Anda di halaman 1dari 12

MODEL PRAKTEK KEPERAWATAN PROFESIONAL

mempunyai kemampuan dan tanggung jawab

(MPKP)
1. Pengertian Model Praktik Keperawatan Profesional

dalam mengatasi masalah keperawatan dan telah


menghasilkan

berbagai

jenjang

produk

(MPKP)
Model praktek keperawatan profesional atau

keperawatan untuk pemberian asuhan keperawatan

MPKP adalah suatu sistem (struktur, proses, nilai-

termasuk lingkungan tempat asuhan keperawatan

nilai profesional) yang memungkinkan perawat

tersebut diberikan (sitorus & Yulia, 2005).


Dari beberapa pengertian diatas

profesional

mengatur

pemberian

disimpulkan bahwa
keperawatan

termasuk

lingkungan

dapat

asuhan
Model praktek kepeawatan

untuk
profesional (MPKP) adalah suatu sistem (struktur,

menunjang asuhan tersebut. (Hoffart & Woods,


proses, nilai-nilai profesional) berupa metode
1996 dalam Huber, 2010).
Pengertian lain menyebutkan MPKP adalah

pelayanan yang memfasilitasi perawat profesional

salah satu metode pelayanan keperawatan dari

dengan kemampuan dan tanggung jawab yang

sistem, struktur, proses dan nilai-nilai profesional,

dimiliki untuk memberikan asuhan keperawatan

yang memfasilitasi perawat profesional yang

termasuk lingkungan tempat asuhan keperawatan

Seorang perawat dalam melakukan asuhan

itu diberikan.
2. Komponen Model Praktik Keperawatan Profesional

keperawatan untuk memenuhi kebutuhan dasar


manusia harus melakukan pendekatan penyelesaian

(MPKP)
Hoffart & Woods, 1996 dalam (Ratna & Yulia,
2006) menyimpulkan bahwa MPKP terdiri dari

masalah, sehingga dapat diidentifikasi masalah


klien, dan nantinya

dapat diterapkan

terapi

lima komponen (sub system) yaitu :


a. Nilai nilai profesional (Profesional Values)
Nilai-nilai professional menjadi komponen

keperawatan yang tepat untuk masalah klien.


c. Hubungan profesional (Profesional Relationship)
Pemberian asuhan kesehatan yang diberikan

utama pada praktik keperawatan profesional.Nilai-

kepada klien melibatkan beberapa anggota tim

nilai professional ini merupakan inti dari MPKP.

kesehatan yang mana fokus pemberian asuhan

Nilai-nilai seperti penghargaan atas otonomi klien,

kesehatan adalah klien. Karena banyaknya anggota

menghargai klien, dan melakukan yang terbaik

tim kesehatan yang terlibat, maka perlu adanya

untuk klien harus tetap ditingkatkan dalam suatu

kesepakatan mengenai hubungan kolaborasi dalam

proses keperawatan.
b. Pendekatan manajemen (Management Approach)

pemberian asuhan kesehatan tersebut.


d. Metode pemberian asuhan keperawatan (Care
Delivery System)

Dalam perkembangan keperawatan menuju

dahulu

harus

dipenuhi.

Kompensasi

dan

layanan yang profesional, digunakan beberapa

penghargaan yang diberikan pada MPKP dapat

metode pemberian asuhan keperawatan, misalnya

disepakati di setiap institusi dengan mengacu pada

metodekasus, fungsional, tim, dan keperawatan

kesepakatan bahwa layanan keperawatan adalah

primer, serta manajemen kasus. Dalam praktik

pelayanan profesional.

keperawatan profesional, metode yang paling


memungkinkan pemberian asuhan keperawatan

3. Model pelaksanaan MPKP


Pada model praktek keperawatan professional

professional adalah metode yang menggunakan the


metode yang di digunakan adalah kombinasi
breath of keperawatan primer.
e. Sistem
kompensasi
dan
(Compensation & Reward).
Pada suatu profesi, seorang
mempunyai

hak

atas

penghargaan

metode primer dengan metode tim yang disebut

professional

primary-team.
Penetapan

kompensasi

dan

metoda

ini

dadsarkan

pada

berbagai alasan sebagai berikut:


a. Metode keperawatan primer tidak digunakan secara

penghargaan.Kompensasi yang didapat merupakan


murni karena sebagai perawat primer harus
imbalan dari kewajiban profesi yang terlebih
mempunyai latar belakang pendidikan pada tingkat

