Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Salah satu tugas dan tanggung jawab perawat adalah melakukan pendokumentasian
mengenai intervensi yang telah dilakukan. Dokumentasi asuhan keperawatan adalah
suatu catatan yang memuat seluruh informasi yang dibutuhkan untuk menentukan
diagnosis

keperawatan,

menyusun

rencana

keperawatan,

melaksanakan

dan

mengevaluasi tindakan keperawatan, yang disusun secara sistimatis, valid dan dapat
dipertanggung jawabkan secara moral dan hukum, disamping itu dokumentasi asuhan
keperawatan juga merupakan bukti pencatatan dan pelaporan yang dimiliki perawat
dalam melakukan asuhan keperawatan yang berguna untuk kepentingan pasien, perawat
dan tim kesehatan dalam memberikan pelayanan dengan dasar komunikasi yang akurat
dan lengkap secara tertulis dengan tanggung jawab perawat (Hidayat, 2009).
Pendokumentasian proses keperawatan merupakan metode yang tepat untuk
pengambilan keputusan yang sistematis, problem-solving, dan rinset lebih lanjut.
Pendokumentasian proses keperawatan yang efektif menggunakan standar terminologi
(pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi) yaitu menggunakan
model pendokumentasian menurut NANDA (NIC NOC) diantaranya antara lain:
dokumentasi

pengkajian,

dokumentasi

diagnosa

keperawatan,

dokumentasi

perencanaan, dokumentasi intervensi, dokumentasi evaluasi. Makalah ini akan


membahas lebih lanjut mengenai model dokumentasi menurut NANDA (NIC NOC).
1.2. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan Dokumentasi ?
2. Bagaimanakah Model dokumentasi Nanda ?
1.3. Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Makalah ini dibuat dengan tujuan untuk menyelesaikan tugas dokumentasi
keperawatan dan bertujuan agar mahasiswa dapat memahami tentang model
dokumentasi NANDA (NIC NOC).
1.3.2 Tujuan Khusus
1. Agar mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan pengertian dokumentasi
1

2. Agar mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan tentang model


dokumentasi menurut NANDA.
1.4. Manfaat
Hasil dari penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada
semua pihak, khususnya kepada mahasiswa untuk menambah pengetahuan dan
wawasan mengenai model dokumentasi NANDA (NIC NOC).

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Dokumentasi
Dokumentasi asuhan keperawatan adalah suatu catatan yang memuat seluruh
informasi yang dibutuhkan untuk menentukan diagnosis keperawatan, menyusun rencana
keperawatan, melaksanakan dan mengevaluasi tindakan keperawatan, yang disusun
2

secara sistimatis, valid dan dapat dipertanggung jawabkan secara moral dan hukum,
disamping itu dokumentasi asuhan keperawatan juga merupakan bukti pencatatan dan
pelaporan yang dimiliki perawat dalam melakukan asuhan keperawatan yang berguna
untuk kepentingan pasien, perawat dan tim kesehatan dalam memberikan pelayanan
dengan dasar komunikasi yang akurat dan lengkap secara tertulis dengan tanggung jawab
perawat (Hidayat, 2009).
Catatan keperawatan merupakan dokumen yang penting bagi asuhan keperawatan di
rumah sakit. Jadi, perlu diingat perawat bahwa dokumen asuhan keperawatan merupakan:
1. Bukti dari pelaksanaaan keperawatan yang menggunakan metode pendekatan
proses keperawatan
2. Catatan tentang tanggapan/respons pasien terhadap tindakan medis, tindakan
keperawatan, atau reaksi pasien terhadap penyakit.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pendokumentasian menurut Potter
dan Perry dalam Nur Salam (2001), memberikan panduan sebagai petunjuk cara
pendokumentasian dengan benar yaitu :
1. Jangan menghapus dengan tipe -x atau mencoret tulisan yang salah. Cara yang
benar adalah dengan membuat satu garis pada tulisan yang salah, tulis kata salah
lalu diparaf kemudian tulis catatan yang benar.
2. Jangan menulis komentar yang bersifat mengkritik klien ataupun tenaga kesehatan
lain. Tulislah hanya uraian obyektif perilaku klien dan tindakan yang dilakukan
3.
4.
5.
6.

oleh tenaga kesehatan.


