Anda di halaman 1dari 27

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.

S
DENGAN DIAGNOSA G4P2A1UK 28 MINGGU DENGAN
INTRA UTERINE FETAL DEADTH (IUFD)

1.1 PENGKAJIAN
1.1.1 IDENTITAS
Nama ibu
Umur
Suku/Bangsa
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Alamat
Nama Suami
Umur
Suku/Bangsa
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Alamat

: Ny S
: 45 tahun
: Jawa
: Islam
: SMP
: Petani
: Panyipatan, sukamara
: Tn. S
: 47 tahun
: Jawa
: Islam
: SMP
: Petani
: Panyipatan, sukamara

1.1.2 ANAMNESA (DATA SUBJEKTIF)


Pengkajian pada tanggal 14 Juni 2016 pukul 12.35 Wita
1.1.2.1
Alasan kunjungan karena ada keluhan.
1.1.2.2
Keluhan :
Perut terasa kencang, bengkak pada ekstermitas bawah,
mual dan muntah.
1.1.2.3
Riwayat social

a. Klien

mengatakan

kalau

kehamilan

ini

di

rencanakan pada tahun 2008, namun tidak kunjung


hamil baru hamil pada tahun 2016
b. Klien mengatakan sangat senang dengan kehamilan
ini dan sangat di tunggu tunggu
c. Jenis kelamin yang diharapkan : Perempuan
d. Klien mengatakan menikah pada tahun 1990 dan
pada usia 20 tahun dan suami berusia 22 tahun,
lamanya menikah 25 tahun
e. Klien memiliki 2 orang anak laki-laki berusia 23
tahun dan berusia 20 tahun dan mengalami abortus
1x pada tahun 2008.
1.1.2.4
Riwayat Obstetri
a. Riwayat haid
HPHT: 03 Desember 2015
Haid pertama: umur 12 tahun
Siklus: 28 hari
Banyaknya: 50 cc
Klien mengatakan tidak

memiliki

riwayat

dismnorhae saat haid.


b. Riwayat kehamilan
Taksiran Persalinan: 10 september 2016
Keluhan-keluhan pada
1) Trimester I dan II: Mual, muntah, tidak nafsu
makan 1-5 bulan
1.1.2.5
Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas
G4P2A1
Hami
l ke

Tanggal
lahir bayi

Ke 1

30

Jenis
kelami
n
Laki-

Jenis
partus
Partus

Umur
kehamil
an
40

Penyul
it/kom
plikasi
-

Penolo
ng

BBL

Keadaan
bayi

Ket

Dukun

2800

langsun

hidup

Ke 2

Ke 3

Ke 4

November
1992

laki

spontan

minggu

18
Agustus
1996

Lakilaki

Partus
spontan

39
minggu

28
September
2008
Kehamila
n
Sekarang

Lakilaki

Abortu
s

6
minggu

Abortu
s

28
minggu

beranak

gram

Dukun
beranak

g
menangi
s
langsun
g
menangi
s

hidup

Petugas
kesehat
an

Hamil
Uk 6
minggu
(Abortu
s)

Petugas
kesehat
an

Operasi

1.1.2.6
Riwayat keluarga berencana:
Klien mengatakan menggunakan alat kontrasepsi
berupa Pil
1.1.2.7
Riwayat kesehatan:
a. Klien pernah menderita penyakit hipertensi sejak
15 tahun yang lalu.
b. Klien mengatakan di keluarga juga tidak ada
menderita penyakit
Penyakit
Jantung
Hipertensi
Hepar
Diabetes mellitus
Campak

Klien
Ada
-

Keluarga
-

Malaria

TBC

c. Keturunan kembar:
Klien mengatakan dikeluarga tidak ada yang
memiliki keturunan kembar
1.1.2.8
Riwayat kebiasaan
a. Pola makan (sebelum hamil dan saat hamil) :
sebelum hamil klien makan rutin 3x sehari dengan
mengonsumsi ikan, sayur dan buah. Saat hamil klien
masih nafsu makan namun terkadang juga tidak
nafsu terhadap makanan. Untuk 1 kali makan klien
hanya mampu makan 1-2 sendok, karena klien
merasa ingin muntah. Biasanya dalam sehari (24
Jam) klien dapat menghabiskan 1 piring nasi atau
setara 1.300 kal/24 jam. Saat di poli klien
mengatakan merasa mual dan kadang ingin muntah.
Setelah melahirkan pasien masih merasa mual.
b. Pola eliminasi :
Sebelum dan saat hamil BAK dan BAB lancar dan
teratur. Pada saat di poli pasien mengatakan BAK
dan BAB lancar, dan setelah melahirkan klien
mengeluh belum BAB saja.
c. Personal hygiene
Klien mengatakan selama hamil, mandi 2x sehari
dan tetap menggosok gigi 2x sehari yaitu pagi dan
sore.
d. Aktivitas sehari-hari