S1 keperawatan atau setara. Apbila menggunkan

mempunyai kemampuan sebagai S.Kep atau Ners

metode secara murni dibutuhkan jumlah perawat

melalui

S1/setara dalam jumlah yang lebih banyak.


b. Metode tim tidak digunakan secara murni karena

kesempatan

peningkatan

pendidikan.Praktik keperawatan pada tingkat ini


diharapkan dapat memberikan asuhan keperawatan

pada metode ini tanggug jawab tentang asuhan


professional tingkat pemula dengan metode asuhan
keperawatan klien terfragmentasi pada berbagai
pemberian

asuhan

keperawatan

modifikasi

tim.
Melalui kombinasi ini diharapkan kontinuitas dan

keperawatan primer.Ketenagaan pada tingkat ini,

akuntabilitas asuhan keperawatan terdapat pada

jumlah harus sesuai dengan jumlah kebutuhan

perawat primer.
4. Tingkatan MPKP
Menurut (Ratna & Yulia, 2006), kategori MPKP

S.Kep/Ners (1:25-30), DIII keperawatan sebagai

dapat diklasifikasikan berdasarkan tingkat pendidikan

sebagai PA.dokumentasi keperawatan mengacu

c.

Preawat Primer (PP) menjadi :


a. MPKP Pemula
Pada tingkat ini kategori

PP

masih

berpendidikan DIII dan diharapkan nantinya PP

perawat primer pemula, SPK/DIII keperawatan

pada standar rencana perawatan masalah actual.


b. MPKP tingkat 1
PP adalah S.Kep/Ners, agar dapat memberikan
asuhan

keperawatan

berdasarkan

ilmu

dan

teknologi diperlukan seseorang Ners spesialir yang

primer

akan berperan sebagai clinical care manager

keperawatan

(CCM). Praktik keperawatan pada tingkat 1,

keperawatan. Jumlah ketengaan harus sesuai

diharapkan dapat memberikan asuhan keperawatan

dengan kebutuhan, Ners spesialis : PP (1:1), Ners

professional dengan metode asuhan pemberian

spesialis sebagai CCM, S.Kep/Ners sebagai PP,

asuhan

DIII sebagai PA. Dokumentasi menggunakan

keperawatan

modifikasi

keperawatan

tingkat

II.Metode

adalah

manajemen

kasus

sesuai dengan kebutuhan, Ners spesialis (1:25-30

keperawatan.Pada MPKP tingkat II dibutuhakan

klien) sebagai CCM, S.Kep/Ners sebagai PP, DIII

minimal 1 orang sebagai CCM dengan kemampuan

sebagai PA.dokumentasi keperawatan mengacu

Ners spesialis.
d. MPKP tingkat III
Metode pemberian asuhan keperawatan adalah

mampu

memberikan

modifikasi

keperawatan

standar

dan

clinical

resiko.
c. MPKP tingkat II
Praktik keperawatan pada tingkat ini diharapkan

dan

asuhan

primer. Ketenagaan pada tingkat ini, jumlah harus

standar rencana keperawatan masalah aktual dan

pathaway

pemberian

rencana

manajemen kasus. Jumlah tenaga sesuai dengan


kebutuhan, doktor keperawatan klinik sebagai
konsultan, Ners spesialis : PP (1:1), ners spesialis

sebagai CCM, DIII keperawatan sebagai PA.

c) Bila dalam dokumentasi belum ada renpra,

Dokumentasi keperawatan menggunakan clinical

maka

pathway. Pada MPKP tingkat II perawat dengan

menetapkan

kemampuan ners spesialis ditingkatkan menjadi

menggunakan standar renpra yang sudah

doktor keperawatan, sehingga diharapkan perawat


lebih banyak melakukan penelitian keperawatan

disepakati bersama
d) Membahas tugas PA bersama PP
e) Mengobservasi dan member masukan

yang dapat menigkatkan mutu asuhan keperawatan

kepada PP terkait dengan bimbingan yang

sekaligus mengembangkan ilmu keperawatan.