Koreksi kesalahan sesegera mungkin.
Catat hanya fakta catatan harus akurat dan realible.
Jangan biarkan pada catatan akhir perawat kosong.
Semua catatan harus dapat dibaca, ditulis dengan tinta dan menggunakan bahasa

yang lugas.
7. Catat hanya untuk diri sendiri karena perawat bertanggung jawab dan bertanggung
gugat atas informasi yang ditulisnya.
8. Hindari penulisan yang bersifat umum. Tulisan harus lengkap, singkat, padat dan
obyektif.
9. Mulailah mencatat dokumentasi dengan waktu dan diakhiri dengan tanda tangan.
Dengan demikian dokumentasi keperawatan harus bersifat obyektif, akurat dan
menggambarkan keadaan klien serta apa yang terjadi pada diri klien. Sehingga
apabila diperlukan, dokumentasi ini dapat menunjukkan bahwa perawat telah
3

mencatat dengan benar dan tidak bertentangan dengan kebijakan atau peraturan
institusi pemberi pelayanan kesehatan
10. Mencatat dengan benar dan tidak bertentangan dengan kebijakan atau peraturan
institusi pemberi pelayanan kesehatan
11. Dokumentasi merupakan pernyataan dari kejadian atau aktivitas yang otentik
dengan mempertahankan catatan-catatan yang tertulis.
Adapun manfaat dokumentasi menurut Allen (1998) antara lain:
1. Sebagai wahana komunikasi antar tim keperawatan dan dengan tim kesehatan lain
2. Sebagai bagian yang permanen dari rekaman medik.
3. Sebagian dokumen yang legal dan dapat diterima di pengadilan. Tueng (1996)
menambahkan, dengan:
a. Untuk menghindari pemutarbalikan fakta.
b. Untuk mencegah kehilangan informasi.
c. Agar dapat dipelajari perawat lain.
Prinsip-prinsip dokumentasi menurut AIlen (1998), yaitu:
1. Tersedia format untuk dokumentasi.
2. Dokumentasi dilakukan oleh orang yang melakukan tindakan atau mengobservasi
3.
4.
5.
6.
7.
8.

langsung.
Dokumentasi dibuat segera setelah melakukan tindakan.
Catatan dibuat kronologis.
Penulisan singkatan dilakukan secara umum.
Mencantumkan tanggal, waktu tanda tangan, dan inisial penulis.
Dokumentasi akurat, benar, komplit jelas, dapat dibaca dan ditulis dengan tinta.
Tidak dibenarkan menghapus tulisan pada catatan menggunakan tip-ex. penghapus

tinta atau bahan lainnya.


9. Sistem pencatatan keperawatan dapat mempergunakan bermacam-macam tipe
format (Allen, 1998):
1. Lembar pengkajian
Lembar pengkajian dengan jelas menggambarkan data-data yang perlu
dikurnpulkan, perawat tinggal mengisi data sesuai dengan yang tercantum
dalam lembar pengkajian
2. Catatan perawat berbentuk narasi
Deskripsi informasi klien dalam bentuk naratif
2.2 Model Pendokumentasian Menurut NANDA
Model pendokumentasian adalah cara menggunakan dokumentasi dalam penerapan
proses asuhan. Berdasarkan penelitian NANDA NIC NOC dalam proses keperawatan
dapat meningkatkan kualitas dokumentasi keperawatan dimana dapat menyeragamkan

bahasa asuhan keperawatan sehingga lebih memudahkan dalam serah terima pada setiap
ship dinas dan tentunya kualitas pelayanan keperawatan akan meningkat. Namun untuk
dapat menguasai NANDA NIC NOC dalam proses keperawatan memerlukan waktu yang
lama, pemahaman patofisiologi dan disiplin ilmu lain yang baik dan pengembangan yang
sistematis.
Tahap-Tahap Pendokumentasi Asuhan Keperawatan:
A. Dokumentasi pengkajian
Pengkajian adalah tahap awal dari proses keperawatan yang merupakan suatu
proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai sumber data yang
mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan klien. Tahap pengkajian
merupakan dasar utama dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan
kebutuhan individu. Oleh karena itu pengkajian yang akurat, lengkap sesuai dengan
kenyataan, kebenaran data sangat penting dalam merumuskan suatu diagnosa
keperawatan dan memberikan

pelayanan keperawatan sesuai dengan respon

individu, bagaimana yang telah di tentukan dalam standar praktek keperawatan dari
ANA ( American Nursing Association).
Standar dokumentasi pengkajian bersifat sistematis, komprehensif, akurat, terus
menerus, dan berlanjut, sehingga di dapatkan berbagai masalah pasien yang lengkap
dari hasil pengkajian.
1.

