Anda di halaman 1dari 30

TEORI PENGANTAR MAKRO EKONOMI

RANGKUMAN MATERI

BAB 1
RUANG LINGKUP ANALISIS MAKRO EKONOMI
Ruang Lingkup Analisis Ilmu Ekonomi
Teori atau analisis dasar dalam ilmu ekonomi dibedakan menjadi 2 bentuk yaitu:
1. Analisis dalam ekonomi mikro
pada umumnya meliputi bagian bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian.
Dalam teori mikro ekonomi yang dianalisis adalah kegiatan seorang konsumen, suatu
perusahaan atau suatu pasar.
2. Analisis dalam teori makro ekonomi
makro ekonomi lebih global atau menyeluruh sifatnya. Dalam makro ekonomi yang
diperhatikan adalah tindakan konsumen secara keseluruhan, kegiatan kegiatan keseluruhan
pengusaha dan perubahan perubahan keseluruhan kegiatan ekonomi. Atas dasar analisis
yang berbeda ini ahli ahli ekonomi membedakan teori teori dasar dalam ilmu ekonomi
kepada teori mikro dan makro.
Dari Mikro ke Makro Ekonomi
Mikro ekonomi lebih menitikberatkan kepada analisis mengenai masalah membuat pilihan
untuk:
1. Mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumber sumber daya.
2. Mencapai kepuasan yang maksimum.
Analisis analisis dalam makro ekonomi menerangkan tentang :
1. Bagaimana segi permintaan dam penawran menentukan tingkat kegiatan dalam
perekonomian.
2. Masalah masalah utama yang selalu dhadapi setiap perekonomian
3. Peranan kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mengatasi masalah masalah
ekonomi yang dihadapi.
Masalah Utama Dalam Perekonomian
Masalah makro ekonomi utama yang akan selalu dihadapi suatu negara adalah :
1. Masalah Pertumbuhan ekonomi
Perkembangan kegiatan ekonomi yang berlaku dari waktu ke waktu dan menyebabkan
2.
3.
4.
5.

pendapatan nasional riil semakin berkembang.


Masalah ketidakstabilan ekonomi
Masalah Pengangguran
Masalah kenaikan harga harga
Masalah Neraca perdagangan dan Neraca Pembayaran

Alat Pengamat Prestasi Kegiatan Ekonomi


Alat pengamat prestasi kegiatan perekonomi atau indikator makro ekonomi yang terutama
adalah:
1. Pendapatan Nasional pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita.
Data Pendapatan Nasional menggambarkan tingkat produksi negara yang dicapai dalam satu
tahun tertentu dan perubahannya dari tahun ke tahun.
2. Penggunaan tenaga kerja dan pengangguran
Pengangguran : Jumlah tenaga kerja dalam perekonomian yang secara aktif mencari kerja
tetapi belum memperolehnya
3. Tingkat perubahan harga harga atau inflasi

4. Kedudukan neraca perdagangan, dan neraca pembayaran.


Neraca Perdagangan : Menggambarkan nilai eksport dan import barang serta perbedaannya
dalam periode tertentu
Neraca Pembayaran : Informasi yang menunjukkan aliran ke luar masuk keuangan diantara
satu negara dengan negara lain
5. Kestabilan nilai mata uang domistik.
Kebijakan Makro Ekonomi
Tujuan Kebijakan Makro ekonomi.
1. Menstabilkan kegiatan ekonomi
2. Mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja ( kesempatan kerja ) tanpa inflasi.
3. Menghindari masalah inflasi.
Inflasi Kenaikan harga harga umum yang berlaku dalam suatu perekonomian dari satu
periode keperiode lainnya.
4. Menciptakan ekonomi yang teguh.
5. Mewujudkan kekukuhan neraca pembayaran dan kurs valuta asing.
Bentuk bentuk Kebijakan makro ekonomi.
1. Kebijakan Fiskal
Langkah langkah pemerintah membuat perubahan dalam bidang perpajakan dan
pengeluaran pemerintah dengan maksud untuk mempengaruhi pengeluaran agregat dalam
perekonomian. Pengeluaran agregat adalah Pembelanjaan yang akan dilakukan dalam
perekonomian pada suatu waktu tertentu
2. Kebijakan Moneter
Meliputi langkah langkah pemerintah yang dikeluarkan oleh bank Indonesia untuk
mempengaruhi penawaran uang dalam perekonomian atau mengubah suku bunga dengan
maksud untuk mempengaruhi pengeluaran agregat.
3. Kebujakan Segi Penawaran
Yaitu kebijakan yang dipengaruhi oleh pengeluaran agregar, dengan demikian kebijakan
fiskal dan moneter dapat dipandang sebagai kebijakan dari segi permintaan. Tujuan dari
kebijakan ini adalah untuk mempertinggi efisiensi kegiatan perusahaan-perusahaan sehingga
dapat menawarkan barang-barangnya dengan harga yang lebih murah atau dengan mutu
yang baik
BAB 2
PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
Pengertian Pendapatan Nasional
1. Nilai barang dan jasa yang diwujudkan pada suatu tahun tertentu
2. Jumlah pendapatan yang diterima oleh factor-faktor produksi yang digunakan untuk
memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu.
Beberapa Istilah Pendapatan Nasional
1. Produk Nasional Bruto (Gross National Product- GNP)
Nilai barang dan jasa yang dihitung dalam pendapatan nasional hanyalah barang dan jasa yang
diproduksi oleh faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh warga negara yang pendapatan
nasionalnya dihitung.
2. Produk Domestik Bruto ( Gross Domestic Product- GDP)

Nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu Negara dalam suatu periode tertentu yang
menjumlahkan semua hasil dari warga Negara yang bersangkutan ditambah warga negara asing
yang bekerja di Negara yang bersangkutan.
Macam-macam sebutan dari Pendapatan Nasional
1. Pendapatan Nasional Harga Berlaku dan Harga Tetap
Pendapatan nasional pada harga berlaku adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan sesuatu
Negara dalam suatu tahun dan dinilai menurut harga yang berlaku pada tahun tersebut. Cara ini
adalah cara yang selalu dilakukan dalam menghitung pendapatan nasional dari suatu period eke
periode lainnya.
Pertumbuhan sesuatu perekonomian diukur dari pertambahan yang sebenarnya dalam barang
dan jasa yang diproduksikan. Untuk dapat menghitung kenaikan itu dari tahun ke tahun, barang
dan jasa yang dihasilkan haruslah dihitung pada harga yang tetap, yaitu harga yang berlaku pada
suatu tahun tertentu yang seterusnya digunakan untuk menilai barang dan jasa yang dihasilkan
pada tahun-tahun yang lain.
2. Pendapatan Nasional Harga Pasar dan Harga Faktor
a. Pendapatan Nasional Harga Pasar
Perhitungan nilai barang itu menggunakan harga yang dibayar oleh pembeli.
b. Pendapatan Nasional Harga Faktor
Perhitungan nilai barang itu tergantung kepada jumlah pendapatan factor-faktor produksi
yang digunakan untuk menghasilkan barang-barang tersebut.
3. Pendapatan Nasional Bruto dan Neto
a. Pendapatan Nasional Bruto
Pendapatan nasional yang masih meliputi depresiasi (nilai penyusutan)
b. Pendapatan Nasional Neto
Produk nasional bruto kurang depresiasi
Metode Penghitungan Pendapatan Nasional

Cara penghitungan I : cara pengeluaran


Data pendapatan nasional yang dihitung dengan cara pengeluaran akan dapat memberi gambaran
tentang:
a. Sampai dimana buruknya masalah ekonomi yang dihadapi atau sampai dimana tingkat
pertumbuhan yang dicapai tingkat kemakmuran yang sedang dinikmati
b. Memberikan informasi dan data yang dibutuhkan dalam analisis makro ekonomi,
Perhitungan pendapatan nasional dengan cara pengeluaran membedakan kepada 4 komponen, yaitu:
1. Konsumsi Rumah Tangga
Nilai pembelanjaan yang dilakukan oleh rumah tangga untuk membeli berbagai jenis
kebutuhannya dalam satu tahun tertentu.
2. Pengeluaran Pemerintah
Dapat digolongkan menjadi dua yaitu: Konsumsi Pemerintah, Investasi Pemerintah
3. Pembentukan Modal Tetap Sektor Swasta (Investasi)
Pengeluaran untuk membeli barang modal yang dapat menaikan produksi barang dan jasa
dimasa akan datang.
4. Ekspor Neto
Nilai ekspor yang dilakukan suatu negara dalam suatu tahun tertentu dikurangi dengan nilai
impor dalam periode yang sama.

Metode ini mencoba menghitung pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan semua
pengeluaran, baik yang dilakukan oleh: rumah tangga konsumen (C), rumah tangga swasta/
produsen (I), rumah tangga pemerintah (G) dan export netto (X-M).
Secara matematis persamaan identitasnya dapat ditulis sebagai berikut:
Y = AE=C + I + G+( X M )
Keterangan:
Y = Pendapatan Nasional
AE = Agregate Expenditure
Hasil perhitungan dengan metode/pendekatan pengeluaran sering dinamakan sebagai produk
nasional bruto = PNB ( Gross National Product)

Cara Penghitungan II : Cara Produk Neto


Menjumlahkan nilai tambah yang diwujudkan oleh perusahaan-perusahaan diberbagai lapangan
usaha dalam perekonomian.
Tujuan Penggunaan Cara Ini:
a. Untuk mengetahui besarnya sumbangan berbagai sector ekonomi didalam mewujudkan
pendapatan nasional.
b. Sebagai salah satu cara untuk menghindari perhitungan dua kali yaitu dengan hanya
menghitung nilai produksi neto yang diwujudkan pada berbagai tahap proses produksi.
9 Sektor Perekonomian yang Produktif di Indonesia
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pertanian (agriculture)
Pertambangan dan Penggalian (Minning and Quarrying)
Industri Pengolahan (Manufacturing Industries)
Listrik, Gas dan Air Bersih (electric, gas, and water supply)
Bangunan (construction)
Perdagangan, restoran, dan hotel (trade, restaurant and hotel)
Pengangkutan dan Komunikasi (transportation and Communication)
Keuangan, Persewaan Bangunan dan Jasa Perusahaan (Finance, rent of building and

business service)
9. Jasa-jasa (services)
Persamaan Metode Produksi
Y = Pqn. Qin
Y =Pq 1 .Q 1+ Pq2 . Q2+ Pq 3 . Q3 .+ Pq 9 .Q 9

Keterangan:
Pqn : harga dari produk sector n
Q1, Q2, Q3 : jumlah produk dari masing-masing sektor
Untuk menghindari terjadinya perhitungan ganda dalam metode ini, maka yang dilakukan
adalah hanya menjumlahkan nilai tambah (value added) dari masing-masing sector produksi
tersebut/ menjumlahkan nilai akhir dari hasil produksi tersebut, sehingga dapat ditulis:
Y = NTB 19=NTB 1+ NTB 2+ NTB 3+ . NTB 9

Keterangan:
NTB : Nilai Tambah Bruto
Hasil perhitungan ini sering disebut Produk Domestik Bruto- PDB (Gross Domestic Product
GDP)

Cara Penghitungan III : Cara Pendapatan

Menjumlahkan pendapatan-pendapatan (sewa, upah, bunga, profit) untuk memperoleh suatu


nilai pendapatan nasional lain yang berbeda dengan yang diperoleh dalam perhitungan Pendapatan
Nasional.
Faktor-faktor Produksi, ada 4 golongan:

tenaga kerja
modal
tanah
skill (keahlian kewirausahaan)

Faktor-faktor produksi yang digolongkan dari pendapatan:


a.
b.
c.
d.

