Anda di halaman 1dari 31

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong kemajuan
pembangunan di Indonesia, termasuk di Papua. Bahkan kesehatan menjadi salah satu
tolak ukur kemajuan sebuah bangsa. Oleh karena itu pemerintah melalui Kementrian
Kesehatan menetapkan PMK No. 7 tahun 2013 tentang penempatan dokter PTT didaerah
terpencil dan sangat terpencil diseluruh Indonesia dan salah satu penempatannya adalah
Kabupaten Pegunungan Bintang. Melalui peraturan tersebut diharapkan terwujud derajat
kesehatan masyarakat Indonesia yang setinggi-tingginya tanpa terkecuali masyarakat
Pegunungan Bintang.
Untuk itu Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang melakukan
pelayanan kesehatan di distrik-distrik kabupaten Pegunungan Bintang untuk menunjang
usaha pemerintah. Dalam laporan ini dilakukan pelayanan kesehatan di Distrik Okbibab
kabupaten Pegunungan Bintang Papua. Laporan ini juga dibuat untuk melengkapi data
administratif pelaporan kegiatan yang telah saya laksanakan selama saya bertugas di
kabupaten Pegunungan Bintang dalam kurun waktu 3 tahun ( April 2012-Maret 2015)
1.2. Tujuan
1.2.1.Tujuan umum
Pelayanan kesehatan di lakukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan
masyarakat dalam menunjang usaha pemerintah dalam kemajuan masyarakat secara
umum.
1.2.2. Tujuan khusus
Meningkatkan kualitas kesehatan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya
kesehatan terutama untuk promosi kesehatan khususnya di distrik Borme dalam
mendukung usaha pemerintah meningkatkan pembangunan di Indonesia pada umumnya.
1.3. Manfaat
1.3.1. Manfaat bagi tim pelaksana
Melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai dokter PTT dalam pelayanan
kesehatan dan menerapkan ilmu dan keahlian dokter untuk meningkatkan keterampilan
dan kualitas sebagai tenaga kesehatan.

1.3.2. Manfaat bagi dinas kesehatan


Mewujudkan tugas dinas dalam meningkatkan kualitas kesehatan
masyarakat di kabupaten Pegunungan Bintang untuk mendukung program
pemerintah dalam meemajukan masyarakat di kabupaten Pegunungan Bintang.
1.3.3. Manfaat bagi masyarakat
Membantu

masyarakat

dalam

meningkatkan

kualitas

kesehatan,

menurunkan angka kesakitan dan kematian di masyarakat khususnya distrik Borme


kabupaten Pegunungan Bintang.

BAB II
GAMBARAN UMUM DISTRIK

2.1 Letak Geografis, Iklim dan Demografi Distrik


Distrik Okbibab berada 1400000 BT 1410000 BT dan antara 30400 LS
52000LS. Distrik Okbibab secara umum merupakan daerah yang sebagian besar terdiri
dari perbukitan dan pegunungan yang dilewati beberapa sungai, memiliki iklim subtropis
dengan curah hujan tinggi dan memiliki suhu yang dingin.

Gambar 2.1.PetaDistrikKabupatenPegunuganBintang
Batas batas wilayah distrik Okbibab seperti yang terlihat pada gambar 2.1.diatas adalah
sebagai berikut:
1. Wilayah Timur: Berbatasan dengan distrik Okikha
2. Wilayah Barat

: Berbatasan dengan distrik Okbab

3. Wilayah Utara

: Berbatasan dengan distrik Aboy

4. Wilayah Selatan

: Berbatasan dengan distrik Oksop

2.2 Transportasi, Telekomunikasi dan Energi


Distrik Okbibab hanya dapat dijangkau dengan transportasi udara yang digunakan
sebagai penghubung antara distrik Okbibab dengan distrik Oksibil sebagai ibukota kabupaten

