Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH EVALUASI KEGIATAN PEMBERDAYAAN

MASYARAKAT

Jaka Syahbani 05051181419018

PROGRAM STUDI AKUAKULTUR


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar belakang
Sering kita menyaksikan dan mendengar adanya keluhan/penilaian masyarakat
terhadap program pemberdayaan masyarakat, dimana mereka merasa hanya menjadi
obyek dan tidak merasakan adanya manfaat dari program tersebut.Masyarakat banyak
yang menilai bahwa pelaksana program hanya sekedar menyelesaikan/mengejar
terlaksananya apa yang sudah direncanakan, baik fisik maupun non fisik, tanpa
memperhatikan dampak (impact) dan tindak lanjut dari program tersebut.Hal ini akan
semakin sering kita dengar ketika pola pelaksanaan program pemberdayaan
masyarakat tetap meninggalkan prinsip Partisipatif (participatory) dalam semua
penggal aktivitas program. Sebuah program pemberdayaan masyarakat (community
development program) tidak lain merupakan integrasi dari berbagai penggal aktivitas
(sub-system), yang dimulai dari proses perencanaan program (design).
Pembangunan pada hakikatnya merupakan suatu rangkaian upaya yang
dilakukan secara terus menerus untuk mencapai suatu tingkat kehidupan masyarakat
yang sejahtera lahir dan batin, untuk itu peran serta masyarakat dalam pembangunan
sangat diperlukan karena merekalah objek sekaligus subjek pembangunan, sehingga
berkembanglah

model

pembangunan

partisipatif.Pembangunan

partisipatif

merupakan pendekatan pembangunan yang sesuai dengan hakikat otonomi daerah


yang meletakkan landasan pembangunan yang tumbuh berkembang dari masyarakat,
diselenggarakan secara sadar dan mandiri oleh masyarakat dan hasilnya dinikmati
oleh seluruh masyarakat.Melalui program-program pembangunan partisipatif tersebut
diharapkan semua elemen masyarakat dapat secara bersama-sama berpartisipasi
dengan cara mencurahkan pemikiran dan sumber daya yang dimiliki guna memenuhi
kebutuhannya sendiri.
Sebaliknya, evaluasi yang khas terhadap program pemberdayaan diperlukan agar
proses pembangunan dapat difokuskan dengan lebih pasti menjadi pengembangan
diri, yang ditandai oleh gerakan masyarakat dalam rangka memberdayakan diri.
Untuk mengetahui kemajuan pelaksanaan kegiatan terhadap tujuan program ini
(efektivitas), serta untuk memahami kedalaman permasalahan dalam proses

perencanaan, pelaksanaan dan pemanfaatan kegiatan (efisiensi), maka dibutuhkan


evaluasi program secara sistematis terhadap aturan normatif dan hasil (outcomes) riil.
Evaluasi yang sistematis menghasilkan pengetahuan yang lebih mendalam daripada
monitoring, pelaporan, maupun lokakarya tentang hasil program.
1.2.Perumusan masalah
1. Apa yang dimaksud dengan evluasi pemberdayaan masyarakat?
2. Bagaimana cara penerapan evaluasi pemberdayaan masyarakat?
3. Apa saja upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk mmelakukan evaluasi
pemberdayaan masyarakat?
4. Apa saja prinsip dan tujuan dari evaluasi pemberdayaan masyarakat?
1.3 Tujuan penulisan
1. Mengetahui pengertian tentang evluasi pemberdayaan masyarakat
2. Mengetahui cara penerapan evaluasi dalam kegiatan pemberdayaan
masyarakat
3. Mengetahui tentang upaya-upaya apa saja yang bisa dilakukan untuk
melakukan evaluasi masyarakat
4. Mengetahui prinsip dan tujuan dari evaluasi pemberdayaan masyarakat