Klien mengatakan sebelum hamil bekerja sebagai


petani penyadap karet. Setelah hamil klien hanya
melakukan aktivitas sebagai ibu rumah tangga
sehari-harinya. Saat di poli klien mengatakan
selama hamil klien mengatakan jarang melakukan
aktivitas karena mual dan muntah. Klien tampak
lemah dan lesu. Skala aktivitas 2 (Memerlukan
bantuan orang lain). Setelah melahirkan klien
e. Pola istirahat dan tidur
Klien mengatakan pola istirahat teratur, tidur siang
biasanya dilakukan apabila klien sudah selesai
melakukan perjaan yang ringan. Sedangkan, pada
malam hari tidur pada sekitar pukul 21.00 sampai
05.00 dengan durasi tidur 7-8 jam.
f. Seksualitas
Pada saat pengkajian klien mengatakan hubungan
seksualitas klien baik-baik saja, hanya saja pada saat
klien hamil hubungan seksualitas berkurangan dan
setelah klien melahirkan klien dianjurkan untuk
tidak melakukan hubungan seksual dulu karena
masih dalam masa penyembuhan.
g. Psikososial dan Spiritual
Klien mengatakan hubungan dengan suami, orang
tua

serta

bersosialisasi

anaknya
baik

harmonis.
dengan

Klien

tetangga

dapat
sekitar

lingkungan rumah. Klien tampak terbuka saat


perawat datang berkunjung. Klien selalu berdoa

agar proses persalinannya lancar, kondisi ibu dan


anaknya sehat.
h. Adaptasi psikologis
Setelah melahirkan takking in
i. Imunisasi TT:
Klien mengatakan pernah imunisasi sebelumnya
sehabis menikah
1.1.3 PEMERIKSAAN FISIK (DATA OBJEKTIF)
1.1.3.1
Status emosinal : Emosional klien tampak baik.
1.1.3.2
Tanda Vital:
a. Tekanan darah
:180/100 mmHg
b. Denyut nadi
:86x/m
c. Pernafasan
:20x/m
d. Suhu
:36,7 C
e. LILA
:30 cm
f. TB
:163 cm
g. BB sebelum hamil :60 Kg
h. BB saat ini
:65 Kg
i. TBJ
:1.404 gr
j. BB Ibu
: 65.000 gr 1.404 gr
= 63.596 gr
BB
k. IMT = (TB)2
=
1.1.3.3 Kepala
Kepala

63.596 kg
2
(1,63 m)

tampak

= 23,898 (BB sedang)

simetris,

rambut

tampak

hitam

bercampur putih (uban).


1.1.3.4 Muka
Pada saat pengkajian wajah tidak terdapat oedema,
conjungtiva terlihat tidak anemis, sclera mata putih
bersih, mukosa bibir tampak lembab. Setelah post

partum wajah klien tidak tampak oedema, kunjungtiva


tampak anemis, serta mukosa bibir tampak kering.
1.1.3.5 Dada
Corpus tampak membesar dan simetris antara kiri dan
kanan, tidak ada nyeri tekan serta teraba kencang saat
di palpasi. Aerola hiperpigmentasi, papila tampak
menonjol dan hiperpigmentasi, serta tidak tampak
colostrum saat di palpasi.
1.1.3.6 Kulit
Kulit tampak hitam kecoklatan bersih, turgor kulit
kembali < 2 detik.
1.1.3.7 Ekstremitas
Pada ekstrimitas atas tidak ada oedema, tetapi tampak
adanya oedema pada ekstremitas bawah , tibia tampak
bengkak kiri dan kanan, tidak tampak

adanya

kemerahan, tekstur lembek. Tidak nampak adanya


varices pada tungkai.
1.1.3.8 Abdomen
Pada saat pengkajian, abdomen tampak membesar, serta
tampak garis linea nigra, tidak ada bekas luka atau lesi,
tampak stretmat, pada saat di auskultasi detak jantung
janin tidak terdengar, serta pada saat di palpasi
abdomen terasa kencang, tinggi fundus uteri 26 cm,
teraba punggung kanan, presentasi kepala serta belum
masuk PAP. Setelah post partum abdomen klien tampak
rata, tampak garis linea nigra, tidak ada bekas luka atau
lesi, tampak stretmat, pada saat di auskultasi terdengar
bising usus 10x/menit, serta pada saat di palpasi tidak
ada nyeri tekan, tinggi fundus uteri 2 jari di bawah
pusat, kontraksi uterus teraba keras.
1.1.3.9 Genitalia