Pegunungan Bintang dan Jayapura sebagai ibukota provinsi Papua. Sebagian masyarakat ada
juga yang memilih untuk berjalan kaki dari distrik Okbibab ke Oksibil atau ke distrik lainnya
dengan waktu tempuh kurang lebih 1 hari. Sebagai penghubung antar kampung adalah jalan
setapak yang biasa dilalui masyarakat lokal.
Transportasi udara didistrik Okbibab bisa dikatakan lancar, seharinya bisa satu sampai
dua kali penerbangan ke Jayapura atau ke Oksibil atau ke distrik yang lain.
Sarana telekomunikasi di Okbibab berupa 3 set radio SSB yang berada di kantor
distrik, kantor penerbangan dan puskesmas dan 6 set telepon satelit yang berada di rumah
warga.
Distrik Okbibab mempunyai Pembangkit Listrik Mikro Hidro yang dipakai sebagai
sumber energi lampu penerangan dan peralatan listrik sederhana oleh masyarakat selama 24
jam, hari jumat atau sabtu disetiap minggunya listrik dimatikan selama setengah hari karena
dilakukan pembersihan turbin untuk menjaga fungsi dari alat pembangkit agar tetap terawat.
2.3 Sosial dan Kependudukan
2.3.1 Jumlah dan Lokasi Kampung
Distrik Okbibab mempunyai 8 kampung yang hanya dapat ditempuh dengan berjalan
kaki. Kedelapan kampung itu adalah:
1. Abmisibil

5. Okaplo

2. Manunggal

6. Okbifisil

3. Oksemar

7. Atolbol

4. Oktanglap

8. Iriding

Tabel. 2.1 Waktu Tempuh Ke Puskesmas


No.

Kampung

Waktu Tempuh Tanpa Istirahat

Abmisibil

3 Menit

Manunggal

5 Menit

Oksemar

1 Jam

Oktanglap

1 Jam

Okaplo

1,5 Jam

Okbifisil

2 Jam

Atolbol

3 Jam

Iriding

2 Jam

2.3.2 Jumlah dan SebaranPenduduk


Jumlah penduduk Distrik Okbibab sesuai dengan Sensus Penduduk 2012 adalah
1.125 jiwa. Jumlah KK 974.
2.3.3 Pendidikan
Distrik Okbibab memiliki 1 Sekolah Taman Kanak-kanak (TK), 6 Sekolah Dasar
(SD), 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 1 Sekolah Menengah Atas (SMA). SMP
Negeri Okbibab berdiri sejak tahun 1986 dan SMA Negeri 1 Okbibab telah berdiri sejak
tahun 1995 dan beberapa tahun terakhir ini SMU Negeri 1 Okbibab telah meluluskan siswa/i
nya hingga masuk ke perguruan tinggi baik di provinsi Papua maupun provinsi lain di seluruh
Indonesia.
Tingkat pendidikan masyarakat berdasarkan data yang didapatkan sangat bervariasi,
mulai dari SD, SMP, SMU dan bahkan ada juga yang mengenyam pendidikan sampai
perguruan tinggi. Namun sebagian besar masyarakat mengenyam pendidikan hanya sampai
SD dan SMP.

2.3.4 Mata Pencaharian


Penduduk di Distrik Okbibab sudah lumayan banyak yang berprofesi sebagai pegawai
negeri sipil maupun pegawai swasta yang bertugas baik di Okbibab, Oksibil, didistrik lain,
Jayapura dan di luar Papua. Tetapi sebagian besar masyarakat bermata pencarian sebagai
petani.
2.3.5 Makanan Pokok dan Sumber Air Bersih
Makanan pokok masyarakat Okbibab antara lain :
1.
2.
3.
4.

Keladi
Singkong
Sayur-sayuran
Buah-buahan

Sebagian besar masyarakat Distrik Okbibab sulit untuk memperoleh makanan seperti
nasi atau sejenisnya yang bersumber dari pabrik atau dari toko, meskipun di Okbibab terdapat
8 buah kios bahan makanan pokok.

2.4 Sarana dan Tenaga Kesehatan


Distrik Okbibab memiliki 1 puskesmas perawatan, 1 puskesmas pembantu, dan 2
puskeskam. Ruangan rawat inap sudah mulai digunakan sejak peresmian tanggal 9 Agustus
2013. Kondisi puskesmas untuk pelayanan rawat jalan sudah memadai dan selama ini
pelayanan kesehatan berjalan dengan lancar. Setiap harinya pasien yang berkunjung ke
puskesmas rata rata antara 15 20 pasien. Dan setiap sebulan sekali tenaga kesehatan
puskesmas Abmisibil mengadakan kegiatan posyandu kesetiap kampung. Pelayanan
vaksinasi bukan hanya dilakukan di distrik Okbibab, tapi juga sampai ke distrik Okbab.
Jumlah tenaga kesehatan yang ada di Distrik Okbibab sudah memadai. Terdiri dari 2
dokter umum PTT, 1 orang kepala puskesmas (PNS), 7 orang perawat (PNS), 7 orang bidan
(PNS), 11 orang tenaga administrasi (PNS), 6 orang kader, 4 orang cleaning service. Tenaga
puskesmas semuanya terdiri dari masyarakat Okbibab, kecuali dokter. Untuk penyegaran
ilmu, juga dilakukan pelatihan pelatihan untuk para tenaga kesehatan.

