Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN RESMI

Praktikum Farmasi Fisika

FFS
Laporan Ini Dikerjakan Untuk Memenuhi Nilai Mata Kuliah Praktikum Farmasi
Fisika

I.

Nama

: M.SIDIK ASHARI

NIM

: DE1408E029

JUDUL PRAKTIKUM

II.

BERAT MOLEKUL
TUJUAN
Memperkirakan berat molekul suatu bahan yang bersifat volatile

III.

(mudah menguap).
DASAR TEORI
Gas mempunyai sifat bahwa molekul- molekulnya sangat
berjauhan satu sama lain sehingga hampir tidak ada daya tarik menarik
atau tolak-menolak diantara molekul-molekulnya sehingga gas akan
menggembang dan mengisi ruangan yang ditempatinya, bagaimanapun
besar an bentuknya. Untuk memudahkan mengajari sifat-sifat gas ini
baiklah dibayangkan adanya suatu gas ideal yang mempunyai sifat-sifat:
a. Tidak ada daya tarik menarik diantara dimolekulmolekulnya.
b. Volume dari molekul-molekul gas sendiri diabaikan.
c. Tidak ada perubahan enersi dalam ( internal energy = E)
pada pengembangan.
Sifat-sifat ini didapati oleh gas inert ( He, Ne, Ar,dll) dan
uap Hg dalam keadaan yang sangat encer. Gas yang umumnya
terdapat dialam ( gas sejati) misalnya : N 2, O2, CO2,NH3,dll sifatsifatnya agak menyimpang gas ideal.
Densitas dari gas dipergunakan untuk menghitung berat
molekul suatu gas ,ialah dengan cara membendungkan suatu
volume gas yang akan di hitung berat molekulnya dengan berat
gas yang telah diketahui berat molekulnya ( sebahai standar) pada
temperatur atau suhu dan tekanan yang sama. Densiti gas
diindenfinisikan sebagai berat gas dalam g/L. Untuk menentukan
berat molekul ini maka ditimbang sejumlah gas tertentu kemudian
diukur PV dan T- nya.
Menurut hukum gas ideal:

P.V = n.
yang sederhana adalah PV=n R T, maka sifat-sifat gas sejati hanya
R. T
dapat dinyatakan dengan persamaan, yang lebih kompleks lebih-lebih
Bila gas ideal sifat-sifatnya dapat dinyatakan dengan persamaan

pada tekanan yang tinggi dan temperature yang rendah. Bila diinginkan
penentuan berat molekul suatu gas secara teliti maka hukum-hukum gas
ideal dipergunakan pada tekanan yang rendah. Tetapi akan terjadi
kesukaran ialah bila tekanan rendah maka suatu berat tertentu dari gas
akan mempunyai volume yang akan besar. Untuk suatu berat tertentu

bila tekanan berkurang volume akan bertambah dan berat perlinter


berkurang. Densiti yang didefinisikan dengan W atau V besar berkurang
tetapi perbandingan density dan tekanan d atau P atau W atau PV akan
tetap, sebab berat total W tetap dan bila gas dianggap gas ideal PV juga
tetap.
Suatu aliran dari udara kering yang bersih dilewatkan cairan yang
diukur tekanan uapnya. Ketelitian dari pengukuran ini tergantung pada
kejenuhan udara tersebut . untuk menjamin kejenuhan ini maka udara
dilewatkan secara seri.Bila (V)adalah volume dari (W) gram cairan
tersebut dalam keadaan uap,(M) berat mol cairan dari cairan tersebut
dari temperatur T,maka tekanan uap dapat di hitung dengan hukum gas
ideal.(Respati,1992).
Hukum gabungan gas untuk suatu sempel gas menyatakan bahwa
perbandingan PV/T adalan konstan.
Sebetulnya untuk gas-gas real (nyata)seperti mentana (CH 3)dan oksigen
dilakukan pengukuran secara cermat,ternyata hal ini tidak benar
betul.Gas hipotesis yang dianggap akan mengikuti hukumgabungan gas
pada berbagi suhu dan tekanan hukum gabungan gas pada berbagai
suhu dan tekanan disebut gas ideal.gas nyata akan menyimpang dari
sifat gas ideal.Pada tekanan yang relatif rendah termasuk npada tekanan
atmosfer serta suhu yang tinggi,semua gas akan menempati keadaan
ideal sehingga hukum gas gabungan dapat dipakai untuk menempati
keadaan idel sehingga hukum gas gabungan dapat dipakai untuk segala
macam gas yang digunakan.(brady,1999).
Persamaan gas ideal bersama-sama degan masa jenis gas dapat
digunakan untuk menentukan berat molekul senyawa volatil.dalam hal ini
menyarankan konsep gas ideal,yakni gas yang akan mempunyai sifat
sederhana yang sama dibawah kondisi yang sama(haliday,1978).
Hukum Keadaan Standar
Untuk melakukan pengukuran terhadap volume gas,diperlukan
suatu

