Anda di halaman 1dari 2

Dharma Karyadhika 2015, Momen Kemenkumham Untuk

Tampil PASTI
Dibuat: 02 November 2015
Dibaca: 2570
24 Share0 7 3 0

Jakarta- Tepat tanggal 30 Oktober 2015 Kementerian


Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham)
memperingati Ulang Tahun. 70 Tahun yang lalu
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM)
didirikan, sebuah masa yang panjang dalam mewarnai
perjalanan bangsa Indonesia. Peringatan hari jadi ini
dijadikan momen penting bagi Kemenkumham untuk
tampil Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan
Inovatif (PASTI), serta untuk menunjukkan jati dirinya
melalui unjuk kinerja yang dapat dirasakan oleh
masyarakat sekitarnya.
Peringatan Hari Dharma Karyadhika di Pusat tahun ini terasa
berbeda karena dibacakannya sejarah singkat Kementerian
Hukum dan HAM oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen), Bambang
Rantam Sariwanto. Pembacaan sejarah singkat ini menjadi
Menkumham memberikan penghargaan kepada Kanwil
Terbaik.

penting untuk mengingat bagaimana panjang sejarah


Kementerian Hukum dan HAM dalam mensukseskan program
pembangunan nasional sejak awal berdirinya negara Indonesia.

Dalam sambutan upacara Hari Dharma Karyadhika, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna H. Laoly mengatakan
bahwa Kementerian Hukum dan HAM sebagai Kementerian yang mempunyai heterogenitas tugas dan fungsi, dengan jumlah
sumber daya manusia sebanyak 44.460 orang yang tersebar di 836 satuan kerja, baik di pusat maupun di daerah, dari Sabang
sampai Merauke. Bahkan di luar negeri, (Kemenkumham) telah mampu memberikan kontribusi suksesnya pembangunan
nasional, ujar Yasonna di Lapangan Merah Kemenkumham, Jakarta, Jumat (30/10/2015).
Lebih jauh Yasonna mengatakan bahwa dalam implementasikan Revolusi Mental dan Penerapan Sistem Integritas Nasional,
jajaran Kementerian Hukum dan HAM secara profesional dan progresif mengoptimalkan peluang untuk mensukseskan programprogram pemerintah melalui inovasi. Sehingga diharapkan kendala akibat sumber daya yang terbatas dapat dieliminir dengan
menetapkan skala prioritas dan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas, tutur Yasonna.
Dalam acara ini juga diberikan penghargaan kepada Kepala Kantor Wilayah yang telah memberikan kinerja terbaiknya dengan
kriteria penilaian meliputi pencapaian target kinerja, realisasi anggaran, ketaatan pelaporan akuntabilitas, serta ketaatan terhadap
unsur pengawasan intern. Penghargaan juga diberikan kepada Kantor Wilayah yang secara optimal menggerakkan sumber daya
manusianya dalam melaksanakan kegiatan berempati dengan memberi berupa pembangunan sumur bor yang disumbangkan
kepada masyarakat dalam menanggulangi kekeringan di wilayahnya masing-masing.

Dalam pelaksanaan berempati dengan memberi jumlah sumur yang terbangun sebanyak 275 unit, tersebar dari Sabang sampai
Merauke dan telah mendapat penghargaan sebagai rekor dunia oleh Museum Rekor Indonesia (MURI). Sumur tersebut secara
simbolis telah diserahkan kepada Gubernur/Pemerintah Daerah sebagai sarana penyediaan air bersih bagi masyarakat.
Hadir dalam upacara ini seluruh pejabata eselon I dan II di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM, para mantan Menteri Hukum
dan HAM, Jaksa Agung dan beberapa perwakilan Kementerian dan Lembaga penegakan Hukum. (Kom. Ed: Zaka. Foto: Dudi)