Pendapatan para pekerja, yaitu gaji dan upah


Pendapatan dari usaha perseorangan
Pendapatan dari sewa
Bungan neto, yaitu seluruh nilai pembayaran Bungan yang dilakukan dikurangi bunga

keatas atas pinjaman konsumsi dan bunga


e. Keuntungan perusahaan
Bunga Neto
Jumlah bunga yang dibayar dalam perekonomian dalam suatu tahun tertentu dikurangi dengan
bunga ke atas pinjaman pemerintah dan bunga ke atas pinjaman konsumen.
Y =Yw+Y 1+YR+YP
Perhitungan ini menggunakan metoe pendapatan, sering disebut Pendapatan Nasional-PN (National
Income-NI)
PENDAPATAN PRIBADI DAN PENDAPATAN DISPOSIBLE
1. Pendapatan Pribadi
Semua jenis pendapatan termasuk pendaptan yang diperoleh tanpa memberikan sesuatu
kegiatan apa pun yang dapat diterima oleh penduduk suatu Negara.
2. Pendapatan Disposible
Pendapatan yang menjadi hak penduduk yang dapat dibelanjakan tanpa tanggungan yang
menjadi kewajibannya (pendapatan yang siap untuk dibelanjakan)
MENGHITUNG TINGKAT PERTUMBUHAN
g=

PN rill 1PN rill0


x 100
PN rill 0

Keterangan:
g = tingkat pertumbuhan ekonomi (%)
PN riil1 = pendapatan nasional untuk tahun dimana tingkat pertumbuhan ekonominya dihitung
PN riil0 = pendapatan nasional pada tahun sebelumnya
MASALAH-MASALAH PERHITUNGAN

masalah mengumpulkan data dan informasi


memilih kegiatan yang nilai produksinya dihitung
masalah perhitungan dua kali
menentukan harga barang barang
investasi bruto dan investasi neto
masalah kenaikan harga dan perubahan kualitas barang

KEGUNAAN DATA PENDAPATAN NASIONAL

menilai prestasi kegiatan ekonomi


menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicapai
memberi informasi mengenai struktur kegiatan ekonomi
memberi gamabaran mengenai taraf kemakmuran data asas untuk membuat ramalan dan
perencanaan

BAB 3 PENENTUAN KEGIATAN EKONOMI : PANDANGAN KLASIK, KEYNES DAN


PENDEKATAN MASA KINI
PANDANGAN AHLI EKONOMI KLASIK
Menurut pandangan ahli-ahli ekonomi klasik, dalam suatu perekonomian yang diatur oleh
mekanisme pasar tingkat penggunaan tenaga kerja penuh akan selalu tercapai. Pandangan ini
didasarkan pada keyakinan bahwa di dalam perekonomian tidak akan terdapat kekurangan
permintaan.
Keyakinan ahli ekonomi yatim bahwa penawaran akan selalu menciptakan permintaan dapt dengan
jelas dilihat dari pandangan Jean Baptiste say (1767-1832), seorang ahli ekononomi klasik bangsa
perancis. Ia mengatakan Penawaran menciptakan sendiri permintaan terhadapnya atau Supply
creates its own demand
CORAK KEGIATAN EKONOMI SUBSISTEN
Kebenaran pendapat ini tidak dapat disangkal dalam suatu perekonomian yang terdiri dari dua sector
dimana penerima-penerima pendapatan tidak menabung dan para pengusaha tidak menanam modal.
Untuk menghasilkan barang dan jasa sector perusahaan harus menggunakan faktor-faktor produksi.
Keseluruhan pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi yaitu gaji dan upah yang diterima
tenaga kerja, bunga ke atas modal yang dipinjamkan, sewa yang diperoleh dari tanah dan harta, dan
keuntungan pengusahan merupakan pendapatan sektor rumah tangga.
CORAK KEGIATAN PEREKONOMIAN MODERN
Dalam perekonomian yang lebih maju penerima-penerima pendapatan akan menyisihkan sebagian
pendapatan mereka untuk ditabung. Tabungan ini akan dipinjamkan kepada para pengusaha dan
mereka akan menggunakan tabungan itu untuk investasi, yaitu melakukan pembelianbarang-barang
modal.
PENENTUAN SUKU BUNGA
Mengapakah ahli-ahli ekonomi Klasik Berkeyakinan bahwa perubahanperubahan yang dapat dengan
mudah berlaku ke atas suku bunga akan menjamin terciptanya kesamaan di antara jumlah tabungan
yang akan disediakan rumah tangga dan jumlah investasi yang akan dilakukan oleh pengusaha..??
Menurut pendapat mereka keadaan seperti ini akan terjadi karena suku bunga menetukan besarnya
tabungan maupun investasi yang akan dilakukan dalam perekonomian. Setiap perubahan dalam suku
bunga akan menyebabkan pula perubahan dalam tabungan rumah tangga dan permintaan dana untuk

investasi perusahaan. Perubahanperubahan dalam suku bunga akn terus-menerus berlangsung


sebelum kesamaan di antara jumlah tabungan dengan jumlah permintaan dana investasi tercapai.
Faktor Yang Menentukan Suku Bunga
Jumlah tabungan rumah tangga pada waktu perekonomian mencapai penggunaan enaga kerja penuh.
Akan selalu sama dengan jumlah seluruh investasi yang akan dilakukan oleh para pengusaha, maka
dalam perekonomian pengeluaran agregat pada penggunaan tenaga kerja penuh akan selalu dapat
mencapai tingkat yang sama dengan penawaran agregat pada penggunaan tenaga kerja penuh.
Penyesuaian Dalam Pasar Modal
Berdasarkan pada fleksibelitas, ahli-ahli ekonomi klasik yakin bahwa perubahan dalam suku bunga
ini pada akhirnya akan menciptakan keadaan dimana tabungan yang tercapai pada tingkat
penggunaan tenaga kerja penuh adalah samadengan invesasi oleh perusahaan-perusahaan.
Fleksibilitas Suku Bunga dan Kegiatan ekonomi
Ahli-ahli ekonomi klasik berpendapat dalam perekonomian akan selalu tercapai tingkat penggunaan
tenaga kerja penuh oleh karena pengeluaran agrega dapat mencapai tingkat penawaran agregat pada
penggunaan tenaga kerja penuh.
FLEKSIBELITAS UPAH DAN KEGIATAN EKONOMI
Apabila terjadi pengangguran, mekanisme pasar akan menciptakan penyesuaian-penyesuaian di
dalam pasar tenaga kerja sehingga akhirnya pengangguran dapat dihapuskan.
Apabila dalam perekonomian terdapat pengangguran ,para penganggur akan bersedia bekerja pada
tingkat upah yang lebih rendah dari yang berlaku di pasar. Keadaan ini akan menimbulkan
kekuatan-kekuatan yang akan menurunkan tingkat upah ,dan penurunan dalam tingkat upah ini
akan memperluas tingkat kegiatan ekonomi.
Di dalam analisis mereka ahli-ahli ekonomi klasik berkeyakinan:

Para pengusaha akan selalu mencari kentungan yang maksimum.


Keuntungan maksimum akan dicapai pada keadaan dimana upah adalah sama dengan
prodksi fisik marjinal.

PENENTUAN TINGKAT KEGIATAN PEREKONOMIAN


Kemampuan sektor perusahaan dalam menghasilkan barang dan jasa sangat tergantung pada jumlah
dan kualitas faktor-faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian tersebut
Tingkat kegiatan ekonomi Negara ditentukan oleh:

jumlah barang modal yang tersedia (K).


jumlah dan kualitas tenaga kerja yang tersedia dalam perekonomian (L).
jumlah dan jenis kekayaan alam yang digunakan (R).
tingkat teknomogi yang digunakan (T).

Y : f (K , L ,R ,T)

KELEMAHAN PANDANGAN KLASIK


Terdapatnya perbedaan diantara keyakinan ahli-ahli ekonomi klasik dengan kenyataan yang berlaku
dalam perekonomian mendorong Keynes untuk menelaah kembali kebenaran kebenaran dari teori
mereka. Dalam teori keyness ditunjukkan bahwa tingkat kegiatan perekonomian tidak selalu
mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh. Menurut Keynes sebaiknyalah yang selalu
berlaku, yaitu: perekonomian selalu menghadapi masalah pengangguran dan penggunaan tenaga
penuh jarang berlaku.
Kenyataan bahwa suatu perekonomian dapat mengalami pengangguran dan kemerosotan
perekonomian yang sangat buruk menimbulkan keragu-raguan terhadap kebenaran keyakinan ahliahli ekonomi Klasik yang berpendapat bahwa perekonomian selalu mencapai tingkat penggunaan
tenaga kerja penuh.
Analisis-analisis yang dikemukakan oleh ahli-ahli ekonomi Klasik tidak dapat memberikan
penjelasan mengenai sebab-sebabnya pengangguran yang disebabkan oleh kekurangan permintaan
agregat dapat terjadi . Keyakinan mereka bahwa di dalam perekonomian akan selalu terdapat
permintaan yang cukup besar, sehingga akan selalu menjamin terwujudnya tingkat penggunaan
tenaga kerja penuh, menyebabkan mereka mengabaikan analisis terhadap permintaan agregat yang
wujud dalam perekonomian.
KRITIK KEYNES TERHADAP PANDANGAN KLASIK
Menyadari kelemahan analisis yang dilakukan oleh ahli-ahli ekonomi Klasik merupakan dorongan
penting kepada Keynes untuk melakukan suatu pendekatan baru di dalam menelaah pola kegiatan
ekonomi masyarakat,dan bagaimana tingkat kegiatan ekonomi dan tingkat produksi nasional yang
ditentukan.
Keynes tidak menyetujui pandangan yang paling pokok dalam teori Klasik, yaitu bahwa penggunaan
tenaga kerja penuh akan selalu tercipta dalam perekonomian. Keynes berpendapat penggunaan
tenaga kerja penuh adalah keadaan yang jarang terjadi, dan hal itu disebabkan karena kekurangan
permintaan agregat yang wujud dalam perekonomian
PENENTU TABUNGAN DAN INVESTASI
1. Penentu Tabungan
Menurut Keynes, besarnya tabungan yang dilakukan oleh rumah tanga bukan tergantung kepada
tinggi rendahnya suku bunga. Ia terutama tergantung kepada besar kecilnya tingkat pendapatan
rumah tangga itu. Ini beratrti ,menurut pendapat Keynes, jumlah pendapatan yang diterima
rumah tangga dan bukan suku bunga yang menjadi penentu utama dari jumlah tabungan yang
akan dilakukan oleh rumah tangga.
2. Penentu Investasi
Apabila tingkat kegiatan ekonomi pada masa kini adalah mengalahkan dan dimasa depan
diramalkan perekonomian akan tumbuh dengan cepat, maka walaupn suku bunga adalah tinggi,
para pengusaha akan melakukan banyak investasi. Sebaliknya, walaupun suku bunga bunga
rendah ,investasi tidak akan banyak dilakukan apabila barang-barang modal yang terdapat

dalam perekonomian digunakan pada tingkat yang jauh lebih rendah dari kemampuannya yang
maksimal.
Masalah Kekurangan Pengeluaran Agregat
Menurut pendapat Keynes, pada umumnya investasi yang dilakukan oleh para pengusaha adalah
lebih kecil dari jumlah tabungan yang dilakukan rumah tangga pada waktu dicapai tingkat
penggunaan tenaga kerja penuh. Oleh karenanya perbelanjaan agregat dalam perekonomian adalah
lebih rendah dari produksi-produksi barang dan jasa pada tingkat penggunaan tenaga kerja penuh.
Kekurangan dalam pengeluaran agregat ini akan menimbulkan pengangguran dalam perekonomian
PERBEDAAN PANDANGAN MENGENAI PENENTU TABUNGAN
1. Pandangan Klasik
Pada pandangan klasik menyatakan makin tinggi suku bunga makin banyak tabungan yang
dilakukan oleh masyarakat.
2. Pandangan Keynes
Apabila tingkat pendapatan nasional rendah, tabungan masyarakat negative.
Keadaan ini berarti masyarakat menggunakan tabungan di masa lalu untuk membiayai

hidupnya.
Semakin tinggi pendapatan masyarakat, semakin banyak tabungan masyarakat.