keadaan

standar

untuk

digunakan

sebagai

STP(Standar

Temperature and Presure) yaitu keadaan dimana gas mempunyai


tekanan sebesar 1atm(760mmHg)dan suhuC(273,15K).
Suatu mol gas ideal,yaitu gas yang memenuhi ketentuan semua
hukum-hukum gas akan mempunyai volume sebanyak 22,414L pada
keadaan standar ini.
Hukum Gas Ideal

Definisi mikroskopik gas ideal,antara lain:


1. suatu gas yang terdiri dari partikel-partikel yang dinamakan
molekul
2. molekul-molekul bergerak secara serampangan dan memenuhi
hukum-hukum gerak newton.
3. jumlah seluruh molekul adalah besar.
4. volume molekul adalah pecahan kecil yang diabaikan dari volume
yang ditempati oleh gas tersebut.
5. tidak ada gaya yang cukup besar yang bereaksi pada molekul
tersebut kecuali selama tumbukan.
6. tumbukannya elastis atau sempurna dan terjadi waktu yang
sangat singkat
Gambaran Gas Ideal
Apabila jumlah gas dinyatajkan dalam mol(n) maka suatu bentuk
persamaan umum mengenai sifat-sifat dapat diformasikan.sebenarnya
hukum Avogadro menyatakan bahwa 1 mol gas ideal mempunyai volume
yang sama apabila suhu dan tekananya sama.Dengan menggabungkan
persamaan boyle,Charles dan persamaan Avogadro akan didapat
sebuah persamaan yang dikenal sebagai persamaan gas ideal atau
PV=nRT.
R adalah konstanta kesebandingan dan mempunyai suatu nilai
tunggal yang berlaku untuk semua gas yang bersifat ideal.persamaan
diatas akan sangat berguna dalam perhitungan-perhitungan volume gas.
Campuran Gas
Pengamatan pertama mengenai perilaku campuran gas dalam
sebuah wadah dilakukan oleh dalton,ia menyatakan bahwa tekanan
total,Ptol,adalah jumlah tekanan parsial setiap gas.pernyataan ini
selanjutnya disebut sebagai Hukum dalton,hukum ini berlaku untuk gas
dalam keadaan ideal.tekanan parsial setiap komponen dalam setiap gas
ideal adalah tekanan total dikalikan dengan vaksi mol komponen
tersebut.(www.chom-is-try.org)
Persamaan yang menghubungkan langsung masa molekul gas
dengan rapatannya dapat diturunkan dalam hukum gas ideal.jika jumlah
mol suatu gas dapat diketahui dengan membagi masanya dalam gram
dengan masa molekulnya.
Jumlah mol(n)=W/BM
Bila dimasukan dalam hukum gas ideal menghasilkan:
PV= (W/BM).R.T
BM= (W/V).R.T
P
BM = p.R.T

