Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PENDAHULUAN

PENYUSUNANAN DED REGIONAL 2 PROV. KALSEL

3.1

PENDEKATAN TEKNIS
Langkah-langkah yang dilakukan konsultan untuk merumuskan pendekatan dan

metodologi pelaksanaan pekerjaan adalah :


1.

Analisis dan evaluasi terhadap Kerangka Acuan Kerja. Hasilnya kemudian


digunakan sebagai dasar untuk merumuskan metodologi yang akan diterapkan,
membuat rencana kerja, susunan organisasi pelaksanaan pekerjaan dan tenaga ahli
yang akan dilibatkan dalam pelaksanaan pekerjaan.

2.

Menganalisa dan merumuskan metodologi yang paling cocok untuk diterapkan


dalam pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan
sebagaimana yang ditentukan dalam KAK yaitu, menyiapkan Perencanaan Teknis terinci
sistem penyediaan air minum untuk Tahun Anggaran 2017.

3.

Menyusun dan menetapkan rencana kerja sebagai hasil penjabaran metodologi


yang dipilih.
Berikut ini kami uraikan pendekatan dan metodologi yang akan dilakukan Konsultan.

Dengan pemahaman yang benar diharapkan metodologi atau pendekatan pelaksanaan


pekerjaan yang akan dilakukan dapat terlaksana dengan baik dan tepat waktu.
3.1.1. Pendekatan Yang Dilakukan
Beberapa pendekatan yang dilakukan Konsultan yaitu :
1.

Pendekatan Umum

2.

Pendekatan Struktur Organisasi

3.

Pendekatan Kelembagaan

4.

Pendekatan Teknis

5.

Pendekatan Konseptual

A. Pendekatan Umum
Pendekatan umum adalah sebagai berikut :
1. Membuat jadwal pelaksanaan pekerjaan untuk digunakan sebagai acuan saat
pelaksanaan nantinya.
2. Memahami maksud dan tujuan pekerjaan.
3. Berpedoman pada peraturan dan kebijakan pihak terkait yang berhubungan dengan

PT. KINARYA ALAM RAYA

3-1

3-1

LAPORAN PENDAHULUAN
PENYUSUNANAN DED REGIONAL 2 PROV. KALSEL

bidang penyediaan air minum


4. Menggunakan peraturan, kebijakan dan kriteria/standar dari Departemen Pekerjaan
Umum, khususnya Direktorat Jenderal Cipta Karya sebagai pedoman.
5. Kajian literatur dengan mereview materi informasi yang lainnya untuk memperbanyak
wacana, sehingga dalam pelaksanaan pekerjaan bisa lebih lengkap dan terarah.
B. Pendekatan Struktur Organisasi
Struktur organisasi pelaksanaan pekerjaan disusun sedemikian rupa sehingga :

1. Terbentuk kerjasama yang baik antara Konsultan dengan Pemberi Tugas.


2. Adanya garis instruksi dan garis koordinasi yang jelas diantara tenaga Konsultan.
Semua anggota Tim Konsultan akan dilengkapi dengan uraian tugas yang akan
memberikan gambaran yang jelas bagi setiap tenaga ahli mengenai tanggung jawab,
wewenang dan hasil yang diharapkan dari pekerjaan ini.
C. Pendekatan Kelembagaan
Dalam melakukan pekerjaan ini, Konsultan selain berhubungan langsung dengan
instansi yang terlibat langsung dengan pekerjaan ini (Dinas Pekerjaan Umum), juga
melakukan koordinasi dengan instansi-instansi terkait lainnya di daerah.
D. Pendekatan Teknis
Untuk dapat melaksanakan suatu pekerjaan dengan baik, maka sebelumnya dibuat
suatu pendekatan teknis agar pekerjaan dapat dilaksanakan secara sistematis dan
efisien, sehingga tercapai sasaran, efisiensi kerja, tenaga, dan waktu. Secara garis
besar beberapa pendekatan teknis yang akan dilakukan Konsultan dalam rangka
pelaksanaan pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
1. Melakukan koordinasi dan diskusi dengan para Stakeholder/Satker.
2. Pengumpulan data primer dan sekunder yang mendukung pekerjaan ini.
3. Analisa dan evaluasi data sesuai lingkup kerja.
4. Melibatkan tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu agar analisis dan evaluasi hasil
pemantauan dapat dilakukan secara ilmiah.
5. Melakukan pembahasan secara deskriptif dan analisis yang mendalam agar hasil
analisis dan evaluasi sesuai dengan yang diharapkan.
E. Pendekatan Konseptual
Air minum merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dan sangat diperlukan
dalam meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan pertumbuhan ekonomi suatu
wilayah. Untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah yang komprehensif untuk
meningkatkan pelayanan air minum kepada masyarakat. Dengan demikian pendekatan
konseptual yang dilakukan untuk melaksanakan pekerjaan Konsultan Penyusunan DED
Sistem Penyedaan Air Minum Regional 2 ini yaitu :

