Anda di halaman 1dari 47

BAB.

II
PEMELAJARAN
A. Rencana Belajar Peserta Diklat
Kompetensi

: Menyelesaikan busana dengan jahitan tangan

Sub Kompetensi

: 1. Menyiapkan tempat kerja dan alat


2. Menyelesaikan busana dengan alat jahit tangan
3. Memelihara dan menyimpan alat jahit tangan

Alokasi waktu : 80 jam

No
.
1.

2.

Jenis Kegiatan

Tangga
l

Wakt
u

Teknik
penyelesaian
kelim
Teknik
penyelesaian
lubang kancing

18
jam

Teknik
pemasangan
kancing hias
Teknik
pemasangan
kancing tindih
Teknik
pemasangan
kancing kait
Teknik
pemasangan
bantal bahu

18
jam

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

Tempa
t
Belajar

Alasan
Perubaha
n

Tanda
Tangan
Fasilitat
or

18
jam

10
jam
6 jam
10
jam

10

B. Kegiatan Belajar
Kegiatan belajar 1: Teknik penyelesaian busana
a. Tujuan kegiatan pembelajaran
Pada akhir kegiatan pembelajaran teknik penyelesaian busana,
peserta diklat mampu:
1) menjelaskan sikap kerja yang positif dalam menjahit
dengan tangan
2) menerapkan sikap kerja yang positif
3) menjelaskan teknik penyelesaian kelim
4) menyelesaikan kelim dengan teknik yang benar dan rapi
5) menjelaskan teknik pembuatan lubang kancing
6) membuat lubang kancing dengan teknik yang benar dan
rapi
b. Uraian materi
1) Sikap kerja menjahit yang positif
Dalam mengerjakan penyelesaian busana dengan alat
jahit tangan, pada waktu bekerja harus memperhatikan
sikap kerja yang positif.
Cara duduk dengan benar tidak hanya membantu
untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik, tetapi juga
membuat pekerjaan lebih mudah dan mencegah kita dari
rasa lelah yang muncul secara cepat.

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

11

Gambar 1.1 Sikap duduk yang benar dan salah

Sikap duduk yang baik adalah posisi duduk nyaman,


tidak kaku, posisi tegak dan punggung tetap lurus.
Tempatkan kedua kaki di atas lantai, siku disamping
badan, dan peganglah jahitan di atas meja, sehingga akan
membawa pekerjaan pada jarak yang tepat dari mata.
Posisikan tangan untuk dapat bekerja dengan nyaman di
atas meja.
Apabila melakukan pekerjaan penyelesaian busana
pada kain yang lebar, letakkan dan bentangkan kain diatas
meja kerja seperti pada gambar dibawah ini!

Bentangkan kain di atas meja

atau letakkan kain menggantung ke bawah

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

12

Gambar 1.2 Bekerja dengan potongan kain yang lebar

Pencahayaan

harus

cukup

terang

saat

kita

menyelesaikan jahitan. Jika mungkin cahaya datang dari


arah kiri badan. Pencahayaan yang kurang terang, akan
membuat mata cepat lelah. Ketika mata lelah, istirahatlah
sejenak,

karena

mata

kita

jauh

lebih

penting

dari

keadaan

bersih

saat

pekerjaan.
Tangan

kita

harus

dalam

memegang pekerjaan. Jari-jari tangan yang kotor akan


mengotori pekerjaan. Oleh karena itu cuci tangan sebelum
menjahit. Jika tangan menjadi basah pada waktu bekerja,
cuci tangan atau taburi dengan sedikit talk.
2) Teknik penyelesaian kelim
Kelim adalah penyelesaian tepi dari bagian-bagian
busana. Kelim dilipat mengarah ke bagian buruk kain dan
tepinya dapat diselesaikan dengan menggunakan mesin
atau

jahitan

tangan.

Lebar

kelim

bermacam-macam

tergantung pada penempatannya, misalnya:


-

kelim rok

: lebar kelim antara 35 cm

kelim blus

: lebar kelim antara 24 cm

kelim lengan : lebar kelim antara 34 cm

Penyelesaian kelim dikerjakan setelah busana selesai


dijahit. Kelim sebaiknya dijelujur dan disetrika lebih dahulu
sebelum diselesaikan dengan tusuk som atau tusuk flanel.
a) Teknik penyelesaian kelim dengan tusuk flanel
Kelim diselesaikan dengan tusuk flanel terutama pada
bahan tipis setengah tebal dan tebal yang pinggiran
kain/tepi kelim diobras.

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

13

Langkah kerja:
1. Kelim dilipat sesuai lebar yang ditentukan, semat
dengan jarum pentul pada beberapa tempat.
2. Jelujur sekeliling kelim kemudian dipres dengan
setrika .
3. Selesaikan

kelim

dengan

tusuk

flanel.

Cara

mengerjakan dari kiri ke kanan dengan hanya


mengambil

12

helai

serat

kain

bersilang

membentuk sudut yang sama jaraknya.


4. Benang dimatikan pada akhir tusuk flanel dan
benang jelujur dibersihkan.

Gambar 1.3 Teknik penyelesaian kelim dengan tusuk flanel

b) Teknik penyelesaian kelim dengan tusuk kelim


Teknik ini dapat diterapkan pada bahan yang tipis
sampai tebal baik pada tepi kelim yang diobras
ataupun tidak.
Langkah kerja:
1. Tepi kelim dilipat selebar 0,5 cm
2. Lipat lagi selebar kelim yang ditentukan, semat
jarum pentul kemudian dijelujur dan dipres dengan
setrika.