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Teori Dasar Evaluasi


Evaluasi diartikan sebagain istilah dari penilaian suatu tindakan pengambilan
keputusan untuk menilai suatu objek,keadaan,peristiwa,atau kegiatan tertentu yang
sedang diamati.Evaluasi dapat juga digunakan untuk membandingkan segala sesuatu
yang diamati dengan pengetahuan atau pengalaman yang telah kita ketahui atau kita
miliki kemudian kita lakukan penilaian berdasarkan hasil perbandingan tersebut.
Kegiatan evaluasi selalu mencakup kegiatan Observasi (pengamatan), Membandingbandingkan antara hasil pengamatan dengan pedoman yang ada atau telah ditetapkan
terlebih dahulu, Pengambilan keputusan atau penilaian atas objek yang diamati.
Kegiatan evaluasi merupakan kegiatan yang terencana dan sistematis yang meliputi
hal-hal Pengamatan untuk oengumpullan data atau fakta, Penggunaan pedoman
yang telah ditetapkan,Pengukuran atau membandingkan hasil pengamatan dengan
pedoman-pedman yang sudah ditetapkan terlebih dahulu, Penilaian dan pengambilan
keputusan.Evaluasi harus objektif, dalam artian harus dilakukan berdasarkan data
atau fakta, bukan berdasarkan praduga atau intuisi seseorang. Evaluasi juga harus
menggunakan pedoman-pedoman tertentu yang telah ditetapkan terlebih dahulu
2.2.Jenis Evaluasi Dalam Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat
Evaluasi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat memiliki banyak ragam dan
jenis-jenis yang berbeda-beda, salah satunya yang pertama adalah Evaluasi Formatif
dan Evaluasi Sumatif. Evaluasi Formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan terhadap
program atau kegiatan yang telah dirumuskan, sebelum program atau kegiatan itu
sendiri dilaksanakan. Sedangkan evaluasi sumatif merupakan kegiatan evaluasi yang
dilakukan setelah progam selesai dilaksanakan.
Evaluasi yang kedua yaitu On-Going Evaluation dan Ex-Post Evaluation, OnGoing Evaluation adalah evaluasi yang dilaksanakan pada saat program atau kegiatan
itu masih atau sedang dilaksanakan, yang dimaksudkan untuk mengetahui ada atau
tidaknya penyimpangan pelaksanaan kegiatan dibanding program atau rencana yang
telah ditetapkan. Sedangkan ex-post evaluation sebenarnya sama dengan evaluasi

sumatif, yaitu evaluasi yang dilaksanakan pada saat program atau kegiatan yang
direncanakan telah selesai dikerjakan.

Evaluasi

yang ketiga yaitu Evaluasi Intern dan Evluasi Ekstern. Ditinjau dari pelaksana
kegiatan evaluasi, kegiatan evaluasi dibedakan antara evaluasi intern dan evaluasi
ekstern. Pada evaluasi intern, pengambilan inisiatif diadakannya evaluasi maupun
pelaksanaan kegiatan evaluasi adalah orang-orang atau aparat yang terlibat langsung
dengan program yang bersangkutan. Sementara itu, evalusi ekstern adalah evaluasi
yang dilaksanakan oleh pihak luar (di luar organisasi pemilik atau pelaksana
program) maskipun inisiatif dilakukannya evaluasi dapat muncul dari kalangan orang
luar, atau justru diminta oleh organisasi pemilik atau pelaksana program yang
bersangkutan.
Evaluasi yang keempat yaitu Evaluasi Teknis dan Evaluasi Ekonomi. Dilihat dari
aspek kegiatan yang dievaluasi, dikenal adanya evaluasi teknis (fisik). Evaluasi teknis
(fisik) adalah kegiatan evaluasi yang penerima manfaat dan ukurannya menggunakan
ukuran-ukuran teknis (fisik). Sementara itu, evaluasi ekonomi atau keuangan,
penerima manfaatnya adalah pengelooaan keuangan dan penerima ini menggunakan
ukuran-ukuran ekonomi.
Evaluasi yang kelima yaitu Evaluasi Program , Pemantauan Program , dan
Evaluasi Dampak Program. Evaluasi Program adalah evaluasi yang dilakukan luntuk
mengkaji kembai draft/usulan program yang sudah dirumuskan sebelum program itu
dilaksanakan. Pemantauan program diartikan sebagai proses pengumpulan inforasi
dan pengambilan keputusan yang terjadi selama proses pelaksanaan program.
Evaluasi Dampak Program, sebagian dasar kegiatan evaluasi umumnya dirahkan
untuk mengevaluasi tinjauan program atau dampak kegiatan yang telah dihasilkan
oleh pelaksanaan program yang telah direncanakan
Evaluasi yang keenam adalah Evaluasi proses dan Evaluasi Hasil> evaluasi
proses adalah evaluasi yang dilakukan untuk mengevaluasi seberapa jauh proses
kegiatan yang telah dilaksanakan itu sesuai dengan proses kegiatan yang seharusnya
sesuai yang dirumuskan dalam programnya. Evaluasi hasil adalah evaluasi yang
dilakukan