PT. KINARYA ALAM RAYA

3-2

3-2

LAPORAN PENDAHULUAN
PENYUSUNANAN DED REGIONAL 2 PROV. KALSEL

1. Melakukan kajian terhadap kondisi fisik lokasi, sumber air baku dan sistem
penyediaan air bersih eksisting.
2. Melakukan kajian terhadap studi-studi hasil perencanaan yang pernah dibuat
sebelumnya. Studi yang dikaji adalah untuk pekerjaan sejenis dan studi yang dapat
mendukung pekerjaan ini.
3.2

METODOLOGI
Pada bagian ini akan diuraikan pendekatan dan metodologi pelaksanaan pekerjaan

konsultan dalam mempersiapkan, melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan ini sesuai


dengan arahan pelaksanaan pekerjaan dalam Kerangka Acuan Kerja. Metodologi
pelaksanaan yang kami susun diharapkan akan mampu menghasilkan keluaran sesuai
dengan yang telah ditetapkan dalam KAK.
Beberapa hal harus dipertimbangkan dalam perancangan metodologi kegiatan,
sehingga diperoleh hasil yang optimal dan sesuai dengan isi pedoman KAK. Dengan
demikian pendekatan pelaksanaan kegiatan diharapkan dapat memenuhi criteria :
1. Kejelasan mengenai struktur dan elemen kegiatan sesuai dengan KAK.
2. Pengendalian sinkronisasi urutan pelaksanaan dan penyelesaian kegiatan selama
perioda penugasan, khususnya yang terkait dengan kegiatan utama, pelaporan dan
pembahasan.
3. Optimalisasi pemanfaatan dana dan sumber daya konsultan.
Pekerjaan Konsultan Penyusunan DED Sistem Penyedaan Air Minum Regional 2
Provinsi Kalimantan Selatan secara umum mengacu pada kisi-kisi metodologi studi, dimana
pada pekerjaan ini terdapat 2 pokok kegiatan yang harus dilaksanakan yaitu :
1. Membantu Satker pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum dalam menyiapkan
pembangunan infrastruktur SPAM dan mengevaluasi kesiapan program pengembangan
SPAM.
2. Memberikan

masukan

bagi

pemerintah

pusat/provinsi/kabupaten/kota

dalam

mengembangkan prasarana dan sarana air minum di kabupaten/kota melalui program


yang terpadu dan berkelanjutan.
Secara umum segala kegiatan dalam pekerjaan ini dapat dikelompokan dalam 6
(enam) kelompok kegiatan utama, yaitu :
A. Tahap Persiapan

Pembuatan surat ijin operasional (pengantar survey)

Mobilisasi personil dan peralatan.

PT. KINARYA ALAM RAYA

3-3

3-3

LAPORAN PENDAHULUAN
PENYUSUNANAN DED REGIONAL 2 PROV. KALSEL

Penyusunan program kerja dan metode pelaksanaan

Inventarisasi data awal dan studi-studi terdahulu

Pembuatan formulir survey dan kuisioner

B. Tahap Pengumpulan Data/ Survey Lapangan


Melakukan pengumpulan data sekunder dari berbagai instansi terkait, berupa sebagai
berikut :

Data hidrologi, geomorfologi, morfologi, cuaca dan iklim

Mengumpulkan peta dasar, peta tata guna lahan dan foto udara yang diperlukan

Data kondisi eksisting sistem air minum

Inventarisasi produk perundangan dan peraturan yang digunakan dalam studi


perencanaan.