Tujuan dokumentasi pengkajian adalah :


a. Untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan respon pasien terhadap
masalah yang dapat mempengaruhi perawatan
b. Untuk konsolidasi dan organisasi informasi yang didapat dari berbagai
sumber tentang masalah kesehatan pasien sehingga dapat dianalisis dan
diidentifikasi.
c. Untuk dapat dijadikan sebagai ukuran dalam mencapai/mendapatkan
informasi. Dengan kata lain, dapat dijadikan sebagai rujukan untuk ukuran
dan perubahan kondisi pasien.
d. Untuk mengidentifikasi berbagai macam karakteristik serta kondisi pasien
dan respon yang akan mempengaruhi perencanaan perawatan.
e. Untuk menyediakan data yang cukup pada kebenaran hasil observasii
terhadap respon pasien
f. Untuk menyediakan dasar pemikiran pada rencana keperawatan.

2.

Jenis dokumentasi pengkajian


a.

Pengkajian awal (Initial assesment) : dilakukan ketika pasien masuk ke

b.

rumah sakit.
Pengkajian kontinu (Ongoing assesment ) : merupakan perkembangan
dasar. Informasi yang di peroleh dari pasien selama pengkajian awal dan

c.

informasi tambahan.
Pengkajian ulang (Reassesment) : data pengkajian ulang merupakan
pengkajian yang didapat dari informasi selama evaluasi.

3.

Bentuk format dokumentasi pengkajian


Pada tahap pengkajian ini format yang digunakan hdala sebagai berikut:
a. Tanya jawab
Tanya jawab merupakan salah satu bentuk format dokumentasi yang dapat
b.

dicapai melalui berbagai cara.


Daftar periksa
Bentuk daftar periksa dapat berupa daftar yang telah disediakan atau
dibuat sedemikian rupa dengan tujuan mengumpulkan data yang

c.

digunakan untuk kerangka organisasi.


Format kuesioner
Format ini paling banyak digunakan dilingkungan rawat jalan untuk
mendapatkan informasi tentang riwayat kesehatan.

4.

Metode dokumentasi pengkajian


Fokus dokumentasi pengkajian pada data klinik adalah perawat dapat
mengimplementasikan dan mengorganisasikan data. Bentuk dokumentasi dapat
berupa data dasar, lembar alur (flow sheet), dan catatan perkembangan, yang
semuanya termasuk tipe pengkajian informasi. Untuk mencapai catatan
pengkajian yang sesuai secara aktual maka perlu pertimbangan pedoman dalam
pembuatan catatan pengkajian antara lain :
a. Gunakan format yang terorganisasi untuk mencatat pengkajian, seperti
riwayat kesehatan awal pada saat masuk RS, pengkajian pola persepsi
kesehatan, riwayat medis, dan lain-lain
b. Gunakan format yang telah ada
c. Format yang telah mencakup pengkajian perkembangan, pemeriksaan dari
kepala keseluruh tubuh dapat memperluas informasi
d. Catat informasi tanpa bias dan nilai- nilai opini pribadi
e. Masukkan pernyataan yang mendukung pasien.
6

f. Jabarkan observasi dan hasil yang jelas


g. Ikuti kebijakan dan prosedur yang telah ada untuk pencatatan pengkajian
B. Dokumentasi diagnosa keperawatan
Diagnosa keperawatan adalah keputusan klinik tentang respon individu, keluarga
dan masyarakat tentang masalah kesehatan aktual dan potensial, sebagai dasar seleksi
intervensi keperawatan untuk mencapai tujuan keperawatan sesuai dengan
kewenangan perawat. Semua diagnosa keperawatan didukung oleh data, dimana
menurut NANDA diartikan sebagai defenisi karakter. Yang dimana defenisi ini
disebut tanda dan gejala, tanda adalah sesuatu yang dapat di observasi dan gejala
adalah sesuatu yang dirasakan oleh klinik.
1. Tujuan Diagnosa Keperawatan
Tujuan diagnosa keperawaran untuk mengidentifikasi :
a. Masalah dimana adanya respon klien terhadap status kesehatan atau penyakit
b. Faktor- faktor yang menunjang atau menyebabkan suatu masalah (etiologis)
c. Kumpulan klien untuk mencegah atau menyelesaikan masalah.
2.

