Anda di halaman 1dari 1

SAMBUTAN KETUA UMUM PDPI

Assalamualaikum Wr.Wb.
Tuberkulosis (TB) paru masih merupakan penyakit infeksi saluran napas yang
tersering di Indonesia . Jumlah pasien TB di negeri ini merupakan nomor tiga
terbanyak di dunia. Keterlambatan dan ketidakpatuhan dalam menegakkan
diagnosis mempunyai dampak yang besar karena pasien TB akan menularkan
penyakit kepada lingkungan sehingga jumlah penderita semakin bertambah.
Pengobatan TB berlangsung cukup lama sehingga sering terjadi pasien putus
berobat atau menjalankan pengobatan secara tidak teratur. Kedua hal itu
mempunyai dampak meningkatkan kemungkinan terjadi resistensi. Bila ini terjadi
pengobatan selanjutnya memerlukan obat yang lebih banyak, waktu yang mungkin
lebih lama serta kemungkinan terjadi efek samping yang lebih sering. Lebih
berbahaya lagi bila terjadi kasus-kasus dengan resistensi bermacam-macan obat
(mulai drug resistance / MDR).

Kasus-kasus MDR memerlukan biaya yang berlipat-lipat dalam pengobatannya ,


kemungkinan kesembuhan yang lebih kecil serta berisiko efek samping yang lebih
besar. Oleh sebab itu diperlukan suatu cara agar pasien yang sudah terdiagnosis TB
paru dapat menjalani pengobatan secara tepat dan adekuat. Strategi DOTS adalah
salah satu cara yang saat ini dianggap sangat tepat untuk menanggulangi
masalah-masalah yang terjadi dengan TB. Sosialisasi kepada seluruh petugas
kesehatan yang melakukan pengobatan TB sangat diperlukan sehingga diharapkan
dokter-dokter yang mengobati TB dapat melaksanakan pengobatan dengan hasil
yang maksimal.

Tim Pokja TB PDPI telah bekerja keras membuat buku panduan untuk pengobatan
TB yang disesuaikan dengan situasi di Indonesia. Diharapkan buku ini menjadi
acuan bagi para petugas kesehatan yang melaksanakan pengobatan TB. Semoga
buku ini dapat memberikan petunjuk yang jelas serta mempunyai manfaat dalam
penim