Inventarisasi Profil IKK eksisting (over capacitas) yang tercantum dalam SIMSPAM

Surat penetapan lahan oleh Bupati (lokasi IPA dan intake)

Ketersediaan sumber air baku (SIPA)

Melakukan pengumpulan data primer dengan cara survey langsung di lapangan, berupa
sebagai berikut :

Survey kondisi IKK eksisting

Pengukuran topografi (site intake, IPA dan jalur distribusi)

Penyelidikan tanah (sondir lokasi intake dan IPA)

Pengambilan sampel sumber air baku

Survey ketersediaan bahan, elektro mekanikal, bahan kimia dan sumber daya energi

Survey ketersediaan dan kemampuan kontraktor setempat

Inventarisasi harga satuan bahan dan upah

Melakukan inventarisasi dan kajian studi literatur, antara lain :

Standar norma dan pedoman

Petunjuk teknis dll.

C. Tahap Kompilasi & Pemrosesan Data


Pada tahap kompilasi dan pemrosesan data dilakukan kegiatan sebagai berikut :

Kompilasi data kuantitatif berupa data teknis dari PDAM/ Dinas PU dan data
kependudukan

Kompilasi data kualitatif berupa data pengukuran topografi, penyelidikan tanah dan
sampel air baku

PT. KINARYA ALAM RAYA

3-4

3-4

LAPORAN PENDAHULUAN
PENYUSUNANAN DED REGIONAL 2 PROV. KALSEL

D. Tahap Analisis
Pada tahap analisis dilakukan kegiatan sebagai berikut :

Perhitungan proyeksi pertumbuhan penduduk

Perhitungan proyeksi kebutuhan air minum domestic dan non domestic

Analisa hidrolis untuk kebutuhan pipa distribusi (menggunakan epanet)

Analisa resiko RK3K

F. Tahap Penyusunan Rencana Teknis


Pada tahap penyusunan rencana teknis, kegiatan yang dilakukan konsultan adalah :

Melakukan proses rancang bangun konstruksi untuk bangunan intake, instalasi


pengolahan air, bak reservoir, jaringan pipa distribusi dan bangunan pelengkap

Perhitungan teknis konstruksi

Penggambaran lay-out dan detail bangunan

Perhitungan rencana anggaran biaya (RAB)

Perhitungan volume pekerjaan (bill of quantity)

Penyusunan spesifikasi teknis

G. Tahap Diskusi dan Penyusunan Laporan


Pada tahap ini ada 2 (dua) macam kegiatan yang dilakukan konsultan, yaitu
melaksanakan diskusi/ ekspose dengan tim teknis dan membuat produk buku laporan
pekerjaan. Tahap diskusi/ ekspose meliputi :

Diskusi/ ekspose laporan pendahuluan

Diskusi/ ekspose laporan antara

Diskusi/ ekspose laporan draft akhir

Produk buku laporan yang disusun oleh konsultan adalah :

Buku laporan pendahuluan

Buku laporan antara

Buku laporan draft akhir

Buku laporan akhir

Kompilasi album gambar detail perencanaan SPAM


Sejalan dengan pentahapan pelaksanaan kegiatan, maka metodologi penanganan

pekerjaan dapat secara terperinci dapat dilihat pada Gambar 3.1. sebagai berikut :

PT. KINARYA ALAM RAYA

3-5

3-5

LAPORAN PENDAHULUAN
PENYUSUNANAN DED REGIONAL 2 PROV. KALSEL

:BAGAN ALIR MEKANISME PEKERJAAN

SPMK
Surat Ijin Operasional
(Pengantar Survey)

