Anda di halaman 1dari 76

IMPLEMENTASIALGORITMAFLOYD WARSHALL DALAM MENENTUKAN JARAK TERPENDEK (MEDAN - BANDARA KUALA NAMU)

SKRIPSI

RINI CHAIRANI HARAHAP

121421090

BANDARA KUALA NAMU) SKRIPSI RINI CHAIRANI HARAHAP 121421090 PROGRAM STUDI EKSTENSI S1 ILMU KOMPUTER FAKULTAS ILMU

PROGRAM STUDI EKSTENSI S1 ILMU KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2015

Universitas Sumatera Utara

IMPLEMENTASI ALGORITMA FLOYD WARSHALL DALAM MENENTUKAN JARAK TERPENDEK (MEDAN - BANDARA KUALA NAMU)

SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat memperoleh ijazah Sarjana Ilmu Komputer

RINI CHAIRANI HARAHAP

121421090

ijazah Sarjana Ilmu Komputer RINI CHAIRANI HARAHAP 121421090 PROGRAM STUDI EKSTENSI S1 ILMU KOMPUTER FAKULTAS ILMU

PROGRAM STUDI EKSTENSI S1 ILMU KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2015

Universitas Sumatera Utara

ii

PERSETUJUAN

Judul

: IMPLEMENTASI ALGORITMA FLOYDWARSHALL

Kategori

DALAM MENENTUKAN JARAK TERPENDEK (MEDAN - BANDARA KUALA NAMU) : SKRIPSI

Nama

: RINI CHAIRANI HARAHAP

Nomor Induk Mahasiswa :

121421090

Program Studi

: EKSTENSI S1 ILMU KOMPUTER

Fakultas

: ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI

Komisi Pembimbing

Pembimbing II

:

Dr. Syahril Efendi, SSi, MIT.

NIP.196711101996021001

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Pembimbing I

Dian Rachmawati, S.Si, M.Kom NIP. 198307232009122004

Diketahui/disetujui oleh

Program Studi Ekstensi S1 Ilmu Komputer

Ketua,

Dr. Poltak Sihombing, M.Kom

NIP. 19620217 199103 1 001

Universitas Sumatera Utara

iii

PERNYATAAN

IMPLEMENTASI ALGORITMA FLOYD WARSHALL

DALAM MENENTUKAN JARAK TERPENDEK

(MEDAN - BANDARA KUALA NAMU)

SKRIPSI

Saya menyatakan bahwa skripsi ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa

kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.

Medan,

September 2015

Rini Chairani Harahap NIM. 121421090

Universitas Sumatera Utara

iv

PENGHARGAAN

Bismillahirrohmanirrohim

Segala puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini tepat waktu sesuai dengan instruksi dan peraturan yang berlaku di Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi serta shalawat dan salam penulis hadiahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW.

Dalam penyusunan dan penulisan skripsi ini, penulis banyak mendapat bantuan, dukungan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih dan penghargaan kepada :

1. Ayahanda M.O Harahap, S.Sos I, Ibunda Dahlia dan Abang saya Ridwan Fahlevi Harahap atas doa restunya da kasih sayangnya yang tiada habisnya diberikan pada penulis serta dukungan moril dan materil yang tanpa jasanya tak mungkin penulis sampai pada saat sekarang.

2. Bapak Prof. Drs. Subhilhar, M.A, Ph.Dselaku Rektor Universitas Sumatera Utara.

3. Bapak Prof. Dr. Muhammad Zarlis, M.Kom selaku Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi.

4. Bapak Dr. Poltak Sihombing, M.Kom selaku Ketua Program Studi S1 Ilmu Komputer.

5. Ibu Maya Silvi Lydia, B.Sc, M.Sc selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Komputer.

6. BapakDr. Syahril Efendi, SSi, M.IT.selaku Dosen Pembimbing I dan Ibu Dian Rachmawati, S.Si, M.Komselaku Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran dalam membimbing, mengarahkan, menasehati, memotivasi, dan menyemangati penulis agar dapat menyelesaikan skripsi ini.

7. Bapak Drs. Marihat Situmorang, M.Kom selaku dosen Pembanding I dan Bapak Amer Sharif, S.Si, M.Kom selaku dosen Pembanding II yang telah memberikan kritik dan saran terhadap skripsi penulis.

Universitas Sumatera Utara

v

8. Seluruh staf pengajar dan pegawai Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi

Informasi.

9. Sahabat-sahabat luar biasa Chasika Rani Purba, Fitria Andhika, Tengku Zikri

Rachman, Nugra Atsaury Saragih dan Rudi Setiawan selalu menemani dan

memberi motivasi kepada penulis.

10. Teman teman seperjuangan mahasiswa/i S1 Ekstensi Ilmu Komputer stambuk

2012 yang selalu memberi dukungan.

11. Semua pihak yang terlibat langsung ataupun tidak langsung yang tidak dapat

penulis ucapkan satu per satu yang telah membantu menyelesaikan skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih memiliki banyak kekurangan, baik

dari segi teknik, tata penyajian ataupun dari segi tata bahasa. Oleh karena itu

penulis bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca dalam upaya perbaikan

skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca,

khususnya rekan-rekan mahasiswa lainnya yang mengikuti perkuliahan di

Universitas Sumatera Utara.

Medan,

September 2015

Penulis

Rini Chairani Harahap

Universitas Sumatera Utara

vi

ABSTRAK

Bandara internasional Kuala Namu merupakan Bandar udara Internasional yang melayani kota medan dan sekitarnya. Komputer banyak digunakan untuk melakukan pencarian lintasan terpendek (shortest path), yang ditampilkan dalam model simulasi.Ide dari penelitian ini berawal dari masalah jarak tempuh untuk menuju Bandara Kuala Namu.Faktor ketepatan dalam memilih jarak terpendek untuk sampai pada bandara sangat penting untuk mencegah ketinggalan pesawat.Pencarian jarak terpendek ini memfokuskan hanya untuk mencari jalur terdekat menuju Bandara Kuala Namu yang disimbolkan dengan sebuah titik (vertex).Algoritma yang digunakan untuk pencarian jarak terpendek adalah Floyd Warshall.Hasil yang diperoleh dalam pencarian jarak terpendek antar verteks adalah rute-rute yang dilalui.

Kata kunci:Algoritma Floyd Warshall, Shortest Path, Bandara Internasional Kuala Namu.

Universitas Sumatera Utara

vii

Floyd Warshall Algorithme Implementation For DetermineThe Shortest Path (Medan- KNIA)

ABSTRACT

Kuala Namu International Airport is an international airport serving Medan and surrounding areas. Computers are widely used to search the shortest path, which is shown in the simulation model. The idea of this study originated from mileage problem to get to the Kuala Namu Airport. Accuracy factor in choosing the shortest path to arrive at the airport is very important to prevent miss the plane. The shortest path focused only to find the nearest path towards Kuala Namu Airport that is symbolized by a point(vertex). The algorithm used to search the shortest path is Floyd Warshall. The results obtained in the search for the shortest path between vertex are the passed routes.

Keywords:Floyd

Airport.

Warshall

algorithm,

Shortest

Path,

Kuala

Namu

International

Universitas Sumatera Utara

viii

DAFTAR ISI

 

Halaman

Persetujuan

 

ii

Pernyataan

iii

Penghargaan

iv

Abstrak

vi

Abstract

vii

Daftar Isi

viii

Daftar Tabel

 

x

Daftar Gambar

xi

Bab 1 Pendahuluan

1

1.1 Latar Belakang

1

1.2 Rumusan Masalah

2

1.3 Batasan Masalah

2

1.4 Tujuan Penelitian

3

1.5 Manfaat Penelitian

4

1.6 Metode Penelitian

4

1.7 Sistematika Penulisan

5

Bab 2 Landasan Teori

 

7

2.1 Graph

7

 

2.1.1

Macam macam Graph Menurut Arah dan Bobotnya

8

2.2 Lintasan Terpendek (Shortest Path)

11

2.3 Algoritma

 

11

 

2.3.1 Pegertian Algoritma

11

2.3.2 Algoritma Floyd Warshall

13

2.3.3 Analisis Algoritma Floyd Warshall

15

Bab 3 Analisis dan Perancangan Sistem

17

3.1 Analisis Sistem

17

 

3.1.1 Analisis Masalah

17

3.1.2 Analisis Persyaratan

19

3.2 Pemodelan Aplikasi

20

 

3.2.1 Use-Case Diagram

20

3.2.2 Activity Diagram

21

3.2.3 Sequence Diagram

23

3.3 Flowchart

 

24

3.4 Perancangan Interface

25

3.5 Database

 

