Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DEPRESI

Oleh
Kelompok 8A
Vinda Nordiana Santoso

1401100011

Dedi Irawan

1401100021

Tiana Rachmadita

1401100034

Rizki Puji S.

1401100051

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG


DIII KEPERAWATAN MALANG
JUNI 2016

SATUAN ACARA PENYULUHAN


DEPRESI
Topik

: Depresi

Sub topik

: Depresi

Hari/tanggal

: Sabtu, 18 Juni 2016

Waktu/jam

: 1 jam/ 07.00-08.00

Tempat: Puskesmas Kedung Kandang


Peserta

: Pasien dan keluarga pasien

I. TUJUAN
A. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan Pasien dan keluarga pasien
puskesmas Kedungkandang mampu memahami tentang depresi.
B. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama satu jam Pasien dan keluarga
pasien dipuskesmas kedung kandang dapat:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Peserta mengetahui pengertian depresi


Peserta mengetahui penyebab depresi
Peserta mengetahui tanda dan gejala depresi
Peserta mengetahui akibat depresi
Peserta dapat memahami tentang klasifikasi depresi
Peserta mampu menyebutkan cara pencegahan depresi

II. SASARAN

Adapun sasaran dari penyuluhan ini ditujukan khususnya kepada Pasien dan
keluarga pasien di Puskesmas kedung kandang.

III. MATERI (terlampir)


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pengertian depresi
Penyebab depresi
Tanda dan gejala depresi
Akibat depresi
Klasifikasi depresi
Cara pencegahan depresi

IV. MEDIA
1. Lembar bolak balik
2. Leaflet

V. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab

VI. KEGIATAN PENYULUHAN


NO.
1.

Tahapan Waktu
Pembukaan
(10menit)

2.

Kegiatan inti
(40 menit)

3.

Penutup
menit)

Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Peserta
1. Mengucapkan salam
1. menjawab
2. Memperkenalkan diri 2. mendengarkan dan
3. kontrak waktu 30
memperthitungkan
menit
3. menyetujui
4. menjelaskan tujuan 4. mendengarkan dan
pembelajaran
1. Menjelaskan

memperhatikan
1. mendengarkan dan

pengertian depresi
2. Menjelaskan

memperhatikan
2. mendengarkan dan

penyebab depresi
3. Menjelaskan
tanda

memperhatikan
3. mendengarkan dan

dan gejala depresi


4. Menjelaskan akibat

memperhatikan
4. mendengarkan dan

depresi
5. Menjelaskan

memperhatikan
5. mendengarkan dan

klasifikasi depresi
6. Menjelaskan
cara

memperhatikan
6. mendengarkan dan

pencegahan depresi
(10 1. Mengajukan

memperhatikan
1. menjawab

pertanyaan mengenai
materi
2. kesimpulan
materi
3. salam penutup

dari

2. mendengarkan
memperhatikan
3. Mendengarkan

dan

VII. EVALUASI
A. Persiapan
1. Materi sudah siap dan dipelajari 1 hari sebelum penkes
2. Media sudah siap 1 jam sebelum penkes
3. Tempat sudah siap 2 jam sebelum penkes
4. SAP sudah siap 1 hari sebelum penkes
B. Proses
1. Peserta datang tepat waktu
2. Peserta memperhatikan penjelasan perawat
3. peserta aktif bertanya atau memberikan pendapat
4. media dapat digunakan secara efektif
C. Hasil
1.
2.
3.
4.
5.
6.

peserta mengetahui pengertian depresi


peserta mengetahui penyebab depresi
peserta mengetahui tanda dan gejala depresi
peserta mengetahui akibat depresi
peserta dapat memahami tentang klasifikasi depresi
peserta mampu menyebutkan cara pencegahan depresi

