Anda di halaman 1dari 8

Contoh : Draft Usulan Surat Keputusan Bupati

tentang Penetapan Ruas-Ruas Jalan Menurut Statusnya sebagai Jalan Kabupaten dan Jalan Desa

KEPUTUSAN BUPATI MALUKU TENGGARA


NOMOR : 700/250/XI/2013

TENTANG
PENETAPAN RUAS-RUAS JALAN MENURUT STATUSNYA
SEBAGAI JALAN KABUPATEN DAN JALAN DESA
DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA

NOVEMBER 2013

PEMERINTAH KABUPATEN MALUKU TENGGARA

Contoh : Draft Usulan Surat Keputusan Bupati


tentang Penetapan Ruas-Ruas Jalan Menurut Statusnya sebagai Jalan Kabupaten dan Jalan Desa

BUPATI MALUKU TENGGARA


KEPUTUSAN BUPATI MALUKU TENGGARA
NOMOR : 700/250/XI/2013

TENTANG
PENETAPAN RUAS-RUAS JALAN MENURUT STATUSNYA
SEBAGAI JALAN KABUPATEN DAN JALAN DESA
DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


BUPATI MALUKU TENGGARA,
Menimbang

a. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 62 ayat (3) Peraturan


Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan,
dinyatakan bahwa penetapan status suatu ruas jalan sebagai jalan
kabupaten dilakukan dengan Keputusan Bupati yang bersangkutan;
b. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 62 ayat (5) Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan,
dinyatakan bahwa penetapan status suatu ruas jalan sebagai jalan
desa dilakukan dengan Keputusan Bupati yang bersangkutan;
c. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 28 Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan, dinyatakan
bahwa jalan kabupaten terdiri atas : (1) jalan kolektor primer yang
tidak termasuk jalan nasional dan jalan provinsi; (2) jalan lokal primer
yang

menghubungkan

ibukota

kabupaten

dengan

ibukota
2

Contoh : Draft Usulan Surat Keputusan Bupati


tentang Penetapan Ruas-Ruas Jalan Menurut Statusnya sebagai Jalan Kabupaten dan Jalan Desa

kecamatan, ibukota kabupaten dengan pusat desa, antar ibukota


kecamatan, ibukota kecamatan dengan desa, antar desa; (3) jalan
sekunder yang tidak termasuk jalan provinsi, dan jalan sekunder
dalam kota; dan (4) jalan strategis kabupaten;
d. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 30 Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan, dinyatakan
bahwa jalan desa adalah jalan lingkungan primer dan jalan lokal
primer yang tidak termasuk jalan kabupaten di dalam kawasan
perdesaan;
e. bahwa berdasarkan Pasal 10 ayat (4) Peraturan Menteri Pekerjaan
Umum Nomor 03/PRT/M/2012 tentang Pedoman Penetapan Fungsi
Jalan dan Status Jalan, dinyatakan bahwa jalan kabupaten meliputi
ruas-ruas jalan sebagai Jalan Kolektor Primer-4 (JKP-4), Jalan Lokal
Primer (JLP), Jalan Lingkungan Primer (JLing-P), Jalan Strategis
Kabupaten, Jalan Arteri Sekunder (JAS), Jalan Kolektor Sekunder
(JKS), Jalan Lokal Sekuner (JLS), dan Jalan Lingkungan Sekunder
(JLing-S);
f. bahwa berdasarkan Pasal 10 ayat (6) Peraturan Menteri Pekerjaan
Umum Nomor 03/PRT/M/2012 tentang Pedoman Penetapan Fungsi
Jalan dan Status Jalan, dinyatakan bahwa jalan desa meliputi ruas
jalan sebagai Jalan Lingkungan Primer (JLing-P) dan Jalan Lokal
Primer (JLP) yang tidak termasuk jalan kabupaten di dalam kawasan
perdesaan;
g. bahwa berdasarkan Pasal 11 ayat (3) Peraturan Menteri Pekerjaan
Umum Nomor 03/PRT/M/2012 tentang Pedoman Penetapan Fungsi
Jalan dan Status Jalan, dinyatakan bahwa penetapan status ruas
jalan sebagai jalan kabupaten dan jalan desa dilakukan secara
berkalan paling singkat 5 (lima) tahun dengan Keputusan Bupati;
h. bahwa berdasarkan Pasal 12 ayat (3) Peraturan Menteri Pekerjaan
Umum Nomor 03/PRT/M/2012 tentang Pedoman Penetapan Fungsi
Jalan dan Status Jalan, dinyatakan bahwa penetapan status ruas
jalan sebagai jalan kabupaten dilakukan dengan memperhatikan
fungsi jalan yang telah ditetapkan Gubernur;
i. bahwa berdasarkan Pasal 12 ayat (5) Peraturan Menteri Pekerjaan
Umum Nomor 03/PRT/M/2012 tentang Pedoman Penetapan Fungsi
Jalan dan Status Jalan, dinyatakan bahwa penetapan status ruas

Contoh : Draft Usulan Surat Keputusan Bupati


tentang Penetapan Ruas-Ruas Jalan Menurut Statusnya sebagai Jalan Kabupaten dan Jalan Desa

jalan sebagai jalan desa dilakukan dengan memperhatikan fungsi


jalan yang telah ditetapkan Gubernur;
j. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada
huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, huruf e, huruf f, huruf g, huruf h, dan
huruf i perlu menetapkan Keputusan Bupati tentang Penetapan
Ruas-Ruas Jalan Menurut Statusnya sebagai Jalan Kabupaten dan
Jalan Desa
Mengingat