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

14

3. Kelim diselesaikan dengan tusuk kelim, buat tusukan


awal sebagai penguat pada lipatan dalam kelim,
lanjutkan dengan tusuk kelim sengan mengambil 1
2 helai serat kain dengan jarak yang teratur. Tusuk
kelim dikerjakan dari kanan ke kiri.
4. Benang dimatikan pada akhir tusuk kelim dan
benang jelujur dibersihkan.

Gambar 1. 4 Teknik penyelesaian dengan tusuk kelim

c) Teknik penyelesaian kelim pada bahan tembus


terang
Langkah kerja:
1. Lipat lipatan dalam kelim, lebarnya sama dengan
lebar kelim.
2. Lipat sekali lagi tepat pada batas lebar kelim, semat
jarum pentul dan dijelujur kemudian dipres dengan
setrika.
3. Selesaikan dengan tusuk som matikan benang
untuk penguat pada akhir tusuk.
4. Bersihkan benang jelujur.

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

15

Gambar 1. 5 Teknik penyelesaian kelim pada bahan tembus terang

3) Teknik pembuatan lubang kancing


Kancing
menutup

dan

belahan

lubang
yang

kancing

terdiri

atas

digunakan
dua

lapis

untuk
yang

bertumpukan. Pada lapis bawah dipasang kancing dan


pada lapis atas dibuat lubang kancing.
Untuk busana wanita lapis kanan menutup lapis kiri,
sedangkan untuk pria lapis kiri diatas lapis kanan. Lubang
kancing dapat diselesaikan dengan tangan ataupun mesin.
Langkah kerja membuat lubang kancing dengan tangan:
1. Mengukur besar kancing yang akan dipasang
2. Menentukan tempat letak lubang kancing, diukur dari
tengah muka (TM) keluar 23 mm, untuk lubang kancing
melintang. Lubang kancing membujur garis tengah
lubang tepat pada garis tengah muka(TM)

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

16

Gambar 1.6 Menentukan letak lubang kancing

3. Membuat

rentangan

benang

atau

jelujuran

pada

sekeliling lubang kancing dengan jarak 6 mm dari garis


tengah lubang

Gambar 1.7 Membuat rentangan benang

4. Memotong/menggunting lubang tepat pada garis tengah


lubang, menggunakan gunting atau pembuka jahitan
kemudian selesaikan dengan tusuk balut

Gambar 1.8 Membuat tusuk balut

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

17

5. Menyelesaikan dengan tusuk lubang kancing pada


sekeliling lubang dan diberi trens pada ujung lubang
kancing sebagai penguat. Lubang kancing membujur
trens pada dua ujung, sedangkan pada lubang kancing
melintang trens pada satu ujung.

Gambar 1.9 Menyelesaikan dengan tusuk lubang kancing

Letak

lubang

kancing

ada

yang

melintang

dan

membujur tergantung pada jenis belahan. Belahan


yang

pelapisnya

kancingnya

mengarah

melintang.

kedalam,

Sedangkan

belahan

lubang
yang

pelapisnya mengarah keluar, (misal; kemeja) atau pada


belahan terbatas (misal; belahan dua lajur pada kaos),
lubang kancingnya membujur.
c. Rangkuman
Sikap kerja menjahit yang positif akan berpengaruh terhadap
kesehatan tubuh dan hasil pekerjaan kita. Bekerja dengan
sikap kerja yang baik, membuat pekerjaan menjadi lebih
mudah untuk diselesaikan dan membuat kita tidak cepat lelah.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dibiasakan dalam bekerja
adalah:

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

18

1) Duduk dengan sikap yang benar


2) Meletakkan dan menyelesaikan pekerjaan di atas meja
3) Bekerja dengan penerangan yang cukup memadai
4) Membersihkan

tangan

sebelum

memegang

pekerjaan

jahitan.
Kelim adalah penyelesaian tepi dari bagian busana yang dilipat
mengarah ke bagian buruk kain. Kelim dapat diselesaikan
dengan tusuk kelim atau tusuk flanel, dengan mengambil satudua helai serat benang pada kain. Dari bagian baik kain, hanya
terlihat titik-titik dengan jarak yang teratur.
Lubang kancing

dibuat sebelum pemasangan kancing. Pada

pakaian wanita belahan/lapis kanan menutup lapis kiri. Tusuk


yang digunakan untuk menyelesaikan lubang kancing adalah
tusuk festoon berkepala (tusuk lubang kancing). Lubang
kancing membujur, ditrens pada kedua ujungnya, sedangkan
lubang kancing melintang ditrens pada salah satu ujung
bagian dalam.
Pelajari kegiatan belajar ini dengan baik.
Banyaklah berlatih dalam mengerjakan
tugas untuk mendapatkan hasil yang
maksimal. Apabila mengalami kesulitan
d. Tugas
1)

Amatilah

tehnik

penyelesaian

kelim

pada

beberapa

potong pakaian wanita! Minimal 5 potong.


2)

Amatilah letak lubang kancing melintang dan membujur


pada pakaian wanita!

3)

Buatlah pada kain uji coba teknik penyelesaian kelim


dengan tusuk kelim pada bahan tebal, setengah tebal dan
tipis!

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

19

4)

Buatlah pada kain uji coba teknik penyelesaian kelim


dengan tusuk flanel pada bahan tebal, setengah tebal dan
tipis!

5)

Buatlah pada kain uji coba teknik penyelesaian kelim pada


bahan tembus terang!

6)

Buatlah masing-masing 5 buah lubang kancing melintang


dan membujur pada kain uji coba!

e. Tes formatif
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan singkat
dan jelas!
1)

Jelaskan mengapa kita harus bekerja dengan sikap kerja


yang positif!