BAB III
DESKRIPSI KEGIATAN
3.1 Jenis Kegiatan
Jenis kegiatan yang dilaksanakan adalah pelayanan kesehatanrutin seperti poli rawat
jalan, rawat inap, home visit, penyuluhan di sekolah dan di masyarakat, imunisasi, ANC,
penimbangan berat badan anak dan bayi, pemberian makanan tambahan, posyandu,
puskesmas keliling.
3.2 Tenaga Pelaksana
Tenaga pelaksana kegiatan rutin adalah tenaga tetap yang terdiri dari 2 orang dokter
umum PTT, 1 dokter gigi PTT, 7 orang bidan PNS, 7 orang perawat PNS, 8 orang tata usaha
PNS dan 6 kader. Tenaga puskesmas melakukan pelayanan rutin sesuai dengan tugas masingmasing.
3.3 Tempat dan Waktu Kegiatan
Kegiatan pelayanan kesehatan rutin puskesmas dilakukan di Puskesmas Abmisibil.
Kegiatan pelayanan kesehatan rutin dilakukan setiap hari senin sabtu.

BAB IV
LAPORAN HASIL KEGIATAN
4.1 Promosi Kesehatan
Kegiatan promotif yang dilakukan di antaranya penyuluhan, penimbangan bayi balita,
imunisasi, dan ANC yang dilakukan setiap bulan. Sasaran adalah seluruh lapisan masyarakat
distrik Okbibab dan distrik sekitar Okbibab yang belum memiliki sarana puskesmas yang
memadai, seperti distrik Okbab. Penyuluhan yang dilaksanakan terkait dengan penyuluhan
tentang pola hidup yang bersih dan sehat, pengolahan makanan yang sehat, edukasi tentang
penyakit IMS, HIV/AIDS, dan penyakit yang banyak diderita masyarakat. Penyuluhan rutin
dilakukan setiap bulan di Puskesmas, namun juga kadang dilaksanakan di sekolah dan di
kampung-kampung. Penimbangan bayi balita dan ANC rutin dilakukan di Puskesmas, Pustu
dan di tiap kampung setiap bulan. Imunisasi dilaksanakan di Puskesmas setiap bulan dan di
sekolah untuk siswa kelas 1 dan kelas 6 1 kali per tahun.
4.2 KIA, Imunisasi dan KB
4.2.1 ANC dan Pendataan Ibu Hamil
Masyarakat pada umumnya sudah mempunyai kesadaran akan pentingnya ANC.
Kegiatan ANC dilakukan oleh bidan setiap bulannya di puskesmas dan pustu. Pertolongan
pesalinan biasa dilakukan oleh bidan atau dukun kampung di puskesmas atau di rumah ibu
yang akan bersalin. Selain mendapat pemeriksaan terhadap kondisi kehamilannya, ibu hamil
juga mendapat penyuluhan tentang kehamilan dan persalinan, imunisasi TT dan makanan
tambahan seperti susu ibu hamil dan biskuit bagi ibu hamil. Laporan pelaksanaan ANC
dilaporkan langsung oleh koordinator KIA ke kepala Puskesmas.
Contoh laporan ANC dapat dilihat dalam lampiran.
4.2.2 Pengawasan Tumbuh Kembang Bayi Balita
Pengawasan tumbuh kembang untuk bayi balita dilakukan setiap bulannya, baik di
puskesmas, pustu atau di kampung kampung. Kegiatan yang dilakukan seperti
penimbangan berat badan bayi balita, pengisian KMS, penyuluhan tentang pentingnya
pengawasan tumbuh kembang anak, pemberian makanan tambahan seperti susu formula,
biskuit bayi, bubur kacang hijau dan pemberian vitamin A setiap bulan Februari dan Agustus.