1. Undang-undang Nomor 60 Tahun 1958 tentang Penetapan UndangUndang Darurat Nomor 23 Tahun 1957 tentang Pembentukan
Daerah-Daerah Swatantra Tingkat II Dalam Wilayah Daerah
Swatantra Tingkat I Maluku sebagai Undang-Undang (Lembaran
Negara Tahun 1958 Nomor 111, Tambahan Lembaran Negara Nomor
1645);
2. Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 132, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4444);
3. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan
Peraturan

Perundang-undangan

(Lembaran

Negara

Republik

Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara


Republik Indonesia Nomor 4389);
4. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor
125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437)
sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun
2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undangundang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undangundang 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi
Undang-undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
Nomor 108, Tambahan Lembar Negara Republik Indonesia Nomor
4548);
5. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan
Keuangan antara Pemerintahan Pusat dan Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

Contoh : Draft Usulan Surat Keputusan Bupati


tentang Penetapan Ruas-Ruas Jalan Menurut Statusnya sebagai Jalan Kabupaten dan Jalan Desa

6. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan


(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 86,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4655;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian
Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah
Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737)
8. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2012 tentang
Pedoman Penetapan Fungsi Jalan dan Status Jalan;
9. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 567/KPTS/M/2010
tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional;
10. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 631/KPTS/M/2009
tentang Penetapan Ruas-Ruas Jalan Menurut Statusnya sebagai
Jalan Nasional;
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah
dirubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun
2007;
12. Keputusan Gubernur Maluku

Nomor 701/101/PUD-G.M/2013

tentang Penetapan Ruas-Ruas Jalan Menurut Statusnya sebagai


Jalan Provinsi di Provinsi Maluku.
Memperhatikan :

1. Keputusan Gubernur Maluku Nomor 400/100/PUD-G.M/2013 tentang


Penetapan Ruas-Ruas Jalan Menurut Fungsinya

sebagai Jalan

Kolektor Primer-2 (JKP-2), Jalan Kolektor Primer-3 (JKP-3), Jalan


Kolektor Primer-4 (JKP-4), Jalan Lokal Primer (JLP), Jalan
Lingkungan Primer (JLing-P), Jalan Areteri Sekunder (JAS), Jalan
Kolektor Sekunder (JKS), Jalan Lokal Sekunder (JLS), dan Jalan
Lingkungan Sekunder (JLing-S) di Provinsi Maluku;

MEMUTUSKAN
Menetapkan :
KESATU

Ruas-ruas Jalan menurut Statusnya sebagai Jalan Kabupaten dan


Jalan Desa di Kabupaten Maluku Tenggara sebagaimana tercantum
dalam Lampiran Keputusan ini.

Contoh : Draft Usulan Surat Keputusan Bupati


tentang Penetapan Ruas-Ruas Jalan Menurut Statusnya sebagai Jalan Kabupaten dan Jalan Desa

KEDUA

Ruas-ruas Jalan yang dimaksud dalam Diktum KESATU tersebut


dituangkan dalam Peta sebagaimana tercantum dalam Lampiran
Keputusan ini.

KETIGA

Ruas-ruas Jalan yang dimaksud dalam Diktum KESATU dan KEDUA,


akan ditinjau secara berkala setiap 5 (lima) tahun atau apabila
diperlukan sesuai dengan tingkat perkembangan yang terjadi di
Kabupaten Maluku Tenggara.

KEEMPAT

Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan


apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan di dalam Keputusan ini,
akan diadakan perbaikan sebagaimana semestinya.

Ditetapkan di Maluku Tenggara


pada tanggal 25 November 2013
BUPATI MALUKU TENGGARA
Cap basah dan ttd Bupati
(NAMA LENGKAP BUPATI)

Tembusan :
1.
2.
3.
4.
5.

Gubernur Provinsi Maluku di Ambon


Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tenggara
Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Maluku
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku
Para Camat di Kabupaten Maluku Tenggara

Contoh : Draft Usulan Surat Keputusan Bupati


tentang Penetapan Ruas-Ruas Jalan Menurut Statusnya sebagai Jalan Kabupaten dan Jalan Desa

Lampiran : Keputusan Bupati Maluku Tenggara


Nomor
: 700/250/XI/2013
Tanggal
: 25 November 2013
Ruas-Ruas Jalan menurut Statusnya sebagai Jalan Kabupaten dan Jalan Desa di Kabupaten Maluku Tenggara
No.
Uru
t

Nomo
r
Ruas

Nama Ruas

Pengenal
Pangkal Ruas

Pengenal
Ujung Ruas

Titik
Pengenal
Pangkal

Titik
Pengenal
Akhir

Kecamatan
yang Dilalui

Panjan
g Ruas
(KM)

TOTAL PANJANG JALAN

(1)

Status Jalan
Jalan
Jalan
Strategis
Kabupate
Kabupaten
n (JK)
(JSK)

(2)

(3)

Jalan
Desa
(JD)

(4)

Keterangan :
(1) = Total panjang ruas jalan kabupaten, jalan strategis kabupaten, dan jalan desa (JK+JSK+JD)
(2) = Total panjang ruas jalan menurut statusnya sebagai Jalan Kabupaten (JK)
(3) = Total panjang ruas jalan menurut statusnya sebagai Jalan Strategis Kabupaten (JSK)
(4) = Total panjang ruas jalan menurut statusnya sebagai Jalan Desa (JD)

Contoh : Draft Usulan Surat Keputusan Bupati


tentang Penetapan Ruas-Ruas Jalan Menurut Statusnya sebagai Jalan Kabupaten dan Jalan Desa