26

3.6 Entity Relationship Diagram (ERD)

28

Bab 4 Implementasi Dan Pengujian Sistem

29

4.1

Implementasi Sistem

29

4.1.1 Tampilan Halaman Utama

29

4.1.2 Tampilan Menu Floyd

30

4.1.3 Tampilan Login Admin Pengelola Data

30

Universitas Sumatera Utara

ix

4.1.4 Tampilan Data Lokasi

31

4.2 Graph Yang Digunakan Untuk Menentukan Rute Terpendek

31

4.3 Perhitungan Algoritma Floyd Warshall

33

4.3.1 Iterasi Pertama

33

4.3.2 Iterasi Ke Dua

34

4.3.3 Iterasi Ke Tiga

34

4.3.4 Iterasi Ke Empat

35

4.3.5 Iterasi Ke Lima

36

4.3.6 Iterasi Ke Enam

37

4.3.7 Iterasi Ke Tujuh

38

4.3.8 Iterasi Ke Delapan

39

4.3.9 Iterasi Ke Sembilan

40

4.3.10 Iterasi Ke Sepuluh

41

4.3.11 Iterasi Ke Sebelas

42

4.3.12 Iterasi Ke Dua Belas

43

4.4 Tampilan Rute

44

4.4.1 Focal Point KNIA

44

4.4.2 Pinang Baris KNIA

44

4.4.3 Medan Plaza KNIA

45

4.4.4 Sun Plaza KNIA

45

4.4.5 Hermes Place KNIA

46

4.4.6 Amplas KNIA

46

4.4.7 Paladium KNIA

47

4.4.8 Centre Point KNIA

47

4.4.9 Thamrin Plaza KNIA

48

4.4.10 Medan Mall KNIA

48

Bab 5 Kesimpulan dan Saran

5.1 Kesimpulan

49

5.2 Saran

50

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN A [KODE PROGRAM]

LAMPIRAN B [DAFTAR RIWAYAT HIDUP]

Universitas Sumatera Utara

x

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1

Tabel tbljarak

26

Tabel 3.2

Tabel tbljlhpengguna

26

Tabel 3.3

Tabel tblpengunjung

27

Tabel 3.4

Tabel tblmap

27

Tabel 3.5

Tabel tblnode

27

Tabel 4.1

Perhitungan algoritma Floyd Iterasi Pertama

33

Tabel 4.2

Perhitungan Algoritma Floyd Iterasi Ke Dua

34

Tabel 4.3

Perhitungan Algoritma Floyd Iterasi Ke Tiga

34

Tabel 4.4

Perhitungan Algoritma Floyd Iterasi Ke Empat

35

Tabel 4.5

Perhitungan Algoritma Floyd Iterasi Ke Lima

36

Tabel 4.6

Perhitungan Algoritma Floyd Iterasi Ke Enam

37

Tabel 4.7

Perhitungan Algoritma Floyd Iterasi Ke Tujuh

38

Tabel 4.8

Perhitungan Algoritma Floyd Iterasi Ke Delapan

39

Tabel 4.9

Perhitungan Algoritma Floyd Iterasi Ke Sembilan

40

Tabel 4.10

Perhitungan Algoritma Floyd Iterasi Ke Sepuluh

41

Tabel 4.11

Perhitungan Algoritma Floyd Iterasi Ke Sebelas

42

Tabel 4.12

Perhitungan Algoritma Floyd Iterasi Ke Dua Belas

43

Universitas Sumatera Utara

xi

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1

Graph dengan 4 Vertex dan 5 Edge

8

Gambar 2.2

Graph Berarah dan Berbobot

8

Gambar 2.3

Graph Tidak Berarah dan Berbobot

9

Gambar 2.4

Graph Berarah dan Tidak Berbobot

9

Gambar 2.5

Graph Tidak Berarah dan Tidak Berbobot

10

Gambar 2.6

Graph Sederhana

10

Gambar 2.7

Graph Tidak Sederhana

10

Gambar 3.1

Ishikawa Diagram

18

Gambar 3.2

Use Case Sistem Penentuan Jalur Terpendek Menuju KNIA

20

Gambar 3.3

Activity Diagram Algoritma Floyd Warshall

22

Gambar 3.4

Sequence Diagram

23

Gambar 3.5

Diagram Alur Algoritma Floyd Warshall

24

Gambar 3.6

Perancangan Interface

25

Gambar 3.7

Entity Relationship Diagram (ERD)

28

Gambar 4.1

Tampilan Halaman Utama

29

Gambar 4.2

Tampilan Menu Floyd

30

Gambar 4.3

Tampilan Login Admin

30

Gambar 4.4

Tampilan Data Lokasi

31

Gambar 4.5

Graph Yang Digunakan Untuk Menghitung Jarak Terpendek

31

Gambar 4.6

Menuju KNIA Tampilan Rute Focal Point KNIA

44

Gambar 4.7

Tampilan Rute Pinang Baris KNIA

44

Gambar 4.8

Tampilan Rute Medan Plaza KNIA

45

Gambar 4.9

Tampilan Rute SUN Plaza KNIA

45

Gambar 4.10

Tampilan Rute Hermes Polonia KNIA

46

Gambar 4.11

Tampilan Rute Amplas KNIA

46

Gambar 4.12

Tampilan Rute Paladium KNI

47

Gambar 4.13

Tampilan Rute Centre Point KNIA

47

Gambar 4.14

Tampilan Rute Thamrin Plaza KNIA

48

Gambar 4.15

Tampilan Rute Medan Mall KNIA

48

Universitas Sumatera Utara

vi

ABSTRAK

Bandara internasional Kuala Namu merupakan Bandar udara Internasional yang melayani kota medan dan sekitarnya. Komputer banyak digunakan untuk melakukan pencarian lintasan terpendek (shortest path), yang ditampilkan dalam model simulasi.Ide dari penelitian ini berawal dari masalah jarak tempuh untuk menuju Bandara Kuala Namu.Faktor ketepatan dalam memilih jarak terpendek untuk sampai pada bandara sangat penting untuk mencegah ketinggalan pesawat.Pencarian jarak terpendek ini memfokuskan hanya untuk mencari jalur terdekat menuju Bandara Kuala Namu yang disimbolkan dengan sebuah titik (vertex).Algoritma yang digunakan untuk pencarian jarak terpendek adalah Floyd Warshall.Hasil yang diperoleh dalam pencarian jarak terpendek antar verteks adalah rute-rute yang dilalui.

Kata kunci:Algoritma Floyd Warshall, Shortest Path, Bandara Internasional Kuala Namu.

Universitas Sumatera Utara

vii

Floyd Warshall Algorithme Implementation For DetermineThe Shortest Path (Medan- KNIA)

ABSTRACT

Kuala Namu International Airport is an international airport serving Medan and surrounding areas. Computers are widely used to search the shortest path, which is shown in the simulation model. The idea of this study originated from mileage problem to get to the Kuala Namu Airport. Accuracy factor in choosing the shortest path to arrive at the airport is very important to prevent miss the plane. The shortest path focused only to find the nearest path towards Kuala Namu Airport that is symbolized by a point(vertex). The algorithm used to search the shortest path is Floyd Warshall. The results obtained in the search for the shortest path between vertex are the passed routes.

Keywords:Floyd

Airport.

Warshall

algorithm,

Shortest

Path,

Kuala

Namu

International

Universitas Sumatera Utara

1.1 Latar Belakang

BAB 1

PENDAHULUAN

Bandara internasional Kuala Namu merupakan Bandar udara Internasional yang melayani kota medan dan sekitarnya. Bandara ini terletak 39 KM dari kota medan. Bandar udara Intenasional Kuala Namu termasuk bandara terbesar ke dua di Indonesia Setelah Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Komputer banyak digunakan untuk melakukan pencarian lintasan terpendek (shortest path), yang ditampilkan dalam model simulasi. Pencarian lintasan terpendek merupakan suatu masalah yang paling banyak dibahas dan dipelajari sejak akhir tahun 1950. Pencarian lintasan terpendek ini telah diterapkan di berbagai bidang untuk mengoptimasi kinerja suatu sistem, baik untuk meminimalkan biaya atau mempercepat jalannya suatu proses (Purwananto, 2005).

Pada penelitian ini dilakukan studi kasus pencarian rute terpendek untuk menuju Bandara Kuala Namu.Ide dari penelitian ini berawal dari masalah jarak tempuh untuk menuju Bandara Kuala Namu.Faktor ketepatan dalam memilih jarak terpendek untuk sampai pada bandara sangat penting untuk mencegah ketinggalan pesawat.Pencarian jarak terpendek ini memfokuskan hanya untuk mencari jalur terdekat menuju Bandara Kuala Namu yang disimbolkan dengan sebuah titik (vertex).Algoritma yang digunakan untuk pencarian jarak terpendek adalah Floyd Warshall.Hasil yang diperoleh dalam pencarian jarak terpendek antar verteks adalah rute-rute yang dilalui.

Universitas Sumatera Utara

2

Untuk itu diperlukan suatu sistem yang dapat membantu dalam menemukan rute terpendek yang dapat merepresentasikan data yang ada.Data tersebut dapat disimpan, diolah, dan disajikan dalam bentuk yang lebih sederhana serta terkomputerisasi sehingga memudahkan dalam penentuan rute terpendek.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan maka rumusan masalah yang akan dibahas pada penelitian ini adalah pemanfaatan teknologi informasi sebagai solusi penentuan jarak terpendek untuk menuju Bandara Kuala Namu.

1.3 Batasan Masalah

Adapun batasan masalah yang diangkat adalah sebagai berikut:

1. Setiap jalan yang dilalui dianggap satu arah

2. Posisi user yang akan menjadi titik awal harus berada di satu wilayah yang ditentukan layanan yaitu kota medan

3. Tidak membahas keadaan lalu lintas, waktu tempuh dan keadaan jalan dari tempat asal ke tempat tujuan.

4. Aplikasi yang dikembangkan membutuhkan koneksi internet untuk Google MapsApi dan mengunduh data dari server.

5. Input pada sistem ini adalah titik asal dan titik tujuan dimana titik asal berupa tempat-tempat penting di kota Medan (beberapa terminal dan beberapa pusat perbelanjaan), dan titik tujuan adalah Bandara Kuala Namu.