Implikasi dan Perbedaan Pendapat


PENENTU SUKU BUNGA: PANDANGAN KEYNES
dalam teori keuangan modern yang dikembangkan oleh Keynes, suku bunga ditentukan oleh
permintaan dan penawaran uang. Bank Sentral dan sistem perbankan adalah institusi yang akan
menentukan besarnya penawaran uang pada suatu waktu tertentu. Sedangkan permintaan uang
ditentukan oleh keinginan masyarakat untuk memegang uang.
TINGKAT UPAH DAN KEGIATAN EKONOMI
Kalau dibandigkan pendapat ahli-ahli ekonomi klasik dengan kenyataan yang sebenarnya wujud
perekonomian modern, akan dapat dilihat bahwa tingkat upah tidak mudah mengalami penurunan.
Sebagai akibatnya pengangguran sangat sukar di hapuskan. Dalam perekonomian modern terdapat
persatuan-persatuan pekerja yang selalu mempertankan dan memperjuangkan perbaikan nasib para
pekerja.
Usaha ini termasuklah menjaga agar para pekerja diber upah yang wajar. Persatuan pekerja akan
selalu menentang setiap usaha untuk menrunkan tingakt upah yang dibayarkan kepada pekerja.
Kekuatan ini menyebabkan tingkat upah tidak mudah untuk diturunkan.
PENENTUAN KEGIATAN EKONOMI: PANDANGAN KEYNES
Bagian ini akan menerangkan pokok pandangan Keynes mengenai penentuan tingkat kegiatan
sesuatu perekonomian. Hal-hal yang akan diterangkan dalam bagian ini adalah:

Peranan pendapatan belanja agregat.


Komponen utama dari perbelanjaan agregat.

Contoh angka dan gambaran secara grafik mengenai penentan kegiatan sesuatu
perekonomian.

PERANAN PERMINTAAN AGREGAT DALAM KEGIATAN EKONOMI


Analisis Keynes mennjukan tentag pentingnya peranan dari pengeluaran agregat ke atas jumlah
barang dan jasa yang akan diproduksikan oleh sektor perusahaan di dalam menentukan tingkat
kegiatan ekonomi. Ini berarti analisis Keynes lebih banyak memeperhatikan aspek permintaan. yaitu
menganalisis mengenai peranan dari pemintaan berbagai golongan masyarakat di dalam menentukan
tingkat kegiatan ekonomi yang akan di capai oleh suatu perekonomian.
Pada hakikatnya analisis itu berpendapat bahwa tingkat kegiatan ekonomi negara ditentukan oleh
besarnya permintaan efektif ,yaitu permintaan yang diserati oleh kemampuan untuk membayar
barang dan jasa yang diminta tersebut ,yang wujud dalam perekonomian.
PENENTU-PENENTU PERBELANJAAN AGREGAT
Dalam analisisnya Keynes membagikan permintaan agregat kepada 2 jenis pengeluaran yaitu:
pengeluaran konsumsi oleh rumah tangga dan penanaman modal oleh para pengusaha.
PEDEKATAN TERKINI DALAM PENENTUAN KEGIATAN PEREKONOMIAN
PERKEMBANGAN EKONOMI DI NEGARA MAJU
Semenjak permulaan tahun 1960-an masalah utama yang dihadapi perekonomian Negara-negara
maju sudah sangat maju coraknya, yaitu: dari berbentuk mengatasi masalah pengangguran yang
serius kepada:

mempertahankan tingkat kesempatan kerja penuh dan menghindari masalah inflasi, dan
menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat dalam jangka panjang.

PERKEMBAGAN ANALISIS MAKROEKONOMI


Bersamaan dengan perkembangan ekonomi yang sangat berbeda di masa sesudah perang dunia
Kedua dengan keadaan ekonomi sebelumnya, segolongan ahli-ahli ekonomi mulai memperhatikan
kembali isu-isu yang menjadi sumber-sumber perbedaan perbedaan antara golongan Klasik dan
Keynesian.
Golongan monetaris
Golongan ini dipelopori oleh Milton Friedman, yang lama mengembangkan karirnya di universitas
Chicago.
Golongan Ekspetasi Rasional (Klasik Baru)
Yang pertama : Teori ini menganggap bahwa semua pelaku kegiatan dan mempunyai informasi
yang lengkap mengenai peristiwa-peristiwa dalam perekonomian. Mereka juga dapat meramalkan
keadaan-keadaan yang akan berlaku dimasa depan. Selanjutnya dengan pemikiran yang rasional
mereka dapat menentukan reaksi terbaik terhadap perubahan yang di ramalkan akan berlaku.

Yang Kedua : teori ekspektasi rasional berpendapat bahwa semua jenis pasar beroperasi secara
efisien dan dapat dengan cepat membuat penyesuaian ke atas perubahan yang berlaku
Ekonomi Segi Penawaran
Kebijakan ekonomi segi penawaan berusaha mewujudkan keadaan berikut:
a. para pekeja akan bekerja lebih giat dan efisien.
b. Efisiensi kegiatan ekonomi dapat lebih ditingkatkandan biaya produksi dikurangi.
c. Mengembangkan peranan pihak swasta dan mendorong lebih banyak persaingan.
Golongan Keynesian Baru
Segolongan ahli ekonomi masih belum dapat menerima pandangan-pandangan yang mengkritik
pemikiran keynesin dan masih tetap yakin akan kesesuaian pandangan Keynes yang utama Pada
dasarnya mereka belum dapt menerima kritik golongan ekspektasi rasional yang berkeyakinan
sistem perekonomian pasaran adalah sempurna dan dapat dengan sendirinya membuat penyesuaian
sehingga perekonomian cenderung akan mencapai kesempatan kerja penuh .Mereka menunjukkan
kelemahan mekasnisme dalam pasaran barang dan pasaran faktor yang mengakibatkan
penyimpangan yang berkepanjangan dari kesempatan kerja penuh mungkin berlaku .
TINGKAT HARGA DAN KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL
Analisis keseimbangan Keynesian yang menunjukan peranan pengeluaran agregat dalam
menentukan tingkat pendapatan nasional mempunyai dua kelemahan penting berikut:

Analisis tersebut tidak memperhatikan efek perubahan tingakat harga terhadap

keseimbangan pendapatan nasional.


Dalam menentkan keseimbangan, analisis Keynesian tidak memperhatikan penawaran
agregat yaitu sikap para pengusaha dalam perekonomian dalam menghasilkandan
menjualnya ke pasar.

PERTUMBUHAN EKONOMI
Perhatian yang lebih besar mengenai pertumbuhan ekonomi mulai berlaku sejak tahun 1950-an,
teori-teori yang berkembang merupakan lanjutan dan pendalaman terhadap pandangan klasik
mengenai pertumbuhan ekonomi. Dalam uraian mengenai teori klasik ditunjukkan bahwamenurut
pendapatan mereka tingkat kegiatan ekonomi (yang selalu mencapai tingkat kesejahteraan penuh)
dan pendapatan nasional ditentkan oleh faktor-faktor produksi produksi yang tesedia dalam
persamaan:
Y =f ( K , L, R , T )
K : jumlah barang modal
L :jumlah tenaga kerja
R : adalah kekayaan alam, dan
T ; adalah tingkat teknologi

BAB 4 KESEIMBANGAN EKONOMI DUA SEKTOR


Hubungan antara Konsumsi dan Pendapatan
Terdapat beberapa faktor yang menentukan tingkat pengeluaran rumah tangga (secara seunit kecil
atau dalam keseluruhan ekonomi). Yang terpenting dalam perekonomian dua sektor adalah
pendapatan rumah tangga. Tabel yang menggambarkan hubungan di antara konsumsi rumah tangga
dan pendapatan dinamakan daftar (skedul) konsumsi. Daftar konsumsi pada dasarnya
menggambarkan besarnya konsumsi rumah tangga pada tingkat pendapatannya yang berubah-ubah.
1. Pada pendapatan yang rendah rumah tangga mengorek tabungan.
Pada waktu pendapatan disposebel adalah (Yd = 0 ), Ini berarti rumah tangga harus
menggunakan harta atau tabungan masa lalu untuk membiayai pengeluaran konsumsinya.
2. Kenaikan pendapatan menaikan pengeluaran konsumsi.
Biasanya pertambahan pendapatan adalah lebih tinggi dari pada pertambahan konsumsi.
3. Pada pendapatan yang tinggi rumah tangga menabung.
Pertambahan pendapatan selalu lebih besar dari pertumbuhan konsumsi maka pada akhirnya
rumah tangga tidak mengorek tabungan lagi. ia akan mampu menabung sebagian dari
pendapatannya.
Konsumsi, pendapatan dan tabungan hubungannya sangat erat. Menurut pendapat JM Keyness
dikenal dengan Psychological Consumption membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi
jika dihubungkan dengan pendapatan.
Pendapat JM Keyness sebagai berikut :

Jika pendapatan naik, maka konsumsi akan naik, tetapi tidak sebanyak kenaikan pendapatan.
Setiap kenaikan pendapatan akan digunakan untuk konsumsi dan tabungan.
Setiap kenaikan pendapatan jarang menurunkan konsumsi dan tabungan.

C. Fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan


Dalam analisis makroekonomi yang lebih penting bukanlah melihat konsumsi dan tabungan suatu
rumah tangga, tetapi melihat konsumsi dan tabungan dari semua rumah tangga dalam
perekonomian. Pengeluaran konsumsi dari semua rumah tangga dalam perekonomian dinamakan
konsumsi agregat dan tabungan semua rumah tangga dalam perekonomian dinamakan tabungan
agregat.
1. Ciri-ciri Fungsi Konsumsi dan Tabungan
Sebelum menerangkan ciri-ciri fungsi konsumsi dan fungsi tabungan terlebih dahulu perlu
didefinisikan arti dari istilah fungsi konsumsi dan fungsi tabungan.
a. Fungsi konsumsi adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan diantara
tingkat konsumsi rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional
perekonomian tersebut.
b. Fungsi tabungan adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan diantara
tingkat tabungan rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional
perekonomian tersebut.
2. Penentu-penentu Lain Konsumsi dan Tabungan
a. Kekayaan yang telah terkumpul.
b. Suku bunga.
c. Sikap berhemat.
d. Keadaan perekonomian.
e. Distribusi pendapatan.

f. Tersedia tidaknya dana pensiun yang mencukupi.


D. Investasi (Penanaman Modal)
1. Definisi dan arti Investasi
Investasi atau penanaman modal merupakan komponen kedua yang menentukan tingkat
pengeluaran agregat. Dengan demikian investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran atau
perbelanjaan penanam-penanam modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang
modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi
barang dan jasa yang tersedia dalam perekonomian.
2. Fungsi investasi
Kurva yang menunjukan perkaitan di antara tingkat investasi dan tingkat pendapatan
nasional dinamakan fungsi investasi.
3. Penentu-penentu tingkat Investasi
a.
Ramalan keadaan perekonomian di masa depan.
b.
Perubahan dan perkembangan teknologi.
c.
Efek pertumbuhan pendapatan nasional.
d.
Keuntungan perusahaan.
E. Perubahan keseimbangan dan multiplier
Dari satu periode ke periode lainnya keseimbangan pendapatan nasional akan selalu mengalami
perubahan. Dalam perekonomian dua sektor perubahan tersebut disebabkan oleh perubahan dalam
investasi. Perkembangan teknologi, misalnya akan menambah investasi dan investasi yang
bertambah akan memindahkan pengeluaran agregat ke atas.
Analisis mengenai multiplier bertujuan untuk menerangkan pengaruh dari kenaikan atau
kemerosotan dalam pengeluaran agregat keatas tingkat keseimbangan dan terutama keatas tingkat
pendapatan nasional.
BAB 5 KESEIMBANGAN EKONOMI TIGA SEKTOR
A. Pengertian Ekonomi 3 Sektor
Ekonomi tiga sektor adalah perekonomian yang meliputi kegiatan dalam sektor perusahaan, rumah
tangga dan pemerintah. Dengan demikian dalam menganalisis perekonomian tiga sektor pada
hakikatnya akan diperhatikan peranan dan pengaruh pemerintah keatas kegiatan dalam sesuatu
perekonomian.
Campur tangan pemerintah dalam perekonomian menimbulkan dua perubahan penting dalam proses
penentuan keseimbangan pendapatan nasional, yaitu:
a.