2)

Sebutkan empat sikap kerja yang harus diperhatikan dan


dibiasakan dalam bekerja!

3)

Apakah yang dimaksud dengan kelim?

4)

Jelaskan dua teknik penyelesaian kelim!

5)

Tuliskan langkah-langkah membuat lubang kancing!

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

20

f.

Kunci jawaban
1)

Bekerja

dengan

pekerjaan

sikap

menjadi

kerja

lebih

yang

mudah

positif

membuat

diselesaikan

dan

membuat kita tidak cepat merasa lelah, sehingga hal


tersebut akan berpengaruh pula terhadap kesehatan
tubuh dan hasil pekerjaan.
2)

a)

duduk dengan sikap yang benar

b)

meletakkan dan menyelesaikan pekerjaan di atas

meja
c)

bekerja dengan penerangan yang memadai

d)

membersihkan tangan sebelum memegang pekerjaan

jahitan
3)

penyelesaian

tepi

dari

bagian

busana

yang

dilipat

mengarah kebagian buruk kain.


4)

a) kelim diselesaikan dengan tusuk kelim, dikerjakan dari


kiri
ke kanan, dengan mengambil 12 helai serat benang
pada
kain dengan jarak yang teratur.
b) kelim diselesaikan dengan tusuk flanel, terutama pada

tepi

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

21

bahan yang diobras. Dikerjakan dari kanan ke kiri


dengan mengambil 12 helai serat benang pada kain
dengan jarak yang teratur
5)

Langkah kerja membuat lubang kancing:


-

mengukur besar kancing yang akan dipasang

menentukan tempat lubang kancing

membuat rentangan benang atau menjelujur pada


sekeliling lubang kancing dengan jarak 6 mm dari
garis tengah

memotong lubang, diselesaikan dengan tusuk balut


pada sekeliling lubang

menyelesaikan sekeliling lubang kancing dengan tusuk


festoon

berkepala

(tusuk

lubang

kancing)

dan

diberikan trens penguat pada ujungnya.

g. Lembar kerja
1) Alat
-

jarum tangan ukuran kecil atau jarum payet

jarum pentul

gunting benang

pendedel

pita ukur

kapur/pensil jahit

2) Bahan
-

perca kain tebal, setengah tebal, tipis, ukuran 20x30


cm masing-masing 2 lembar untuk penyelesaian kelim
dengan tusuk kelim dan tusuk flanel.

perca kain tembus terang ukuran 20x30 cm (1 lembar)


untuk penyelesaian kelim.

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

22

Perca

kain

ukuran

30x30

cm

(2

lembar)

untuk

pembuatan lubang kancing melintang dan membujur.


-

benda kerja (busana)

benang jahit sewarna dengan bahan

3) Keselamatan dan kesehatan kerja


a) Bekerja dengan sikap kerja yang positif
b) Ikuti langkah kerja sesuai petunjuk
c) Gunakan jarum yang runcing dengan ukuran sesuai
tebal tipisnya kain
d) Gunakan bidal/topi jari
e) Bekerja dengan hati-hati, cermat dan teliti

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

23

4) Langkah kerja
a) Menyelesaikan kelim pada kain uji coba dengan tusuk
flannel.
1.1

Siapkan 3 lembar kain uji coba ukuran 20x30


cm(kain tipis, setengah tebal dan tebal)

1.2

Sekeliling tepi kain diobras.

1.3

Lipat kebagian buruk kain selebar 3-4 cm (lebar


kelim) pada bagian lebar kain.

1.4

Semat dengan jarum pentul, dijelujur kemudian


disetrika.

1.5

Selesaikan sesuai dengan langkah kerja pada


uraian materi taknik penyelesaian kelim dengan
tusuk flanel.

1.6

Kerjakan teknik penyelesaian tersebut pada 3 (tiga)


jenis kain yang sudah disiapkan.

b)

Menyelesaikan kelim pada kain uji coba dengan tusuk


som
1.1

Siapkan 3 lembar kain uji coba (tipis, setengah


tebal dan tebal) ukuran 20x30 cm.

1.2

Pada arah lebar kain, lipat kebagian buruk selebar


0,5-1 cm, kemudian lipat kembali selebar kelim
yang ditentukan (3-4 cm), semat jarum pentul,
dijelujur kemudian disetrika.

1.3

Selesaikan dengan tusuk som sesuai dengan


langkah

kerja

pada

uraian

materi

teknik

penyelesaian kelim dengan tusuk som.


1.4

Kerjakan teknik penyelesaian tersebut pada 3


lembar jenis kain yang sudah disiapkan.

c) Menyelesaikan kelim pada kain tembus terang


1.1

Siapkan kain tembus terang ukuran 20x30 cm.

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

24

1.2

Pada arah lebar kain, lipat kebagian buruk kain


selebar 3 cm (lebar kelim) kemudian dilipat sekali
lagi.
(lihat gambar pada uraian materi)

d)

1.3

semat dengan jarum pentul, dijelujur dan disetrika.

1.4

Selesaikan kelim dengan tusuk som.

Membuat lubang kancing melintang dan membujur


pada kain uji coba.
1.1

Siapkan perca kain (setengah tebal) ukuran 30x30


cm masing-masing 1 lembar untuk lubang kancing
melintang dan membujur.

1.2

Lipat menjadi dua, pada arah lebar kain.

1.3

Ukurkan 2 cm dari tepi lipatan kain, buat jelujuran


sebagai tanda batas tengah muka.

1.4

Ukur besar kancing dan buat tanda letak kancing


pada garis tengah muka.
(lihat cara menentukan letak kancing)

1.5

Selesaikan lubang kancing sesuai langkah kerja


pada uraian materi teknik pembuatan kancing.