1. PENGERTIAN DEPRESI
1. Depresi merupakan satu masa terganggunya fungsi manusia yang
berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala penyertanya,
termasuk perubahan pola tidur dan nafsu makan, psikomotor, konsentrasi,
keindahan, rasa putus asa dan tidak berdaya, serta gagasan bunuh diri
(Kaplan, Sadock, 1998).
2. Depresi adalah salah satu bentuk gangguan kekecewaan pada alam
perasaan, (affective atau mood disorder) yang ditandai dengan
kemurungan, kelesuan, ketiadaan gairah hidup, perasaan tidak berguna,
putus asa (Dadang Hawari, 2001)
3. Depresi ditandai dengan perasaan sedih yang berlebihan, murung tidak
bersemangat, merasa tak berguna, merasa tak berharga, merasa kosong dan
tak ada harapan berpusat pada kegagalan dan bunuh diri, sering disertai ide
dan pikiran bunuh diri klien tidak berniat pada pemeliharaan diam dan
aktivitas sehari-hari (Budi Anna Kaliat, 1996)
Dari ketiga pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa depresi adalah
gangguan alam perasaan yang disertai oleh komponen psikologik dan
komponen somatik yang terjadi akibat mengalami kesedihan yang panjang.

2. PENYEBAB DEPRESI
Depresi disebabkan oleh berbagai macam stressor. Stressor adalah hal-hal
yang dapat memicu terjadinya stres. Stres merupakan suatu perasaan emosional
yang negatif yang disertai oleh gangguan biomechanical, kognitif, perubahan
perilaku (A.Baum, 1990). Meski stres sering berimplikasi pada depresi, tidak
semua orang stres yang mengalami depresi. Faktor-faktor seperti keterampilan
coping, bawaan genetis, dan ketersediaan dukungan sosial memberikan
kontribusi pada kecenderungan depresi saat menghadaoi kejadian yang penuh
tekanan (USDHHS (1999) dalam Nevid et al, (2003)).

a. Genetik

(riwayat

keluarga),

jika

seseorang

memiliki

riwayat

keluarga dengan depresi, orang tersebut beresiko mengalami depresi. Di


lain kasus, banyak juga orang yang mengalami gangguan depresi
tanpa memiliki riwayat keluarga dengan depresi.
b. Ketidakseimbangan bahan kimia, otak pada orang yang normal terlihat
berbeda dibanding dengan yang megalami gangguan depresi. Hal itu
dikarenakan bagian dari otak yang mengatur suasana hati, pikiran, tidur,
keinginan, dan perilaku tidak memiliki keseimbangan yang benar terhadap
bahan kimia.
c. Faktor hormonal, perubahan siklus menstruasi, melahirkan, pembawaan,
periode postpartum, perimenopouse, dan menopouse merupakan penyebab
depresi pada wanita
d. Stress, peristiwa hidup yang penuh dengan tekanan seperti trauma,
kehilangan seseorang yang berarti, hubungan yang buruk, tanggungjawab
pekerjaan, mengasuh anak dan lansia, penyalahgunaan, kemiskinan
mungkin memicu gangguan depresi pada beberapa orang.
e. Penyakit medis, menghadapi penyakit yang serius, seperti stroke, serangan
jantung, atau kanker bisa memicu keadaan depresi.
3. TANDA GEJALA DEPRESI
Gejala dan juga pengaruh depresi berbeda-beda pada berbagai orang. Berikut
ini adalah beberapa gejala psikologi yang muncul akibat depresi:

Kehilangan selera untuk menikmati hobi.

Merasa bersedih secara berkepanjangan.

Mudah merasa cemas.

Merasa hidup tidak ada harapan.

Mudah menangis.

Merasa sangat bersalah.

Tidak percaya diri.

Menjadi sangat sensitif atau mudah marah terhadap orang di sekitar.

Tidak ada motivasi untuk melakukan apa pun.

Gejala fisik akibat depresi:

Badan selalu merasa lelah.

Gangguan pada pola tidur.

Merasakan berbagai rasa sakit.

Tidak berselera untuk melakukan hubungan seksual.


Tanpa penanganan dan pengobatan yang tepat, depresi bisa mengganggu

hubungan dengan orang di sekitar Anda. Untuk depresi yang berat atau parah,
depresi bisa berakibat pada hilangnya hasrat untuk hidup dan keinginan untuk
bunuh diri.
Ketika merasakan beberapa gejala depresi yang bertahan lebih dari
beberapa hari, segera menemui dokter agar proses pemulihan bisa dimulai dan
dilakukan sepenuhnya.