Universitas Sumatera Utara

3

Output berupa rute perjalanan, jalur yang harus dilewati pada peta, dan pewarnaan pada jalur yang ditempuh.

a. Terminal :

1. Terminal Amplas

2. Terminal Pinang Baris

b. Pusat perbelanjaan:

 

1. Paladium

5.

Medan Fair

 

2. SUN

6. Medan Mall

3. Centre Point

7.

Hermes

4. Focal Point

8.

Thamrin Plaza

 

6.

Moda yang digunakan adalah transportasi motor dan mobil.

7.

Dari kota asal ke kota tujuan tidak ada hambatan seperti lampu merah atau hambatan lain.

8.

Menggunakan

bahasa

pemrograman

PHP

dan

MySQL

sebagaiDataBase

Management System (DBMS).

 

9.

Perhitungan yang dilakukan hanya berdasarkan jarak tempuh.

 

1.4 Tujuan Penelitian

1. Membangun suatu aplikasi yang dapat membantu menentukan jarak terpendek (shortest part) dalam menuju bandar udara Kuala Namu.

2. Menerapkan algoritma Floyd warshall pada penentuan jalur terpendek menuju Bandar udara Kuala Namu.

Universitas Sumatera Utara

4

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Manfaat bagi penulis

a. Dapat menerapkan ilmu yang di dapat di Universitas Sumatera Utara

2. Manfaat bagi masyarakat

a. Dapat menggunakan aplikasi berbasis web untuk menentukan jarak terpendek menuju titik Bandar udara Kuala Namu dari titik awal yaitu kota medan.

1.6 Metode Penelitian

Metode peneltian yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut:

a. Studi Literatur Pada tahap ini dilakukan dengan mempelajari bahan-bahan ataupun buku-buku referensi, skripsi, jurnal dan sumber lain yang berkaitan dengan penulisan tugas akhir ini. Topik yang di bahas dalam skripsi ini menyangkut dengan graph, dan algoritma Floyd Warshall dalam menentukan rute terpendek.

b. Observasi Observasi dilakukan dengan melakukan menggunakan aplikasi google maps, dan aplikasi here maps. Pada aplikasi here maps digunakan untuk mengambil informasi jarak dan google maps digunakan untuk penerapan peta pada aplikasi.

c. Analisis dan Perancangan Pada metode ini dilakukan analisis sesuai dengan kebutuhan seperti cara membangun aplikasi yang mengimplementasikan Algoritma Floyd Warshall, jenis perangkat yang digunakan, pembuatan desain interface, target pengguna, dan hasil yang diinginkan.

Universitas Sumatera Utara

5

d. Implementasi Sistem Metode ini dilaksanakan dengan mengimplementasikan rancangan sistem yang telah dibuat pada analisis dan perancangan sistem kedalam program komputer dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL.

e. Penguji Sistem Metode ini dilaksanakan dengan mengimplementasikanAlgoritma Floyd Warshhall dalam penentuan jalur kBandar Udara Kuala Namu. Hasil program diuji kemudian dianalisis perbandingan kecepatan dan ketepatan pencarian

f. Dokumentasi Metode ini berisi laporan dan kesimpulan akhir dari hasil analisis dan pengujian dalam bentuk penulisan tugas akhir beserta kesimpulannya dan menampilkan data-data sebagai bukti dalam bentuk hard copy.

1.7 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dari skripsi ini terdiri dari beberapa bagian utama sebagai berikut:

BAB I: PENDAHULUAN Bab ini akan menjelaskan mengenai latar belakang pemilihan judul skripsi Implementasi Algoritma Floyd Warshall Untuk Menentukan Rute Terpendek (Studi Kasus : Medan Bandara Kuala Namu)”, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian, serta sistematika penulisan.

BAB II: LANDASAN TEORI Bab ini akan membahas teori-teori yang berkaitan dengan Lintasan Terpendek, Graph, Algoritma Floyd Warshall, Database Management System (DBMS)MySQL dan pemrograman PHP.

Universitas Sumatera Utara

6

BAB III: ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini berisikan langkah-langkah penelitian yang dilakukan, serta analisis terhadap fokus permasalahan penelitian. Pada bab ini juga akan dibahas perancangan sistem yang merupakan tindak lanjut dari tahapan analisis, termasuk didalamnya pemodelan proses dan pemodelan data yang dibangun berdasarkan pendekatan terstruktur.

BAB IV: IMPLEMENTASI SISTEM Bab ini berisi proses pembangunan perangkat lunak berdasarkan hasil perancangan pada bab sebelumnya dan pengimplementasiannya ke sistem nyata.

BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN Bab terakhir akan memuat kesimpulan isi dari keseluruhan uraian bab-bab sebelumnya dan saran-saran dari hasil yang diperoleh yang diharapkan dapat bermanfaat dalam pengembangan selanjutnya untuk perbaikan di masa yang akan datang.

Universitas Sumatera Utara

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Graph

Graf adalah struktur data yang terdiri dari atas kumpulan vertex (V) dan edge (E), biasa ditulis sebagai G=(V,E), di mana vertex adalah node pada graf, dan edge adalah rusuk / jaring yang menghubungkan dua node. Jaring terdefenisi melalui pasangan node (v,w), di mana v disebut tail dan w disebut head dari jaring tersebut.

(Dr.Suarga,2012.)

Beberapa istilah yang sering digunakan dalam masalah graf antara lain :

1. Adjacent vertex: adalah dua node berdekatan, terhubung langsung oleh vertex.

2. Path: jalur melalui edge yang menghubungkan suatu vertex ke vertex yang lain, panjang suatu jalur ditentukan oleh jumlah jaring (edge) yang menghubungkan dua vertex.

3. Complete graph: adalah graf di mana semua vertex terhubung langsung satu dengan yang lain.

4. Weighted graph: graf yang setiap edgenya memiliki bobot/ nilai.

5. Cycle: adalah jalur yang mulai dari suatu vertex dan berakhir pada vertex yang sama.( Dr.Suarga,2012.)

Universitas Sumatera Utara

8

v e 4 v 2 e e 1 5 e 3 v 4 v e
v
e 4
v 2
e
e
1
5
e
3
v
4
v
e
3
2

Gambar 2.1 Graph dengan 4 verteks dan 5 edge. Pada gambar 2.1 diatas graph G = (V, E) dimana:

1. adalah himpunan titik, simpul, verteks atau nodes dari G, yaitu

V

V = {v 1 , v 2 , v 3 , v 4 }

2. adalah himpunan rusuk, edges, atau sisi dari G, yaitu

E

E

= {e 1 , e 2 , e 3 , e 4 , e 5 }

2.1.1 Macam macam Graph Menurut Arah dan Bobotnya Menurut arah dan bobotnya, graph dibagi menjadi enam bagian, yaitu :

1. Pada gambar 2.2 menjelaskan Graph berarah (digraph) dan berbobot: setiap edges mempunyai arah (yang ditunjukkan dengan anak panah) dan bobot.

arah (yang ditunjukkan dengan anak panah) dan bobot. Gambar 2.2 Graph Berarah Dan Berbobot. Universitas

Gambar 2.2 Graph Berarah Dan Berbobot.

Universitas Sumatera Utara

9

2. Pada gambar 2.3 menjelaskan Graph tidak berarah dan berbobot: setiap edges tidak mempunyai arah tetapi mempunyai bobot.

setiap edges tidak mempunyai arah tetapi mempunyai bobot. Gambar 2.3 Graph Tidak Berarah Dan Berbobot. 3.

Gambar 2.3 Graph Tidak Berarah Dan Berbobot.

3. Pada gambar 2.4 menjelaskan Graph berarah (digraph) dan tidak berbobot: setiap edges mempunyai arah tetapi tidak mempunyai bobot.

setiap edges mempunyai arah tetapi tidak mempunyai bobot. Gambar 2.4 Graph Berarah Dan Tidak Berbobot Universitas

Gambar 2.4 Graph Berarah Dan Tidak Berbobot

Universitas Sumatera Utara

10

4. Pada gambar 2.5 menjelaskan Graph tidak berarah dan tidak berbobot: setiap edges tidak mempunyai arah dan tidak mempunyai bobot

edges tidak mempunyai arah dan tidak mempunyai bobot Gambar 2.5 Graph Tidak Berarah Dan Tidak Berbobot

Gambar 2.5 Graph Tidak Berarah Dan Tidak Berbobot

5. Pada gambar 2.6 menjelaskanGraph sederhana : Graph yang tidak memiliki garis paralel ataupun loop. Titik-titik pada Graph sederhana dihubungkan tepat dengan satu garis ke setiap titik yang lain dan tidak ada garis yang titik awal dan akhirnya sama (Adelina, 2014).

ada garis yang titik awal dan akhirnya sama (Adelina, 2014). Gambar 2.6 Graph Sederhana (Adelina,2014) 6.