Kategori diagnosa keperawatan


Untuk memudahkan dalam pendokumentasian proses keperawatan, harus
diketahui beberapa tipe diagnosa keperawatan. Tipe diagnosa keperawatan
meliputi tipe aktual, resiko, kemungkinan, sehat dan sejahtera, dan sindrom.
a.

Diagnosa keperawatan aktual


Diagnosa keperawatan aktual memiliki empat komponen diantaranya :

Label yang merupakan deskripsi tentang defenisi diagnosa dan batasan

karakteristik
Defenisi merupakan penekanan pada kejelasan, arti yang tepat untuk

diagnosa
Batas karakteristik menentukan karakteristik yang mengacu pada

petunjuk klinis, tanda subjektif, dan objektif.


Faktor yang berhubungan merupakan etiologi atau faktor penunjang.
Faktor ini dapat mempengaruhi perubahan status kesehatan. Faktor

yang berhubungan terdiri dari empat komponen yaitu :


- Patofisiologi ( biologis atau psikologis)
- Tindakan yang berhubungan
- Situasional (lingkungan, personal)
7

- Maturasional.
Penulisan rumusan ini adalah PES (problem + etiologi + simtom).
b.

Diagnosa keperawatan resiko dan resiko tinggi


Menurut NANDA, diagnosa keperawatan resiko adalah keputusan klinis
tentang individu, keluarga, atau komunitas yang sangat rentan untuk
mengalami masalah dibandingkan individu atau kelompok lain pada situasi
yang sama atau hampir sama.
Diagnosa keperawatan ini mengganti istilah diagnosa keperawatan
potensial dengan menggunakan resiko terhadap atau resiko tinggi
terhadap. Validasi untuk menunjang diagnosa resiko tinggi adalah faktor
resiko yang memperlihatkan keadaan dimana kerentanan meningkat
terhadap klien atau kelompok dan tidak menggunakan batas karakteristik.
Penulisan rumusan diagnosa keperawatan risiko tinggi adalah PE
(problem + etiologi).

c.

Diagnosa keperawatan kemungkinan


Menurut NANDA, diagnosa keperawatan memungkinkan adalah
pernyataan tentang masalah yang diduga masih memerlukan data tambahan
dengan harapan masih diperlukan untuk memastikan adanya tanda dan
gejala utama adanya faktor resiko.

d.

Diagnosa keperawatan sejahtera


Menurut NANDA, diagnosa keperawatan sejahtera adalah ketentuan
klinis mengenai individu, kelompok dan masyarakat dalam transisi dari
tingkat kesehatan khusus ketingkat kesehatan yang lebih tinggi. Cara
pembuatan diagnosa ini menggabungkan pernyataan fungsi positif dalam
masing- masing pola kesehatan fungsional sebagai alat pengkajian yang
disahkan.

e.

Diagnosa keperawatan sindrom


Menurut NANDA, diagnosa keperawatan sindrom adalah diagnosa
keperawatan yang terdiri dari sekelompok diagnosa keperawatan aktual atau
resiko tinggi yang diduga akan muncul karena suatu kejadian atau situasi
tertentu.

3.

Metode dokumentasi diagnosa keperawatan


Dalam melakukan pencatatan diagnosa keperawatan digunakan pedoman
dokmentasi yaitu :
a. Gunakan format PES untuk semua masalah aktual dan PE untuk masalah
resiko.
b. Catat diagnosa keperawatan resiko dan resiko tinggi kedalam masalah atau
format diagnosa keperawatan.
c. Gunakan istilah diagnosa keperawatan yang dibuat dari daftas NANDA,
atau lain.
d. Mulai pernyataan diagnosa keperawatan yang mengidentifikasi informasi
tentang data untuk diagnosa keperawatan.
e. Masukkan pernyataan diagnosa keperawatan ketika menemukan masalah
f.

perawatan.
Gunakan diagnosa keperawatan sebagai pedoman untuk pengkajian,

perencanaan, intervensi, dan evaluasi.


C. Dokumentasi perencanaan
Perencanaan adalah bagian dari fase pengorganisasian dalam proses keperawatan
yang meliputi tujuan perawatan, menetapkan pemecahan masalah, dan menentukan
tujuan perencanaan untuk mengatasi masalah pasien. Rencana keperawatan memuat
tujuan sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.

Konsolidasi dan organisasi informasi pasien sebagai sumber dokumentasi.