Pada Genitalia eksterna, Mons pubis tampak di


tutupi bulu-bulu, labia mayora tampak, labia
minora tampak, vestibulum tampak, himen tampak,
Genitalia interna tidak nampak luka atau lesi,
kemerahan serta tidak ada keluar darah dari vagina,
pada saat di palpasi kontraksi uterus teraba keras.
Perineum
tidak ada bekas luka/episiotomi pada perineum.

1.1.3.10 Pemeriksaan Obstetrik


Palpasi uterus
a. Tinggi Fundus Uteri
: 26 cm
b. Letak
: bokong
kanan
c. Punggung
: kanan ibu
d. Kontraksi
: tidak teraba
e. Frekuensi
: tidak teraba
f. Kekuatan
: tidak teraba
Palpasi supra publik kandung kemih :
penumpukan urine di kandung kemih
Auskultasi
:
DJJ
: tidak terdengar
Frekuensi
:Tempat
: punggung kanan
1.1.4 PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Tanggal
: 14 Juni 2016
Darah
:
Gol. Darah : B
Pemeriksaan
Hasil
WBC
11,6 *
Lymph#
2,3
Mid#
0,9
Grand#
8,4*
Lymph%
19,9
Mid%
8,1

punggung:

Tidak ada

Normal
4,0-10,0
0,8-4,0
0,1-1,5
2,0-7,0
20,0-40,0
3,0-15,0

Grand%
HGB
RBC
HCT
MCV
MCH
MCHC
RDW/CV
RDW/SD
FLT
MFV
PDW
PCT
Catatan :
WBC adalah
Grand# adalah
Grand% adalah

72,0*
12,7
4,59
38,0
82,8
27,6
33,4
14,6
41,0
303
8,1
15,8
0,245

Hasil Pemeriksaan Urine


Tanggal : 14 Juni 2016
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Warna
:
Kuning agak keruh
Albumin :
3
Reduksi :
Urobilin :
3+
Bilirubin :
3+
P.H:
5.0
Sediment:
- Lekosid
:
5 -10
- Erytrosid
:
2.4
- Sel Epitel
:
+
- Kristal
:
- Tripel Phosphat:
- Ca Oxalat
:
- Cylinder
:
- Bakteri
:
+

50,0-70,0
11,0-16,0
3,50-5,50
37,0-54,0
80,0-100,0
27,0-34,0
32,0-36,0
11,0-16,0
35,0-56,0
150-350
6,5-12,0
9,0-17,0
0,108-0,282

Catatan :
Urine normal warna kuning jernih, jika urine berwarna kuning
keruh

Pemeriksaan penunjang lain :


USG dilakukan 2x pada usia kehamilan 16 minggu, dan 28 minggu
Fetal pulse (+)

1.1.5 TERAPI PENGOBATAN


N
O

NAMA
OBAT

DOSIS

GOLONGA
N

INDIKASI

EFEK SAMPING

1.

Misoprostol

1/4

2.

Rycet

1 gr

Misoprostol adalah obat


yang digunakan untuk
mencegah dan mengobati
tukak lambung. Selain
itu, obat ini juga dapat
mencegah
terjadinya
tukak pada usus halus.

Pusing
Sakit kepala
Mual
Muntah
Kembung
Konstipasi
Gangguan pencernaan
Sakit perut
Diare

Infeksi
saluran Hipersensitifitas
pernafasan
bagian
sefalosfoorin
bawah, saluran kemih
dan
kelamin,
untuk
kandungan, kulit dan
struktur kulit, dalam
perut, tulang dan sendi,
susunan saraf pusat.
Bakterimia (beredearnya
bakteri dalam darah) dan
septicemia
(keracunan
darah
oleh
bakteri
patogenik atau zat-zat
yang dihasilkan oleh
bakteri tersebut.

terhadap

3.