a. Tugas dan tanggung jawab CCM
1) Tugas dan tanggung jawab CCM
a) Bersama
dengan
PP
memvalidasi

diberikan PP kepada PA
f) Memberikan masukan pada diskusi kasus

diagnosis

keperawatan

yang

bersama-sama

dengan

diagnosis

PP
dengan

yang dilakukan PP dan PA


g) Mempresentasikan isu-isu baru terkait

sudah

ditetapkan PP
b) Memberikan masukan kepada PP dan
memberi pujian terhadap diagnosa dan

asuhan keperawatan
h) Mengidentifikasi fakta dan temuan yang
memerlukan pembuktian
i) Mengidentifikasi masalah penelitian
j) Menerapkan hasil-hasil penelitian dalam

renpra yang telah dibuat


asuhan keperawatan

k) Bekerjasama dengan kepala ruang dalam

7) Bekerjasama dengan kepala ruang dalam

mengevaluasi mutu asuhan keperawatan

mengevaluasi mutu asuhan keperawatan dan

dan implementasi MPKP


l) Mengevaluasi pendidikan kesehatan yang

implementasi MPKP
8) Mengevaluasi pendidikan kesehatan yang

diberikan PP
m) Merancang pertemuan

diberikan PP
9) Merancang

membahas

hasil

ilmiah

evaluasi

untuk
asuhan

keperawatan
2) Memberikan masukan pada diskusi kasus yang

pertemuan

ilmiah

untuk

membahas hasil evaluasi asuhan keperawatan


b. Tugas dan tanggung jawab PP
1) Melakukan kontrak kepada klien dan keluarga

dilakukan PP dan PA
3) Mempresentasikan isu-isu baru terkait asuhan

klien ketika masuk ruangan


2) Melakukan pengkajian terhadap pasien baru
3) Menetapkan asuhan keperawatan berdasarkan

keperawatan
4) Mengidentifikasi fakta dan temuan yang

analisis renpra sesuai dengan hasil pengkajian


4) Menjelaskan renpra yang sudah ditetapkan

memerlukan pembuktian
5) Mengidentifikasi masalah penelitian
6) Menerapkan hasil-hasil penelitian

kepada PA yang berada di bawah tanggung


dalam

jawabnya
5) Menetapkan PA yang bertanggung jawab

asuhan keperawatan
kepada setiap klien, setiap kali giliran jaga

(shift). Pembagian berdasarkan jumlah klien,

14) Melakukan pertemuan dengan klien/keluarga

tingkat ketergantungan klien.


6) Melakukan bimbingan dan evaluasi PA dalam

minimal setiap 2 hari untuk membahas kondisi

melakukan tindakan keperawatan


7) Memonitor dokumentasi
8) Memantau dan memfasilitasi terlaksananya

keperawatan klien
15) Bila PP cuti, tugas didelegasikan kepada PA
yang telah ditunjuk dengan bimbingan kepala

kegiatan PA
9) Melakukan tindakan keperawatan yang tidak

ruang/CCM
16) Memberikan pendidikan kesehatan kepada

bisa dilakukan oleh PA


10) Mengatur pelaksanaan konsul dan pemeriksaan

klien/keluarga
17) Membuat perencanaan pulang
18) Bekerjasama
dengan
CCM

laboratorium
11) Melakukan serah

terima

klien

dibawah

tanggung jawabnya bersama PA


12) Mendampingi dokter visit klien yang berada
dibawah tanggung jawabnya. Bila tidak ada,
visit didampingi oleh PA sesuai timnya
13) Melakukan evaluasi asuhan keperawatan dan

mengidentifikasi

yang

memerlukan

pembuktian sehingga tercipta evidence based


practice (EBP
d. Tugas dan tanggung jawab PA
1) Membaca renpra yang telah ditetapkan oleh PP
2) Membina
hubungan
terapeutik
kepada
klien/keluarga

membuat catatan pe rkembangan setiap hari

isu

dalam

3) Menerima

klien

baru

dan

orientasi

11) Melakukan inventarisasi fasilitas yang terkait

klien/keluarga jika PP tidak ada


4) Melakukan tindakan keperawatan terhadap

dengan timnya
12) Membantu tim lain yang membutuhkan
13) Memberikan resep dan menerima obat dari

klien berdasarkan dengan renpra


5) Melakukan evaluasi terhadap tindakan yang
telah dilakukan dan mendokumentasikan pada

keluarga

klien

yang

menjadi

tanggung

jawabnya dan berkoordinasi dengan PP

tempat yang tersedia


6) Mengikuti visit dokter apabila PP tidak ada
7) Memeriksa kerapian dan kelengkapan status
keperawatan
8) Mengkomunikasikan
apabila

menemukan

diselesaikan
9) Menyiapkan
diagnostik,
tindakan
10) Berperan
kesehatan

5. Langkah-langkah dalam Model Praktek Keperawatan


kepada
masalah

PP/PJ

dinas

yang

perlu

Profesional (MPKP)
Pada tahap ini akan dibahas secara sitematis
langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan,

klien

untuk

laboratorium,
serta

pemeriksaan
dan

yaitu (Ratna & Yulia, 2006) :


a. Pembentukan Tim
Jika MPKP akan diimplementasikan di rumah

pendidikan

sakit yang digunakan sebagai tempat proses belajar

pengobatan

memberikan

bagi mahasiswa keperawatan, sebaiknya kelompok

kerja ini melibatkan staf dari institusi yang

rumah sakit, departemen,staf keperawtan, dan staf

berkaitan.