P
Tekanan
Tekanan gas adalah gaya yang diberikan oleh gas pada satusatuan kuas dinding wadah. Torricelly, ilmuan dari italia yang menjadi
asisten Gallileo adalah orang pertama yang melakukan penelitian
tentang tekanan gas ia menutup tabung kaca panjang disatu ujungnya
dan mengisi dengan merkuri. Kemudian ia menutup ujung yang terbuka
dengan ibu jari jarinya. Membalikan tabung itu dan mencelupkannyan
dalam mangkuk berisi merkuri dengan hati- hati agar tidak ada udara
yang masuk. Merkuri dalam tabung turun , meninggalkan ruang yang
nyaris hampa pada ujung yang tertutup, tetapi tidak semuanya turun
pada tabung. Merkuri ini berhenti jika mencapai 76cm diatas aras
merkuri dalam mangkuk (seperti Pada gambar dibawah). Torricelly
menunjukan bahwa tinggi aras yang tepat sedikit beragam dari hari
kehari dan suatu tempat ketempat yang lain, hal ini terjadi karena
dipengaruhi atmofer tergantung pada cuaca ditempat tersebut. Peralatan
sederhana ini disebut barometer.
Barometer
Hubungan antara temuan torricelly dan tekanan atmosfer dapat
dimengerti berdasarkan hukum kedua newton menggenai gerakan yang
menyatakan bahwa :
Gaya = Massa x percepatan
F
=mxa
Dengan percepatan benda (a) adalah laju yang mengubah
kecepatan. Semua benda saling tarik menarik karena gravitasi , dan
daya tarik mempengaruhi perceparatan setiap benda. Kecepatan baku
akibat medan gravitasi bumi ( biasanya dilambangkan dengan G,
bukannya a) ialah G = 9,80665 ms -2. Telah disebutkan diatas bahwa
tekanan adalah daya persatuan luas.
Hukum Keadaan Standar
Untuk melakukan pengukuran terhadap volume gas,diperlukan
suatu

keadaan

standar

untuk

digunakan

sebagai

STP(Standar

Temperature and Presure) yaitu keadaan dimana gas mempunyai


tekanan sebesar 1atm(760mmHg)dan suhuC(273,15K).
Suatu mol gas ideal,yaitu gas yang memenuhi ketentuan semua
hukum-hukum gas akan mempunyai volume sebanyak 22,414L pada
keadaan standar ini.
Hukum Gas Ideal
Definisi mikroskopik gas ideal,antara lain:

1. suatu gas yang terdiri dari partikel-partikel yang dinamakan


molekul
2. molekul-molekul bergerak secara serampangan dan memenuhi
hukum-hukum gerak newton.
3. jumlah seluruh molekul adalah besar.
4. volume molekul adalah pecahan kecil yang diabaikan dari volume
yang ditempati oleh gas tersebut.
5. tidak ada gaya yang cukup besar yang bereaksi pada molekul
tersebut kecuali selama tumbukan.
6. tumbukannya elastis atau sempurna dan terjadi waktu yang
sangat singkat.
Gambaran Gas Ideal
Apabila jumlah gas dinyatajkan dalam mol(n) maka suatu bentuk
persamaan umum mengenai sifat-sifat dapat diformasikan.sebenarnya
hukum Avogadro menyatakan bahwa 1 mol gas ideal mempunyai volume
yang sama apabila suhu dan tekananya sama.Dengan menggabungkan
persamaan boyle,Charles dan persamaan Avogadro akan didapat
sebuah persamaan yang dikenal sebagai persamaan gas ideal atau
PV=nRT.
R adalah konstanta kesebandingan dan mempunyai suatu nilai
tunggal yang berlaku untuk semua gas yang bersifat ideal.persamaan
diatas akan sangat berguna dalam perhitungan-perhitungan volume gas.
Campuran Gas
Pengamatan pertama mengenai perilaku campuran gas dalam
sebuah wadah dilakukan oleh dalton,ia menyatakan bahwa tekanan
total,Ptol,adalah jumlah tekanan parsial setiap gas.pernyataan ini
selanjutnya disebut sebagai Hukum dalton,hukum ini berlaku untuk gas
dalam keadaan ideal.tekanan parsial setiap komponen dalam setiap gas
ideal adalah tekanan total dikalikan dengan vaksi mol komponen
IV.

tersebut.(www.chom-is-try.org)
ALAT DAN BAHAN
ALAT
{ Labu Erlenmeyer
{ Pembakar spiritus
{ Alumunium foil
{ Karet gelang
{ Isolasi
{ Jarum pelubang
{ Neraca analitik
{ Desikator / Eksikator
{ Buret (50ml)
{ Pipet volume (5ml)

{ Filler

V.