Sebagai alat dokumentasi antara perawat dan klien
Sebagai alat komunikasi antara anggota tim kesehatan
Langkah dari proses keperawatan ( pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi) yang merupakan rangkaian yang tidak dapat dipisahkan.
Proritas kebutuhan dasar manusia menurut Maslow :
a.

Kebutuhan fisiologi

b.

Kebutuhan keamanan dan keselamatan

c.

Kebutuhan mencintai dan dicintai

d.

Kebutuhan harga diri

e.

Kebutuhan aktualisasi diri

Tujuan adalah hasil yang ingin dicapai untuk mengatasi diagnosa keperawatan.
Secara umum, dokumentasi tujuan ditulis dengan singkat, jelas, dapat dimengerti,
spesifik, dapat diukur dan disusun berdasarkan diagnosa keperawatan.

Kriteria hasil merupakan standar evaluasi yang merupakan gambaran tentang


faktor-faktor yang dapat memberi petunjuk bahwa tujuan telah tercapai.
Kriteria hasil mempunyai ciri- ciri sebagai berikut:
a.

Setiap kriteria hasil berhubungan denga tujuan yang telah di tetapkan

b.

Hasil yang ditetapkan dalam kriteria hasil, memungkinkan untuk dicapai

c.

Setiap kritetia hasil adalah pernyataan satu hal yang spesifik

d.

Kriteria harus sekongkrit mungkin untuk memudahkan pengukuran

e.

Kriteria cukup besar atau dapat diukur. Hasilnya dapat dilihat dan didengar

f.

Kriteria menggunakan kata- kata positif bukan menggunakan kata negatif.

D. Dokumentasi Intervensi
Dokumentasi intervensi merupakan catatan tentang tindakan yang diberikan oleh
perawat. Dokumentasi intervensi mencatat pelaksanaan rencana perawatan,
pemenuhan kriteria hasil dari tindakan dari tindakan perawatan mandiri, dan tindakan
kolaboratif.
1.

Tipe intervensi keperawatan


Menurut bleich dan fischbach, tipe intervensi dibagi menjadi dua komponen
yaitu:
a.

Intervensi perawatan teraupetik


Intervensi ini memberikan pengobatan secara langsung pada masalah
yang dialami pasien, mencegah komplikasi, dan mempertahankan status

b.

2.

kesehatan.
Intervensi keperawatan surveilens
Intervensi ini menyatakan tentang survei data dengan melihat kembali

data umum dan membuktikan kebenaran data.


Metode pencatatan intervensi keperawatan
Beberapa pedoman yang dipakai dalam pencatatan intervensi keperawatan:
a. Gunakan deskripsi tindakan untuk menentukan apa yang telah dikerjakan
b. Identifikasi bahan dan alat yang digunakan dalam bentuk yang tepat
c. Berikan keamanan, kenyamanan, dan perhatikan faktor lingkungan pasien
dalam memberikan intervensi keperawatan
d. Catat waktu dan orang yang bertanggung jawab dalam memberikan
intervensi
e. Catat prosedur yang tepat
10

f. Catat semua informasi tentang pasien


E. Dokumentasi evaluasi
Evaluasi adalah tahap akhir dari proses keperawatan. Pernyataan evaluasi terdiri
dari dua komponen yaitu data yang tercatat yang menyatakan status kesehatan
sekarang dan pernyataan konklusi yang menyatakan efek dari tindakan yang
diberikan pada pasien.
Terdapat dua tipe dokumentasi evaluasi yaitu evaluasi formatif yang menyatakan
evaluasi yang dilakukan pada saat memberikan intervensi dengan respon segera dan
evaluasi sumatif yang merupakan rekapitulasi dari hasil observasi dan analisis status
pasien pada waktu tertentu.

BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Keterampilan

dokumentasi

yang

efektf

memungkinkan

perawat

untuk

mengkomunikasikan kepada tenaga kesehatan lainnya dan menjelaskan apa yang sudah,
sedang, dan yang akan dikerjakan oleh perawat.
Pencatatan proses keperawatan merupakan metode yang tepat untuk pengambilan
keputusan yang sistematis, problem solving, dan inset lebih tanjut. Dokumentasi proses
keperawatan mencakup pengkajian, identifikas masalah, perencanaan, dan tindakan.

