Anda di halaman 1dari 11

CALON JAMAAH HAJI 2016 PUSTU GENTONG

1.
2.
3.
4.

NAUFIL HARTONO, PERUM SURYA KENCANA A-14 RT 3 GENTONG


MUJIATI, PERUM SURYA KENCANA A-14 RT 3 GENTONG
SATURAH, PERUM SURYA KENCANA A-14 RT 3 GENTONG
SUTARMUDJI, PERUM KARYA BAKTI BLOK E 32 RT 3 GENTONG

CALON JAMAAH HAJI 2016 PUSTU BUKIR


1.
2.
3.
4.

ICHWAN, JL. URIP SUMOHARJO RT 1 RW 2 BUKIR


MARTAM EKO PRIHATIN, JL. URIP SUMOHARJO RT 1 RW 1 BUKIR
SUTRISNANIK, JL. URIP SUMOHARJO RT 1 RW 1 BUKIR
MIKHSON THOYYIFUR, JL. GATOT SUBROTO RT 1 RW 6 BUKIR

CALON JAMAAH HAJI 2016 PUSTU GADINGREJO 1


1.
2.
3.
4.

PURYANTO, JL. SOEKARNO HATTA NO.26 RT 1 GADINGREJO


NINIK WAGIANI, JL. SOEKARNO HATTA NO. 26 RT 1 GADINGREJO
SOETASMI, JL. SUKARNO HATTA 31 RT 1 RW 1 GADINGREJO
MUSLIMAH, JL. SUKARNO HATTA 29 RT 1 RW 1 GADINGREJO

BERANDA

PROFILE PUSKESMAS

PUSKESMAS PEMBANTU

BERITA

ADMINISTRATOR

TENTANG SITUS INI

LAPORAN BULANAN

Latest blog posts

Batuk Rejan (Pertusis) pada Anak Berbahayakah?

Bronkopenumonia

Tidur Nyaman Tanpa Dengkuran, Ubah Posisi Tidur Anda

PERENCANAANPROGRAM PKDTK PENCANANGAN PENGGUNAAN APD


(ALAT PELINDUNG DIRI) PADA KELOMPOK UKK PANDAI BESI DESA
TERATAK KECAMATAN RUMBIO JAYA

Makanan Lezat Penghilang Flu

Most views

Tips Cara Mengatasi Flu Pada Anak (9490)

PENYULUHAN NAPZA SLTP (9261)

PROGRAM PEMBERANTASAN CAMPAK DI PUSKESMAS RUMBIO JAYA (6978)

Kenali Sedini Mungkin Gejala Pneumonia Pada Bayi (6558)

PENYAKIT ASMA (ASTHMA) DAN PENANGGULANGANNYA (5478)

ARSIP

2013 (4)

2012 (37)

2011 (18)
o

22.08 - 28.08 (1)

15.08 - 21.08 (1)

01.08 - 07.08 (2)

25.07 - 31.07 (2)

18.07 - 24.07 (3)

11.07 - 17.07 (3)

PENYULUHAN NAPZA SLTP

POJOK ASI

Kekerasan Anak, Jangan Pernah Terpikirkan

04.07 - 10.07 (5)

11.04 - 17.04 (1)

Most comments

PENYAKIT ASMA (ASTHMA) DAN PENANGGULANGANNYA (6)

PERTOLONGAN PERTAMA PADA EPISTAKSIS (MIMISAN) (6)

Tips Cara Mengatasi Flu Pada Anak (5)

Kenali Sedini Mungkin Gejala Pneumonia Pada Bayi (4)

CAN WE CURE THE EPILEPSY..?? (3)

Wednesday 13.July - 15:29 Uhr

PENYULUHAN NAPZA SLTP


Pengertian:
NAPZA adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya.
Istilah ini lazimnya di lingkungan masyarakat disebut NARKOBA (Narkotika dan bahan/ obat
berbahaya).