TAHAP PERSIAPAN

Mobilisasi personil & peralatan


Program kerja & metode pelaksanaan
Data awal & studi terdahulu
Formulir survey & kuisioner

TIDAK
Y
A

Data instansional (PDAM, BPS)


Data hidrologi, geohidrologi, morfologi,
data cuaca & iklim
Peta dasar, tata guna lahan, foto udara,
Kondisi eksisting sistem air minum
Perundangan & peraturan yang berlaku

TAHAP
PENGUMPULAN
DATA/SURVEY
LAPANGAN

Survey kondisi eksisting lokasi


Survey geohidrologi & hidrolika
Survey penyelidikan tanah
Survey ketersediaan bahan, elektro mekanikal,
bahan kimia, sumber daya energi
Survey ketersediaan & kemampuan kontraktor
Survey harga satuan bahan & upah

INSTANSIONAL
INSTANSIONAL
(DINAS TERKAIT)
(DINAS TERKAIT)

Data
Data
Sekunder
Sekunder

Data
Data
Primer
Primer

Kajian studi literatur :


Standar norma, pedoman
Petunjuk teknis dll.
TIDAK
Y
A

PT. KINARYA ALAM RAYA

3-6

3-6

LAPORAN PENDAHULUAN
PENYUSUNANAN DED REGIONAL 2 PROV. KALSEL

PT. KINARYA ALAM RAYA

3-7

3-7

LAPORAN PENDAHULUAN
PENYUSUNANAN DED REGIONAL 2 PROV. KALSEL

Kompilasi data kuantitatif


Kompilasi data kualitatif

TAHAP KOMPILASI &


PEMROSESAN DATA

TIDAK
Y
A

Proyeksi pertumbuhan penduduk


Proyeksi kebutuhan air minum
(domestik & non domestik)
Analisa hidrolis
Analisis resiko (RK3K)

TAHAP
ANALISIS

TIDAK
Y
A

Rancang bangun konstruksi


Perhitungan teknis
Penggambaran lay-out & detail
Perhitungan RAB
Penyusunan spesifikasi teknis

TAHAP PENYUSUNAN
RENCANA TEKNIS

TIDAK
Y
A

TAHAP DISKUSI &


PENYUSUNAN LAPORAN

Diskusi/ekspose laporan :
Diskusi/ekspose Laporan Pendahuluan
Diskusi/ekspose Laporan Antara
Diskusi/ekspose Laporan Draft Akhir

Penyusunan laporan :
Laporan Pendahuluan
Laporan Antara
Laporan Draft Akhir
Laporan Akhir
Dokumen Perencanaan Teknis

TIM TEKNIS
TIM TEKNIS
(INSTANSI TERKAIT)
(INSTANSI TERKAIT)

TIM TEKNIS
TIM TEKNIS
(SATKER)
(SATKER)

TIDAK
Y
A

DED SPAM
Regional 2 Prov. Kalsel

PT. KINARYA ALAM RAYA

3-8

3-8

LAPORAN PENDAHULUAN
PENYUSUNANAN DED REGIONAL 2 PROV. KALSEL

3.2.1. Metodologi Pengumpulan Data


Selanjutnya berdasarkan atas rekomendasi dari pemberi tugas yang didapatkan
Konsultan selama tahap persiapan, khususnya metode survey, akan dilakukan kegiatankegiatan sebagai berikut :
1. Data Primer, melakukan survey lapangan tentang kondisi sistem penyediaan air minum
di lokasi studi, lokasi sumber air baku (kuantitas dan kualitas), meliputi :
a. Survei geomorfologi dan geohidrologi
b. Survei hidrolika air permukaan
c. Survei topografi
d. Penyelidikan tanah
e. Survei lokasi sistem
f.

Survei ketersediaan bahan konstruksi

g. Survei ketersediaan elektro mekanikal


h. Survei ketersediaan bahan kimia
i.

Survei sumber daya energi

j.

