Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Zaman dahulu orang belum terpikir dengan adanya budidaya tanaman hidroponik
dalam membudidaya tanamannya, biasanya mereka membudidayakan tanamannya
dengan cara menanam dengan media tanah. Dan cara yang dilalukan dengan media
tanah memerlukan waktu yang cukup lama dan mengeluarkan tenaga agar terpelihara
tanamannya dengan baik. Khususnya para petani yang harus kerja ekstra dalam
memelihara tanamannya, menjaga tanamannya agar tetap terpelihara dan
berkembangbiak dengan baik tanpa adanya pengaruh dari pupuk urea dan pestisida yang
dapat membahayakan konsumen.
Akan tetapi akhir-akhir ini kecenderungan masyarakat kita dalam memelihara
tanamannya adalah memerlukan waktu dan tenaga dalam upaya memelihara tanaman
agar kualitas tetap terjamin, memperhatikan gizi dan kandungan dalam tanaman tersebut,
menjaga kesehatan tanaman agar terhindar dari pupuk urea dan pestisida, apalagi orang
awam yang hanya bisa memelihara tanamannya dengan sebelah mata atau tidak dengan
detail cara membudidayakannya, dan itu bukan hal yang mudah untuk kita lakukan.
Dari fenomena diatas maka sangat cocok dan potensial bila kami mendirikan usaha
dalam budidaya tanaman hidroponik, dimana dari segi kualitas dapat memenuhi
keinginan konsumen yaitu nyaman dikonsumsi, praktis, efisien, efektif, tidak menguras
tenaga, kualitas terjangkau sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen, karena sehat
untuk dikonsumsi di bandingkan dengan menanam dengan media tanah..
Dengan faktor produksi yang relative murah dan terjangkau serta mudah didapat,
kami yakin usaha yang kami lakukan ini memiliki berbagai aspek yang dapat
menguntungkan bagi pribadi maupun orang lain.
Adapun latar belakang didirikannya usaha ini adalah:
1)

2)

Masyarakat membutuhkan tanaman/sayur-mayur yang dapat membantu


kesehatan tubuh. Dengan produk yang berkualitas diharapkan masyarakat tidak
jenuh dalam penggunaannya.
Bahan baku mudah diperoleh dan murah.

1.2Perumusan Visi Usaha


Menjadi usaha budidaya tanaman hidroponik sebagai usaha kecil yang diminati
masyarakat serta agar mendapatkan keuntungan yang maksimal.
1.3 Perumusan Misi Usaha
1) Proses produksi tanaman yang berkualitas, baik fisik maupun material yang
digunakan.
2) Menerapkan produk yang mutu terjamin, efesien dan efektif.
3) Menjaga tanaman agar tetap higenis. Dengan pembudidayaan yang modern dan
canggih diharapkan dapat memuaskan konsumen.
4) Memperkenalkan tanaman dan hasil tanaman hidroponik kepada masyarakat,
khusunya para petani yang membudidaya tanaman.
1.4 Tujuan Usaha
Adapun beberapa tujuan dalam usaha budidaya tanaman hidroponik ini adalah:
1.
2.
3.
4.

Meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik untuk memperoleh keuntungan.


Untuk menerapkan jiwa kewirausahaan.
Melatih kemandirian.
Menjaga kesehatan.

1.5 Manfaat Usaha


1. Mampu memenuhi kebutuhan dan selera konsumen
2. Menciptakan lapangan pekerjaan
3. Meningkatkan pendapatan dan memperoleh keuntungan
1.6 Dekripsi Usaha
Usaha yang akan kami mulai adalah yang bergerak dalam bidang budidaya yang
memanfaatkan bahan-bahan material sebagai alat untuk budidaya tanaman hidroponik
yang efisiensi. Karena pada dasarnya masyarakat awam masih minim menggunakan
media hidroponik untuk membudidayakan tanaman, sehingga dengan adanya budidaya
ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menjaga kesehatan akan
mengonsumsi tanaman/sayur-mayur. Usaha ini mungkin masih jarang diminati orang
banyak, karena kebanyakan mereka hanya membiasakan bertanam dengan media tanah,
secara kurang higenis, kurang tepat dan dapat terganggu hama sehingga tanaman kurang
baik untuk digunakan/dikonsumsi. Namun oleh karena itu kami berusaha untuk
mengembangkan usha ini agar dapat lebih maju lagi dan menunjukan citra yang baik
akan segala macam budidaya yang modern, canggih dan bermutu tinggi.

BAB II
2

PEMBAHASAN

2.1 Aspek Produk


1. Jenis Produk Usaha
Usaha ini akan memproduksi dan menjual tanaman/hasil tanaman hidroponik yang
kami garap, bahan bakunya adalah seperti paralon, lampu, bahan material, polibek,
dan lain sebagainya. Produk yang dihasilkan dapat digunakan sepraktis mungkin.
2. Bahan dan Peralatan yang Digunakan
Peralatan yang digunakan :
Nama Peralatan
Benih
Nutrisi hidroponik
Lem
Netpot
Biopestisida alami
Rockwool
Panel
Lampu
Polibag
Jumlah