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

25

Kegiatan belajar 2: Teknik pemasangan pelengkap busana


a. Tujuan kegiatan pembelajaran
Setelah mempelajari kegiatan belajar, diharapkan

peserta

diklat mampu:
1) menjelaskan teknik pemasangan kancing kait
2) menjelaskan teknik pemasangan kancing hias
3) menjelaskan teknik pemasangan bantal bahu
4) melakukan

pekerjaan

pemasangan

pelengkap

busana

dengan teknik yang tepat


b. Uraian materi
Pekerjaan

memasang

pelengkap busana

perlu

mengenal

tehnik-tehnik khusus agar hasil pekerjaan dapat terselesaikan


dengan cepat dan rapi.
1) Teknik pemasangan kancing kait kecil
Kancing kait terdiri atas dua bagian yaitu kaitan dan
matanya. Memasang kancing kait diselesaikan dengan
tusuk balut atau tusuk feston berkepala (tusuk lubang
kancing), menggunakan satu helai benang atau 2 helai
benang yang dirangkap. Untuk kancing kait kecil, mata
kaitannya dapat diganti dengan lubang yang dibuat dari
rentangan benang yang dililit dengan tusuk feston (trens).
Langkah kerja:
a.

Kaitan
dipasangkan pada ujung belahan.

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

26

b.

Selesaik
an dengan tusuk feston berkepala (tusuk lubang
kancing) pada sekeliling lubang kaitan.

c.

Berikan
tusuk balut sebagai penguat pada bagian tengah
kaitan, matikan benang untuk penguat.

d.

Pasangk
an mata kaitan dengan tusuk feston berkepala. Mata
kaitan dapat diganti dengan rentangan benang yang
dililit tusuk feston (trens). Kaitan dan matanya tidak
boleh tampak dari luar.

Gambar 2.1 Teknik pemasangan kancing kait kecil

2) Teknik pemasangan kancing kait besar

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

27

Kancing kait besar dipasangkan pada ban pinggang rok


ataupun celana. Kaitan dipasangkan pada bagian atas dan
mata kaitan dibagian bawah ban pinggang.
Langkah kerja:
a) Kaitan dipasangkan pada bagian atas ban pinggang.
b) Lubang pada kaitan diselesaikan dengan tusuk feston
berkepala.
c) Pasangkan mata kaitan pada bagian bawah, selesaikan
dengan tusuk feston berkepala mengelilingi lubang.

Gambar 2. 2 Teknik pemasangan kancing kait besar

3) Teknik pemasangan kancing tindih (kancing jepret)


Langkah kerja:
a) Buat tusukan mula pada tanda letak kancing.
b) Pasangkan kancing yang timbul dengan tusuk balut
atau tusuk feston berkepala, setiap lubang dibuat 3-5
tusukan. Usahakan hasil tusukan tidak tembus ke
bagian baik kain.
c) Tekankan bagian kancing yang timbul pada tempat
kancing pipih akan dipasangkan.
d) Pasangkan kancing pipih seperti pada pemasangan
kancing yang timbul.

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

28

Gambar 2.3 Teknik pemasangan dan membungkus kancing tindih

Untuk jenis busana yang berkualitas tinggi, kancing jepret


dibungkus dengan bahan yang tipis dan sewarna dengan
bahan

busananya.

Cara

pemasangan

sama

seperti

memasang kancing tindih yang tidak dibungkus.


4) Pemasangan kancing lubang dua dan empat
Langkah kerja:
a) Menentukan letak kancing.
b) Membuat satu dua tusukan kecil pada tanda letak
kancing sebagai penguat (tusukan awal)
c) Memasang kancing dengan meletakkan jarum pentul
atau beri jarak dari kain, maksudnya untuk memberi
kelonggaran sebagai pengganti kaki kancing, lekatkan
dengan 4-5 tusukan.
d) Lepaskan jarum pentul, rentangan benang di bagian
bawah kancing, dililit dengan 3-4 kali lilitan benang.
e) Pada

bagian

buruk

bahan,

rentangan

benangnya

diselesaikan dengan tusuk feston sebagai penguat.

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

29

Gambar 2.4 Teknik pemasangan kancing lubang dua dan empat

5) Pemasangan kancing hias bertangkai


Langkah kerja:
a) membuat tusukan awal pada tanda tempat kancing

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

30

b) kancing

dipasang

dengan

membuat

4-5

tusukan

menembus ke bagian bawah (buruk) kain, rentangan


benang maksimal 3 mm
c) Pada bagian buruk kain, selesaikan rentangan benang
dengan tusuk feston sebagai penguat.
Untuk pemasangan kancing hias tidak bertangkai, kancing
bungkus,

teknik

pemasangannya

sama

seperti

pemasangan kancing lubang dua dan lubang empat, yaitu


dengan diberikan kelonggaran sebagai pengganti kaki
kancing.

Gambar 2. 5 Teknik pemasangan kancing hias bertangkai

6) Pemasangan kancing cina


Langkah kerja:
a) Tentukan letak kancing.
b) Pasangkan kancing tepat pada letak kancing.
c) Semat kedua kancing dengan jarum pentul agar tidak
bergeser letaknya.
d) Lepaskan buhul dari kaitannya, lekatkan/jahit kancing
pada kain menggunakan tusuk balut dengan rapi pada
beberapa tempat, atau tusuk jelujur yang rapat.