Pungutan pajak yang dilakukan pemerintah akan mengurangi pengeluaran agregat melalui

b.

pengurangan atas konsumsi rumah tangga.


Pajak memungkinkan pemerintah melakukan perbelanjaan dan ini akan menaikkan
perbelanjaan-perbelanjaan agregat.

Kedua aliran pengeluaran / pendapatan ini akan mengubah pola aliran pendapatan dalam
perekonomian. Dalam ekonomi tiga sektor belum terdapat kegiatan mengekspor dan
mengimpor. Oleh sebab itu ,ekonomi tiga sektor dinamakan juga ekonomi tertutup.

B. Aliran Pendapatan Dan Syarat Keseimbangan


1.

Aliran pendapatan dan pengeluaran


a.
Campur tangan pemerintah dalam perekonomian akan menimbulkan tiga jenis aliran baru
dalam sirkulasi aliran pendapatan. Tiga jenis aliran yang baru tersebut adalah :
1) Pembayaran pajak oleh rumah tangga dan perusahaan kepada pemerintah. Pembayaran
pajak tersebut menimbulkan pendapatan kepada pihak pemerintah. Ia merupakan
2)

sumber pendapatan pemerintah yang terutama.


Pengeluaran dari sektor pemerintah ke sektor perusahaan. Aliran ini menggambarkan
nilai pengeluaran pemerintah keatas barang-barang dan jasa yang diproduksikan oleh

3)

sektor perusahaan.
Aliran pendapatan dari sektor pemerintah sektor rumah tangga. Aliran itu timbul
sebagai akibat dari pembayaran keatas konsumsi faktor-faktor produksi yang dimiliki

b.

sektor rumah tangga oleh pemerintah.


Pembayaran oleh sektor perusahaan sekarang dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
1) pembayaran kepada sektor rumah tangga sebagai pendapatan kepada faktor-faktor

c.

produksi dan
2) pembayaran pajak pendapatan perusahaan kepada pemerintah.
Pendapatan yang diterima rumah tangga sekarang berasal dari dua sumber :
1) dari pembayaran gaji dan upah, sewa, bunga dan utang oleh perusahaan dan
2) dari pembayaran gaji dan upah oleh pemerintah.

2.

Syarat Keseimbangan

Keseimbangan : Y = AE, atau Y = C + I + G


Y : penawaran agregat

AE : pengeluaran agregat

C : konsumsi rumah tangga

: investasi perusahaan

G : pengeluaran pemerintah membeli barang dan jasa


Y = C + S + T (setiap pendapatan nasional)
C + I + G = C + S + T (keseimbangan = setiap pendapatan nasional )
Jika C dikurangi dari setiap ruas maka, Dalam perekonomian tiga sektor I dan G adalah suntikan
kedalam sirkulasi aliran pendapatan, sedangkan S dan T adalah kebocoran. Sebagai kesimpulan
dapatlah dirumuskan bahwa dalam perekonomian tiga sektor yang mencapai keseimbangan akan
berlaku keadaan :
I+G=S+T
C.

Jenis-Jenis Pajak
1.

Pajak objektif : pajak yg dikenakan berdasarkan aktivitas ekonomi para wajib

2.

pajak Misalnya PPN dikenakan kpd mereka yang membeli barang dan jasa kena pajak
Pajak subjektif : pajak yang dipungut dengan melihat kemampuan wajib pajak. Mislanya

3.

pendapatan. Jika pendapatan makin besar, maka beban pajaknya makin besar
pajak langsung : jenis pungutan pemerintah yang secara langsung di kumpulkan dari pihak
yang wajib membayar pajak.( pajak yang secara langsung di pungut dari orang yang
berkewajiban untuk membayar pajak).

4.

pajak tak langsung : pajak yang bebannya dapat di pindah2 kan kepada pihak lain.( yang
menanagung beban pajak tersebut adalah para konsumen. Ex : Impor.

D.

Bentuk-bentuk pajak pendapatan


1. pajak regresif : sistem pajak yang persentasinya menurun apabila pendapatan yang di
kenakan pajak menjadi bertambah tinggi.dalam sistem ini ,pada pendapatan rendah ,pajak
yang di pungut meliputi bagian yang paling tinggi dari pendapatan tersebut.tetapi,semakin
tinggi pendapatan semakin kecil persentasi pajak itu di bandingkan dengan keseluruan
pendapatan.
2. Pajak proporsional : persentasi pungutan pajak yang tetap besarnya pada berbagai tingkat
pendapatan,yaitu dari tingkat pendapatan yang sangat rendah kepada yang sangat
tinggi.dalam sistempajak ini tidak di bedakan di antara penduduk yang kaya atau miskin
dan di antara perusahaan besar dan perusaan kecil.
3. Pajak progresif : sistem pajak yang persentasinya bertambah apabila pendapatan semakin
meningkat .pajak ini menyebabkan pertambahan nominal pajak yang di bayar akan menjadi
semakin cepat apabila pendapatan semakin tinggi.

E. Efek Pajak terhadap Konsumsi Dan Tabungan


Setiap pemungutan pajak akan menimbulkan perubahan terhadap pendapatan disposibel (Yd). Pajak
sebanyak T akan menyebabkan pendapatan disposibel turun sebanyak T. Maka: Yd = - T
Kemerosotan pendapatan disposibel akan mengurangi konsumsi dan tabungan RT. Jumlah konsumsi
dan tabungan yang berkurang adalah sama dengan pengurangan pendapatan diposible. Maka : Yd
= -T = C + S. Disamping tergantung pada perubahan pendapatan disposibel pengurangan
konsumsi ditentukan oleh MPC dan MPS. Perhitungannya dapat dilakukan dengan menggunakan
persamaan :
C = MPC x Yd atau C =MPC x (-T)
C = MPS x Yd atau C =MPS x (-T)
Setara dengan : T = Yd = (MPC x T) + (MPS x T)[1]
F. Pengeluaran Pemerintah
Pajak yang diterima pemerintah akan digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan pemerintah.
Dinegara-negara yang sudah sangat maju, Pajak adalah sumber utama dari pembelanjaan
pemerintah, sebagian dari pengeluaran pemerintah adalah untuk membiayai administrasi
pemerintahan dan untuk membiayai kegiatan-kegiatan pembangunan, membayar gaji pegawaipegawai pemerintah, membiayai sistem pendidikan dan kesehatan rakyat, membiayai pembelanjaan
untuk angkatan bersenjata dan membiayai berbagai jenis infrastruktur yang penting artinya dalam
pembangunan adalah beberapa bidang penting yang akan dibiayai pemerintah.
1.

Penentu-penentu pengeluaran pemerintah


a.
Proyeksi jumlah pajak yang di terima : Dalam menyusun anggaran belanja pemerintah
harus terlebih dahulu membuat proyeksi mengenai jumlah pajak yang akan di
terimanya.makin banyak jumlah pajak yang akan dapat di kumpulkan, makin banyak pula
perbelanjaan pemerintah yang akan di lakukan.

b.

Tujuan-tujuan ekonomi yang ingin dicapai : mengatasi masalah pengangguran, menghidari


inflasi, dan mempercepat pembangunan ekonomi. untuk mempercepat kegiatan tersebut
seringkali membelanjakan uang yang lebih besar dari pendapatan yang di peroleh oleh

c.

pajak.
Pertimbangan politik dan keamanan : pertimbangan-pertimbangan politik dan kestabilan
negara selalu menjadi salah satu tujuan penting dalam menyusun anggaran belanja
pemerintah. kekacauan politik, keamanan.keadaan seperti itu akan menyebabkan kenaikan
perbelanjaan pemerintah yang sangat besar.

BAB 6 KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN TERBUKA


A. Sirkulasi Aliran Pendapatan Perekonomian Terbuka
Perekonomian terbuka atau perekonomian empat sektor adalah suatu sistem ekonomi yang
melakukan kegiatan ekspor dan impor dengan negara-negara lain di dunia ini. Dalam perekonomian
terbuka sektor-sektor ekonominya dibedakan kepada empat golongan, yaitu : rumah tangga,
perusahaan, pemerintah, dan luar negeri. Melakukan perdagangan internasional merupakan kegiatan
yang lazim dilakukan oleh berbagai negara. Semenjak berabad-abad yang lalu, ketika berbagai
perekonomian masih belum begitu berkembang, perdagangan ekspor dan impor telah mereka
lakukan. Pada ketika ini kegiatan ekspor dan impor merupakan bagian yang penting dalam kegiatan
setiap perekonomian. Walau bagaimanapun, secara relatif, kepentingannya berbeda dari suatu negara
ke negara lain.

EKSPOR, IMPOR, DAN PENGELUARAN AGREGAT


Dalam ekonomi yang melakukan perdagangan luar negeri, aliran pendapatan dan pengeluaran yang
berlaku. Apabila aliran-aliran tersebut diperhatikan dengan teliti akan didapati bahwa aliran yang
berlaku dalam perekonomian terbuka adalah berbeda dengan perekonomian tiga sektor sebagai
akibat dari wujudnya kegiatan ekspor-impor.
Secara fisik, ekspor diartikan sebagai pengiriman dan penjualan barang-barang buatan dalam negeri
ke negara-negara lain. Pengiriman ini akan menimbulkan aliran pengeluaran yang masuk ke sektor
perusahaan. Dengan demikian pengeluaran agregat akan meningkat sebagai akibat dari kegiatan
mengekspor barang dan jasa dan pada akhirnya keadaan ini akan menyebabkan peningkatan dalam
pendapatan nasional. Impor menimbulkan efek yang sebaliknya. Secara fisik, impor merupakan
pembelian dan pemasukan barang dari luar negeri ke dalam suatu perekonomian. Aliran barang ini
akan menimbulkan aliran keluar atau bocoran dari aliran pengeluaran dari sektor rumah tangga ke
sektor perusahaan. Aliran keluar atau bocoran ini pada akhirnya akan menurunkan pendapatan
nasional yang dapat dicapai. Dengan demikian, sejauh mana ekspor dan impor mempengaruhi
keseimbangan pendapatan nasional tergantung kepada ekspor netto, yaitu ekspor dikurangi impor.

Apabila ekspor netto adalah positif, pengeluaran agregat dalam ekonomi akan bertambah. Keadaan
ini akan meningkatkan pendapatan nasional dan kesempatan kerja.