Gambar 2.6 Graph Sederhana (Adelina,2014)

6. Pada gambar 2.7 menjelaskanGraph tidak sederhana : Graph yang memiliki loop atau garis paralel. Graph tidak sederhana kemudian terbagi lagi menjadi Graph semu (pseudoGraph) dan multiple Graph (Adelina, 2014).

semu (pseudo Graph ) dan multiple Graph (Adelina, 2014). a. Graph Semu (pseudo Graph ) b.

a. Graph Semu (pseudo Graph)

b. MultipleGraph

Gambar 2.7 Graph Tidak Sederhana(Adelina,2014)

Universitas Sumatera Utara

11

2.2 Lintasan Terpendek (Shortest Path)

Persoalan mencari lintasan terpendek di dalam Graph merupakan salah satu persoalan optimasi.Graph yang digunakan dalam pencarian lintasan terpendek adalah Graph

suatu nilai atau bobot. Bobot pada sisi Graph dapat menyatakan jarak antar kota, waktu pengiriman pesan, ongkos pembangunan, dan sebagainya. Asumsi yang digunakan disini adalah bahwa semua bobot bernilai positif. Kata “terpendek” jangan selalu diartikan secara fisik sebagai panjang minimum, sebab kata “terpendek” berbeda-beda maknanya tergantung pada tipikal persoalan yang akan diseleseikan. Namun secara umum “terpendek” berarti meminimisasi bobot pada suatu lintasan di dalam Graph. (Anik Andriani, 2014) Ada beberapa macam persoalan lintasan terpendek, antara lain :

a. Lintasan terpendek antara dua buah simpul tertentu.

b. Lintasan terpendek antara semua pasangan simpul.

c. Lintasan terpendek dari simpul tertentu ke semua simpul yang lain.

d. Lintasan terpendek antara dua buah simpul yang melalui beberapa simpul tertentu.

2.3 Algoritma

2.3.1 Pengertian Algoritma

Ahli sejarah matematika menemukan kata algoritma berasal dari nama penulis buku Arab terkenal, yaitu Abu Abdullah Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarizmi seorang ahli matematika, astrologi, astronomi, geoGraphi.

Algoritma adalah sekumpulan langkah (tahapan) logis untuk menyelesaikan suatu pekerjaan ( permasalahan).

Universitas Sumatera Utara

12

Terdapat beberapa defenisi dari algoritma:

1. Algoritma adalah teknik penyusunan langkah-langkah penyelesaian masalah dalam bentuk kalimat dengan jumlah kata terbatas tetapi tersusun seccara logis dan sitematis.

2. Algoritma adalah suatu proses yang jelas untuk menyelesaikan suatu persoalan degan menggunakan langkah-langkah tertentu dan terbatas jumlahnya.

3. Algoritma adalah susunan langkah yang pasti, yang bila diikuti maka akan mentrasformasikan data input menjadi output yang berupa informasi (Indrawoko Kurniadi,2011).

Suatu Algoritma yang terbaik “Suatu algoritma harus menghasilkan output yang tepat guna (efektif) dalam waktu yang relative singkat dan penggunaan memori yang relative sedikit (efesien) dengan langkah yang berhingga dan prosedurnya berakhir baik dalam keadaan diperoleh suatu solusi ataupun tidak ada solusinya”.

Algoritma yang baik harus mampu memberikan hasil yang optimal. Dalam

pemilihan algoritma ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan yaitu :

1. Algoritma haruslah benar. Algoritma harus bisa memberikan hasil sesuai dengan yang dikehendaki dari sejumlah masukan yang diberikan

2. Seberapa baik hasil yang dicapai. Artinya algoritma yang baik harus mampu memberikan hasil yang sedekat mungkin dengan nilai sebenarnya.

3. Efisiensi algoritma. Efisiensi algoritma ditinjau dari dua hal yaitu :

a. Efisiensi waktu. Mampu memberikan keluaran atau hasil yang cepat.

b. Efisiensi memori. Semakin banyak memori yang dibutuhkan sebuah algoritma untuk memecahkan suatu masalah maka makin buruklah algoritma itu (Siang, 2006).

Universitas Sumatera Utara

13

Harga perangkat keras saat ini cenderung menurun.Maka efisiensi waktu lebih diutamakan daripada efisiensi memori. Hal-hal yang berhubungan dengan kompleksitas waktu yang digunakan oleh sebuah algoritma adalah :

1. Perancangan. Yang termasuk dalam bagian perancangan adalah :

a. Deskripsi algoritma pada suatu tingkatan yang memiliki arti bahasa semu (pseudo)

b. Pembuktian kebenaran bahwa sebuah algoritma bisa menyelesaikan

masalah yang diberikan.

2. Analisis. Memberikan evaluasi kinerja algoritma terhadap permasalahan yang diberikan (Purwanto, 2008)

2.3.2 Algoritma Floyd Warshall

Algoritma Floyd Warshall adalah salah satu varian dari pemrograman dinamis, yaitu suatu metode yang melakukan pemecahan masalah dengan memandang solusi yang akan diperoleh sebagai suatu keputusan yang saling terkait. (Thomas H.

Cormen,2003).

Keterangan :

if k = 0 , if k ≥ 1

menyatakan nilai jalur terpendek dari i ke j yang melalui titik ke 1

, ,

k (Thomas H. Cormen,2003).

Algoritma ini bekerja dengan menghitung shortest path (i,j,k) untuk semua pasangan (i,j), kemudian hasil tersebut akan digunakan untuk menghitung shortest path (i,j,k) untuk semua pasangan (i,j), dst. Proses ini akan terus berlangsung hingga k=n dan kita telah menemukan jalur terpedek untuk semua pasangan (i,j) menggunakan simpul-simpul perantara. (Thomas H. Cormen,2003).

Salah satu algoritma Graph yaitu algoritma Floyd Warshall.Algoritma Floyd Warshall menghitung jalur terpendek antara semua simpul dengan menghitung dari

Universitas Sumatera Utara

14

satu sumber simpul sampai simpul tujuan melalui beberapa jalur (Baras & Theodorakopoulos, 2010).Algoritma Floyd Warshall dapat digunakan untuk mencari panjang lintasan terpendek antara semua pasangan simpul dalam Graph sederhana yang terhubung tetapi algoritma Floyd Warshall tidak dapat digunakan untuk membuat lintasan terpendek (Rosen, 2011).

Cara kerja dari algoritma Floyd Warshall adalah dengan membandingkan semua lintasan yang mungkin terjadi dalam Graph untuk setiap pasang simpul dan melakukan pengujian dari setiap kombinasi simpul yang diperoleh.Misalkan adalah matriks ketetanggaan awal Graph berarah berbobot. adalah matriks ketetanggaan berbobot terpendek dengan sama dengan path terpendek dari titik

ke

Beberapa karakteristik yang dimiliki oleh algoritma Floyd Warshall antara lain:

1. Persoalan dibagi atas beberapa tahap, yang setiap tahapnya hanya akan diambil satu keputusan.

2. Masing-masing tahap terdiri atas sejumlah status yang saling berhubungan dengan status tersebut. Status yang dimaksud disini adalah berbagai kemungkinan masukan yang ada pada tahap tersebut.

(Siang, 2009).

3. Ketika masuk ke suatu tahap, hasil keputusan akan ditransformasi.

4. Bobot pada suatu tahap akan meningkat secara teratur seiring bertambahnya jumlah tahapan.

5. Bobot yang ada pada suatu tahap tergantung dari bobot tahapan yang telah berjalan dan bobot pada tahap itu sendiri.

6. Keputusan terbaik pada suatu tahap bersifat independen terhadap keputusan pada tahap sebelumnya.

7. Terdapat hubungan rekursif yang menyatakan bahwa keputusan terbaik dalam setiap status pada tahap k akan memberikan keputusan terbaik untuk setiap status pada tahap k+1.

8. Prinsip optimalitas berlaku pada persoalan yang dimaksud.

Universitas Sumatera Utara

15

Kelebihan dari algoritma Floyd Warshall antara lain (Adams, 2012):

1.

Algoritma Floyd Warshall dapat digunakan untuk mencari jarak terpendek

(shortest path) dari setiap pasangan node

2.

Algoritma Floyd Warshall menggunakan matriks bobot n x n sebagai masukan, dimana n merupakan jumlah node

3.

Algoritma Floyd Warshall dapat mentolerir negative edge.

Dari beberapa penelitian tentang perbandingan algoritma Floyd Warshall dengan algoritma Djikstra adalah pada algoritma Dijkstra hanya memikirkan solusi terbaik yang akan diambil pada setiap langkah tanpa memikirkan konsekuensi ke depan. Dan hasil yang diberikan tidak selalu memberikan hasil yang optimal.sedangkan algoritma Floyd warshall memandang solusi yang akan diperoleh sebagai suatu keputusan yang saling terkait sehingga lebih menjamin keberhasilan penemuan solusi optimum untuk kasus penentuan lintasan terpendek (Sondang, 2011).

2.3.3 Analisis Algoritma Floyd Warshall

Dalam iterasinya untuk mencari lintasan terpendek, algoritma Floyd-Warshall membentuk n matriks sesuai dengan iterasi-k. Algoritma Floyd-Warshall sering dipergunakan untuk menghitung lintasan terpendek karena kesederhanaan algoritmanya. Algoritma ini menghitung bobot terkecil dari semua jalur yang menghubungkan sebuah pasangan titik, dan melakukannya sekaligus untuk semua pasangan titik. Dengan kata lain pada saat perhitungan rute optimum yang akan dilalui terlebih dahulu. Algoritma Floyd-Warshall bekerja berdasarkan formulasi dinamic programming. Setiap langkahnya akan memeriksa lintasan antara vi dan vjapakah bisa lebih pendek jika melalui vi-vk dan vk-vj.