untuk

mengevaluasi

tentang

seberapa

jauh

tujuan-tujuan

yang

direncanakan telah dapat dicapai, baik dalam pengertian kuantitatif maupun


kualitatif.
2.3.Kegunaan Evaluasi Pemberdayaan Masyarakat

2.3.1.Kegunaan operasional
1) Dengan evaluasi kita dapat mengetahui cara yang tepat untuk mencapai tujuan
yang dikehendaki dan sekaligus dapat mengidentifikasi faktor-faktor kritis (critical
factors) yang sangat menentukan keberhasilan kegiatan (pemberdayaan) yang
dilakukan.
2) Melalui evaluasi, dapat kita lakukan perubahan-perubahan, modifikasi dan
supervise terhadap kegiatan yang dilaksanakan
3) Melalui evaluasi akan dapat dikembangkan tujuan-tujuan serta analisis
informasi yang bermanfaat bagi pelaporan kegiatan
2.3.2.Kegunaan analitis bagi pengembangan program
1) Untuk mengembangkan dan mempertajam tujuan program dan perumusannya
2) Untuk menguji asumsi-asumsi yang digunakan, dan untuk lebih menegaskannya
lagi secara eksplisit
3) Untuk membantu dalam mengkaji ulang proses kegiatan demi tercapainya tujuan
akhir yang dikehendaki
2.3.3.Kegunaan kebijakan
1) Berlandaskan hasil evaluasi dapat dirumuskan kembali, strategi pembangunan,
pendekatan yang digunakan, serta asumsi-asumsi dan hipotesis-hipotesis yang akan
diuji
2) Untuk menggali dan meningkatkan kemampuan pengetahuan tentang
hubungan antarkegiatan pembangunan, yang sangat bermanfaat bagi peningkatan
efektivitas dan efisiensi kegiatan dimasa-masa mendatang
2.4.Prinsip-Prinsip Evaluasi Aksi dan Kualifikasi Pemberdayaan Masyarakat
2.4.1.Prinsip Evaluasi Aksi Pemberdayaan masyarakat
1) Kegiatan evaluasi harus merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari
kegiatan perencanaan program artinya tujuan evaluasi harus selaras dengan tujuan
yang ingin dicapai yang telah dinyatakan dalam perencanaan programnya.

2) Setiap evaluasi harus memenuhi persyaratan berikut


a. Objektif

b. Menggunakan pedoman tertentu yang telah dibakukan (standarized)


c. Menggunakan metode pengumpulan data yang tepat dan teliti
d. Menggunakan alat ukur yang tepat (valid, sahih) dan dapat dipercaya (teliti,
reliable)
3) Setiap evaluasi harus menggunakan alat ukur yang berbeda untuk mengukur
tujuan evaluasi yangberbeda pula.
4) Evaluasi harus dinyatakan dalam bentuk data kuantitatif dan uraian kualitatif
5) Evaluasi harus efektif dan efisien
2.4.2.Kualifikasi Evaluasi Aksi Pemberdayaan Komunitas
Untuk memperoleh hasil evaluasi yang baik, setiap evaluasi harus dilaksanakan
agar memenuhipersyaratan berikut ini.
1) Memiliki tujuan jelas dan spesifik
2) Menggunakan instrumen yang tepat dan teliti
3) Memberikan gambaran jelas tentang perubahan perilaku penerima manfaat
4) Evaluasi harus praktis
5) Objektif
2.5.Pendekatan Sistem Evaluasi
2.5.1.Pendekatan Sistem dalam Evaluasi Pemberdayaan Masyarakat
Mengacu pada pengertian tentang pemberdayaan dan analisis tentang pendidikan
sebagai suatu sistem,kegiatan pemberdayaan dapat dipandang sebagai suatu sistem
pendidikan, yang terdiri atas,
1. Raw input atau bahan baku yang berupa penerima manfaat didik atau masyarakat
yang menjadi
penerima manfaat pemberdayaan
2. Instrumen input, atau perlengkapan yang berupa: fasilitator, materi pemberdayaan,
metode
pemberdayaan, dan keadaan kegiatan pemberdayaan
3. Environment input, atau lingkungan (sosial, ekonomi, budaya) asal masyarakat
yang menjadi penerima
manfaat pemberdayaan
4. Proses pemberdayaan itu sendiri
5. Output atau hasil pemberdayaan yang berupa hasil langsung (perubahan perilaku)