merupakan

lain yang terlibat. Pada presentasi ini juga, sudah

kegiatan kolaborasi antara pelayanan/rumah saklit

dapat ditetapkan ruang rawat tempat implementasi

dan institusi pendidikan.Tim ini bisa terdiri dari

MPKP akan dilaksanakan (Ratna & Yulia, 2006).

seorang koordinator departemen, seorang penyelia,

d. Penetapan Tempat Implementasi MPKP


Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam

Sehingga

kegiatan

ini

dan kepala ruang rawat serta tenaga dari institusi


penempatan tempat implementasi MPKP, antara
pendidikan (Ratna & Yulia, 2006).
b. Rancangan Penilaian Mutu
Penilaian mutu asuhan keperawatan meliputi
kepuasan

klien/keluarga

kepatuhan

perawat

lain (Ratna & Yulia, 2006) :


1) Mayoritas tenaga perawat merupakan staf baru
di ruang tersebut. Hal ini diperlukan sehingga

terhadap standar yang diniali dari dokumentasi

dari

awal

tenaga

perawat

tersebut

akan

keperawatan, lama hari rawat dan angka infeksi

mendapat pembinaan tentang kerangka kerja

noksomial (Ratna & Yulia, 2006).


c. Presentasi MPKP
Selanjutnya dilakukan presentasi tentang MPKP

MPKP.
2) Bila terdapat ruang rawat, sebaiknya ruang
rawat tersebut terdiri dari 1 swasta dan 1 ruang

dan hasil penilaian mutu asuhan kepada pimpinan


rawat

yang

nantinya

akan

dikembangkan

sebagai pusat pelatihan bagi perawat dari ruang


rawat lain
e. Penetapan Tenaga Keperawatan
Pada MPKP, jumlah tenaga keperawatan di
suatu ruang rawat ditetapkan dari klasifikasi klien
berdasarkan

derajat

ketergantungan.

dalam suatu ruang rawat terdapat beberapa jenis


tenaga, meliputi (Ratna & Yulia, 2006) :
1) Kepala ruang rawat
2) Clinical care manager
3) Perawat primer
4) Perawat asosiet
g. Pengembangan
Standar
rencana

Asuhan

Untuk

menetapkan jumlah tenaga keperawtan di suatu

Keperawatan
Pengembangan standar renpra bertujuan untuk

ruangrawat didahului dengan menghitung jumlah

mengurangi waktu perawat menulis, sehingga

klien derdasarkan derajat ketergantungan dalam

waktu yang tersedia lebih banyak dilakukan untuk

waktu tertentu, minimal selama 7 hari berturut-

melakukan

turut.

klien.Adanya standar renpra menunjukan asuhan

tindakan

sesuai

kebutuhan

keperawtan yang diberikan berdasarkan konsep


f. Penetapan Jenis Tenaga
Pada MPKP metode

asuhan

dan teori keperwatan yang kukuh, yang merupakan

metode

salah satu karakteristik pelayanan professional.

modifikasi keperawatan primer. Dengan demikian,

Format standar renpra yang digunakan biasanya

keperawatan

yang

pemberian

digunakan

adalah

terdiri dari bagian-bagian tindakan keperawatan:


diagnose keperawatan dan data penunjang, tujuan,
tindakan keperawatan dan kolom keterangan
h. Penetapan Format Dokumentasi Keperawatan
Selain standar renpra, format dokumentasi
keperawatan lain yang diperlukan adalah (Ratna &
Yulia, 2006) ;
1) Format pengkajian awal keperawatan
2) Format implementasi tindakan keperawatan

3) Format kardex
4) Format catatan perkembangan
5) Format daftar infuse termasuk instruksi atau
6)
7)
8)
9)

pesanan dokter
Format laporan pergantian shif
Resume
perawatan
Identifikasi Fasilitas