Anda di halaman 1dari 14

JOB XIV

MIX DESIGN BETON

A. Tujuan
1. Untuk menentukan campurean beton dari data-data yang telah diperoleh dari pengujian
agregat.
2. Untuk mengetahui cara pencampuran material beton yang akan diaduk.
3. Untuk menentukan berapa perbandingan dari bahan-bahan untuk menghasilkan mutu beton
yang diinginkan.
B. Dasar Teori
Mix design dimaksudkan untuk mendapatkan kuat tekan yang tinggi sesuai dengan
perencanaan,mudah dikerjakan,tahan lama (awet),murah,dan terhadap keausan.
Pada perencanaan beton,dapat digunakan beberapa cara,salah satunya yang sering digunakan
adalah dengan cara DOE (Department Of Envirotment) dimana perencanaan adukan dapat
mengguanakan tabel dan grafik.
C. Prosedur Pelaksanaan
1. Menentukan standar deviasi
2. Menentukan Margin (M)
3. Menentukan kuat tekan rata rata yang direncanakan
4. Menetukan kuat tekan yang diinginkan
5. Mnenetukan jenis semen dan jenis agregat
6. Menentukan Faktor air semen
7. Menentukan slump
8. Menentukan ukuran maximum agregat
9. Menentukan kadar air bebas
10. Menentukan kadar semen
11. Menentukan koreksi faktor air semen (Fas)

12. Menentukan Proporsi Agregat


13. Menentukan Berat jenis agregat
14. Menentukan berat jenis spesifik gabungan
15. Menentukan berat volume beton segar
16. Menentukan berat agregat total
17. Menentukan berat agregat halus
18. Menentukan berat agregat kasar

D. Data dan Analisa Perhitungan


*

Data Percobaan
RANCANGAN BETON METODE DOE

Rancangan dan Beton dengan K-225


Data pengujian karakteriktik sebagai berikut :
1. Berat jenis agregat kasar batu pecah kondisi SSD

= 2.53

2. Berat jenis agregat halus pasir kondisi SSD

= 2.48

3. Kadar air batu pecah

= 1.405 %

4. Kadar air pasir

= 5.52%

5. Penyerapan batu pecah

= 1.395 %

6. Penyerapan pasir

= 4.055%

7. Ukuran maksimum agregat

= 30 mm

8. Persentase gabungan
* Batu Pecah

= 67.5 %

* Pasir

= 32.5 %

9. Kuat tekan yang diinginkan

= 35 Mpa

10. Benda uji yang digunakan

= Silinder

11. Jumlah benda uji

= 10 buah

12. Standar Deviasi (Ditentukan)

= 60 kg/cm2

Analisa Perhitungan

1. Kuat tekan yang disyaratkan


fc = 35 Mpa
2. Deviasi standar
Volume pekerjaan
Mutu pekerjaan
Sr = 60 kg/cm2

= kecil
= baik

3. Perhitungan besarnya nilai tambah/margin (M)


M = 2,64 x S 40
= 2,64 x 60 40
= 118,4 kg/cm
= 11,84 Mpa
4. Perhitungan kuat tekan rata-rata yang direncanakan
K = K+ M
= 35 + 11,84
= 46,84 Mpa
= 468,4 kg/cm
5.

Jenis semen : PCC/ tipe I

6. Jenis Agregat
Agregat halus = pasir alami
Agregat kasar = batu pecah

7. Faktor air semen


Jenis semen tipe I
Agregat kasar = batu pecah
Benda Uji

= Kubus

Tabel 1.1 Perkiraan kuat tekan beton pada faktor air semen 0,5 dan jenis semen serat agregat
kasar yang biasa digunakan di Indonesia.
Jenis semen

Jenis agregat kasar

Semen Portland
tipe I atau
semen tahan
sulfat tipe II, V

Batu tak dipecahkan


Batu pecah
Batu tak dipecahkan
Batu pecah

Semen
Portland
tipe III

Batu tak dipecahkan


Batu pecah
Batu tak dipecahkan
Batu pecah

Kekuatan tekan ( kg/m )


Pada ukur beton ( hari )
Pada umur beton ( hari )
3
7
28
91
170
230
330
400
190
270
370
450
200
280
400
480
250
320
450
540
210
250
250
300

280
330
310
400

330
440
460
530

440
480
580
600

Bentuk
benda uji
Silinder

Kubus
Silinder
Kubus

Dari tabel dapat disimpulkan beton pada faktor air semen 0,5 dan jenis semen serat agregat
kasar (batu pecah) yang biasa digunakan di Indonesia bahwa kuat tekan pada umur 28 hari =
370 kg/cm untuk Silinder.
Kuat tekan silinder

= 370 kg/cm

Kuat tekan rata-rata = 468,4 kg/cm


W/C Silinder

= 0,42 (Dari grafik)

468,4

370

0,42

Grafik 1Hubungan antara kuat tekan dan faktor air semen untuk benda silinder ( 15 ,H=15)cm

8. Faktor air semen maksimum


Tabel 2. Persyaratan Jumlah Semen Minimum dan Faktor Air Semen Maksimum untuk
Berbagai Macam Pembetonan dalam Lingkungan Khusus.
Uraian

Jumlah semen minimum


per m beton ( kg )

Faktor air
semen
maksimum

Beton dalam ruang bangunan:


keadaan keliling non-korosif
keadaan keliling korosif
275
0,60
disebabkan oleh kondensasi
atau uap-uap korosif
235
0,52
Beton diluar ruang bangunan :
Tidak terlindung dari hujan
dan terik matahari langsung
325
0,60
Terlindung dari hujan dan
terik matahari langsung
275
0,60
Beton yang masuk kedalam
tanah:
Mengalami keadaan basah dan
kering berganti-ganti
325
0,55
Mendapat pengaruh suhu
Lihat tabel 2.1.7
alkali dari tanah atau air
tanah
Beton yang kontinu
berhubungan dengan air:
air laut
Lihat tabel 2.1.8
air tawar
* Beton diluar ruang bangunan,Terlindung dari hujan dan terik matahari langsung
Fas

= 0,60

9. Faktor air semen yang digunakan


Fas

= 0,42

Fas max

= 0,60

10. Slump yang diinginkan 30-60


Nilai Slump = 30 mm
11. Ukuran maximum agregat = 30 mm

12. Kadar air bebas


Tabel 3.Perkiraan Kadar Air Bebas berdasarkan Ukuran Maksimum Agregat Dan Nilai Slump
Ukuran
maksimum
Agregat kasar
(mm )
10
20
30

Jenis agregat
Batu tak dipecahkan
Batu pecah
Batu tak dipecahkan
Batu pecah
Batu tak dipecahkan
Batu pecah

Kadar air bebas ( kg/m3 beton )


Pada slump ( mm )
0-10
10-30
30-60
60-180
150
100
135
170
115
155

* Ukuran maksimum agregat = 30 mm


*

Jenis Agregat

= Pasir dan Batu Pecah

Slump

= 30-60

Kadar Air bebas


Wh = 160
Wk = 190
W = 2/3 x Wh + 1/3 x Wk
= 2/3 x 160 + 1/3 x 190
= 106,67 + 63,33
= 170 kg/cm

13. Kadar semen


C = W/Fas
= 170 / 0,42
= 404,76 405 kg/cm
14. Kadar semen maksimum,(diabaikan)

180
205
160
190
140
175

205
230
180
210
160
190

225
250
195
225
175
205

15. Kadar semen minimum


Tabel 2. Persyaratan Jumlah Semen Minimum dan Faktor Air Semen Maksimum untuk Berbagai
Macam Pembetonan dalam Lingkungan Khusus.
Uraian

Jumlah semen minimum


per m beton ( kg )

Faktor air
semen
maksimum

Beton dalam ruang bangunan:


keadaan keliling non-korosif
keadaan keliling korosif
275
0,60
disebabkan oleh kondensasi
atau uap-uap korosif
235
0,52
Beton diluar ruang bangunan :
Tidak terlindung dari hujan
dan terik matahari langsung
325
0,60
Terlindung dari hujan dan
terik matahari langsung
275
0,60
Beton yang masuk kedalam
tanah:
Mengalami keadaan basah dan
kering berganti-ganti
325
0,55
Mendapat pengaruh suhu
Lihat tabel 2.1.7
alkali dari tanah atau air
tanah
Beton yang kontinu
berhubungan dengan air:
air laut
Lihat tabel 2.1.8
air tawar
* Beton diluar ruang bangunan,Terlindung dari hujan dan terik matahari langsung
C minimum = 275 kg/cm
16. Kadar semen yang digunakan
C= 405 kg/cm
C max

=-

C minimum = 275 kg/cm


Maka kadar semen yang digunakan 405 kg/cm.
17. Berat jenis SSD gabungan

18.

a = Pasir , b = batu pecah


Bjg
= (a% x % pasir) + (b% x % batu pecah )
= (2,48 x 0,325) + (2,53 x 0,675)
= 0,806 + 1,707 = 2,513
Berat volume beton segar

Grafik2. Korelasi kadar air bebas,berat jenis spesifik gabungan SSD dan berat volume.

2344

2,513

170

o Berat jenis gabungan (Bj gab)= 2,513


o Kadar air bebas (W)

= 170 kg/m3

o Maka berat volume beton (V) = 2344 kg/m3


Kadar agregat gabungan :
Silinder

=VCW
= 2344 Kg/m3 405 kg/m3 170 kg/m3
= 1769 kg/m

19. Kadar agregat halus


Bssd-a

= a%x(VCW)
= 32,5 % x 1769 kg/m
= 574,925 kg/m

20.

Kadar agregat kasar


Bssd-b

= 1769 kg/m 574,925 kg/m


= 1194,075 kg/m

a.

Kebutuhan bahan campuran beton secara teoritis (per m beton) Hasil rancang
campuran beton secara teoritis/kondisi SSD (sebelum dikoreksi).
Semen (C)

= 405

kg/m

Pasir (Bssd-a)

= 574,925

kg/m

Batu Pecah (Bssd-b)

= 1194,075

kg/m

Air (W)

= 170

kg/m +

= 2344

kg/m

Jumlah
b.

Kebutuhan bahan campuran beton jika digunakan 10 buah benda uji berupa silinder
( 15 cm, tinggi= 30 cm)
Volume 1 silinder , Vs

= d2t
= x 3,14 x (0,15)2 x 0,30
= 0,0053 m3

Benda uji kubus, kebutuhan bahan setelah dikoreksi (cara pendekatan) adalah:
* Semen

* Pasir

= C x Vs x Sf x jumlah silinder
= 450 x 0,0053 x 1,2 x 5
= 14,31 kg
= (Bssd-a)x Vs x Sf x jumlah silinder
= 600 x 0,0053 x 1,2 x 5

* Batu Pecah 1-2

= 19,08 kg
= (Bssd-b)x Vs x Sf x jumlah silinder
= 600 x 0,0053 x 1,2 x 5
= 19,08 kg

* Batu Pecah 2-3

= (Bssd-b)x Vs x Sf x jumlah silinder


= 514,5 x 0,0053 x 1,2 x 5
= 16,361kg

* Air

= W x Vs x Sf x jumlah silinder
= 185 x 0,0053 x 1,2 x 5
= 5,883 kg
= faktor keamanan (20%) adalah 1,2

Dimana Sf

Perhitungan koreksi berdasarkan nilai kadar air


* Ag. Halus = 5,52% x 574,925 kg/m

= 31,735 kg/m

* Ag. Kasar = 1,405% x 1194,075 kg/m = 16,776 kg/m +


Total

= 48,511 kg/m

Perhitungan koreksi berdasarkan nilai penyerapan air (absorpsi)


Ag. Halus = 4,055 % x 574,925 kg/m

= 23,313 kg/m

Ag. Kasar = 1,395 % x 1194,075 kg/m = 16,657 kg/m +


Total

= 39,97 kg/m

Kondisi lapangan
Hasil perhitungan bahan setelah dikoreksi
Semen

= 405 kg/m

= 405

kg/m

Pasir (Bssd-a)

= 574,925 + 31,375 23,313

= 583,347

kg/m

Batu pecah (Bssd-b) = 1194,075 + 16,776 16,675 = 1194,176

kg/m

Air

= 161,459

kg/m

= 2343,982

kg/m

Total

= 170 + 39,97 - 48,511

Kebutuhan bahan campuran beton per m3 secara teoritis


silinder
Volume
(m3)

Semen
(kg)

Agregat halus
(kg)

Agregat kasar
(kg)

Air
(kg)

Berat total
(kg)

405

574,92

1194,075

170

2344

Kebutuhan bahan campuran beton sesuai benda uji


Bentuk benda uji

= Kubus

Jumlah benda uji

= 10 bh ( 10 buah Silinder )

Faktor penyusutan

= 1,2

Ukuran

= 15 cm dan tinggi 30 cm ( silinder )

Bentuk
benda uji

Volume 1
benda uji
(m3)

Volume 10
benda uji

Semen

Agregat
halus

Agregat
kasar

Air

Berat
total

(m3)

(kg)

(kg)

(kg)

(kg)

(kg)

Silinder

0,0053

0,053

25,758 36,565

75,943

10,812

149,136

Kesimpulan
Daftar uraian rancangan campuran beton dengan metode DOE/SNI
No
1
2
3
4

Uraian

Referensi

Nilai

7
8
9
10
11
12
13
14
15

Kuat tekan yang disyaratkan,k (kg /cm)


Standar Deviasi, S (kg /cm)
Nilai tambah / margin, M (kg /cm)
Kuat tekan rata-rata yang direncanakan,
fcr (kg /cm)
Jenis semen
Jenis agregat :
Agregat kasar
Agregat Halus
Faktor air semen
Kadar semen maksimum
Kadar semen yang digunakan
Slump (mm)
Ukuran maksimum agregat
Kadar air bebas,W (kg /cm)
Kadar semen,C (kg /cm)
Kadar semen maksimum,C (kg /cm)
Kadar semen minimum,C (kg /cm)

16

Kadar semen yang digunakan,C (kg /cm)

Ditetapkan
Ditetapkan
Tabel 1 dan grafik 1
Tabel 2
Terbesar
Tabel 3
Ditetapkan
Tabel 3
W/Fas
Tidak ditentukan
Tabel 9.4
Terbesar antara
[13,14,15] W/C

17
18
19
20

Faktor air semen yang disesuaikan


Proporsi agregat halus,a% (%)
Proporsi agregat kasar,b% (%)
Berat jenis SSD Gabungan

W/C
Dihitung
Dihitung
Diketahui

0,411
32.5
67.5
2,513

21
22
23

Berat Volume beton segar ,V (kg /cm)


Berat ag total
Kadar agregat halus,Ba (kg /cm) silinder
Kadar agregat kasar,Bb 1-2

Grafik 3

2344
1769
574,925
1194,075

5
6

Air
(kg)
Semen (kg)
ag halus (kg)
ag kasar (kg)

Ditetapkan
Ditetapkan
2,64 x Sr 40
fcr

350
60
118,4
468,4

Ditetapkan

Tipe I

35%
65%

170
405
570,925
1194,075

Batu pecah
Pasir
0,42
405
30-60
30
185
405
275
450

10,812
25,758
36,565
75,943

Tabel Hasil Penggabungan Agregat Kasar dan Halus

No.
Ukuran
Saringan Saringan
(inchi)
(mm)
1

4
8
16
30
50
100

37,5
19
9,5
4,75
2,36
1,18
0,6
0,3
0,15

Persentase
( lolos % )

Persentase gabungan

Pasir
(Ya)

Batu
Pecah
(Yb)

Pasir
(%)

Batu Pecah
(%)

100.00
100.00
100.00
89,167
74,66
66,183
54,843
32,527
11,327

100
48,67
3,33
0
0
0
0
0
0

32.50
32.50
32.50
28,98
24,26
21,51
17,82
10,57
3.68

67.50
32,85
2,25
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00

Total
gabungan

Spesifikasi
Y1 - Y2

100
65,35
34,75
28,98
24,26
21,51
17,82
10,57
3.68

100
50-75
36-60
24-47
18-38
12-30
7-23
3-15
0-5

Grafik Hubungan antara Nilai Spesifikasi dan Nilai Total Gabungan