Universitas Sumatera Utara

16

Proses Penentuan Nilai Minimum Algoritma Floyd-Warshalldapat dituliskan sebagai berikut:

1. Pada iterasi ke-1, setiap sel matriks dilakukan pengecekan apakah jarak antar dua titik mula mula lebih besar dari penjumlahan antar jarak titik asal ke titik tujuan (titik tujuan=iterasi ke-1) dengan jarak titik asal (titik asal=iterasi ke-1) ke titik tujuan. Dengan kata lain apakah W[i,j] > W[i,k] + W[k,j].

2. Jika iya maka jarak antar dua titik mula mula diganti dengan penjumlahan antar jarak titik asal ke titik tujuan (titik tujuan=iterasi ke-1) dengan jarak titik asal (titik asal=iterasi ke-1) ke titik tujuan (W[i,k] + W[k,j]).

3. Jika tidak, maka jarak yang digunakan yaitu jarak antar dua titik mula mula (W[i,j]).

4. Proses iterasi dilakukan hingga pada iterasi terakhir (jumlah iterasi=jumlah total titik).

Universitas Sumatera Utara

BAB 3

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

3.1 Analisis Sistem

Analisis sistem merupakan bagian dari proses pembuatan sistem yang memiliki beberapa tahapan. Berikut merupakan tahapan - tahapan dari analisis sistem.

3.1.1. Analisis masalah

Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah, sulitnya seseorang dalam memilih informasi tentang jalur yang diinginkan dengan menggunakan algoritma Floyd

warshall.Maka dari itu, sebelum membangun program dilakukan analisis masalah dengan menggunakan Ishikawa Diagram seperti yang ditunjukkan di gambar 3.1.

Ishikawa Diagram (diagram fishbone) berbentuk tulang ikan yang merupakan buah pikiran dari Kaoru Ishikawa.Ishikawa Diagram adalah sebuah alat grafis yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengeksplorasi dan mengambarkan suatu masalah, sebab dan akibat dari masalah itu. Sering disebut diagram sebab-akibat atau diagram tulang ikan (Fishbone diagram) karena menyerupai tulang ikan.

Universitas Sumatera Utara

18

Konsep dasar dari diagram Ishikawa adalah nama masalah yang mendapat perhatian dicantumkan di sebelah kanan diagram (atau pada kepala ikan) dan penyebab masalah yang mugkin digambarkan sebagai tulang-tulang dari tulang utama. Secara khusus tulang-tulang ini mendeskripsikan empat kategori dasar yaitu material, mesin kekuatan, manusia, dan metode).Kategori alternative atau tambahan meliputi tempat prosedur, kebijakan, dan orang atau lingkungan sekeliling, pemasok, system dan keterampilan.(Jeffery, 2004).

Material Metode Material Metode Menggunakan algoritma Floyd Warshall titik tujuan Program Hasil rute yang
Material
Metode
Material
Metode
Menggunakan
algoritma Floyd
Warshall
titik tujuan
Program
Hasil rute yang
Shortest path
dipilih berdasarkan
jarak
Machine
People
Machine
People

Rute yang dilalui

dari titik asal ke

Masalah pencarian rute terpendek Masalah pencarian rute terpendek

untuk menuju

untuk menuju

Bandara kuala Namu Bandara kuala Namu

Gambar 3.1 Ishikawa Diagram

Berdasarkan gambar 3.1 , merupakan masalah pencarian rute terpendek menuju bandara Kuala Namu. Dalam diagram perhatikan bahwa masalah yang dipecahkan berada di kotak sebelah kanan. Empat area yang diidentifikasi sebagai kategori penyebab (material, metode, machine dan people) dituliskan di kotak sebelah atas dan bawah kerangka ikan dan dihubungkan dengan panah (tulang) menuju ke tulang ikan.Sebab aktual dari masalah unntuk setiap kategori di gambarkan sebagai panah ke panah kategori (bone).

Universitas Sumatera Utara

19

3.1.2. Analisis persyaratan

Analisis persyaratan dibagi menjadi dua yaitu persyaratan fungsional dan non- fungsional.

a. Fungsional

Persyaratan fungsional merupakan persyaratan yang dimiliki oleh sistem dalam menyelesaikan suatu masalah.Dalam hal ini persyaratan fungsional yang harus dimiliki sistem yaitu:

1. Pada proses input, sistem ini menggunakan lintasan terpendek yang rutenya di lihat dari jalan yang terbaca oleh google maps.

2. Metode yang diimplementasikan dalam sistem ini ialah proses pencarian lintasan terpendek dengan menggunakan Algoritma Floyd-Warshall pada lintasan terpendek yang akan dicari.

b. Non-fungsional

Kebutuhan non-fungsional yang harus dipenuhi aplikasi yang dirancang adalah sebagai berikut:

a. User Friendly Sistem yang dibangun harus User Friendly, artinya sistem ini dapat dengan mudah digunakan dan dimengerti oleh user sehingga menjadi salah satu solusi dalam mencari lintasan terpendek.

b. Software Pendukung Sistem yang dibangun oleh penulis menggunakan semua Software Pendukung bersifat freeware sehingga tidak memerlukan izin atau hal-hal yang dapat merugikan pihak lain.

Universitas Sumatera Utara

20

c. Fitur Tambahan Sistem ini menambah beberapa fitur tambahan yaitu menyediakan beberapa fungsi yang akan menyimpan hasil dari pencarian lintasan terpendek.

d. Performa Pencarian lintasan terpendek yang dilakukan oleh sistem akan mampu menunjukkan hasil akhir dari proses, yaitu jarak terpendek

3.2 Pemodelan Aplikasi

Pemodelan aplikasi yang dirancang bertujuan untuk menggambarkan semua kondisi dan bagian-bagian yang berperan dalam sistem yang dirancang.Pemodelan Aplikasi dilakukan dengan membuat Use-Case Diagram, Activity Diagram, dan Sequence Diagram.

3.2.1 Use-Case Diagram

Use case diagram akan menjelaskan apa saja fungsi-fungsi yang akan dikerjakan oleh sistem. Hal ini dikarenakan use case diagram akan merepresentasikan bagaimana interaksi antara actor (user)dengan sistem.

< < i c l u d e > > < < e x t
< < i c l u d e > >
< < e x t e n d s > >
Evaluasi node demi
System
node
<<depends (on)>>
Floyd Warshall
Input daerah asal
Jarak terpendek
Bandingkan semua
user
rute yang dilalui
< < e x t e n d s > >
< < i c l u d e > >

Gambar 3.2 Use Case Diagram Sistem Penentuan Jalur Terpendek Menuju Bandara Kuala Namu

Universitas Sumatera Utara

21

Use case diagram pada gambar 3.2 menjelaskan user melakukan pencarian lintasan terpendek dengan menginputkan daerah asal dengan menggunakan Algoritma Floyd Warshall kemudian melihat hasil dari lintasan terpendek yang telah dicari setelah membandingkan node node yang telah di evaluasi.

3.2.2 Activity Diagram

UML menawarkan sebuah diagram tambahan yang disebut activity diagram atau diagram aktivitas. Activity diagram adalah sebuah diagram yang dapat digunakan untuk menggambarkan secara grafis aliran proses bsnis, langkah-langkah sebuah use case atau logika behavior (metode) object. Diagram ini seupa dengan flowchart dimana secara grafis diagram ini menggambarka diagram aliran sekuensial dari kegiatan. Perbedaan diagram ini dengan flowchart dimana diagram ini menyediakan sebuah mekanisme untuk menggambarkan kegiatan yang tampak secara pararel. Diagram ini sangat berguna untuk memodelkan kegiatan yang akan dilakukan saat sebuah operasi dieksekusi dan memodelkan hasil-hasil dari kegiatan-kegiatan ini. (Jeffery , 2004)

Universitas Sumatera Utara

22

User

Input daerah asal
Input daerah asal

Tampilkan jarak terpendek yang di lalui

Tampilkan jarak terpendek yang di lalui
User Input daerah asal Tampilkan jarak terpendek yang di lalui

System

System Evaluasi node demi node Bandingkan semua rute yang dilalui Proses pencarian rute dengan menggunakan algoritma

Evaluasi node demi node

System Evaluasi node demi node Bandingkan semua rute yang dilalui Proses pencarian rute dengan menggunakan algoritma

Bandingkan semua rute yang dilalui

Bandingkan semua rute yang dilalui

Proses pencarian rute dengan menggunakan algoritma floyd warshall menuju KNIA

demi node Bandingkan semua rute yang dilalui Proses pencarian rute dengan menggunakan algoritma floyd warshall menuju
Bandingkan semua rute yang dilalui Proses pencarian rute dengan menggunakan algoritma floyd warshall menuju KNIA
Bandingkan semua rute yang dilalui Proses pencarian rute dengan menggunakan algoritma floyd warshall menuju KNIA
Bandingkan semua rute yang dilalui Proses pencarian rute dengan menggunakan algoritma floyd warshall menuju KNIA
Bandingkan semua rute yang dilalui Proses pencarian rute dengan menggunakan algoritma floyd warshall menuju KNIA
Bandingkan semua rute yang dilalui Proses pencarian rute dengan menggunakan algoritma floyd warshall menuju KNIA
Bandingkan semua rute yang dilalui Proses pencarian rute dengan menggunakan algoritma floyd warshall menuju KNIA
Bandingkan semua rute yang dilalui Proses pencarian rute dengan menggunakan algoritma floyd warshall menuju KNIA
Bandingkan semua rute yang dilalui Proses pencarian rute dengan menggunakan algoritma floyd warshall menuju KNIA
Bandingkan semua rute yang dilalui Proses pencarian rute dengan menggunakan algoritma floyd warshall menuju KNIA

Gambar 3.3 Activity Diagram Algoritma Floyd Warshall

Diagram activity pada gambar 3.3 ini menjelaskan tentang pencarian jarak terpendek menggunakan alggoritma Floyd Warshall, yang mana user akan menginput daerah asal dan sistem akan mulai mengevaluasi node demi node dan membandingkan node terdekat menuju bandara Kuala Namu dengan menggunakan algoritma Floyd Warshall. Setelah mendapat perhitungan jarak terpendek maka akan ditampilkan jarak tersebut ke user dan sistem akan berhenti.