Laporan pelaksanaan kegiatan ini dilaporkan langsung oleh koordinator KIA dan koordinator
imunisasi ke kepala Puskesmas.
4.2.3 Imunisasi
Imunisasi rutin dilaksanakan setiap bulan di Puskesmas. Kegiatan imunisasi dilakukan
bersamaan dengan penimbangan berat badan bayi balita, penyuluhan dan pemberian makanan
tambahan. Terdapat kendala untuk kegiatan imunisasi, yaitu proses pengadaan vaksin yang
sedikit sulit dan harus didatangkan dari propinsi sehingga pengiriman vaksin ke puskesmas
sering terlambat. Pernah pula imunisasi tidak dilaksanakan karena ketiadaan stok vaksin.
Laporan pelaksanaan kegiatan ini dilaporkan langsung oleh koordinator imunisasi ke kepala
Puskesmas.
4.2.4 KB
Penyuluhan KB giat dilakukan bersamaan dengan penyuluhan lainnya. Kesadaran
masyarakat untuk menjalankan program KB tergolong tidak begitu tinggi, namun tidak pula
rendah. Harapan di kemudian hari akan lebih banyak lagi keluarga yang mau menjalankan
program KB. Laporan pelaksanaan program KB dilaporkan langsung oleh koordinator KIA
ke kepala Puskesmas.
4.3 Perbaikan Gizi Masyarakat
Hal yang menonjol di distrik Okbibab adalah kurangnya pilihan sumber protein,
vitamin dan mineral dalam daftar makanan pokok masyarakat, terlebih lagi sumber yang ada
sangat bergantung terhadap suplai dari daerah lain yaitu Jayapura dan Oksibil. Langkah yang
ditempuh untuk memperbaiki gizi masyarakat adalah dengan penyuluhan, pemberian vitamin
dan makanan tambahan.
4.4 Penanggulangan Penyakit
4.4.1 Sepuluh Penyakit Terbanyak
Terdapat berbagai jenis penyakit atau gejala yang ditemukan saat melaksanakan
kegiatan pengobatan di poli umum di puskesmas Abmisibil. Pada umumnya penyakitpenyakit yang didapat adalah penyakit yang berhubungan dengan kebiasaan sehari-hari
masyarakat yang kurang mengerti pola hidup sehat dan bersih, dan aktifitas fisik yang banyak
bekerja di lingkungan yang bergunung-gunung, seperti infeksi saluran pernapasan, nyeri

sendi dan otot, diare dan luka. Selain itu, ada beberapa pasien yang terinfeksi HIV dan sudah
dilakukan pemeriksaan di rumah sakit di Jayapura dan sudah mendapar ARV.
Tabel sepuluh penyakit terbanyak dapat dilihat di lampiran.
4.4.2 Distribusi Umur dan Jenis Kelamin Pasien
Pasien yang dilayani terdiri dari berbagai umur dari yang perinatal sampai lansia,
namun yang paling banyak adalah mereka yang berusia produktif, yaitu 20-50 tahun dan anak
balita berusia 1-4 tahun. Tidak terdapat perbedaan yang mencolok antara jumlah pasien lakilaki dan perempuan yang dilayani di puskesmas. Tabel distribusi umur dan jenis kelamin
pasien dapat dilihat dalam lampiran.
4.4.3 Data Pasien Rawat Inap
Sejak 9 Agustus 2013, puskesmas Abmisibil diresmikan menjadi puskesmas
perawatan. Namun pada awalnya masih diperlukan edukasi kepada masyarakat agar
masyarakat mau dirawat di puskesmas karena masih adanya stigma buruk yang berkembang
di masyarakat bila dirawat di puskesmas. Tabel data pasien rawat inap dapat dilihat dalam
lampiran.
4.4.4 Kasus Rujukan
Umumnya kasus yang dirujuk dikarenakan penyakit berat, penyakit yang
membutuhkan penanganan dan pemeriksaan yang lebih detail, atau karena keterbatasan alat,
obat, dan pemeriksaan laboratorium yang tidak memadai di puskesmas.Untuk kasus yang
tidak bisa ditangani di puskesmas, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit Oksibil atau
rumah sakit di Jayapura. Kasus-kasus yang dirujuk umumnya terkendala di transportasi yang
sulit yang sangat dipengaruhi oleh cuaca dan dana dari keluarga pasien.
Selama periode PTT di Puskesmas Abmisibil, terdapat beberapa kasus rujukan, yaitu
pasien dengan suspect TB, HIV, tumor intra abdomen, BPH, abortus incomplete, pneumonia
berat, ulkus nekrotikan digiti III manus sinistra yang memerlukan amputasi, dan dislokasi
glenohumerus joint.
4.4.5 Laporan Kematian
Kasus kematian beberapa kali ditemukan, pada umumnya terjadi pada lansia dan
balita yang tidak dibawa ke fasilitas kesehatan, sehingga penyakitnya tidak terkontrol yang

