ulasan ini, kami merangkum aspek patofisiologi mereka,
dan menyoroti alasan untuk menggunakan ini rasio lipoprotein sebagai faktor risiko
kardiovaskular dalam praktek klinis, menentukan tingkat mereka cut-off risiko dan target
untuk terapi penurun lipid. Jumlah / high-density lipoprotein (HDL) kolesterol dan LDL /
kolesterol HDL rasio merupakan indikator risiko dengan nilai prediksi yang lebih besar
dari parameter yang terisolasi digunakan secara terpisah, terutama LDL. rekomendasi
masa depan tentang diagnosis dan pengobatan dislipidemia, termasuk instrumen untuk
menghitung risiko atau tindakan pedoman kardiovaskular, harus mencakup rasio
lipoprotein dengan daya prediksi yang lebih besar yang, dalam pandangan hasil berbasis

bukti, yang tak lain dari orang-orang yang termasuk kolesterol HDL.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2747394/

5. Dalam jurnal Barter PJ, Nicholls S, Rye KA, Anantharamaiah GM, Navab M, Fogelman
AM. 2004. Antiinflammatory properties of HDL.
HDL dapat berperan sebagai antioksidan dan antitrombosis selain perannya dalam
transpor lipid dalam darah. HDL juga penting untuk memelihara kondisi normal endotel
pembuluh darah, menghambat apoptosis sel, dan berperan dalam perbaikan endotel yang
rusak.

There are several well-documented functions of high-density lipoprotein (HDL) that may
explain the ability of these lipoproteins to protect against atherosclerosis. The best
recognized of these is the ability of HDL to promote the efflux of cholesterol from cells.
This process may minimize the accumulation of foam cells in the artery wall. However,
HDL has additional properties that may also be antiatherogenic. For example, HDL is an
effective antioxidant. The major proteins of HDL, apoA-I and apoA-II, as well as other
proteins such as paraoxonase that cotransport with HDL in plasma, are well-known to
have antioxidant properties. As a consequence, HDL has the capacity to inhibit the
oxidative modification of low-density lipoprotein (LDL) in a process that reduces the
atherogenicity of these lipoproteins. HDL also possesses other antiinflammatory
properties. By virtue of their ability to inhibit the expression of adhesion molecules in
endothelial cells, they reduce the recruitment of blood monocytes into the artery wall.
These antioxidant and antiinflammatory properties of HDL may be as important as its
cholesterol efflux function in terms of protecting against the development of

atherosclerosis.
Ada beberapa fungsi yang terdokumentasi dengan baik high-density lipoprotein (HDL)
yang dapat menjelaskan kemampuan lipoprotein ini untuk melindungi terhadap
aterosklerosis. Yang terbaik diakui ini adalah kemampuan HDL untuk mempromosikan
penghabisan kolesterol dari sel. Proses ini dapat meminimalkan akumulasi sel busa di
dinding arteri. Namun, HDL memiliki sifat tambahan yang mungkin juga antiatherogenic.
Misalnya, HDL merupakan antioksidan yang efektif. Protein utama HDL, apoA-I dan
apoA-II, serta protein lain seperti paraoxonase yang cotransport dengan HDL dalam
plasma, yang terkenal memiliki sifat antioksidan. Sebagai akibatnya, HDL memiliki
kapasitas untuk menghambat modifikasi oksidatif low-density lipoprotein (LDL) dalam
proses yang mengurangi atherogenicity lipoprotein ini. HDL juga memiliki sifat antiinflamasi lainnya. Berdasarkan kemampuan mereka untuk menghambat ekspresi molekul
adhesi pada sel endotel, mereka mengurangi rekrutmen monosit darah ke dalam dinding
arteri. Ini sifat antioksidan dan antiinflamasi HDL mungkin sama pentingnya dengan
fungsi penghabisan kolesterol dalam hal

aterosklerosis.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15486323

melindungi

terhadap

perkembangan

HASIL ASUPAN DENGAN RASIO LDL/HDL


1. Dalam Djadjat Tisnadjaja MTech (Ketua Tim Peneliti Monascus LIPI). 2006.
Peneliti di Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
menemukan penurun kolesterol yang dihasilkan dari fermentasi beras oleh kapang