Universitas Sumatera Utara

23

3.2.3 Sequence Diagram

Sequence diagram adalah diagram UML yang memodelkan logika sebuah use case dengan cara menggambarkan interaksi pesan di antara objek-objek dalam rangkaian waktu. Pada gambar 3.4 akan dijelaskan sequence diagram.

User Interface Floyd Warshall Proses Lintasan Start Proses Perhitungan Floyd Warshall Bandingkan semua vertex yang
User
Interface
Floyd Warshall
Proses Lintasan
Start
Proses Perhitungan Floyd Warshall
Bandingkan semua vertex yang terhubung
Tampil
jalur terpendek ditemukan oleh Algoritma Floyd Warshall

Gambar 3.4 Sequence Diagram

Universitas Sumatera Utara

24

3.3 Flowchart

Pengertian dari flowchart atau digram alir adalah sebuah diagram dengan simbol- simbol grafis yang menyatakan aliran algoritma atau proses yang menampilkan langkah-langkah yang disimbolkan dalam bentuk kotak, beserta urutannya dengan menghubungkan masing masing langkah tersebut menggunakan tanda panah. Flowchart Floyd Warshall digambarkan oleh gambar 3.5

Start

Flowchart Floyd Warshall digambarkan oleh gambar 3.5 Start Input daerah asal Evaluasi vertex demi vertex Bandingkan
Input daerah asal

Input daerah asal

Input daerah asal
Input daerah asal
digambarkan oleh gambar 3.5 Start Input daerah asal Evaluasi vertex demi vertex Bandingkan semua rute yang

Evaluasi vertex demi vertex

3.5 Start Input daerah asal Evaluasi vertex demi vertex Bandingkan semua rute yang dilalui Proses pencarian

Bandingkan semua rute yang

dilalui

vertex demi vertex Bandingkan semua rute yang dilalui Proses pencarian jarak terpendek menggunakan Algoritma

Proses pencarian jarak terpendek

menggunakan Algoritma Floyd-warshall

jarak terpendek menggunakan Algoritma Floyd-warshall Tampilkan rute jarak terpendek end Gambar 3.5 Diagram

Tampilkan rute jarak

Tampilkan rute jarak

terpendek

terpendek
Tampilkan rute jarak terpendek
Tampilkan rute jarak terpendek
Algoritma Floyd-warshall Tampilkan rute jarak terpendek end Gambar 3.5 Diagram Alur Algoritma Floyd-Warshall

end

Gambar 3.5 Diagram Alur Algoritma Floyd-Warshall

Universitas Sumatera Utara

25

3.4 Perancangan Interface

Sistem ini dirancang dengan tampilan awal yang langsung bisa diakses tanpa melalui

login.

HEADER

1
1

HOME

FLOYD

DATA

CONTACT

2
2

PENCARIAN RUTE TERPENDEK MENGGUNKAN ALGORITMA FLOYD WARSHALL

GAMBAR PETA

3
3
JUMLAH PENGUNJUNG 4 JUMLAH PENGGUNA PILIH DAERAH ASAL 5
JUMLAH PENGUNJUNG
4
JUMLAH PENGGUNA
PILIH DAERAH ASAL
5

DAERAH TUJUAN (KNIA)

PROSES

6
6

Gambar 3.6 Perancangan Interface

Keterangan gambar 3.6 Header

:

bagian paling atas dar website yang biasanya berisi gambar website, alamat, dan nama website.

Menu

:

Untuk

menyambungkan

halaman

yang

satu

dengan

 

halaman yang lainnya.

 

Peta

:

Menampilkan

gambar

peta

yang

berfugsi

untuk

 

menunjukkan rute / jalan menuju bandara KNIA

Jumlah

Pengunjung&

:

Database yang menampilkan jumlah pengunjung dan

pengguna

pengguna aplikasi ini

Universitas Sumatera Utara

26

Daerah asal

:

Berupa combo box yang menampilkan titik-titik awal/ asal untuk menuju bandara KNIA

Daerah tujuan

:

KNIA

3.5 Database

Database adalah tempat media penyimpanan data dalam membuat sebuah program

yang berisikan tabel, field dan record, yang di selimuti namanya DBMS (DataBase

Managemet Systm).

Database terdiri dari tabel tabel yang dibuat menggunakan program MySQL.

Database yang dirancang penulis adalah database db_floyd yang terdiri dari 5 tabel.

1. Tabel tbljarak

Tabel 3.1 Tabel tbljarak

Field Name

Type

Width

Description

awal

Varchar

10

Titik awal

akhir

Varchar

10

Titik akhir

arah

Varchar

30

Arah

jarak

Double

 

Jarak

2. Tabel tbljlhpengguna

Tabel 3.2 Tabel tbljlhpengguna

Field

     

Name

Type

Width

Description

Id

Int

11

No. urut (auto_increment, primary key)

Waktu

Datetime

 

Waktu dalam mengakses aplikasi

Ip

varchar

30

IP

Universitas Sumatera Utara

27

3. Tabel tbljlhpengunjung

Tabel 3.3 Tabel tbljlhpengunjung

 

Field

     

Name

Type

Width

Description

Id

Int

11

No. urut (auto_increment, primary key)

Waktu

Datetime

 

Waktu dalam mengakses aplikasi

Ip

varchar

30

IP

4.

Tabel tblmap

Tabel 3.4 Tabel tblmap

Field

     

Name

Type

Width

Description

Awal

Varchar

30

Titik awal

Akhir

Varchar

30

Titik akhir

5. Tabel tblnode

Tabel 3.5 Tabel tblnode

Field Name

Type

Width

Description

kdnode

Varchar

30

Kode node

nama

Varchar

30

Nama singkatan

koor1

Varchar

30

Titik koordinat pertama

koor2

Varchar

30

Titik koordinat ke dua

ket

Varchar

150

Nama tempat

Universitas Sumatera Utara

28

3.6 Entity Relationship Diagram (ERD)

Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan suatu teknik pemodelan data yang menggambarkan entitas dan hubugan antar entitas dalam sebuah sistem informasi.

Tabel Node Kdnode Nama Koor1 Koor2 keterangan
Tabel Node
Kdnode
Nama
Koor1
Koor2
keterangan
Tabel Map Awal akhir
Tabel Map
Awal
akhir
Tabel Jarak Awal Akhir Arah jarak
Tabel Jarak
Awal
Akhir
Arah
jarak
ambil

ambil

ambil

Tabel Pengguna Id Waktu ip
Tabel Pengguna
Id
Waktu
ip
Tabel Pengunjung Id Waktu ip
Tabel Pengunjung
Id
Waktu
ip

Gambar 3.7 Entity Relationship Diagram(ERD)

Universitas Sumatera Utara

BAB 4

IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

4.1 Implementasi Sistem Web server merupakan sebuah perangkat lunak dalam server yang berfungsi menerima permintaan (request) berupa halaman web melalui HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali (response) hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk document HTML.

4.1.1 Tampilan halaman utama

Tampilan ini merupakan tampilan yang pertama kali muncul pada saat aplikasi

dijalankan.

yang pertama kali muncul pada saat aplikasi dijalankan. Gambar 4.1 Tampilan Halaman Utama Universitas Sumatera Utara

Gambar 4.1 Tampilan Halaman Utama

Universitas Sumatera Utara

30

4.1.2 Tampilan Menu Floyd Tampilan ini hanya menampilkan cara proses perhitungan jarak dari algoritma Floyd warshall

cara proses perhitungan jarak dari algoritma Floyd warshall Gambar 4.2 Tampilan Menu Floyd 4.1.3 Tampilan Login

Gambar 4.2 Tampilan Menu Floyd

4.1.3 Tampilan Login Admin Pengelola Data Tampilan ini akan muncul ketika si pengguna mengklik menu data lokasi. Dan tampilan ini hanya bisa dikelola oleh admin.

data lokasi. Dan tampilan ini hanya bisa dikelola oleh admin. Gambar 4.3 Tampilan Login Admin Universitas

Gambar 4.3 Tampilan Login Admin

Universitas Sumatera Utara

31

4.1.4 Tampilan data lokasi Tampilan ini berisikan titik (node) yang dapat diinput , edit dan hapus oleh admin

titik (node) yang dapat diinput , edit dan hapus oleh admin Gambar 4.4 Tampilan Data Lokasi

Gambar 4.4 Tampilan Data Lokasi

4.2 GraphYang Digunakan Untuk Menentukan Rute Terpendek

4.2 GraphYang Digunakan Untuk Menentukan Rute Terpendek Gambar 4.5 Graph yang digunakan untuk menghitung jarak

Gambar 4.5 Graph yang digunakan untuk menghitung jarak terpendek menuju KNIA

Universitas Sumatera Utara

32

Keterangan gambar 4.5

FP

PB

MP

SUN

Hermes

Amplas

Palad

CP

TP

MM

KNIA

:

 

Focal Point

:

 

Pinang Baris

:

 

Medan Plaza

:

 

SUN Plaza

:

 

Hermes Polonia

:

Terminal Amplas

:

 

Paladium

:

 

Centre Point

:

Thamrin Plaza

:

Medan Mall

:

Kuala

Namu

Internasional Airport

:

Jalan

Arteri

Ringroad,

Medan,

Sumatera

Utara

:

Jl. Pinang Baris, Selalas, Medan, Sumatera Utara

:

Jl.

