Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

MEDAN ELEKTROMAGNETIK

KUAT MEDAN LISTRIK DAN POTENSIAL


LISTRIK

NAMA
NOMOR MAHASISWA
KELOMPOK
HARI / JAM
TANGGAL

: WENING MUSTIKARINI
: 41540
: IX
: SELASA / 10.30
: 30 AGUSTUS 2016

UNIT PRAKTIKUM

:2&3

LABORATORIUM LISTRIK DASAR


DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO DAN TEKNOLOGI INFORMASI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2016

UNIT 2
Kuat Medan Listrik

A. Tujuan Percobaan
1. Mengetahui distribusi kuat medan listrik E pada sebuah kawasan dari dua buah
muatan titik.
2. Mengetahui pengaruh besar nilai muatan dan nilai permitivitas suatu muatan titik
pada kuat medan listrik E.
3. Mengetahui medan listrik E pada suatu muatan titik yang disebabkan oleh muatan
titik lain.

B. Analisis dan Perhitungan


1. Distribusi kuat medan listrik E pada sebuah kawasan dari dua buah muatan
titik
Terdapat dua muatan titik Q1=3K.10-9 C dan Q2= -3K.10-9 (K = 9), masing-masing
berada pada koordinat Kartesian (-1.5,0,0) dan (1.5,0,0) di ruang hampa. Diamati
distribusi kuat medan listrik E pada x-z pada daerah yang dibatasi oleh titik (-2,0,2), (-2,0,2), (2,0,-2), dan (2,0,2).
A) Pada MATLAB, diinput listing program berikut:
clear all;
close all;
clc;
%parameter yang diketahui
e=2.7183;
k=9;
epsilon0= e-9/(36*pi);
Q1=3*k*e-9;
Q2=-3*k*e-9;
p1 = [-1.5 0 0];
p2 = [1.5 0 0];
%daerahpengamatan
x=(-2:0.2:2);
y = 0;
z=(-2:0.2:2);
[Px,Pz]=meshgrid(x,z);
%matrikmedan
E = zeros(length(x),length(z));
%menghitungmedan
for m=1:length(x);
for n = 1:length(z);
xp = Px(m,n);
xy = y;
zp = Pz(m,n);
%medankarena q1
R1x = xp-p1(1);
R1z = zp-p1(3);
R1 = sqrt(R1x^2+R1z^2);
aR1x = R1x/R1;
aR1z = R1z/R1;
E1x=Q1*aR1x/(4*pi*epsilon0*R1^2);

E1z=Q1*aR1z/(4*pi*epsilon0*R1^2);
%medankarena q2
R2x = xp-p2(1);
R2z = zp-p2(3);
R2 = sqrt(R2x^2+R2z^2);
aR2x = R2x/R2;
aR2z = R2z/R2;
E2x=Q2*aR2x/(4*pi*epsilon0*R2^2);
E2z=Q2*aR2z/(4*pi*epsilon0*R2^2);
%medan total
Ex(m,n)= E1x+E2x;
Ez(m,n)= E1z+E2z;
end
end
quiver(Px,Pz, Ex,Ez)
xlim([0-2 2]);
ylim([0-2 2]);
xlabel('sumbu x','FontSize',14);
ylabel('sumbu z','FontSize',14);
hold on;
plot(-1.5,
'o','color','red','linewidth',2);
plot(1.5,
'o','color','magenta','linewidth',2);
title('E Field of Two Charges')
str1 = {'Q1'};
text(-1.6,0.1,str1);
str1 = {'Q2'};
text(1.6, 0.1, str1);

0,
0,

B) Berikut adalah hasil running program MATLAB:

C) Analisis hasil running (B):


Pada hasil simulasi, tanda panah pada masing-masing muatan menunjukkan
medan listrik E yang disebabkan oleh masing-masing muatan ke kawasan
tersebut. Garis tersebut menunjukkan distribusi medan listrik, dimana ketika dekat
dengan muatan, garis yang ditunjukkan lebih tegas daripada saat jauh dari muatan
dimana yang ditunjukkan hanya berupa titik-titik.
Listing program tersebut berisi perhitungan kuat medan E yang disebabkan
oleh dua buah muatan titik.
Diketahui :

Q1 = 3 9 10-9 C pada (-1.5 , 0 , 0)


Q2 = -3 9 10-9 C pada (1.5 , 0 , 0)