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

31

Gambar 2.6 Teknik pemasangan kancing cina

7) Pemasangan bantalan bahu/padding


Bantalan bahu berguna untuk menutupi bentuk bahu yang
kurang sempurna sehingga terlihat lebih sempurna.
Bantalan bahu untuk blus, gaun berlengan yang tidak
difuring perlu dibungkus. Bahan furing yang sesuai dengan
bahan, sangat tepat untuk membungkus bantalan bahu. Tepi
bantalan bahu, dapat diselesaikan dengan diobras.
Langkah kerja:
a) Pasangkan bantalan bahu pada bagian buruk pakaian.
Tempatkan bagian tengah bantalan, tepat di atas jahitan
garis bahu. Sebagian besar berada di bagian badan,
sedangkan sisi yang lurus dimajukan kira-kira 1 cm dari
jahitan lingkar lengan.

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

32

Gambar 2.7Letak bantal bahu

b) Balik ke bagian baik pakaian, semat dengan jarum


pentul pada kedua ujung bantalan bahu. Perhatikan
letaknya, apakah sudah benar-benar pas atau belum.
Jika belum pas, perbaiki kembali letaknya dengan
menggeser letak bantalannya.

Gambar 2.8 Mengecek letak bantal bahu

c) Jika sudah pas balik kembali kebagian buruk jahit dengan


tangan, disekitar lingkar lengan dan kampuh bahu,
dengan tusuk balut atau ditrens pada beberapa tempat.

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

33

Gambar 2.9 Penyelesaian dengan tusuk balut

d) Jika bantalan bahu, akan dipasangkan menggunakan


kancing tindih, beri tanda pada letak kancing pada garis
bahu. Pasangkan kancing tindih yang timbul pada bagian
bantalan bahu dan kancing yang pipih pada kampuh
bahunya. Selain kancing tindih dapat pula dipasangkan
pita perekat. Bagian pita yang kasar dipasangkan pada
bantal bahu, yang halus dipasangkan pada kampuh
bahu.

Gambar 2.10 Penyelesaian dengan kancing tindih

c. Rangkuman
Teknik-teknik

khusus

perlu

pemasangan-pemasangan

dipahami
pelengkap

agar
busana

pekerjaan
dapat

terselesaikan dengan cepat dan rapi.

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

34

Buatlah tusukan awal pada kain dan selalu matikan benang


pada

saat

mengakhiri

jahitan,

agar

bahan

pelengkap

terpasang dengan kuat.


Pada pemasangan kancing kait dan kancing tindih gunakan
tusuk feston berkepala (tusuk lubang kancing) agar hasilnya
rapi.
Dalam pemasangan kancing lubang dua, lubang empat dan
kancing hias tidak bertangkai, perlu diberi keonggaran benang,
kemudian dililit dengan kuat, sebagai pengganti kaki kancing.
Selesaikan rentangan benang yang ada pada bagian buruk
kain, dengan tusuk feston.
Memasang

padding

menggunakan

tusuk

dapat

dilakukan

dengan

dijahit,

balut,

atau

dipasangkan

dengan

menggunakan kancing tindih atau pita perekat.

Pelajari kegiatan belajar ini dengan baik.


Banyaklah berlatih dalam mengerjakan
tugas untuk mendapatkan hasil yang
maksimal. Apabila mengalami kesulitan

d. Tugas
1)

Membuat uji coba pada kain ukuran 30x30 cm, teknik


pemasangan:

2)

kancing kait besar dan kecil

kancing tindih

kancing lubang dua dan lubang empat

kancing hias bertangkai dan tidak bertangkai

kancing cina

Memasang bantal bahu pada blus berlengan dengan


menggunakan dua cara yaitu:
-

dipasang permanen

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

35

dipasang menggunakan kancing tindih

dipasang menggunakan pita perekat

e. Tes formatif
Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan singkat
dan jelas!
1)

Jelaskan cara memasang kancing kait!

2)

Bagaimanakah pemasangan kancing tindih untuk busana


yang berkualitas tinggi!

3)

Jelaskan cara memasang kancing lubang dua!

4)

Jelaskan cara memasang kancing cina!

5)

Jelaskan cara memasang padding secara permanen!

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

36

f. Kunci jawaban
1)

Cara memasang kancing kait, diselesaikan dengan tusuk


feston berkepala menggunakan satu atau dua helai
benang yang dirangkap.

2)

Kancing tindih dibungkus dulu menggunakan kain tipis


yang

sewarna

dengan

kain

utamanya,

kemudian

dipasangkan pada pakaian menggunakan tusuk feston


berkepala.
3)

Cara memasang kancing lubang dua:


-

menentukan letak kancing

membuat tusukan mula pada tanda letak kancing

memasang

kancing

dengan

diberi

kelonggaran

benang, buat 4-5 kali tusukan, rentangan benang dililit


34 kali lilitan
4)

bagian buruk diselesaikan dengan tusuk feston.

Cara memasang kancing cina


-

kancing cina dilekatkan menggunakan tusuk balut


dengan rapi, pada beberapa tempat.

5)

Cara memasang padding

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

37

pasangkan padding pada bahu 1 cm keluar dari garis


kerung lengan, semat dengan jarum pentul dari bagian
luar

Balik

kebagian

dalam,

jahit

dengan

tangan

(menggunakan tusuk balut), di sekitar lengan dan


kampuh bahu.

g. Lembar kerja
1)

2)

3)

Alat
-

jarum tangan

jarum pentul

gunting benang

pendedel

pita ukur

Bahan
-

perca kain ukuran 30 x 30 cm 2 lembar

kancing kait besar dan kecil

kancing tindih

kancing hias bertangkai dan tidak bertangkai

kancing cina

padding yang dibungkus

blus berlengan

Keselamatan kerja
-

bekerja dengan sikap kerja yang positif

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

38

ikuti langkah kerja sesuai petunjuk


gunakan ukuran jarum yang sesuai dengan tebal

tipisnya kain.