Jumlah
10 sachet
8 pcs
1 buah
10 pcs
5 btl
10 pcs
10 pcs
2
100 buah

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

Harga Satuan
3.000
15.000
20.000
1.700
13.000
300
200
50.000
400

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

Total
30.000
120.000
20.000
17.000
65.000
3.000
2.000
100.000
40.000
397.000

3. Rencana Perluasan Usaha


Jika ada tanggapan positif dari pihak dana yang mendukung rencananya akan
membuka cabang.
2.2 Aspek Pemasaran
1) Segmen Pasar
Target konsumen adalah masyarakat di daerah sekitar dari semua golongan baik usia
muda maupun tua.
2) Strategi Pemasaran
Dalam penjualan dan pemasaran produk ini, ada beberapa strategi yang digunakan
yaitu :
Menetapkan harga yang relative murah agar semua masyarakat dapat
menjangkau harganya.
Tempat penjualan yang strategis.
Melakukan pelayanan yang terbaik yaitu dengan menerapkan pelayanan
prima, sopan, dan ramah.
Memnuhi kepuasan dan permintaan konsumen.
3

3) Promosi
Dengan memasang papan nama di tempat usaha.
Dari mulut ke mulut yang dilakukan konsumen yang pernah membeli.
4) Sistem Penjualan/Distribusi
Sistem penjualan yang digunakan dalam penjualan ini adalah langsung, tanpa
perantara.
2.3Aspek Teknis
1) Kebutuhan Peralatan dan Perlengkapan
Dalam
usaha
ini,
peralatan
yang
digunakan
adalah
:
Paralon,
lampu,polibag,lem,nutrisi hidroponik,netpot,biopestisida alami,rockwool,panel.
2) Kebutuhan menyiapkan pelayanan meliputi :
Kebutuhan fasilitas yang diperlukan menunjang meliputi :
1. Mengantar peesanan langsung ke tempat pembeli
2. Kendaraan pribadi
3. Tempat usaha

2.4 Aspek Organisasi dan Manajemen


1. Tim Organisasi
Ketua
: Septi Hendrawati
Sekretaris
: Jessi Dwi Ridanti
Bendahara
: Ellisa Monika
Anggota
: Ayu Lestari
Muthiya Muksinun
M.Yudha Goentara
Reza Mauladi

2. Tim Manajemen
Usaha pembdidayaan ini dijalankan oleh kelompok secara bersama, bisa juga untuk
mengantarkan pesanan dapat dibantu oleh partner yang bersangkutan.
3. Beberapa Kelemahan atau Hambatan yang Timbul
Ada beberapa kelemahan yang menjadi hambatan usaha, sperti :
1) Kapasitas produksi terbatas
4

2) Dukunagn financial yang terbatas


3) Kurangnya sarana promosi dan jaringan pemasaran
Selain kelemahan, ada ancaman yang harus segera diatasi. Ancaman tersebut adalah :
1) Belum adanya hak paten
2) Kemungkinan pemulusan produk Kami dipasaran yang akan mengurangi
produk pemasaran

1. Tindakan alternatif
Untuk mengatasi kelemahan dan ancaman usaha, kami berusaha untuk :
1) Mengadakan devisi penelitian, model dan pengembangan.
2) Menjalin kerjasama dengan pihak lain yang dapat mmbantu mengatasi
masalah tersebut.
Untuk itu upaya penelitian kami adalah :
1) Mengadakan survey tentang model produk yang diinginkan konsumen.
2) Mengadakan survey tentang alat-alat kegemaran produk yang sedang trend.
3) Mengadakan survey tentang produk yang dapat dihasilkan dari bahan baku
yang ada.
2.5Aspek Yuridis
Dalam meaksanakan usaha diprlukan aspek-aspek yuridis meliputi Surat Izin Usaha
(SIU) dan Surat Izin Usaha Perdagangan.

2.6Aspek Finansial
1) Sumber Modal
Sumber modal usaha ini adalah modal kelompok sebesar Rp
Total modal

= Rp 397.000

Total Biaya

= Rp 397.000

Jumlah Barang Yang Diproduksi

= 100 ikat sayur

Produk ini dijual dengan harga Rp 1@5000

2.7 Perhitungan Laba/Rugi


Pendapatan
Penjualan
Pengeluaran

Biaya Bahan Baku

Rp

397.000

Jumlah pengeluaran

Rp

397.000

Laba Bersih

Rp

500.000 397.000

= Rp 103.000

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan uaraian di atas dapat disimpulkan bahwa memilih usaha perlu


mengetahui dahulu barbagai macam hal yang berhubungan dengan usaha yang
didirikan. Seperti mengetahui peluang usaha, lokasi yang strategis, pemasaran produk
aspek-aspek lain yang berkenaan pendirian usaha, sehingga usaha yag akan dijalankan
dapat berjalan dengan baik. Usaha budidaya tanaman hidroponik ini merupakan suatu
usaha skala kecil yang dapat membantu menciptakan lapangan usaha baru, sehingga
mengurangi pengangguran. Usaha ini tidak memerlukan modal yang cukup besar,
namun memerlukan perencanaan dan perlengkapan yang matang.

3.2 Saran
1) Dalam mendirikan usaha sebaiknya dipersiapkan segala sesuatunya dengan matang
dan tepat, sehingga usaha yang dijalankan dapat berjalan dengan baik.
2) Dalam berwirausaha diperlukan keyakinan, keprcayaan diri, dan keuletan.
3) Seorang wirausaha haruslah selalu kreatif dan inovatif serta selalu mengikuti trend
dan selera konsumen agar pelanggan tidak mudah bosan.
4) Jangan mudah menyerah menghadapi berbagai hambatan dan masalah.

3.3 Lampiran
Demikian proposal ini kami buat untuk memenuhi apa yang ingin kami
rencanakan dalam berwirausaha. Semoga langkah ini dapat memberikan pengalaman
baru dan bermanfaat untuk semua orang. Semoga Allah SWT memberikan berkahdan
rahmat-Nya, terima kasih