PENENTU EKSPOR IMPOR


Untuk dapat menggambarkan dan menentukan keseimbangan dalam perekonomian terbuka, perlulah
terlebih dahulu dimengerti ciri-ciri dari ekspor dan impor. Untuk mengetahui ciri-ciri tersebut
perlulah dilihat faktor-faktor penting yang akan mempengaruhi ekspor dan impor sesuatu negara.
Kedua hal tersebut diterangkan dalam uraian berikut:

Faktor-faktor yang Menentukan Ekspor

Sejauh manakah sesuatu negara akan mengekspor barang-barang yang diproduksinya? Banyak
faktor yang akan menentukan hal ini dan pada dasarnya kepentingan ekspor di sesuatu negara selalu
berbeda dengan negara lain. Di sebagian negara ekspor sangat penting, yaitu meliputi bagian yang
cukup besar dari pendapatan nasional. Akan tetapi di sebagian negara lain peranannya relatif kecil.
Sesuatu negara dapat mengekspor barang produksinya ke negara lain apabila barang tersebut
diperlukan negara lain dan mereka tidak dapat memproduksi barang tersebut atau produksinya tidak
dapat memenuhi keperluan dalam negeri. Ekspor karet, kelapa sawit dan petroleum dari beberapa
negara Asia Tenggara berlaku oleh karena barang-barang tersebut dibeli oleh negara-negara yang
tidak dapat memproduksinya. Sebaliknya pula negara-negara Asia Tenggara mengimpor kapal
terbang, dan berbagai jenis barang modal oleh karena mereka tidak dapat menghasilkan sendiri
barang-barang tersebut.
Walau bagaimanapun faktor di atas bukanlah faktor yang terpenting yang menentukan ekspor
sesuatu negara. Faktor yang lebih penting lagi adalah kemampuan dari negara tersebut untuk
mengeluarkan barang-barang yang dapat bersaing dalam pasaran luar negeri. Maksudnya, mutu dan
harga barang yang diekspor tersebut haruslah paling

sedikit sama baiknya dengan yang

diperjualbelikan dalam pasaran luar negeri. Cita rasa masyarakat di luar negeri terhadap barang yang
dapat diekspor ke luar negara sangat penting peranannya dalam menentukan ekspor sesuatu negara.
Secara umum boleh dikatakan bahwa semakin banyak jenis barang yang mempunyai keistimewaan
yang sedemikian yang dihasilkan olehh sesuatu negara, semakin banyak ekspor yang dapat
dilakukan.
Pendapatan nasional dianggap bukan penentu penting dari ekspor sesuatu negara. Ekspor akan
secara langsung mempengaruhi pendapatan nasional. Akan tetapi hubungan yang sebaliknya tidak
selalu berlaku, yaitu kenaikan pendapatan nasional belum tentu menaikkan ekspor oleh karena

pendapatan nasional dapat mengalami kenaikan sebagai akibat kenaikan pengeluaran rumah tangga,
investasi perusahaan, pengeluaran pemerintah dan penggantian barang impor dengan barang buatan
dalam negeri.
Ciri yang baru diterangkan ini menyebabkan ekspor dipandang sebagai pengeluaran otonomi- yaitu
seperti yang diterangkan sebelumnya, adalah pengeluaran yang besarnya tidak tergantung kepada
pendapatan nasional. Dalam persoalan ini ciri ekspor adalah sama dengan investasi perusahaan dan
pengeluaran pemerintah, yaitu jumlahnya tidak ditentukan oleh pendapatan nasional.

Faktor-Faktor yang Menentukan Impor

Pada faktor yang menentukan ekspor dijelaskan bahwa hanya rumah tangga yang membeli barangbarang dari luar negara. Dalam praktiknya tidaklah demikian. Barang buatan luar negeri juga
diimpor oleh sektor lain, yaitu oleh perusahan dan pemerintah. Perusahaan mengimpor bahan
mentah dan barang modal dari luar negeri. Pemerintah juga melakukan hal yang sama, yaitu
pemerintah menggunakan barang konsumsi dan barang modal yang diimpor. Walau bagaimanapun
dalam analisis makroekonomi diasumsikan bahwa impor terutama dilakukan oleh rumah tangga.
Maka fungsi impor sangat berhubungan dengan pendapatan nasional. Yang dimkasudkan dengan
fungsi impor adalah kurva yang menggambarkan hubungan di antara nilai impor yang dilakukan
dengan tingkat pendapatan masyarakat dan pendapatan nasional yang dicapai. Seperti telah
dinyatakan impor adalah pengeluaran terpengaruh yang berarti semakin tinggi pendapatan nasional
maka semakin tinggi pula impor.

B. Keseimbangan Perekonomian Terbuka


Untuk menerangkan mengenai keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian terbuka,
analisis di sini akan menunjukkannya dengan membandingkan keseimbangan dalam ekonomi tiga
sektor dan ekonomi empat sektor. Akan ditunjukkan bagaimana keseimbangan ekonomi tiga sektor
akan mengalami perubahan apabila pengeluaran agregat meliputi pula ekspor dan impor. Analisis
akan dilakukan secara grafik dan dua pendekatan akan digunakan: pendekatan pengeluaran agregatpenawaran agregat ( Y = AE ) dan pendekatan suntikan-bocoran.
Sebelum keseimbangan pendapatan nasional dalam ekonomi terbuka diterangkan, terlebih dahulu
akan ditunjukkan syarat keseimbangan dalam perekonomian terbuka. Bagian ini juga akan
menerangkan dua hal berikut:
(i) suatu contoh angka untuk menunjukkan keseimbangan pendapatan, dan

(ii)suatu contoh angka untuk menunjukkan keseimbangan dalam perekonomian terbuka dan perubahan
keseimbangan tersebut.

SYARAT KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN TERBUKA


Keseimbangan pendapatan nasional akan dicapai pada keadaan di mana
(i) penawaran agregat sama dengan pengeluaran agregat, dan
(ii)suntikan sama dengan bocoran. Uraian berikut akan menerangkan bagaimana keadaan tersebut
tercapai dalam perekonomian terbuka.

Penawaran dan Pengeluaran Agregat dalam Perekonomian Terbuka

Dalam perekonomian terbuka barang dan jasa yang diperjualbelikan di dalam negeri terdiri dari dua
golongan barang; (i) yang diproduksi di dalam negeri dan meliputi pendapatan nasional (Y), dan (ii)
yang diimpor dari luar negeri. Dengan demikian dalam perekonomian terbuka penawaran agregat
atau AS terdiri dari pendapatan nasional (Y) dan impor (M). Dalam formula :
AS=Y + M
Uraian sebelum ini mengenai sirkulasi aliran pendapatan dalam perekonomian terbuka telah
menunjukkan bahwa pengeluaran agregat ( AE) meliputi lima komponen berikut : pengeluaran
rumah tangga ke atas barang produksi dalam negeri (Cdn), investasi swasta (I), pengeluaran
pemerintah (G), ekspor (X) dan pengeluaran ke atas impor (M). Dalam persamaan :
AE=C dn+ I +G+ X + M
Pengeluaran rumah tangga terdiri dari pengeluaran ke atas barang dalam negeri dan pengeluaran ke
atas barang impor. Maka dalam perekonomian terbuka berlaku persamaan berikut :
C=C+ M
Berdasarkan persamaan diatas, persamaan AE boleh disederhanakan menjadi :
AE =C+ I +G+ X
Di mana nilai C meliputi pengeluaran ke atas produksi dalam negeri dan barang yang diimpor.
Dalam setiap perekonomian (apakah ia terdiri dari dua sektor, tiga sektor atau empat sektor)
keseimbangan pendapatan nasional dicapai apabila penawaran agregat (AS) sama dengan
penggeluaran agregat (AE). Dengan demikian, dalam perekonomian terbuka keseimbangan
pendapatan nasional akan tercapai apabila :
Y + M =C+ I +G+ X
Atau :
Y =C + I +G+(X M )
Dalam pendekatan suntikanbocoran, keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian
terbuka dicapai dalam keadaan berikut :
I +G+ X=S+T + M
Uraian beikut menerangkan mengapa kesamaan tersebut perlu dicapai untuk menentukan
keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian terbuka.

KESEIMBANGAN DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA


Apabila dimisalkan perekonomian tersebut terdiri tiga sektor, keseimbangan pendapatan nasional
akan dicapai pada keadaan: Y = C + I + G. Dengan demikian pendapatan nasional adalah Y. Apabila
perekonomian ini berubah menjadi ekonomi terbuka, akan timbul dua aliran pengeluaran baru, yaitu

ekspor dan impor. Ekspor akan menambah pengeluaran agregat manakala impor akan mengurangi
pengeluaran agregat. Dengan demikian, apabila perekonomian berubah dari ekonomi tertutup ke
ekonomi terbuka, pengeluaran agregat akan bertambah sebanyak ekspor neto, yaitu sebanyak ( X
M). Nilai ekspor neto ini perlu ditambahkan kepada fungsi pengeluaran agregat untuk perekonomian
tertutup (AE=C+I+G) dan akan diperoleh fungsi pengeluaran agregat untuk ekonomi empat sektor,
yaitu : AE=C+I+G+(XM).
Sebagai akibat dari perubahan ini keseimbangan pendapatan nasional pindah dari E menjadi E, dan
menyebabkan pendapatan nasional meningkat dari Y (pendapatan nasional dalam perekonomian
tertutup) menjadi Y (pendapatan nasional untuk perekonomian terbuka). Patut disadari bahwa fungsi
AE=C+I+G+(XM) tidak sejajar dengan AE=C+I+G dan dengan fungsi konsumsi (C). Keadaan
demikian berlaku karena impor (M) nilainya sebanding (proportional) dengan pendapatan nasional,
maka fungsi AE=C+I+G+(XM) lebih landai. Keseimbangan pendapatan nasional menurut
suntikanbocoran yaitu apabila dimisalkan ekonomi terdiri dari tiga sektor, keseimbangan dicapai
pada E yaitu apabila S+T=I+G dan pendapatan nasional adalah Y. Perubahan dari perekonomian
tertutup menjadi perekonomian terbuka, menyebabkan :
(i) Suntikan bertambah sebanyak X, dari I+G menjadi I+G+X. Perubahannya sejajar karena ekspor
adalah pengeluaran otonomi.
(ii)Bocoran bertambah sebanyak M, dari S+T , menjadi S+T+M. Fungsi S+T+M bermula dari garis
asal S+T dan semakin menjauhi S+T karena M adalah pengeluaran terpengaruh (sebanding
dengan pendapatan nasional).
Dengan demikian, efek dari perubahan dalam (i) dan (ii) dalam perekonomian terbuka
keseimbangan akan dicapai dari E , yaitu pada persilangan di antara I+G+X dan S+T+M. Maka
pendapatan nasional dari ekonomi empat sektor adalah Y. Dalam perekonomian terbuka pendapatan
nasional adalah sama dengan pengeluaranpengeluaran berikut:
pengeluaran rumah tangga terhadap produksi dalam negeri, tabungan rumah tangga, pajak
perusahaan dan individu yang dibayar dan pengeluaran ke atas barang impor. Dalam persamaan :
Y =C +S +T + M
Oleh karena kesamaan di atas maka apabila Y=C dengan sendirinya S+T+M=0
PERUBAHAN PERUBAHAN KESEIMBANGAN
Perubahan pengeluaran rumah tangga, perubahan komponenkomponen suntikan (I, G dan X ) dan
perubahan komponen-komponen bocoran (S, T atau M) akan menimbulkan perubahan ke atas
keseimbangan pendapatan nasional. Kenaikan dalam pengeluaran rumah tangga, investasi,
pengeluaran pemerintah atau ekspor akan menaikkan pendapatan nasional. Kenaikan pengeluaran
agregat juga akan menimbulkan proses multiplier sehingga pada akhirnya menyebabkan
pertambahan pendapatan nasional adalah lebih besar dari pertambahan pengeluaran agregat yang
berlaku. Dalam ekonomi empat sektor nilai multiplier adalah lebih kecil dari dalam ekonomi tiga
sektor. Sebabnya adalah karena dalam perekonomian terbuka dimisalkan impor adalah sebanding
dengan pendapatan nasional, yaitu persamaan impor adalah M = m Y. Nilai m menyebabkan tingkat
bocoran (presentasi dari pertambahan pendapatan nasional yang tidak dibelanjakan kembali untuk
menimbulkan proses multiplier selanjutnya) menjadi bertambah besar.
Perubahan komponen yang meliputi bocoran (S, T atau M) akan menimbulkan akibat yang
sebaliknya dari yang ditimbulkan oleh komponen pengeluaran agregat. Kenaikan tabungan, atau
pajak atau impor akan mengurangi pendapatan nasional. Proses multiplier akan menyebabkan
pendapatan nasional berkurang lebih besar dari kenaikan bocoran
BAB 7 KESEIMBANGAN AD-AS
Analisis AD AS merupakan analisis keseimbangan pendapatan nasional yang melengkapi analasis
keseimbangan pengeluaran agregat penawaran agregat (Y=AE). Dalam analisis ADAS
diperhatikan bagaimana keseimbangan pendapatan nasional dicapai dalam keadaan harga harga
mengalami perubahan. Dalam analisis keseimbangan Y=AE efek perubahan harga tidak
diperhatikan. Walaupun tidak dinyatakan secara jelas akan tetapi dapat disimpulkan bahwa analisis
Y=AE memisalkan bahwa tingkat harga tidak berubah. Analisis ADAS memperbaiki kelemahan
yang didapati dari teori Klasik dan teori Keynes. Teori Klasik berpendapat dalam perekonomian
tidak terdapat kekuarangan permintaan agregat.
Efek dari keyakinan ini selanjutnya mereka berpendapat
(i)
perekonomian selalu mencapai kesempatan kerja penuh
(ii)
kegiatan ekonomi dan pendapatan nasional ditentukan oleh jumlah dan kualitas faktor-faktor
produksi yang tersedia dan tingkat teknologi yang digunakan dan

(iii)
pertambahan uang dalam perekonomian akan menimbulkan inflasi.
Dalam analisis ADAS kelemahan teori Klasik dan Keynes diperbaiki. Teori klasik pada dasarnya
sangat menumpukkan perhatian ke atas segi penawaran, manakala analisis Keynesian sangat
menekankan kepada segi permintaan. Dalam analisis ADAS kedua aspek ini yaitu segi penawaran
dan permintaan diperhatikan dalam menentukan keseimbangan pendapatan nasional atau dalam
penentuan kegiatan ekonomi negara.
Permintaan agregat AD menunjukkan keseluruhan pengeluarana yang akan dilakukan dalam
perekonomian pada berbagai tingkat harga. Manakala penawaran agregat AS menunjukkan
pengeluaran barang dan jasa yang akan dilakukan perusahaan-perusahaan dalam suatu negara pada
berbagai tingkat harga. Tingkat kegiatan ekonomi, pendapatan nasional dan kesempatan kerja
ditentukan pada tingkat harga. Dimana permintaan agregat (AD) sama dengan penawarana agregat
(AS).