Monascus purpureus.
Dalam tepung monascus terdapat senyawa aktif utama, yaitu Lovastatin atau Monacolin
K yang menghambat kerja enzim HMG-CoA reductase. Enzim ini diketahui sebagai

penyebab terbentuknya kolesterol


Dengan mengonsumsi monascus terjadi peningkatan kolesterol baik (HDL) dan
penurunan kolesterol buruk (LDL) dalam darah. Diketahui, kelebihan kolesterol buruk
yang berlarut dapat menyebabkan pengendapan kolesterol pada arteri (arterosklerosis)

hingga mengakibatkan penyakit jantung


Karena itu, bila monascus dikonsumsi secara teratur dapat terhindar dari penyakit itu.
Monascus juga diketahui dapat memperbaiki sistem pencernaan. Saat ini monascus telah
siap untuk ditingkatkan skala produksinya ke tingkat industri. "Untuk itu Puslit
Bioteknologi LIPI telah siap bekerja sama dengan industri atau investor untuk

mengembangkan hasil penelitian ke skala komersial


http://lipi.go.id/berita/single/temuan-baru-penurun-kolesterol-/505

HASIL JURNAL INTERVENSI ASUPAN


1. Dalam jurnal Mohammad Sulchan, MG Isworo Rukmi. 2007. Effect of tempe gembus on
cholesterol profile in hyperlipidemic rats.
Terdapat perubahan rasio kolesterol HDL/LDL yang meningkat hanya terjadi pada
perlakuan 8%.
Telah dilaporkan bahwa penurunan kadar kolesterol HDL serum sedikit, dikombinasikan
dengan penurunan lebih tinggi di tingkat kolesterol LDL, mengakibatkan peningkatan
rasio kolesterol HDL / LDL.
Diet yang mengandung gembus tempe cenderung menurunkan tingkat kolesterol darah
karena (antara lain) serat dan kandungan asam lemak tak jenuh.

Ketika PSAK diganti dengan asam lemak tak jenuh poli (PUFA) linoleat dan linolenat
dalam diet rendah lemak, kadar LDL, dan kolesterol HDL akan diturunkan seperti itu dan
dengan demikian rasio kolesterol / LDL HDL akan ditinggikan.
Penurunan kadar kolesterol serum juga dipengaruhi oleh konsentrasi serat dalam diet.
Tempe gembus, yang terbuat dari limbah kedelai dalam proses pembuatan tahu, kaya
akan serat (4,69%), dan berisi lipatan tiga tingkat yang lebih besar serat dibandingkan
dengan tempe kedele (1,40 gr%).
Selain itu, flavonoid, dan isoflavonoid yang hadir dalam makanan kedelai seperti tempe
gembus.
2. Dalam jurnal Aryuni dkk. 2009. Perbandingan efek pemberian sari kedelai kuning dan
hitam terhadap rasio kolesterol ldl/hdl darah tikus putih (rattus norvegicus) dengan diet
tinggi lemak. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga.
Perlakuan yang menunjukkan rata-rata rasio kolesterol LDL/HDL terkecil adalah pada

perlakuan pemberian sari kedelai hitam.


Pemberian sari kedelai kuning dan hitam sama sama dapat menurunkan rasio kolesterol
LDL/HDL darah tikus putih dengan diet tinggi lemak, walaupun antara keduanya tidak

terdapat perbedaan efek yang nyata.


Pada kedelai hitam, berdasarkan penelitian oleh Takahashi et al. (2005), diketahui
memiliki kandungan anthosianin yang lebih tinggi, yaitu 29 0,56 mg/g, dibandingkan
dengan kedelai kuning, 0,45 0,02 mg/g. Kandungan anthosianin yang tinggi ini
menunjukkan bahwa kedelai hitam memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan kedelai kuning. Lebih lanjut Takahashi et.al. (2005) telah
membuktikan bahwa kedelai hitam memiliki waktu inhibitor yang lebih lama terhadap
oksidasi LDL (205 16 menit) dibandingkan kedelai kuning (65 3 menit), sehingga
resiko terbentuknya plaque pada pembuluh darah yang dapat mengakibatkan terjadinya

aterosklerosis adalah lebih kecil pada kedelai hitam.


3. Dalam jurnal Dyah Agustina, Hesti Murwani. 2013. Pengaruh Pemberian Jus Biji
Pepaya (Carica Papaya L) terhadap Rasio Kolesterol LDL:HDL Tikus Sprague Dawley
Dislipidemia. Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.
Pemberian jus biji pepaya yang mengandung 646,1 mg flavonoid, 69,3 mg saponin, dan
140,9 mg tanin tiap 100 gram pada dosis 400 mg dan 800 mg mampu menurunkan rasio
kolesterol LDL:HDL dari 2,640,70 menjadi 2,250,54 dan 2,941,01 menjadi

2,110,65 pada tikus Sprague Dawley dislipidemia dengan diet kolesterol 42,7834
mg/hari, namun tidak bermakna (p>0,05). Tidak terdapat perbedaan bermakna (p>0,05)

antar kelompok.
Hal ini disebabkan karena adanya zat fitokimia berupa flavonoid, saponin dan tanin
dalam biji papaya. Selain zat tersebut, papaya juga mengandung serat yang berpengaruh

terhadap perubahan rasio LDHL:HDL paka kelompok perlakuan.


