Anda di halaman 1dari 3

FUNCTIONAL INDEPENDENCE

O kunci perancangan yang baik dan kunci kualitas program.


O Keuntungan Modul yang independen
O mudah membagi dalam tim,
O mudah diubah,
O perambatan kesalahan berkurang, dan
O reusable bertambah.
O Functional Independence, diukur dengan menggunakan dua kriteria
O Kohesi (keterpautan)
O Kopling (keterkaitan
HUBUNGAN ANTARA KOHESI
KOHESI
O ukuran keterpaduan dimana hubungan antara elemen-elemen
dalam suatu modul jelas dan terstruktur.
O Kriteria ini untuk mengukur seberapa independen sebuah
program dari pada prosesnya sendiri
O
Contoh program kohesi
O bagian mobil yang dapat ditukar-tukarkan. Jika sebuah mobil memiliki ukuran ban 14 inchi maka
semua jenis dan merek ban asalkan ukurannya 14 inchi dapat dipasangkan pada mobil ini.
O Jadi ban mobil 14 inchi ini, tidak dikhususkan pada satu atau beberapa jenis mobil tertentu, tetapi
merupakan komponen yang kohesif untuk banyak tipe mobil.
JENIS KOHESI
Coincidental cohesion (paling rendah):
Jika modul/kelas terdiri dari beberapa fungsi tetapi tidak terdapat hubungan yang berarti antara elemen-elemen
dari modul tersebut. Suatu kejadian dimana secara kebetulan saja bahwa elemen-elemen berada dalam tempat
yang sama.
Logically cohesion :
Jika terdiri dari beberapa fungsi yang mempunyai tugas serupa atau melakukan fungsi-fungsi yang masuk dalam
kelas logika yang sama.
Temporal cohesion :
Jika sebuah modul berisi sejumlah tugas yang dihubungkan dengan segala yang harus dieksekusi di dalam
waktu yang bersamaan.
Procedural cohesion :
Jika pemrosesan elemen-elemen dari suatu modul dihubungkan dan harus dieksekusi dalam urutan spesifik.
Communication cohesion :
Jika pemrosesan elemen-elemen dikonsentrasikan pada satu area dari suatu struktur data.
Sequential cohesion.
Jika keluaran dari suatu elemen merupakan masukan untuk elemen yang lain secara berurutan. Modul terdiri
dari beberapa fungsi dimana elemen dalam modul bertindak sebagai suatu himpunan urutan aksi-aksi atau
fungsi-fungsi sangat berikatan.
Functional cohesion (paling tinggi)
Bila seluruh elemen dari modul terkait hanya melakukan suatu fungsi tunggal yang terdefinisi dengan baik,
tanpa tergantung pada implementasi modul-modul yang lain.
O
O

Kohesi yang baik adalah yang high cohesion


Kohesi sebuah sistem akan menurun jika :
O Metode dari suatu kelas hanya sedikit yang sama
O Metode mengerjakan aktivitas yang banyak sehingga tidak saling berkaitan
Kekurangan dari low cohesion
O Kesulitan dalam memahami modul/kelas
O Kesulitan dalam memelihara sistem sebab perubahan lojik dalam modul/kelas akan mempengaruhi
banyak modul sehingga jika satu modul/kelas berubah maka harus mengubah modul/kelas lain
O Kesulitan untuk menggunakan ulang modul/kelas, karena tidak ada modul/kelas lain yang memerlukan.

KOPLING
O Kopling dapat diartikan bagaimana sebuah aplikasi atau modul atau kelas saling berhubungan dan
bergantung.
O Modul yang tidak tergantung kepada modul lain dikatakan dengan memiliki kopling yang rendah
Pengujian black block terfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak.
Pengujian ini berusaha menemukan kesalahan dengan kategori sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.

Fungsi-fungsi yang salah atau hilang.


Kesalahan antarmuka.
Kesalahan struktur data atau akses basisdata eksternal.
Kesalahan kinerja.
Kesalahan inisialisasi atau terminasi.

Pengujian ini cenderung untuk dilakukan pada tahap akhir pengujian berbeda dengan white-box
testing. Penguji dituntut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Bagaimana validitas fungsional diuji?


Kelas input apa yang akan membuat kasus uji menjadi baik?
Apakah sistem sangat sensitif terhadap nilai input tertentu?
Bagaimana batasan suatu data diisolasi?
Berapa kecepatan dan volume data yang dapat ditolerir sistem?
Apa pengaruh kombinasi tertentu dari data terhadap operasi sistem?
Dengan mengaplikasikan teknik pengujian ini, penguji membuat serangkaian kasus uji yang
mengurangi jumlah kasus uji tambahan yang harus dirancang untuk mencapai pengujian yang benar, serta memberi tahu
mengenai ada atau tidaknya kesalahan.
BLACKBOX : DATA TAMPIL
WHITEBOX : SISTEM
OOP : Pengembangan strategi yang didasarkan pada konsep bahwa sistem harus dibuat dari sekelompok
komponen yang disebut oobject.
Strategi pembangunan software yayng mengorganisasikan software sebagai kumpulan objek yang berisi data
dan operasi yang diberlakukan terhadapnya.
Keuntungan OOP :
1. Meningkatkan produktivitas
2. Kecepatan pengembangan
3. Kemudahan pemeliharaan
4. Konsistensi
5. Peninhkatan kualitas software
Kelebihan OO Sebagai Model Representasi

Natural: mengikuti cara berpikir manusia (manusia memandang dunianya sebagai kumpulan object
yang berinteraksi)

Abstraksi: menjelaskan makna sebuah entitas secara cepat dan mudah

Enkapsulasi: dapat menyembunyikan detil yang tidak perlu

Modular: object adalah entitas yang independen

Bahasa pemrograman berbasis object menyediakan mekanisme untuk bekerja dengan:

kelas dan object

methods

inheritance (pewarisan sifat)

polymorphism (banyak bentuk)

reusability