BAGIAN 3
PENAWARAN UANG DAN KEGIATAN PEREKONOMIAN
BAB 8 UANG, INSTITUSI KEUANGAN DAN PENAWARAN UANG

1.
2.
3.
4.
5.
6.

A. Definisi dan ciri ciri uang


Berdasarkan kepada ciri ciri kegiatan perdagangan yang dijalankan dalam berbagai masyarakat
(dimasa lalu dan di masa kini), perekonomian dapat dibedakan kepada: perekonomian
barter dan perekonomian uang yang diartikan dengan perekonomian barter adalah suatu
sistem kegiatan ekonomi masyarakat dimana kegiatan produksi dan perdagangan masih sangat
sekarang barang dengan barang yang diartikan dengan perekonomian uang adalah
perekonomian yang sudah menggunakan uang sebagai alat pertukaran dalam kegiatan
perdagangan. Semua negara didunia ini sudah dapat digolongkan sebagai perekonomian uang.
Maka uang selalu didefinisikan sebagai benda benda yang disetujui oleh masyarakat sebagai alat
perantara untuk mengadakan tukar menukar/ perdagangan.
Agar masyarakat menyetujui penggunaan sesuatu benda sebagai uang, haruslah benda itu
memenuhi syarat syarat berikut :
Nilainya tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu
Mudah dibawa-bawa
Mudah disimpan tanpa mengurangi nilainya
Tahan lama
Jumlahnya terbatas ( tidak berlebi-lebihan)
Bendanya mempunyai mutu yang sama

B. Beberapa fungsi uang


Berbagai kepada kesulitan kesulitan yang dinyatakan dalam bagian lalu, yang akan timbul dan
perekonomian yang tidak akan menggunakan uang sebagai alat perantaraan dalm perdagangan,
dalam ilmu ekonomi peranan atau fungsi uang dalam melancarkan kegiatan perdagangan dibedakan
menjadi empat jenis. mereka adalah:
1. Uang sebagai perantara tukar menukar
Dengan adanya uang, kegiatan tukar menukar akan jauh lebih mudah dijalankan kalau
dibandingkan dengan didalam kegiatan perdagangan secara barter. Seseorang yang ingin
memperoleh berbagai jenis barang untuk memenuhi kebutuhannya. Akan dapat dengan mudah
memperolehnya apabila memiliki uang yang cukup untuk membeli kebutuhan tersebut.
Kegiatan tukar menukar adalah lebih rumit didalam perdagangan secara barter. Tukar menukar
baru akan berlangsung apabila seseorang dapat menawarkan sesuatu barang yang diingini oleh
seseorang lainnya , dan orang lain itu memiliki barang yang diinginkan oleh orang yang
pertama.
2. Uang sebagai satuan nilai
Keuntungan selanjutnya dari penggunaan uang dalam masyarakat bersumber kesanggupan
untuk bertindak sebagai satuan nilai. Yang dimaksudkan dengan satuan nilai adalah satuan
ukuran yang menentukan besarnya nilai dari berbagai jenis barang. Dengan adanya uang, nilai

sesuatu barang dapat dengan mudah dinyatakan, yaitu dengan menunjukan jumlah uang yang
diperlukan untuk memperoleh barang tersebut. Penggunaan uang sebagi alat satuan nilai
menyebabkan masyarakat tidak perlu bersusah payah untuk menentukan nilai suatu barang
dengan cara menentukan nilai tukar barang tersebut dengan berbagai jenis barang lainnya.
3. Uang sebagai alat pembayaran tertunda
Transaksi transaksi dalam perekonomian yang sudah berkembang banyak sekali dilakukan
dengan pembayaran yang ditunda, atau penjualan secara kredit. Para pembeli memperoleh
barangnya terlebih dahulu dan membayarnya pada masa yang akan datang. Penggunaan uang
sebagai alat perantara dalam tukar menukar dapat medorong perkembangan perdagangan yang
bersifat demikian karena para penjual akan lebih merasa yakin bahwa pembayaran yang ditunda
itu sesuai dengan yang diharapkan. Dengan perkataan lain, mutu benda yang akan diperolehnya
dimasa yang akan datang sebagai pembayaran penjualannya, yaitu uang, akan sesuai dengan
yang diharapkan pada waktu menjual barangnya.
Satu syarat penting agar fungsi uang yang ketiga ini dapat dijalankannya dengan baik adalah
bahwa nilai uang yang digunakan harus tetap stabil. Nilai uang dikatakan stabil apabila
sejumlah uang yang dibelanjakan akan tetap memperoleh barang barang yang sama banyak dan
sama mutunya dari waktu ke waktu. Apabila syarat ini tidak dipenuhi maka fungsi uang sebagai
ukuran untuk pembayaran tertunda tisak akan dapat dijalankan dengan sempurna. Ada
kemungkinan orang lebih suka menerima pembayaran yang tertunda dalam bentuk barang atau
menghindari tukar menukar dengan pembayaran yang ditunda.
4. Uang sebagai alat penyimpanan nilai
Penggunaan uang memungkinkan kekayaan seseorang disimpan dalam bentuk uang. Apabila
harga harga barang stabil, menyimpan kekayaan dalam bentuk uang lebih menguntungkan dari
menyimpannya dalam bentuk barang. Di dalam perekonomian yang sudah maju, jenis uang
yang terutama adalah uang bank dan uang giral. Uang jenis ini tidak memerlukan biaya untuk
menyimpannya dan mudah mengurusnya. Jenis dari uang yang sekarang ini banyak digunakan
adalah uang kertas.
C.
Jenis uang sepanjang sejarah
sejarah uang sangat berhubungan dengan sejarah peradaban manusia. Semenjak manusia memilih
peradabannya dan ke luar dari zaman baru, mereka telah menciptakan berbagai bentuk barang
digunakan sebagai alat perantara dalam tukar menukar. Uraian berikut secara ringkas menerangkan
perkembangan bentuk uang sepanjang peradaban manusia.
1.
Uang dan institusi keuangan
uang, maka sebenarnya barang-barang di atas belumlah memenuhi syarat-syarat yang
diperlukan. untuk berperan sebagai uang. OIeh sebab itu penggunaan barang-barang di tas
sebagai uang hanya terjadi dalam masyarakat yang sangat kurang maju.
2.

Penggunaan emas dan perak sebagai uang


Jenis uang yang sudah sejak lama digunakan, dan yang selama kurang lebih dua puluh satu abad
merupakan mata uang yang paling banyak digunakan oleh berbagai negara, adalah mata uang
emas dan perak. Emas dan perak mempunyai ciri-ciri yang diperlukan untuk menjadi uang yang
baik.
Ciri-Ciri Khusus Emas dan Perak : Sifat-sifat yang menyebabkan kedua-dua jenis logam
tersebut sangat sesuai untuk digunakan sebagai uang adalah:
a. Banyak orang menyukai benda tersebut karena dapat digunakan sebagai perhiasan.
b. Emas maupun perak mempunyai mutu yang sama.
c. Kedua-duanya tidak mudah rusak, tetapi dapat dengan mudah dibagi-bagi apabila
diperlukan.
d. Jumlahnya sangat terbatas dan untuk rnemperolehnya perlu biaya dan usahz
e. Kedua barang itu sangat stabil nilainya karena mereka tidak bcrubah mutunya dalam jangka
panjang dan tidak mengalami kerusakan.

3.

Kelemahan penggunaan emas dan perak sebagai uang


Uang yang terbuat dari emas dan perak telah mulai digunakan sejak abad ketujuh sebelum
masehi dan sampai permulaan abad kesembilan belas mata uang emas dan perak adalah uang
yang paling penting dan paling banyak digunakan. Kemajuan ekonomi yang dicapai sesudah
Revolusi Industri menyebabkan perdagangan berkembang dengan pesat sekali. Permintaan ke
atas emas dan perak untuk digunakan sebagai uang bertambah dengan sangat pesat pula. Maka

a.

b.

kesulitan-kesulitan mulal timbul dalam menggunakankedua logam tersebut sebagai uang.


Sebab-sebab utama dari kesulitan tersebut diterangkan dalam uraian berikut: :
Memerlukan tempat yang agak besar untuk menyimpan pada waktu transaksi belum
begitu besar nilainya, masalah menyimpan uang belum timbul karena belum banyak
ruangan.yang diperlukan. Kemajuan ekonomi yang diikuti pula oleh perkembangan
perdagangan menyebabkan nilai transaksi menjadi berkali-kali lipat besarnya. Lebih
banyak uang diperlukan untuk transaksi-transaksi tersebut dan masalah menyediakan
tempat untuk menyimpan uang itu mulai timbul.
Merupakan benda yang berat kalau nilai transaksi adalah kecil, maka jumlah mata uang
emas dan perak yang digunakan dalam transaksi tersebut tidak terlalu banyak. maka bentuk
benda tersebut belum menimbulkan kesulitan kepada kedua belah pihak yang melakukan
transaksi tersebut. Dalam perekonomian yang bertambah maju nilai transaksi meningkat
menjadi berkali.