dan hasil akhir (peningkatan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat


penerima manfaat)
Oleh karenanya diperlukan adanya evaluasi yang diarahkan untuk mengevaluasi
keseluruhan unsur (sub sistem) dari sistem pemberdayaan itu,
a. Evaluasi kebijaksanaan (tujuan) program
b. Evaluasi proses (belajar-mengajar) yang diprogramkan
c. Evaluasi logistik yang diperlukan
d. Evaluasi sistem pengawasan
2.5.2.Pendekatan dalam Pelaksanaan Pemantauan Aksi Pemberdayaan Masyarakat
Beberapa pendekatan yang dapat diterapkan untuk melaksanakan pemantauan,
yaitu
1. Penggunaan catatan-catatan atau rekaman data, yaitu kegiatan pemantauan yang
dilakukan dengan membandingkan catatan jadwal kegiatan (termasuk targettargetnya), dengan informasi yang dapat dikumpulkan selama pelaksanaan program.
2. Survei terhadap peserta program atau penerima manfaat dan pemangku
kepentingan yang lain.
3. Survei terhadap seluruh warga masyarakat, baik yang terlibat langsung maupun
tidak langsung dalam program pemberdayaan.
2.5.3.Pendekatan dalam Evaluasi Dampak Program Aksi Pemberdayaan Masyarakat
Pelaksanaan evaluasi terhadap dampak program bertujuan untuk menilai
seberapa jauh tingkat efektivitas program dan dampaknya terhadap masyarakat
penerima manfaat, baik yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program maupun
tidak. Ada beberapa pendekatan dalam evaluasi dampak program aksi pemberdayaan
komunitas, yaitu:
1. Pendekatan Eksperimental, dengan merancang kegiatan evaluasi sebagai suatu
riset eksperimental
2. Pendekatan yang Berorientasi pada Tujuan (Goal Orientation Approach),
dilakukan dalam evaluasi keberhasilan atau ketercapaian tujuan kegiatan, yang
memfokuskan kepada indikator-indikator ketercapaian tujuan yang telah ditetapkan.
3. Pendekatan yang Berfokus pada Keputusan (The Decision Focused Approach),
ditujukan untuk pengelola program, bagi pengambilan keputusan-keputusan yang
terkait dengan keberlanjutan program (perbaikan, pengembangan penghentian, dan

lain-lain)
4. Pendekatan yang Berorientasi pada Pemakai (The User Focused Approach),
mengutamakan pada penilaian tentang seberapa jauh tingkat korbanan dan atau
kemanfaatan program bagi penerima manfaat, baik dilihat yang terkait dengan proses,
hasil, maupun dampak kegiatannya
5. Pendekatan yang Responsive (The Responsive Approach), sangat unik, karena
evaluator harus mendengar informasi dari semua pemangku kepentingan untuk
kemudian melakukan analisis dan sintesis melalui beragam sudut pandang yang
dilatarbelakangi beragam kepentingan
6. Pendekatan yang Bebas Tujuan (Goal Free Approach), pendekatan ini
memberikan kebebasan untuk merumuskan tujuan dan metode evaluasinya.
2.6.Model-Model Evaluasi Pemberdayaan Masyarakat
Model adalah abstraksi suatu entitas di mana abstraksi adalah penyederhanaan
bentuk asli, dan entitas adalah suatu kenyataan atau keadaan keseluruhan suatu
benda, roses, ataupun kejadian Dalam hubungan ini terdapat beragam model, yaitu
1. Model fisik yaitu menggambarkan entitas dalam bentuk tiga dimensi
2. Model naratif yaitu menggambarkan entitas dalam bentuk lisan dan atau tulisan
3. Model grafik menggambarkan entitas dalam bentuk garis dan simbol
4.Model matematik yaitu menggambarkan entitas dengan menggunakan

