Anda di halaman 1dari 4

MUNTAH

Alpha Fardah A., IG. M. Reza Gunadi Ranuh, Subijanto Marto Sudarmo

BATASAN
Muntah pada bayi dan anak dapat terjadi secara regurgitasi dari isi lambung sebagai akibat
refluks gastroesofageal atau dengan menimbulkan refleks emetik yang menyebabkan mual,
kontraksi dari diafragma, interkostal, dan otot abdomen anterior serta ekspulsi dengan
kekuatan isi lambung. Terdapat dua tipe muntah yaitu yang akut dan kronis. Batasan muntah
kronis apabila muntah lebih dari 2 minggu.
PATOFISIOLOGI
Muntah merupakan proses refleks dengan tingkat koordinasi yang tinggi dan dimulai dengan
retching. Diafragma yang turun dengan kuat dan konstriksi dari otot perut dengan relaksasi
dari kardia lambung secara aktif memaksa isi lambung bergerak kembali ke esofagus. Proses
ini dikoordinasikan dalam pusat muntah medula yang dipengaruhi secara langsung oleh
inervasi aferen dan secara tidak langsung oleh chemoreceptor trigger zone dan sistem saraf
pusat.
PENDEKATAN DIAGNOSIS
Anamnesa
a. Usia Anak
-

Minggu I
1. Obstruksi usus
2. Inborn metabolic error
3. Hiperplasia adrenal kongenital (CAH)

Sesudah minggu I
1. Stenosis pilorik
2. Hernia hiatur

Sesudah bulan I
1. Infeksi (ISK, meningitis dan sebagainya)
2. Gangguan metabolik, intoleransi makanan
3. Hematoma sundural
4. Aerofagia

Anak besar

PDT Bag./SMF Ilmu Kesehatan Anak/RSU Dr. Soetomo Surabaya

67

1. Muntah siklik (migren abdominal)


2. Apendisitis, torsi testis, gastritis, keracunan makanan
3. Henoch schonlein
4. Ketoasidosis diabetik, uremi
5. tukak peptik
6. Peningkatan tekanan intra kranial
7. Iritasi faring
8. Psikogenik
b. Sifat muntah
-

Proyektil : stenosis pilorik hipertrofi

Muntah nokturnal : hernia hiatal

Muntah disertai nyeri : esofagitis

Fisik
a. Ikterus
-

Hepatitis

Malformasi traktus bilier

b. Ubun-ubun tegang
-

Meningitis, tumor serebral, hidrosefalus, hematom subdural

Intoksikasi vitamin A

c. Hipertensi arterial
Kelainan renal/supra renal, koarktasi aorta
d. Tumor abdomen
Tumor pilorik, stenosis pilorik hipertropik
Laboratorium
a. Urine
-

Protein, darah, uro/bilirubin, bahan yang mereduksi (DM)

Analisa asam amino (penyebab metabolik)

Kultur (ISK)

b. Darah
-

BUN, kreatinin (kelainan ginjal)

Elektrolit (komplikasi muntah)

Status asam basa (komplikasi muntah)

Uji fungsi hati (penyakit hepar)

Radiologis/Endoskopi
PDT Bag./SMF Ilmu Kesehatan Anak/RSU Dr. Soetomo Surabaya

68

a. Foto abdomen (terlentang dan tegak) : obstruksi


b. Foto abdomen kontras : stenosis pilorik hipertrofi, invaginasi
c. USG : stenosis pilorik hipertrofi, invaginasi
d. IVP : kelainan ginjal/saluran kemih
e. CT/MRI
f. Endoskopi atas : tukak, duodenitis, gastritis
g. Monitor pH esofagus : refluks gastroesofageal

PENYULIT
-

Sindroma Mallory Weiss : robekan fundus lambung

Gangguan nutrisi/metabolik

Dehidrasi dan gangguan elekrolit

Esofagitis

Gangguan laringorespiratori

PENATALAKSANAAN
Penanganan penderita dengan muntah ditujukan untuk
a. mengatasi akibat/penyulit muntah
b. simtomatik untuk mengurangi/menghilangkan gejala muntah
Kontraindikasi untuk : gastroenteritis, anomali usus atau kedaruratan bedah.
Metoklopramid

: 0,1-0,2 mg/kg/dosis 3 kali sehari

Domperidone

: 0,3 mg/kg/dosis 3 kali sehari

Ondasentron

: 4 mg/8 jam selama 5 hari

Sumatriptan

: 0,1-1,2 mg/kg/hari

Simetidin

: 5-10 mg/kg/dosis 3 kali sehari

Ranitidin

: 1-2 mg/kg/dosis 2-3 kali sehari

c. secara spesifik menghilangkan penyakit penyebab yang mendasarinya


DAFTAR PUSTAKA
1. Cotto, S. and R. Ranuh (2003). "Abdominal migraine and cyclical vomiting." Seminars in
Pediatric Surgery 12 : 254-258.
2. Dignan, F., D. N. K. Symon, et al. (2003). "The prognosis of cyclical vomiting syndrome."
Arch Dis Child 84 : 55-57.
PDT Bag./SMF Ilmu Kesehatan Anak/RSU Dr. Soetomo Surabaya

69

3. Murray, K. F. and D. L. Christie (1998). "Vomiting." Pediatric 19 : 337-341.


4. Judith, M. S. (2004). Vomiting. Pediatric Gastrointestinal Disease. Walker., Goulet.,
Kleinman.et al. Ontario, BC. Decker Inc. 1 : 203-209.

PDT Bag./SMF Ilmu Kesehatan Anak/RSU Dr. Soetomo Surabaya

70