NAPZA/NARKOBA meliputi:
a. Narkotika
Narkotika adalah zat atau obat yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan
kesadaran, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan
ketergantungan.
Contoh: Ganja/ Cimeng/ Gele, Heroin/Putaw, Opium, Kokain, Metadon.

b. Psikotropika

Psikotropika adalah zat atau obat yang bukan narkotika, yang mempengaruhi susunan saraf
pusat dan menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.
Contoh: Amfetamin/ Ekstasi, Shabu, Inex, Obat penenang/obat tidur

c. Zat adiktif lainnya.


Zat adiktif lainnya adalah bahan lain atau obat bukan narkotik atau psikotropika yang
penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan.
Contoh:Tembakau/Rokok, Alkohol/ Miras (minuman keras), Inhalansia (Lem, Tinner).

2. Jenis-jenis NAPZA/NARKOBA yang sering disalahgunakan adalah:

Putaw, Ekstasi, Shabu, Pil BK/ Pil koplo, Ganja. Alkohol, Rokok, Lem, Tinner

3. Asal Narkoba/Napza
Narkoba berasal dari tanaman dan bukan tanaman
1. Yang berasal dari tanaman adalah ganja dan nikotin
2. Yang berasal dari tanaman dan diolah secara kimia yang disebut semi sintetis. Contoh :
putaw yang berasal dari tanaman candu, alkohol
3. Yang berasal dari bahan kimia murni (sintetis) adalah ektasi, shabu dan obat
penenang/tidur

4. Pengaruh Narkoba/Napza
Menurut pengaruhnya pada otak, napza dapat pula dibagi menjadi 3 (tiga) golongan, yaitu :
1. Memacu kerja otak, disebut stimulans. Dapat menimbulkan rasa riang dan sulit tidur.
Contoh : ektasi, shabu, nikotin
2. Menghambat kerja otak, disebut depresan. Dapat menimbulkan kantuk, rasa
tenang/rileks. Contoh : putaw, obat penenag/tidur dan alkohol
3. Menyebabkan khayal atau halusinasi, disebut halusinogen. Contoh : ganja

5. DAMPAK PENYALAHGUNAAN NARKOBA/NAPZA PADA UMUMNYA


Penyalahgunaan narkoba adalah penggunaan narkoba/napza bukan untuk tujuan pengobatan,
melainkan untuk dapat menikmati pengaruhnya. Namun pengaruh itu hanya sementara.Jika
pemakaiannya dihentikan, pengaruh itu hilang. Setelah itu muncul rasa tidak enak. Untuk
menghilangkan rasa tidak enak, lalu ia menakai lagi narkoba. Demikian seterusnya, akhirnya
menjadi kecanduan atau ketergantungan. Karena cukup sering disalahgunakan, timbul gangguan
kesehatan.
a. Gangguan kesehatan fisik

1)
.

Kerusakan organ vital, termasuk otak, jantung, paru-paru, hati, ginjal, dan organ reproduksi

2)
Keracunan dengan berbagai tanda dan gejala, seperti mual, muntah, pusing, kejang,
gemetar, jantung berdebar, nyeri dada, denyut jantung meningkat, suhu badan naik, tekanan
darah tinggi, pupil melebar, sampai koma (setiap jenis narkoba dan dosis yang digunakan
mempunyai dampak keracunan berbeda).
3)
Gejala putus obat (withdrawal syndrome), seperti antara lain mual, muntah, diare,
mengantuk, pilek, bersin, mata berair, pupil melebar, tekanan darah naik, ritme pernafasan
meningkat, suhu badan naik, gemetar, hilang selera makan, sulit tidur, Jantung berdebar, lemas,
kejang lambung, impotensi, gangguan jantung dan ginjal, gangguan paru-paru dan saluran nafas,
(setiap jenis narkoba menimbulkan gejala putus obat yang berbeda).
4)
Gejala Putus Obat dikalangan pengguna narkoba disebut "sakauw", singkatan dari "sakit
sekali karena putauw". Sakauw digambarkan oleh penderitanya sebagai keadaan penderitaan
sakit sekujur tubuh, gabungan dari semua rasa sakit/nyeri yang hebat.
b. Gangguan kesehatan psikis
Selain dari dampak terhadap kesehatan fisik, keracunan dan gejala putus narkoba juga
menimbulkan gangguan psikis, seperti antara lain gelisah, cemas, takut, curiga dan waspada
berlebihan, ketakutan berlebihan, panik, , bingung, mudah tersingung, depresi, kegembiraan
yang berlebihan, agresif, gangguan daya ingat (mudah lupa), gangguan nalar dan konsentrasi,
banyak bicara, gangguan kesadaran dan perilaku.