4. Dalam jurnal I Gusti Putu Agus Ferry, Manuntun Mamrung, Ni Made Puspawati. 2015.
Efektifitas Antosianin Kulit Buah Jamblang (Syzygium Cumini) Sebagai Penurun Low
Density Lipoprotein Darah Tikus Wistar Yang Mengalami Hiperkolesterolemia. Program
Studi Magister Kimia Terapan Universitas Udayana, Denpasar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar antosianin total dalam ekstrak kulit buah
jamblang sebesar 830 15,2 mg/L. Uji spektrofotometri UV-Vis menunjukkan serapan
pada 274 dan 536 nm, yang merupakan ciri golongan flavonoid termasuk antosianin.
Hasil TLC menunjukkan 2 noda, yaitu noda (a) dengan Rf = 0,40 (petunidin-3-rhamnosa)
dan noda b, Rf = 0,33 (sianidin-3-soporosa). Kemampuan menurunkan LDL terbaik
ditunjukkan oleh P3 yang diberikan ekstrak kulit buah Jamblang sebanyak 69 g/150 BB
dengan penurunan kadar LDL mencapai 54,5% dan kenaikan HDL 16,6%. Prosentase
penurunan kadar LDL yang ditunjukkan P3 sebanding dengan P4 yang diberikan obat
paten berupa simvastatin dengan prosentase penurunan 53,4%.
Kandungan antosianin total kulit buah jamblang adalah 830 15,2 mg CyE/L.
5. Dalam jurnal Maulida Khurrriya Rahman dan Enny Probosan. 2014. Perbedaan Kadar
Kolesterol LDL Dan HDL Sebelum Dan Setelah Pemberian Sari Bengkuang
(Pachyrrhizus Erosus) Pada Wanita. Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran
Universitas Diponegoro.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna kadar kolesterol LDL
dan HDL sebelum dan setelah pemberian sari bengkuang pada kelompok perlakuan.
Terdapat perbedaan bermakna kadar kolesterol LDL pada kelompok control dan tidak

terdapat perbedaan bermakna kadar kolesterol HDL pada kelompok control.


Serat larut dalam sari bengkuang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan

diharapkan dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL.


Flavonoid termasuk antioksidan yang merupakan komponen kimia atau substansi yang
dapat menghambat oksidasi dan berpotensial menurunkan risiko terjadinya penyakit
kardiovaskuler. Dengan pembersihan radikal, flavonoid dapat menghambat oksidasi

LDL, sehingga dapat mencegah terjadinya aterosklerosis yang dapat mengacu menjadi

penyakit jantung coroner.


Pemberian sari bengkuang pada penelitian sebelumnya mampu menurunkan kadar
kolesterol sebesar 28,25% pada tikus putih yang diberi dosis 2ml sari bengkuang selama

21 hari.
Serat menurunkan absorpsi kolesterol dan reabsorpsi asam empedu dalam lumen usus.
Ekskresi asam empedu dalam jumlah banyak dapat menyebabkan penurunan sirkulasi
asam empedu enterohepatik yang diikuti dengan peningkatan konversi kolesterol menjadi
asam empedu dalam hati dan peningkatan sirkulasi kolesterol dalam darah menuju hati.
Selanjutnya serat yang berada di kolon usus difermentasi dan menghasilkan asam lemak
rantai pendek yaitu asam asetat, asam propionat, dan asam butirat yang akan menghambat
sintesis kolesterol oleh hati.
Gropper S, Smith J, Groff J. Advanced Nutrition and Human Metabolism. 5th ed.
Canada: Wadsworth Cengage Learning; 2009.
Krummel DA. Medical Nutrition Theraphy for Cardiovascular Disease. In Mahan LK,
Stump SE, editors. Krause's Food and Nutrition Theraphy. 12th ed. Canada: Saunders

Elsevier; 2008. p.858.


Flavonoid merupakan kelompok subtansi alami dengan bermacam struktur phenolic yang
dapat ditemukan di buah, sayuran, biji-bijian, bunga, dan teh. Sebuah studi epidemiologi
menunjukkan bahwa asupan flavonoid berperan sebagai pencegah terjadinya penyakit
jantung koroner. Dengan pembersihan radikal, flavonoid dapat menghambat oksidasi
LDL, sehingga dapat mencegah terjadinya aterosklerosis yang dapat mengacu menjadi
penyakit jantung coroner.
Nijveldt R, Nood E, Hoorn D, Boelens P, Norren K, Leeuwen P. Flavonoids: A Review of
Probable Mechanisms of Action and Potential Applications. Am J Clin Nutr 2001;74:418-

25
6. Jeruk dapat meningkatkan kadar HDL . Harus dicari
Sebuah penelitian membuktikan bahwa mengkonsumsi tiga gelas jus jeruk (orange juice)
setiap hari, bisa meningkatkan tingkat HDL sampai 21% dalam waktu tiga minggu.
Penyebabnya naiknya kadar HDL adalah karena tingginya kandungan antioksidan pada
jeruk.
Azhar A Wijaya,dkk. 2012. Hubungan Olahraga dengan kadar HDL dalam tubuh.
http://dokumen.tips/documents/refrat-olahraga-dan-hdl.html#