BAHAN
{ Alkohol 70%
{ Aquadest
GAMBAR ALAT DAN BAHAN
{ Labu Erlenmeyer

{ Pembakar spiritus

{ Alumunium foil

{ Karet gelang

{ Isolasi

{ Jarum pelubang

{ Neraca analitik

{ Desikator / Eksikator

{ Buret (50ml)

{ Pipet volume (5ml)

{ Filler

BAHAN
{ Alkohol 70%

{ Aquadest

VI.

CARA KERJA
1. Menimbang erlenmeyer kosong + karet + alumunium foil + isolasi.
Catat sebagai A gram.
2. Memasukkan 5ml alkohol 70% ke dalam erlenmeyer kemudian
ditutupi dengan alumunium foil dan diikat dengan karet pengikat
secara kuat kemudian lubangi dengan jarum pelubang. Panaskan
di atas lampu spiritus hingga tinggal sedikit. Lalu lobang yang tadi
ditutup dengan isolasi.
3. Kemudian didinginkan dengan desikator pada suhu ruang.
4. Setelah dingin, erlenmeyer ditimbang. Catat sebagai B gram.
5. Melepas penutup erlenmeyer, kemudian isi erlenmeyer dengan
aquadest sampai penuh menggunakan buret. Catat volume yang

VII.

digunakan (Liter).
Mencatat suhu ruang (K )
DATA HASIL PENGAMATAN
LEMBAR KERJA PRAKTIKUM
PRAKTIKUM FARMASI FISIKA
BERAT MOLEKUL
HARI/ TANGGAL
: Kamis, 29 Oktober 2014
NAMA
: m.sidik ashari
NIM
: DE1408E029
NO.MEJA
:-

KELOMPOK
I.

II.

: VI

HASIL PERCOBAAN
PENIMBANGAN
Berat Erlenmeyer kosong + Isolasi +
Karet Gelang + Kertas Alumunium Foil
Berat Erlenmeyer + Sampel
Berat Gas
Volume Erlenmeyer
Pencatatan Suhu Ruang
PERHITUNGAN
P sampel = B-A

=132,97
=133,36
=133,36-132,97
= 0,39
=0,287
=298

(A)
(B)
(B-A)
Liter
K

= 0,39 L =1,3589 g/L

V
BM

VIII.
IX.

= p.R.T = 1,3589 x 0,08205x 298= 33,22


P
1
BM
= 33 g/mol
PERHITUNGAN DAN GRAFIK
PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini dibutuhkan ketelitian dalam praktik dan
memenuhi sesuatu prosedur kerja, sehingga dalam perhitungan awal
hingga akhir mendapatkan hasil yang sebenarnya dan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Dalam memanaskan alkohol dibutuhkan kecermatan sehingga
pengurangan air dengan cara pemanasan tersebut dapat diketahui
secara pasti. Terutama pada saat di letakkan labu erlenmeyer kedalam
alat desikator, pengurangan air sangat berpengaruh terhadap berat
molekul yang sesungguhnya. Jika hasil tidak sesaui dengan ketentuan

X.

,berati bisa jadi dalam pengerjaan terjadi kesalahan.


KESIMPULAN
Gas mempunyai sifat bahwa molekul- molekulnya sangat
berjauhan satu sama lain sehingga hampir tidak ada daya tarik menarik
atau tolak-menolak diantara molekul-molekulnya sehingga gas akan
menggembang dan mengisi ruangan yang ditempatinya, bagaimanapun
besar an bentuknya. Untuk memudahkan mengajari sifat-sifat gas ini
baiklah dibayangkan adanya suatu gas ideal yang mempunyai sifat-sifat:
a. Tidak ada daya tarik menarik diantara dimolekulmolekulnya.
b. Volume dari molekul-molekul gas sendiri diabaikan.

c. Tidak ada perubahan enersi dalam ( internal energy = E)


pada pengembangan.
Menurut hukum gas ideal:

P.V = n.
persamaan yang sederhana adalah PV=n R T, maka sifatR. T
Bila gas ideal sifat-sifatnya dapat dinyatakan dengan

sifat gas sejati hanya dapat dinyatakan dengan persamaan,

yang lebih kompleks lebih-lebih pada tekanan yang tinggi


dan temperature yang rendah. Bila diinginkan penentuan
berat molekul suatu gas secara teliti maka hukum-hukum
gas ideal dipergunakan pada tekanan yang rendah. Tetapi
akan terjadi kesukaran ialah bila tekanan rendah maka
suatu berat tertentu dari gas akan mempunyai volume yang
akan besar. Untuk suatu berat tertentu bila tekanan
berkurang volume akan bertambah dan berat perlinter
berkurang. Densiti yang didefinisikan dengan W atau V
besar berkurang tetapi perbandingan density dan tekanan
d atau P atau W atau PV akan tetap, sebab berat total W
tetap dan bila gas dianggap gas ideal PV juga tetap.
Gambaran Gas Ideal
Apabila jumlah gas dinyatajkan dalam mol(n) maka suatu bentuk
persamaan umum mengenai sifat-sifat dapat diformasikan.sebenarnya
hukum Avogadro menyatakan bahwa 1 mol gas ideal mempunyai volume
yang sama apabila suhu dan tekananya sama.Dengan menggabungkan
persamaan boyle,Charles dan persamaan Avogadro akan didapat
sebuah persamaan yang dikenal sebagai persamaan gas ideal atau
PV=nRT.
R adalah konstanta kesebandingan dan mempunyai suatu nilai
tunggal yang berlaku untuk semua gas yang bersifat ideal.persamaan
diatas akan sangat berguna dalam perhitungan-perhitungan volume gas.
Campuran Gas
Pengamatan pertama mengenai perilaku campuran gas dalam
sebuah wadah dilakukan oleh dalton,ia menyatakan bahwa tekanan
total,Ptol,adalah jumlah tekanan parsial setiap gas.pernyataan ini
selanjutnya disebut sebagai Hukum dalton,hukum ini berlaku untuk gas
dalam keadaan ideal.tekanan parsial setiap komponen dalam setiap gas

ideal adalah tekanan total dikalikan dengan vaksi mol komponen


tersebut.(www.chom-is-try.org)
Persamaan yang menghubungkan langsung masa molekul gas
dengan rapatannya dapat diturunkan dalam hukum gas ideal.jika jumlah
mol suatu gas dapat diketahui dengan membagi masanya dalam gram
dengan masa molekulnya.
Jumlah mol(n)=W/BM
Bila dimasukan dalam hukum gas ideal menghasilkan:
PV= (W/BM).R.T
BM= (W/V).R.T
P
BM = p.R.T
P
Tekanan
Tekanan gas adalah gaya yang diberikan oleh gas pada satusatuan kuas dinding wadah. Torricelly, ilmuan dari italia yang menjadi
asisten Gallileo adalah orang pertama yang melakukan penelitian
tentang tekanan gas ia menutup tabung kaca panjang disatu ujungnya
dan mengisi dengan merkuri. Kemudian ia menutup ujung yang terbuka
dengan ibu jari jarinya. Membalikan tabung itu dan mencelupkannyan
dalam mangkuk berisi merkuri dengan hati- hati agar tidak ada udara
yang masuk. Merkuri dalam tabung turun , meninggalkan ruang yang
nyaris hampa pada ujung yang tertutup, tetapi tidak semuanya turun
pada tabung. Merkuri ini berhenti jika mencapai 76cm diatas aras
merkuri dalam mangkuk (seperti Pada gambar dibawah). Torricelly
menunjukan bahwa tinggi aras yang tepat sedikit beragam dari hari
kehari dan suatu tempat ketempat yang lain, hal ini terjadi karena
dipengaruhi atmofer tergantung pada cuaca ditempat tersebut. Peralatan
sederhana ini disebut barometer.
Barometer
Hubungan antara temuan torricelly dan tekanan atmosfer dapat
dimengerti berdasarkan hukum kedua newton menggenai gerakan yang
menyatakan bahwa :
Gaya = Massa x percepatan
F
=mxa
Dengan percepatan benda (a) adalah laju yang mengubah
kecepatan. Semua benda saling tarik menarik karena gravitasi , dan
daya tarik mempengaruhi perceparatan setiap benda. Kecepatan baku
akibat medan gravitasi bumi ( biasanya dilambangkan dengan G,