1
4

1
4 8.854 1012

. 2 / 2

= 8.988 109 . 2 / 2
Ditanyakan : E1, E2, Etotsl
Jawab :
1
8.988 109 3 9 109
1 =
=
= 29.694 /
2
32

1
8.988 109 3 9 109
2 =
=
= 29.694 /
2
32
tanda () menunjukkan arah vektor yang berlawanan
= 1 + 2 = 29.694 + 29.694 = 59.388 /
D) Muatan Q1 diperbesar dua kali nilai semula
a. nilai Q1 pada source code
Q1= 3*k*e-9; diubah menjadi Q1=2*3*k*e-9;
b. berikut hasil runningnya:

c. Muatan Q1 diperbesar tiga kali nilai semua, maka nilai pada source code
Q1= 3*k*e-9; diubah menjadi Q1=3*3*k*e-9;
berikut hasil runningnya:

d. Analisis
Sama seperti percobaan poin (A), namun nilai Q1 diperbesar menjadi 2
kali dan 3 kali ukuran semula. Hal tersebut berakibat pada distribusi medan
listrik di sekitarnya, yang dapat dilihat dari hasil simulasi dimana garis
distribusi medan listrik E di Q2 terlihat mengecil seiring lebih besarnya Q1. Itu
disebabkan karena nilai muatan Q berbanding lurus dengan nilai medan listrik
E, dimana 1 =

1
40 ()2

. Sehingga E1 > E2.

Listing program tersebut berisi perhitungan kuat medan E yang


disebabkan oleh dua buah muatan titik.
Diketahui :

Q1a = 2 3 9 10-9 C pada (-1.5 , 0 , 0)


Q1c = 3 3 9 10-9 C pada (-1.5 , 0 , 0)
Q2 = -3 9 10-9 C pada (1.5 , 0 , 0)

1
4 8.854 1012

. 2 / 2

= 8.988 109 . 2 / 2
Ditanyakan : E1a, E1c, E2, Etotala, Etotslc
Jawab :

1 =
1 =
2 =

2
1
2
1
2

8.988 109 6 9 109

32
8.988 109 9 9 109

32

8.988 109 3 9 109

32

= 59.388 /
= 89.082 /
= 29.694 / (tanda

menunjukkan arah vektor yang berlawanan)


= 1 + 2 = 59.388 + 29.694 = 89.082 /
= 1 + 2 = 89.082 + 29.694 = 115.776 /
E) Dari kasus mula-mula, daerah seakarang diubah di bahan dielektrik dengan
permitivitas relatif 2,1, bagaimana distribusi kuat medan listriknya pada daerah
yang sama?
a. Nilai pada source code diubah, yaitu:
epsilon0= e-9/(36*pi); menjadi epsilon0= 2.1*(e-9/(36*pi));
b. berikut hasil runningnya:

c. Bagaimana distribusi kuat medan listriknya pada daerah yang sama bila nilai
permittivitas relative = 4,2
Nilai pada source code diubah, yaitu:
epsilon0= e-9/(36*pi); menjadi epsilon0= 4.2*(e-9/(36*pi));

d. Analisis
Permitivitas adalah ukuran dari hambatan dalam membentuk medan
listrik melalui media. Pada kebanyakan kasus, muatan berada di ruang hampa
sehingga permitivitasnya adalah = 8.854 1012. Sedangkan pada medium
yang bukan merupakan ruang hampa, permitivitasnya adalah = 0, dimana
r merupakan permitivitas relatif medium tersebut.

Diketahui :

Q1 = 3 9 10-9 C pada (-1.5 , 0 , 0)


Q2 = -3 9 10-9 C pada (1.5 , 0 , 0)

= 2.1
= 4.2
= 8.854 1012
Ditanyakan : E1a, E1c, E2a, E2c, Etotala, Etotslc
Jawab :

= = 8.854 1012 2.1 = 1.85934 1011


= = 8.854 1012 4.2 = 3.71868 1011
1

4 1.85934 1011

. 2 / 2

= 4.2798 109 . 2 /2
=

1
4

1
4 3.71868 1011

. 2 / 2

= 2.141 109 . 2 /2
1 =
1 =
2 =
2 =

1
2
1
2
2
2
2
2

=
=
=
=

4.2798 109 3 9 109

32
2.141 109 3 9 109

32

= 12.8394 /

= 6.423 /

4.2798 109 3 9 109

32
2.141 109 3 9 109

32

= 12.8394 /

= 6.423 /

(tanda menunjukkan arah vektor yang berlawanan)


= 1 + 2 = 12.8394 + 12.8394 = 25.6788 /
= 1 + 2 = 6.423 + 6.423 = 12.846 /
F) Pada hasil akhir E dengan permittivitas relatif 4,2 ,amati dari Figure MATLAB
yang terjadi atau pada workspace array Ex dan Ez.
a. Berapa Ex dan Ez pada titik (1,0,1.5) dari workspace MATLAB?