mengakibatkan kematian. Ada pula pasien yang meninggal setelah mendapat perawatan di
rumah sakit rujukan dan ada yang meninggal karena kasus pembunuhan.
4.5 Pengobatan dan Penganganan Kegawatdaruratan
Kasus kegawatdaruratan pada umumnya adalah luka akibat terkena benda-benda tajam
seperti parang dan kampak berhubung dengan kegiatan masyarakat yang pada umumnya
sebagai petani.
4.6 Puskesmas Keliling
Puskesmas Abmisibil termasuk giat dalam melakukan pelayanan Puskesmas Keliling
di kampung kampung di distrik Okbibab dan di kampung di distrik sekitar Okbibab, seperti
distrik Okbab. Kegiatan puskesmas keliling meliputi penyuluhan, pengobatan, penimbangan
bayi balita, ANC, pemberian makanan tambahan dan vitaminA. Kegiatan tidak dilakukan
jika terdapat halangan seperti cuaca yang buruk dan ketersedian obat terbatas. Obat diambil
oleh petugas farmasi puskesmas ke dinas kesehatan kabupaten setiap 3 bulan sekali.
Keterbatasan obat dalam jumlah dan jenis obat yang dikirim dari dinas kesehatan kadang
membuat puskesmas keliling tidak dapat dilaksanakan.

BAB IV
KESIMPULAN, PERMASALAHAN, DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Telah dilakukan pelayanan kesehatan di puskemas Abmisibil di distrik Okbibab
selama bulan Agustus 2012 - Mei 2015. Selama pelayanan didapatkan penyakit yang banyak
diderita masyarakat, yaitu penyakit yang berhubungan dengan saluran pernapasan, gangguan
otot dan sendi dan saluran pencernaan.
Pada umumnya kasus-kasus penyakit di Okbibab berhubungan dengan pola hidup
masyarakat yang kurang sehat dan keadaan geografis pegunungan yang curam. Seringnya
masyarakat memasak sekaligus tidur di dalam dapur tungku dan kurangnya ventilasi dalam
dapur tersebut menyebabkan banyaknya masyarakat yang mengalami infeksi saluran nafas.
Sebagian besar penduduk distrik Okbibab bekerja sebagai petani. Sehari-hari kegiatan
yang mereka lakukan adalah bercocok tanam dan membuka hutan untuk dijadikan lahan
pertanian di tempat yang cukup jauh dengan kondisi geografis distrik yang bergununggunung. Hal ini yang menyebabkan tingginya angka kesakitan Myalgia, Arthritis dan
terjadinya Ruda Paksa.
Masyarakat juga belum terbiasa untuk meminum air yang dimasak sampai mendidih
dan mencuci tangan sebelum makan sehingga menyebabkan kasus penyakit saluran
pencernaan juga cukup banyak.
Beberapa usaha penyuluhan sederhana telah dilakukan dokter dan petugas puskesmas
untuk mengurangi angka morbiditas penyakit-penyakit ini, namun hasilnya kurang maksimal
karena kurangnya pendidikan dan kesadaran masyarakat.
Terdapat pula kasus HIV/AIDS yang semakin hari semakin bertambah jumlah
kasusnya.
Menurut golongan umur pasien yang paling banyak berobat ke puskesmas dari
keseluruhan pasien yang datang adalah golongan usia produktif dan anak-anak balita. Jika hal
ini dibiarkan maka bisa menurunkan produktifitas kerja dan menghambat tumbuh kembang
anak.
Masyarakat Okbibab yang datang berobat ke puskesmas terdiri dari masyarakat yang
tersebar di 8 kampung dan masyarakat yang datang dari distrik tetangga yaitu Okbab,
Oksebang dan Mipol.