c. Memburuknya kehidupan sosial


Pemakaian napza/narkoba yang lama menyebabkan prestasi sekolah mundur bahkan berhenti
sekolah. Hubungan dengan keluarga menjadi buruk, karena ketagihan pemakai NAPZA mulai
menjual barang, berbohong dan mencuri untuk membeli karena harganya mahal.

PENGENALAN DINI DAN CIRI PENYALAHGUNAAN NAPZA/NARKOBA

Deteksi dini penyalahgunaan NAPZA bukanlah hal yang mudah, tapi sangat penting artinya
untuk mencegah masalah tersebut. Beberapa kedaan yang patut dikenali atau diwaspadai adalah :
KELOMPOK RISIKO TINGGI
Kelompok Risiko Tinggi adalah orang yang belum menjadi pemakai atau terlibat dalam
pengunaan NAPZA tetapi mempunyai risiko untuk terlibat hal tersebut. Mereka disebut juga
Potential User (calon pemakai, golongan rentan)
Mereka mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1. 1.

ANAK:

Ciri-ciri anak yang mempunyai risiko tinggi menyalahgunakan NAPZA antara lain:

Sulit memusatkan perhatian pada suatu kegiatan atau tidak tekun

Sering sakit

Mudah kecewa

Mudah murung

Sudah merokok sejak sekolah dasar

Agresif dan destruktif

Sering berbohong, mencuri atau melawan tata tertib

IQ taraf perbatasan (IQ 70-90)

1. 2.

REMAJA:

Ciri-ciri remaja yang mempunyai risiko tinggi menyalahgunakan NAPZA adalah:

Mempunyai rasa rendah diri, kurang percaya diri dan mempunyai citra diri

Sifat sangat tidak sabar

Diliputi rasa sedih atau cemas

Cenderung melakukan sesuatu yang mengandung risiko tinggi bahaya

Cenderung memberontak

Tidak mau mengikuti peraturan/tata nilai yang berlaku

Kurang taat beragama

Berkawan dengan penyalahguna NAPZA

Motivasi belajar rendah

Adanya hambatan atau penyimpangan dalam perkembangan psikoseksual (pemalu, sulit


bergaul, sering masturbasi, suka menyendiri, kurang bergaul dengan lawan jenis).

Mudah menjadi bosan, jenuh, murung.

Cenderung merusak diri sendiri

negatif

Cara Pencegahan / menangkal penyalahgunaan narkoba


a. Memahami diri sendiri :

memahami diri sendiri dengan menerima segala kelebihan dan kekurangan

bersikap positif terhadap keberadaan dirinya dan orang lain/mengembangkan citra diri
yang positif yaitu :

merasa puas dengan dirinya

dapat menjalin hubungan akrab dengan keluarga dan teman-temannya

dapat menetapkan tujuan atau cita-citanya dan berusaha mencapainya

dapat menghadapi kenyataan

yakin dapat menyelesaikan masalah

menghargai diri sendiri dan sesama

memupuk kebiasaan yang baik seperti : menjaga kesehatan, mematuhi orang tua dan
guru, jujur, adil dan sopan

b. Mengembangkan rasa percaya diri


Percaya diri adalah kemampuan mengenal diri dan mengerti bagaimana menghargai diri
sendiri.