4.

5.

Mg SO4 40
%

28 tpm

Asam
Metamefena
mat

3x1

Sedrofen

3x1

Untuk mencegah dan


mengatasi kejang pada
preeklamsi dan eklamsi,
anti
hipertensi,
meningkatkan
aliran
darah ke uterus, menekan
pengeluaan
asetilkolin
pada mutor indplate

Dapat
menghilangkan
nyeri akut dan kronik,
ringan sampai sedang
sehubungan dengan sakit
kepala,
sakit
gigi,
dismenore
primer,
termasuk nyeri karena
trauma, nyeri sendi, nyeri
otot,
nyeri
sehabis
operasi,
nyeri
pada
persalinan.

Infeksi berat karena

mikro organisme Gram-;


infeksi kulit dan jar lunak

Hipotensi,
gangguan
jantung,
depresi
SSP,
kelemahan otot

Dapat terjadi gangguan


saluran cerna, antara lain
iritasi lambung, kolik usus,
mual, muntah dan diare,
rasa mengantuk, pusing,
sakit kepala, penglihatan
kabur, vertigo, dispepsia.
Pada penggunaan terusmenerus dengan dosis 2000
mg atau lebih sehari dapat
mengakibatkan
agranulositosis dan anemia
hemolitik.

Urtikaria, ruam kulit;


anafilaksis, bronkospasme;
mual, muntah, diare

6.

7.

Metergin

Mefinter

karena kuman
stafilokokus dan
streptokokus; faringitis,
tonsilitis karena
streptokokus
hemolitikus grup A
Methergin 0.125 mg
merupakan
obat
golongan alkaloid ergot
semi
sintetis
yang
mengandung zat aktif
methylergonovine
maleate.
Methergin
0.125mg tersedia dalam

bentuk tablet.
Obat ini bekerja pada
otot polos rahim secara
langsung meningkatkan
tonus, frekuensi, dan
amplitudo dari ritme
kontraksi
rahim.
Peningkatan kontraksi ini
berguna untuk mencegah
dan
mengontrol
perdarahan rahim setelah
melahirkan
(post
partum).
Methergin
bekerja cepat, yaitu
sekitar
5-10
menit
setelah diminum.

3x1

Efek samping yang sering


terjadi dapat berupa nyeri
kepala, hipertensi, ruam
pada kulit, dan nyeri perut
karena kontraksi rahim
yang kuat;
Efek samping lain yang
jarang terjadi dapat berupa
penurunan kesadaran,
kejang, nyeri dada,
hipotensi, dan mual
muntah;
Efek samping seperti syok
anafilaktik sangat langka
namun dapat terjadi pada
pasien yang hipersensitif
terhadap methergin.

3x1

Untuk

meredakan

Pasien

dengan

riwayat

nyeri
akibat
peradangan
dengan
intensistas
ringan
sampai
menengah,
seperti sakit gigi,
nyeri
otot,
sakit
telinga, rematik, nyeri
traumatik,
luka
setelah operasi, dan
nyeri menstruasi;

alergi terdahap mefinter


atau obat yang mengandung
asam mefenamat atau obat
lainnya yang tergolong
NSAID. Reaksi alergi dapat
berupa serangan asma,
biduran
atau
syok
anafilaktik
sedelah
menggunakan
obat
golongan NSAID, misalnya
aspirin, natrium diclofenac,
piroxicam dan lain lain;

Meredakan demam.

Pasien
dengan
lambung atau usus;

Pasien dengan penyakit


radang usus besar;

Pasien dengan kegagalan


fungsi ginjal dan hati;

Pasien dengan gangguan


pembekuan darah;

Pasien ibu hamil, karena


penelitian terhadap hewan
menunjukkan efek samping
pada janin. Belum ada data
untuk
penelitian
pada
manusia;

tukak

8.

Cester

3x1

Pasien ibu menyusui;

Pasien anak-anak dibawah


usia 14 tahun.

Membantu penyembuhan
penyakit
dan
meningkatkan daya tahan
tubuh.-Sebagai
antioksidan potensial.