Selain masalah kesehatan yang telah dijabarkan diatas terdapat masalah lain di distrik
Okbibab yaitu ketergantungan masyarakat terhadap distribusi makanan dari Jayapura untuk
mendapatkan variasi sumber gizi khususnya protein.
5.2 Permasalahan
a. Kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang kesehatan.
b. Distribusi obat dan vaksin yang sulit, sering terlambat dan dalam jumlah yang terbatas
c. Sulitnya transportasi dan komunikasi.
d. Belum adanya tenaga dan peralatan laboratorium di puskesmas.
e. Belum adanya fasilitas obat dan peralatan emergency.
f. Meningkatnya kasus IMS, HIV, dan TB.
g. Masih sulitnya deteksi HIV melalui pemeriksaan laboratorium karena masih harus
dilakukan di Jayapura
h. Penyediaan ARV masih tergantung dengan rumah sakit di Jayapura
i. Ketergantungan masyarakat terhadap distribusi makanan dari Jayapura untuk
mendapatkan variasi sumber gizi khususnya protein.
5.3 Saran
Berdasarkan hasil pengamatan selama melakukan kegiatan pelayanan di Puskesmas
Abmisibil, maka saya memberikan beberapa saran sebagai berikut :
Saran Untuk Dinas Kesehatan
a. Menyediakan tenaga laboratorium terlatih dan peralatan laboratorium, mengingat
Puskemas Abmisibil adalah Puskesmas Rawat Inap dan semakin meningkatnya kasus
yang dicurigai HIV dan TB.
b. Memberikan pelatihan dan penyegaran ilmu kepada tenaga kesehatan setempat,
khususnya mengenai pencegahan penyakit penyakit yang banyak terdapat di distrik
Okbibab.
c. Mengingat adanya pasien yang positif HIV, diharapkan Dinas Kesehatan dapat
mengatur distribusi obat ARV sehingga pasien tidak telat mendapatkan ARV.
d. Diperlukan adanya koordinasi yang baik antara Dinas Kesehatan dan Dewan Gereja
untuk mencari cara penanggulangan HIV/AIDS.
e. Menempatkan dokter pengganti agar program yang sudah berjalan tetap dapat
dipertahankan, sehingga kualitas kesehatan di distrik Okbibab dapat terus
ditingkatkan.
f. Mempertimbangkan untuk menambah jumlah obat tertentu yang dikirim ke puskemas
sesuai dengan distribusi penyakit yang diderita masyarakat Okbibab.
Saran Untuk Masyarkat

a. Menjaga kebersihan diri pribadi dan lingkungan di sekitar rumah.


b. Memasak air minum sampai mendidih sebelum diminum, dan memulai kebiasaan
mencuci tangan sebelum makan untuk mengurangi resiko terkena penyakit infeksi
saluran cerna.
c. Mulai membiasakan diri untuk tidak berada disamping tungku api dalam waktu yang
lama.
d. Memanfaatkan MCK yang sudah dibangun oleh pemerintah.
e. Menggunakan alas kaki sewaktu bertani maupun membuka lahan agar terhindar dari
kecelakaan kerja maupun infeksi cacing.
f. Memiliki kesadaran akan bahaya penyakit HIV/AIDS dan ikut aktif dalam memutus
rantai penyebaran HIV/AIDS.
Saran Untuk Dinas Dinas Terkait
a. Membangun infrastruktur dapur dan rumah sehat untuk mendukung kesehatan
penduduk secara optimal di distrik Okbibab.
b. Penambahan sarana dan prasarana pendidikan serta staff pengajar di distrik, agar
generasi muda dapat mengenyam pendidikan dan pengetahuan yang setara dengan
propinsi lain.
c. Melakukan pembinaan dan pelatihan pada masyarakat untuk dapat membuka lahan
pertanian / peternakan agar mengurangi ketergantungan kebutuhan gizi dari daerah
lain.

LAMPIRAN
1. Tabel Sepuluh Besar penyakit Selama PTT Per 3 Bulan
Agustus Oktober 2012
No.

Jenis Penyakit/Gejala

Jumlah Pasien (Orang)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas)


Myalgia
LBP (Low Back Pain)
Osteoarthritis
GEA
Penyakit Gigi dan Mulut
Ruda Paksa
Sindroma Dispepsia
Kecacingan
Pioderma

91
46
24
23
18
13
12
10
7
6

November 2012 Januari 2013


No.