Jend.

Gatot

Subroto

No.

30

Medan Sumatera Utara

 

:

Jl. H. Zianul Arifin No. 7 Medan Sumatera Utara

:

Jl.

Wolter

Monginsidi

No.45

Medan Sumatera Utara

 

:

JL. Menteng, No. 7 Medan Sumatera Utara

:

Jl. Kapten Maulana Lubis No. 8 Petisah

Tengah

Medan

Petisah

Medan

Sumatera

Utara

:

Jl. Timor Blok H No. 1, Medan, Sumatera Utara

:

Jl. Thamrin No. 75 R, Sumatera Utara

 

:

JL. MT Haryono No. 8 - 9, Sumatera Utara

:

Jl. Bandara Internasional Kualanamu, Medan, Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

33

4.3 Perhitungan algoritma Floyd Warshall

4.3.1 Iterasi Pertama Tabel 4.1 Perhitungan Algoritma Floyd iterasi pertama

Ke FP PB MP SUN HERMES PALAD CP TP MM AMPLAS KNIA Dari FP 0
Ke
FP
PB
MP
SUN
HERMES
PALAD
CP
TP
MM
AMPLAS
KNIA
Dari
FP
0
4.4
8
6.6
12.1
PB
0
7.1
9.1
MP
0
2
2.2
SUN
0
1.9
27.5
HERMES
0
8.6
29.4
PALAD
1
0
2.1
2.3
26.6
CP
0
1
TP
0
0.15
25.4
MM
0
25.4
AMPLAS
0
27.7
KNIA
0

Pada tabel 4.1 adalah tahapan pertama dalam menghitung algoritma Floyd Warshall. Pada iterasi ini berupa perpindahan dari graph menjadi tabel matriks.

Universitas Sumatera Utara

34

4.3.2 Iterasi ke dua Tabel 4.2 Perhitungan Algoritma Floyd Iterasi Ke Dua Ke HERME MM
4.3.2 Iterasi ke dua
Tabel 4.2 Perhitungan Algoritma Floyd Iterasi Ke Dua
Ke
HERME
MM AMPLA
Dari
FP
PB
MP
SUN
PALAD
CP
TP
KNIA
S
S
FP
0 4.4
8
6.6
∞ 12.1
PB
∞ 0
7.1
9.1
∞ ∞
MP
∞ ∞
0
2
2.2
∞ ∞
SUN
∞ ∞
0
1.9
∞ ∞
27.5
HERMES
∞ ∞
0
∞ 8.6
29.4
PALAD
∞ ∞
1
0
2.1
2.3
∞ ∞
26.6
CP
∞ ∞
0
1
∞ ∞
TP
∞ ∞
0
0.15
25.4
MM
∞ ∞
0 ∞
25.4
AMPLAS
∞ ∞
∞ 0
27.7
KNIA
∞ ∞
∞ ∞
0
Pada tabel 4.2 Pada iterasi ini
Untuk
setiap
sel
matrik
w
dicek
apakah
w[i,
j]>

w[i,k]+w[k,j].Jika ya, maka w [i, j] diganti w[i,k]+w[k,j]

4.3.3 Iterasi Ke Tiga Tabel 4.3 Perhitungan Algoritma Floyd Iterasi Ke Tiga

Ke FP PB MP SUN HERMES PALAD CP TP MM AMPLAS KNIA Dari FP 0
Ke
FP
PB
MP
SUN
HERMES
PALAD
CP
TP
MM
AMPLAS
KNIA
Dari
FP
0
4.4
11.5
8
6.6
12.1
PB
0
7.1
9.1
MP
0
2
2.2
SUN
0
1.9
27.5
HERMES
0
8.6
29.4
PALAD
1
0
2.1
2.3
26.6
CP
0
1
TP
0
0.15
25.4
MM
0
25.4
AMPLAS
0
27.7
KNIA
0

Universitas Sumatera Utara

35

Pada tabel 4.3Iterasi ke tiga dilakukan dengan cara yang sama seperti iterasi ke dua hanya saja perantaranya adalah titik PB. Pada titik [FP,MP]= ∞ [FP,MP] > [FP,PB]+ [PB,MP] 4.4+7.1= 11.5 maka nilai [FP,MP] akan diganti dengan nilai

11.5

Pada titik [FP,SUN]=8 [FP,SUN] > [FP,PB]+[PB,SUN] 4.4+9.1 = 13.5 maka nilai [FP,SUN] tidak diganti dikarenakan hasil penjumlahan dari [FP,PB]+[PB,SUN] lebih besar dari jarak sebenarnya. Perhitungan dilakukan seteruskan dengan cara yang sama sampai semua node memiliki jumlah node yang paling kecil dari titik perantara PB

4.3.4 Iterasi ke Empat Tabel 4.4 Perhitungan Algoritma Floyd Iterasi Ke Empat

Ke FP PB MP SUN HERMES PALAD CP TP MM AMPLAS KNIA Dari FP 0
Ke
FP
PB
MP
SUN
HERMES
PALAD
CP
TP
MM
AMPLAS
KNIA
Dari
FP
0
4.4
11.5
8
6.6
13.7
12.1
PB
0
7.1
9.1
9.3
MP
0
2
2.2
SUN
0
1.9
27.5
HERMES
0
8.6
29.4
PALAD
1
0
2.1
2.3
26.6
CP
0
1
TP
0
0.15
25.4
MM
0
25.4
AMPLAS
0
27.7
KNIA
0

Pada tabel 4.4Iterasi ke empat dilakukan dengan cara yang sama seperti iterasi ke tiga hanya saja perantaranya adalah titik MP. Pada titik [FP,PALAD]= ∞

Universitas Sumatera Utara

36

[FP,PALAD] > [FP,MP]+ [MP,PALAD] 11.5+2.2= 13.7 maka nilai [FP,PALAD] akan diganti dengan nilai 13.7 karena nilai [FP, PALAD] 13.7 < ∞ Pada titik [PB,PALAD]= ∞ [PB,PALAD] > [PB,MP]+ [MP,PALAD] 7.1+2.2= 9.3 maka nilai [PB,PALAD] akan diganti dengan nilai 13.7, karena nilai [PB,PALAD] 9.3 < ∞ Perhitungan dilakukan seteruskan dengan cara yang sama sampai semua nodememiliki jumlah node yang paling kecil dari titik perantara MP.

4.3.5 Iterasi ke Lima Tabel 4.5 Perhitungan Algoritma Floyd Iterasi Lima

Ke FP PB MP SUN HERMES PALAD CP TP MM AMPLAS KNIA Dari FP 0
Ke
FP
PB
MP
SUN
HERMES
PALAD
CP
TP
MM
AMPLAS
KNIA
Dari
FP
0
4.4
11.5
8
6.6
13.7
12.1
35.5
PB
0
7.1
9.1
11
9.3
36.6
MP
0
2
3.9
2.2
29.5
SUN
0
1.9
27.5
HERMES
0
8.6
29.4
PALAD
1
2.9
0
2.1
2.3
26.6
CP
0
1
TP
0
0.15
25.4
MM
0
25.4
AMPLAS
0
27.7
KNIA
0

Pada tabel 4.5Iterasi ke lima dilakukan dengan cara yang sama seperti iterasi ke empat hanya saja perantaranya adalah titik SUN

Pada titik [FP, Hermes]= 6 [FP,Hermes > [FP,SUN]+ [SUN,Hermes]

Universitas Sumatera Utara

37

8+1.9 = 9.9 maka nilai [FP,Hermes] tidak diganti dikarenakan hasil penjumlahan dari [FP,SUN]+[SUN,Hermes] lebih besar dari jarak sebelumnya. Pada titik [PB,Hermes]= ∞ [PB,Hermes] > [PB,SUN]+ [SUN, Hermes] 9.1+ 1.9 = 11 maka nilai [PB,Hermes] akan diganti dengan nilai 11, karena nilai [PB,Hermes] 11 < ∞ Perhitungan dilakukan seteruskan dengan cara yang sama sampai semua node memiliki jumlah node yang paling kecil dari titik perantara SUN.