Tidak ada efek samping


apabila digunakan sesuai
anjuran

1.2 ANALISA DATA


NO
1

DATA
DS:

PROBLEM
Nyeri akut

DO:

Klien mengatakan perut


terasa
mules,
kencang
(Nyeri)
P: saat melakukan aktivitas
Q: perut terasa kencang
R: seluruh bagian abdomen
S: Skala 2 (sedang)
T: Terus menerus

ETIOLOGI
Kontraksi
uterus

Klien
tampak
meringis
sambil memegangi perut

DS:

Mual

Klien mengatakan mual


sebelum dan sesudah makan.
Klien mengatakan nafsu
makan hilang timbul, kadang
nafsu, kadang tidak.

Gangguan
biokimia
(peningkatan
hormon HCG,
estrogen,
progesteron)

DO:

DS:

Klien tampak menghisap


permen karna merasa mual
Klien tampak
berbaring
lemah.
Frekuensi mual lebih dari 5
kali dalam sehari
Duka
Klien dan suami mengatakan adaptif
sedih karna kehilangan calon
bayi nya

DO:

Klien tampak sedih setelah


mendengar bahwa janin nya
telah meninggal
Raut wajah klien tampak
sedih
Klien tampak terdiam ketika
dokter menjelaskan bahwa
bayinya sudha meninggal

cita Kehilangan
perinatal

1.3 DIAGNOSA KEPERAWATAN


1.3.1 Nyeri berhubungan dengan kontraksi uterus
1.3.2 Mual berhubungan dengan gangguan biokimia (peningkatan
hormon HCG, estrogen, progesteron)
1.3.3 Duka cita adaptif berhubungan dengan kehilangan perinatal

1.4 INTERVENSI KEPERAWATAN


N
o
1.

2.

Diagnosa

Tujuan

Intervensi

Rasional

Nyeri
akut
berhubungan
dengan
kontraksi uterus

Setelah dilakukan tindakan


keperawatan selama 1 X 30
menit diharapkan nyeri
berkurang atau hilang
Kriteria hasil :
Klien
mampu
mengontrol nyeri
Klien
mampu
melaporkan bahwa
nyeri berkurang
Klien
mampu
mnegenali nyeri
Klien mengatakan
rasa nyaman setelah
nyeri berkurang

1. Monitor TTV
2. Kaji karakteristik nyeri
secara komprehensif (P,
Q, R, S, T)
3. Observasi
reaksi
nonverbal dari ketidak
nyamanan
4. Lakukan
penanganan
nyeri dengan teknik
nonfarmakologi
5. Berikan lingkungan yang
nyaman kepada pasien
6. Kolaborasi
pemberian
analgetik

1. Untuk mnegetahui keadaan umum


klien
2. Untuk mengetahui karakteristik,
lokasi nyeri, intensitas, skala dan
waktu dan penyebab nyeri
3. Menggambarkan karakteristik nyeri
secara lebih tajam
4. Untuk mengatasi nyeri sebelum
diberikan analgetik
5. Untuk mengurangi nyeri klien
6. Untuk mengatasi nyeri apabila tidak
bisa dilakukan dengan teknik
nonfarmakologi

Mual
berhubungan
dengan
gangguan
biokimia

Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji makanan yang disukai


klien
menelan
keperawatan selama 1x6 2. Ajarkan
secara sadar dan napas
jam mual klien berkurang
dalam untuk menekan reflek
dengan kriteria hasil:
muntah

1. Untuk meningkatkan nafsu


makan
2. Agar tidak terjadi muntah
3. Agar makanan dicerna secara
optimal

(peningkatan
hormon HCG,
estrogen,
progesteron)

3.

Duka
cita
adaptif
berhubungan
dengan
kehilangan
perinatal

Melaporkan terbebas 3. Anjurkan klien untuk makan


secara perlahan
dari mual
4.
Instruksikan klien untuk
Mengidentifikasi
duduk setelah makan dan
tindakan yang dapat
tidak berbaring
menimbulkan mual
5. Instruksikan
untuk
menghindari aroma saat
penyiapan
makanan
di
rumah
6. Kolaborasi pemberian obat
antiemetic

Setelah dilakukan tindakan


keperawatan selama 1x24
jam diharapkan klien tidak
mengalami kesedihan yang
berlebih
Kriteria hasil :
Monitor intensitas
depresi
identifikasi
tanda
depresi
rencanakan strategi
untuk mengurangi
efek tanda gejala,

1. Mengidentifikasi kehilangan
2. Dorong
pasien
untuk
verbalisasi kenangan dari
kehiilangan
3. Dorong
identifikasi
ketakutan terbesar tentang
kehilangan
4. Komunikasikan penerimaan
kehilangan
5. Mengidentifikasi
sumbersumber
dukungan
masyarakat