Survei ketersediaan dan kemampuan kontraktor

k. Survei harga satuan upah dan bahan


2. Data Sekunder, melakukan survey ke instansi terkait termasuk PDAM serta
kelembagaan formal maupun non formal, meliputi :
a. Peta dasar, topografi, hidrologi, geohidrologi, morfologi, tata guna lahan, foto udara
atau citra satelit
b. Data cuaca dan iklim
c. Data kependudukan, sosial ekonomi, kepadatan penduduk
d. Kondisi eksisting sistem air minum
e. Peraturan perundangan yang berlaku
3. Melakukan kajian Studi Literatur, Standar Norma, Pedoman, Petunjuk Teknis, dan lain
lain
3.2.1. Metode Penerapan Aspirasi Stakeholders
A. Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion)
Metode Diskusi Kelompok Terarah (FGD) merupakan salah satu teknik yang
digunakan peneliti untuk menggali data dan informasi mengenai kendala dan
permasalahan penerapan pemantauan kawasan. Data yang dihasilkan akurat dan
mempunyai validitas tinggi, artinya, informasi yang diberikan peserta diskusi bisa
dipercaya, sebab semua informasi tersebut merupakan hasil kesepakatan seluruh
peserta diskusi kelompok, setelah mempertimbangkan berbagai perbedaan yang ada
meninjaunya secara mendalam dalam diskusi. Apabila ada keraguan mengenai
PT. KINARYA ALAM RAYA

3-9

LAPORAN PENDAHULUAN
PENYUSUNANAN DED REGIONAL 2 PROV. KALSEL

informasi yang diberikan oleh salah satu peserta, maka peserta lain akan
memberikan koreksi, sehingga terjadi tukar pikiran di masing-masing anggota
diskusi. Dengan demikian informasi terakhir yang ada, telah melalui proses validasi
oleh seluruh anggota diskusi.
B. Studi Literatur
Studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang tidak langsung
ditujukan kepada subjek penelitian. Dokumen yang akan dikaji meliputi :
1. Pedoman, Kebijakan, dan berbagai peraturan perundang-undangan terkait
pengembangan SPAM.
2. Laporan-laporan dan Studi-Studi dari kegiatan sejenis yang pernah dilakukan,
yang telah disusun oleh berbagai konsultan.
3. Dokumen-dokumen Rencana Pengembangan SPAM yang ada.
Setiap pengembangan sistem pengelolaan air minum harus diikuti dengan evaluasi
dan atau identifikasi sistem secara menyeluruh, tidak hanya pada lokasi
pengembangan, tetapi daerah sekitarnya yang masuk lingkup pengaruh.
3.2.2. Metode Review/Evaluasi/Identifikasi
A. Review Rencana Teknis (DED) Pengembangan SPAM
Metode review/evaluasi dan identifikasi dapat dilakukan setelah data-data hasil
survey primer dan sekunder dikumpulkan, data-data tersebut menjadi acuan (input)
dalam melaksanakan :
1. Evaluasi terhadap kesesuaian DED dengan syarat ketentuan penyusunan
rencana teknis (DED) pengembangan SPAM dengan yang diatur dalam Permen
PU No. 18 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem
Penyediaan Air Minum. Syarat dan ketentuan penyusunan DED tersebut harus
memuat:
Rancangan detail kegiatan.
Perhitungan dan gambar teknis.
Spesifikasi teknis.
Rencana anggaran biaya.
Analisis harga satuan.
Tahapan dan jadwal pelaksanaan.
Dokumen pelaksanaan kegiatan (dokumen lelang, jadwal pelelangan, dan
pemaketan).
2. Review terhadap pemenuhan spesifikasi dan kriteria teknis yang diatur dalam
NSPM bidang air minum.
PT. KINARYA ALAM RAYA