Ex = 0.121479705231879
Ez = -0.196517223562196
b. Bandingkan dengan hasil perhitungan manual untuk menghitung E di titik
(1,0,1.5). Gunakan MS Equation bila perlu.
Diketahui:
Q1 = 3910-9 C pada (-1.5,0,0)
Q2 = -3910-9 C pada (1.5,0,0)
P = (1;0;1,5)
= 0 = 4,2 8,854 1012 = 3,72 1011

Jarak dan unit vector Q1

1 = (1 (1,5) + (0 0) + (1,5 0) = 2,5 + 1,5


|1 | = 2,52 + 1,52 =

34
2

1
2,5 + 1,5
5 + 3 (5 + 3 )34
=
=
=
|1 |
34
34
34
2
Medan listrik karena Q1 di titik P
1
3 9 109
1 =
=
1
4(1 )2 1
34 2
4( 2 )
(5 + 3 )34
= (6,795)
/
34
Jarak dan unit vector Q2
1 =

2 = (1 (1,5) + (0 0) + (1,5 0) = 0,5 + 1,5

|2 | = (0,5)2 + 1,52 =

10
2

1
0,5 + 1,5
+ 3 ( + 3 )10
=
=
=
|1 |
10
10
10
2
Medan listrik karena Q2 di titik P
2
3 9 109
2 =

=
2
4(2 )2 2
10 2
4( 2 )
( + 3 )10
= 23,103 (
)
10

Maka:
(5 + 3 )34
1 = (6,795) (
) = 5,83 + 3,49 /
34

2 =

( + 3 )10
) = 7,31 + 21,92
10

= 5,83 + 7,31 = 13,14


= 3,49 + 21,92 = 18,43
c. Jelaskan hasil perbandingan poin F.a dan F.b.
2 = 23,103 (

Dalam percobaan kali terjadi kesalahan dalam source code yang membuat
perbedaan yang sangat jauh dari masing-masing nilai E yang dihasilkan dengan
hasil perhitungan manual.
Bila R semakin kecil maka jarak antara garis semakin dekat dan jika r
semakin besar maka jarak antara garis semakin jauh. Persamaan kuat medan
listrik:
=

40 ()2

menunjukan bahwa kuat medan listrik berbanding terbalik dengan kuadrat jarak.
Jika R semakin kecil maka kuat medan listrik semakin besar dan bila R semakin
besar maka kuat medan listrik semakin kecil.
Dapat disimpulkan bahwa jika R semakin kecil (semakin dekat dengan
muatan) maka kuat medan listrik semakin besar dan jarak antara garis juga
semakin dekat. Sebaliknya bila R semakin besar (semakin jauh dari muatan) maka
kuat medan listrik semakin kecil dan jarak antara garis juga semakin jauh.
G) Berdasarkan program awal pada poin A, coba kembangkanlah untuk menunjukkan
kondisi di masing-masing muatan, disimbolkan dengan F yang dialami oleh
muatan +6nC di titik (1,0,1.5).
list program (pada program, digunakan Q3 sebagai F)

clear all;
close all;
clc;
%parameter yang diketahui
e=2.7183;
k=9;
epsilon0=(e-9/(36*pi));
Q1=3*k*e-9;
Q2=-3*k*e-9;
Q3=6*e-9;
p1 = [-1.5 0 0];
p2 = [1.5 0 0];
p3 = [1 0 1.5];
%daerahpengamatan
x=(-2:0.1:2);
y= 0;
z=(-2:0.1:2);
[Px,Pz]=meshgrid(x,z);
%matrikmedan
E = zeros(length(x),length(z));
%menghitungmedan
for m=1:length(x);
for n = 1:length(z);
xp = Px(m,n);
xy = y;
zp = Pz(m,n);
%medankarena q1
R1x = xp-p1(1);
R1z = zp-p1(3);
R1 = sqrt(R1x^2+R1z^2);
aR1x = R1x/R1;
aR1z = R1z/R1;
E1x=Q1*aR1x/(4*pi*epsilon0*R1^2);
E1z=Q1*aR1z/(4*pi*epsilon0*R1^2);
%medankarena q2
R2x = xp-p2(1);
R2z = zp-p2(3);
R2 = sqrt(R2x^2+R2z^2);
aR2x = R2x/R2;