Jenis Penyakit/Gejala

Jumlah Pasien (Orang)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas)


Myalgia
LBP ( Low Back Pain)
OA (Osteoathritis)
GEA

76
35
29
25
23
15

Ascariasis
Abdominal Discomfort
Malaria klinis
Common Cold
Dyspepsia

10
9
8
8

Februari April 2013


No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Jenis Penyakit/Gejala
ISPA
Mialgia
Ruda Paksa
GEA
Arthritis
Penyakit Gigi dan Mulut
Dispepsia
LBP
Kecacingan
Cephalgia

Juni Agustus 2013

Jenis Kelamin
L
P
67
21
26
22
19
17
12
4
9
4

71
32
21
16
7
8
11
15
6
5

Jumlah Pasien
(Orang)
138
53
47
38
26
25
23
19
15
9

No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Jenis Penyakit/Gejala

Jenis Kelamin
L
P

ISPA
Mialgia
GEA
Arthritis
Ruda Paksa
Penyakit Gigi dan Mulut
Dispepsia
LBP
Kecacingan
Cephalgia

67
36
28
21
14
9
7
6
4
6

Jumlah Pasien
(Orang)
142
87
50
36
24
24
19
15
11
9

75
51
22
15
10
15
12
9
7
3

September November 2013


No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Diagnosis
ISPA
Dispepsia
Ruda Paksa
GEA
Mialgia
LBP
Arthritis
Kecacingan
Caries Dentis
Cephalgia

JenisKelamin
L
P
51
23
22
21
19
17
13
6
8
3

63
28
24
16
10
7
10
11
7
5

JumlahPasien
(Orang)
114
51
46
38
29
24
23
17
15
8

Januari Maret 2014


No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Diagnosis
ISPA
Dispepsia
Mialgia
GEA
Ruda Paksa
Arthritis
Malaria Tropika
Kecacingan
Low Back Pain
Dermatitis

Jenis Kelamin
L
P
47
28
19
11
12
7
7
9
4
4

Bulan Mei Juli 2014

46
30
25
16
14
10
6
3
6
5

Jumlah Pasien
(Orang)
93
58
44
27
26
17
13
12
10
9

No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Diagnosis
ISPA
Arthritis
GEA
Sindroma Dispepsia
Ruda Paksa
Kecacingan
Pioderma
Faringitis
Kelainan Telinga
Malaria Tropika

Jenis Kelamin
L
P
105
41
30
21
11
11
10
5
5
4

110
58
18
16
17
14
5
7
2
1

Jumlah Pasien
(Orang)
215
99
48
37
28
25
15
12
7
5

November 2014 Januari 2015


No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Diagnosis
ISPA
Arthritis
GEA
Dispepsia
Ruda Paksa
Kecacingan
Cephalgia
OMSK
Pioderma
TBC

Jenis Kelamin
L
P
60
25
15
6
9
7
3
1
1
1

52
34
18
7
2
4
5
2
2
2

Jumlah Pasien
(Orang)
112
59
33
13
11
11
8
3
3
3

Februari April 2015


No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Diagnosis
ISPA
Arthritis
Dispepsia
GEA
Ruda Paksa
Pioderma
Dermatitis
Kecacingan
OMSK
Cephalgia

Mei 2015

Jenis Kelamin
L
P
43
20
15
12
12
6
6
3
2
2

52
25
20
13
8
6
2
2
3
1

Jumlah Pasien
(Orang)
95
45
35
25
20
12
8
5
5
3

No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Diagnosis

Jenis Kelamin
L
P

ISPA
Arthritis
GEA
Rudapaksa
TBC
Cephalgia
Dispepsia
Dermatitis
Pioderma
Kecacingan

20
3
5
5
2
2
2
2
1

Jumlah Pasien
(Orang)
47
10
10
5
4
4
2
2
2
1

27
7
5
2
2
2
-

2. Tabel Distribusi Umur dan Jenis Kelamin Pasien Selama PTT Per 3 Bulan
Bulan
Tahun

dan Distribusi umur ( tahun )

<1
Agustus
24
Oktober 2012
November
7
2012

Januari 2013
Februari43
April 2013
Juni
36
Agustus 2013
September 36
November
2013
Januari
52
Maret 2014
Mei Juli 41
2014
November
25
2014