3 - 10

LAPORAN PENDAHULUAN
PENYUSUNANAN DED REGIONAL 2 PROV. KALSEL

3. Review terhadap kesesuaian rencana detail, perhitungan, dan gambar teknis


dengan situasi dan kondisi lokasi pengembangan SPAM.
3.2.3. Metode Analisa dalam Kegiatan Penyusunan/ Perumusan Konsep Rencana
Teknis SPAM
Analisis

bertujuan untuk mengetahui potensi, kondisi dan permasalahan suatu

kawasan atau wilayah sehingga dapat membantu menghasilkan perencanaan secara


optimum. Metode analisis yang mungkin dipergunakan adalah :
A. Analisis Kondisi Kawasan
Kawasan Kabupaten yang ada saat ini, meliputi kinerja pelayanan (infrastruktur dan
fasilitas pelayanan. Analisis kinerja pelayanan ditujukan untuk melihat kemampuan
wilayah dalam melayani kebutuhan penduduk yang ada di dalamnya dalam
menjalankan kelangsungan hidupnya. Apakah masih perlu ditingkatkan ataukah
sudah mencukupi. Adapun analisis daya dukung ruang ditujukan untuk melihat
kemampuan atau daya tampung kawasan dalam mewadahi kegiatan penduduk
yang ada saat ini dan masa mendatang.
B. Analisis Kinerja Pelayanan
Kinerja Pelayanan meliputi Analisis Standar Teknis Kebutuhan Pelayanan,
berdasarkan jumlah penduduk, kedudukan kawasan, dan kegiatan perekonomian
penduduk,

kemudian

Kebutuhan

Fasilitas

Pelayanan

SPAM.

Berdasarkan

kebutuhan fasilitas dibandingkan dengan fasilitas yang ada, kemudian ditentukan


kekurangan dan kelebihan masing-masing jenis fasilitas.
C. Analisis Daya Dukung Kawasan
Dimana keadaan fisik dasar alamiah dalam hal kemampuan menerima kegiatan
pembangunan, dilihat dari daya dukung lahan (kemiringan lahan, batuan permukaan
tanah, kesuburan tanah), ketersediaan air dsb.
Keadaan penggunaan lahan, yang diarahkan untuk dapat menggambarkan
kecenderungan lokasi berbagai kegiatan wilayah dan hubungan fungsional antar
kegiatan secara lokasional dan struktur ruang yang dilihat dari pola kegiatan primer
dan sekunder dan pola pusat-pusat kegiatan pelayanannya dan bagaimana
kecenderungan arah perkembangannya).
D. Analisis Kependudukan
Perkembangan Penduduk, yaitu Kecenderungan pertambahan penduduk, baik
jumlah dan komposisinya, yang dipengaruhi oleh, baik alamiah maupun migrasi.
Analisa kependudukan, dengan salah satu tujuannya adalah guna menentukan
angka kebutuhan air minum. Dalam analisa kependudukan akan dilakukan proyeksi
penduduk sampai dengan perioda perencanaan 15 tahun kedepan, yang dihitung
PT. KINARYA ALAM RAYA