11

Perawat kemudian Mengobservasi dan mengevaluasi respon klien terhadap tindakan yang
diberikan, dan mengkomunikasikan informasi tersebut kepada tenaga kesehatan lainnya.
Perawat memerlukan sesuatu keterampilan untuk memenuhi standar dokumentasi.
Standar dokumentasi adalah suatu pernyataan tentang kualitasn dan kwantitas
dokumentasi yang dipertimbangkan secara adekuat dalam suatu situasi tertentu. Standar
dokumentasi berguna untuk memperkuat pola pencatatan dan sebagai petunjuk atau
pedoman praktek pendokumentasian dalam memberikan tindakan keperawatan.
3.2 Saran
Melalui makalah ini kami ingin menyampaikan saran kepada pembaca khususnya
kepada mahasiswa agar dapat memahami materi mengenai model dokumentasi nanda nic
noc.

DAFTAR PUSTAKA
Hidayat.2009. Pengantar Dokumentasi Proses Keperawatan. Jakarta: EGC.
Jasun. (2006). Aplikasi proses keperawatan dengan pendekatan, Nanda NIC, NOC dalam sistem
informasi manajemen keperawatan .
Nanda.2012. Diagnosa Keperawatan Definisi dan Klasifikasi 2012-2014. Jakarta: EGC.
Nursalam. 2011. Proses dan Dokumentasi Keperawatan : Konsep dan Praktik. Jakarta: Salemba
Medika

12

SOAL-SOAL
1. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pendokumentasian menurut Potter dan Perry
dalam Nur Salam (2001), dibawah ini adalah, kecuali....
a. Catat hanya fakta catatan harus akurat dan realible.
b. Jangan biarkan pada catatan akhir perawat kosong.
c. Berikan keamanan, kenyamanan, dan perhatikan faktor lingkungan pasien dalam
memberikan intervensi keperawatan
d. Catat hanya untuk diri sendiri karena perawat bertanggung jawab dan bertanggung
gugat atas informasi yang ditulisnya.
e. Hindari penulisan yang bersifat umum. Tulisan harus lengkap, singkat, padat dan
obyektif.
2. Rencana keperawatan memuat tujuan sebagai berikut yaitu..
a. Konsolidasi dan organisasi informasi pasien sebagai sumber dokumentasi.
b. Untuk dapat dijadikan sebagai ukuran dalam mencapai/mendapatkan informasi.
Dengan kata lain, dapat dijadikan sebagai rujukan untuk ukuran dan perubahan
kondisi pasien.

13

c. Untuk mengidentifikasi berbagai macam karakteristik serta kondisi pasien dan


respon yang akan mempengaruhi perencanaan perawatan.
d. Untuk menyediakan data yang cukup pada kebenaran hasil observasii terhadap
respon pasien
e. Untuk menyediakan dasar pemikiran pada rencana keperawatan.
3. Untuk memudahkan dalam pendokumentasian proses keperawatan, harus diketahui
beberapa tipe diagnosa keperawatan. Tipe diagnosa keperawatan meliputi kecuali...
a. Diagnosa keperawatan aktual
b. Diagnosa keperawatan resiko
c. Diagnosa keperawatan terjadi
d. Diagnosa keperawatan sehat dan sejahtera
e. Diagnosa keperawatan sindrom
4. Dalam melakukan pencatatan diagnosa keperawatan digunakan pedoman dokumentasi
yaitu ...
a. Jabarkan observasi dan hasil yang jelas
b. Gunakan format PES untuk semua masalah aktual dan PE untuk masalah resiko.
c. Format yang telah mencakup pengkajian perkembangan, pemeriksaan dari kepala
keseluruh tubuh dapat memperluas informasi
d. Catat informasi tanpa bias dan nilai- nilai opini pribadi
e. Masukkan pernyataan yang mendukung pasien.
5. Kriteria hasil merupakan standar evaluasi yang merupakan gambaran tentang faktorfaktor yang dapat memberi petunjuk bahwa tujuan telah tercapai. Kriteria hasil
mempunyai ciri- ciri sebagai berikut adalah kecuali... :
a. Hasil yang ditetapkan dalam kriteria hasil, memungkinkan untuk dicapai
b. Setiap kritetia hasil adalah pernyataan satu hal yang spesifik
c. Kriteria harus sekongkrit mungkin untuk memudahkan pengukuran
d. Kriteria cukup besar atau dapat diukur. Hasilnya dapat dilihat dan didengar.
e. Gunakan format yang terorganisasi untuk mencatat pengkajian, seperti riwayat
kesehatan awal pada saat masuk RS, pengkajian pola persepsi kesehatan, riwayat
medis, dan lain-lain

14

KUNCI JAWABAN
1. C
2. A
3. C
4. B
5. E

15