aR2z = R2z/R2;
E2x=Q2*aR2x/(4*pi*epsilon0*R2^2);
E2z=Q2*aR2z/(4*pi*epsilon0*R2^2);
%medankarena q3
R3x = xp-p3(1);
R3z = zp-p3(3);
R3 = sqrt(R3x^2+R3z^2);
aR3x = R3x/R3;
aR3z = R3z/R3;
E3x=Q3*aR3x/(4*pi*epsilon0*R3^2);
E3z=Q3*aR3z/(4*pi*epsilon0*R3^2);
%medan total
Ex(m,n)= E1x+E2x+E3x;
Ez(m,n)= E1z+E2z+E3z;
end
end
quiver(Px,Pz, Ex,Ez)
xlim([0-2 2]);
ylim([0-2 2]);
xlabel('sumbu x','FontSize',14);
ylabel('sumbu z','FontSize',14);
hold on;
plot(-1.5, 0,
'o','color','red','linewidth',2);
plot(1.5, 0,
'o','color','magenta','linewidth',2
);
plot(1, 1.5,
'o','color','blue','linewidth',2);
title('E Field of Two Charges')
str1 = {'Q1'};
text(-1.6,0.1,str1);
str1 = {'Q2'};
text(1.6, 0.1, str1);
str1 = {'Q3'};
text(1, 1.6, str1);

Berapa Ex dan Ez pada muatan +6nC di titik (1,0,1.5) tersebut dari workspace
MATLAB?
Ex = 0.510214761973891
Ez = 0.800878356857129
Tuliskan E total pada poin G.b sesuai penulisan vektor yang benar dan
satuannya.
Q1 = 3910-9 C pada (-1.5,0,0)
Q2 = -3910-9 C pada (1.5,0,0)
Q3 = 610-9 C pada (1;0;1,5)
P = (1;0;1,5)

Jarak dan unit vector Q1

1 = (1 (1,5) + (0 0) + (1,5 0) = 2,5 + 1,5


|1 | = 2,52 + 1,52 =

34
2

1
2,5 + 1,5
5 + 3 (5 + 3 )34
=
=
=
|1 |
34
34
34
2
Medan listrik karena Q1 di titik P
1
3 9 109
1 =
=
1
40 (1 )2 1
34 2
40 ( 2 )
(5 + 3 )34
= (28,55)
34

1 = 24,48 + 14,69 /
Jarak dan unit vector Q2
1 =

2 = (1 (1,5) + (0 0) + (1,5 0) = 0,5 + 1,5


|2 | = (0,5)2 + 1,52 =

10
2

1
0,5 + 1,5
+ 3 ( + 3 )10
=
=
=
|1 |
10
10
10
2
Medan listrik karena Q2 di titik P
2
3 9 109
2 =

=
2
40 (2 )2 2
10 2
40 ( 2 )
( + 3 )10
= 97,07 (
)
10

2 =

2 = (30,70 + 92,09 )

C. Kesimpulan
Pada unit ini dilakukan pengamatan terhadap distribusi kuat medan listrik E
yang disebabkan oleh dua buah muatan pada suatu kawasan yang dibatasi oleh titik
(-2,0,-2), (-2,0,2), (2,0,-2), dan (2,0,2), dengan mengubah beberapa variabel,
sehingga dapat disimpulkan sebagai berikut:
1) Kuat medan listrik berbanding lurus dengan nilai muatan Q.
=

40 ()2

Pada poin (D), nilai Q1 diperbesar 2 kali dan 3 kali ukuran semula
sehingga nilai E lebih besar 2 dan 3 kali ukuran semula dan dapat dilihat
dari garis-garis distribusi kuat medan listrik pada hasil simulasi.
2) Kuat medan listrik berbanding terbalik dengan jarak, R.
Pada poin (A), garis medan listrik yang dekat dengan muatan lebih
tegas dibandingkan dengan yang jauh dari muatan (hanya terlihat titiktitik).
3) Kuat medan listrik berbanding terbalik dengan nilai permitivitas.
Permitivitas adalah ukuran dari hambatan dalam membentuk medan
listrik melalui media, ditunjukkan pada persamaan = 4