3 - 11

LAPORAN PENDAHULUAN
PENYUSUNANAN DED REGIONAL 2 PROV. KALSEL

berdasarkan jumlah dan kondisi kependudukan tahun-tahun sebelumnya. Dalam hal


ini, struktur umur, tingkat ekonomi, kebudayaan/tata cara kehidupan penduduk, daya
dukung daerah dan kebijaksanaan pemerintah merupakan faktor-faktor yang perlu
dipertimbangkan.
Berdasarkan jumlah penduduk, tingkat pelayanan dan cara penduduk mendapatkan
air dari sistem yang direncanakan, dapat ditentukan jumlah kebutuhan air yang perlu
disediakan selama perioda perencanaan sampai dengan tahun 2030. Di dalam
analisa ini juga akan ditentukan jenis pelayanan air minum kepada masyarakat.
Jumlah kebutuhan di atas baru merupakan kebutuhan domestik saja, dimana untuk
menentukan kapasitas sistem yang direncanakan harus dipertimbangkan kebutuhankebutuhan untuk sarana sosial, industri dan sarana pemadam kebakaran. Selain
kemungkinan adanya kebocoran-kebocoran pada sistem, juga akan dilakukan
perhitungan kebutuhan air pada saat jam puncak dari hari puncak.
E. Analisis Kebutuhan Pengembangan Pelayanan
1. Analisis kebutuhan di masa mendatang, yaitu berdasarkan kecenderungan
pertumbuhan wilayah tersebut di atas, kemudian dikaji kebutuhan air minum
masa mendatang.
2. Analisis kebutuhan pengembangan, yaitu berdasarkan kebutuhan di masa
mendatang dan kinerja pelayanan yang ada saat ini kemudian dikaji kebutuhan
pengembangan pelayanan untuk melayani kegiatan penduduk di masa
mendatang.
Kemampuan Keuangan Pemerintah, yaitu analisis kondisi keuangan/ anggaran
pendapatan dan belanja daerah dan perkiraan di masa mendatang berdasarkan
kecenderungan dan kebijaksanaan pemerintah
Potensi pendanaan dari swasta, yaitu kemungkinan pelaku pembangunan dari pihak
swasta, baik dari dalam maupun luar negeri untuk mewujudkan pembangunan
sarana air bersih didaerah /Kabupaten yang dianalisa.
Perkiraan Dana Pembangunan, yaitu analisis perkiraan kebutuhan pembiayaan
pembangunan, dan perkiraan sumber-sumber penerimaan untuk membiayai unsurunsur utama wilayah khususnya yang bersifat vital dan strategis Organisasi
Pelaksana Pembangunan, yaitu analisis keadaan organisasi aparatur pelaksana,
dalam hal struktur, kewenangan, personalian dan kebutuhannya dimasa depan.
F. Analisa Kelembagaan
Diperlukan untuk mengetahui organisasi pengelola prasarana dan sarana perkotaan
serta

penentu

kebijakan

yaitu

pemegang

otoritas.

Disamping

itu

analisa

kelembagaan mencakup pula tanggung jawab lembaga terhadap pengembangan


rencana dan

program,

PT. KINARYA ALAM RAYA

persiapan

dan implementasi

sistem

pembangunan,
3 - 12

LAPORAN PENDAHULUAN
PENYUSUNANAN DED REGIONAL 2 PROV. KALSEL

melakukan operasi dan pemeliharaan, manajemen keuangan, dan menjaga sistem


pengambil keputusan.
Penyusunan konsep pengembangan lembaga secara umum berisi antara lain :
1. Konsep panduan struktur kelembagaan.
2. Konsep panduan uraian pembagian kerja/tugas pokok dan fungsi disesuaikan
dengan model dan fungsinya.
3. Konsep manajemen kelembagaan yang akan diterapkan termasuk dalam
hubungannya dengan konsumen dan instansi terkait lainnya.
4. Pengaturan kelembagaan akan disusun sesuai penetapan konsep, seperti
pengoperasian sistim penyedian air minum.
5. Kebijakan yang mendukung pengembangan lembaga.
6. Pengaturan personel dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada
dimana jumlah dan kedudukan personel yang diperlukan bergantung kepada
kapasitas sistim yang direncanakan dan keahlian personel.

PT. KINARYA ALAM RAYA

3 - 13

LAPORAN PENDAHULUAN
PENYUSUNANAN DED REGIONAL 2 PROV. KALSEL

Contents
3.1
PENDEKATAN TEKNIS..............................................................................................1
3.1.1. Pendekatan............................................................................................................. 1
3.2

METODOLOGI............................................................................................................ 3
Gambar 3.1. Pola Pikir Konsultan Advisory Perencanaan Provinsi Kalimantan Selatan. 6

3.2.1.

Metodologi Pengumpulan Data.........................................................................7

3.2.2.

Metode Penerapan Aspirasi Stakeholders........................................................9

3.2.3.

Metode Review/Evaluasi/Identifikasi...............................................................10

3.2.4. Metode Analisa dalam Kegiatan Penyusunan/ Perumusan Konsep Rencana


Teknis SPAM.................................................................................................................... 11
3.3

PENYUSUNAN KRITERIA DESAIN..........................................................................14

3.4

PENGEMBANGAN SISTEM PENGOLAHAN AIR MINUM.......................................15

3.5

SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM.........................................................................16

PT. KINARYA ALAM RAYA

3 - 14