Mampu menyatakan hak-haknya dan menghargai hak-hak orang lain.

Berani menyatakan pendapat, berbicara jelas dan tenang

Tidak mudah dipengaruhi orang lain dan tidak membiarkan orang lain memaksa
melakukan sesuatu yang tidak dikehendakinya

c.Mengembangkan kemampuan mengelola pikiran, emosi/perasaan dan perilaku.


Perasaan atau emosi adalah reaksi dalam diri seseorang terhadap peristiwa di sekelilingnya,
contoh : perasaan bahagia, gembira, tenang, sedih, kecewa, marah, cemas. Karena peristiwa di
sekeliling selalu berubah, perasaan pun sering berubah.
Mengelola perasaan artinya melakukan sesuatu terhadap perasaan setelah dipikir, agar hal
itu tidak merugikan dirimu dan orang lain. Jika belajar mengelola perasaan kamu akan lebih
mudah mengatur hidupmu, lebih terkendali dan emosimu akan lebih tenang.
Ada beberapa cara mengelola perasaan, yaitu :

membiarkan saja

mencari penyebabnya dan menimbang perasaannu

menarik napas panjang

memaafkan

mencurahkan isi hati pada teman atau seseorang yang dapat dipercaya

menuliskan dalam buku harian

mengalihkan perhatian dari perasaaan yang menggangu dengan melakukan kegiatan yang
menyenangkan dan menenangkan seperti berolah raga, bermain musik.

d. Mengembangkan kemampuan mengelola stres


Stres adalah reaksi seseorang baik secara jasmani maupun kejiwaan, ketika ada tuntutan atau
tekanan dirinya. Tuntutan itu dapat berasal dari dirinya atau lingkungannya. Ada beberapa
macam penyebab stres, contoh : suara bising, rasa nyeri, kelelahan, iri hati, kegagalan,
permusuhan, dikucilkan. Stres tidak selalu merugikan atau berakibat buruk. Stres menyebabkan
kamu menyesuaikan diri terhadap tekanan.
Mengelola stres artinya menjadikan stres berakibat positif dan tidak merugikan dirimu dan orang
lain. Ada beberapa cara mengelola stres :

Hidup tertib dan teratur untuk mencegah stres

Mendahulukan mana yang penting untuk dikerjakan dan mana yang dapat ditunda

Menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Jangan membuang waktu atau mengisinya


dengan hal-hal yang tidak berguna

Menyelesaikan tugas-tugasmu. Menunda tugas menyebabkan stres

Menerima dirimu dan lingkunganmu sebagaimana adanya, serta mengucap syukurlah


senantiasa.

Berbuat sesuai kemampuan dan minatmu

Berpikirlah positif, dengan melihat segaal sesuatu dari sisi baiknya dan manfaatnya
bagimu.

Membicarakan persoalanmu dengan orang yang dapat kamu percayai dan dapat
menolongmu

Menjaga kesehatan, jangan merokok atau memakai narkoba

Belajar dan berdoa selalu, menghormati orang tua dan guru.

e. Memiliki dan meningkatkan ketrampilan menyelesaikan masalah


Setiap orang pasti memiliki masalah dan menghadapi masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Masalah timbul, jika apa yang kita inginkan atau harapkan tidak tercapai, atau tidak sesuai
dengan kenyataan. Masalah pada anak usia SD biasanya berhubungan dengan perkembangan
diri, keluarga, sekolah dan teman-teman.
Kita tidak boleh lari dari masalah atau menghindarinya. Kita harus melatih diri menghadapinya.
Kita belajar menyelesaikan dengan cara yang positif.Lima (5) langkah dibawah ini dapat
digunakan untuk pengambilan keputusan :
1. Merumuskan masalahnya
Apa permasalahnnya ? Siapa yang bermasalah ?
1. Mencari hal-hal yang dapat mempengaruhi keputusan
Siapa dan apa yang dapat mempengaruhi keputusanmu? Mencoba mempelajari dan
mendengarkan pendapat orang lain.
1. Menetapkan beberapa keputusan yang dapat diambi

Apa pilihan-pilihanmu untuk menyelesaikannya?