Januari 2015
Februari
18
April 2015
Mei 2015
10

1-4
45

5-9
36

10-14
5

15-19
23

20-44
119

45-54
39

55-59
4

60-69
4

>70
-

Jenis
Kelamin
L
P
123 176

38

30

12

15

117

34

102

156

66

35

36

46

159

33

20

200

246

44

35

37

44

184

37

24

15

236

223

57

30

33

39

138

26

14

167

213

27

22

39

161

48

16

10

148

236

90

37

27

40

194

64

43

15

213

243

36

15

19

26

102

36

31

152

144

38

30

17

19

118

35

14

14

169

134

17

11

50

53

54

3. Tabel Data Pasien Rawat Inap Selama Agustus 2013 Mei 2015

No

Nama

Umur

Alamat

Diagnosa

Lama

Kondisi Akhir

Perawata
n
1

Ny.Theodora

Kalaka
Tn.Salmon

32 tahun
30 tahun

Oksemar

Mixed

4 hari

Membaik

Manunggal

Malaria
Susp.TB+

12 hari

Pulang

Uropmabin
3

Tn.Petrus

Uropmabin
Ny.Agustina

Sipka
Ny.Veronika

Susp.HIV+
34 tahun
24 tahun
18 tahun

Manunggal

Gastritis
Susp.TB+

Okaplo

Susp.HIV
Susp.TB+

Oksemar

Susp.HIV
Susp.TB+

Asemki
6

Tn.Yosep

Okbab

Malio

10 hari

Membaik Meninggal

6 hari

2 bulan kemudian
Membaik Meninggal

3 hari

2 bulan kemudian
Rujuk >> Membaik.

Susp.Tumor

Pasien
2 hari

mendapat

terapi ARV
Rujuk >> Meninggal

intra

di

RS

Dok

II

abdomen+

Jayapura

dengan

mixed

diagnosa

tumor

Tn.Agustinus

60 tahun

Abmisibil

malaria
Susp.BPH

2 hari

pankreas
Rujuk >>Membaik

Kasipmabin
Tn.Herman

tahun

Abmisibil

Susp.TB

4 hari

Rujuk >> Meninggal

Wasini
Ny.Erota

Abmisibil

Relaps
Abortus

1 minggu

Rujuk >> Sehat

10

Kasipmabin
By.Rivaldo

Abmisibil

Inkomplet
Pnemonia

2 hari

Rujuk >> Sehat

11

Ningdana
By.Marjan

Abmisibil

Berat
Observasi

1 hari

Sehat

12

Ningdana
Ny. Efronsina

Turkop

Febris
Partus

3 hari

Sehat

13

Uropmabin
Ny.
Yakoba

Denapom

G1P0A0
Partus

3 hari

Sehat

tahun
2 bulan
4 bulan
28 tahun
26 tahun

Uropmabin

2.

Meninggal di rumah

susp.HIV
48 tahun

paksa

G3P2A0

Foto-foto Puskesmas dan Kegiatan Pelayanan Kesehatan yang dilakukan di


Puskesmas Abmisibil
Kondisi Distrik Okbibab

Lapangan Terbang

Kantor Distrik

Gereja Paroki Bintang Timur

SMA Negeri

GKI Via Dolorosa

SMP Negeri

SD YPPK

Kantor Koramil

Rumah Penduduk

Kantor Polsek

Pos TNI

Rumah Sosial

Pasar Traditional

Dapur rumah

Kondisi Puskesmas, Barak Medis dan Kegiatan yang berlangsung


Gedung Perawatan:

Tampak Depan

Ruang Tata Usaha

Ruang Kader

Apotik

Ruang Operasi (belum difungsikan)

Pasien di depan apotik

Ruang Isolasi

R. Perawatan Laki laki

R. Perawatan Anak

R. Computer

R. Perawatan Perempuan

R. Penyimpanan Alkes

Toilet Pasien

Toilet Petugas

Dapur Pasien Laki laki

Dapur Pasien Perempuan

Gedung Rawat Jalan :

Tampak Depan

R. Kepala Puskesmas

R. Poli Umum

R. Tindakan

R. Poli Gigi

R. Vaksin

Barak Medis

Salah satu Poskeskam (Desa Iriding)

Kegiatan Kegiatan Puskesmas

Pemeriksaan Pasien di Poli Umum dan Poli Gigi

Penyuluhan di Puskesmas

Penyuluhan di sekolah

Mendiagnosis malaria dengan RDT

Penyuluhan di Kampung

penimbangan bayi/balita

ANC

Imunisasi

pemberian vit A

PMT bayi, anak dan ibu hamil

Imunisasi TT bumil

Kegiatan pusling