Anda di halaman 1dari 10

PENGANTAR FISIKA ZAT PADAT

Kapasitas Panas
Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pengantar Fisika Zat Padat

Disusun Oleh :
Iwan Budihartana

140310130015

Nabila Asy Syifa

140310130057

PROGRAM STUDI FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2016

KAPASITAS PANAS
1.

Getaran Termal Kristal dan Kuantitas Energinya


Sejumlah panas (Q) yang diperlukan per mol zat untuk menaikkan suhunya disebut
kapasitas kalor. Bila kenaikan suhu zat T, maka kapasitas panas adalah :

C=

Q
T
Jika proses penyerapan panas berlangsung pada volume tetap, maka panas yang diserap sama
dengan peningkatan energi dalam zat.
Q = E
E menyatakan energi dalam.
Kapasitas kalor pada volume tetap (Cv) dapat dinyatakan:

( ET ) =( ET )

C v=

Kapasitas panas zat pada suhu tinggi mendekati nilai 3R; R menyatakan tetapan gas umum. Karena R
2 kalori/K-mol, maka pada suhu tinggi kapasitas panas zat padat :

Cv

6 kalori
mol
K

Gambar 1.1. Kebergantungan kapasitas panas zat padat pada suhu


Menurut fisika klasik, getaran atom-atom zat padat dapat dipandang sebagai osilator harmonik.

Osilator harmonik merupakan suatu konsep/model yang secara makroskopik dapat dibayangkan sebagai
sebuah massa m yang terkait pada sebuah pegas dengan tetapan pegas C.
Untuk osilator harmonik satu-dimensi, energinya dapat dirumuskan :
=energi kinetik +energi potensial
1
1
= m v 2+ c x 2
2
2
=

m 2 2 2
( v + x )
2

Dengan :
v laju getaran osilator,
x simpangan osilator
frekuensi sudut getaran osilator

( mc ) .

Untuk atom yang bergetar :


E1 K U
12 mvx2 12 mv2y 12 mvz2 12 k x x 2 12 k y y 2 12 k z z 2

Keseimbangan termal dengan energy rata-rata 1/2kBT, sehingga diperoleh rumusan energinya:
E1 6( 12 k BT ) 3k BT

Jika kita mempunyai N atom yang mengalami osilasi maka rumusannya:


E NE1 3Nk BT

Untuk menghitung energy dengan memperhitungkan molaritas, maka rumusannya menjadi :

E 3 Nk BT

3 N A k BT 3RT
n
n

Dengan :
N = jumlah atom
n = jumlah mol
NA = N/n
R = NA.KB
KB = konstanta Boltzmann
Kapasitas panas pada constant volum per mole
CV

d
dT

3R 25 molJ K
V

Dari rumusan diatas terlihat bahwa menurut model fisika klasik, kapasitas panas zat padat
tidak bergantung suhu dan berharga 3R. Hal ini sesuai dengan hukum Dulong-Petit yang hanya
berlaku untuk suhu tinggi T ( > 300 K). Sedangkan untuk suhu rendah jelas teori ini tidak berlaku.
2. Kapasitas Panas Menurut Einstein
Dalam model ini, atom-atom dianggap sebagai osilator-osilator bebas yang bergetar tanpa
terpengaruh oleh osilator lain di sekitarnya. Energi osilator dirumuskan secara kuantum (berdasarkan
teori kuantum) yang berharga diskrit :
En n

n 0, 1, 2, ...

Dengan :
= h/2
h tetapan Planck.
Pada tingkat dasar n = 0, energi osilator 0 = 0. Tingkat berikutnya n = 1, 2 dan seterusnya.
Perbedaan energi antar tingkat adalah .

Gambar1.2 Spektrum energi osilator satu dimensi menurut teori kuantum.


Pada keseimbangan termal, energi rata-rata osilator dinyatakan oleh :
f ( En )

e En / kT

E n / kT

n 0

Faktor (bobot) Boltzmann exp(-n/kT) menyatakan kebolehjadian keadaan berenergi n


tertempati. Persamaan (2.44) dalam bentuk deret tersebut ekuivalen dengan ungkapan :

Selanjutnya, untuk satu mol osilator tiga-dimensi memiliki energi dalam :

Sehingga kapasitas kalornya:

Dalam model Einstein frekuensi osilator biasa ditulis E yang disebut frekuensi Einstein. Untuk
menyederhana persamaan (2.46) didefinisikan suhu Einstein (E) menurut :

dan persamaan (2.46) tereduksi menjadi :

Pada suhu tinggi (T>>), maka nilai (E/T) berharga kecil; sehingga exp (E/T) dapat
diuraikan ke dalam deret sebagai berikut :

Menurut hasil ini jelas bahwa model Einstein cocok pada suhu tinggi. Bagaimana untuk suhu
rendah? Pada suhu rendah (T<<) nilai (E/T) besar. Hal ini berdampak pada penyebut dalam persamaan
(2.48); yaitu :

Sehingga ungkapan kapasitas panas menjadi :

Dengan

Jadi, pada suhu rendah Cv sebanding dengan e dan jelas ini tidak cocok dengan hasil
3
eksperimen, dimana Cv sebanding dengan T . Sekali lagi, model inipun gagal menjelaskan Cv pada
suhu rendah.