1. Menelaah kebaikan dan keburukan setiap keputusan
Mempelajari akibat yang mungkin terjadi pada setiap pilihan. Memilih keputusan dengan risiko
paling kecil.
1. Memutuskan, bertindak dan menilai keputusan
Setelah bertindak sesuai pilihanmu, kamu perlu menilai kembali keputusanmu berdasarkan hasil
yang dicapai. Jika hasilnya memuaskan, keputusan itu tepat.

f. Meningkatkan ketrampilan kemampuan berkomunikasi secara efektif terhadap teman


sebaya dan orang dewasa.
Berkomunikasi adalah berbagi informasi, menceritakan kabar, menyatakan perasaan dan
didengarkan. Dengan komunikasi terjalin hubungan timbal balik secara baik. Ada saling
pengertian di antara keduanya. Banyak sekali manfaat berkomunikasi, antara lain : menambah
wawasaan, mengurangi kesalahpahaman, mengubah sikap dan perilaku, menambah keakraban.
Komunikasi mempererat hubngan antar sesama, sehingga kamu dapat saling menghargai dan
mengasihi yang lain.

g. Meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan rajin beribadah,
berdoa.

h. Mengisi waktu dengan kegiatan yang positif seperti olahraga, kesenian,


pramuka,paskibra, keagamaan, melukis, dll.

i. Aktif dalam kegiatan pencegahan penyalahgunaan Napza/Narkoba di sekolah.

j. Berani mengatakan tidak terhadap bujukan atau ajakan teman-teman untuk menggunakan
jenis NAPZA apapun.

Berkata Tidak Pada Narkoba

No

Cara Menjawab

Ajakan/Tawaran

Jawaban

1Berkata "tidak"
(menolak dengan
sopan)

Kamu mau coba


merokok?"

"Tidak, terima kasih"

2Memberi alasan

"Mau rokok?"

"Tidak, saya tidak merokok"

3Menolak terus,

"Mau pil ini?"

"Tidak"

tetap berkata

"Ayolah!"

"Tidak"

"tidak" meskipun
didesak

"Coba satu saja!"

"Tidak"

4Meninggalkannya

"Saya punya sebungkus Sambil berkata tidak, segera


rokok. Ambillah satu!" tinggalkan tempat itu

5Mengalihkan
pembicaraan/

"Coba rasakan
nikmatnya ganja"

"Wah, ada sepak bola!"

Memberikan alternatif
Lebih baik main sepak bola.

6Menghindari situasi

Hindari tempat-tempat dimana


narkoba sering digunakan

7Perkuat jumlah
kelompok "berkata
tidak pada narkoba"

Bergabung dengan kelompok


bukan pemakai narkoba

Daftar Pustaka :
Pribadi, Harlina, 2007, Tidak Cukup Berkata Tidak pada Narkoba Bagi Anak dan Pelajar SD/MI,
Jakarta, Cakra Media
Joewana, Satya, 2001, Informasi Penanggulangan Napza Secara Terpadu (Pedoman Bagi
Keluarga), Depkes RI
Indrasanto, Doti, dkk, 2001, Buku Pedoman Praktis Bagi Petugas Kesehatan (Puskesmas)
Mengenai Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya (Napza), Depkes RI
Pedoman Penyuluhan Masalah Napza, 2006, Depkes RI

9261 Views
11

No comments available
Publish comment

Send comment...
Subcribe to feed (Atom)
Created with page4, copyright 2016 by Humansoftware Development Corp., USA. All rights
reserved.
Report this site as abusive Login

Beri Nilai