D.
Peranan dan kegiatan bank umum
Yang dimaksudkan dengan lembaga keuangan atau institusi keuangan adalah semua perusahaan
yang kegiatan utamanya adalah meminjamkan uang yang disimpan kepada mereka. Badan-badan itu
mendorong masyarakat untuk membuat tabungan kepada mereka. Sebagai balas jasanya para
penabung akan diberi pendapatan berupa bunga ke atas tabungan yang mereka buat. Tabungan
yang dikumpulkan oleh lembaga keuangan tersebut selanjutnya akan dipinjamkan kembali kepada
individu-individu dan perusahaan-perusahaan yang membutuhkannya. Sebagian lagi digunakan
untuk membeli saham-saham berbagai perusahaan.
Lembaga keuangan yang lazim terdapat di suatu Negara dapat dibedakan menjadi beberapa jenis:
1. Bank umum atau bank perdagangan. Institusi ini adalah bank yang bukan saja dapat
meminjamkan atau menginvestasikan berbagal jenis tabungan yang diperolehnya, tetapi juga
dapat membedakan pinjaman dari rnenciptakan sendiri uang giral. Bagaimana hal mi dilakukan
akan dijelaskan kemudian.
2. Bank tabungan. Bank mi melakukan kegiatan hampir seperti perusahaan peminjaman
Tabungan, menerima simpanan dalam bentuk tabungan atau simpanan berjangka panjang dan
kemudian meminjamkan atau menginvestasikan uang tersebut.
3. perusahaan peminjaman. Merupakan badan keuangan yang menerima simpanan dalam bentuk
tabungan atau simpanan berjangka lama (yaitu hanya dapat diambil kembali oleh pemiliknya
sesudab beberapa waktu yang ditentukan), dan selanjutny; meminjamkan nan menginvestasikan
tabungan tersebut.
4. Pasaran saham. Suatu lembaga yang fungsi utamanya adalab menjadi tempat-tempat saham
perusahaan-perusahaan diperjualbelikan.
5. Perusahaan asuransi Terdiri dari perusahaan yang memperoleb uang dengan menjanjikan akan
membuat sejunlah ganti rugi kepada individu, perusahaan dan badan-badan lainnya apabila
sesuatu peristiwa seperti: kecelakaan, kebakaran, kehilangan dan dan sebagainyaberlaku ke
atas orang, perusahaan atau badan yang membayar uang asuransi kepada perusabaan asuransi.
Uang asuransi yang dikumpul kan oleb badan ini akan diinvestasikan atau dipinjamkan
BAB 9 PENAWARAN UANG DAN KEGIATAN EKONOMI NEGARA
A. Penawaran Uang dan Harga : Pandangan Klasik
Dibedakan menjadi 2 bentuk, yang pertama teori kuantitas dan kedua teori sisa tunai. Pandangan
pokok teori tersebut adalah sama yaitu: perubahan dalam penawaran uang akan menimbulkan
perubahan yang sama persentasinya dengan tingkat harga. Kenaikan penawaran uang akan menaikan
harga pada tingkat yang sama dan penurunan penawaran uang akan menurunkan harga juga pada
tingkat yang sama.
B. Persamaan Pertukaran
Teori kuantitas uang biasanya diterangkan dengan menggunakan persamaan pertukaran. Persamaan
pertukaran dapat dinyatakan sebagai berikut :
MV=PT
Dimana M adalah penawaran uang, V adalah laju peredaran uang, P adalah tingkat harga dan T
adalah jumlah barang. Dalam persamaan sederhana di atas yang diperhatikan hanya indeks harga.
Perubahan ini menggambarkan perusahaan rata-rata tingkat harga dalam perekonomian.
Jumlah barang dalam ekonomi, yaitu T mempunyai arti sebagai berikut :
1. Ia adalah nilai fisikal dan bukan nilai uang
2. Ia meliputi barang jadi dan barang setengah jadi

Oleh karena itu PT tidak sama dengan pendapatan nasional. Nilai PT lebih besar dari pendapatan
nasional karena ia meliputi nilai barang-barang setengah jadi.
Teori kuantitas uang adakalanya dinyatakan menggunakan persamaan berikut :
MVY=Y
Dimana M adalah penawaran uang dan V adalah laju peredaran uang yang dibelanjakan untuk
membeli barang-barang jadi, Y adalah pendapatan nasional
C. Teori Kuantitas Uang
Perubahan dalam penawaran uang akan menimbulkan perubahan yang sama tingkatannya dengan
harga-harga, dan perubahan kedua variable tersebut adalah kearah yang sama
Asumsi dan pandangan teori kuantitas
Asumsi dan pandangan teori kuantitas dibedakan sebagai berikut :
1. Laju peredaran uang atau V, adalah tetap
2. Kesempatan kerja penuh selalu tercapai dalam ekonomi
D. Teori Sisa Tunai
Teori ini juga menerangkan sifat hubungan diantara penawaran uang dan tingkat harga. Teori sisa
Tunai diterangkan dengan persamaan sebagai berikut:
M=kPT
Dimana M,P,T mempunyai arti yang sama dengan persamaan dari MV=PT, k adalah bagian dari
pendapatan masyarakat.
E. Kritik-Kritik Keatas Teori Kuantitas Uang
Ahli ahli ekonomi modern yang menyokong teori ini dikenal sebagai golongan monetaris. Mereka
berpendapat bahwa pemerintah perlu mengatur penawaran uang agar inflasi dapat dihindari dan
perekonomian dapat berkembang dengan teguh. Sedangkan ahli-ahli yang menolak teori ini
berpendapat teori kuantitas mengandung beberapa kelemahan dan tidak dapat memberikan
penjelasan yang baik mengenai sifat- sifat perhubungan diantara penawaran uang dan tingkat harga
dan kegiatan ekonomi Negara.
Kritik-kritiknya adalah:
1. Pemisalan bahwa T=tetap adalah kurang tepat
2. Laju peradaran uang tidak selalu tetap dalam jangka pendek dan jangka panjang
3. Perhubungan diantara penawaran uang dan harga adalah lebih rumit dari yang di terangkan oleh
teori kuantitas
4. Teori kuantitas hanya memperhatikan fungsi uang sebagai alat untuk melicinkan kegiatan tukarmenukar dan transaksi dengan menggunakan uang
5. Teori kuantitas mengabaikan efek perubahan penawaran uang keatas suku bunga.
F. Teori Keuangan Keynes
Teori keuangan Keynes menerangkan 3 hal:
1. Tujuan tujuan masyrakat untuk meminta uang.
2. Faktor-faktor yang menentukan tingkat harga
3. Efek perubahan uang keatas kegiatan ekonomi Negara
Tujuan tujuan memegang uang
1. Permintaan uang untuk transaksi
Memegang uang untuk membayar transaksi merupakan tujuan memeggang uang yang paling
penting. Didalam perekonomian modern dimana tingkat spesialisasinya tinggi, uang sangat
penting peranannya untutk melancarkan kegiatan ekonomi
2. Permintaan uang untuk berjaga-jaga
Disamping untutk membiayai transaksi, uang diminta pula oleh masyarakat untuk menghadapi
keadaan kesusahan atau masalah penting lain di masa depan. Uang yang disisihkan untuk tujuan
ini dinamakan permintaan uang untuk berjaga-jaga. Masa depan adalah keadaan yang tidak bisa
diprediksi.
3. Permintaan uang untuk spekulasi
Dalam ekonomi modern masyrakat menggunakan uangnya untuk tujuan spekulasi, yaitu
disimpan atau digunakan untuk membeli surat-surat berharga seperti obligasi pemerintah,
saham perusahaan dan treasury bill. Dalam menggunakan uang dalam tujuan spekulasi ini suku

bunga atau dividen yang diperoleh dari memiliki surat-surat berharga tersebut sangat penting
dalam menentukan besarnya jumlah permintaan uang.
BAGIAN 4
KEBIJAKAN EKONOMI DALAM PEREKONOMIAN TERTUTUP DAN TERBUKA
BAB 10 PENGANGGURAN INFLASI DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH
A. MASALAH PENGANGGURAN
Masalah Pengangguran adalah keadaan dimana seseorang yangtergolong dalam angkatan kerja,
ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya
1. JENIS PENGANGGURAN
a. Pengangguran Normal atau Friksional
Pengangguran
Normal atau Friksional
adalah
seseorang
yang
berhenti
bekerja karena kurang menyukai pekerjaannya atau tidak sepaham dengan atasannya.
Contoh, seseorang sudah memiliki pekerjaan di suatu toko misalnya, namun berhenti bekerja
karena tidak menyukai pekerjaannya
b. Pengangguran Siklikal
Pengangguran Siklikal adalah
seseorang
yang
diberhentikan
karena
perusahaan mengurangi pekerja akibat penurunan permintaan.
Contoh, orang-orang yang di PHK.
c. Pengangguran Struktural
Pengangguran Struktural adalah seseorang yang berhenti bekerjakarena perusahaannya
ditutup, meskipun memiliki kemampuan ataukecakapan
d. Pengangguran Teknologi
Pengangguran Teknologi adalah seseorang yang berhenti bekerjakarena adanya pergantian
tenaga kerja mesin dengan manusia.
Contohnya Mesin Cuci Menggantikan orang yang mencuci pakaian
2. JENIS PENGANGGURAN BERDASARKAN CIRINYA
a. Pengangguran Terbuka
Pengangguran Terbuka adalah Pengangguran yang tercipta sebagaiakibat pertambahan
Lowongan Pekerjaan yang lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja. Proporsi atau jumlah
pengangguran terbuka dari angkatan kerja bergunasebagai acuan pemerintah bagi
pembukaan lapangan kerja baru. Disamping itu,trend indikator ini akan menunjukkan keberhasilan
progam ketenagakerjaan daritahun ke tahun
b. Pengangguran Tersembunyi
Pengangguran Tersembunyi adalah Pengangguran yang tercipta karena kelebihan tenaga
kerja
dalam
suatu
bagian
dalam
perusahaan,
akibatnya
banyak
tenaga kerja yang menganggur meskipun memiliki pekerjaan.
c. Pengangguran Bermusim
Pengangguran Bermusim adalah pengangguran yang terjadi karenaadanya pengaruh dari
musim terutama pada sektor Pertanian dan Perikanan
d. Pengangguran Setengah Menganggur
Pengangguran Setengah Mengaggur adalah Pengangguran yang terciptaakibat jam kerja
yang jauh lebih rendah dari jam kerja normal
B. MASALAH INFLASI
Inflasi adalah kenaikan harga harga umum yang berlaku dalamsuatu perekonomian dari satu period
eke periode lainnya.
1. Jenis-jenis Inflasi
a. Inflasi Tarikan Permintaan
Inflasi Tarikan Permintaan adalah kesempatan kerja yang tinggi,menciptakan tingkat
pendapatan yang tinggi dan selanjutnyamenimbulkan pengeluaran yang melebihi
kemampuan ekonomi. Misalnyamengeluarkan barang dan jasa
b. Inflasi Desakan Biaya
Inflasi Desakan Biaya adalah kenaikan harga barang produksi darisuatu perusahaan dengan
cara memberikan gaji dan upah yang tinggikepada Karyawannya karena adanya permintaan
Perusahaan yang bertambah
c. Inflasi Diimpor

Inflasi Diimpor bersumber dari kenaikan harga-harga barang yangdiimpor. Inflasi ini akan
wujud, apabila barang-barang impor yangmengalami kenaikan harga mempunyai peranan
yang penting dalamkegiatan pengeluaran perusahaan-perusahaan

2. Efek Buruk Inflasi


Inflasi akan menurunkan pendapatan riil orang-orang yang berpendapatan tetap.
Pada umumnya kenaikan upah tidaklah secepat kenaikan harga-harga.Maka inflasi akan
menurunkan upah riil individu-individu yang berpendapatan tetap.
Inflasi akan mengurangi nilai kekayaan yang berbentuk uang
Sebagian kekayaan masyarakat disimpan dalam bentuk uang.Simpanan di bank, simpanan
tunai, dan simpanan dalam institusi-institusi keuangan lain merupakan simpanan keuangan.
Nilai riilnyaakan menurun apabila inflasi berlaku
Memperburuk pembagian kekayaan
Telah ditunjukkan bahwa penerima pendapatan tetap akan menghadapi kemerosotan dalam
nilai riil pendapatannya, dan pemilik kekayaan bersifat keuangan mengalami penurunan
dalam nilai riil kekayaannya. Akan tetapi pemilik harta-harta tetap, tanah, bangunan dan
rumah dapat mempertahankan atau menambah nilai riil kekayaannya. Juga sebagian
penjual/pedagang dapat mempertahankan nilai riil pendapatannya. Dengan demikian
inflasi menyebabkan
pembagian
pendapatan
di antara golongan berpendapatan
tetap dengan pemilik-pemilik harta tetap dan penjual/pedagang akan menjadi semakin tidak
merata
C. Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah dengan cara memanipulasi
anggaran pendapatan dan belanja negara, artinya pemerintah dapat meningkatkan atau menurunkan
pendapatan negara atau belanja negara dengan tujuan untuk mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat
pendapatan nasional.
Kebijakan Anggaran / Politik Anggaran :
1. Anggaran Defisit (Defisit Budget)/Kebijakan Fiskal Ekspansif
Anggaran defisit adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pengeluaran lebih besar dari
pemasukan negara guna memberi stimulus pada perekonomian. Umumnya sangat baik
digunakan jika keaadaan ekonomi sedang resesif.
2. Anggaran Surplus (Surplus Budget)/Kebijakan Fiskal Kontraktif
Anggaran surplus adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pemasukannya lebih besar
daripada pengeluarannya. Baiknya politik anggaran surplus dilaksanakan ketika perekonomian
pada kondisi yang ekspansi yang mulai memanas (overheating) untuk menurunkan tekanan
permintaan.
3. Anggaran Berimbang (Balanced Budget)
Anggaran berimbang terjadi ketika pemerintah menetapkan pengeluaran sama besar dengan
pemasukan. Tujuan politik anggaran berimbang yakni terjadinya kepastian anggaran serta
meningkatkan disiplin.
D. Kebijakan Moneter
Kebijakan Moneter adalah kebijakan yang diambil oleh pemerintah atau Bank Central yang
berhubungan dengan jumlah uang yang beredar dan tingkat suku bunga. Di dalam kebijakan
moneter hal yang biasa dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu adalah menahan inflasi, dan
mendorong usaha pembangunan nasional. Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu
kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang
tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan
neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi
yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran
internasional yang seimbang.
Kebijakan moneter dapat dilakukan oleh pemerintah dan Bank Sentral dengan cara langsung atau
tidak langsung.
Kebijakan moneter langsung yaitu pemerintah langsung campur tangan dalam hal peredaran
uang atau kredit perbankan.