3. Kapasitas Panas Menurut Debye


Dalam model Einstein, atom-atom dianggap bergetar secara terisolasi dari atom di
sekitarnya. Anggapan ini jelas tidak dapat diterapkan, karena gerakan atom akan saling
berinteraksi dengan atom-atom lainnya. Seperti dalam kasus penjalaran gelombang mekanik
dalam zat padat, oleh karena rambatan gelombang tersebut atom-atom akan bergerak kolektif.
Frekuensi getaran atom bervariasi dari =0 sampai dengan =D. Batas frekuensi D
disebut frekuensi potong Debye.
Menurut model Debye ini, energi total getaran atom pada kisi diberikan oleh ungkapan

() adalah energi rata-rata osilator seperti pada model Einstein sedangkan g () adalah
rapat keadaan

Dalam selang frekuensi antara = 0 dan = D, g() memenuhi :

Jumlah moda getaran sama dengan jumlah 1 mol osilator tiga-dimensi, yang dalam kurva
pada gambar 1.2 ditunjukkan oleh daerah terarsir. Frekuensi potong D dapat ditentukan
dengan cara memasukkan persamaan ke dalam persamaan (2.52.), yang memberikan :

Apabila kita menggambarkan kontur yang berhubungan dengan = D dalam ruang - q


akan diperoleh sebuah bola yang disebut bola Debye, dengan jejari qD yang disebut jejari
Debye dan memenuhi

Pada suhu tinggi (T>>D), batas atas integral (D/T) sangat kecil, demikian juga
x
variabel x. Sebagai pendekatan dapat diambil : e 1 + x
Sehingga integral yang bersangkutan menghasilkan :

Masukkan hasil ini kepersamaan (2.56)

3
Sesuai dengan hukum Dulong-Petit, sehingga Dpada suhu tinggi
model ini cocok dengan

hasil eksperimen. Pada suhu rendah (T<<D), batas integral pada persamaan (2.56)
menuju tak berhingga; dan integral tersebut menghasilkan 44/15.
Dengan demikian :

4. Perambatan Gelombang dalam Kristal dan Konsep Fonon


Seperti telah dijelaskan pada sebelumnya bahwa model dan teori yang dikemukakan oleh
Debye tentang kapasitas panas suatu zat padat menghasilkan nilai yang sesuai dengan hasil
percobaan. Model yang dikembangkan oleh Debye terutama menyangkut pada getaran termal
atom-atom dalam kristal merupakan getaran kolektif yang saling berhubungan satu dengan yang

lainnya. Sebaran energi yang digunakan untuk menganalisis getaran kolektif tersebut dihitung
dengan menggunakan distribusi Bose-Einstein. Konsep kapasitas panas pada suatu zat padat atau
kristal yang dikemukakan pada Bagian 1 sampai 3 ini lebih menonjolkan pada konsep getaran
atau energi yang bersumber dari kalor atau panas (suhu) yang tersimpan dalam kristal. Konsep
getaran kisi pada kristal dapat pula disebabkan oleh hal lain seperti gelombang elektromagnetik
ataupun gelombang suara. Namun demikian konsep getaran kisi pada kristal baik yang disebabkan
panas (getaran termal) ataupun sebab lain adalah sama. Konsep-konsep getaran ini dapat
menyebabkan terjadinya perambatan getaran yang digambarkan sebagai perambatan gelombang
dalam kristal. Getaran kisi dan perambatannya dalam kristal memunculkan suatu istilah baru yaitu
fonon.
Fonon adalah suatu paket energi yang menggambarkan pergerakan dari getaran
(perambatan gelombang) dari suatu kisi yang bergetar dengan frekuensi yang sama yang ditinjau
dari sudut pandang mekanika kuantum. Seperti telah diketahui, pada mekanika klasik, perambatan
getaran dengan frekuensi yang sama hanya dipandang sebagai peristiwa perambatan gelombang
biasa. Namun pada tinjauan mekanika kuantum, perambatan getaran biasa dipandang memiliki
dualisme sifat yaitu gelombang (wave-like) dan partikel (particle-like). particle-like inilah yang
merupakan inti darikonsep fonon. Bila dihubungkan dengan model Debye, energi fonon ini
terkuantisasi dalam bentuk En=nE
Dalam hal ini dapat dibayangkan bahwa rambatan gelombang mekanik atau gelombang
suara identik sengan adanya aliran arus fonon yang membawa energi dan momentum dalam
jumlah tertentu.
Jika membahas masalah perambatan fonon, akan sangat mudah membayangkan fonon
sebagai suatu gas pada suatu ruang tertentu. Pada setiap daerah dalam ruang selalu terdapat fonon
yang bergerak acak ke segala arah. Penggunaan model gas ini memungkinkan munculnya lintasan
bebas rata-rata fonon dan tumbukkan antar fonon.

DAFTAR PUSTAKA
Risdiana. 2014. Diktat Pengantar Fisika Zat Padat 23-4-2014 pdf. UNPAD: Departemen Fisika.
Nadhira, Dina. 2014. Kapasitas Panas. www.scribd.com. (diakses pada 19 Maret 2016 pukul
19.30 WIB)
Adhe. 2014. Kapasitas Kalor Model Einsten dan Debye. www.scribd.com (diakses pada 19 Maret
2016 pukul 19.30 WIB).