2 .
0 ()

Bila

muatan tidak berada di ruang hampa, maka = 4()2 ,


permitivitasnya adalah = 0, dimana r merupakan permitivitas relatif
medium tersebut.
Dapat dibandingkan nilai E dari poin (E) untuk permitivitas 2,1 dan
4,2, yaitu:
= 25.6788
Ec < Ea karena >

= 12.846

UNIT 3
Distribusi Potensial Listrik
A. Tujuan Percobaan
1) Mengetahui distribusi potensial listrik.
2) Mengetahui hubungan antara potensial listrik dan medan listrik.
B. Analisis dan Perhitungan
Suatu contoh visualisasi garis medan listrik dan garis ekipotensial ditunjukkan dalam
script berikut:
clear al; close all;
clc;
%menentukan daerah pengamatan/calculation domain
Lx=(-2:0.2:2);
Ly=(-2:0.2:2);
[x,y]=meshgrid(Lx,Ly);
%fungsi potensial listrik V(x,y)
V = cos(x) .* exp(-x.^2 - y.^2);
% menghitung E
[Ex,Ey]=gradient(V,.2,.2);
Ex=-Ex;
Ey=-Ey;
contour(x,y,V)
hold on
quiver(x,y,Ex,Ey)
hold off

1) Berikut hasil eksekusinya:

Hasil eksekusi menunjukkan permukaan ekipotensial (lingkaran) dan distribusi


medan listrik (tanda panah) yang diakibatkan oleh sebuah muatan positif di titik
(0,0)

2) Berapa nilai potensial listrik tersebut dalam persamaan matematis?


Potensial listrik V(x,y) pada posisi R(x,y) karena muatan positif terseebut adalah:
(, ) =

40

Karena semua poin pada sphere di sekitar muatan (Q) berjarak sama
(equidistant), menggunakan persamaan di atas, dapat disimpulkan bahwa pada
poin-poin tersebut, nilai potensial listriknya sama.
Pada source code, V(x,y) bisa didapatkan dengan persamaan:
2 2 )

= cos . (()

3) Secara analitis, berapakah E yang seharusnya? Jabarkan penyelesaiannya.


=
= (

2
2
2
2
(cos . (() ) ) +
(cos . (() ) ))

2 2

= [( ()
2 2

= ( ()

2 2

. [sin() + 2 cos()]) . ] [(2. ()


2 2

. [sin() + 2 cos()]) . + (2. ()

. cos()) ]

. cos())

4) Bandingkan nilai E pada titik x=0,4 dan y=0,6 (carilah pada worspace MATLAB)
dengan nilai hasil analitis no.4 pada titik yang sama.
2 (0,6)2

= ( (0,4)

. [sin(0,4) + 2(0,4) cos(0,4)]) .


2
2
+ (2(0,6). (0,4) (0,6) . cos(0,4))

= 0,47876 + 0,71341
Nilai Ex dan Ey dari Workspace MATLAB:
Ex = 0.638060752737841
Ey = 0.637420428893092
= 0,63806 + 0,63742
C. Kesimpulan
Pada unit ini dilakukan pengamatan terhadap (distribusi) potensial listrik, dari
percobaan ini dapat disimpulkan:
1) Garis ekipotensial selalu tegak lurus terhadap medan listrik. Dalam
tiga dimensi, garis membentuk permukaan ekipotensial.
2) Gerakan sepanjang permukaan ekipotensial tidak membutuhkan usaha karena
gerakan tersebut selalu tegak lurus terhadap medan listrik.

D. Pertanyaan dan Jawaban


1) Apa yang Anda ketahui tentang garis ekipotensial dan garis medan listrik dan
hubungan antar keduanya?
Garis ekipotensial adalah garis yang menghubungkan titik-titik dengan
potensial listrik yang sama. Garis ekipotensial selalu tegak lurus dengan garis medan
listrik. Pada 3-dimensi, garis-garis tersebut membentuk permukaan ekipotensial
seperti yang dilakukan pada percobaan ini.
Perpindahan muatan pada permukaan ekipotensial tidak membutuhkan usaha
(W) karena arah perpindahan selalu tegak lurus dengan medan listrik.

V
=
r

Sehingga untuk daerah yang potensialnya sama, maka medan listriknya = 0.