bukannya a) ialah G = 9,80665 ms -2. Telah disebutkan diatas bahwa


tekanan adalah daya persatuan luas.
Hukum Keadaan Standar
Untuk melakukan pengukuran terhadap volume gas,diperlukan
suatu

keadaan

standar

untuk

digunakan

sebagai

STP(Standar

Temperature and Presure) yaitu keadaan dimana gas mempunyai


tekanan sebesar 1atm(760mmHg)dan suhuC(273,15K).
Suatu mol gas ideal,yaitu gas yang memenuhi ketentuan semua
hukum-hukum gas akan mempunyai volume sebanyak 22,414L pada
keadaan standar ini.
Hukum Gas Ideal
Definisi mikroskopik gas ideal,antara lain:
1. suatu gas yang terdiri dari partikel-partikel yang dinamakan
molekul
2. molekul-molekul bergerak secara serampangan dan memenuhi
hukum-hukum gerak newton.
3. jumlah seluruh molekul adalah besar.
4. volume molekul adalah pecahan kecil yang diabaikan dari volume
yang ditempati oleh gas tersebut.
5. tidak ada gaya yang cukup besar yang bereaksi pada molekul
tersebut kecuali selama tumbukan.
6. tumbukannya elastis atau sempurna dan terjadi waktu yang
sangat singkat.
Gambaran Gas Ideal
Apabila jumlah gas dinyatajkan dalam mol(n) maka suatu bentuk
persamaan umum mengenai sifat-sifat dapat diformasikan.sebenarnya
hukum Avogadro menyatakan bahwa 1 mol gas ideal mempunyai volume
yang sama apabila suhu dan tekananya sama.Dengan menggabungkan
persamaan boyle,Charles dan persamaan Avogadro akan didapat
sebuah persamaan yang dikenal sebagai persamaan gas ideal atau
PV=nRT.
R adalah konstanta kesebandingan dan mempunyai suatu nilai
tunggal yang berlaku untuk semua gas yang bersifat ideal.persamaan
diatas akan sangat berguna dalam perhitungan-perhitungan volume gas.
Campuran Gas
Pengamatan pertama mengenai perilaku campuran gas dalam
sebuah wadah dilakukan oleh dalton,ia menyatakan bahwa tekanan
total,Ptol,adalah jumlah tekanan parsial setiap gas.pernyataan ini
selanjutnya disebut sebagai Hukum dalton,hukum ini berlaku untuk gas
dalam keadaan ideal.tekanan parsial setiap komponen dalam setiap gas

ideal adalah tekanan total dikalikan dengan vaksi mol komponen


tersebut.(www.chom-is-try.org)

DATA HASIL PENGAMATAN


LEMBAR KERJA PRAKTIKUM
PRAKTIKUM FARMASI FISIKA
BERAT MOLEKUL
HARI/ TANGGAL
: Kamis, 29 Oktober 2014
NAMA
: m.sidik ashari
NIM
: DE1408E029
NO.MEJA
:KELOMPOK
: VI
I.

HASIL PERCOBAAN
PENIMBANGAN
Berat Erlenmeyer kosong + Isolasi +
Karet Gelang + Kertas Alumunium Foil
Berat Erlenmeyer + Sampel
Berat Gas
Volume Erlenmeyer
Pencatatan Suhu Ruang
PERHITUNGAN

II.

P sampel = B-A
V
BM
BM
XI.

=132,97
=133,36
=133,36-132,97
= 0,39
=0,287
=298

(A)
(B)
(B-A)
Liter
K

= 0,39 L =1,3589 g/L


0,287

= p.R.T = 1,3589 x 0,08205x 298= 33,22


P
1
= 33 g/mol

DAFTAR PUSTAKA
Wibawa, Anggun Setya, 2015, Buku Pedoman Dan Lembar Kerja

Praktikum Farmasi Fisika,Tegal. Indonesia.


Anonim.2011.Petunjuk Praktikum Farmasi Fisik II. Universitas

Haluleo: Kendari.
Moechtar, 1990, Farmasi Fisik, UGM-Press:Yogyakarta.