4)

gunakan bidal/topi jari

bekerja dengan hati-hati, cermat dan teliti

Langkah kerja
a. Memasang macam-macam kancing
1.1

Siapkan 1 (satu) kain ukuran 30x30 cm lipat


menjadi dua, jelujur sekeliling tepi kain.

1.2

Siapkan macam-macam kancing:


- Kancing tindih
- Kancing kait kecil

= 3 pasang
=

pasang
- Kancing lubang dua

= 2 pasang

- Kancing lubang empat

= 6 biji

- Kancing hias bertangkai

= 6 biji

- Kancing hias tidak bertangkai

= 6 biji

- Kancing cina
1.3

= 2 pasang

Pasangkan jenis-jenis kancing tersebut pada kain


uji coba secara rapi, sesuai langkah-langkah
kerja pada uraian materi teknik pemasangan
kancing.

b.

Memasang padding pada blus berlengan.


1.1

Siapkan 2 (dua) helai blus berlengan dan 2 (dua)


pasang padding yang sudah dibungkus sesuai
warna blus.

1.2

Pasangkan bantal bahu pada blus. Dari bagian


buruk, semat jarum pentul dan cek letak bantal
bahu apakah sudah pas atau belum (lihat

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

39

langkah kerja pada uraian materi pemasangan


bantal bahu)
1.3

Pemasangan bantal bahu diselesaikan dengan


tusuk balut dan kancing tindih.

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

40

BAB. III
EVALUASI
A. Soal Evaluasi
I.

Pilihan Ganda
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat pada pertanyaanpertanyaan di bawah ini!
1. Alat-alat yang digunakan untuk menyelesaikan kelim,
kecuali.
a) kapur jahit
b) gunting kain
c) gunting benang
d) jarum tangan
e) jarum pentul
2. Sikap kerja menyelesaikan busana dengan jahitan tangan,
kecuali.
a) duduk dengan tegak
b) pekerjaan diletakkan di atas pangkuan
c) bekerja dengan penerangan di atas meja kerja
d) meletakkan pekerjaan di atas meja
e) menjaga jarak mata dengan pekerjaan
3. Tusuk untuk menyelesaikan kelim pada kain tembus terang
yaitu tusuk.
a) flanel
b) feston
c) kelim
d) balut
e) tikam jejak

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

41

4. Lipatan dalam pada kelim tembus terang adalah.


a) 0,5 cm
b) 1 cm
c) 2 x lebar kelim
d) 1 x lebar kelim
e) 1 lebar kelim
5. Jarak antara tusuk dalam penyelesaian kelim adalah.
a) 0,51 cm
b) 1 cm1,5 cm
c) 13 mm0,6 mm
d) 1,5 cm2 cm
e) 2 cm2,5 cm
6. Letak lubang kancing melintang ialah keluar..dari garis
tengah muka.
a) 1 mm
b) 23 mm
c) 4 mm
d) 1 cm
e) 1,7 cm
7. Tusuk yang digunakan untuk menyelesaikan lubang kancing
adalah tusuk.
a) balut
b) feston
c) flanel
d) feston berkepala
e) lilit

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

42

8. Pelengkap yang dipasangkan pada ban pinggang rok, celana


adalah.
a) kancing tindih
b) kancing hias
c) kancing kait besar
d) kancing kait kecil
e) kancing bungkus
9. Fungsi rentangan benang pada pemasangan kancing lubang
2, 4 adalah.
a) untuk kelonggaran
b) sebagai pengganti kaki kancing
c) agar kain tidak berkerut
d) agar kancing terpasang lebih kuat
e) hasilnya lebih rapi
10. Pemasangan bantal bahu adalah.
a) tepat pada garis kerung lengan
b) masuk cm dari garis kerung lengan
c) keluar 1 cm dari garis kerung lengan
d) memperhatikan bentuk bahu
e) tepat pada tambahan kampuh lengan

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

43

II.

Isian
Isilah titik-titik berikut ini dengan jawaban yang tepat!
1. Lubang kancing melintang menggunakan trens pada ..
ujung.
2. Lubang kancing membujur menggunakan .. trens pada
ujungnya.
3. Menyelesaikan tusuk kelim mengambil helai serat
benang pada kain.
4. Tepi kelim diobras, diselesaikan dengan tusuk .
5. Pemasangan kancing cina diselesaikan dengan tusuk .
6. Rentangan benang pada bagian buruk kain pada
pemasangan kancing diselesaikan dengan tusuk .
7. Dipasangkan pada belahan terbatas pada TB blus ialah .
8. Garis lubang pada lubang kancing membujur terletak pada
.
9. Pita perekat digunakan pada pemasangan .
10.Kancing tindih dibungkus kain tipis sewarna bahan
dipasangkan pada .

III. Essay
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan singkat dan
jelas!
1. Mengapa kita harus bekerja dengan sikap kerja yang positif?
Jelaskan!
2. Sebutkan empat sikap kerja yang harus diperhatikan dan
dibiasakan dalam bekerja!
3. Jelaskan pengertian kelim!
4. Jelaskan cara menyelesaikan kelim dengan tusuk flanel!
5. Jelaskan cara menyelesaikan kelim pada kain tembus terang!
6. Tuliskan langkah-langkah membuat lubang kancing!
7. Jelaskan cara memasang kancing tindih!

