Anda di halaman 1dari 2

Tahukah kalian ada dua perintah yang sering digunakan ketika kita

membangun sebuah program. Bukan pemanggilan #include, bukan


penggunaan rumus ANSI tapi adalah penggunaan looping atau perulangan
atau pernyataan eksekusi. Banyak jenis penggunaan looping tetapi
seringnya orang menggunakan bentuk kata 'for', sedangkan untuk
pernyataan eksekusi biasanya lebih terfokus pada function 'if'.
Keduanya seperti sepasang insan yang tak terpisahkan. Bukan berarti
keduanya tidak bisa berdiri sendiri. Bukan Looping 'For' maupun function 'if'
selalu dapat digunakan sendiri. Tapi untuk lebih efisien dalam membangun
program biasanya seorang programmer seringnya mereka menggandeng
bersama.
Kodrat penggunaan Looping 'For' adalah memberi perulangan untuk sebuah
pemanggilan atau perinta khusus di dalamnya, hanya saja penggunaan for
biasanya dibatasi, ada yang memang langsung dibatasi ketika program
dibentuk, ada juga yang dibatasi oleh keinginan user. Karena seringnya
rumus yang digunakan ketika pemanggilan for seperti for(a=1;a<=n; a+
+).
Aku tidak akan menuliskan sebuah program panjang didalam batang
pemanggilan 'for' karena perintah apapun dapat diinput disana. Tapi
penjelasan Looping 'For' disinilah menjadi topik utama. 'a' adalah karakter
yang dinilai sebagai angka 1, dan berarti setiap halnya adalah dimulai dari
1. Sedangkan dijelaskan bahwa 'a' lebih kecil sama dengan 'n', dan 'n' itu
tak terhingga. Lalu setiap 'a' aka diperintah untuk melipat gandakan dirinya
dengan menambah 1 disetiap perulangan tapi terbatasi hingga mencapai
nilai 'n'. ada sebuah perintah utama disana. Yaitu user diizinkan untuk
membatasi nilai 'n' yang merupakan berapa kali perulangan yang diinginkan
terjadi. Bahkan jika hanya satu kali.
Sebaliknya dengan fungsi 'if'. 'If' seringnya digunakan untuk pernyataan
eksekusi. Misalnya pemilihan, pencernaan perintah. 'if' juga sering
digandeng dengan bala bantuan 'Else', meskipun sebenarnya tanpa 'else'
pun dia bisa tetap menjalani eksekusi. Eksekusi yang dijalankan if biasanya
terdiri dari dua keputusan, yaitu memilih hasil perintah sebelumnya dengan
nilai 'true' atau 'false'. Meskipun seringnya seorang programmer
membangun function ini dengan panjang karena ingin menghasilkan sebuah
program yang akurat. Tapi mesti diingat sebuah function 'if' bekerja untuk
menilai. Apakah perintah yang diberikan itu benar atau tidak.
Sama halnya dengan 'for' didalam batang program 'if' dapat dibangun
sebuah perintah program lainnya. Dan biasanya perintah itu berjalan jika 'if'
selesai mengeksekusi. Misalnya perintah yang diberikan adalah if(x>=100).
Perintah ini menyatakan bahwa sebuah perintah akan dilakukan jika nilai
yang diberikan ke 'x' adalah lebih besar sama dengan 100. Dan jika dibawah
itu maka perintah dianggap salah dan tidak akan dieksekusi. Biasanya hal

tersebut dibantu dengan pernyataan kedua, dengan menggunakan bala


bantuan 'else' sehingga program menjadi berjalan dua arah. Tidak berhenti
dengan satu option.