rumus-

rumus persamaan
tentang keterkaitan variabel
5. Model deskriptif, model ini menggambarkan situasi sebuah sistem tanpa
rekomendasi dan peramalan
6. Model prediktif, model ini menunjukkan apa yang akan terjadi, bila sesuatu terjadi
7. Model normatif, model ini menyediakan jawaban terbaik terhadap satu persoalan.
Model ini memberi
rekomendasi tindakan-tindakan yang perlu diambil
8. Model ikonik, adalah model yang menirukan sistem aslinya, tetapi dalam suatu
skala tertentu
9. Model analog, adalah suatu model yang menirukan sistem aslinya dengan hanya
mengambil beberapa karakteristik utama dan menggambarkanya dengan benda atau
sistem lain secara analog
10. Model simbolis, adalah suatu model yang menggambarkan sistem yang ditinjau

dengan simbol-simbol biasanya dengan simbol-simbol matematis.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

2.5 Kesimpulan
Evaluasi diartikan sebagain istilah dari penilaian suatu tindakan pengambilan
keputusan untuk menilai suatu objek,keadaan,peristiwa,atau kegiatan tertentu yang
sedang diamati.Evaluasi dalam proses kegiatan pemberdayaan masyarakat memiliki
tipe yang berbeda-beda namun terdapat banyak kesamaan dalam setiap tipe evaluasi
tersebut.
Evaluasi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat memiliki tujuan dan manfaat
dalam kegunaan operasional , kegunaan analitis bagi pengembangan program dan
kegunaan kebijakan.Kegiatan evaluasi harus merupakan bagian integral yang tak
terpisahkan dari kegiatan perencanaan program artinya tujuan evaluasi harus selaras
dengan tujuan yang ingin dicapai yang telah dinyatakan dalam perencanaan
programnya.
Evaluasi

dalam

pemberdayaan

masyarakat

memiliki

pendekatan

yaitu

pendekatan sistem dalam evaluasi pemberdayaan masyarakat, Pendekatan dalam


Pelaksanaan Pemantauan Aksi Pemberdayaan Masyarakat,Pendekatan dalam
Evaluasi Dampak Program Aksi Pemberdayaan Masyarakat
Model adalah abstraksi suatu entitas di mana abstraksi adalah penyederhanaan
bentuk asli, dan entitas adalah suatu kenyataan atau keadaan keseluruhan suatu
benda, roses, ataupun kejadian Dalam hubungan ini terdapat beragam model

2.6 Saran
Dalam melakukan evaluasi harus didasari oleh pedoman berupa pengalaman
atau ilmu yang telah kita ketahui atau yang telah diterapkan oleh orang lain
sebelumnya. Kegiatan evaluasi harus merupakan bagian integral yang tak terpisahkan
dari kegiatan perencanaan program artinya tujuan evaluasi harus selaras dengan
tujuan yang ingin dicapai yang telah dinyatakan dalam perencanaan programnya.

DAFTAR PUSTAKA

Sajogyo. 1997. Menciptakan Visi: Mendukung Pengembangan Kelompok


Swadaya Mandiri dalam Gerakan Nasional PPK. Puspa Swara. Jakarta.
Mulyadi, Yad dkk.2014.Sosiologi SMA Kelas XII.Yudhistira.Jakarta
Sajogyo, 1997. Menciptakan Visi : Mendukung Pengembangan Kelompok Swadaya
Mandiri dalam Gerakan Nasional PPK. Puspa Swara. Jakarta