Kebijakan moneter tidak langsung dilakukan oleh Bank sentral dengan cara mempengaruhi
kemampuan bank-bank umum dalam memberikan kredit.
Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau
mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :

Kebijakan Moneter Ekspansif/Monetary Expansive Policy adalah suatu kebijakan dalam


rangka menambah jumlah uang yang beredar

Kebijakan Moneter Kontraktif/Monetary Contractive Policy adalah suatu kebijakan dalam


rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight
money policy)
BAB 11. PERDAGANGAN LUAR NEGERI, PROTEKSI DAN GLOBALISASI
BEBERAPA KEUNTUNGAN MELAKUKAN PERDAGANGAN
a. Memperoleh Barang yang tidak dapat diproduksi di dalam Negeri
Negara melakukan perdagangan antara satu sama lain karena setiap Negara tidak dapat
meghasilkan semua barang barang yang dibutuhkannya. Misalnya, Negara Negara maju
memerlukan karet alam tetapi barang tersebut tidak dapat dihasilkan di Negara mereka. Maka
terpaksa mengimpor barang barang tersebut dari negara Negara di Asia tenggara, terutama dari
Indonesia, Thailand dan Malaysia. Sebaliknya pula Negara di Asia Tenggara belum dapat
memproduksi barang sendiri seperti kapal terbang, kapal pengangkut minyak dan mesin mesin
industri. Maka Negara Negara itu harus mengimpor barang barang tersebut dari Negara maju.
b. Memperoleh keuntungan dari spesialisasi
Walaupun sesuatu Negara dapat memproduksi sesuatu barng yang sama jenisnya dengan yang
diproduksi oleh Negara lain, tetapi ada kalanya lebuh baik apabila negara tersebut mengimpor
barang tersebut dari luar negeri. Sebagai contoh, Amerika Serikat dan Jepang mempunyai
kemampuan untuk memproduksi kain. Tetapi Jepang dapat memproduksi kainnya dengan lebih
efisien dari Amerika Serikat. Dalam keadaan seperti ini, untuk mempertinggi keefisienan
penggunaan factor factor produksi, Amerika Serikat perlu mengurangi produksi kainnya dan
mengimor barang tersebut dari Jepang. Sebaliknya pula terdapat barang barang di mana
Amerika Serikat adalah lebih efisien dari Jepang di dalammemproduksinya.
Dengan mengadakan spelialisasi dan perdagangan, setiap Negara dapat memperoleh
keuntungan yang berikut :

Faktor-faktor produksi yang dimiliki setiap Negara dapat digunakan dengan lebih efisien.

Setiap Negara dapat menikmati lebih banyak barang dari yang dapat diproduksi kan di dalam
negeri
c. Memperluas pasar industri industri dalam negeri
Beberapa jenis industri telah dapat memenuhi permintaan dalam negeri sebelum mesin mesin
sepenuhnya digunakan. Ini berarti bahwa industri itu masih dapat menaikkan produksi dan
meningkatkan keuntungannya apabila masih terdapat pasar untuk barang-barang yang
dihasilkan oleh industri itu. Karena seluruh permintaan dari dalam negeri telah dipenuhi, satusatunya cara untuk memperoleh pasaran adalah dengan mengekspornya ke luar negeri
Apabila kapasitas dari mesin mesin masih rendah , sehingga produksi mesin mesin itu belum
mencapai tingkat yang optimum, ekspor kel uar negeri akan mempertinggi keefisienaan dari
mesin-mesin yang digunakan dan mengurangi biaya produksi. Dengan demikian, untuk
industri-industri yang memiliki sufat seperti itu, perdagangan luar negeri bukan saja akan
menambah produksi dan meningkatkan keuntungan, tetapi juga dapat menurunkan biaya
produksi. Faktor yang belakangan ini selanjutnya akan menimbulkan keuntungan yang lebih
banyak lagi kepada industri-industri tersebut.
d. Menggunakan teknologi modern dan meningkatkan produktivitas
Selanjutnya perdagangan luar negeri memungkinkan sesuatu Negara mempelajari teknik
produksi yang lebih efisien dan cara-cara manajemen yang lebih modern. Perdagangan luar
negeri memungkinkan Negara tersebut mengimpor mesin mesin atau alat-alat yang lebih
modern untuk melaksnakan teknik produksi dan cara produksi yang lebih baik. Alat-alat kantor
yang lebih baik seperti computer juga dapat menaikkan taraf keefisienaan manjemen karena
dapat menaikkan produktivitasnya dan ini akan mempercepat pertambahan produksi
Keuntungan Dari Spesialisasi : Contoh Angka
Telah dinyatakan bahwa dengan mengadakan spesialisasi dan selanjutnya melakukan perdagangan
luar negeri, dua keuntungan penting akan diperoleh oleh setiap Negara. Keuntungan itu dalah :

Faktor-faktor produksi akan dapat digunakan dengan lebih efisien; dan


Penduduk Negara itu akan dapat menikmati lebih banyak barang-barang.
Asumsi-asumsi yang Digunakan
Di dalam menunjukkan keuntungan yang didapat dari perdagangan luar negeri biasanya
digunkan dua cara: yaitu dengan menggunkan angka-angka dan grafik dan akan disuraikan
gambaran secara angka-angka mengenai keuntungan yang diperoleh dari perdagangan luar negeri.
Untuk menyederhanakan gambaran yang dibuat, perlu perlu digunakan beberapa asumsi tambahan
yang berikut:
a. Hanya dua Negara yang akan melakukan spesialisasi dan perdagangan.
b. Masing-masing Negara hanya memproduksi dua jenis barang.
c. Masing-masing Negara hanya memiliki dua unit factor produksi.
d. Harga relatif, atau biaya penggantian (opportunity cost), yang dapat didefinisikan sebagai
harga salah satu barang yang dinyatakan dalam unit barang lainnya,adalah tetap
Keuntungan Mutlak dan Keuntungan Berbanding
a. Keuntungan Mutlak yang diartikan dengan keuntungan mutlak adalah keuntungan yang
diperoleh oleh sesuatu Negara dari mengkhususkan kegiatannya kepada memproduksi barangbarang dengan efisien yang lebih tinggi dari Negara-negara lain
b. Keuntungan Berbanding Perdagangan luar negeri vjuga dapat dilakukan walaupun salah satu
Negara tersebut lebih efisien dari Negara yang lain di dalam memproduksi kedua barang. Di
dalam keadaan seperti ini kedua belah pihak masih tetap akan mendapat keuntungan dari
perdagangan tersebut
Proteksi dan Pembatasan Perdagangan
Faktor-Faktor yang Mendorong Proteksi dalam perdagangan luar negeri konsep proteksi berarti
usaha-usaha pemerintah yang menbatasi atau mengurangi jumlah barang yang diimpor dari Negaranegara lain dengan tujuan untuk mencapai beberapa tujuan tertentu yang penting artinya dalam
pembangunan Negara dan kemakmuran perekonomian Negara, dan berikut adalah macam-macam
tujuan penting dari proteksi:
a. Mengatasi masalah Deflasi dan penggangguran
b. Mendorong perkembangan industri baru
c. Untuk mendiversifikasikan perekonomian
d. Untuk menghindari kemelorotan Industri-industri tertentu
e. Untuk memperbaiki neraca pembayaran
f. Untuk menghindari Dumping
g. Untuk menambah pendapatan pemerintah
Alat Pembatasan Perdagangan
Proteksi dan pembatasan perdagangan adalah kebijakan-kebijakan pemerintah dalam membatasi
atau mengurangi barang-barang yang diimpor. Halangan perdagangan dapat dibedakan kepada
empat jenis, yaitu :
a. Tarif dan pajak impor
b. Kuota pembatasan impor
c. Hambatan Perdagangan bukan tarif
d. Prmbatasan penggunaan valuta asing.
Globalisasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Definisi Globalisasi
Berdasarkan kepada peristiwa-peristiwa ekonomi yang berlaku di seluruh dunia semenjak selesainya
Perang Dunia Kedua, globalisasi dapat didefinisikan sebagai: peningkatan dalam saling
ketergantungan dalam keadaan dan kegiatan ekonomi di antara berbagai Negara di dunia.
Faktor-Faktor yang Mewujudkan Globalisi
Globalisasi bukanlah suatu keadaan yang baru dalam hubungan ekonomi luar negeri. Proses
globalisasi telah pun bermula semenjak beberapa abad yang lalu ketika Negara-negara Eropa
menjelajahi daerah-daerah baru di benua Amerika, Australia, dan New Zealand dan melakukan
penaklukan dan penjajahan di berbagai kawasan di Asia dan Afrika. Dan pengertian globalisasi
terutama dikaitkan kepada perkembangan ekonomi dunia dan hubungan ekonomi luar negeri yang
berlaku semenjak akhir tahun 1970an. Semenjak masa tersebut tingkat ketergantungan diantara
berbagai Negara menjadi semakin tinggi. Keadaan ini disebabkan oleh beberapa faktor berikut :
a. Perkembangan politik dunia
b. Peningkatan praktek perdagangan bebas
c. Perkembangan perusahaan multi-nasional

d. Perkembangan investasi portofolio di pasaran luar negeri


e. Kemajuan teknologi dalam bidang informasi dan pengangkutan.
Globalisasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Pada umumnya ahli-ahli ekonomi, pemimpin-pemimpin Negara dan institusi ekonomi internasional
menekankan tentang pentingnya peranan globalisasi dalam mengembangkan ekonomi dunia. Oleh
sebab itu usaha-usaha untuk menjalankan perdagangan bebas melalui pengurangan pajak impor dan
mendorong pengaliran insvestasi dan pengaliran dana yang lebih bebas sangat ditekankan. Dan
berikut adalah macam-macam kebaikan dan keburukan globalisasi.
Kebaikan globalisasi :
a. Produksi dunia dapat ditingkatkan
b. Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu Negara
c. Meluaskan pasar untuk hasil produksi dalam negeri
d. Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
e. Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi.
Keburukan globalisasi :
a. Menghambat pertumbuhan sektor industri manufaktur
b. Memperburuk keadaan neraca pembayaran
c. Sektor keuangan semakin tidak stabil
d. Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang
BAB 12. NERACA PEMBAYARAN, KURS VALUTA ASING DAN KEGIATAN
PEREKONOMIAN TERBUKA
Neraca Pembayaran
Neraca Pembayaran adalah suatu catatan aliran keuangan yang menunjukan nilai transaksi
perdagangan dan aliran dana yang dilakukan suatu negara dengan negara lain dalam suatu tahun
tertentu. Suatu neraca pembayaran dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu neraca berjalan dan
neraca modal.