Anda di halaman 1dari 7

Data

Teknis

G.1

Rencana Kerja

PERSIAPAN
Pekerjaan persiapan yang akan dilakukan meliputi :
Peninjauan kembali rencana-rencana kerja yang akan dilaksanakan
Persiapan peralatan dengan segala kelengkapannya
Mempersiapkan setiap tenaga professional yang telah diusulkan untuk memulai
pelaksanaan pekerjaan ini.
Melakukan konsultasi dengan pihak pemberi tugas, dalam hal ini pihak Pemerintah Dinas
Pertambangan dan Energi Propinsi Riau, tentang rencana kerja Konsultan.
Jika semuanya telah disetujui oleh pihak pemberi tugas, maka selanjutnya konsultan akan
mulai melaksanakan langkah-langkah yang telah direncanakan.

G.2.

PEKERJAAN TOPOGRAFI
Yang dimaksud dengan pekerjaan topografi di sini adalah pekerjaan pemetaan PLTM yaitu
peta lokasi pada daerah bangunan utama PLTM, profil memanjang dan melintang pada
daerah bangunan-bangunan utama termasuk jalan masuk (access road) ke lokasi gedung
sentral maupun bendung/ intake, dengan ukuran/skala yang lazim digunakan pada proyek di
BAPPEDA dan dengan internal kontur 1 m, serta jalur transmisi 20 kV dari gedung sentral ke
jaringan transmisi terdekat.

G.3

PEKERJAAN HIDROLOGI
Pekerjaan hidrologi yang dilakukan merupakan studi hidrologi menyeluruh. Sasaran yang
ingin dicapai adalah untuk mengetahui :
1. Besarnya debit andalan yang akan dipakai PLTM
2. Kurva debit dan kurva durasi
3. Kondisi dan karakteristik dari ;
a.

DAS

PT. SASANA PATRIA AGRANUSA

G-1

b.

Iklim dan Meteorologi

c.

Low Flow dan High Flow

Secara garis besar pekerjaan-pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut
1. Mengumpulkan semua data hidrometeorologi di daerah lokasi, seperti data curah hujan,
data iklim, debit sungai.
2. Melaksanakan pengukuran debit sesaat untuk mendapatkan variasi debit dan tinggi
muka air.
3. Melakukan analisa hidrologi berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan yakni :
a.

Analisa Low Flow dengan metode sesuai data tersedia.

b.

Analisa Debit Banjir

c.

Analisa Sedimentasi

d.

Analisa mutu air untuk mengetahui pengaruhnya terhadap konstruksi bangunan dan
peralatan elektromekanik

e.

Studi pendayagunaan air sungai.

4. Mempelajari kemungkinan scheme PLTM yang mungkin untuk mendapatkan


pemanfaatan potensi yang optimal.

G.4

PENYELIDIKAN GEOLOGI TEKNIK / TANAH


Maksud penyelidikan adalah untuk mendapatkan gambaran kondisi geologi teknik/tanah yang
lebih terarah pada lokasi PLTM dan sepanjang jalur transmisi, khususnya pada rencana
lokasi-lokasi bangunan utama PLTM seperti lokasi bendung, jalur saluran/ bak penenang,
jalur pipa pesat, jalur access road dan lokasi gedung sentral yang ada kaitannya dengan
pekerjaan sipil seperti tingkat kekerasan / kondisi perlapisan tanah / batuan, kemudahan
penggalian, daya dukung dan daerah-daerah stabil/ kurang stabil. Pekerjaan-pekerjaan yang
akan dilaksanakan meliputi pemetaan geologi teknik, sumuran uji (test pit), parit uji (trenches)
serta pengujian laboratorium.

G.5

STUDI KELISTRIKAN
Studi kelistrikan dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran tentang kebutuhan tenaga listrik
pada rencana pusat beban, baik saat studi dilakukan maupun masa yang akan datang dalam
suatu jangka waktu tertentu.
Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah :

PT. SASANA PATRIA AGRANUSA

G-2

1. Pengumpulan data sistem kelistrikan PLN dan non PLN yang ada pada rencana pusat
beban, antara lain :
a). Jenis, daya terpasang, daya mampu, tahun mulainya operasi pembangkit
b). Produksi energi (kWh)
c). Energi (kWh) yang terjual
d). Beban Puncak
e). Kurva beban harian
f). Sistem Jaringan Distribusi 20 kV (Single Line Diagram)
g). Jumlah dan jenis pelanggan
h). Daya tersambung
2. Pengumpulan data rencana perluasan jaringan dan penambahan mesin pembangkit
3. Pengumpulan data calon pelanggan baik yang telah mengajukan permohonan kepada
PLN maupun yang belum
4. Melakukan ramalan beban pada daerah-daerah Rencana Pusat Beban
5. Jarak PLTM ke Pusat beban (sentral PLTD) untuk menentukan jenis komunikasi yang
akan dipakai
6. Pengumpulan data social ekonomi meliputi ;
Kependudukan
Jumlah Bangunan
Tingkat Pendapatan
7. Menentukan calon pusat beban yang memungkinkan kemudian menentukan jalur dan
panjang jaringan yang diperlukan serta penentuan besarnya kapasitas trafo-trafo
distribusi, sehingga dapat dipakai untuk perhitungan biaya jaringan.

G.6

STUDI OPTIMASI
Studi Optimasi suatu Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) dimaksudkan untuk
mendapatkan scheme PLTM yang paling optimal ditinjau dari 2 segi, yaitu :
Lokasi alternatif terpilih
Besarnya debit andalan/ disain yang ditentukan, disesuaikan dengan pola operasi dan
kondisi beban.

G.7

RANCANGAN DASAR DAN PERKIRAAN BIAYA

PT. SASANA PATRIA AGRANUSA

G-3

Yang dimaksud dengan Rancangan Dasar dalam tahapan studi ini adalah rancangan yang
memuat dimensi dari struktur utama bangunan Sipil, Spesifikasi Utama pada peralatan
Elektromekanik (turbin, governor, generator, trafo dan lain-lain).
Struktur utama bangunan sipil adalah bendung dan bangunan sadap, saluran penghantar dan
inletnya, pipa pesat, gedung sentral, saluran pembuang (tail race) serta pintu-pintu air dan
katup - katup yang diperlukan. Di dalam rancangan dasar sudah ditentukan ketinggian
permukaan tanah, kemiringan tebing-tebing dan lereng-lereng yang direncanakan serta
dimensi utamanya sehingga dapat dipakai dasar perhitungan perkiraan biaya.
Rancangan dasar peralatan Elektro Mekanik (EM) lebih diarahkan kepada penentuan jenis
turbin, kapasitas pembangkit dan jumlah unit yang telah disesuaikan dengan pola operasi
PLTM, kondisi beban dan ekonomis.
Sedangkan disain dan pembuatan peralatan tersebut adalah tanggung jawab pabrikan/
supplier/ kontraktor yang menangani pekerjaan tersebut.
Dengan demikian rancangan dasar peralatan elektro mekanik bersifat pembuatan kriteria
untuk menyusun spesifikasi teknik yang diarahkan kepada standarisasi.
Pengertian standarisasi pada mini hidro adalah memilih type, kapasitas, putaran dan
tegangan dari peralatan utama EM (turbin, governor, generator dan trafo) yang mengarah
kepada disain khusus yang mengakibatkan harga peralatan menjadi mahal.
Pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan di dalam pembuatan Rancangan dasar dan
Perkiraan Biaya adalah sebagai berikut :
a. Membuat kriteria rancang dasar dilengkapi dengan dasar pemikiran, rumus-rumus yang
dipergunakan, angka-angka keamanan, referensi yang dipakai dan lain-lain.
b. Melakukan analisa dan perhitungan untuk pembuatan rancangan dasar struktur bangunan
sipil.
c. Melakukan analisa dan perhitungan untuk menentukan jenis, kapasitas dan jumlah unit
peralatan elektromekanik beserta instrument control proteksinya.
d. Berdasarkan rancang bangun di atas, dihitung perkiraan biaya proyek, meliputi biaya
untuk pembuatan rancang bangun (detail design), pengawasan, pembebasan tanah,
pekerjaan sipil dan pekerjaan elektromekanik.
e. Menyiapkan jadwal pendanaan yang diperinci ke dalam pekerjaan sipil dan pekerjaan
elektromekanik berikut biaya supervisinya.

G.8

ANALISA FINANSIAL

PT. SASANA PATRIA AGRANUSA

G-4

Yang dimaksud dengan Analisa Finansial Proyek adalah suatu kegiatan analisa untuk
mengetahui tingkat kelayakan dari suatu proyek yang direncanakan, ditinjau dari aspek
Finansial.
Analisa-analisa tersebut di atas dilaksanakan dengan metode IRR (Internal Rate of return)
yang akan dilengkapi dengan Cash Flow.
Di samping itu akan dilakukan pula perhitungan untuk mendapatkan biaya per kW dan biaya
per kWh.

G.9.

PEMBUATAN DETAIL DESIGN (DISAIN RINCI)


Dari data-data primer maupun sekunder yang telah diperoleh dan berdasarkan rancangan
dasar/ kriteria disain yang telah dibuat, Konsultan akan membuat Disain Rinci atas bangunan
Sipil dan menyiapkan Spesifikasi Teknik peralatan elektromekanik sehingga pekerjaan
tersebut dapat dimengerti dan mudah dilaksanakan oleh Kontraktor. Disain rinci tersebut
dituangkan dalam gambar-gambar disain/ rencana sebagai gambar pelaksanaan konstuksi.
Disain Rinci yang akan dibuat antara lain meliputi :
1. Bangunan Sipil, terdiri dari ;
a.

Bendung beserta bangunan pelengkap

b.

Bangunan penyadap (intake)

c.Saluran penghantar, termasuk kolam Penangkap Pasir


d.

Bak penenang

e.

Pipa Pesat, Pintu Air dan Saringan

f. Gedung Sentral
g.

Saluran Pembuang (Tail Race)

h.

Rumah Operator

i. Jalan Masuk dari Desa Todong Belang (Kampung Warsawe)


j. Pagar Lokasi
k.Water Resistance
l. Transmisi ke pusat beban

2. Menyusun Spesifikasi peralatan Elektro Mekanik yang terdiri dari :


a.

Turbin

b.

Governor

c.Valve

PT. SASANA PATRIA AGRANUSA

G-5

d.

Generator

e.

Instrumen dan control proteksi

f. Trafo
g.

Panel-panel

h.

Overhead Crane

i. Batteray (bila ada)


j. Serandang Hubung (Switch Yard)
k.Transmisi 20 kV
l. Instalasi Tenaga dan Penerangan
m.

Tool dan Spare Parts

G.10. GAMBAR INSTALASI PEMBANGKIT SERTA SPESIFIKASI


PERALATAN
YANG
AKAN
DIPERGUNAKAN
BERIKUT
INTERKONEKSINYA DENGAN SISTEM KELISTRIKAN PLN
Dalam hal ini konsultan membuat gambar-gambar lengkap mengenai instalasi pembangkit
berikut interkoneksinya ke jaringan PLN beserta spesifikasi peralatan yang akan dipakai
disesuaikan dengan sistem kelistrikan PLN.

G.11 GAMBAR LOKASI (SITE PLAN)


Gambar lokasi yang dibuat menggambarkan letak lokasi pembangkit PLTM Cunca
Wulang dan jaringan transmisi 20 kV yang dibangun serta jaringan 20 kV terdekat
milik PT. PLN (Persero).

G.12 JADWAL KONSTRUKSI DAN OPERASIONAL KOMERSIAL


Konsultan akan menghitung jangka waktu pelaksanaan pembangunan/ konstruksi secara
detail untuk setiap bidang pekerjaan, baik pekerjaan Sipil, Mekanikal dan Elektrikal serta
rencana mulai dioperasikannya pembangkit dan interkoneksinya dengan sistem PLN.

G.13 PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN (BOQ) DAN PERKIRAAN


BIAYA PROYEK
Dari hasil disain dan gambar-gambar rencana yang telah dibuat, Konsultan akan menghitung
volume pekerjaan / Bill of Quantity dan juga biayanya ( harga satuan dan biaya pekerjaan ).

PT. SASANA PATRIA AGRANUSA

G-6

G.14 PEMBUATAN TENDER DOKUMEN ( BID DOCUMENT )


Konsultan akan membuat Dokumen tender yang dilengkapi dengan gambar-gambar
perencanaan dan jadwal pembangunan yang akan dipakai sebagai acuan pelaksanaan
konstruksi.

PT. SASANA PATRIA AGRANUSA

G-7