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

44

8. Jelaskan cara memasang kancing hias tidak bertangkai!


9. Bagaimanakah pemasangan kancing tindih pada busana
berkualitas tinggi!
10. Jelaskan cara memasang bantalan bahu!
B.

Tes praktik
Lakukanlah pekerjaan menyelesaikan busana dengan jahitan tangan
dari sebuah blus yang telah anda siapkan!
Pekerjaan penyelesaian meliputi:
1. penyelesaian kelim dengan tusuk flanel
2. pembuatan lubang kancing melintang
3. pemasangan kancing hias bertangkai
4. pemasangan bantalan bahu menggunakan kancing tindih
Perhatikan kerapian hasil dan ketepatan waktu dalam melakukan
pekerjaan menyelesaikan busana dengan jahitan tangan.

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

45

C. Kunci jawaban
a. Tes tertulis
I.

Pilihan ganda
1. B
2. B
3. C
4. D
5. A
6. B
7. E
8. C
9. B
10. C

II. Isian
1. satu ujung
2. dua ujung
3. 1-2 helai serat kain
4. flanel
5. balut, jelujur kecil
6. feston atau balut
7. kancing kait kecil
8. tepat garis TM
9. bantal bahu
10. busana berkualitas tinggi
III. Jawaban singkat
1. Kita harus bekerja dengan sikap kerja yang positif karena
dengan sikap kerja yang positif membuat pekerjaan menjadi
lebih mudah diselesaikan, sehingga hasil kerja menjadi lebih
maksimal dan membuat kita tidak cepat merasa lelah.

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

46

2. Empat sikap kerja yang harus dibiasakan:


a) duduk dengan sikap yang benar
b) meletakkan dan menyelesaikan pekerjaan di atas meja
c) bekerja dengan penerangan yang memadai
d) membersihkan tangan sebelum memegang pekerjaan
jahitan
3. Pengertian kelim adalah penyelesaian tepi dari bagian busana
yang dilipat mengarah ke bagian buruk kain.
4. Cara menyelesaikan kelim dengan tusuk flanel
- tepi bahan dari kelim diobras
- lipat

kelim

selebar

kelim

yang

ditentukan,

kemudian

dijelujur dan dipres


- lekatkan kelim dengan tusuk flanel, secara teratur dengan
mengambil 1 atau 2 helai serat kain, pada jarak yang
teratur. Maksimal jarak antar tusuk kurang lebih 1 cm.
5. Cara menyelesaikan kelim pada bahan tembus terang:
- lipat lipatan dalam kelim lebarnya sama dengan lebar kelim
- lipat sekali lagi tepat pada batas lebar kelim, kemudian
selesaikan dengan tusuk kelim
6. Langkah-langkah membuat lubang kancing:
mengukur besar kancing
menentukan tempat lubang kancing
membuat

rentangan

benang/jelujuran

pada

sekeliling

lubang, dengan jarak 3 mm dari garis tengah lubang


memotong/menggunting

garis

lubang,

kemudian

diselesaikan dengan tusuk balut


menyelesaikan

dengan

tusuk

lubang

kancing

pada

sekeliling lubang dan diberi trens pada ujungnya sebagai


penguat.
7. Cara memasang kancing tindih:

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

47

membuat tusukan penguat pada tanda letak kancing


memasang kancing yang timbul lebih dahulu dengan tusuk
lubang kancing. Tiap lubang pada kancing diisi 35 tusukan.
Matikan benang pada bagian buruk kain
tekankan kancing timbul, untuk menentukan letak kancing
yang pipih
selesaikan pemasangan kancing pipih dengan tusuk yang
sama
8. Cara memasang kancing hias tidak bertangkai:
membuat tusukan mula pada tanda letak kancing
memasangkancing dengan 45 tusukan, dengan diberikan
jarak/rentangan benang, kemudian rentangan benang dililit 3
4 lilitan
benang dibagian buruk kain diselesaikan dengan tusuk
feston.
9. Cara memasang kancing tindih pada busana berkualitas tinggi:
- kancing tindih dibungkus dengan bahan tipis sewarna bahan
utama kemudian dipasangkan pada busana menggunakan
tusuk balut atau tusuk feston berkepala.
10. Cara memasang bantalan bahu
bantalan bahu dipasang pada bagian buruk pakaian tepat
pada garis bahu, sisi yang lurus dimajukan 1 cm dari batas
jahitan kerung lengan
semat jarum pentul dari bagian baik untuk melihat ketepatan
letaknya
jika sudah pas, dibalik ke bagian buruk, dan dijahit dengan
tangan (menggunakan tusuk balut) pada sekitar lengan dan
kampuh bahu.

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

48

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

49

D. Pedoman penilaian
Fokus penilaian terhadap kemampuan peserta diklat dalam
menyelesaikan kegiatan pembelajaran adalah aspek
pengetahuan, ketrampilan dan sikap.
Untuk aspek pengetahuan, penilaian dilakukan melalui tes
tertulis terhadap seluruh materi yang telah disajikan dalam modul
dengan pola soal pilihan ganda, isian dan essay (uraian)
Sedangkan untuk aspek ketrampilan dan sikap dinilai melalui
tes praktek yang dilakukan oleh peserta diklat.
Pada penilaian akhir, skor tertinggi yang dicapai adalah 100,
dengan ketentuan sebagai berikut:
a.

Tes tertulis terdiri dari 30 butir pertanyaan, 10 butir pilihan


ganda, 10 butir isian dan 10 butir essay. Skor tertinggi untuk
butir soal pilihan ganda 10, isian 10 dan essay 80. Skor akhir
tertinggi adalah 100.

b.

Untuk

test

praktek

yang

merupakan

gabungan

untuk

penilaian aspek ketrampilan dan sikap, dilakukan dengan


menggunakan ketentuan seperti tercantum pada lembar
penilaian tes praktek
c.