4. Agar tidak terjadi aspirasi


5. Bau-bauan dapat menstimulasi
pusat muntah
6. Terapi untuk mengatasi mual
dan muntah

1. Untuk menegetahui penyebab rasa


kehilangan klien
2. Untuk
membatu
klien
mengungkapkan
perasaan
kehilangannya
3. Untuk mengidentifikasi penyebab
klien rasa kehilangan klien
4. Untuk membantu klien agar dapat
menerima kehilangan
5. Untuk mengetahui sejauh mana
dukungan masyarakat tentang rasa
kehilangan yang dialami klien

laporkan
peningkatan suasana
hati

1.5 IMPLEMENTASI KEPERAWATAN


Hari/Tanggal
Selasa
14 juni 2016
Jam
09.10
WITA

Diagnosa
Implementasi
Nyeri
akut 1. Memonitor TTV
TD : 180/100
berhubungan
N: 87 x/m
dengan
T : 36,6C
kontraksi uterus
R :22 x/m

Evaluasi
S:
klien mengatakan perut terasa nyeri
(kencang-kencang)
O:
klien tampak meringis menahan nyeri
Klien tampak memegang daerah abdomen
2. Mengkaji karakteristik nyeri secara
Skala nyeri 2 ( sedang)
komprehensif (P, Q, R, S, T)
P : nyeri saat beristirahat
Q : nyeri sepserti ditusuk tusuk
A:
R: nyeri pada abdomen
Masalah nyeri belum teratasi
S: Skala 2 (sedang)
T: hilang timbul
P:
3. Mengobservasi reaksi nonverbal
Lanjutkan Intervensi 2, 3, 4, 5 dan 6
dari ketidak nyamanan
- Klien tampak meringis menahan
nyeri
4. Memberikan
lingkungan
yang
nyaman kepada pasien
- Menganjurkan kepada keluarga
untuk
memberikan
waktu
istirahat yang cukup kepada
pasien agar pasien beristirahat

dengan nyaman
5. Melakukan
penanganan
nyeri
dengan teknik relaksasi dan
distraksi
- tarik nafas dalam dan bercakapcakap dengan orang lain
6. Kolaborasi pemberian analgetik
Selasa
Mual
1. Mengkaji makanan yang disukai
14 juni 2016
berhubungan
(Klien suka minum susu dan S:
Jam
09.20 dengan

buah pepaya)
WITA
2. Mengajarkan klien menelan
gangguan
secara sadar dan napas dalam

biokimia
untuk menekan reflek muntah
(peningkatan
3.
Menganjurkan
klien
untuk
hormon HCG,
makan secara perlahan
O:
estrogen,
4. Menginstruksikan klien untuk
progesteron)

duduk setelah makan dan tidak

berbaring
5. Menginstruksikan
untuk
menghindari
aroma
saat
A:
penyiapan makanan di rumah

6. Berkolaborasi pemberian obat


antiemetic : P/O Ranitidin 150
mg 2 x 1 dan Ondansentron 8
P:
mg 2 x 1

Klien mengatakan masih mual sebelum


dan sesudah makan.
Klien mengatakan nafsu makan hilang
timbul, kadang nafsu, kadang tidak

Klien tampak sering berludah.


Klien tampak menghisap permen untuk
mengurangi rasa mual

Masalah mual belum teratasi

Lanjutkan intervensi 2-6

Selasa
14 juni 2016
Jam
09.35
WITA

Duka
cita 1. Mengidentifikasi
penyebab
adaptif
kehilangan
Klien mengatakan sangat merasa
berhubungan
kehilangan bayinya
dengan
2. Mendorong pasien untuk verbalisasi
kehilangan
kenangan dari kehilangan
perinatal
- Klien masih kurang kooperatif
dengan perawat
3. Mendorong identifikasi ketakutan
terbesar tentang kehilangan
- Klien mengatakan sanga takut
apabila suatu saat hamil lagi dan
harus mengalami kejaduan yang
sama seperti saat ini
4. Mengkomunikasikan
penerimaan
kehilangan
- Keluarga mengatakan masih
belum bisa menerima sepenuhnya
dengan kematian bayi nya
5. Mengidentifikasi
sumber-sumber
dukungan keluarga

S:

Pasien dan keluarga mengatakan masih


merasa sangat kehilangan

Keluarga dan pasien tampak sangat sedih


Klien tampak diam
Klien tampak murung

Masalah belum taratasi

Intervensi 2, 3, dan 4 dilanjutkan

O:

A:

P:

1.6 EVALUASI KEPERAWATAN


Hari / tanggal
Selasa
14 juni 2016
12.45 WITA

Selasa
14 juni 2016
13.05 WITA

Diagnosa
Evaluasi
Nyeri
akut S :
berhubungan
klien mengatakan perut masih terasa
dengan
nyeri (kencang-kencang)
kontraksi uterus O :
klien tampak meringis menahan nyeri
Klien tampak memegang daerah
abdomen
Skala nyeri 2 ( sedang)
A:

Masalah nyeri belum teratasi

P:

Lanjutkan Intervensi 2, 3, 4, 5 dan 6

Mual
berhubungan
S:
dengan
Klien mengatakan keluhan mualnya
gangguan
masih ada.
biokimia
Klien mengatakan masih mual saat
(peningkatan
mencium bau-bauan.
hormon HCG,
Klien mengatakan nafsu makan
estrogen,
kurang.
progesteron)
O:
Klien tampak mual.
Klien tampak menutup hidung saat
mencium bau-bauan yang menyengat
A:

Selasa
14 juni 2016
13.20 WITA

Masalah mual belum teratasi

P:
Lanjutkan intervensi
Duka
cita S:
adaptif
Pasien dan keluarga mengatakan
berhubungan
masih merasa sangat kehilangan

dengan
kehilangan
perinatal

O:

Keluarga dan pasien tampak sangat


sedih
Klien tampak diam
Klien tampak murung

Masalah belum taratasi

Intervensi 2, 3, dan 4 dilanjutkan

A:

P:

Rabu
15 juni 2016
09.00 WITA

Nyeri
akut S :
berhubungan

dengan
kontraksi uterus O :

klien mengatakan perut masih terasa


nyeri (kencang-kencang)
klien tampak meringis menahan nyeri
Klien tampak memegang daerah
abdomen
Skala nyeri 2 ( sedang)

A:

Rabu
15 juni 2016
09.00 WITA

Masalah nyeri belum teratasi

P:

S:

Lanjutkan Intervensi 2, 3, 4, 5 dan 6

Mual
berhubungan
Klien mengatakan keluhan mualnya
dengan
sudah berkurang.
gangguan
Klien mengatakan masih kurang nafsu
biokimia
makan dan hanya makan dengan porsi
(peningkatan
sedikit
hormon HCG, O:
estrogen,
Klien kadang tampak mual.
progesteron)
A:

P:

Masalah mual belum teratasi


Rabu
15 juni 2016
09.00 WITA

Duka
cita S:
adaptif

berhubungan
dengan
O:
kehilangan

perinatal

Lanjutkan intervensi
Pasien dan keluarga mengatakan
masih merasa sangat kehilangan

Keluarga dan pasien tampak sangat


sedih
Klien tampak diam
Klien tampak murung

Masalah belum taratasi

Intervensi 2, 3, dan 4 dilanjutkan

A:

P:

Kamis
16 juni 2016

Nyeri
akut S :
berhubungan

dengan
O:
kontraksi uterus

klien mengatakan nyeri berkurang


klien tampaksedikit menahan nyeri
Skala nyeri 1 ( ringan)

A:

Masalah teratasi sebagian

P:

Lanjutkan Intervensi 2, 3, 4, 5 dan 6

Kamis
16 juni 2016

Mual
S:
berhubungan
Klien mengatakan mualnya sudah
dengan
berkurang.
gangguan
Klien mengatakan masih kurang nafsu
biokimia
makan dan hanya makan dengan porsi
(peningkatan
sedikit
hormon HCG, O:
estrogen,
Klien kadang tampak mual
progesteron)
A:

Masalah mual belum teratasi

Lanjutkan intervensi

P:
Kamis
16 juni 2016

Duka
cita S:
adaptif

berhubungan
dengan
kehilangan
O:
perinatal

Pasien dan keluarga mengatakan


sudah bisa menerima bahwa bayinya
sudah meninggal
Keluarga dan pasien terlihat lebih
tabah
Klien sudah mulai kooperatif dengan
perawat

A:

Masalah teratasi sebagian

Intervensi 3, dan 4 dilanjutkan

P: