Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

MATAKULIAH TEKNOLOGI DAN BERKELANJUTAN

PENERAPAN JAKARTA SMART CITY

DISUSUN OLEH
GANDES PUNJUNG WINANTI
1506708981

FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM PROFESI ARSITEKTUR
DEPOK
2016

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Urbanisasi di dunia berlangsung semakin cepat terutama di area Asia-Pasifik. Dalam
seratus tahun, terhitung dari tahun 1950 sampai 2050 grafik urbanisasi dunia dari tahun ke
tahun semakin meningkat dan secara signifikan Asia-Pasifik paling terlihat dominan
kenaikanya1. Berbagai faktor yang mempengaruhi peningkatan urbanisasi di Asia terutama di
kota-kota besar Indonesia salah satunya adalah untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih
baik. Banyak juga riset terkait faktor peningkatan urbanisasi di Indonesia, antara lain akibat
dari tidak meratanya pembangunan yang terjadi di desa dan di kota sehingga masyarakat
yang berada di desa berpindah ke kota besar untuk mendapatkan penghidupan yang lebih
baik.
Proses urbanisasi ini mempengaruhi berbagai aspek di kehidupan perkotaan terutama
pada ekonomi, sosial, dan lingkungan. Ketika suatu kota sudah siap terhadap pertumbuhan
jumlah penduduknya dan memiliki sistem yang dapat mengakomodir seluruh aspek
perkotaan, maka efek positif dari proses urbanisasi ini akan lebih dirasakan. Namun, apabila
sistem perkotaan yang ada belum siap mengakomodir jumlah penduduk yang terus bertambah
maka dampak negatif akan lebih dirasakan. Dampak negatif sering kita rasakan sebagai
masyarakat yang hidup kota besar Indonesia, khususnya di Ibukota Jakarta. Masalah
Kemacetan, limbah, polusi, banjir dan kebakaran menjadi pemandangan dan seperti sudah
menyatu dengan kehidupan kita sehari-hari di Jakarta.
Seiring berjalannya waktu banyak konsep mengenai kota ideal yang dibuat oleh
banyak pakar diberbagai macam bidang baik dari akademisi maupun praktisi berbasis dari
kesadaran untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat kota. Perkembangan konsep
kota ideal tersebut juga dibarengi dengan perkembangan teknologi. Saat ini teknologi sangat
melekat di kehidupan sehari-hari manusia. Pekerjaan manusia semakin dipermudah dengan
adanya teknologi yang kian berkembang semakin canggih dan efektif. Perwujudan
perkembangan teknologi mulai dari berupa fisik sampai digital dan aplikasinya dapat
diterapkan dalam berbagai sistem. Contohnya, dari internet dan teknologi informasi saat ini,
masyarakat sudah mudah mengakses segala informasi baik bersifat publik maupun privat dan
saling terhubung satu sama lain lewat jaringan maya. Konsep kota ideal yang berkolaborasi
1 The State of Asian and Pacific Cities 2015,UN ESCAP dan UN habitat, 2015, Hlm.12.

dengan kebermanfaatan teknologi terus dikembangkan dan salah satu contohnya adalah
smart city.
Smart city merupakan konsep yang telah banyak memiliki pengembangan dari
berbagai multidisiplin riset dan sudah diaplikasikan kebanyak kota di dunia. Di tahun 2015,
Indonesia mengumumkan 15 kota mengaplikasikan smart city2. Kota-kota besar yang
menerapkan konsep tersebut antara lain Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Jakarta sebagai ibu
kota negara memegang peran paling besar sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat
ekonomi di Indonesia dan perannya menjadi kota percontohan bagi kota-kota lain di
Indonesia. Maka dari itu, implementasi smart city di Jakarta diharapkan dapat membangun
kualitas hidup masyarakatnya lebih baik, menjadikan kota yang lebih layak huni dan juga
kesuksesanya dapat dijadikan contoh bagi kota lain di Indonesia.

Landasan Teori
Konsep Smart City
Smart city merupakan pengembangan konsep kota berkelanjutan yang berdasarkan
kepada peningkatan di sektor ekonomi, sosial dan lingkungan dengan mengintegerasikan
setiap elemen pembantuk ruang kota, baik dari aspek fisik maupun non fisik.
A city that able to manage resources include natural resource and human resource
so the citizens able to live securely, pleasant, and continously. Information and
Communication Technology is indispenseble to help the management.3
Salah satu yang paling berperan dalam menjalankan konsep ini adalah dengan
menerapkan sistem ICT (Information and Communication Technology). ICT merupakan
sistem yang mengintegerasikan antara masyarakat ke dalam pengelolaan aset kota 4.
Masyarakat bisa terhubung dan memonitor langsung ke fasilitas umum, fasilitas sosial,
infrastruktur, informasi departemen lokal, dan informasi lain yang bersifat pubik. ICT
merupakan sistem yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sehingga diharapkan
2 Indonesias 15 smart cities announced, dalam
http://www.thejakartapost.com/news/2015/08/13/indonesia-s-15-smart-cities-announced.html diakses
30 Maret 2016.
3 Suhono Harso Supangkat dalam file presentasi Smart city and Model Developement
4 Smart city, dalam https://en.wikipedia.org/wiki/Smart_city#cite_note-3 diakses diakses 30 Maret
2016.

dapat meningkatkan kualitas, kinerja dan interaksi pelayanan kota, menghemat biaya dan
menjadi mempermudah koneksi bagi pemerintah dan masyarakat5.
Smart city memfokuskan sistem yang membuat kota tersebut mengetahui masalah
yang terjadi didalam area mereka (sensing), mengerti permasalahan mereka (understanding)
dan dapat mengorganisir sumber daya yang mereka miliki untuk mengakomodir kebutuhan
masyarakatnya secara efektif dan efisien6.
smart
governm
ent
smart
econo
my

smart
living

smart
city
smart
mobilit
y

smart
live
smart
people

Gambar1. Enam dimensi Smart city

Konsep smart city sendiri dikembangkan kembali menjadi enam dimensi7, yaitu :

Smart Economy : meningkatkan inovasi dan kewiraswastaan internal pada usaha


internal masyarakat. Juga meningkatkan produktifitas dan koneksi antara pasar lokal
dan global.

5 Building a smart + equitable city, dalam


http://www1.nyc.gov/site/forward/innovations/smartnyc.page diakses 30 Maret 2016
6 Suhono Harso Supangkat dalam file presentasi Smart city and Model Developement
7 Bambang Suhono dalam file presentasi City Infrfastructure Financing and Smart Cities Model

Smart Mobility : pengelolaan infrastruktur kota yang dikembangkan di masa depan


merupakan sebuah sistern pengelolaan terpadu dengan penerapan Information

Communication Technology (ICT) dan diarahkan kepada kepentingan publik.


Smart People : membangun sistem pendidikan yang lebih maju dan terus mengasah

kreativitas masyarakat lebih dalam. Serta membangun masyarakat yang inklusif.


Smart Living : membangun budaya semangat dan juga bahagia didalam kehidupan

sehari-hari. Meningkatkan pelayanan keamanan dan kesehatan.


Smart Government mengaktifkan penawaran dan permintaan terhadap kebijakan yang
telah akan dibuat atau diperbaharui. Membuat tranparansi dan data terbuka yang dapat
dipantau masyarakat. Mempermudah koneksi masyaraakat dengan pemerintah melalui

ICT.
Smart Environtment : menerapkan green building, green energy dan green urban
planning untuk pembangunan kota kedepanya.

Pembagian dimensi ini memudahkan kita untuk lebih menspesifikkan semua aspek yang
harus dimiliki untuk upaya menuju smart city. Dalam tatanan kota yang sudah berjalan akan
lebih mudah memasukan sistem yang telah lebih jauh didefinisikan pada spesialisasi yang
lebih spesifik. Dan semua aktoryang dibidang terspesialisasi tersebut akan terintegrasi dan
terkoneksi satu sama lain dengan sistem berbasis ICT. Sehingga semua aktor kota satu sama
lain dapat saling mengkoreksi dan terus mengembangkan bidangnya sambil memperbaiki

SUSTAINABLE URBAN DEVELOPEMENT

T
w/ IC
d
e
t
a
egr

sistem kota baik fisik maupun non fisik.

Int

URBAN DEVELOPEMENT

TECHNOLOGY DEVELOPEMENT

SMART PEOPLE

SMART LIVING

SMART CITY
SMART GOVERNMENT
SMART MOBILITY

SMART ECONOMY
SMART ENVIRONTMENT

Gambar1. Kerangka Teori Smart city

Peraturan Pemerintah terkait Jakarta Smart city


Pemerintah Indonesia sudah memberikan dukunganya terkait konsep smart city untuk
diaplikasikan ke kota-kota di Indonesia. Salah satu dukungan pemerintah antaralain adalah
dengan membuat peraturan-peraturan yang bertujuan sebagai dukungan tercapainya
lingkungan kota berkelanjutan. Tujuan tersebut sejalan dengan visi smart city yaitu
menciptakan kota yang berkelanjutan sehingga dapat diimplementasikan dan dapat menjadi
pedoman dalam proses penerapan smartcity.
Salah satu peraturan yang mendukung tercapainya lingkungan berkelanjutan secara
nasioinal adalah Undang-undang Nomor 4 tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok
Pengelolaan Lingkungan Hidup, berlaku sejak 11 Maret 1982. Undang-undang ini sebagai
acuan dasar dan disitu juga diterangkan mengenai prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan
hidup. Seiring berjalanya waktu, UU tersebut direvisi menjadi Undang-Undang No. 23 Tahun
1997 dikeluarkan pada tanggal 19 September 1997. UU ditambah kan dengan pembahasan
terkait sustainable development. Undang-undang ini direvisi kembali menjadi Undangundang Nomor 32 tahun 2009 dengan menambahkan pembahasan terkait pembangunan
ekonomi nasional berdasar pada prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan
lingkungan.
Peraturan pemerintah daerah terkait pembangunan kota jakarta selanjutnya terdapat
pada Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta (RTRW 2030). Pada peraturan tersebut
diterangkan visi dan misi pembangunan kota DKI Jakarta. Visi pengembangan DKI Jakarta
terdapat pada pasal 2 yaitu, Pembangunan Provinsi DKI Jakarta diarahkan untuk
mewujudkan visi Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia yang nyaman,
berkelanjutan dan dihuni oleh masyarakat yang sejahtera.
Didalam visi tersebut dijelaskan bahwa pembangunan DKI jakarta menuju kearaah kota yang
berkelanjutan. Dan di misi untuk mewujudkan visi tersebut terdapat pada pasal 3, sebagai
berikut :
a. membangun prasarana dan sarana kota yang manusiawi;
b. mengoptimasikan produktivitas kota;
c. mengembangkan budaya perkotaan;

d. mengarusutamakan pembangunan berbasis mitigasi bencana;


e. menciptakan kehidupan kota yang sejahtera dan dinamis; dan
f. menyerasikan kehidupan perkotaan dengan lingkungan hidup.
Selanjutnya untuk lebih rinci lagi, pemerintah DKI Jakarta telah membuat Peraturan
Gubernur Provinsi DKI Jakarta nomor 280 tahun 2014, yang berisikan tentang Pembentukan
Organisasi dan Tata Kerja Unit Pengelola Jakarta Smart city. Peraturan ini didukung oleh 21
peraturan lain, yaitu :
1
2
3

Undang-Undang nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;


Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang pemeriksaan pengelolaan dan

Tanggung Jawab Keuangan Negara;


Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintah Provinsi Daerah Khusus

5
6
7
8

Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia;


Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik;
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik;
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2001 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-

undangan;
9 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;
10 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana
telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015;
11 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan;
12 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
13 Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja
Instansi Pemerintah;
14 Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan
Daerah Kabupaten/Kota;
15 Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah;
16 Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang
Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;
17 Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik
Negara/Daerah;
18 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Peraturan Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011;
19 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 45 Tahun 2008 tentang Pola Organisasi
Perangkat Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta;
20 Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2014 tentang Organisasi Perangkat Daerah;

21 Peraturan Gubernur Nomor 234 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas
Komunikasi, Informatika dan Kehumasan;
Bab-bab didalam peraturan gubernur ini berisikan tentang peresmian dibentuknya
Jakarta Smart city. Dilanjutkan dengan pembagian kedudukan, tugas dan fungsi. Unit
pelaksanaan teknis merupakan tugas dari Dinas Kominfomas. Dan, ketentuan teknis lain
seperti formasi jabatan dan kebutuhan peralatan kerja unit pengelola diatur oleh Peraturan
Gubernur/Keputusan Gubernur tersendiri sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, keuangan
daerah dan prioritas daerah. Sehingga sistem kerja berjalan mengikuti prioritas daerah dan
dinamis.

Studi Kasus
Penerapan Jakarta Smart city
Penerapan konsep smart city disuatu kota tidak bisa bisa langsung disamakan dengan
penerapanya dengan di kota lain. Penerapan konsep smart city di suatu kota akan berbeda
dengan kota lain, begitupun dengan suatu negara dengan negara lain tergantung oleh
tingkatan perkembanganya, kemauan untuk berubah, juga faktor sumberdaya dan aspirasi
masyarakatnya sendiri8. Sehingga penerapan smart city di Jakarta akan berbeda dengan di
negara lain seperti Singapura atau di Hongkong.
Sistem Jakarta Smart City sudah sejak tahun 2014 diperkenalkan ke publik dengan
tahap awal membuka13 data set yang baru tersedia diawal ICTnya. Sistem ini dibentuk untuk
mewujudkan

Jakarta baru yang informatif dan transparan serta mendukung kolaborasi

melalui pemanfaatan teknologi untuk pelayanan masyarakat yang lebih baik. Dengan
semboyan open cities for smatrer cities menegaskan bahwa kota yang terbuka akan
informasi dan data yang mereka punya akan membuat masyarakat. semakin paham akan
pengembangan kotanya. Fokus area yang dikembangkan dalam sistem ini antara lain
pelayanan publik yang lebih efisien dan efektif, pemerintah yang lebih terbuka dan
transparant, serta meningkatkaan fasilitas publik9. Rangkaian sistem yang termasuk kedalam
Jakarta Smart city terdiri dari,

8 What is Smart City? dalam http://smartcities.gov.in/writereaddata/What%20is


%20Smart%20City.pdf, diakses 30 Maret 2016
9 Jakarta Capital City Government, file presentasi Jakarta Smart city

1. Meningkatkan pelayanan terhadap publik


Dalam penyediaan servis terhadap publik, pemerintah DKI Jakarta membuat programproram yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat jakarta. Program
tersebut antara lain,

One stop service


one stop services terdiri dari one day services, zero complaint, zero delay,
menyederhanakan prosedur, dan antar jemput izin bermotor (AJIB).
Rumah susun
Rumah susun merupakan program pemerintah untuk merelokasi warga yang
menghuni bantaran sungai dan rumah kumuh dipindahkan ke rumah susun dengan

full furnished.
Taman multifungsi
Menyediakan ruang pusat aktivitas publik dengan fasilitas perpustakan, free wifi,
taman bermain, dan taman.

2. Memberikan informasi publik


Dalam upaya tranparansi data dan informasi, pemerintah DKI Jakarta membuat ICT
berupa jaringan yang dapat diakses secara online antara lain,
Portal resmi jakarta.go.id
Jakarta Open Data
Youtube Pemprov DKI Jakarta
Smartcity Portal
City API, sebagai jaringan laporan kejadian atau informasi yang ingin
dibagikan oleh masyarakat ke publik.
3. Menerima partisipasi publik
Antusias masyarakat terhadap pengembangan Jakarta Smart city dibuktikan dari
berbagai dukungan yang diberikan dengan membantu menberikan informasi dan data
pada jaringan online yang dapat diakses publik, seperti :
Citizen complain
HackJak
Crowd Sourcing
Inkubasi
Program lain terkait dengan konsep Jakarta Smart city dibuat pemerintah seperti jakartaApps,
JSC Lounge, one payment card, smart PJU, smart parking, CRM, city survelliance
merupakan pengembangan ICT Jakarta untuk terus meningkatkan kualitas masyarakat yang
ideal dan menuju kota berkelanjutan.
Dalam kenyataanya program untuk meningkatkan pelanan terhadap publik salah
satunya one stop service sudah mulai berjalan cukup baik. Pengamatan didasari dari

banyaknya artikel yang menceritakan pengalamanya dalam pengurusan perizinan yang lebih
cepat daripada sebelum digalakkanya program. Salah satunya dalam hal mengurus paspor di
kantor imigrasi yang biasanya harus datang tiga kali, sekarang dapat diurus dengan dua kali
kehadiran10. setelah program ini telah dijalankan. cepatnya mengurus perizinan. Program
relokasi ke rusun full-furnished bagi warga yang terkena dampak penggusuran dari bantaran
sungai, dan bagi warga pemukiman kumuh juga sudah efektif dilakukan sejak dua tahun
belakangan ini sebagai upaya penertiban pengembangan area ruang terbuka hijau 11. Program
taman multifungsi juga sudah dikerjakan, pada tahun 2015 sudah diresmikan empat taman
multifungsi, dan target di tahun 2017, Jakarta akan memiliki 306 taman 12.
Program terkait memberikan informasi publik dan menerima partisipasi publik juga
sudah dikerjakan secara serius oleh pemerintah DKI Jakarta. Salah satunya adalah portal
website jakarta smart city13 yang merupakan website resmi pemerintah DKI Jakarta yang
menampilkan data-data aktual terkait bermacam-bacam bidang dinas terkait. Antara lain
dinas tata kota yang menampilkan pemetaan zonasi, dinas perhubungan menampilkan
pemetaan kepadatan lalulintas dan sebagainya. Aplikasi ini sangat memudahkan masyarakat
jakarta untuk mengetahui apa saja yang terjadi di jakarta dan dapat memonitor perkembangan
kota kedepanya. Dengan aplikasi ini masyarakat juga dapat melihat informasi masyarakat
yang menginput data di qlue terkait dengan keluhan atau usulan terhadap masalah terjadi di
area kota Jakarta. Dan langsung dihubungkan kepada petugas terkait untuk penanganan yang
lebih lanjut. Secara umum sistem informasi yang sudah tersedia membantu untuk
mengintegerasikan semua aktor di DKI Jakarta. Tidak hanya menyediakan informasi dari
pemerintah saja, namun masyarakat juga ikut berpartisipasi.

10 Direktorat Jendral Immigrasi, artikel online


http://www.imigrasi.go.id/index.php/berita/berita-utama/382-terapkan-sistemoss,-waktu-pengurusan-paspor-lebih-singkat diakses 30 maret 2016
11Kumpulan artikel penggusuran yang terjadi di DKI Jakarta dalam
http://metro.sindonews.com/topic/2564/penggusuran-rumah-tinggal diakses 30
maret 2016
12 Artikel mengenai pembangunan RPTRA di Jakarta 2015 dalam
http://news.detik.com/berita/2951941/mengenal-lebih-jauh-rptra-tamanmultifungsi-di-sudut-sudut-ibu-kota diakses 30 Maret 2016
13 Website http://smartcity.jakarta.go.id/maps/

KESIMPULAN
Dalam kenyataanya, pengembangan konsep Jakarta Smart city yang baru berjalan
kurang lebih selama kurang lebih dua tahun tersebut sudah sesuai dengan teori Smart city
yang ada. Penerapan konsep Jakarta Smart city sudah menunjukkan upaya pemerintah untuk
menuju kepada smart govenment. Lebih rinci lagi progam untuk meningkatkan servis
terhadap publik, antara lain one stop service cenderung mengarahkan kepada smart mobility,
sedangkan rusun dan taman multifungsi merupakan program pemerintah yang lebih
mengarahkan ke smart living dan smart environment. Sedangkan program yang dibentuk
untuk memberikan informasi publik dan juga menerima partisipasi publik antara lain
pengembangan

ICT

terintegrasi

mengarahkan

pengembangan

ke

semua

dimensi

pengembangan smart city antara lain smart people, smart economy, smart mobility, smart
environtment, smart living dan smart government.
SARAN
Untuk menjaga keberlanjutanya, dibutuhkan integerasi dari semua aktor baik dari
pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakatnya.

REFERENSI
Suhono Harso Supangkat dalam file presentasi Smart city and Model Developement
Jakarta Capital City Government, file presentasi Jakarta Smart city
http://www.imigrasi.go.id/index.php/berita/berita-utama/382-terapkan-sistem-oss,-waktupengurusan-paspor-lebih-singkat
http://metro.sindonews.com/topic/2564/penggusuran-rumah-tinggal
http://news.detik.com/berita/2951941/mengenal-lebih-jauh-rptra-taman-multifungsi-di-sudutsudut-ibu-kota
http://smartcity.jakarta.go.id/maps/
http://www.thejakartapost.com/news/2015/08/13/indonesia-s-15-smart-cities-announced.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Smart_city#cite_note-3
http://www1.nyc.gov/site/forward/innovations/smartnyc.page