4. AKIBAT DEPRESI
1. Perhatian tersedot kepada peristiwa baru,
2. Mengurangi perhatian kepada subjek lain,

3. Gangguan kualitas kinerja sampai mengalami kondisi tidak bisa istirahat,


gelisah,
4. Dan tidak dapat tidur pada malam hari.
5.

berkaitan dengan faktor usia, manifestasinya mirip dengan gejala


gangguan episode depresi berat dengan perkecualian tidak ditemukan
gejala waham dan hallusinasi.

6. Gangguan kepribadian sering kali terdapat sebagai latar belakang


gangguan ini, biasanya gangguan kepribadian siklotimik (mudah sekali
merasa sangat sedih mendalam, tapi secara berperiodik bangkit kembali
menjadi perasaan yang amat eforia, oleh faktor yang kecil saja).
7. Terjadi hambatan dalam hubungan sosial dan fungsi pekerjaan dalam tahap
ringan atau sedang, sesuai dengan kronisitas gangguannya bukan sebab
beratnya gejala episode depresinya.
8. Pada anak dan remaja terjadi gangguan interaksi personal dan sosial
dengan teman sebaya dan orang dewasa.
9. Manifestasi gejala depresi dapat menetap atau muncul-hilang yang
diselingi suasana alam perasaan normal untuk individu yang hanya
berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu saja. Lama episode
kambuh tidak lebih dari satu bulan.
Dalam jangka lama akan berdampak pada kemajuan, prestasi akademik,
relasi sosial dan pekerjaan, terutama jika tidak dikelola dengan baik dan
kontinue.

5. KLASIFIKASI DEPRESI
Kriteria diagnostik untuk tingkat gangguan depresi mayor menurut DSM IV dibagi dua yaitu gangguan depresi mayor dengan psikotik dan nonpsikotik

serta gangguan mayor dalam remisi parsial dan gangguan parsial dalam revisi
penuh.
Gangguan depresi mayor meliputi gangguan depresi ringan, sedang dan
berat tanpa ciri psikotik yang dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Ringan, jika ada beberapa gejala yang melebihi dari yang diperlukan
untuk membuat diagnosis dan gejala hanya menyebabkan gangguan
ringan dalam fungsi pekerjaan atau dalam aktivitas yang biasa
dilakukan.
2. Sedang, gangguan fungsional berada diantara ringan dan berat
3. Berat, tanpa ciri psikotik, beberapa gejala melabihi dari yang
diperlukan untuk membuat diagnosis dan gejala dengan jelas
mengganggu fungsi pekerjaan atau aktivitas sosial yang biasa
dilakukan.
6. PENCEGAHAN DEPRESI
1. Rutin mengikuti ceramah kerohanian/ ceramah agama.
2. Berfikir dan bertindak positif atas segala sesuatu.
3. Jangan mengurung/menutup diri.
4. Olah raga secara rutin.
5. Sering melakukan aktifitas outdoor dan terkena sinar matahari.
6. Tidur cukup (+- 6 jam) dan teratur.
7. Bersosialita (Berinteraksi dengan orang lain).
8. Makan dan minum yang cukup serta bermanfaat bagi tubuh.
8. PENANGANAN DEPRESI
1. Melakukan tes psikologi di Psikolog terdekat
2. Melakukan pendekatan terhadap agama. Bisa konsultasi ke Ustadz,
pendeta, atau sebagainya.

3. Mengubah pemikiran dari negative ke arah positive.


4. Minta dukungan dari orang-orang terdekat.
5. Banyak berkomunikasi dengan orang terdekat seperti teman, keluarga,
kerabat, dll.

DAFTAR PUSTAKA
Lumongga Namora. (2009). Depresi Tinjauan Psikologis, Jakarta: Kencana Pranada.

Keliat, B. A. 1998. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta : EGC


Kaplan, H.I. dkk. 1997. Sinopsis Psikiatri. Jakarta : bina rupa aksara
Marasmis,W.R. 1900. Ilmu Kedokteran Jiwa. Surabaya : Aerlangga University
Press