Nilai akhir/nilai kompetensi diperoleh dengan kriteria sebagai


berikut:
Komponen penilaian:
N1: nilai test tertulis
N2: nilai test praktek
NA: nilai akhir
2N1 + 3N2
NA

= --------------------5

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

50

Lembar Penilaian Tes praktik


Nama peserta
:
Nomor Induk
Program Keahlian :
Jenis Pekerjaan :

Format Penilaian
No.

Aspek Penilaian

1.
I.

II.

III.

IV.

Perencanaan
1. Persiapan alat dan bahan
2. Pemilihan bahan pelengkap
Sub total
Proses (sistematika dan cara
kerja)
1. Menyelesaikan kelim
2. Membuat lubang kancing
3. Memasang kancing
4. Memasang bantalan bahu
Sub total
Kualitas hasil kerja
1. Kerapian kelim
2. Ketepatan dan kerapian
lubang
kancing
3. Ketepatan dan kerapian
pemasangan kancing
4. Ketepatan pemasangan
bantalan bahu
5. Ketepatan waktu penyelesaian
Sub total
Etos kerja
1. Ketelitian
2. Kemandirian

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

Skor
Skor
Mak Peroleha
s
n
3

Keteranga
n
5

5
5
10
10
10
10
10
40
8
8
8
8
8
40
2
2

51

3. Ketekunan
4. Sikap kerja
Sub total
Total

2
4
10
100

Kriteria penilaian
No
.

I.

II.

Aspek Penilaian
Perencanaan
1. Persiapan alat dan bahan

Kriteria Penilaian

Alat dan bahan disiapkan


sesuai kebutuhan
Alat dan bahan tidak
disiapkan sesuai
2.
Pemilihan
bahan
kebutuhan
pelengkap
Bahan pelengkap dipilih
dengan tepat
Bahan pelengkap tidak
dipilih dengan tepat
Proses (sistematika dan cara
kerja)
1. Menyelesaikan kelim
Kelim diselesaikan
dengan teknik yang
tepat
Kelim tidak diselesaikan
2. Membuat lubang kancing
dengan teknik yang
tepat
Lubang kancing dibuat
sesuai prosedur yang
3. Memasang kancing
benar
Lubang kancing dibuat
tidak sesuai prosedur
yang benar
4. Memasang bantalan bahu
Kancing dipasang sesuai
teknik yang benar
Kancing dipasang tidak
sesuai teknik yang benar
Bantalan tahu dipasang
sesuai tehnik yang benar
Bantalan bahu dipasang
tidak sesuai teknik yang
benar

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

Skor

5
1
5
1

10
5
10
5
10
5
10
5

52

III.

Kualitas hasil kerja


1. Kerapian kelim

2. Ketepatan dan kerapian


lubang kancing

3. Ketepatan dan kerapian


pemasangan kancing

4. Ketepatan pemasangan
bantalan bahu
5. Penggunaan waktu kerja

IV.

Etos kerja
1. Ketelitian

2. Kemandirian

3. Ketekunan

4. Sikap kerja

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

Kelim diselesaikan
dengan rapi
Kelim diselesaikan tidak
dengan rapi
Lubang kancing dibuat
sesuai ukuran dan
diselesaikan dengan rapi
Lubang kancing dibuat
tidak sesuai ukuran dan
tidak diselesaikan
dengan rapi
Kancing dipasang
dengan teknik yang
benar dan rapi
Kancing dipasang
dengan teknik yang tidak
benar dan tidak rapi
Bantalan bahu dipasang
dengan tepat
Bantalan bahu dipasang
tidak dengan tepat
Menyelesaikan pekerjaan
lebih cepat dari waktu
yang ditentukan
Menyelesaikan pekerjaan
tepat waktu
Menyelesaikan pekerjaan
melebihi waktu yang
ditentukan

Tidak banyak melakukan


kesalahan kerja
Banyak melakukan
kesalahan kerja
Bekerja tanpa banyak
diperintah
Bekerja dengan banyak
diperintah
Bekerja tanpa banyak
mengeluh
Bekerja dengan banyak
mengeluh
Bekerja dengan sikap
kerja yang positif

4
8
4
8
4
8
4
8
6
2

1
2
1
2
1
4

53

Bekerja tidak dengan


sikap kerja yang positif

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

54

BAB. IV
PENUTUP
Setelah menyelesaikan serangkaian kegiatan pembelajaran dalam
modul ini, peserta diklat berhak mengikuti evaluasi dalam modul ini,
untuk menguji kompetensi yang telah di pelajari. Apabila dinyatakan
memenuhi
melanjutkan

syarat

kelulusan

ke

topik/modul

maka

peserta

berikutnya

diklat
atau

berhak

untuk

tanyakan

pada

pembimbing anda untuk langkah selanjutnya.


Peserta diklat yang belum mampu memenuhi standart minimal
pencapaian nilai kompetensi, harus mempelajari kembali modul ini.
Lakukan konsultasi dan bimbingan dengan guru pengajar, untuk
memahami dan mendalami kembali sub-sub kompetensi yang belum
dikuasai.

berlatihlah

secara

berulang-ulang,

agar

Anda

semakin

menguasainya.

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

55

DAFTAR PUSTAKA
Carson Byrta 1959. How You Look and Dress. USA: Mc.Graw Hill Book
Company
Jafar Aisyah. Bahan AJar pemilihan Bahan Tekstil untuk Pembuatan
Busana. Bogor: Pusat Pengembangan Penataran Guru Kejuruan
Rusbani Wasia, 1985. Pengetahuan Busana II. Jakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan
Saleh Radias dan Aisyah Jafar 1991. Teknik Dasar Pembuatan Busana.
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
101 Tips Terpenting Dasar Menjahit. Dian Rakyat.

Modul 39.Bus.C-m.SEW.15.A

56