4.3.6 Iterasi ke enam Tabel 4.6 Perhitungan Algoritma Floyd Iterasi Ke Enam

Ke Dari
Ke
Dari

FP

PB

MP

SUN

HERMES

PALAD

CP

TP

MM

AMPLAS

KNIA

FP

0

4.4

11.5

8

6.6

13.7

12.1

35.5

PB

0

7.1

9.1

11

9.3

19.6

36.6

MP

0

2

3.9

2.2

12.5

29.5

SUN

0

1.9

10.5

27.5

HERMES

0

8.6

29.4

PALAD

1

2.9

0

2.1

2.3

11.5

26.6

CP

0

1

TP

0

0.15

25.4

MM

0

25.4

AMPLAS

0

27.7

KNIA

0

Pada tabel 4.6Iterasi ke enam dilakukan dengan cara yang sama seperti iterasi ke lima hanya saja perantaranya adalah titik Hermes Pada titik [FP, Amplas]=12.1 [FP, Amplas] > [FP,Hermes]+ [Hermes, Amplas]

Universitas Sumatera Utara

38

6.6 + 8.6 = 15.2 maka nilai [FP,Amplas] tidak diganti dikarenakan hasil penjumlahan dari [FP,Hermes]+[Hermes, Amplas] lebih besar dari jarak sebelumnya. Pada titik [PB,Amplas]= ∞ [PB,Amplas] > [PB,Hermes]+ [Hermes, Amplas] 11+ 8.6 = 19.6 maka nilai [PB,Amplas] akan diganti dengan nilai 19.6, karena nilai [PB,Amplas] 19.6 < ∞ Perhitungan dilakukan seteruskan dengan cara yang sama sampai semua node memiliki jumlah node yang paling kecil dari titik perantara Hermes.

4.3.7 Iterasi ke tujuh Tabel 4.7 Perhitungan Algoritma Floyd Iterasi Ke Tujuh

Ke Dari
Ke
Dari

FP

PB

MP

SUN

HERMES

PALAD

CP

TP

MM

AMPLAS

KNIA

FP

0

4.4

11.5

8

6.6

13.7

15.8

16

12.1

35.5

PB

0

7.1

9.1

11

9.3

11.4

11.6

19.6

35.9

MP

0

2

3.9

2.2

4.3

4.5

12.5

28.8

SUN

0

1.9

10.5

27.5

HERMES

0

8.6

29.4

PALAD

1

2.9

0

2.1

2.3

11.5

26.6

CP

0

1

TP

0

0.15

25.4

MM

0

25.4

AMPLAS

0

27.7

KNIA

0

Pada tabel 4.7Iterasi ke tujuh dilakukan dengan cara yang sama seperti iterasi ke enam hanya saja perantaranya adalah titik Palad Pada titik [FP, CP]= ∞ [FP,CP] > [FP,Palad]+ [Palad, CP] 13.7+ 2.1 = 15.8 maka nilai [FB,CP] akan diganti dengan nilai 15.8 , karena nilai [FB,CP] 15.8 < ∞ Pada titik [FB,TP]=

Universitas Sumatera Utara

39

[FB, TP] > [FP,Palad]+ [Palad, TP] 13.7+ 2.3 = 16 maka nilai [FB,TP] akan diganti dengan nilai 16 , karena nilai [FB,TP] 16 < ∞ Perhitungan dilakukan seteruskan dengan cara yang sama sampai semua node memiliki jumlah node yang paling kecil dari titik perantara Palad

4.3.8 Iterasi ke delapan Tabel 4.8 Perhitungan Algoritma Floyd Iterasi Ke Delapan

Ke FP PB MP SUN HERMES PALAD CP TP MM AMPLAS KNIA Dari FP 0
Ke
FP
PB
MP
SUN
HERMES
PALAD
CP
TP
MM
AMPLAS
KNIA
Dari
FP
0
4.4
11.5
8
6.6
13.7
15.8
16
12.1
35.5
PB
0
7.1
9.1
11
9.3
11.4
11.6
19.6
35.9
MP
0
2
3.9
2.2
4.3
4.5
12.5
28.8
SUN
0 1.9
10.5
27.5
HERMES
∞ 0
8.6
29.4
PALAD
1
2.9
0
2.1
2.3
11.5
26.6
CP
0
1
TP
∞ ∞
0
0.15
25.4
MM
∞ ∞
0
25.4
AMPLAS
0
27.7
KNIA
0

Pada tabel 4.8Iterasi ke delapan dilakukan dengan cara yang sama seperti iterasi ke tujuh hanya saja perantaranya adalah titik CP Pada titik [FP, TP]= 16 [FP,TP] > [FP,CP]+ [CP, TP]

15.8 + 1 = 16.8 maka nilai [FP,TP] tidak diganti dikarenakan

hasil penjumlahan dari [FP,CP]+ [CP, TP] lebih besar dari jarak sebelumnya.

Pada titik [PB, TP]= 11.6 [PB, TP] > [PB,CP]+ [CP, TP]

11.6 + 1 = 12.1 maka nilai [PB,TP] tidak diganti dikarenakan

hasil penjumlahan dari [PB,CP]+ [CP, TP]lebih besar dari jarak

sebelumnya.

Universitas Sumatera Utara

40

Perhitungan dilakukan seteruskan dengan cara yang sama sampai semua node

memiliki jumlah node yang paling kecil dari titik perantara CP

4.3.9 Iterasi ke sembilan

Tabel 4.9 Perhitungan Algoritma Floyd Iterasi Ke Sembilan

Ke FP PB MP SUN HERMES PALAD CP TP MM AMPLAS KNIA Dari FP 0
Ke
FP
PB
MP
SUN
HERMES
PALAD
CP
TP
MM
AMPLAS
KNIA
Dari
FP
0
4.4
11.5
8
6.6
13.7
15.8
16
16.15
12.1
35.5
PB
0
7.1
9.1
11
9.3
11.4
11.6
11.75
19.6
35.9
MP
0
2
3.9
2.2
4.3
4.5
4.65
12.5
28.8
SUN
0
1.9
10.5
27.5
HERMES
0
8.6
29.4
PALAD
1
2.9
0
2.1
2.3
2.45
11.5
26.6
CP
0
1
1.15
26.4
TP
0
0.15
25.4
MM
0
25.4
AMPLAS
0
27.7
KNIA
0

Pada tabel 4.9Iterasi ke sembilan dilakukan dengan cara yang sama seperti iterasi ke

delapan hanya saja perantaranya adalah titik TP

Pada titik [FP, MM]= ∞

[FP,MM] > [FP,TP]+ [TP, MM]

16 + 0.15 = 16.15 maka nilai [FB,MM] akan diganti dengan

nilai 16.15, karena nilai [FB,MM] 16.15 < ∞

Pada titik [PB,MM]= ∞

[PB, MM] > [PB,TP]+ [TP, MM]

11.6 + 0.15 = 11.75maka nilai [PB, MM)] akan diganti dengan

nilai 11.75 , karena nilai [PB, MM] 11.75 < ∞

Perhitungan dilakukan seteruskan dengan cara yang sama sampai semua node

memiliki jumlah node yang paling kecil dari titik perantara TP.

Universitas Sumatera Utara

41

4.3.10 Iterasi ke sepuluh

Tabel 4.10 Perhitungan Algoritma Floyd Iterasi Ke Sepuluh

Ke FP PB MP SUN HERMES PALAD CP TP MM AMPLAS KNIA Dari FP 0
Ke
FP
PB
MP
SUN
HERMES
PALAD
CP
TP
MM
AMPLAS
KNIA
Dari
FP
0
4.4
11.5
8
6.6
13.7
15.8
16
16.15
12.1
35.5
PB
0
7.1
9.1
11
9.3
11.4
11.6
11.75
19.6
35.9
MP
0
2
3.9
2.2
4.3
4.5
4.65
12.5
28.8
SUN
0
1.9
10.5
27.5
HERMES
0
8.6
29.4
PALAD
1
2.9
0
2.1
2.3
2.45
11.5
26.6
CP
0
1
1.15
26.4
TP
0
0.15
25.4
MM
0
25.4
AMPLAS
0
27.7
KNIA
0

Pada tabel 4.10Iterasi ke Sepuluh dilakukan dengan cara yang sama seperti iterasi ke

Sembilan hanya saja perantaranya adalah titik MM

Pada titik [FP, Amplas]= 12.1

[FP,Amplas] > [FP,MM]+ [MM,Amplas]

∞ + 16.15 = ∞ maka nilai [FP,Amplas] tidak diganti

dikarenakan hasil penjumlahan dari [FP,MM]+

[MM,Amplas] lebih besar dari jarak sebelumnya.

Pada titik [PB, Amplas]= 19.6

[PB, Amplas] > [PB,MM]+ [MM, Amplas]

19.6 + ∞ = ∞ maka nilai [PB,Amplas] tidak diganti

dikarenakan hasil penjumlahan dari [PB,MM]+ [MM,

Amplas] lebih besar dari jarak sebelumnya.

Perhitungan dilakukan seteruskan dengan cara yang sama sampai semua node

memiliki jumlah node yang paling kecil dari titik perantara MM

Universitas Sumatera Utara

42

4.3.11 Iterasi ke sebelas Tabel 4.11 Perhitungan Algoritma Floyd Iterasi Ke Sebelas

Ke FP PB MP SUN HERMES PALAD CP TP MM AMPLAS KNIA Dari FP 0